Anda tentu pernah mendengar istilah OKB (orang kaya baru). Istilah ini kerap ditafsirkan secara negatif, misalnya, seseorang yang asal muasalnya melarat, tetapi mendadak kaya raya karena berbagai sebab.
Apa pun penybabnya, tentu saja menjadi kaya adalah hak mereka. Yang jauh lebih masuk akal adalah mempertanyakan kalau orang lain bisa menjadi kaya, kenapa Anda tidak.
Secara umum, Anda mungkin mengatakan, mereka menjadi kaya karena melakukan investasi. Ya, benar, tetapi tidak semuanya berhasil. Malah ada yang tambah miskin. Lantas, bagaimana investasi yang benar?
Banyak rumusannya. Kali ini kita membahas satu faktor yang kerap diabaikan, yakni memahami informasi keuangan.
Informasi keuangan bukan seperti membaca laporan keuangan perusahaan di surat kabar, tetapi jauh lebih luas. Utamanya, informasi yang bisa memberi dampak terhadap jagat keuangan, termasuk investasi. Lalu yang tidak kalah penting bagaimana memperoleh, mengolah, dan menganalisis informasi itu sehingga menjadi sesuatu yang bernilai.
Informasi keuangan bisa diperoleh dari mana saja: berita di koran, omongan tetangga, atau mencari di internet. Yang mesti diingat, yang penting adalah apa dampak informasi dan siapa yang memberi informasi tersebut.
Sebagai contoh, Anda diberi tahu teman nilai dollar Amerika Serikat akan anjlok. Lalu, dia menyarankan agar membeli dinar banyak-banyak. Asumsinya, harga dinar akan melonjak dan Anda pasti meraih untung. Ini bukan contoh ”asbun”. Di sebagian kalangan masyarakat, beberapa waktu lalu informasi seperti ini beredar luas. Apakah kenyataannya demikian? Belum tentu.
Dalam realitasnya tidak ada seorang pun bisa meramal pasti apakah nilai suatu mata uang akan naik dan turun karena variabelnya sangat banyak dan berubah sangat cepat.
Yang juga perlu ditelaah, apakah profesi dan keahlian pemberi informasi memadai untuk menyampaikan informasi tersebut?
Persyaratan informasi
Dewasa ini banyak sekali orang merasa pintar, sok tahu, dan malah merasa paling tahu tentang segala hal. Dus, ketika Anda menerima informasi, tentu saja tidak bisa menelannya bulat-bulat. Informasi hanyalah alat bantu untuk mengambil keputusan. Ada persyaratan yang mesti dipenuhi sehingga sebuah informasi layak digunakan. Salah satunya, si pemberi informasi memiliki kredibilitas.
Ringkasnya, untuk memahami informasi yang berdampak pada aspek keuangan, banyak hal layak dipertimbangkan. Beberapa di antaranya, pertama, masalah waktu. Intinya, apakah informasi yang Anda terima itu masih valid atau tidak.
Kembali ke contoh di atas, mengenai nilai tukar dollar yang merosot dan kemudian ada kalangan yang menyarankan untuk membeli mata uang dinar. Boleh jadi informasi semacam itu mengemuka ketika harga minyak melonjak dan mata uang dinar mengalami penguatan. Tetapi, siapa bisa meramal harga minyak terus berada di atas. Saat ini saja harga minyak mulai turun, seperti tercermin pada harga bensin pertamax dan pertamax plus. Demikian juga dengan perkiraan penguatan mata uang dinar. Jika informasi itu Anda terima saat ini, tentu sudah tidak valid lagi. Dengan kata lain, hal yang benar pada masa lalu belum tentu benar masa kini, apalagi masa datang.
Kedua, soal kredibilitas pemberi informasi. Juga seperti contoh di atas, apakah yang menginformasikan ke Anda tentang membeli mata uang dinar adalah seseorang yang memiliki kapabilitas dan bisa dipercaya? Atau tentang agen asuransi atau agen penjual produk keuangan apa pun.
Jangan lupa, dengan seribu maaf, mereka adalah penjual produk yang sudah tentu akan memberi informasi yang baik-baik saja. Tujuannya agar produknya laku.
Lebih kacau lagi jika Anda ditawari investasi pada bidang tertentu dengan janji akan memperoleh hasil luar biasa. Sementara yang menawarkan investasi tersebut hidupnya sendiri masih penuh dengan masalah keuangan. Dus, informasi yang disampaikannya menjadi tidak logis karena si pemberi informasi tidak kredibel.
Ketiga, klasifikasi informasi. Jika Informasi yang Anda terima bersifat umum di mana semua orang bisa mengetahuinya, tidak akan banyak manfaat yang bisa Anda peroleh dari informasi itu. Tetapi, jika Anda bisa mengetahui informasi dengan fakta lebih dahulu ketimbang orang lain, Anda bisa menjadikan informasi itu untuk membuat keputusan dan bisa menghasilkan dampak positif bagi keuangan Anda.
Misalnya, Anda mendengar di suatu daerah akan dibangun jalan tol atau pusat perbelanjaan, maka harga tanah di daerah tersebut berkemungkinan akan meningkat. Bila informasi seperti itu Anda dengar lebih dahulu ketimbang orang lain, manfaatnya juga akan lebih dahulu Anda nikmati.
Kesimpulannya, memahami berbagai informasi yang berdampak terhadap keuangan sebenarnya merupakan salah satu kunci sukses dalam berinvestasi. Silakan Anda gali lebih jauh.