BERITA INFORMASI TERKINI

Archive for November 2008

Perempuan Indonesia Belum Mendapatkan Hak atas Keadilan

In Beragama, Berbudaya, Demokrasi, Taat Hukum on November 26, 2008 at 5:12 pm

Meskipun telah muncul berbagai kebijakan baru yang kondusif untuk pemenuhan hak asasi manusia dan penghapusan kekerasan terhadap perempuan, tetapi perempuan belum mendapatkan keadilan dari bangsa dan negara.

Demikian disampaikan Ketua Komisi Nasional Anti-Kekerasan terhadap Perempuan, Kamala Chandrakirana, memperingati 10 tahun usia Komnas Perempuan di Jakarta, Selasa (25/11).

Memutus tali impunitas penting bagi bangsa Indonesia agar kekerasan yang memakan korban tidak terulang lagi di masa depan. Kenyataannya, demikian Kamala, penyangkalan telah terjadinya kekerasan masih mendominasi lembaga negara, sekolah, dan media massa.

Untuk memutus impunitas, suara korban harus didengar, kekerasan yang terjadi diakui, dan ada dukungan nyata bagi keadilan, serta pemulihan korban kekerasan. Komnas Perempuan selama empat tahun terakhir mendokumentasikan pengalaman perempuan korban kekerasan dan melaporkannya dalam delapan terbitan.

Kedelapan laporan itu tentang situasi HAM perempuan dalam konflik sumber daya alam (SDA) ”Manggarai Berdarah” di Nusa Tenggara Timur (2005); Konflik SDA di Teluk Buyat, Sulawesi Utara (2005); Konflik dan Bencana Alam Tsunami Aceh (2006); Konflik Bersenjata Aceh, Penerapan Syariat Islam dan Upaya Perempuan Korban Mencari Keadilan (2007); Perempuan Korban Peristiwa 1965 (2007); Perempuan Korban Kekerasan Seksual Mei 1998 (2008); Diskriminasi Berlapis pada Perempuan dan Anak dalam Penyerangan Komunitas Ahmadiyah (2008); serta Konflik di Poso, Sulawesi Tengah (2008).

Tantangan

Komnas Perempuan yang bersama gerakan perempuan terus mengupayakan situasi yang kondusif bagi pemenuhan HAM perempuan menemukan, selain muncul 29 kebijakan baru di tingkat nasional, lokal, dan regional yang mendukung penanganan kekerasan terhadap perempuan, pada saat yang sama mendapati 27 kebijakan, umumnya produk di tingkat lokal, yang mendiskriminasi perempuan.

Secara khusus Kamala menyebut UU Pornografi yang menjadikan perempuan dan kelompok minoritas sebagai tumbal oleh oportunisme telanjang elite politik menghadapi Pemilu 2009.

Dalam refleksi perjuangan perempuan dari berbagai pengalaman, Ketua Urban Poor Consortium Wardah Hafidz menyebut, perempuan miskin hanya mempunyai tiga pilihan dalam hidupnya: menjadi TKI, masuk dunia hiburan menjadi penyanyi, atau menjadi pekerja seks. Perjuangan untuk perempuan miskin ini, menurut Wardah, belum secara sistematis disentuh gerakan perempuan, termasuk Komnas Perempuan.

Dari pengalaman di politik, Miranty Abidin dari PAN menyebut belum ada keadilan untuk perempuan. Dia adalah caleg yang awalnya di nomor urut satu untuk daerah pemilihan Ja- karta dari partai tersebut dalam Pemilu 2004. Akan tetapi, tanpa sepengetahuan dia, diturunkan ke nomor urut dua. Pengalaman Yusan Yeblo dari Papua adalah penyangkalan hak perempuan di tanah Papua yang kaya sehingga perempuan harus berhadapan dengan kekerasan oleh militer, perusahaan, dan pejabat setempat.

Peringatan 10 tahun Komnas Perempuan akan berlangsung setahun.

Omzet Perdagangan Komputer Turun 40 Persen Terkena Imbas Krisis Ekonomi

In Perekomonian on November 25, 2008 at 1:31 am

Omzet pedagang komputer turun sekitar 40 persen sejak dua pekan terakhir menyusul melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dari Rp 9.500 menjadi Rp 12.500 yang terpantau Senin (24/11) di Jakarta. Hersen, seorang pedagang di kawasan Pinangsia, mengatakan, omzet penjualan turun drastis dan harga jual juga mengalami lonjakan.

”Komponen sederhana, seperti USB Flash Disk kapasitas 1 giga- byte, naik dari Rp 50.000 menjadi Rp 65.000 atau Rp 70.000. Satu set tetikus model terbaru dipatok pada harga 12 dollar AS yang dahulu seharga Rp 110.000 per unit naik menjadi Rp 150.000 per unit. Belum lagi harga set komputer rakitan naik dari Rp 3 juta menjadi Rp 4 juta,” kata Hersen.

Menurut dia, pedagang besar mengalami pukulan besar karena omzet penjualan yang mencapai 30 unit hingga 40 unit per hari kini hanya tersisa separuh.

Jenny, pemilik toko Speed Computer di Plaza Pinangsia, mengatakan, harga komputer bermerek terkenal, seperti Acer, naik dalam kisaran Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta per unit. Alat pendukung, seperti Ultimate Power Saving (UPS), juga naik dari harga Rp 250.000 per unit menjadi Rp 350.000 per unit.

”Harga komputer desktop rakitan dengan layar 15 inci sekarang mencapai Rp 4 juta. Sebelumnya harga komputer rakitan hanya sekitar Rp 3 juta,” kata Jenny.

Pantauan di pusat perdagangan elektronik di Harco, Glodok, dan Pinangsia masih terlihat kesibukan pemesanan. Namun, Hersen menambahkan, kondisi perdagangan sebelum terjadi fluktuasi nilai rupiah terhadap dollar AS jauh lebih ramai.

Anton, kepala toko Melvi Com di Plaza Pinangsia, yang mengageni laptop merek Acer mengatakan keluhan serupa tentang turunnya omzet penjualan. ”Harga selalu mengacu pada nilai tukar rupiah terhadap dollar. Transaksi selalu dilakukan dengan mengacu posisi nilai tukar terakhir,” kata Anton

Penderita HIV/AIDS di Kabupaten Kediri Naik 400 Persen

In Indonesia Sehat on November 25, 2008 at 1:30 am

Jumlah pengidap HIV/AIDS di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, selama tahun 2008 melonjak hingga 400 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Penderitanya juga lebih variatif meskipun paling banyak berasal dari kalangan berisiko tinggi.

Kepala Seksi Pemberantasan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri Nur Munawaroh, Senin (24/11), mengatakan, sampai dengan November 2008, total pasien yang positif terinfeksi HIV/AIDS mencapai 93 orang.

”Jumlah pasien ini naik empat kali lipat dibanding pada tahun 2007 yang sebanyak 23 orang. Kenaikan penderita yang luar biasa banyak itu cukup mengejutkan. Dalam 11 bulan terakhir terdapat 70 penderita baru yang ditemukan,” ujarnya.

Dari 93 penderita itu, sebanyak 17 orang di antaranya atau 18 persennya meninggal dunia. Kebanyakan yang meninggal adalah penderita yang datang ke puskesmas atau rumah sakit dengan kondisi sakit parah dan disertai penyakit penyerta lainnya.

Nur mengatakan, berdasarkan data yang dihimpun Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, sebanyak 70 persen pengidap HIV/ AIDS adalah kaum perempuan terutama masyarakat yang berasal dari golongan berisiko tinggi, seperti kaum homoseksual, pekerja seks komersial (PSK) dan tenaga kerja wanita (TKW).

Parahnya lagi, masyarakat yang tidak berasal dari golongan berisiko tinggi juga banyak terkena. Sedikitnya, ada lima ibu rumah tangga yang positif terinfeksi HIV/AIDS karena menikah dengan pria homoseksual gay.

Usia produktif

Nur menambahkan, berdasarkan penelitian, rata-rata penderita HIV/AIDS baru adalah penduduk usia produktif. Komposisinya, penduduk usia 15-24 tahun sebanyak 40 persen, sedangkan penduduk yang berusia 25-45 tahun sebanyak 60 persen.

Untuk menanggulangi penyebaran virus HIV/AIDS di Kediri, Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri bekerja sama dengan Rumah Sakit Umum Daerah Pare Kediri telah membangun klinik khusus. Namun, masyarakat masih enggan menggunakan fasilitas tersebut.

Oleh karena itu, metode pencarian penderita HIV/AIDS baru yang digunakan masih mengacu pada pola lama, yakni menggunakan pendekatan emosional melalui komunitas-komunitas tertentu, seperti kaum gay, dan para pengguna narkoba yang sering bertukar jarum suntik.

Beberapa anggota komunitas mendapat pendidikan mengenai pentingnya berperilaku sehat untuk mencegah penularan HIV/ AIDS, di antaranya berhubungan intim dengan satu pasangan, menggunakan kondom setiap kali berhubungan, dan rajin memeriksakan kesehatan

Wah Mantan Wakil Presiden Indonesia Adam Malik dan Sultan Yogya Ternyata Agen CIA Dengan Bayaran 10.000 Dollar

In Aneh Dan Lucu, Berbudaya, Demokrasi, Sejarah, Tokoh Indonesia on November 24, 2008 at 4:55 am

”Apa kita terlibat?” tanya Senator Fulbright.

”Tidak,” jawab Duta Besar Green mantap.

”Apa kita terlibat dalam percobaan kudeta sebelumnya?”

”Tidak, …saya kira tidak,” jawab Green mulai ragu-ragu.

Pertanyaan Senator Fulbright justru semakin tajam, ”CIA tidak punya peran apa-apa dalam kudeta waktu itu?”

”Maksud Anda tahun 1958?” jawab Green sambil mencoba membalik pertanyaan. Sebelum Fulbright mengulangi pertanyaannya, Green memberi jawaban gamang, ”…saya kawatir, saya tidak bisa menjawab. Saya sendiri tidak tahu, apa yang dulu sudah pernah terjadi” (hal 333).

Percakapan di atas berlangsung dalam rapat rahasia di ruang Komite Hubungan Luar Negeri Senat Amerika Serikat di Washington DC tahun 1967. Fulbright, nama lengkapnya William Fulbright, senator Arkansas, yang kelak terkenal sebagai pencentus program bantuan pendidikan ke negara-negara berkembang.

Sementara Green adalah Marshall Green, Duta Besar AS di Jakarta semasa akhir pemerintahan Presiden Soekarno yang diguncang oleh peristiwa berdarah dengan menelan korban ratusan ribu orang, dalam Peristiwa 30 September.

Dengan narasi memikat, berupa kutipan kalimat langsung, dalam berbagai rapat yang sering di balik pintu tertutup, buku Membongkar Kegagalan CIA, terjemahan dari Legacy of Ashes, the History of CIA bisa membantu mencerahkan pandangan untuk mengamati beragam latar belakang peristiwa yang pernah menimpa negaranya.

Hal ini terjadi karena si penulis, Tim Weiner, wartawan koran The New York Times, secara profesional mengabdikan dirinya untuk mendalami tetek bengek kegiatan dunia bawah tanah selama dua puluh tahun lebih.

Sebuah kerja keras yang membuahkan buku, dan mungkin memancing bantahan, dari mereka yang disebutkan identitas berikut keterlibatannya dengan CIA. Dinas rahasia negara adidaya yang selalu bernafsu untuk menjadi polisi dunia, sehingga merasa berhak mengatur sekaligus campur tangan dalam menentukan kebijakan negara-negara lain. Memang tidak bisa lain.

Dalam kata pengantarnya, Tim Weiner menegaskan, ”Buku ini bersifat on the record—tidak ada sumber tanpa nama, kutipan tanpa identitas pembicara, atau gosip. Ini adalah sejarah pertama CIA yang seluruhnya dikompilasi dari dokumen-dokumen utama…” (hal xxiv)

Penjelasan latar belakang

Membaca karya Weiner, kita seolah-olah diajak masuk ke dalam persoalan utama. Dalam arti, aneka macam permasalahan yang sudah pernah menyentuh kehidupan kita sehari-hari. Namun belum pernah kita ketahui tuntas berikut penjelasan latar belakangnya. Ibaratnya, selama ini kita baru menyentuh kulit luar, sama sekali belum berhasil masuk ke rongga paling dalam.

Tentu saja, sekadar menyentuh kulit luar dengan ikut masuk ke dalam serta mengamati gerak berikut tata kerjanya, memiliki perbedaan mendasar. Sebab dengan cara kedua, menerobos ke dalam, akan bisa lebih menjelaskan berbagai pertanyaan, yang selama ini masih belum menemukan jawaban. Semisal tentang huru-hara berikut kemelut politik yang melanda Indonesia menjelang akhir tahun 1965. Kemelut dengan jejak berdarah dan memangsa begitu banyak korban dan yang tidak semuanya bersalah.

Buku ini secara tersirat menyebutkan, CIA (Central Intelligence Agency, dinas rahasia AS) dan juga Pemerintah AS tidak terlibat secara langsung dalam perencanaan kudeta tahun 1965 di Indonesia. Meski diakui, CIA selalu mengingatkan Pemerintah AS bahwa kehilangan pengaruh di Indonesia akan menyebabkan kemenangan AS dalam Perang Vietnam tidak ada artinya. Oleh karena itu, CIA dengan gigih selalu berusaha untuk bisa menemukan pemimpin baru bagi Indonesia.

Istilah menemukan yang dipakai komunitas intelijen tentu saja bisa berganda arti. Bukan sekadar pengertian pasif, tetapi bisa saja aktif dan artinya, bakal membuahkan penafsiran luas. Oleh karena untuk menemukan sesuatu, sering harus menghalalkan segala macam cara. Termasuk terbuka kemungkinan untuk menyingkirkan atau minimal menggeser, tokoh lama yang sudah tidak lagi bisa dipakai.

Gempa di awal Oktober

”…tanggal 1 Oktober 1965 sebuah gempa politik pecah di Indonesia. Tujuh tahun setelah CIA berusaha menggulingkannya, Presiden Sukarno secara diam-diam telah melancarkan sesuatu yang tampak sebagai usaha kudeta terhadap pemerintahannya sendiri. Setelah berkuasa selama dua dekade, Sukarno, yang mengalami masalah kesehatan dan kemunduran dalam membuat penilaian, berusaha menopang kepemimpinannya, bersekutu dengan PKI” (hal 329).

Sayang, buku ini tidak menjelaskan bagaimana model persekutuan antara Bung Karno dan PKI. Selain keterangan yang sudah diketahui luas bahwa PKI telah berkembang sangat pesat serta berhasil merekrut begitu banyak anggota baru. Sehingga PKI telah bisa menjelma menjadi organisasi komunis terbesar di dunia, di luar Uni Soviet dan China. Dengan jumlah anggota terdaftar sekitar 3,5 juta orang.

”Manuver Sukarno untuk mendekat ke aliran kiri terbukti justru fatal. Setidak-tidaknya, lima orang jenderal dibunuh pada malam nahas tersebut, termasuk Kepala Staf Angkatan Darat. Radio pemerintah kemudian mengumumkan, sebuah dewan revolusioner telah mengambil alih kekuasaan untuk melindungi Presiden dari ancaman CIA…”.

Jika akurasi menjadi pedoman utama buku nonfiksi, maka kutipan yang kurang akurat pasti sangat mengganggu sekaligus bakal menyurutkan penilaian pembaca. Sebab siapa masih bisa menjamin, pada bagian-bagian lain tidak terjadi kekeliruan yang sama?

Mengenai jumlah korban jenderal yang dibunuh dalam peristiwa tersebut, semua orang sudah lama tahu melalui berbagai laporan yang sudah berkali-kali dipublikasikan. Dari tujuh sasaran penculikan, enam jenderal tewas menjadi korban. Hanya Jenderal AH Nasution satu-satunya yang bisa lari dan menyelamatkan diri.

Memang, kalimat setidak-tidaknya lima jenderal dibunuh tidak sepenuhnya keliru. Tetapi, bagaimana mungkin keliru (atau tidak mau) mengutip sesuatu yang sudah secara luas diketahui khalayak? Maka bagaimana kita bisa percaya kepada jumlah korban lainnya jika aksi pembunuhan termaksud dilakukan secara massal dan jauh dari pantauan independen? Sebagaimana kenyataan mengenaskan yang kemudian telah menyusul muncul, langkah balasan terhadap pembunuhan para jenderal bersangkutan.

Adam Malik agen CIA

Sebuah pernyataan dalam buku ini yang mungkin sangat mengejutkan bunyinya sebagai berikut, ”CIA memiliki seorang agen yang mempunyai posisi baik, Adam Malik, mantan Marxis berusia 48 tahun dan pernah mengabdi sebagai duta besar di Moskwa dan menteri perdagangan…”

”Saya merekrut dan mengontrol Adam Malik,” kata Clyde McAvoy, pejabat tinggi CIA dalam wawancara tahun 2005, khusus untuk pengumpulan bahan guna penerbitan buku ini. McAvoy bertemu Adam Malik di Jakarta tahun 1964, ”…dia pejabat Indonesia tertinggi yang pernah kami rekrut” (hal 330). Setelah bisa merekrut bekas wartawan yang nantinya meraih puncak karier sebagai Wakil Presiden dan juga Ketua Sidang Majelis Umum PBB, McAvoy mengatakan, ”…kami mendapatkan persetujuan untuk meningkatkan program operasi rahasia buat mendorong sebuah baju politis di antara kelompok kiri dan kanan di Indonesia”.

Dorongan dari agen CIA di Jakarta tampaknya sangat lancar. Oleh karena, ”…setelah beberapa minggu mengalami suasana menegangkan, maka pada Oktober 1965, Indonesia terpecah dua. CIA masih terus mengkonsolidasi lahirnya sebuah pemerintah bayangan, yakni kelompok tiga serangkai, terdiri dari Adam Malik, Sultan Yogya, dan seorang perwira tinggi Angkatan Darat berpangkat Mayor Jenderal, Suharto…” Untuk mendukung peran serta Adam Malik, ”…kami menyerahkan uang tunai 10.000 dolar AS untuk membiayai aksi pembasmian Gestapu” (hal 332).

Selama ini, yang terdengar hanya tentang seorang staf Adam Malik yang sudah pernah menerima daftar susunan anggota PKI dari Kedubes AS di Jakarta. Tetapi sama sekali belum pernah keluar pernyataan bahwa Adam Malik menerima uang dari CIA dan bahkan direkrut sebagai agen CIA. Benarkah ini semua?

Tentu saja, karena menyangkut nama baik seseorang, apalagi tokoh yang sudah pernah dipercaya menjabat wakil presiden, buku ini perlu segera memperoleh klarifikasi. Sebagaimana bagian yang menyebutkan, Bung Karno bersekutu dengan PKI.

Klarifikasi mutlak harus dilakukan agar pembaca tidak ikut-ikutan menebar fitnah. Tetapi pada sisi lain, jangan menjadikan diri kita bagaikan seekor burung unta. Tidak pernah mau tahu kebenaran, oleh karena sibuk membenamkan kepalanya ke dalam gundukan pasir.

Obat Tradisional Bernilai Ekonomi Jamu Tembus Rp 7,2 Triliun

In Perekomonian on November 21, 2008 at 2:47 pm

Makin gencarnya Badan Pengawas Obat dan Makanan merazia obat tradisional dan suplemen makanan yang mengandung bahan kimia obat diharapkan jangan sampai merugikan citra jamu. Bagaimanapun jamu sudah melekat erat di masyarakat dan nilai ekonominya tahun 2008 ini sudah menembus Rp 7,2 triliun.

”Angka Rp 7,2 triliun termasuk produk kosmetik, makanan, minuman suplemen, dan sebagainya. Padahal, di tahun 2007, baru sekitar Rp 3 triliun,” kata Ketua Dewan Pimpinan Pusat Gabungan Pengusaha Jamu dan Obat Tradisional Indonesia, Charles Saerang, Kamis (20/11), di Jakarta.

Pada tahun 2010, sesuai dengan road map Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, target jamu diproyeksikan dapat mencapai Rp 10 triliun, dengan kegiatan ekspor yang mampu menembus 20 negara, termasuk negara-negara yang sangat ketat menerapkan standar kualitas, seperti Jepang dan Eropa.

Oleh karena itu, Gabungan Pengusaha Jamu dan Obat Tradisional Indonesia mengharapkan BPOM jangan sekadar merazia obat tradisional yang berbahan kimia obat, tetapi juga meningkatkan citra jamu dan mengklarifikasi tidak semua jamu mengandung bahan kimia obat.

Yuniarti dari Pusat Riset Obat dan Makanan BPOM mengatakan, Indonesia memiliki keanekaragaman hayati kedua terbesar di dunia. Dari 30.000 spesies tanaman yang ada di Indonesia, 940 spesies di antaranya berkhasiat sebagai obat.

Peluang Usaha: 600 Restoran Cepat Saji Asing Kesulitan Pasokan Bahan Baku Karena Krisis Ekonomi Global

In Kreatif, Perekomonian on November 21, 2008 at 2:16 pm

Sekitar 600 restoran yang menyajikan menu asing di Jakarta mengalami krisis bahan baku akibat krisis global dan ketatnya pengawasan bahan pangan impor. Restoran yang mempekerjakan sedikitnya 6.000 orang itu juga terancam tidak dapat beroperasi jika terus dirundung kesulitan importasi.

Kepala Subdinas Pembinaan Industri Pariwisata Dinas Pariwisata DKI Jakarta Erick Halauwet menjelaskan hal itu hari Kamis (20/11). Kata dia, pengusaha restoran yang menyajikan menu asing sudah dua bulan terakhir kesulitan mendapatkan bahan pangan dan minuman.

Ada pelbagai sebab seperti ketatnya pengawasan Bea dan Cukai sehingga proses masuk barang impor lebih lambat dan sulit. Praktis terjadi kekurangan bahan pangan yang dibutuhkan untuk operasional.

”Gubernur Fauzi Bowo menaruh perhatian serius karena Jakarta adalah kota jasa. Dengan demikian, jangan sampai restoran-restoran itu terganggu operasionalnya, apalagi sampai berhenti,” kata Erick.

Ratusan restoran atau rumah makan tersebut beroperasi di gerai tersendiri maupun di dalam hotel berbintang. Dengan asumsi setiap restoran mempekerjakan minimal 100 orang, maka 600 restoran itu dipastikan mempekerjakan sedikitnya 6.000 pekerja. ”Kesulitan bahan baku itu sudah berlangsung dua bulan, bersamaan munculnya krisis keuangan global,” kata Eric.

Pengamat kuliner Bondan Winarno secara terpisah mengatakan, kini para warga ekspatriat di Jakarta harus belanja di Singapura untuk mendapat bahan pangan tertentu, seperti keju mozarella, wasabi, anggur, dan pelbagai kebutuhan pangan lain.

”Jangan sampai restoran dan supermarket yang menjual bahan pangan impor harus tutup karena kesulitan pengadaan bahan,” kata Bondan.

Dirjen Bea dan Cukai Anwar Suprijadi yang dihubungi menegaskan sejak reformasi birokrasi dilakukan di lingkungan lembaganya kegiatan importasi diperketat. Pelaksanaan impor disesuaikan dengan ketentuan

”Jika proses impornya benar tidak perlu khawatir. Karena sesuai kebijakan pemerintah. Ditjen Bea dan Cukai konsisten pada pengetatan impor. Sebaiknya Dinas Pariwisata mendorong penggunaan produk dalam negeri,” ujar Anwar Suprijadi.

Rawan PHK

Selain itu, perselisihan hubungan industrial akibat pemutusan hubungan kerja (PHK) dan mogok kerja terus terjadi di Jakarta Utara. Bahkan kini ada 93 perusahaan berselisih antara pemodal dan buruh. Dari jumlah itu, sebanyak 89 perusahaan atau 95,7 persen di antaranya karena kasus PHK.

”Urusan perut sangat sensitif. Oleh karena itu, kita perlu mengungkap adanya persoalan tersebut agar dapat disikapi secara bijak,” kata Wali Kota Jakarta Utara Effendi.

Dia mengingatkan, perselisihan antara serikat buruh dan pemodal yang berujung pada PHK dapat mengundang kerawanan sosial dan keamanan yang lebih luas.

Demi Meningkat Perekonomian Pemerintah Mengratiskan Biaya Pendirian Untuk UKM

In Perekomonian on November 21, 2008 at 2:15 pm

Untuk menggairahkan ekonomi kerakyatan dan menekan angka pengangguran, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah DKI Jakarta menggratiskan biaya pendirian usaha kecil. Penggratisan biaya pendirian usaha menengah juga sedang disiapkan agar meningkatkan investasi.

Kepala Dinas KUKM DKI Jakarta Ade Suharsono, Kamis (20/11) di Jakarta Pusat, mengatakan, penggratisan biaya pendirian sedang diusulkan ke DPRD DKI Jakarta. Apabila disetujui, biaya pendirian usaha menengah ini akan diterapkan pada 2009.

”Penggratisan biaya pendirian usaha menengah bakal mendorong investor dalam dan luar negeri untuk mendirikan usaha di Jakarta. Proses pendirian yang mudah, modal yang relatif kecil, dan risiko yang kecil akan menjadi daya tarik bagi pemodal mana pun,” kata Ade.

Penggratisan biaya itu memang tidak mendatangkan pemasukan di awal pendirian. Namun, kebijakan itu membuat banyak usaha kecil yang hidup karena roda ekonomi berputar dan pajak yang dapat ditarik. Pemerintah dan masyarakat justru diuntungkan jika kebijakan penggratisan biaya pendirian usaha menengah disetujui.

Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat Achmad Husein Alaydrus memberi isyarat persetujuan atas usul tersebut. Penggratisan biaya pendirian usaha kecil dan menengah diperlukan untuk menggairahkan ekonomi, terutama saat krisis keuangan global.

Pasar rakyat

Untuk membantu warga miskin mendapatkan bahan pokok dengan harga murah dan pameran hasil UMKM, Dinas KUKM akan menggelar Pasar Rakyat pada Jumat (21/11) di Lapangan Wijaya Kusuma Slipi.

Bahan pokok dengan potongan harga sampai 50 persen dijual dengan sistem kupon. Kupon sebelumnya telah dibagikan kepada 5.000 orang di 12 kelurahan.

Berbagai hasil kerajinan dan produk UKM juga akan dipamerkan untuk mempermudah pemasaran. Krisis keuangan seperti saat ini justru dimanfaatkan Dinas UMKM untuk menggencarkan promosi hasil UKM Jakarta

Produk Kreatif Dari Limbah Rumah Sakit Buat Anak-Anak Tetapi Mengandung Maut

In Kreatif, Perekomonian on November 19, 2008 at 6:22 am

Belum lama ini, sebuah televisi swasta melaporkan adanya mainan anak-anak terbuat dari limbah medis rumah sakit. Mainan itu berasal dari jarum suntik, alat infus, pipet, dan alat cuci darah.

Bahan limbah medis RS ini dibuang begitu saja, lalu dipungut pemulung, dicuci, dibungkus, dan dijual di sebuah sekolah dasar. Anak-anak pun banyak yang membeli dan menggunakannya untuk bermain, tanpa memahami bahaya mengancam dirinya.

Atas kejadian itu, terlihat betapa sembrononya sebuah RSUD di daerah Jawa Barat yang membuang limbahnya tanpa diproses atau dihancurkan.

Dapat dipastikan, dengan tidak diprosesnya limbah medis itu, kuman atau bibit penyakit yang menempel dan bersarang akan tetap hidup, yang selanjutnya menularkan kepada anak. Apabila anak-anak ini terkontaminasi lalu terjangkit penyakit HIV atau hepatitis melalui limbah medis, dalam puluhan tahun diasumsikan kualitas SDM remaja Indonesia menurun, belum lagi pengobatannya yang mahal

Bibit penyakit berupa kuman, virus HIV, dan virus hepatitis bila strain ganas bukan lagi menyebabkan kualitas SDM menurun, bahkan menyebabkan maut.

Limbah medis

Limbah merupakan sisa usaha atau kegiatan. Ada beberapa konsep dalam mengelola limbah, yaitu mereduksi limbah, meminimalisasi limbah melalui reduksi sumbernya, produksi bersih, dan teknologi bersih.

Kegiatan pelayanan RS selain meningkatkan derajat kesehatan, juga menghasilkan limbah medis. Limbah medis ini mengandung kuman patogen, virus, zat kimia beracun, dan zat radioaktif yang membahayakan dan menimbulkan gangguan kesehatan.

Limbah medis dapat berupa benda tajam, seperti jarum suntik atau perlengkapan infus. Ada juga limbah infeksius yang berkaitan dengan penyakit menular dan limbah laboratorium yang terkait pemeriksaan mikrobiologi. Limbah jaringan tubuh meliputi organ anggota badan, darah, dan cairan tubuh yang dihasilkan saat pembedahan. Limbah ini dikategorikan berbahaya dan mengakibatkan risiko tinggi infeksi.

Keberagaman limbah memerlukan penanganan yang baik sebelum limbah dibuang. Sayang sebagian besar pengelolaan limbah medis (medical waste) RS masih di bawah standar lingkungan karena umumnya dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) sampah dengan sistem open dumping atau dibuang di sembarang tempat. Padahal, limbah medis seharusnya dibakar menjadi abu di insinerator bersuhu minimal 1.200-1.600 derajat celsius.

Minimalisasi limbah

Bila pengelolaan limbah tak dilaksanakan secara saniter, akan menyebabkan gangguan bagi masyarakat di sekitar RS dan pengguna limbah medis. Agen penyakit limbah RS memasuki manusia (host) melalui air, udara, makanan, alat, atau benda. Agen penyakit bisa ditularkan pada masyarakat sekitar, pemakai limbah medis, dan pengantar orang sakit.

Berbagai cara dilakukan RS untuk mengolah limbahnya. Tahap penanganan limbah adalah pewadahan, pengumpulan, pemindahan pada transfer depo, pengangkutan, pemilahan, pemotongan, pengolahan, dan pembuangan akhir. Pembuangan akhir ini bisa berupa sanitary fill, secured landfill, dan open dumping.

Mencegah limbah RS memasuki lingkungan dimaksudkan untuk mengurangi keterpajanan (exposure) masyarakat. Tindakan ini bisa mencegah bahaya dan risiko infeksi pengguna limbah. Tindakan pencegahan lain yang mudah, jangan mencampur limbah secara bersama. Untuk itu tiap RS harus berhati-hati dalam membuang limbah medis.

Aspek pengelolaan limbah telah berkembang pesat seiring lajunya pembangunan. Konsep lama yang lebih menekankan pengelolaan limbah setelah terjadinya limbah (end-of-pipe approach) membawa konsekuensi ekonomi biaya tinggi.

Kini telah berkembang pemikiran pengelolaan limbah dikenal sebagai Sistem Manajemen Lingkungan. Dengan pendekatan sistem itu, tak hanya cara mengelola limbah sebagai by product (output), tetapi juga meminimalisasi limbah. Pengelolaan limbah RS ini mengacu Peraturan Menkes No 986/Menkes/Per/XI/ 1992 dan Keputusan Dirjen P2M PLP No HK.00.06.6.44,tentang petunjuk teknis Penyehatan Lingkungan Rumah Sakit.

Intinya penyelamatan anak harus di nomorsatukan, kontaminasi agen harus dicegah, limbah yang dibuang harus tak berbahaya, tak infeksius, dan merupakan limbah yang tidak dapat digunakan kembali

Rumah sakit sebagai bagian lingkungan yang menyatu dengan masyarakat harus menerapkan prinsip ini demi menjamin keamanan limbah medis yang dihasilkan dan tak melahirkan masalah baru bagi kesehatan di Indonesia.

Doyo Prasojo Mahasiswa Program Magister KARS-FKMUI

10 Buah Danau Di Indonesia Rusak Parah

In Pariwisata, Pencinta Lingkungan on November 15, 2008 at 1:24 am

Kementerian Negara Lingkungan Hidup mengidentifikasi 10 danau yang mendesak direhabilitasi karena dalam kondisi rusak parah. Jika rehabilitasi tidak segera dilakukan, danau-danau itu terancam berubah fungsi dan tidak dapat dimanfaatkan lagi.

Sepuluh danau itu adalah Limboto (Gorontalo), Toba (Sumatera Utara), Tempe (Sulawesi Selatan), Tondano (Sulawesi Utara), Maninjau dan Singkarak (Sumatera Barat), Poso (Sulawesi Tengah), Matano (Sulawesi Selatan), Rawa Pening (Jawa Tengah), dan Batur (Bali).

Kondisi itu terungkap dalam Rapat Koordinasi Penyelamatan Danau Regional Bali, Nusa Tenggara, dan Sulawesi yang digelar di Denpasar, Bali, Jumat (14/11). Hadir dalam acara itu Asisten Deputi Pengendalian Sungai dan Danau Kementerian Negara Lingkungan Hidup Untung Deddy Radiansyah, Kepala Pusat Pengelolaan Lingkungan Hidup Regional Bali Sudirman, serta perwakilan penanggung jawab danau dan atau sungai di Bali, Nusa Tenggara serta Sulawesi.

Untung mengungkapkan, peran ekosistem danau cukup besar untuk sejumlah daerah di Indonesia. Indonesia mempunyai lebih dari 500 danau dengan luas total 5.000 kilometer persegi atau sekitar 0,25 persen dari luas daratan negeri ini.

Semua danau itu mengandung sekitar 500 kilometer kubik sumber air. Ketika kondisinya makin memprihatinkan, semua pihak, terutama warga di sekitar danau dan maupun di pulau tertentu, hingga negara secara nasional akan sangat rugi.

”Pengelolaan danau harus disesuaikan dengan batas ekosistem masing-masing. Sayangnya, ekosistem danau di negeri ini kecenderungannya semakin rusak akibat aktivitas manusia yang berlebihan,” kata Untung.

Aktivitas berlebihan

Sepuluh danau yang diidentifikasi rusak parah itu masing-masing dan secara beragam menjadi tempat manusia melakukan aktivitas berlebihan.

”Di Danau Batur, misalnya, akumulasi limbah penduduk semakin besar, sementara danau itu tidak memiliki saluran pembuangan seperti sungai atau anak sungai. Kondisi sama terjadi di Limboto dan diduga menyebabkan punahnya ikan endemik setempat,” kata Sudirman.

Pertemuan itu berhasil menyusun rencana aksi sekaligus usulan pedoman penyelamatan danau. Dua hal itu diharapkan menjadi acuan pengelolaan ekosistem danau untuk instansi pemerintah pusat dan daerah dalam mengimplementasikan pemanfaatan, perlindungan, serta pelestarian danau secara terpadu. Selama ini sejumlah instansi berjalan sendiri-sendiri dalam pelaksanaan program terkait penyelamatan danau.

Rencana aksi tersebut antara lain penataan batas terluar dan sempadan danau, sertifikasi kepemilikan danau, serta pembentukan kelembagaan pengelolaan danau

Hujan Gerimis Jakarta Langsung Banjir Setinggi 2 Meter

In Aneh Dan Lucu, Pencinta Lingkungan on November 15, 2008 at 1:23 am

Hujan deras yang mengguyur kawasan Jabodetabek serta air pasang di perairan Jakarta Utara, Tangerang, dan Bekasi menyebabkan sebagian wilayah Ibu Kota tergenang banjir hingga kedalaman 2 meter, Jumat (14/11). Menurut prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, kondisi seperti ini akan berlangsung hingga akhir pekan ini.

Jumat kemarin, air pasang atau rob setinggi 50 sentimeter terlihat menggenangi kawasan RT 3 sampai RT 5 RW 3, Kelurahan Dadap, Kosambi, Kabupaten Tangerang, di sekitar Kali Perancis.

”Sudah tiga hari ini kami terkena rob. Air meluap sejak pukul 07.00 dan surut pukul 13.00. Banyak warga harus mengungsi,” tutur Nur Hidayat (30), salah seorang warga RT 3 RW 3.

Berdasarkan data Traffic Management Center Polda Metro Jaya, tercatat 10 lokasi banjir. Banjir dengan ketinggian genangan 100-250 sentimeter melanda Kampung Melayu dan Bidara Cina (Jakarta Timur) serta di Bukit Duri, Pejaten Timur, dan Rawa Jati (Jakarta Selatan).

Empat lokasi banjir lainnya adalah di Penjaringan, Terogong Raya, Kapuk Raya, dan Muara Baru (Jakarta Utara). Selain itu, kawasan Tubagus Angke dan Meruya, Jakarta Barat, juga digenangi air sejak Jumat pagi.

Peringatan dini agar warga bersiap menghadapi banjir kiriman telah dilakukan dengan mengumumkan di masjid atau gereja di permukiman.

Data dari Pintu Air Manggarai, Jakarta Selatan, ketinggian air di pintu air itu hingga Jumat malam mencapai 820 sentimeter. Padahal batas normalnya adalah 750 sentimeter. Ibnu, salah seorang penjaga pintu air, mengatakan, Manggarai saat ini berstatus siaga III. Ketinggian air di Bendung Katulampa sekitar 70 sentimeter, batas normalnya 100 sentimeter.

Hingga akhir pekan

Kukuh Ribudiyanto, Kepala Subbidang Informasi Meteorologi Publik BMKG, mengatakan, hingga Minggu (16/11), hujan ringan hingga sedang, 30-50 milimeter, terus terjadi di wilayah Jakarta bagian selatan, termasuk Bogor dan Depok.

Jakarta juga diterjang air pasang akibat gravitasi bulan dengan ketinggian air maksimal 1 meter. Air pasang akan mencapai ketinggian maksimal pada pukul 08.00-11.00 setiap hari.

Di samping air pasang, tinggi permukaan air laut juga meningkat karena adanya gelombang laut yang dipengaruhi oleh arah dan kecepatan angin. Saat ini, gelombang laut yang terjadi di kawasan Kepulauan Seribu dan pesisir Jakarta mencapai ketinggian maksimal, yaitu 1,25 meter.

Pahlawan Adalah Gelar Bagi Yang Tewas Dua Kali

In Berbudaya, Sejarah on November 15, 2008 at 1:22 am

Sejarah memerlukan peristiwa. Peristiwa memerlukan tokoh. Dan tokoh harus tewas dalam peristiwa. Dengan cara itu sejarah diulang-ulang, dan tokoh diingat-ingat. Mengulang dan mengingat harus menimbulkan ”sensasi politik” agar dapat menghasilkan ”ketagihan historis”. Sensasi itu namanya ”perjuangan”, dan pelembagaannya bernama ”kepahlawanan”.

Arsip nasional adalah tempat sensasi politik disimpan. Maka begitulah, secara rutin arsip itu dibuka, dan rutinitas itu justru menghambarkan sensasinya. Namun, ritus harus terus berlanjut karena negara memerlukan masa lalu.

Kepahlawanan lalu menjadi rutinitas politik kebangsaan, tetapi ritusnya tidak menghasilkan imajinasi kebudayaan. Yang terasa justru hanya semacam ”perang tarif” politik di dalam menentukan siapa, kapan, dan untuk apa sebuah lencana kepahlawanan dianugerahkan.

Ketagihan historis adalah candu kekuasaan. Ia mengikat masyarakat di tiang politik masa lalu, dan mengatur ruang sejarah dari titik itu. Akibatnya, ruang sejarah menjadi terbatas, yaitu sebatas jumlah peristiwa yang memiliki ”tokoh”. Dan karena politiklah yang mendefinisikan syarat-syarat menjadi ”tokoh”, maka arsip nasional tidak lain adalah arsip politik.

Dalam konstruksi semacam itu, kepahlawanan tak lagi menjadi ”ruang hening cipta” untuk meluaskan batin kemanusiaan, tetapi berubah menjadi ”pasar tumpah” yang hiruk pikuk oleh berbagai dagangan politik.

Pahlawan tewas dua kali

Gejala ”kecanduan pahlawan” menumbuhkan industri politik baru: upacara, tanda jasa, biografi, proposal seminar, pidato- pidato, puisi, film, talk show, iklan politik, dan doa-doa. Di sini, produk sejarah dan produk kebudayaan massa bercampur dalam pasar yang sama: demagogi!

Begitulah ”sang pahlawan” tewas untuk kedua-kalinya: bukan di medan perang, tetapi di medan makna! Persoalan kita memang ada di sini. Kepahlawanan selalu kita simpan dengan password politik. Padahal, sebuah makna semacam ”kepahlawanan” seharusnya disimpan dalam folder sejarah sosial yang terbuka, tanpa password, agar ia dapat diakses oleh beragam imajinasi. Dengan cara ini ruang sejarah dapat meluas dan kita bertumbuh dalam pengalaman kebudayaan yang inklusif, lega, dan sugestif bagi pendidikan kemanusiaan.

Sejarah diperlukan bukan karena sensasi politiknya. Juga bukan sebagai sumber keteladanan nilai. Akan tetapi, pada percakapan terus-menerus tentang kemanusiaan. Keteladanan tidak harus diikatkan pada masa lalu. Ia dapat berada di masa depan, yaitu pada ide-ide yang membuka ruang imajinasi peradaban.

Cita-cita politik yang menimbulkan toleransi kemanusiaan adalah ”a history in the making”. Sebaliknya, orientasi obsesif pada politik identitas di masa lalu adalah imajinasi historis yang berbahaya.

Oleh karena itu, dalam soal ”kepahlawanan”, ruang sejarah juga meluas mengikuti daya jelajah pikiran. Sesungguhnya suatu deteritorialisasi sejarah sedang terjadi di dalam berbagai percakapan kebudayaan kita. Pertemuan pikiran dunia karena eskalasi komunikasi memungkinkan kondisi kemanusiaan dirawat di luar batas-batas natural sebuah bangsa.

Reorientasi mental

Dalam banyak peristiwa dunia, yaitu dalam hal yang menyangkut ”penyelamatan kemanusiaan”, kepahlawanan justru berasal dari luar batas bangsa. Begitulah dulu kita sinis pada ide hak asasi manusia, pada individualitas, pada liberalisme, pada pluralisme.

Akan tetapi, itulah nilai-nilai kepahlawanan global yang memungkinkan kita bercakap-cakap dalam bahasa politik kemanusiaan, dan bahkan telah kita pakai untuk mengoreksi masa lalu kita yang penuh dengan penindasan dan penghinaan terhadap kemerdekaan manusia. Inilah medan ”global citizenship” yang mengajarkan kita pada nilai-nilai toleransi, perbedaan dan kesementaraan.

Kepahlawanan adalah kepemimpinan untuk membuka ruang sejarah seluas-luas akal sehat manusia. Kepahlawanan adalah keberanian untuk berorientasi dalam medan makna yang produktif bagi perluasan kemanusiaan.

Dalam cara pandang ini, patriotisme niscaya memerlukan reorientasi mental, yaitu dari nasionalisme ke humanitarianisme. Perluasan ide ini akan melapangkan jalan bagi sejarah untuk menemui anak tunggalnya: Kemanusiaan Yang Maha Esa!

Rocky Gerung Pendiri Setara Institute Pengajar Filsafat, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia

Ayo Belajar Sulap Karena Lagi Naik Daun Dan Ngetrend

In Kreatif on November 15, 2008 at 1:21 am

Sulap saat ini mulai digemari di Palembang. Hiburan yang mengandalkan trik tersebut juga menjadi profesi yang dapat diandalkan. Hal tersebut diakui oleh Ainun Zhazeila (19), pesulap yang membuka gerai sulap bernama Magic Shop di Palembang Indah Mall.

Ainun mengaku mulai menekuni sulap sejak 2005. Pemuda asal Yogyakarta itu belajar sulap dari dua pelatih, yaitu Haryono di Yogyakarta dan Yoan Oktaviano di Jakarta.

Menurut Ainun, saat itu ia baru saja lulus dari SMP Muhammadiyah I Yogyakarta. Karena mengalami kecelakaan sepeda motor, ia terpaksa dirawat sebulan di rumah sakit. Akibatnya, Ainun terlambat mendaftarkan diri ke SLTA.

Untuk mengisi waktu luang, Ainun belajar sulap sembari membantu Haryono, yang merupakan tetangganya. Haryono adalah ayah dari pesulap kenamaan Dwi Montero.

Awalnya, kedua orangtuanya, Waluyo dan Tinah, tidak setuju dengan tindakannya. Namun, setelah ia mengikuti pameran bersama Haryono di Bali dan membantu menjaga gerai di sana selama dua bulan, orangtuanya mulai merestui pilihannya.

Selanjutnya, dia belajar kepada Yoan dan mengikuti pesulap itu ke sejumlah kota di Indonesia, seperti Jakarta, Semarang, dan Banjarmasin. Akhirnya sejak lima bulan lalu, ia mulai mengembangkan sayap di Palembang, Sumatera Selatan. ”Awalnya masih dengan Mas Yoan, tetapi sejak dua bulan lalu saya mencoba mandiri,” ujar Ainun.

Menurut dia, pada dasarnya sulap merupakan hiburan. Sulap tidak menggunakan mantra ataupun kekuatan ”magic” seperti disangka orang selama ini. ”Semuanya hanya trik dan keterampilan tangan,” katanya.

Melatih mental

Selain memberikan hiburan, sulap juga melatih mental dan keberanian. Ainun mengaku lebih berani berbicara di muka umum setelah menekuni kegiatan tersebut. Sulap juga menjadi profesi yang menjanjikan.

Selama ini, pengunjung di gerainya sangat banyak. Mereka sangat antusias belajar sulap. Dalam sehari, rata-rata 20 orang datang dan membeli peralatan sulap di tempatnya.

Berbagai trik sulap diajarkannya, di antaranya membengkokkan sendok, menghilangkan satu pak kartu, mengubah kertas menjadi uang, menebak atau membaca pikiran, memainkan trik kartu, dan mengeluarkan api dari dompet. Biaya belajar dan membeli alat sulap bervariasi mulai Rp 30.000 hingga Rp 400.000 per paket.

Bahkan, saat ini, masyarakat yang belajar sulap dari dirinya membentuk komunitas sulap Palembang. Mereka berkumpul setiap satu malam untuk saling berbagai ilmu.

Selama berada di Palembang, Ainun juga mendapatkan rekan baru, Affan Kihyoen. Awalnya, Affan belajar sulap dari dirinya dan Yoan. Saat ini, keduanya bersama-sama mengelola gerai di Palembang Indah Mall.

Meskipun banyak peminat, Ainun mengaku masih menemukan masyarakat yang takut dengan sulap. Mereka mengira sulap disertai ilmu magic sehingga akan hilang setelah sampai di rumah.

Affan yang sebelumnya merupakan pemain sepak bola mengaku senang menekuni sulap karena kegiatan tersebut menghibur. Selain mengajari sulap di gerai, ia dan Ainun juga menerima tawaran pentas dengan tarif di bawah Rp 500.000.

Desti Wirma Oktari, siswi salah satu SLTP negeri di Palembang yang ditemui sedang belajar sulap, mengaku senang dengan hiburan tersebut. Ia sering menonton atraksi sulap di televisi dan sulap yang dipentaskan di panggung. Meskipun demikian, ia mengakui untuk belajar sulap membutuhkan biaya yang tidak sedikit

Benteng Peninggalan Perlindungan Kompeni Ditemukan di Bogor

In Berbudaya, Sejarah on November 15, 2008 at 1:18 am

Bangunan beton yang diduga merupakan bungker pertahanan peninggalan Kompeni ditemukan di Cipaku, Bogor Selatan, Kota Bagor. Penemunya adalah para pekerja bangunan yang tengah menggali tanah untuk tempat wisata kuliner.

Di lokasi berbeda, yakni di Gunung Batu, Bogor Barat, ditemukan artefak berupa punden berundak dan batu dakon, yang diduga peninggalan masa Kerajaan Pajajaran. Penemunya adalah Tono, warga setempat, yang juga menemukan pecahan keramik kuno sebanyak 20 keping di Lawang Gintung, Bogor Selatan.

Eman Mulyaman, mandor proyek pembangunan kawasan wisata kuliner tersebut, mengatakan, mereka awalnya tidak menyadari bahwa bangunan yang digalinya adalah bungker Kompeni. Para pekerjanya hanya menyadari bahwa batu dan kapur dari bangunan itu sangat keras dan sangat sulit dibongkar. ”Saya penasaran. Mereka saya minta terus menggalinya. Akhirnya, terlihat bangunan itu seperti bungker,” katanya, Kamis (13/11).

Kepala Seksi Pelestarian Kebudayaan Disinparbud, Ujang Suherman, mengakui adanya laporan warga mengenai temuan tersebut. Meski demikian, pihaknya belum bisa memastikan usia bungker tersebut. ”Kami masih menunggu kedatangan tim dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Serang, yang akan melakukan penelitian atas temuan tersebut,” kata Ujang Suherman.

Semua Tubuh Perempuan Adalah Milik Negara Karena Itu Kontrol Tubuh dan Seksualitas Makin Ketat

In Berbudaya, Taat Hukum on November 14, 2008 at 6:58 am

Beberapa tahun terakhir upaya mengontrol tubuh dan seksualitas perempuan terus berlangsung. Negara yang bertetangga saling mengintip dan mengadopsi cara-cara untuk ”mendisiplinkan” perempuan berdasarkan moral tertentu atas nama ”perlindungan” dan ”kepantasan”.

Dalam Konferensi II Kartini Network di Bali tanggal 2-6 November 2008, peserta dari 22 negara itu mengkhawatirkan disahkannya Undang-Undang Pornografi di Indonesia.

”Apa yang dibuat di Indonesia langsung berdampak ke Malaysia,” ujar Zainah Anwar dari organisasi nonpemerintah Sisters of Islam di Malaysia. Ia berbicara dalam panel tentang fundamentalisme dalam konferensi bertema ”Masa Depan Feminisme Asia dalam Menghadapi Berbagai Bentuk Fundamentalisme, Konflik, dan Neoliberalisme”.

”Ketika muncul fatwa haram mengenai pluralisme, sekularisme, dan liberalisme di Indonesia, Malaysia langsung mengeluarkan fatwa tentang tomboi, dan kemudian yoga juga diharamkan,” ujar Zainah.

Menurut Prema E Devaray dari Women’s Center for Change, Penang, Malaysia, fatwa tentang tomboi itu sangat jelas memperlihatkan kuatnya rezim heteronormativitas; bahwa perempuan hanya pantas berpakaian dan berkelakuan seperti yang didefinisikan tentang perempuan.

Artikel dan buku yang terkait dengan perspektif kesetaraan dalam Islam dilarang beredar. Buku karya Kiai Hussein Muhamad dari Indonesia tentang Fikh Perempuan yang cukup populer adalah satu di antaranya, juga buku-buku yang memaparkan akar ekstremisme agama.

Saling kopi

Meski secara umum perempuan di Malaysia memperoleh banyak pencapaian terkait hak-haknya, masih banyak wilayah di mana perempuan merupakan subyek untuk dikontrol.

Dalam panel diskusi mengenai seksualitas, Prema memaparkan kontrol terhadap beberapa ekspresi mengenai seksualitas perempuan, antara lain pilihan perempuan untuk memilih preferensi seksualnya.

”Arus utama pandangan di negeri ini adalah homofobia,” ujar Prema. ”Targetnya laki-laki homoseksual. Perempuan homoseksual tak terlalu terlihat oleh radar moralitas masyarakat,” kata Prema.

Ia mengatakan, seksualitas remaja merupakan perhatian utama masyarakat karena meningkatnya jumlah kehamilan tak diinginkan, pembuangan bayi, dan insiden infeksi menular seksual di antara orang muda. Berbagai studi memperlihatkan, remaja berusia 14-15 tahun mulai melakukan hubungan seksual. Di sisi lain, akses informasi mengenai kesehatan seksual dan kesehatan reproduksi tak mudah didapatkan.

Kontrol terhadap hak-hak seksual di dalam perkawinan juga ketat. ”Konsep seks dalam perkawinan adalah untuk memperoleh keturunan. Perempuan didefinisikan sebagai ibu dan istri. Perempuan menikah yang tak punya anak tak dihormati, perempuan melahirkan tanpa suami tak bisa diterima, perempuan yang tak menikah adalah abnormal,” lanjut Prema.

Kontrol lain termasuk cara berpakaian, potret perempuan di media, dan sikap terhadap perempuan di panggung pertunjukan.

Menurut Zainah Anwar, sejak tahun 1990-an pemerintah menerapkan agama sebagai sumber hukum sebagai tanggapan atas desakan kelompok agama.

Meski demikian, kata Zainah, perempuan di Malaysia sekarang tidak tinggal diam. Mereka semakin tahu hak-haknya dan berani mempertanyakan persoalan yang menyangkut keluarganya di ruang publik.

Pinar Ikkaracan dari Koalisi Hak-hak Seksual Ketubuhan Negara Islam di Turki melihat kecenderungan menguatnya jejaring kekuatan politik yang sepemikiran. Bukan hal mengejutkan kalau peraturan yang mengontrol perempuan dari satu negara dengan negara akan di-kopi di negara lain.

Dalam panel soal seksualitas, Valentina Sagala dari Institut Perempuan mengatakan, peraturan seperti itu, baik di tingkat lokal maupun nasional, sebenarnya merupakan upaya mengalihkan perhatian terhadap persoalan riil di masyarakat, khususnya mengenai kemiskinan dan berbagai dampaknya, yang tak bisa diselesaikan pemerintah.

Kemenangan oportunis

Dalam kesempatan terpisah, Ketua Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) Kamala Chandrakirana, yang juga hadir pada konferensi itu dan berbicara dalam panel fundamentalisme, mengatakan, yang mendapat kemenangan dari pengesahan UU Pornografi adalah kaum oportunis politik.

”Tetapi, meski masih banyak pasal-pasal bermasalah, banyak pula pasal-pasal yang sudah baik,” ujar Kamala.

Pasal 2 dari RUU Pornografi yang disahkan, misalnya, cukup melegakan dibandingkan sebelumnya. ”Di situ sudah tercantum penghormatan terhadap harkat dan martabat kemanusiaan, kebinekaan, kepastian hukum, nondiskriminasi, dan perlindungan terhadap warga negara,” ujar Kamala, mengingatkan hak konstitusional warga negara.

Ia juga berharap agar disebarluaskan penjelasan tentang ”peran serta masyarakat dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan” (Pasal 21), yakni agar masyarakat tidak melakukan tindakan main hakim sendiri, tindakan kekerasan, razia atau sweeping, dan tindakan melawan hukum lain

Hindari Lima Jalan Yang Akan Menjadi Sumber Kemacetan Akibat Demo di Jakarta

In Demokrasi, Sistem Transportasi on November 14, 2008 at 6:28 am

Lima demonstrasi akan terjadi Jumat di berbagai titik di Jakarta dan polisi mengimbau pengguna jalan untuk menggunakan jalur alternatif guna menghindari kemungkinan kemacetan lalu lintas.

Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya di Jakarta, Jumat pagi menyebutkan massa pertama akan berunjuk rasa di depan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Kelompok tersebut kemudian akan melanjutkan aksi di depan Departemen Dalam Negeri di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.

Unjuk rasa dari kelompok lainnya juga akan berlangsung di KPK yang kemudian akan berlanjut di Gedung DPR/MPR di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

Demonstrasi juga akan terjadi di depan Gedung Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat.

Terdapat kelompok lain akan menggelar unjuk rasa di depan Kantor Perwakilan UNAIDS yang terdapat di Gedung Menara Thamrin di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Satu lagi kelompok unjuk rasa lainnya akan berdemonstrasi di depan Istana Merdeka di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.

Berbagai kelompok massa tersebut diagendakan untuk menggelar unjuk rasa mereka dari sekitar pukul 09.00 WIB hingga 15.00 WIB.

TMC tidak menyebutkan jumlah orang dan tuntutan yang akan disampaikan oleh sejumlah kelompok massa tersebut.

Wirausaha untuk Kurangi Penganggur Terdidik Dan Penuh Pahala

In Beragama, Kreatif, Perekomonian on November 13, 2008 at 3:14 am

Pengembangan kewirausahaan diyakini akan memberi solusi bagi tingginya penganggur yang berpendidikan. Kewirausahaan akan meningkatkan kualitas pertumbuhan ekonomi karena memungkinkan lebih banyak orang memanfaatkan pertumbuhan serta potensi ekonomi yang ada.

Ciputra, Pendiri Grup Ciputra, bersama Duta Besar Inggris untuk Indonesia Martin Alan Hatfull dan Pemimpin Prestasi Junior Indonesia Marzuki Darusman mengemukakan hal itu dalam peluncuran Pekan Kewirausahaan Global (”Global Entrepreneurship Week”/GEW), Rabu (12/11) di Jakarta.

GEW akan digelar di 75 negara, termasuk Indonesia, pada 17-23 November 2008.

Ciputra mengungkapkan, kekayaan alam yang menjadi potensi ekonomi Indonesia tak tergarap optimal untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat seluas mungkin karena rendahnya kewirausahaan.

”Seharusnya paling sedikit ada 4.400.000 wirausaha di Indonesia atau 2 persen dari total jumlah penduduk yang menjadi penguasa untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Sekarang ini baru ada 400.000 pengusaha di Indonesia,” ujarnya.

Di sisi lain, peningkatan jumlah penganggur semakin didominasi oleh penganggur yang terdidik. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan, jumlah penganggur yang berpendidikan universitas meningkat dari 409.900 orang pada Februari 2007 menjadi 626.200 orang pada Februari 2008 atau meningkat sebesar 52 persen.

Pada periode yang sama, penganggur yang berpendidikan diploma naik 57 persen dari 330.300 orang menjadi 519.900 orang.

”Sangat penting untuk dikembangkan kemampuan menciptakan pekerjaan, bukan mencari pekerjaan,” ujar Ciputra.

GEW dirintis di Inggris sejak >w 9638m<tahun 2004 dan baru pertama kali digelar dengan jejaring global. Kampanye kewirausahaan. Gerakan tersebut diharapkan dapat menyatukan segenap pemangku kepentingan

BUMN Masih Merugi 6,6 Triliun Rupiah Tahun 2008 – Apa Saja Yang Dilakukan Para Direkturnya

In Perekomonian on November 10, 2008 at 3:53 am

Pada tahun 2008, diproyeksikan terdapat 23 badan usaha milik negara yang masih merugi. Tahun lalu, 33 BUMN mengalami kerugian dengan jumlah total sekitar Rp 6,6 triliun.

Tahun 2006, jumlah perusahaan BUMN yang rugi sebanyak 38 dengan total nilai kerugian Rp 3,8 triliun. Hal itu dikatakan Sekretaris Kementerian Negara BUMN Said Didu pada workshop bertema ”Privatisasi, Profitisasi, dan Konsolidasi BUMN”, yang diselenggarakan Perhimpunan Jurnalis Indonesia, Sabtu (8/11) di Bandung.

Said menjelaskan, industri kertas, farmasi, serta perkebunan merupakan bidang-bidang usaha yang akan dimerger pertama kali karena merugi.

Penggabungan sejumlah BUMN ke dalam bentuk perusahaan induk (holding company) akan dilakukan mulai tahun 2009. Rencananya, sekitar 140 BUMN yang ada sekarang akan menjadi 25 perusahaan.

Seluruh persiapan terkait ketentuan peraturan dan perundang-undangan tentang penggabungan BUMN akan diselesaikan tahun ini.

”Semakin cepat semakin baik. Hal ini untuk menyelamatkan sejumlah BUMN yang kinerjanya merugi,” ungkapnya.

Said Didu mengakui, masih terdapat kendala hukum terkait merger atau akuisisi BUMN. Namun, saat ini pihaknya bersama PT Perusahaan Pengelola Aset tengah mencari celah untuk menyiasati kondisi tersebut.

Sementara itu Ketua Komite Kebijakan Publik Kementerian Negara BUMN Fachry Ali mengatakan, salah satu penyebab belum optimalnya kinerja BUMN karena belum ada pasal tentang tata cara penilaian terhadap kinerja BUMN; sebelum diambil keputusan apakah BUMN itu akan digabung, dilebur, diambil alih, atau dibubarkan.

Selain itu, lanjut Fachry, juga belum dirancang pasal-pasal yang memuat sanksi bagi BUMN dan pemerintah apabila tidak menjalankan tugas sesuai dengan aturan yang ada.

Pengamat ekonomi dari Universitas Padjadjaran Bandung, Ina Primiana, menyarankan supaya pemetaan BUMN dilakukan ke dalam beberapa sektor.

”Pertama, kelompok BUMN yang bergerak di sektor usaha yang kompetitif, seperti hotel, niaga, dan farmasi. Kedua, BUMN yang bersifat oligopolistik, seperti telekomunikasi dan pertambangan. Ketiga, BUMN yang bersifat monopolistik, seperti pelabuhan, kereta api, dan listrik,” papar Ina Primiana.

Budaya Tradisi Lisan Yang Diabaikan

In Berbudaya, Kreatif on November 10, 2008 at 3:51 am

Tradisi lisan saat ini masih diabaikan, baik dari sisi kajian ilmu pengetahuan maupun aspek ekonominya. Padahal, tradisi lisan warisan budaya bangsa Indonesia yang sangat beragam, mempunyai potensi besar untuk dikembangkan dari sisi budaya maupun ekonomi.

”Tradisi lisan juga bernilai ekonomis bagi masyarakat,” kata Ahli Menteri Bidang Pranata Sosial Departemen Kebudayaan dan Pariwisata sekaligus salah seorang Pembina Asosiasi Tradisi Lisan, Mukhlis PaEni, dalam jumpa pers yang diselenggarakan Asosiasi Tradisi Lisan dan Pemerintah Kabupaten Wakatobi, Sabtu (8/11) di Jakarta. Kegiatan itu terkait dengan penyelenggaraan Seminar Internasional Tradisi Lisan Nusantara Ke-VI dan Festival Tradisi Lisan Maritim di Wakatobi pada 1-3 Desember 2008.

Menurut Mukhlis, pewarisan budaya berlaku sebagai proses sosial dan umumnya secara lisan, sebelum orang mengenal budaya tulis. Tradisi lisan antara lain narasi, legenda, anekdot, pantun, atau syair. Dalam cakupan lebih luas, tradisi lisan dapat berupa pembacaan sastra, visualisasi sastra dengan gerakan dan tari, hingga penyajian cerita melalui aktualisasi adegan oleh pemeran. Tradisi lisan juga berkaitan dengan sistem kognitif masyarakat, seperti adat istiadat, sejarah, etika, sistem geneologi, dan sistem pengetahuan.

Menurut Mukhlis, tradisi lisan merupakan deposit penting dalam khazanah tambang budaya Indonesia. Terdapat ratusan etnik dan budayanya di Tanah Air.

”Di era ekonomi dan industri kreatif, deposit ini seharusnya dikelola untuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Sumber inspirasi

Mukhlis menambahkan, memasukkan tradisi sebagai bagian dari industri kreatif bukan berarti mentah-mentah mencabut tradisi itu dari akarnya dan ”menjualnya” atau mengomersialisasikannya begitu saja. Namun, tradisi lisan itu menjadi sumber inspirasi untuk penciptaan produk kreatif, misalnya musik, program televisi, film, teater, opera, dan produk lain yang mempunyai nilai ekonomis. Dapat pula dibuat semacam duplikasi yang khusus untuk industri kreatif. Dia mencontohkan naskah I La Galigo dari Makasar.

”Naskah tersebut pernah dijadikan pertunjukan oleh Robert Wilson dan dipentaskan di luar negeri. Untuk menonton I La Galigo, orang Indonesia harus nonton di teater di Amsterdam, Belanda, dan membayar puluhan euro,” ujarnya.

Memiliki nilai tambah

Ketua Asosiasi Tradisi Lisan sekaligus pengajar di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, Pudentia MPPS, mengatakan, pada intinya bagaimana tradisi lisan yang sangat kaya di Indonesia tersebut agar mempunyai nilai tambah dan kekuatan untuk masuk ke industri kreatif. Asosiasi Tradisi Lisan sendiri, setelah merevitalisasi sejumlah tradisi lisan, kini mulai memikirkan bagaimana agar tradisi lisan tersebut dapat terus teraktulisasi di dalam masyarakat dan memberikan nilai tambah.

”Terkadang setelah revitalisasi, tradisi tersebut tetap sulit untuk mendapatkan tempat di masyarakat dan dilupakan kembali,” ujar Pudentia.

Untuk itu, Asosiasi Tradisi Lisan mulai membuat sejumlah film, salah satunya tentang Teater Mak Yong, sebuah teater Melayu yang hampir punah. Lembaga nirlaba tersebut juga mengumpulkan ratusan hasil penelitian mengenai mitos, cerita daerah, kesenian tradisional, bahasa, kajian etnografi, dan komunikasi yang didokumentasikan lembaga tersebut.

Bupati Wakatobi Hugua, dalam kesempatan yang sama, berpendapat, tradisi lisan bagian dari eksistensi manusia. Kabupaten Wakatobi yang merupakan daerah kepulauan tidak hanya kaya akan alam bawah lautnya, tetapi juga budaya termasuk tradisi lisannya.

Ayo Rubah Nasib Bangsa Dengan Kirim Reg Ke Nomor … Lho Kok

In Aneh Dan Lucu, Berbudaya, Kreatif on November 9, 2008 at 2:12 am

Anda lahir Selasa Kliwon? Anda tidak cocok kerja di air. Tapi, lebih cocok jadi pedagang. Ingin mengubah nasib? Ketik reg…”

Begitu kira-kira bunyi salah satu iklan paranormal di televisi. Sang paranormal tampil cukup meyakinkan: seolah ia mampu menjamin perubahan nasib kliennya. Hanya dengan mengirim pesan pendek, (seolah) hidup menjadi mudah. Jika benar, tentu para petinggi negeri ini, para pengelola negara, bisa ramai-ramai mengirimkan pesan pendek kepada penjual jasa ramalan untuk mengatasi segala problem negeri ini. Mungkin negara ini menjadi salah urus karena para pengelolanya memiliki hari pasaran (Pon, Wage, Kliwon, Pahing) yang tidak cocok dengan jenis pekerjaannya. Indonesia pun langsung beres.

Munculnya iklan jasa paranormal mendapat reaksi yang beragam. Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), misalnya, menilai iklan semacam itu tidak mendidik masyarakat yang semestinya lebih membutuhkan dorongan untuk memiliki etos kerja. Namun, ada juga yang menganggap iklan ini tidak perlu disikapi serius, anggap saja sebagai tontonan yang menghibur seperti dagelan atau lawak. Toh masyarakat yang kritis tidak akan terpengaruh dengan iklan itu. Enjoy aja.

Sebagian masyarakat lain, memercayai ramalan itu sebagai keniscayaan. Mereka memandang, hidup ini membutuhkan berbagai upaya untuk mengubah nasib. Siapa tahu berhasil. Mereka punya pendapat, kalau mau jujur, semua bidang kehidupan di negeri ini berbau untung-untungan. Apakah anggota DPRD/DPR RI sudah pasti dijamin membela hak-hak rakyat? Belum tentu. Begitu juga dengan para penyelenggara negara lainnya. Hidup di negeri ini seperti membeli lotre. Bisa untung, bisa juga buntung.

Perniagaan simbol budaya

Jual-beli jasa melalui pesan pendek tidak hanya dilakukan para peramal nasib, tetapi juga banyak profesi lainnya. Ada artis yang ”menjual” tubuhnya yang seksi: klien bisa memahatkan namanya dalam tubuh itu, cukup dengan ”ketik reg”. Ada juga artis yang “menjual” romantisme percintaan. Tidak hanya itu. Para ahli agama pun ikut terjun. Mereka menawarkan jasa nasihat atau wisdom untuk meraih keimanan yang lebih substansial. Dengan wisdom itu, kata mereka, hidup lebih tercerahkan dan sukses. Dalam bisnis apa pun bisa dijual, baik yang profan (sekuler) maupun yang sakral. Yang penting, mendatangkan keuntungan (bagi sang pemodal).

Praktik bisnis pesan pendek bisa dipahami sebagai perniagaan simbol-simbol budaya (citra, pesan, hiburan) yang memanfaatkan keinginan publik akan berbagai sensasi, baik sensasi pencitraan, sensasi libidal (melibatkan libido seseorang), maupun sensasi tekstual (wacana, pesan, kiat hidup, wisdom). Kaum pemodal sadar bahwa berbagai sensasi itu tidak selalu menjadi kebutuhan publik, maka mereka memilih ranah ”keinginan” untuk bermain dan menangguk keuntungan.

Untuk memompa keinginan itu, publik digoda, diiming-imingi dengan iklan yang persuasif. Maka, host (tokoh atau artis yang dipilih sebagai ”tuan rumah” di jagat maya) harus tampil meyakinkan. Jika ia paranormal, maka citra yang dibangun adalah sang paranormal itu sangat profesional mengubah nasib orang. Jika ia artis, maka artis itu harus tampil dengan citra dan sosok yang menawan, menggoda, dan mampu memenuhi berbagai impian orang akan sensualitas. Jika ia adalah ahli agama, maka ia harus tampil sesoleh mungkin dan mencerminkan kekayaan ilmunya serta potensi-potensi lainnya sebagai ”ahli surga”. Host harus tampil sebagai patron yang profesional mampu memenuhi seluruh dahaga jiwa kliennya.

Kehilangan harapan

Kenapa bisnis pesan pendek ini subur? Yang pertama, tentu bisnis ini menguntungkan. Anda bisa menghitung sendiri, jika harga setiap pesan pendek Rp 3.000 dan pengirimnya bisa mencapai ratusan ribu, berapa limpahan keuntungan yang diraup pemodal?

Kedua, setting sosial. Masyarakat kita adalah sejenis masyarakat yang mengalami disorientasi nilai alias bingung. Mereka terapung-apung di atas gelombang ketidakpastian nilai kehidupan: mereka telah tercerabut dari akal tradisinya, sementara mereka gagap dan gugup memasuki wilayah nilai yang baru, modern atau post modern. Masyarakat yang cenderung mengalami niridentitas dan nirkarakter ini membutuhkan semacam panduan nilai atau apa saja yang memenuhi ”dahaga jiwa” secara praktis/pragmatis (cepat dan mudah).

Mereka membutuhkan nilai-nilai spiritual agama, misalnya, bukan dalam bentuk teks yang sophisticated (rumit, canggih dan memerlukan daya tafsir) melainkan teks-teks yang simpel, praktis, up to date dan ”berdaya guna” secara langsung, misalnya menjadikan hati lebih tenteram dan jiwa lebih tenang.

Mereka juga mengalami keterasingan sosial dan kesepian, sehingga membutuhkan ”teman dialog” atau tawaran-tawaran lainnya yang mengantarkan ke petualangan sensasional. Dan telepon genggam dengan jagat maya yang dikandungnya, merupakan wahana yang sangat fungsional dan sudah menjadi bagian dari nyawa mereka.

Ketiga, masyarakat kita adalah masyarakat yang kehilangan harapan. Negara tidak mampu secara maksimal memenuhi hak-hak masyarakat: hak budaya (pendidikan, ekspresi, penciptaan), hak sosial (lapangan pekerjaan, kesehatan), hak ekonomi (kesejahteraan hidup), dan lainnya. Negara banyak absen dalam berbagai kepentingan masyarakat karena lebih banyak sibuk menjadi ”panitia pasar bebas” global. Rakyat cenderung dibiarkan bertarung sendirian, tanpa modal dan proteksi melawan kapitalisme global yang sakti mandraguna itu. Rakyat ”luka parah” dihajar kebutuhan hidup biaya tinggi, sedangkan peluang untuk mencari penghasilan begitu sulit. Karena negara gagal memberikan jaminan ekonomi, hukum, sosial, masyarakat akhirnya hidup dalam budaya spekulasi, untung-untungan. Apa pun yang dipandang bisa mengubah nasib, akan ditempuh dan diambil. Kita pun menjadi paham jika mereka menyukai ramalan nasib, kuis yang menjanjikan uang jutaan atau rumah dan mobil, serta modus-modus instan lainnya.

Rakyat yang kehilangan harapan juga tidak bisa mengadu pada wakil-wakil rakyat dan partai politik/parpol yang mereka pilih dan mereka dukung. Wakil rakyat sibuk melakukan kapitalisasi peran sosial politiknya untuk meraup keuntungan material.

Bagi wakil rakyat dan parpol, jual-beli dukungan untuk meraih kekuasaan jauh lebih penting dibandingkan dengan memperjuangkan nasib juragan mereka: rakyat. Rakyat hanya wajib disapa menjelang pemilu, sesudah itu rakyat dipersilakan berjuang sendiri untuk bertahan hidup.

Dalam dosis keputusasaan yang sangat tinggi itu, masyarakat makin kehilangan artikulator dan fasilitator yang bersedia mengubah nasibnya yang lumayan buruk. Telinga negara terlalu kecil untuk mendengarkan keluhan mereka. Akhirnya rakyat lebih memilih untuk: Ketik Reg Nasib Kirim ke 000… Siapa tahu nasib pun berubah.

INDRA TRANGGONO Penulis Cerita Pendek, Tinggal di Yogyakarta

Seribu Wajah Dunia Intelejen Dalam James Bond Quantum of Solace

In Film, Kreatif on November 9, 2008 at 2:11 am

Dunia intelijen selalu diidentikkan dengan sesuatu yang serba rahasia dan tak kasatmata orang awam. Orang hanya tahu (atau merasa tahu) apa yang terjadi di dunia itu melalui komik, buku, novel, dan tentu saja film.

Pekan ini, salah satu tokoh paling terkenal di dunia intelijen kembali mengunjungi para penggemarnya di layar lebar. Dialah James Bond, agen khusus nomor 007 dari MI-6, dinas rahasia spesialis urusan luar negeri Kerajaan Inggris Raya.

Diberi judul Quantum of Solace, ini adalah film kedua yang menampilkan Daniel Craig sebagai pemeran utama dan film James Bond ke-22 sejak tokoh rekaan novelis Ian Fleming itu pertama kali difilmkan tahun 1962.

Tidak seperti sebagian besar film Bond lainnya, yang tidak berkaitan satu sama lain, Quantum of Solace adalah kelanjutan atau sekuel dari film sebelumnya, Casino Royale (2006). Bond bertekad membalas dendam kepada organisasi kriminal rahasia yang telah membunuh kekasihnya, Vesper Lynd (Eva Green), dalam film Casino Royale.

Meski masih diwarnai adegan kebut-kebutan, tembak-tembakan, dan pukul-pukulan khas film Bond, dua film termutakhir tersebut menampilkan sosok James Bond dan semangat film yang berbeda. Mulai dari sosok Bond yang sekarang berambut pirang (sejak diperankan Sean Connery hingga Pierce Brosnan, Bond selalu berambut hitam) hingga karakternya yang lebih dingin dibandingkan Bond sebelumnya.

Manusiawi

Tak ada lagi Bond yang ganteng kinclong, flamboyan (bahkan kadang genit), dan punya banyak pacar di sana-sini. Bond yang diperankan Craig tetap bertemu cewek-cewek cantik dan seksi, tetapi tidak untuk diumbar buat pacaran. Bahkan, Camille, cewek Bond dalam Quantum of Solace yang diperankan foto model asal Ukraina, Olga Kurylenko, tidak sempat dipacari (apalagi ditiduri) oleh Bond hingga akhir film.

Tak ada pula berbagai gadget spionase khas James Bond, seperti mobil Aston Martin yang bisa menembakkan rudal atau menyelam, jam tangan yang bisa mengeluarkan sinar laser dan tali penyelamat, atau kacamata sinar X. Aston Martin DBS yang dipakai Craig pun sudah hancur sejak adegan kebut-kebutan di awal film dan tak muncul lagi hingga film usai.

Secara keseluruhan, EON Productions—perusahaan yang membuat seri film layar lebar James Bond sejak Dr. No (1962)—tampak ingin menampilkan karakter tokoh dan film Bond yang lebih manusiawi. Dan, yang lebih manusiawi seperti ini terasa lebih mendekati kenyataan.

Bond tak ditampilkan lagi sebagai sosok setengah super yang bisa melakukan apa saja, kapan saja, dan di mana saja, tanpa mendapat konsekuensi apa-apa. Bond yang diperankan Craig adalah seorang agen rahasia yang bisa terluka, bisa jatuh cinta, bisa dikhianati, bisa memendam dendam, bahkan bisa dipecat dari pekerjaannya.

Bagi penggemar James Bond tradisional, hal ini bisa menjadi hal yang mengecewakan. Namun, sebagai sebuah karya film utuh, film-film Bond yang sekarang menjadi terasa lebih berwarna dan bermakna dibandingkan film-film sebelumnya.

Lebih ”nyata”

Khususnya bagi penggemar film dan cerita bertema spionase, sosok James Bond lama tak ubahnya seperti tokoh komik kartun karena terlalu meromantisasi kehidupan dunia intelijen yang sangat jauh dari kenyataan sesungguhnya.

Terlepas dari betapa sumirnya definisi ”kenyataan sesungguhnya” dalam konteks dunia intelijen, nyatanya beberapa tahun belakangan ini bermunculan film bertema spionase yang digarap lebih serius dan tak melulu menempatkan tokoh utamanya sebagai sosok pahlawan yang tak terkalahkan.

Hanya berselang beberapa pekan sebelum Quantum of Solace dirilis, ada film Body of Lies arahan sutradara Ridley Scott yang mengisahkan aksi seorang agen rahasia CIA dalam membongkar jaringan teroris Al Qaeda di Timur Tengah. Sang agen bernama Roger Ferris (Leonardo DiCaprio), digambarkan sangat lusuh dan tidak dibekali peralatan canggih apa pun kecuali telepon seluler dan menjadi histeris saat hampir dipenggal kepalanya.

Dalam trilogi Bourne (Bourne Identity [2002], Bourne Supremacy [2004], dan Bourne Ultimatum [2007]) dikisahkan seorang produk eksperimen gagal CIA bernama Jason Bourne (Matt Damon) yang hendak dibunuh untuk menghilangkan barang bukti. Bourne menampilkan sudut pandang musuh saat harus menghadapi aksi CIA yang didukung sumber daya hampir tak terbatas.

Matt Damon juga bermain dalam film bertema spionase lain, yakni sebagai Edward Wilson, salah satu kepala operasi rahasia CIA dalam film The Good Shepherd (2006). Film ini mengisahkan sisi lain seorang agen rahasia yang menghadapi dilema antara mengutamakan tugas negara dan mementingkan keutuhan serta keselamatan keluarganya.

Cerita tentang konflik internal di CIA juga ditampilkan dalam Spy Game (2001) dan The Recruit (2003). Film-film ini menggambarkan bagaimana dalam sebuah dinas rahasia sebesar CIA pun masih dimungkinkan terjadinya kebocoran atau pengkhianatan.

Sutradara Steven Spielberg pun pernah mengangkat kisah nyata para agen rahasia Mossad dari Israel dalam film Munich (2005). Dalam film itu dikisahkan bagaimana membunuh seseorang tidak pernah menjadi perkara yang mudah dan sepele.

Film-film Hollywood telah menampilkan seribu wajah dunia intelijen. Tinggal terserah kita, mana yang akan kita percayai sebagai wajah dunia rahasia sesungguhnya.

Korban Bom Bali I Ingin Berjihad Untuk Membasmi Orang-Orang Seperi Amrozi dan Kawan-Kawan

In Sejarah, Taat Hukum on November 8, 2008 at 4:59 pm

Bara dendam juga masih ada di hati Chusnul Khotimah, 38 tahun, salah satu korban Bom Bali I. “Kalau tidak ingat anak-anak, saya pun pasti akan datang jihad ke Lamongan untuk membalas tindakan Amrozi dan kawan-kawannya yang telah mengubah hidup saya,” ujar warga Kelurahan Sidoklumpuk, Kecamatan Sidoarjo, ini.

Di malam jahanam itu, Chusnul yang bekerja di sebuah kafe di Kuta sedang mencari makan. Saat melintasi gang di samping Paddy’s Club, tiba-tiba tiang listrik jatuh menimpa kepalanya. “Begitu ada ledakan, saya terlempar sejauh 25 meter,” ujarnya.

Sekitar 60 persen bagian tubuhnya terbakar. Ia kini cacat. “Sampai saat ini saya selalu disuntik tiga bulan sekali,” kata Chusnul, yang harus membayar Rp 900 ribu setiap kali berobat. Tidak hanya itu, trauma masih selalu menghantui. “Setiap malam saya ndak bisa tidur kalau tidak minum obat, rasanya gelisah terus,” kata Chusnul, yang berharap mendapat keringanan berobat dari pemerintah.

Rumah bernomor 8 di Gang 4, Jalan Hayam Wuruk, Denpasar, itu tampak kumuh. Sebuah foto perempuan muda tergantung di dinding berdampingan dengan sebuah kliping Daily Telegraph, koran Australia. Bagi sebagian orang, foto dan kliping itu mungkin tak istimewa, tapi bagi Ni Komang Resi, 55 tahun, dua benda tersebut sangat berarti.

Gambar itu tak lain adalah foto Ni Kadek Margarini, menantu Ni Komang. Ia adalah salah satu dari 202 korban tewas dalam peristiwa Bom Bali I, 12 Oktober 2002. Margarini menikah dengan anak pertama Ni Komang, Wayan Sudarsana. Seakan sudah menjadi suratan takdir, empat bulan sebelum peristiwa bom itu, Sudarsana meninggal karena sakit. Sudarsana dan Margarini dikaruniai satu anak, I Putu Purnama Putra, 10 tahun.

Margarini adalah karyawan Paddy’s Club, kafe yang menjadi sasaran bom Amrozi cs. Sore hari sebelum peristiwa itu, Ni Komang mengenang, Margarini berpamitan hendak berangkat kerja. Padahal, Ni Komang tahu, sore itu bukan giliran piket menantunya. “Mungkin sudah nasibnya,” tuturnya.

Tiga hari setelah peristiwa Bom Bali, Margarini dirawat di Rumah Sakit Sanglah, Denpasar. Karena lukanya cukup parah, ia dirujuk ke rumah sakit di Australia. Sayang, di tengah perjalanan Margarini meninggal.

Kini, Ni Komang harus berjuang menghidupi Putu Purnama. Dari berjualan canang (sesaji untuk sembahyang) di pasar, nenek itu mendapat uang Rp 100 ribu per hari. Kata Ni Komang, uang itu hanya cukup untuk makan sehari-hari. Sedangkan Reti, suami Ni Komang, hanya mengandalkan kerja mengangkut sampah.

Rencana eksekusi terhadap Amrozi cs yang berkali-kali ditunda membuat pasangan kakek-nenek itu tak lagi mempercayai hukum di Indonesia. “Kami ini orang kecil, tidak bisa apa-apa,” kata Ni Komang.

Keragaman Budaya Ditunjukan Pada Hari Ulang Tahun Manokwari

In Berbudaya, Demokrasi, Kreatif, Pariwisata on November 8, 2008 at 1:51 am

Perayaan Hari Ulang Tahun Manokwari Ke-110, Jumat (7/11), dimeriahkan dengan pertunjukan berbagai keunikan budaya di Papua maupun luar Papua dalam suatu karnaval di kota itu.

Dalam kesempatan itu, kerukunan keluarga besar Maluku tampil di barisan terdepan. Mereka mempertunjukkan tarian cakalele. Penari pria mengenakan ikat kepala merah dan memegang parang khas pahlawan nasional asal Maluku, Kapitan Pattimura.

Sementara itu, keluarga Nabire (Papua), yang tinggal di Manokwari, menampilkan tarian khas daerah mereka. Dalam kesempatan tersebut, penari pria mengenakan koteka atau holim, sedangkan yang wanita mengenakan rok rumbia dan bertelanjang dada.

Perwakilan Kerukunan Keluarga Bali tak ketinggalan untuk tampil. Mereka mengusung ogoh- ogoh Leak setinggi sekitar 3 meter dan berjalan 3 kilometer, dari Lapangan Golkar menuju Lapangan Borarsi. Ogoh-ogoh yang disajikan pria Bali kali ini sangat mengundang decak kagum warga.

Setidaknya ada tiga puluhan perwakilan berbagai kesenian—di samping instansi, sekolah, dan kerukunan—yang turut dalam karnaval itu. Hal ini membuat jalan-jalan protokol macet. Sebab, ribuan warga tumpah ruah di tepi-tepi jalan, menyimak pertunjukan tahunan tersebut.

Terkait acara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Manokwari Anthony Lesnussa berkomentar, keberagaman budaya di Manokwari saat ini mencerminkan bahwa ibu kota Provinsi Papua Barat merupakan daerah damai. Dalam kaitan itu, ia mengimbau seluruh warga terus bekerja sama membangun Manokwari.

Luka tembak

Di tengah Manokwari merayakan ulang tahunnya, dari Digul Atas, Papua, diinformasikan, Basilius Onjap (49), warga setempat, kemarin ditemukan tewas di Pelabuhan Distrik Asiki.

Yulianus Kayep (30), keponakan korban, menceritakan, peristiwa itu bermula kemarin pagi saat Basilius memancing di Pelabuhan Asiki. ”Tiba-tiba, empat orang berpakaian preman mendekatinya. Tak lama kemudian, terdengar dua kali tembakan,” ujarnya.

Jenazah korban ditemukan di semak-semak. ”Kemungkinan mereka mencoba menjatuhkan korban ke sungai, tetapi tertahan di semak-semak,” ujar Yulianus, seraya menjelaskan, pada tubuh korban ditemukan dua luka tembak, di kepala dan dada.

”Kami sudah melaporkan kejadian ini ke Polsek (Kepolisian Sektor) Asiki,” kata Yulianus menambahkan.

Kepala Polres Digul Atas Ajun Komisaris Besar Daniel Priojatmoko, yang dihubungi di Jayapura, mengatakan, penyebab kematian korban masih diselidiki. ”Menurut laporan dari Asiki, korban diduga tewas karena tenggelam. Ini didasarkan pada otopsi yang dilakukan,” ujarnya

Ubi Nuabosi, Makin Banyak Penggemarnya

In Pencinta Lingkungan, Perekomonian on November 8, 2008 at 1:50 am

Langit mendung dan hawa makin dingin ketika Elias Mbira (73) suatu siang, pertengahan Oktober lalu, selesai mengemas sejumlah batang ubi kayu alias singkong ke dalam kardus. Konon, ubi tersebut pesanan Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya.

Beberapa batang ubi kayu yang dikemas Elias di rumahnya itu dikenal luas dengan sebutan ubi nuabosi, salah satu komoditas pangan unggulan Kabupaten Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

”Baru saja saya mengemasnya ke dalam kardus sebab mau diambil untuk dibawa ke Kupang (ibu kota Provinsi NTT). Namun, saya tidak tahu untuk apa ubi itu. Karena ada pesanan, saya menyiapkan saja,” kata Elias Mbira, warga Dusun Gereja, Desa Ndetundora II, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende.

Di kawasan NTT, ubi nuabosi sudah begitu dikenal masyarakat. Bentuk batang, daun, dan umbinya sebenarnya sama dengan singkong pada umumnya. Yang sedikit membedakan adalah ubi nuabosi memiliki rasa yang khas, di samping harganya agak mahal ketimbang singkong jenis lainnya.

Ubi yang satu ini dikenal memiliki ciri khas berwarna putih dan empuk meski dalam keadaan dingin tak menjadi keras serta tidak berserat. ”Maka, tak heran kalau makan ubi nuabosi, tepungnya sering lengket di gigi,” kata Elias menceritakan.

Beralih

Nama ubi nuabosi yang sudah melambung dan harga jualnya yang menarik itu membuat petani penghasil lebih memilih berbudidaya ubi yang tumbuh di daerah ketinggian, di dataran Ndetundora, Ende, tersebut.

Ndetundora adalah suatu dataran yang terdiri atas empat desa, yakni Desa Ndetundora I-III dan Randotonda. Sementara itu, nuabosi adalah nama salah satu kampung di Desa Ndetundora I. Jarak dataran itu dari kota Ende sekitar 14 kilometer.

Menurut Elias, sejak 2004 warga Ndetundora tak ada lagi yang menanam padi dan jagung dalam satu hamparan kebun. Kalaupun ada yang menanam jagung, itu hanya sebagai tanaman sela di kebun ubi nuabosi.

Hal senada diutarakan Kepala Seksi Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Peternakan Ende Fransiskus Xaverius Ndoki. Ia mengatakan, budidaya ubi nuabosi di Ndetundora kini sudah mencapai 500 hektar.

”Kami memang mengarahkan warga di kawasan Ndetundora untuk mengembangkan ubi nuabosi. Sebab, tanaman itu bukan saja sebagai pangan lokal, tetapi sekaligus komoditas pangan unggulan Ende. Ini juga penting untuk ketahanan pangan karena salah satu tujuan ketahanan pangan masyarakat untuk pemberdayaan ekonomi,” kata Fransiskus menambahkan.

Sekarang tinggal bagaimana mengembangkannya lebih baik lagi mengingat ubi tersebut juga mulai dikenal kalangan luar NTT, bahkan luar negeri

Masalah Upah Minimum Regional Dan Pengusaha Yang Sedang Kesulitan

In Perekomonian on November 7, 2008 at 1:51 am

Penetapan upah minimum provinsi kerap diliputi rasa ketidakpuasan bagi buruh dan pengusaha meski prosesnya telah dilakukan secara demokratis.

Diketahui, upah minimum ditetapkan oleh unsur tripartit, yakni pemerintah, dunia usaha, dan wakil serikat pekerja. Meski demikian, hasil keputusan tetap dinilai buruh kurang bijaksana dan menuding pemerintah memihak pengusaha.

Menghadapi tudingan itu, pemerintah berkilah, perusahaan perlu dilindungi agar terhindar dari kebangkrutan. Sebab, jika banyak perusahaan gulung tikar akan berdampak pada peningkatan pengangguran.

Meningkatnya angka pengangguran pascakrisis 1997 tampaknya terus membayangi pemerintah, termanifestasi dalam penetapan upah minimum. Maka, untuk menyelamatkan pekerja dan dunia usaha dari dampak krisis global, pemerintah perlu menetapkan kenaikan upah minimum dengan menerbitkan peraturan bersama yang ditandatangani empat menteri (mennakertrans, mendagri, menteri perindustrian, dan menteri perdagangan).

Namun, peraturan bersama empat menteri itu mengundang kontroversi, khususnya Pasal 3 yang menyebutkan, kenaikan upah minimum tahun 2009 perlu diupayakan oleh masing-masing daerah agar tak melebihi pertumbuhan ekonomi nasional. Ini berarti kenaikan upah minimum sebesar 6-7 persen sesuai pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan kenaikan sebesar itu, besar upah minimum secara riil menurun mengingat kenaikannya lebih rendah daripada angka inflasi, yang besarnya di atas 10 persen.

Bahkan, banyak pihak mempertanyakan alasan pemerintah menetapkan angka pertumbuhan ekonomi nasional sebagai acuan kenaikan upah minimum. Apakah penetapan itu dimaksudkan untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi tahun 2009 agar tidak lebih rendah daripada pertumbuhan ekonomi 2008? Lantas bagaimana dengan nasib kesejahteraan buruh, apakah tidak akan kian terpuruk dan meningkatkan angka kemiskinan?

Di bawah satu dollar AS

Ditengarai, besarnya upah minimum di Indonesia termasuk golongan menengah bawah. Berdasarkan catatan badan perburuhan dunia (ILO), secara global upah minimum terendah rata-rata tercatat 57 dollar AS per bulan dan tertinggi sebesar 1.185 dollar AS per bulan (ILO, 2006).

Upah minimum DKI, misalnya, untuk tahun 2009 ditetapkan Rp 1.069.865 per bulan (Kompas, 1/11/2008). Dengan kurs sebesar Rp 10.000 per satu dollar AS, upah minimum DKI setara dengan 106,9 dollar AS per bulan. Meski upah sebesar itu telah mengalami kenaikan sekitar 10 persen dibandingkan tahun lalu (Rp 972.604), kenaikannya dinilai belum cukup memadai.

Dengan asumsi setiap rumah tangga terdiri dari empat anggota rumah tangga, pendapatan per anggota rumah tangga per bulan tahun 2009 sekitar Rp 267.000, atau sekitar 26,7 dollar AS per kapita per bulan, atau sebesar 89 sen dollar AS (0,89 dollar AS) per kapita per hari. Angka sebesar itu lebih rendah daripada kriteria kemiskinan internasional dengan pendapatan per kapita sebesar satu dollar AS per hari. Bahkan, dengan kurs rupiah sebesar Rp 9.000 per dollar AS yang seandainya bisa dicapai tahun 2009, upah minimum sebesar itu masih tetap di bawah satu dollar AS per kapita per hari (sekitar 0,98 dollar AS atau 98 sen dollar AS).

Selain berpeluang meningkatkan kemiskinan, peningkatan upah minimum yang tak seberapa itu juga berpotensi memperburuk ekonomi, bahkan kian meningkatkan angka pengangguran. Diketahui, dengan upah riil menurun akan menyebabkan daya beli buruh menurun.

Dengan penurunan daya beli akan berpotensi menurunkan konsumsi atau permintaan barang dan jasa. Pada tahap lanjut, menurunnya permintaan barang dan jasa akan menurunkan produksi dan mengancam dunia usaha gulung tikar serta meningkatkan angka pengangguran (ILO, 2006). Pada gilirannya, menurunnya konsumsi akan berkontribusi negatif terhadap pertumbuhan ekonomi.

Meski demikian, kebangkrutan dunia usaha mungkin masih bisa dicegah jika produksi barang dan jasanya berorientasi ekspor, seperti dilakukan China dengan kebijakan upah buruh murah. Celakanya, produksi barang dan jasa di Tanah Air masih berorientasi pasar di dalam negeri.

Dengan realitas itu, dunia usaha tampaknya mengalami posisi dilematis; jika upah buruh dinaikkan, perusahaan tidak memiliki kemampuan dan jika upah tidak dinaikkan akan memperlemah daya beli, yang secara agregat berpotensi menurunkan produksi perusahaan.

Peran pemerintah

Salah satu solusi yang mungkin bisa dilakukan adalah meningkatkan peran pemerintah dalam mengurangi beban dunia usaha, terutama yang terkait pajak dan aneka pungutan. Upaya pengurangan beban itu bisa dilakukan, misalnya, dengan cara meringankan beban pajak perusahaan, bantuan keuangan berbunga rendah, dan atau subsidi, serta membebaskan dari berbagai pungutan, khususnya pada perusahaan yang tidak mampu memberi upah minimum secara layak.

Idealnya, besar upah minimum setara kebutuhan hidup layak (KHL), yang untuk DKI, misalnya, sebesar Rp 1.314.059,7 per bulan (Kompas, 1/9/2008). Dengan upah sebesar itu untuk setiap anggota rumah tangga akan menerima sebesar Rp 328.514 per anggota rumah tangga per bulan atau sebesar 1,09 dollar AS per hari per anggota rumah tangga (asumsi satu rumah tangga rata-rata empat orang).

Atas dasar itu, aspek perlindungan terhadap dunia usaha tetap diperlukan, tetapi jangan mengorbankan kepentingan buruh, dengan mengabaikan kenaikan upah minimum secara layak. Maka, meski penetapan upah minimum telah demokratis, peran pemerintah diperlukan lebih besar lagi agar tidak terjadi silang sengkarut antara buruh dan pengusaha.

Razali Ritonga Kepala BPS Provinsi Sulawesi Tengah

Pencabutan Perdagangan Saham Bakrie Yang Terus Jatuh Melindungi Konsumen Atau Keluarga Bakrie

In Kreatif, Perekomonian on November 7, 2008 at 1:48 am

Bursa Efek Indonesia akhirnya mencabut penghentian sementara, atau suspensi, perdagangan saham PT Bumi Resources Tbk, anak perusahaan Grup Bakrie, Kamis (6/11). Saat diperdagangkan kembali, harga saham perusahaan tambang batu bara terbesar itu langsung anjlok akibat aksi jual besar-besaran investor.

Keputusan BEI yang mendadak mencabut suspensi saham Bumi Resouces (BUMI) disesalkan para investor. Mereka berharap suspensi dibuka setelah ada jaminan dari PT Bakrie & Brothers Tbk untuk menebus gadai saham (repo) BUMI yang telah jatuh tempo. Namun, jaminan belum ada, saham BUMI sudah diperdagangkan kembali. Ini membuat investor berlomba menjual saham yang dimilikinya.

Pada pembukaan perdagangan kemarin, saham BUMI menyentuh harga Rp 1.975 per saham, turun Rp 200 atau 9,19 persen dari harga penutupan sebelum disuspensi, 6 Oktober. Sebelum suspensi, harga saham BUMI Rp 2.175 per saham.

Anjloknya harga saham BUMI dipicu aksi jual besar-besaran para pemilik saham BUMI. Sejak BEI mengumumkan akan mencabut suspensi, pesanan jual saham BUMI di perusahaan sekuritas langsung membeludak.

Sampai pukul 10.30, tercatat total pesanan jual saham BUMI 3.923.722 lot, atau 1.961.861.000 saham, setara dengan 10,11 persen dari total saham BUMI. Jumlah yang dijual tidak sebanding dengan permintaan beli. Sampai penutupan perdagangan, jumlah saham BUMI yang laku terjual 904 lot, atau sekitar 0,023 persen, dari jumlah saham yang dijual.

Lindungi investor

Menurut ahli hukum pasar modal, Indra Safitri, otoritas bursa perlu mempertimbangkan permintaan investor agar saham PT Bumi Resources tetap disuspen.

”Jika ada hal-hal yang layak dipertimbangkan untuk memenuhi permintaan itu, otoritas bursa patut memenuhinya. Yang penting ada kejelasan dan keterbukaan informasi. Tujuan diadakannya instrumen suspensi dan mencabut suspensi kan demi melindungi kepentingan investor juga,” paparnya.

Langkah itu, kata Indra, bisa dilakukan otoritas bursa sampai ada kejelasan informasi mengenai kelanjutan dan masa depan perusahaan serta rencana transaksi material PT Bakrie & Brothers sebagai pemilik 35 persen saham BUMI dan Northstar yang dikabarkan akan membeli saham itu senilai 1,3 miliar dollar AS.

Suspensi suatu saham, kata Indra Safitri, umumnya berkaitan dengan harga saham yang anjlok dan melonjak secara signifikan, ada informasi yang tidak jelas. Suspensi bertujuan memperjelas informasi dan memberi kesempatan investor berpikir jernih dalam bertransaksi sehingga pembentukan harga di pasar lebih rasional.

Menurut Direktur Utama BEI Erry Firmansyah, keputusan BEI mencabut suspensi saham Bumi Resouces karena seluruh informasi yang dibutuhkan telah cukup. Keputusan itu diambil BEI dan pemerintah pada Rabu (5/11) malam.

”Kemarin (Rabu), suspensi BUMI batal dicabut karena pemerintah merasa informasi belum lengkap dan merata sehingga dikhawatirkan dapat menimbulkan kepanikan. Kemarin malam informasinya sudah cukup. Saya tidak bisa menyebutkan informasinya apa,” katanya.

Menilai Program Visit Indonesia Year 2008 Yang Segera Berakhir dan Gagal

In Pariwisata, Perekomonian on November 7, 2008 at 1:46 am

Program Visit Indonesia Year yang dicanangkan tahun 2008 kini menjelang berakhir. Bagi negeri Zamrud Khatulistiwa dengan kekayaan alam berlimpah, program itu sejatinya menjadi gaung kebangkitan industri pariwisata yang kini masih separuh terlelap.

Bisnis pariwisata identik dengan citra (image) sehingga citra harus dikembangkan ke arah yang positif. Jika citra pariwisata Indonesia baik dan aman, turis dengan sendirinya akan berdatangan.

Ungkapan itu dilontarkan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik di sela-sela Forum Pariwisata Internasional Ke-6 untuk Parlemen dan Pemerintah Lokal yang digelar Badan PBB untuk Pariwisata Dunia (UNWTO) di Cebu, Filipina, Oktober 2008.

Namun, pembentukan citra baik dan aman di negeri elok ini tidak semudah seperti membalikkan telapak tangan. Apalagi, industri pariwisata sempat terguncang akibat rentetan bencana, yakni tsunami di Aceh pada akhir tahun 2004, tragedi bom Bali II tahun 2005, serta gempa bumi di Yogyakarta dan Sumatera Barat tahun 2006.

Dalam Forum UNWTO ke-6, pariwisata Indonesia dinilai mulai pulih dari krisis. Jika tahun 2004 tingkat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) adalah 5,32 juta orang, tahun 2005 menjadi 4,96 juta orang atau merosot 7 persen, dan tahun 2006 sebesar 4,87 juta atau turun 2 persen, maka tahun 2007 kembali meningkat jadi 5,5 juta orang atau naik 13 persen.

Seiring program Visit Indonesia Year 2008, pemerintah optimistis menargetkan kunjungan wisman tahun ini mencapai 7 juta orang dengan nilai devisa 6,7 miliar dollar AS dan tahun 2009 target wisman juga dinaikkan jadi 8 juta orang dengan nilai devisa 8 miliar dollar AS.

Kendati citra pariwisata Tanah Air berangsur membaik, belum demikian halnya dengan kesiapan segenap pemangku kepentingan industri pariwisata dalam mengoptimalkan sektor penghasil devisa negara ini.

Transportasi dan promosi

Jero Wacik mengakui, kendala utama yang menghadang program tahun kunjungan wisata adalah transportasi dan promosi. Hingga kini, maskapai penerbangan dalam negeri belum mampu menjangkau kebutuhan angkutan ke daerah-daerah tujuan wisata.

Bahkan, sewaktu program Visit Indonesia kembali digulirkan tahun ini, tidak banyak maskapai penerbangan dalam negeri dan perhotelan menyambut program itu. ”Saya harus ngomong berkali-kali untuk meyakinkan maskapai penerbangan dan hotel agar turut mempromosikan program itu. Barulah mereka jalan,” ujar Jero Wacik.

Tentu saja, peran maskapai penerbangan dan hotel bukan yang utama. ”Peluru” yang tak kalah penting adalah penggarapan kawasan wisata. Sayangnya, partisipasi pemerintah daerah dalam mengelola obyek wisata masih jauh dari harapan. Jangankan menggaet turis asing untuk berkunjung, beberapa obyek wisata unggulan Tanah Air bahkan belum dikenal oleh sebagian masyarakat Indonesia akibat minimnya promosi.

Menurut Jero Wacik, hanya tujuh dari 33 provinsi di Indonesia yang secara swadaya giat berpromosi dan mendorong pariwisata, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Sumatera Barat. Selebihnya, pemerintah daerah masih mengandalkan pemerintah pusat untuk mempromosikan daerahnya.

Sejak tahun 2007, pemerintah menggulirkan dana stimulan sebesar Rp 25 miliar kepada lima provinsi setiap tahun yang dianggap mulai berkiprah membangkitkan pariwisata. Hingga tahun ini, sudah ada 10 provinsi yang mendapatkan bantuan dana itu, yakni Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, Kepulauan Riau, dan Irian Jaya Barat.

Apabila pemda tidak bersedia menyisihkan anggaran (APBD) untuk berpromosi dan membenahi sarana pariwisata daerah masing-masing, jangan harap mendapatkan turis dan devisa yang optimal, ujar Jero Wacik dengan nada kesal.

Kepala Badan Pusat Statistik Rusman Heriawan mengatakan, keunggulan pariwisata Indonesia terdapat pada wisata alam dan budaya. Namun, hal itu tidak menjamin kunjungan wisata jika tanpa kesiapan faktor penunjang utama pariwisata, yakni hotel, restoran, transportasi, dan infrastruktur. Hingga kini, infrastruktur jalan dan transportasi di sejumlah daerah wisata masih minim dan terdapat kekurangan jasa pemandu wisata profesional sebanyak 30 persen.

Kendala itu ditambah dengan belum adanya standar tarif jasa di sejumlah daerah tujuan wisata sehingga rentan menimbulkan pungli dan meresahkan wisatawan.

Di Asia Tenggara, Indonesia hanya menduduki peringkat keempat dalam kunjungan wisman. Peringkat pertama ditempati Singapura dengan jumlah wisman 15 juta per tahun, peringkat kedua dan ketiga ditempati Malaysia dengan wisman 10 juta per tahun dan Thailand 10 juta wisman per tahun.

Fokus pasar

Tahun 2008, total anggaran pariwisata adalah Rp 1,08 triliun. Sasaran promosi wisata difokuskan pada 12 pasar utama pariwisata, di antaranya Perancis, Belanda, Inggris, Jerman, Rusia, Jepang, Singapura, Australia, Korea, Malaysia, dan China.

”Keterbatasan anggaran tidak memungkinkan promosi wisata ke seluruh negara. Oleh karena itu, pemerintah fokus memasarkan pariwisata ke negara-negara yang merupakan pasar utama,” kata Jero Wacik.

Di tengah keterbatasan promosi itu, pemerintah mengarahkan Bali sebagai kawasan tujuan wisata yang telah mendunia menjadi sentra referensi informasi obyek-obyek wisata di luar Jawa dan Bali.

Upaya lainnya, kata Jero Wacik, adalah kebijakan kemudahan kredit bagi travel biro yang memboyong wisatawan Nusantara (wisnu). Namun, dibutuhkan komitmen travel biro di dalam negeri untuk mengubah paradigma promosi pariwisata yang kini masih memprioritaskan obyek-obyek wisata di luar negeri.

Pariwisata sebagai industri yang menimbulkan efek multidimensional, yakni membuka lapangan kerja, menekan kemiskinan, hingga sumber pendapatan daerah sejatinya menjadi penopang perekonomian nasional. Pengelolaannya memerlukan langkah integratif pemerintah dan pelaku usaha.

Pengelolaan itu dibuktikan tidak hanya dengan keseriusan pemda untuk memperbaiki fasilitas dan sarana wisata, kemudahan layanan imigrasi, transportasi memadai, tetapi juga peran pelaku usaha dalam mengelola kawasan wisata, hingga pemasaran produk khas daerah.

”Pemerintah daerah sudah saatnya menanggalkan ego sektoral dan melakukan terobosan untuk membangkitkan pariwisata. Salah satunya, sinergi dalam menggarap infrastruktur wisata antardaerah yang saling berdekatan,” tutur Irwan Prayitno, Ketua Komisi X DPR.

Program Visit Indonesia Year 2008 adalah awal dari perbaikan spirit dan kesadaran bangsa untuk membenahi pariwisata. Jangan biarkan gaungnya meredup seiring berakhirnya proyek-proyek pemerintah.

Membangun Rumah Masa Depan Yang Ramah Lingkungan dan Hemat Energi

In Kreatif, Pencinta Lingkungan, Perekomonian on November 7, 2008 at 1:43 am

Tinggal di perkotaan tanpa pasokan listrik PLN tentu menjadi tidak menyenangkan dan harus mengeluarkan biaya tinggi. Karena sarana penerangan dan berbagai peralatan elektronika yang digunakan memerlukan energi listrik. Itu bisa berarti pemilik rumah harus memasang generator listrik yang harga bahan bakarnya mahal.

Di Jepang kini telah dikembangkan berbagai peralatan pembangkit listrik dari sumber energi terbarukan dan peralatan rumah tangga elektronika ramah lingkungan. Dengan demikian, tiap keluarga di Negeri Matahari Terbit ini dapat mandiri melistriki berbagai peralatan rumah tangga yang dipakai sehari-hari.

Di Japan Expo yang digelar di Kemayoran, Jakarta, lembaga riset milik Pemerintah Jepang NEDO (New Energy and Industrial Technology Development Organization) memajang maket rumah ramah lingkungan masa depan, yang menggunakan energi terbarukan.

Rumah ramah lingkungan ini menggunakan energi listrik dari pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan PLT angin yang dipadukan dalam sistem hibrid sehingga masing-masing saling melengkapi daya listrik yang dibangkitkan.

PLTS terdiri dari panel surya yang dipasang di atap rumah. Untuk setiap meter persegi panel surya yang terbuat dari lempeng silikon itu dihasilkan 200 watt daya listrik. Saat ini bahkan NEDO berhasil mengembangkan sel surya tanpa bahan silikon.

Adapun pada PLT angin, bila bertiup angin berkecepatan 5 meter per detik dapat terbangkitkan listrik 110 kW per jamnya. Listrik dari dua pembangkit itu kemudian disimpan dalam baterai dari bahan litium. Listrik ini sebagai cadangan listrik di malam hari.

Di 26 negara

Kombinasi dua pembangkit ini telah banyak digunakan di perumahan di 26 negara maju termasuk Jepang. Di Indonesia sendiri ada sekitar 8 unit kincir angin pembangkit listrik yang dikembangkan peneliti NEDO.

Selain sistem pembangkit listrik, NEDO juga memperkenalkan panel isolator panas dari material hibrid. Panel ini hanya setengah ketebalannya dibanding papan berbahan uretan yang biasa dipakai sebagai isolator panas. Panel ini ditempel di dinding rumah untuk menangkal panas dari luar. Dengan demikian, ruang dalam rumah bisa tetap sejuk. Oleh karena itu, pendingin ruangan tak diperlukan. Ini artinya tidak diperlukan listrik untuk menghidupkan AC.

Penghematan listrik juga dicapai dengan memakai lampu penerangan yang terdiri dari keping-keping kotak kecil sejenis keping silikon disebut lampu OLED. Unit lampu tak mengandung merkuri ini diharapkan dapat menggantikan lampu neon dan bisa di daur ulang. Dibanding lampu pijar, produk yang masih berupa prototipe ini menghemat listrik hingga 70 persen.

NEDO juga memperkenalkan sistem penerangan dalam rumah pada siang hari, yaitu dengan menggunakan balok kaca yang didalamnya tersusun dari prisma-prisma kaca untuk menyebarkan dan membaurkan sinar matahari yang masuk.

Selain itu, untuk menghasilkan air panas bagi kebutuhan rumah tangga, NEDO juga memperkenalkan sistem sel bahan bakar untuk rumah tangga yang terdiri dari hidrogen dan oksigen.

Pemanas air juga dapat dilakukan dengan memakai pompa kalor. Teknologi pompa kalor dapat digunakan untuk AC dan pemasokan air. Sistem ini dapat menghasilkan energi panas beberapa kali lipat dibanding energi listrik yang di-input.

Dalam hal ini zat refrigeran menyerap panas dari udara. Dengan memberi tekanan pada refrigeran, tekanan dan suhu akan naik. Suhu dari refrigeran ini kemudian digunakan untuk memanaskan air

Wisatawan Mancanegara Baru Mencapai 4,5 Juta Dari Target 6,4 Juta Ternyata Memasang Banner Visit Indonesia Year 2008 Di Internet Sama Sekali Tidak Membantu

In Kreatif, Pariwisata, Perekomonian on November 6, 2008 at 2:00 am

Hingga September 2008, jumlah wisatawan mancanegara baru tercapai sebanyak 4,5 juta orang dari target Visit Indonesia 2008 sebanyak 6,4 juta wisatawan mancanegara.

Sekretaris Jenderal Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Sapta Nirwandar di Jakarta, Rabu (5/11), mengatakan, terjadi peningkatan sekitar 12,2 persen dibanding periode yang sama tahun 2007. Tahun lalu, sampai September, terdapat 4,07 juta wisatawan mancanegara, sedangkan sampai September 2008 ini tercatat 4,5 juta wisatawan.

”Masih ada waktu tiga bulan untuk mencapai target 6,4 juta wisatawan mancanegara,” ujarnya.

Dia yakin target itu akan tercapai karena pada akhir tahun 2008 ada beberapa kegiatan internasional yang diperkirakan menyedot banyak wisatawan mancanegara. Misalnya, ”2nd WIPO International Conference in Intelectual Property and the Creative Industries” pada 2-3 Desember 2008.

World Intellectual Property Organisation (WIPO) adalah lembaga di bawah PBB yang dibentuk tahun 1967 dengan tujuan menangani hal-hal berkenaan dengan perlindungan kekayaan Intelektual ke seluruh dunia, serta membantu negara anggota WIPO dalam penyusunan kebijakan untuk melindungi kekayaan intelektual. Konferensi akan menampilkan pembicara internasional dari 13 negara, yaitu Swiss, Singapura, Inggris, India, Filipina, Korea, Malaysia, Perancis, Butan, Jepang, China, Selandia Baru, dan Belanda.

Langkah lain untuk menarik wisatawan, lanjut Sapta, adalah melakukan terobosan-terobosan pemasaran pariwisata, termasuk menjalin kerja sama dengan perbankan dan industri pariwisata dunia serta pemasangan banner diblog-blog atau situs yang berbunyi visit indonesia year 2008

Syekh Pujiono Cahyo Widianto Akhirnya Siap Menceraikan Lutfiana Dan Mengakhiri Petualangan Cintanya

In Beragama, Berbudaya, Demokrasi, Taat Hukum on November 4, 2008 at 2:05 am

Pujiono Cahyo Widianto atau Syekh Puji dalam pertemuannya dengan Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak meminta maaf dan siap menceraikan Lutfiana Ulfa (12) yang dinikahinya Agustus 2008.

Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak Seto Mulyadi atau Kak Seto, di Semarang, Senin, mengatakan, pihaknya telah melakukan upaya diplomasi dengan menemui kedua belah pihak pada tanggal 28 dan 30 Oktober 2008.

“Syekh Puji meminta maaf dan akan melakukan pembatalan pernikahannya, walaupun sebetulnya dirinya mencintai Lutfiana,” kata Kak Seto sesaat sebelum bertemu dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Kak Seto bahkan menceritakan, hasil pertemuan, Syekh Puji juga akan mematuhi mekanisme terbaik agar tidak melanggar undang-undang dan syariat Islam untuk mengembalikan Lutfiana kepada kedua orang tuanya.

Ia mengaku, memang untuk mengetahui hasil dari pembatalan perkawinan Syekh Puji dengan Lutfiana tidak semudah “membalik telapak tangan” karena perlu proses untuk menyamakan syariat Islam dengan hukum positif yang berlaku.

“Sepertinya kalau Syekh Puji sudah mengundang para kyai dan ulama semalam (Minggu, 2/11). Kalau saya menemui MUI,” kata Kak Seto yang didampingi kuasa hukum dari pihak Syekh Puji dan Lutfia.

Kak Seto menjelaskan, kasus yang terjadi pada Syekh Puji merupakan fenomena gunung es. Kasus Syekh Puji terungkap karena yang bersangkutan pengusaha sukses dan merupakan tokoh masyarakat.

Ia menyebutkan, untuk kasus serupa sejak tahun 2003, Komnas Perlindungan Anak telah menangani 21 kasus dan 30-40 persen anak berhasil dikembalikan.

Kak Seto mengaku, akan mendampingi Lutfiana sampai kasus tersebut tuntas. “Komnas Perlindungan Anak kan tugasnya melindungi anak. Kami akan mendampingi sampai kasus ini tuntas,” katanya.

Jika Lutfiana telah dikembalikan oleh Syekh Puji, Komnas Perlindungan Anak berharap agar kedua orang tuanya bersedia menerimanya dan memenuhi hak si anak untuk berkembang.

“Pada prinsipnya, Syekh Puji menyerahkan kepada Kyai dan ulama bagaiman mengatur pembatalan pernikahan itu, dengan harapan agar beban yang dipikulnya berkurang dengan mematuhi undang-undang dan syariat yang ada,” demikian Kak Seto.

Dalam kesempatan sama, kuasa hukum Syekh Puji dan Luftiana, Sinto Ari Wibowo menegaskan bahwa hasil pertemuan dengan Lutfiana yang bersangkutan menolak untuk dikembalikan kepada orang tuanya.

“Kalau kedua pihak saling mencintai dan mau membina rumah tangga, apa salahnya, kan sudah terlanjur. Kami minta agar masyarakat tidak memvonis keduanya salah,” kata Sint

Negara Maju Harus Bayar Atas Hutan Negara Berkembang Sebagai Jasa Layanan Lingkungan Hidup

In Kreatif, Pariwisata, Pencinta Lingkungan on November 4, 2008 at 2:03 am

Pangeran Charles mengakui, pendorong kerusakan hutan tropis yang memicu perubahan iklim adalah negara-negara maju. Untuk itu, negara maju harus bertanggung jawab, dengan mendanai pemeliharaan dan pemulihan hutan tropis. Bukan dalam bentuk bantuan, tetapi pembayaran akan layanan.

”Pembayaran ini harus bersifat transaksi komersial, seperti kita harus membayar layanan listrik, air, dan gas. Pembayaran itu tidak boleh bersifat bantuan. Sebagai imbangannya, negara-negara berhutan tropis akan menyediakan layanan lingkungan (ecoservices),” ujar Charles dalam pidato kepresidenan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/11).

Pidato dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan sebagian besar anggota Kabinet Indonesia Bersatu.

Charles menyampaikan hal itu karena yakin bahwa negara-negara maju menjadi pendorong kerusakan hutan tropis. ”Negara- negara maju tidak boleh dan tidak bisa berdiam diri, tidak melakukan apa-apa,” ujarnya.

Charles menyebut proyek Hutan Harapan sebagai contoh penyelamatan hutan tropis. Untuk pendanaan, Charles berharap mekanisme pasar seperti karbon kredit yang akan menyediakan apa yang diperlukan selanjutnya.

Negara berhutan tropis perlu waktu untuk membangun struktur serta kapasitas dan perlu waktu mengganti Protokol Kyoto serta peraturan pelaksanaannya agar pasar bisa berkembang maksimal di negara-negara pembayar.

Charles memuji upaya Indonesia mengatasi perubahan iklim dengan hutan tropisnya dan peran Yudhoyono dalam Konferensi PBB untuk Perubahan Iklim di Bali, 2007. Presiden dinilai membantu memberikan keyakinan, konferensi berhasil merintis jalan ke Kopenhagen 2009 serta pasca- Protokol Kyoto.

Tokoh lain yang memberikan kuliah kepresidenan adalah Jeffrey Sachs, Nicholas Stern, Syaukat Aziz, Muhammad Yunus, Bill Gates, dan Kishore Mahbubani.

Pangeran Charles hari Selasa ini akan mengunjungi Yogyakarta dan Jawa Tengah. Pasukan keamanan yang dikerahkan antara lain Batalyon Infanteri 403, Batalyon 400 Rider dengan pasukan penembak jitu.

”Kami kerahkan cukup banyak kekuatan karena titik yang dikunjungi cukup banyak dan rute panjang.” ujar Komandan Komando Resimen (Korem) 072/ Pamungkas Kolonel (Arm) Subekti seusai rapat koordinasi pengamanan di Kompleks Kepatihan DI Yogyakarta, kemarin.

Gubernur DI Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X mengungkapkan, ”Kedatangannya hanya untuk say hello, melihat pameran, dan pertunjukan kesenian. Beliau memesan tari yang dulu pernah ditonton, yaitu Golek Menak

Fundamentalis Agama Merupakan Imperialisme Gaya Baru Dengan Cara Melakukan Kontrol Dan Kepemilikan Bersama Atas Tubuh Perempuan, Seperti Undang Undang Pornografi Indonesia ?

In Aneh Dan Lucu, Beragama, Berbudaya, Demokrasi, Kebodohan Mega, Kreatif on November 4, 2008 at 2:01 am

Fundamentalisme agama hanyalah satu dari tiga alat imperialisme baru. Ia tak bisa dipahami di luar agenda imperialis mengenai globalisasi dan tak bisa dilepaskan dari konteks politik pasca-Perang Dingin. Tujuannya mendominasi, dan menguasai, dengan cara perang dan mengontrol tubuh perempuan.

Demikian inti pemaparan Azra Talat Sayeed dari organisasi Roots of Equality, Karachi, Pakistan, dalam diskusi mengenai fundamentalisme di Asia pada hari kedua Konferensi Kartini Asia Network di Abur, Bali, Senin (3/11). Pandangan ini senada dengan pendapat sejumlah intelektual dan aktivis dalam sesi-sesi diskusi mengenai seksualitas dan perempuan di daerah konflik.

”Alat imperialisme itu adalah globalisasi-neoliberal, dalam bentuk kebijakan ekonomi yang mengontrol sumber daya alam, buruh, privatisasi, deregulasi dan liberalisasi. Alat lainnya adalah militerisme dan fundamentalisme,” ujar Azra.

Dia mencontohkan konflik di perbatasan Pakistan, Afganistan, dan Irak terjadi karena invasi asing untuk memperebutkan sumber daya alam di wilayah itu. Dalam situasi itu, perempuan adalah pihak yang paling menderita. Mereka dianggap sebagai ”liyan” teralienasi dan selalu dicurigai sebagai musuh.

Secara terpisah, Prof Huma Ahmed Ghosh dari San Diego University, Amerika Serikat, mengatakan, opresi terhadap perempuan di Afganistan berlapis- lapis, yang tidak sendirinya berakhir setelah rezim Taliban tumbang.

”Kekerasan terhadap perempuan terus terjadi, dengan mengatasnamakan kehormatan keluarga,” ujar Huma. ”Dampak perang memperburuk situasi kemiskinan, meningkatkan perdagangan perempuan dan anak, dan perbudakan, baik terhadap anak perempuan maupun laki-laki,” ujarnya.

Di Indonesia

Feminis dan intelektual Muslim, Musdah Mulia, dalam sidang pleno, menengarai fundamentalisme agama digunakan sebagai klaim untuk menegakkan ajaran agama yang ortodoks tetapi mengabaikan prinsip-prinsip keadilan, kesetaraan, kemanusiaan dan hak-hak asasi manusia.

”Para politisi kerap memanipulasi agama untuk mencapai tujuan jangka pendek mereka,” ujarnya, ”Fundamentalisme mengontrol tubuh, mendiskriminasi perempuan, menegasikan pluralisme, anti intelektualitas.”

Valentina Sagala dari Institut Perempuan secara terpisah mengatakan, Undang-Undang Pornografi sebagai upaya politik mengatur secara eksplisit tubuh dan seksualitas perempuan. ”Dulu kontrol itu melalui wacana dan program, yaitu melalui pencitraan sosok ibu.”

Undang-Undang Pornografi— yang sebetulnya belum bisa diberlakukan itu—menegasikan semua persoalan riel yang dihadapi perempuan, seperti situasi kemiskinan yang kian buruk akibat kebijakan ekonomi pemerintah

Pemerintah Akan Menuntut Bank Indover Anak Bank Indonesia Yang Bangkrut

In Perekomonian, Taat Hukum on November 4, 2008 at 2:01 am

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa pemerintah akan melakukan langkah hukum yang diperlukan (necessary legal action) terkait tindakan Bank Indover yang mengaku dijamin pemerintah.

Menteri Keuangan mengatakan akan berkoordinasi dengan Kejaksaan dan Kapolri untuk
mempertanyakan “letter of comfort” yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia yang menyebut Bank Indover yang berkedudukan di Belanda itu dijamin pemerintah.

“Saya mengatakan bahwa pemerintah akan melakukan `necessary legal action`, kalau dalam konteks ini dengan berkoordinasi dgn Jagung dan kepolisian mengenai reputasi yang dirugikan Indover kepada pemerintah,” kata Menkeu usai mengikuti `presidential lecture` di Istana Merdeka Jakarta, Senin.

Namun, Menkeu membantah pihaknya akan melakukan somasi atas “letter of comfort” yang dikeluarkan BI itu.

Menkeu juga membantah pihaknya merasa keberatan atas keputusan Bank Indonesia yang menolak menalangi modal Bank Indover yang dibekukan oleh otoritas perbankan Belanda.

“Kita tidak ada hubungannya. Saya tidak ada urusan dengan BI dalam hal menangani Indover. Tetapi Indover secara salah menyampaikan dia dijamin oleh pemerintah, sementara Indover tidak ada hubungan dengan pemerintah,” katanya.

Menurutnya, pemerintah merasa dirugikan dengan adanya pengakuan yang salah dari BI tersebut.

Pada 25 Februari 2008 BI mengeluarkan `letter of comfort` mengenai jaminan Bank Indonesia dan pemerintah atas nasib Bank Indover.

Surat itu, juga dimasukkan manajemen Indover ke klausul perjanjian untuk mendapatkan kredit sindikasi 117,5 juta dolar AS dari sembilan bank dan 80 juta dolar AS dari lima bank.

Bank Indover yang 100 persen sahamnya dimiliki Bank Indonesia ini bangkrut terserang krisis finansial global setelah gagal bayar atas kewajiban jangka pendek yang jatuh tempo sebesar 92 juta dolar AS (67,5 juta dolar AS plus 18 juta euro).

Pemondokan Haji Indonesia di Mekah Siap Ditempati

In Beragama on November 4, 2008 at 1:56 am

Tempat-tempat pemondokan bagi jemaah haji Indonesia selama berada di Mekah, Arab Saudi, sudah tersedia dan siap ditempati.

Gedung pemondokan di sektor XI yang berada di kawasan Jahir sekitar tiga kilometer dari Masjidil Haram itu sudah ditempeli stiker bendera Merah Putih dengan tulisan “Jemaah Indonesia”, nama wilayah, nomor sektor, dan nomor ruang pemondokan, demikian laporan ANTARA dari Mekah, Selasa.

“Untuk pondokan, alhamdulillah kebutuhan jemaah sudah terpenuhi, sudah ada dan dipersiapkan,” kata Kepala Daerah Kerja Mekah Zaenal Abidin Supi di Kantor Daerah Kerja Mekah yang berada di kawasan Aziziah I.

Menurut petugas Tamtir, Qowim, ruangan di gedung berlantai lima yang pada lantai tiga, empat, dan lima akan ditempati jemaah Indonesia itu sudah dilengkapi dengan tempat tidur.

Empat gedung di Sektor IX yang berada di kawasan Nushah, sekitar delapan kilometer dari Masjidil Haram, juga sudah ditempeli stiker penanda pemondokan jemaah haji Indonesia.

Bangunan yang berdiri di Shareq Jeddah Gadim (Jalan Jeddah Lama-red) dengan daya tampung masing-masing sekitar 300 orang itu juga sudah dipersiapkan bagi jemaah.

Gedung-gedung yang menurut pengurusnya, Imam Syafii, selesai dibangun tahun lalu itu sudah dilengkapi dengan tempat tidur tunggal bagi jemaah serta fasilitas pendukung lain seperti pendingin ruangan, dapur, kamar mandi dan kakus.

Dalam satu ruangan pemondokan di gedung itu berisi lima tempat tidur tunggal beserta kasur serta satu bantal, dan sudah berpendingin ruangan (air conditioner).

Setiap dua ruangan berkapasitas lima orang itu, terdapat satu kamar mandi dengan bak mandi untuk berendam (bathtub), wastafel dan kakus. Air di kamar mandi pun mengalir dengan lancar.

Selain itu ada juga ruang tidur yang berukuran sekitar 6 X 5 meter. Ruangan itu berisi 13 tempat tidur tunggal serta dilengkapi dengan satu kamar mandi, kakus dan wastafel.

Pemilik gedung, Muchsin Al Harby, menjamin tidak akan terjadi kekurangan air pada gedung yang dia sewakan.

Pemondokan jemaah di sektor lain seperti Sektor I di Syishah, Sektor II di Aziziah Sarkiyah, Sektor III di Aziziah Janubiah, Sektor VII di Syaukiah, Sektor VIII di Rosefah, sektor XIII di Ja`far, dan Sektor XIV di Hafair juga sudah siap ditempati jemaah haji.

Tahun ini pemerintah menyewa sekitar 600 ruang dengan kapasitas total 196.781 orang di Mekah, 20 persen di antaranya berada di kawasan Ring I yang berjarak hingga 1.400 meter dari Masjidil Haram.

Gedung-gedung itu berada di wilayah Sulaimaniah, Dahnatul Jin, Jumaizah, Ma`abdah, Jabal Kabah, Jarwal, Jarwal Taysir, Jarwal Gaslah, Hafair, Misfalah, dan Jiad Sud.

Sedangkan 80 persen pemondokan lainnya berada di kawasan Ring II, jaraknya di atas 1.400 meter sampai 10 kilometer dari Masjidil Haram.

Pemondokan jemaah di kawasan Ring II tersebar di wilayah Bakhutmah, Aziziah Syissah, Aziziah Janubiah, Aziziah Syimaliah, Aziziah Mahattah Bank, Awali, Hijrah, Khalidiah, Ka`kiah, Sauqiah, Nuzhah, Zahir, Sy Sitin
dan Rusyaifah.

Jika dibandingkan dengan sebaran pemondokan tahun 2007, tahun ini lebih banyak pemondokan yang berada di Ring II.

Tahun 2007, sebanyak 204 pemondokan yang dapat menampung 95.182 orang berada di kawasan Ring I dan hanya 171 pemondokan dengan daya tampung 106.243 orang yang ada di kawasan Ring II.

13 Kota Di Indonesia Mengalami Deflasi – Ambon Tertinggi

In Perekomonian on November 4, 2008 at 1:54 am

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan dari 66 kota di Indonesia, 13 kota di antaranya mengalami deflasi pada Oktober 2008 dan tertinggi adalah Kota Ambon dengan 1,63 persen, terendah Jambi dengan 0,03 persen.

Sementara 53 kota lainnya mengalami inflasi dan tertinggi dialami oleh Kota Palangkaraya 1,71 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) 116,13, demikian diumumkan Kepala BPS Rusman Heriawan di Jakarta, Senin.

Sedangkan inflasi terendah terjadi di Palu sebesar 0,03 persen dengan IHK 115,16.

Penyebab inflasi yaitu adanya kenaikan harga ditunjukkan oleh naiknya indeks pada kelompok barang dan jasa.

Kelompok bahan makanan tercatat naik 0,71 persen, kelompok makanan jadi, rokok, dan tembakau naik 0,77 persen, dan kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar naik 0,24 persen.

Sementara kelompok sandang 0,71 persen, kelompok kesehatan 0,52 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,39 persen, serta kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,10 persen.

Inflasi Indonesia Mencapai 10.96 Persen – Indeks Saham IHSG Naik

In Perekomonian on November 4, 2008 at 1:53 am

Angka inflasi Oktober 2008 mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin, ditutup naik tajam 7,64 persen.
IHSG BEI ditutup naik 96,012 poin menjadi 1.352,716 dan indeks LQ45 terangkat 20,732 poin atau 8,59 persen ke posisi 262,084.

Analis Riset PT Sinarmas Sekuritas Alfiansyah kepada ANTARA News di Jakarta, mengatakan, angka inflasi Oktober 2008 sebesar 0,45 persen diharapkan bisa dijadikan pertimbangan Bank Indonesia (BI) untuk menurunkan suku bunga acuannya (BI rate).

“Jika BI rate turun, maka bisa menormalkan kembali bisnis perbankan untuk pengucuran kreditnya, sehingga mendorong sektor riilnya,” tegasnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi sebesar 0,45 persen pada Oktober 2008 karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks kelompok barang dan jasa.

Sementara itu, inflasi tahun berjalan dari Januari – Oktober 2008 sebesar 10,96 persen dan inflasi year on year (Oktober 2008 terhadap Oktober 2007) tercatat sebesar 11,77 persen.

Selain itu, kenaikan indeks BEI ini juga dipengaruhi oleh naiknya bursa regional, di antaranya bursa Hongkong dengan indeks Hang Seng yang menguat 375,70 poin (2,69 persen) ke posisi 14.344,37 dan bursa Singapura dengan indeks Straits Times yang naik 89,55 poin (4,99 persen) ke level 1.883,75.

Sentimen di atas telah membuat pergerakan saham didominasi yang naik sebanyak 162 efek dibanding yang turun hanya 27, sedangkan 42 tidak berubah harganya dan 229 tidak aktif diperdagangkan.

Beberapa saham yang memimpin naiknya indeks diantaranya Timah yang menguat Rp160 menjadi Rp1.320, Perusahaan Gas Negara naik Rp270 ke level 1.670, Antam terangkat Rp140 ke posisi Rp1.180, Bank BCA melambung Rp125 ke Rp2.825, Bank BRI menguat Rp425 ke harga Rp3.875, Tambang Batubara Bukit Asam naik Rp1.075 ke Rp6.550 dan Bank Mandiri menguat Rp310 menjadi Rp1.870.

Volume perdagangan mencapai 4,002 miliar saham senilai Rp1,923 triliun dari 74.290 kali transaksi.

Masyarakat Bali Tidak Bisa Melaksanakan Undang Undang Yang Menyatakan Bahwa Menjadi Perempuan Adalah Sebuah Kejahatan

In Beragama, Berbudaya, Demokrasi, Kreatif, Taat Hukum on November 2, 2008 at 2:38 pm

Penolakan warga Bali terhadap Undang-Undang Pornografi terus bergulir. Setelah Gubernur Bali dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Bali bersikap, selanjutnya giliran puluhan mahasiswa menggelar demonstrasi penolakan di depan kampus Universitas Udayana, Denpasar, kemarin.

Para mahasiswa menyorot sembilan keburukan undang-undang tersebut, antara lain tidak mempunyai batasan yang jelas, mengancam persatuan, merendahkan martabat perempuan, merusak keberagaman budaya, dan menimbulkan kerancuan peraturan. “Masyarakat jangan mematuhi Undang-Undang Pornografi,” kata A. Haris, juru bicara mahasiswa.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika atas nama rakyat Bali sebelumnya menyatakan tidak dapat melaksanakan Undang-Undang Pornografi yang telah disetujui DPR pada Kamis lalu. Alasannya, undang-undang tersebut tidak sesuai dengan kondisi sosiologis dan filosofi masyarakat Bali. “Kami bukannya menolak. Kami hanya bilang tidak bisa melaksanakan,” ujar Mangku Pastika di Denpasar, Jumat lalu.

Sikap itu disokong Ketua DPRD Bali Ida Bagus Putu Wesnawa. Pihaknya tidak khawatir akan kemungkinan adanya tekanan dari pemerintah pusat terkait sikap tersebut. “Tekanan seperti apa? Kami tak bisa melaksanakan, terus mau bagaimana lagi?” katanya. “Undang-undang ini akan mentok di Bali.”

Selain Bali, daerah yang menolak pengesahan Undang-Undang Pornografi adalah Sulawesi Utara, Papua dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Sikap itu diambil, menurut Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara Veybe Rondonuwu, lantaran undang-undang tersebut bertentangan dengan budaya Sulawesi Utara.

Adapun aspirasi warga Yogyakarta, antara lain, disuarakan Forum Yogyakarta untuk Keberagaman, yang mendapat dukungan dari Gusti Kanjeng Ratu Hemas, istri Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Cendekiawan muslim Ahmad Syafii Maarif meyakini Undang-Undang Pornografi tidak akan mengancam pluralisme di Indonesia. “Pluralisme tidak akan terancam karena itu,” katanya di Padang kemarin. “Pluralisme itu masa depan Indonesia.”

Menurut ahli hukum tata negara dari Universitas Padjadjaran, Bandung, Profesor Sri Soemantri, satu-satunya jalan hukum yang dapat ditempuh oleh beberapa daerah yang kontra terhadap Undang-Undang Pornografi adalah mengajukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi. “Setelah undang-undang tersebut diundangkan, yaitu setelah disahkan oleh Presiden,” katanya kemarin.

Daerah-daerah yang tidak setuju, Sri menambahkan, dapat mengklaim bahwa undang-undang tersebut bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945. Adapun selama proses itu berlangsung, undang-undang tersebut tetap berlaku.

Ahli hukum tata negara dari Universitas Indonesia, Satya Arinanto, mengatakan Mahkamah Konstitusi bisa membatalkan beberapa pasal yang dianggap bertentangan dengan UUD 1945. Mahkamah bahkan pernah membatalkan keseluruhan undang-undang yang dianggap bertentangan dengan UUD, salah satunya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2002 tentang Ketenagalistrikan

Bekerja Adalah Kebutuhan Dan Bukti Tawakal Terhadap Yang Maha Esa

In Beragama, Berbudaya, Kreatif, Perekomonian on November 2, 2008 at 6:29 am

Uang memang perlu. Tetapi bekerja setelah purnakarya tidaklah semata-mata memburu uang. Bekerja adalah juga memenuhi kebutuhan batin.

”Tahun 1981, suami saya pensiun. Empat tahun ia meninggal dunia, saya kehilangan sekali,” tutur Sawitri tentang Soegeng Soenarjo yang anggota direksi Pabrik Gula Jatitujuh, Majalengka. ”Bekerja, bagi saya menjadi salah satu cara untuk menghibur diri,” tutur Sawitri. Selain menjadi aktualisasi diri, jualan pecel bagi Sawitri adalah juga pergaulan sosial, dengan berbagai kalangan pelanggan makanannya, tentunya.

Tahun 1987 Sawitri pindah ke Bandung dari Majalengka, ikut anak-anaknya yang masih kuliah di Bandung. Setelah anak-anaknya berkeluarga, Sawitri tinggal sendiri di rumah di kawasan Arcamanik, Bandung. Ia sebenarnya bisa tinggal dengan anak-anaknya, tapi memilih tinggal terpisah.

”Soalnya saya galak, he-he- he…,” seloroh Sawitri.

Tak hanya laku di sekitar Gelanggang Olahraga Saparua di Bandung. Nasi pecel Sawitri sering dipesan untuk hidangan acara besar. Sebuah hotel berbintang lima di Bandung juga pernah memesan nasi pecel buatannya. ”Resepnya saya masih rahasiakan lho,” kata Sawitri, yang membungkus nasi pecelnya dengan daun pisang. Pembeli boleh makan dengan piring, tetapi bisa juga di pincuk (tempat nasi dari daun pisang).

A Kardjono, mantan general manager sumber daya manusia sebuah perusahaan swasta terkemuka, mengaku bekerja kembali, ”Agar anak-anak tidak merosot semangat,” katanya.

Setahun sebelum ia memutuskan untuk pensiun dini, bisnis distro (distribution outlet)—jualan kaus, baju, dan jaket-jaket anak-anak muda—di Kelapa Dua tak berjalan lancar. Seret, bahkan terkadang tidak laku sama sekali.

”Saya diminta mereka untuk berhenti kerja, membantu mereka,” tutur Kardjono. Setelah dibantu Kardjono, bisnis anak- anaknya pun menggeliat. Pindah ke kawasan lain, di wilayah Jalan Tebet Utara Dalam yang tadinya sepi. Kini kawasan ini menjadi ramai. Tak hanya distro anak-anak Kardjono, tetapi juga sekitar lima distro lain dan juga restoran-restoran lain

Bila Ingin Maju Setiap Tahun Harus Menambah Satu Jenis Usaha dan Bisnis

In Berbudaya, Kreatif, Perekomonian on November 2, 2008 at 6:25 am

Satu, ditambah satu, ditambah satu. Apa maksud? Menurut A Kardjono, dalam berusaha, di benaknya setiap tahun usaha harus bertambah satu. Entah itu berupa pembaruan jualannya ataupun bidang usahanya.

Selalu ada pembaruan, itu menjadi motivasi kerjanya. Desain kaus, yang ditangani pegawai ketiga anaknya, hanya boleh bertahan tiga bulan. Setelah tiga bulan, jika tak laku, kaus, jaket, atau baju itu digudangkan dulu.

”Setiap Juni dan Desember ada sale, jual seharga pokok. Barang-barang yang digudangkan itu dijual,” tutur Kardjono. Dengan begitu, desain dan model hanya bertahan tiga bulan.

Ini mungkin nostalgia. Dulu ketika masih jadi petinggi di perusahaan swasta, ada kebiasaan rapat pimpinan setiap hari Rabu. ”Saya juga bikin reboan untuk pegawai-pegawai saya. Mengevaluasi produk dan membicarakan rencana,” katanya. Dari forum reboan inilah, kemajuan perusahaan ditentukan.

Salah satu rencana ke depan, Kardjono ingin membuat sebuah usaha baru. Semacam pusat suvenir. Salah satu jualannya sudah diproduksi. Bukan makanan, bukan pakaian, tetapi tanaman. Anthurium, yang baru tumbuh, dikemas sedemikian rupa sehingga bisa untuk suvenir bagi mereka yang datang hajatan seperti kawinan, sekaligus melakukan penghijauan.

Aktifitas Wartawan Indonesia Mulai Meresahkan Dan Melanggar Hak Asasi Orang Lain

In Aneh Dan Lucu, Berbudaya, Demokrasi, Kebodohan Mega on November 2, 2008 at 5:36 am

Keluarga Amrozi di Desa Tenggulun, Kecamatan Solokuro, Lamongan, Jawa Timur, memprotes wartawan media elektronika, karena dianggap terlalu berlebihan mengeksploitir keluarganya.

Kepala Desa Tenggulun, Abu Sholeh (40), Minggu, kepada ANTARA menyatakan keluarga Amrozi selain memprotes pemberitaan media elektronika, juga langsung mengadu kepada Polsek Solokuro dan aparat desa.

Protes juga disampaikan kepada wartawan yang bersangkutan.

Dalam pengaduannya, keluarga Amrozi meminta wartawan agar tak mengeksploitir keluarganya, terutama ibunya, Ny. Tariyem, karena sudah tua. Di samping itu, hingga sekarang ini jadwal pelaksanaan eksekusi Amrozi cs masih belum jelas.

“Permintaannya kami diminta menyuruh wartawan yang ada pergi dari desa,” katanya.

Menurut dia, keluarga Amrozi sebenarnya tidak keberatan dengan pemberitaan media elektronika, cetak dan radio, baik dalam dan luar Negeri. Tetapi, setelah Ny. Tariyem yang sedang bekerja di ladang menjadi pemberitaan media elektronika, akhirnya keluarga Amrozi menjadi keberatan.

Namun demikian, kata Abu, dirinya mengaku tidak bisa melarang wartawan yang jumlahnya puluhan, lengkap dengan kendaraan bermotor dan peralatan, untuk tidak meliput.

“Sikap desa hanya sebatas menertibkan wartawan yang berdatangan ke desa kami, agar tidak menggangu kegiatan sehari-hari masyarakat,” katanya menjelaskan.

Dia mencontohkan, puluhan kendaraan roda empat wartawan yang diparkir di jalan desa setempat malang melintang sempat menimbulkan protes warga. Sebab, warga yang membawa sapi atau cikar sapi tidak bisa atau berani lewat di jalanan itu.

“Kalau sekarang sudah tertib, karena kendaraannya masuk ke halaman sekolahan,” katanya.

Menurut dia, kendaraan wartawan yang diparkir di halaman sekolahan, kalau hari ini masih belum menimbulkan masalah, karena libur. Tetapi, ketika hari mulai masuk sekolah lagi akan menimbulkan masalah baru.

“Guru-guru sudah mulai mengeluh siswanya, baik TK, SD dan MTs tidak bisa konsentrasi karena melihat adanya wartawan,” katanya.

Sementara itu, Mualim, keluarga Amrozi, menyatakan kedatangan wartawan di Desa Tenggulun, juga memancing warga desa tetangga, mulai Desa Payaman, Sugihan dan Desa Sendang di Kecamatan Paciran, berdatangan untuk melihat kedatangan puluhan wartawan yang berkumpul di Tenggulun.

“Sejak kemarin warga lain desa berdatangan dengan naik sepeda motor, mirip rekreasi saja, “katanya, dengan nada prihatin

Akhir Dari Bakrie … Setelah Terpaksa Menjual Bumi Resources Untuk Melunasi Hutang Sebesar Hampir 13 Triliun

In Perekomonian on November 1, 2008 at 8:14 am

PT Bakrie and Brothers Tbk akhirnya melepas seluruh kepemilikannya di PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kepada konsorsium Northstar Pacific senilai US$ 1,3 miliar. Penjualan BUMI kepada konsorsium Northstar Pacific itu sekaligus menandai pelepasan andalan Grup Bakrie, demi melunasi utang-utangnya.

BNBR terpaksa melepas seluruh portofolionya di BUMI lantaran sedang dililit utang gadai saham dengan jumlah pokok sebesar Rp 11,51 triliun dan bunga pinjaman sekitar Rp 1,22 triliun. Totalnya sekitar Rp 12,73 triliun.

Rencana penjualan BUMI pun langsung mendapat sambutan hangat. Investor dari dalam dan luar negeri berebut saham BUMI, termasuk para BUMN.

Siapapun pasti ngiler dengan BUMI. Hingga semester I-2008, BUMI berhasil membukukan laba bersih hingga US$ 436,8 juta atau sekitar Rp 4,5 triliun. Perolehan laba tersebut berarti naik hingga 150% dibandingkan semester I-2007, terutama berkat naiknya harga batubara.

Namun kilauan kinerja BUMI tersebut tidak terjadi dalam waktu sekejap dan sempat mengalami jatuh bangun hingga pergantian bisnis inti.

Sementara harga sahamnya pun terus menanjak. Jika pada tahun 2006 harganya hanya berkisar padaRp 760, maka pada tahun-tahun berikutnya harga saham BUMI terus menanjak dan mencapai titik tertingginya pada 23 Juni 2008 sebesar Rp 8.500.

Namun semenjak kabar gadai saham BUMI muncul, sahamnya terus tergerus. Pada 6 Oktober 2008, saham BUMI ditutup pada Rp 2.175, sebelum akhirnya disuspensi pada perdagangan 7 Oktober.

Berikut sepenggal kisah dari Bumi Resources yang dulunya sempat bernama PT Bumi Modern Tbk, seperti dikutip detikFinance dari situs BUMI dan sumber-sumber lain, Sabtu (1/11/2008):

Tahun 1990, mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya.

Tahun 1997, PT Bakrie Capital Indonesia mengambil alih seluruh saham yang dimiliki Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912 (AJB Bumiputera) sebanyak 58,51%.

13 Agustus 1998, RUPSLB Bumi Modern menyetujui perubahan bisnis inti dari sektor perhotelan dan turisme ke bisnis migas serta pertambangan.

Tahun 2000, perseroan mengambil alik 97,5% saham Gallo Oil (Jersey) Ltd. Gallo Oil didirikan di Jersey pada 17 Desember 1997.

20 September 2000
, Departemen Hukum dan HAM menyetujui perubahan nama dari PT Bumi Modern Tbk menjadi PT Bumi Resources Tbk.

November 2001
, BUMI mengakuisisi 80% saham PT Arutmin Indonesia dari BHP Minerals Exploration Inc. Ketika itu, Arutmin merpakan tambang batubara terbesar keempat di Indonesia dengan 4 tambang terbuka di Senakin, Satui, Asam-asam dan Batulicin, yang semuanya berlokasi di Kalimatan Selatan.

Oktober 2003, BUMI mengakuisisi 100% saham PT Kaltim Prima Coal (KPC), sekaligus menempatkan BUMI sebagai produsen batubara terbesar di Indonesia.

April 2004, perseroan mengakuisisi 19,99% saham Arutmin yang dimiliki PT Ekakarsa Yasakarya Indonesia. Dengan demikian, kepemilikan BUMI di Arutmin mencapai 99,99%.

Desember 2005, BUMI memfinalisasi divestasi saham KPC. Hasilnya, kepemilikan BUMI di KPC baik langsung ataupun tidak langsung mencapai 95%.

21 April 2008, induk BUMI, PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) menggadaikan saham BUMI untuk memperoleh pinjaman pendek dari Odickson Finance di harga Rp 6.790 per saham.

7 Oktober 2008, 6 emiten Grup Bakrie disuspensi, termasuk BUMI.

31 Oktober 2008, BNBR mencapai kesepakatan untuk pembelian 35% saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) senilai Rp 12,536 triliun

DIBELI OLEH NORTHSTAR

onsorsium Northstar Pacific segera menandatangani Conditional Sale & Purchase Agreement (CSPA) atas pembelian 35% saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) senilai Rp 12,536 triliun.

Acara penandatanganan akan dilaksanakan siang ini, Sabtu (1/11/2008) di Wisma Bakrie 2 pukul 14.00 WIB.

“Konsorsium Northstar Pacific akan menandatangani CSPA pembelian 35% saham BUMI di harga Rp 1.846 per saham siang ini,” ujar sumber yang mengetahui rencana tersebut saat dihubungi, Sabtu (1/11/2008).

Saham yang akan dibeli oleh konsorsium 1 perusahaan asing dan 1 perusahaan lokal tersebut merupakan seluruh saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) di BUMI. Total kepemilikan BNBR di BUMI sebanyak 6.791.400.000 saham (35%). Dengan harga pembelian Rp 1.846 per saham, total nilai transaksi akan sebesar Rp 12.536.924.400.00.

Sebelumnya, Northstar dan San Miguel (Filipina) bersaing ketat untuk menguasai 35% saham BUMI. Namun karena Northstar memberikan penawaran lebih tinggi ketimbang San Miguel, manajemen BNBR memilih memberikan seluruh portofolionya di BUMI pada konsorsium Northstar Pacific.

Northstar Pacific adalah perusahaan investasi milik Patrick Walujo yang merupakan kepanjangan tangan Texas di Indonesia. Menurut sumber tersebut, pada awalnya negosiasi pembelian saham itu juga melibatkan Tata Group. Tapi, kelompok
usaha dari India ini memilih mundur sebelum pembicaraan tuntas. Tata Group rela melepas kesempatan memiliki saham perusahaan tambang batubara tersebut.

Salah satu persyaratan yang diajukan BNBR langsung oleh Nirwan Darmawan Bakrie, adalah opsi pembelian kembali (buy back). Nirwan, kata dia, mengajukan opsi pihaknya bisa membeli kembali saham dalam jangka waktu dua tahun.

BNBR terpaksa melepas seluruh portofolionya di BUMI lantaran sedang dililit utang gadai saham dengan jumlah pokok sebesar Rp 11,51 triliun dan bunga pinjaman sekitar Rp 1,22 triliun. Totalnya sekitar Rp 12,73 triliun. Hasil penjualan 15,3% saham ELTY dan 5,6% saham UNSP hanya meraup dana sebesar US$ 56 juta atau setara dengan Rp 516,6 miliar.
Padahal sisa pokok pinjaman berikut bunga yang masih harus dibayarkan BNBR mencapai Rp 12,73 triliun. Artinya, jika dikurangi perolehan penjualan ELTY dan UNSP, total yang masih harus dibayarkan BNBR mencapai Rp 12,213 triliun.

Kabarnya, setelah transaksi ini dilaksanakan, Bursa Efek Indonesia (BEI) berniat membuka penghentian sementara perdagangan saham (suspensi) 3 emiten grup Bakrie pada perdagangan Senin 3 November 2008.