Harga Biji Coklat Di Sulawesi Selatan dan Papua Jatuh

Harga biji kakao setelah terbitnya Peraturan Menteri Keuangan Nomor 67 Tahun 2010 tentang Bea dan Tarif Keluar biji kakao diberlakukan 1 Mei lalu terus melorot. Di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, harga biji kakao kini Rp 15.000 per kilogram atau turun Rp 5.000 dari bulan lalu.

Saat ini pedagang pengepul biji kakao di Jayapura, Papua, juga kebingungan memasarkan hasil. Setelah sebulan ini harga turun hingga 30 persen, permintaan permintaan bandar besar kakao di Makassar berkurang.

M Rivai (55), petani di Desa Moliwowo, Kecamatan Angkona, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, mengaku kecewa meski hasil panen tahun ini bagus.

”Pengepul bilang harga biji kakao turun karena sekarang dikenai pajak,” kata petani pemilik 1 hektar lahan kakao itu. Kondisi ini diperparah kenaikan harga pupuk pestisida dari Rp 62.000 per karung (isi 50 kg) menjadi Rp 80.000 per karung.

Guna mendapatkan 300 kg biji kakao, Rivai harus menyediakan 1 ton pupuk dan ongkos angkut Rp 20.000 per karung ke tempat pengepul.

Hal serupa dialami Syarifuddin (60), petani di Kecamatan Tomoni, Luwu Timur. Menurut dia, harga Rp 15.000 per kg terendah selama 30 tahun ini.

Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin, Ambo Ala, juga menyatakan, kebijakan pemerintah menetapkan bea ekspor kurang tepat.

Total produksi kakao di Tanah Air mencapai 779.000 ton dan 65,2 persen di antaranya berasal dari Sulawesi dengan luas areal 932.762 hektar dan melibatkan 765.910 petani.

Di Jakarta, Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melakukan pembahasan dan dialog secara intensif dengan Asosiasi Kakao Indonesia (Askindo), Senin (31/5). DPD lalu mendesak Menteri Keuangan agar meninjau kembali pemberlakuan peraturan menteri mengenai pengenaan bea keluar terhadap biji kakao ekspor karena dinilai membebani petani.

DPD menilai masalah yang disampaikan Askindo sangat kuat dan melibatkan beberapa faktor lain sektor, seperti kesejahteraan petani, ketersediaan bahan baku, dan biaya produksi. Karena itu, dalam merevisi Peraturan Menteri Keuangan Nomor 67 Tahun 2010, perlu melibatkan pihak- pihak terkait seperti Menteri Pertanian dan Menteri Perdagangan.

About these ads

3 responses to “Harga Biji Coklat Di Sulawesi Selatan dan Papua Jatuh

  1. informasi nya bermanfaat

  2. minta nomor tlp penjual biji kopi dan biji coklat di papua

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s