Status Letusan Anak Gunung Krakatau Masih Waspada


Status Gunung Anak Krakatau hingga saat ini masih waspada atau berada di level II. Belum ada peningkatan status menjadi siaga atau level III. Jumlah gempa yang terjadi masih naik-turun. Letusan yang terjadi pun belum berdampak pada masyarakat karena lokasi gunung ini di tengah perairan Selat Sunda yang jauh dari permukiman warga.

Setelah dua hari sejak Jumat sampai Sabtu akhir pekan lalu, jumlah gempa meningkat dari 763 kali menjadi 780 kali per hari, gempa di Gunung Anak Krakatau sepanjang Minggu (31/10) hingga pukul 24.00 turun menjadi 729 kali.

Sepanjang hari Minggu tersebut terjadi 31 gempa vulkanik A dengan kedalaman 1-3 kilometer, 221 gempa vulkanik B yang berkedalaman kurang dari 1 kilometer dari permukaan gunung, 178 letusan, 148 embusan, dan 151 tremor atau gempa yang berulang-ulang.

”Statusnya masih waspada, belum siaga. Peningkatan status tidak dapat dilakukan gegabah karena menimbang banyak faktor. Jumlah gempa pun masih fluktuatif,” kata Kepala Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau di Pasauran, Banten, Anton S Tripambudhi ketika dihubungi hari Senin (1/11).

Terkait naik-turunnya jumlah gempa tersebut, Anton menuturkan, pihaknya terus mencermati aktivitas Gunung Anak Krakatau. ”Semua terus kami pantau. Sebab meskipun jumlah gempa turun dari 780 kali menjadi 729 kali, tremor di Krakatau meningkat dari 146 kali menjadi 151 kali. Ini menandakan aktivitas di Krakatau masih berlangsung,” katanya.

Lontaran material dari Gunung Anak Krakatau belakangan ini sejauh 100 meter hingga 200 meter, dengan ketinggian bubungan asap sulfatara mulai 200 meter hingga 1.500 meter. Menurut Anton, sejauh ini letusan Gunung Anak Krakatau belum berdampak bagi warga karena letak gunung berapi aktif ini ada di tengah laut, yakni di Selat Sunda.

Terkait imbauan kepada warga, baik nelayan maupun wisatawan, agar tidak mendekat dalam radius 2 kilometer dari Gunung Anak Krakatau, Anton menuturkan bahwa hal ini dimaksudkan untuk menghindarkan mereka dari kemungkinan terkena lontaran material.

Perairan Selat Sunda sekitar Gunung Anak Krakatau memang menjadi salah satu lokasi yang dituju para nelayan. ”Banyak nelayan yang mencari ikan di perairan setempat, tetapi sejauh jaraknya lebih dari 2 kilometer dari Pulau Gunung Anak Krakatau, masih aman,” kata Anton.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Kalianda, Lampung, Andi Suardi mengatakan, selama ini memang kerap ada wisatawan yang ingin berkunjung ke Krakatau.

”Namun menyusul kondisi yang terjadi belakangan ini, kami sudah meminta agar wisatawan tidak mendarat ke Gunung Anak Krakatau,” ujarnya.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s