Korban Gunung Sinabung Akhirnya Meninggal Dunia

Korban Letusan Gunung Sinabung Akhirnya Meninggal Dunia

Nimaken Surbakti, 54, yang meninggal akibat meletusnya Gunung Sinabung di Tanang Karo, langsung disemayamkan di rumah duka di Desa Cinta Rakyat, Kecamatan Merdeka, Tanah Karo, Sumatera Utara, Minggu (29/8).

Informasi yang diterima Pos Kota, korban meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju tempat pengungsian di Kecamatan Brastagi.

Sebelumnya tim medis rumah sakit setempat, gagal menyelamatkam nyawanya. Korban diduga meninggal karena terguncang dan menderita sesak napas saat Gunung Sinabung meletus.

Selain mengakibatkan satu orang tewas, lontaran api pijar dan hujan debu vulkanik yang terjadi Minggu dinihari.

Seperti diberitakan letusan gunung tersebut tidak hanya membuat warga panik. Kabut asap bercampur belerang menimbulkan bau menusuk hidung dan mengganggu jarak pandang. Ribuan warga terpaksa mengungsi di Kota Kabanjahe yang dianggap paling aman, termasuk menempati tepi jalan dengan kondisi memprihatinkan.

Hingga siang ini, kepulan asap tebal dan hujan debu akibat letusan Gunung Sinabung terus terjadi.

Meski letusan mereda, arus pengungsian warga dari 13 desa di kaki gunung tersebut terus berlangsung. Selain membawa sanak keluarga, mereka membawa perbekalan ke tempat pengungsian

Letusan Gunung Sinabung Tidak Berbahaya, Tapi Kok Ada Yang Meninggal Dunia

Kepulan asap dan hujan debu dari Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, diprediksi tidak akan disusul letusan gunung. Sangat kecil kemungkinannya Gunung Sinabung meletus. Karena itu, warga tidak perlu panik.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Surono mengatakan hal tersebut saat dihubungi dari Medan, Sumatera Utara, Sabtu (28/8). ”Gunung Sinabung ini termasuk gunung tipe B yang sejak tahun 1600 tidak diketahui letusannya. Artinya, gunung ini tidak berbahaya,” katanya.

Gunung Sinabung, menurut Surono, merupakan salah satu gunung yang tidak diawasi karena tidak berbahaya. Gunung ini memang aktif, ditandai dengan adanya manifestasi belerang (sulfatara) dan uap air atau asap.

Mengenai munculnya asap dan debu, Surono menjelaskan bahwa hujan lebat yang mengenai magma statis pada gunung akan berubah menjadi uap air atau asap. Pada saat bersamaan, material-material halus gunung ikut terbang bersama tekanan atau entakan uap air tersebut sehingga memunculkan debu.

Jumat pukul 18.00, debu dan asap tebal keluar dari Gunung Sinabung. Asap dan debunya mencapai Brastagi, sekitar 20 kilometer dari Gunung Sinabung.

Ribuan warga mengungsi ke pusat kota Kabanjahe, ibu kota Kabupaten Karo. Mereka terutama berasal dari Desa Sigarang-garang, Bakera, Simacem, dan Sukanalu yang hanya berjarak 3 sampai 4 kilometer dari Gunung Sinabung. Warga panik dan memperkirakan gunung itu akan meletus.

”Setelah berkonsultasi dengan PVMBG, kami mendapatkan kabar, aktivitas Gunung Sinabung tidak berbahaya. Maka itu, kami meminta warga tetap tenang,” kata Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Karo yang juga Petugas Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana Kabupaten Karo Suang Karokaro.

Kemarin pagi, asap dan debu mereda dan warga kembali ke rumah masing-masing. Namun, aktivitas warga belum normal. Sebagian besar masih dihantui ketakutan. Apalagi mereka mendapat informasi, dua pemburu burung hilang saat asap dan debu keluar dari Gunung Sinabung.

”Mereka (dua orang tersebut) sudah kami temukan Sabtu pagi dalam kondisi selamat. Mereka berlindung di salah satu goa di gunung itu,” kata Ketua Tim SAR Ranger Gunung Sinabung Arifin Ginting.

Tim dari PVMBG dan Badan SAR Nasional tengah menuju Karo untuk mengetahui kondisi nyata di sekitar Gunung Sinabung. ”Pukul 14.30 mereka tiba di Medan dan langsung ke Kabupaten Karo,” kata Arifin

About these ads

One response to “Korban Gunung Sinabung Akhirnya Meninggal Dunia

  1. dengan berbagai kejadian bencana alam yang menimpa indonesia beberapa tahun terakhir ini, seharusnya membuat kita sadar dan mawas diri tentang arti hidup dan apa tujuan hidup kita sebenarnya…
    semoga korban bencana alam tersebut diberikan kesabaran dan ketabahan..aamiin

    Bolehngeblog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s