Cara Melakukan Fogging Nyamuk Deman Berdarah Yang Benar Bila Ada Yang Terjangkit DBD


Pengasapan atau fogging untuk memberantas nyamuk aedes aegypti penyebab demam berdarah bisa berbahaya jika dilakukan tanpa prosedur. Selain bisa menyebabkan orang yang menghirup gas semprotan keracunan, fogging juga berdampak buruk bagi keseimbangan ekosistem.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta, mengimbau warga menghentikan aktivitas fogging. Sebab, saat ini masih banyak warga yang melakukan penyemprotan tanpa berkoordinasi dengan instansi tersebut. Padahal, hal itu sangat berbahaya.

“Kalau saya perhatikan sekarang, masih banyak warga yang melakukan fogging sembarangan. Masyarakat melakukan sendiri tanpa berkoordinasi dengan petugas kesehatan, baik tingkat Sudin Kesehatan maupun di puskesmas,” ujar Dien Emawati, Kepala Dinas kesehatan DKI Jakarta.

Dien Emawati mengatakan, koordinasi sangat diperlukan mengingat ada standar campuran untuk fogging. Minimal, cairan dan obat yang digunakan harus sesuai dengan standar Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Selain itu, fogging biasanya dilakukan jika ada warga yang terkena DBD di suatu wilayah. Itupun harus ada surat keterangan dari dokter rumah sakit atau puskesmas. Nantinya, kata Dieni, dokter akan turun ke alamat korban untuk melakukan observasi. Biasanya petugas akan mengecek apakah di lingkungan sekitar rumah penderita DBD ini ada warga lain yang mengalami demam tinggi atau tidak.

Jika ada, dapat diindikasikan penularan DBD itu dimulai dari lingkungan tersebut. Terlebih jika ditemukan juga jentik-jentik nyamuk dalam jumlah banyak. Dalam kondisi demikian, petugas kesehatan akan melakukan penyemprotan.

“Namun jika hasil penyelidikan epidemiologi (PE) itu negatif, tidak boleh dilakukan fogging. Jika tetap dilakukan, justru akan merusak eksositem yang ada seperti mematikan sejumlah serangga,” ungkapnya.

Pada triwulan pertama (Januari-Maret) tahun 2011, jumlah kasus DBD pun cenderung mengalami penurunan. Jika pada Januari tercatat sebanyak 1.099 kasus, jumlah itu menurun hanya menjadi 802 kasus di bulan Februari. Sedangkan di bulan Maret (hingga 23 Maret), jumlah kasus DBD tercatat hanya 240 kasus.

“Jika melihat data tersebut, tentu terjadi penurunan yang sangat signifikan, khususnya sejak Februari dan Maret tahun ini. Jadi, tidak benar jika ada yang mengatakan, saat ini kasus DBD mulai merebak di sejumlah rumah sakit di Jakarta,”

About these ads

3 responses to “Cara Melakukan Fogging Nyamuk Deman Berdarah Yang Benar Bila Ada Yang Terjangkit DBD

  1. iya ne semakin cemas dengan DBD… :(

  2. ah nunggu fogging dari dinas kesehatan mah sama aja mengharap hujan di musim kemarau, udah lapor, tetp aja ga direspon sampe 3x jawabannya sama, nanti kami tindak lanjuti laporan ibu :(

    daripada kena db, mendingan bayar pest control deh buat fogging.

  3. edwan marwan farhansyah

    mendingan PSN yang benar , dari pada Fogging

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s