PT Agincourt Resources, perusahaan tambang emas yang beroperasi di Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, siap melakukan eksplorasi emas di kawasan itu sebanyak 6,3 ton per tahun selama 10 tahun. Proses eksplorasi akan dimulai pada awal 2010.
Perusahaan ini juga akan menambang perak sebanyak 60,7 ton per tahun selama 10 tahun.
”Angka itu berasal dari studi kelayakan yang dilakukan perusahaan,” tutur Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Sumatera Utara Washington Tambunan selepas mengikuti pertemuan antara tim PT Agincourt dan Gubernur Sumatera Utara Syamsul Arifin, Jumat (8/8).
Menurut Washington, di luar lokasi juga terus dilakukan eksplorasi untuk mencari sumber tambang emas dan perak lain yang memungkinkan kontrak karya diperpanjang.
Humas Pemerintah Provinsi Sumatera Utara ML Tobing menambahkan, konstruksi eksplorasi akan dilakukan akhir 2009, sementara produksi pada awal 2010. Hadir juga dalam pertemuan itu CEO OZ Mineral PT Agincourt Mineral Australia Andrew Nichiermore, GM PT Agincourt Indonesia Dominic Heaton, dan Pelaksana Tugas Badan Perencanaan dan Pembangunan Sumatera Utara Riadil Akhir Lubis.
Washington menambahkan, tidak ada istilah bagi hasil dalam proses eksplorasi ini, tetapi menggunakan royalti sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1967. Pemerintah diperkirakan akan menerima bagian sekitar 2 persen dari hasil tambang yang diproduksi perusahaan.
Dari angka 2 persen itu, 20 persen merupakan bagian pemerintah pusat, 64 persen bagian pemerintah kabupaten, dan 16 persen merupakan bagian pemerintah provinsi.
Pemerintah daerah juga akan mendapatkan kepemilikan saham sebesar 5 persen. Sebanyak 3,5 persen diperuntukkan bagi Kabupaten Tapanuli Selatan, sisanya 1,5 persen untuk Provinsi Sumatera Utara. Selain itu, PT Aneka Tambang juga akan menguasai 10 persen saham dengan nilai 65 juta dollar AS.
Meski demikian, 5 persen saham yang dimiliki pemerintah daerah Sumut dan Tapanuli Selatan bernilai sekitar 10 juta dollar AS. ”Kami tidak membayar sampai 30 juta dollar AS, dari mana kami punya uang. Angka 5 persen itu dibayarkan dari dividen yang kami (pemerintah daerah) peroleh,” kata Washington. Dan ini, kata Washington, membuat pemerintah daerah tidak menanggung kerugian jika perusahaan merugi.
Gubernur Sumut Syamsul Arifin dalam kesempatan itu mengingatkan agar perusahaan menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar dan menjaga lingkungan supaya tidak terjadi pencemaran dan gejolak sosial yang tidak diharapkan
Kehadiran perusahaan tambang akan mempercepat pertumbuhan ekonomi,
omong kosong !!!
Semoga dapat mengurangi jumlah pengangguran khususnya bagi putra daerah Sumatera Utara
kunjungijuga…
http://batangtoruhariini.blogspot.com
semoga masyarakat batang toru bisa dijadikan sebagai mitra kerja yaitu sebagai karyawan baik yang ada di batang toru maupun yang ada diluar daerah batang toru
saya sudah mengirimkan lamaran kerja ke pt agin cour resources yg ada di batang toru pa ada rencana panggilan
apa bisa mahasiswa pelakukan praktek lapangan untuk saat ini, bisa di jelaskan bagaimana profil dari pt. agincourt.
O ye, tapi katanya kena krisis global. apa betul? kantornya aja di belakang rumahku. dari dulu aku acuh tak acuh aja ama ini tambang. nggak mengharap sedikit pun.
Saya sdh coba bicara dengan Agincourt awal thn ini, kelihatan nya masih tetap dalam tahan explorasi. Trus ada berita mass media di akhir tahun yg memberitakan kl utk sementara waktu Agincourt Batangtoru akan berhenti dulu, karena dampak krisis global.
Ada yg bisa memberikan informasi terakhir ?
Kata teman yg di pertambangan, TIES contractor juga sdh meninggalkan lokasi.
Mudah-mudahan PEMDA TK.I dan Pemda TK.II serta Pemerintahan-pemerintahan sekitarnya (Kec. Batangtoru, Kec. Marancar, Tapanuli Selatan), bisa belajar banyak dari Pertambangan PT. Freepot yang ada di Papua. Hati-Hati terhadap Exploitasi besar-besaran. Jangan hanya melihat Angka Rupiah dan Dollarnya Saja, tapi Harus Benar-benar berimbang dan bisa tetap menjaga Lingkungan dan Hutan Lindung yang sudah terjaga Ratusan Tahun. Saat ini ada Informasi dari Masyarakat Haunatas Kec. Marancar, bahwa akibat Penggunaan Bahan Kimia untuk pembukaan Lahan yang disebar telah ikut berakibat sampai ke WIlayah Hutan Aek Sirabun, khususnya di Sawah Lobu (Saba Lobu, Saba Jae). Beberapa Jenis Tanaman mati dan beberapa Jenis Tumbuhan layu. Hal ini sangat perlu diteliti kebenarannya. Karena Aeksirabun, Sawah Lobu (SABA LOBU, SABA JAE) berada sekitar 12-18 Km lebih dari Batang Toru.
Untuk Pak Gubernur, Pak Bupati, Pak Camat dan Pak Kepala Desa yang ada di Daerah Kec. Marancar, dan Kecamatan Batangtoru. Ingat Pak… Bang… Dollar dan Rupiah yang ditaburkan itu akan merusak lingkungan 30 s/d 40 tahun yang akan datang kalau tidak benar-benar dijaga keseimbangan Hutan di daerah ini. Jangan sekali-kali memaksakan hasil tambang, namun lebih baik secara bertahap dan tidak perlu di Maksimalkan Produksi namun bisa menjaga keseimbangan Hutan dan Lingkungan ini untuk 50 s/d 100 tahun yang akan datang, demi anak Cucu di Daerah ini. (Febersormin).
Kenapa kita ribut terus dengan masalah “pencemaranlah”, “merusak lingkanganlah”, “demi anak cuculah”….
Apakah kita sadar atau tidak..? bahwa semua yang namanya PEMBANGUNAN dan KEBUTUHAN HIDUP,
apalagi untuk kemajuan Bangsa, Negara, Kota, Daerah, Manusia,…sudah pasti meminta “korban”..yakni harus ada yang DIRUSAK. Sebagai contoh; untuk membangun RUMAH kita harus menebang kayu dari hutan untuk membuatnya, untuk membuat JALAN dan JEMBATAN kita harus merusak lingkungan (Tanah,Gunung,Sungai),
untuk membuat MOBIL, PABRIK, KAPAL LAUT, PESAWAT TERBANG, PERALATAN,dll, kita harus menambang Besi, Aluminium, Timah, Nikel, Tembaga, Kuningan, untuk membuat barang PERHIASAN WANITA dan MODAL NEGARA kita harus menambang Emas, Perak, Platina, untuk MAKAN DAGING kita harus Membunuh Binatang (ternak atau liar).
bahkan untuk membuat “ANAK” kita harus merusak perawan anak perempuan orang, menyiksanya hamil selama 9 bulan, kalau tidak demikian kita tidak akan dapat apa-apa….Maka dari itu saudara-saudara Jangalah kita terlalu Munafik jadi Manusia untuk memprotes segala macam yang kita tidak sadari bahwa yang kita Protes tsb adalah kebutuhan dari hidup kita sendiri. Realita sajalah. Saya mau tanya lagi : Apakah kita sebagai anak cucu dari orang-orang yang hidup 100 tahun lalu (dari Zaman Belanda dulu) menderita dalam kehidupan ini..? Karena dari Zaman Belanda dulu sudah ada yang namanya Tambang Emas, Tambang Minyak, Tabang Besi, Tambang Batubara, Tambang Cement, Penebangan Kayu dihutan…???? Makanya Bro…Kalau belum tau itu apa artinya hidup jangan banyak bacotlah….Hiduplah secara Wajar, Bukankah kita disuruh oleh Tuhan untuk memanfaatkan semua yang ada diatas dan didalam perut Bumi ini…??? Semoga kita sadar sebagai anak bangsa yang bijaksana dalam hidup bernegara ini…Merdeka…
Mari kita pergunakan dan manfaatkan Ilmu yang baik dan bermutu yang berlandaskan : Agama , Budaya , Sosial/Ekonomi dan Teknik.
Jangan terlalu membesarkan yang besar dan jangan terlalu mengecilkan yang kecil , keduanya berguna didunia ini yang penting jelas kontribusi/ pemberian dan distribusi/ penerimaannya. Semakin lanjut semakin tumbuh antisipasi Positif dan Negatifnya dan berikan KESIMPULAN YANG BENAR DAN JANGAN RAGU . UNANG LOJA HO AMANG MAMBAEN NAPADE ( JANGAN PERNAH BEHENTI ANAKKU MELAKUKAN YANG BAIK ).
Aku orang tambang, sekolah tambang, aku tahu bagaimana cara menambang dengan benar. Cuma sayang, banyak orang selalu negatif thinking dengan tambang di negara ini, meskipun cuma tahu informasinya dari dengar2 dan informasi yang tidak disaring dulu, seolah2 sudah tahu semuanya. Makanya susah kerja di tambang Indonesia terlalu banyak masalah non teknis yang menyita waktu. Lebih baik jadi TKI aja kerja tambang di Luar Negri.
menanggapi komentar teman2 putra batang toru;
kita sebagai warga negara seharusnya manut apa kata pemerintah dan gak perlu kita sangkal/debat,percuma bro ! karena yang benar selalu pemerintah/pemimpin.gak ada artinya sesama warga saling hujat /debat.namun kita saling bela dan perjuangkan hak &martabat kita.kalau penjilat tetap menjilat gak ada kata lain ,bro.bersatulah untuk benar…ok…bro