Kepadatan Penduduk Di Jakarta Telah Meresahkan


Konsentrasi penduduk yang tinggi di sejumlah permukiman di Jakarta menimbulkan pelbagai persoalan. Secara fisik masyarakat harus hidup berimpitan di gang sempit, di rumah dan lingkungan yang minim sanitasi.

Lokasi paling padat penduduk di Jakarta adalah di Kecamatan Johar Baru, Kecamatan Tambora, dan Kecamatan Cilincing. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2010, kepadatan penduduk di Johar Baru mencapai 48.952 jiwa per kilometer persegi, di Tambora 43.789 jiwa per kilometer persegi, dan di Kecamatan Cilincing 9.355 jiwa per kilometer persegi.

Di Johar Baru, kesesakan penduduk terjadi di sejumlah wilayah. Rumah-rumah petak bertingkat memenuhi pelbagai gang sempit. Sebagian rumah menjadi tempat tinggal lebih dari satu kepala keluarga.

Rumah yang sempit membuat sebagian pemilik tidak melengkapi rumah dengan toilet memadai. Sebagian besar menyediakan kamar mandi yang hanya dipakai mandi, buang air kecil, dan mencuci. Sementara untuk buang air besar dilakukan di WC umum yang berderet di tepi Sungai Sentiong.

Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Tambora. Di Kelurahan Jembatan Besi, kepadatan perumahan menyebabkan ada gang yang tak terkena sinar matahari karena tertutup bangunan di atasnya.

Satu rumah berukuran 4 meter x 6 meter bisa dihuni lebih dari 10 orang. Lebih dari 50 persen warga adalah pendatang, mayoritas dari Provinsi Banten. Wilayah Tambora yang strategis menjadi salah satu magnet penarik bagi para pendatang.

”Jumlah penduduk di Tambora lima kali lipat dari jumlah ideal. Permasalahan yang dihadapi menjadi sangat kompleks, mulai dari kemacetan, sanitasi, listrik ilegal, hingga sering terjadi kebakaran,” kata Camat Tambora Isnawa Adji, Kamis (13/1).

Gesekan sosial

Selain persoalan fisik lingkungan, kepadatan penduduk yang tinggi menimbulkan gesekan sosial antarwarga. Tidak tersedianya cukup lapangan kerja bagi semua warga menimbulkan pengangguran yang turut memicu gesekan tersebut.

”Sebagian warga saya hanya tamat SD. Banyak juga yang putus sekolah. Sebagian dari mereka pengangguran,” kata Kusnadi, Ketua RT 06 RW 04 Kelurahan Tanah Tinggi.

Hal yang sama terjadi di Tambora. Cholil, Ketua RW 03 Kelurahan Jembatan Besi, mengatakan, karena tidak ada aktivitas positif, para pemuda mudah tersulut tawuran hanya karena soal sepele.

”Bisa setiap pekan terjadi tawuran di sini,” katanya.

Di Johar Baru, pergesekan sosial juga terwujud dalam bentuk tawuran antarwarga di sejumlah titik. Selain itu, permukiman yang padat juga menjadi arena sebagian kalangan untuk peredaran narkoba.

Sementara itu, di Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, terdapat kesenjangan ekstrem antara pesatnya perkembangan Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Marunda dan situasi ekonomi masyarakat setempat.

Meski berimpitan dengan kawasan industri, sekitar 30 persen rumah tangga di Kecamatan Cilincing tergolong miskin. Penduduk di sana bekerja sebagai nelayan, buruh pelabuhan, atau pedagang kecil.

Dari total tujuh kelurahan di Kecamatan Cilincing, penduduk terpadat adalah di Kelurahan Kali Baru. Selain itu, jumlah rumah tangga miskin di Kelurahan Kali Baru juga paling tinggi dibanding kelurahan lain, seperti Sukapura, Rorotan, Marunda, Cilincing, dan Semper Barat.

Karena berdekatan dengan KBN dan Pelabuhan Tanjung Priok, jalan di sekitar Kecamatan Cilincing kerap macet. Kendaraan berat memadati ruas jalan sehingga kendaraan umum sulit melintas.

Siang hari kepadatan arus lalu lintas juga terjadi di jalan kampung. Padahal, permukiman penduduk di kawasan ini sangat padat.

”Jalan sempit sekali, tempat terbatas, kami berjualan di pinggir jalan,” kata Yanto (30), penjual sayur di Jalan Raya Cilincing.

About these ads

One response to “Kepadatan Penduduk Di Jakarta Telah Meresahkan

  1. akibat terlalu lama dibiarin atau dicuekin oleh pemerintah yg tidak cepat mengambil sikap……ya seprti ini jadinya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s