Ruas Jalan Tol Menuju Bandara Soekarno-Hatta Macet Total Selama 3 Hari Karena Tiang Pondasi Tol Rusak Parah

Lalu lintas menuju Bandara Soekarno-Hatta melalui jalan tol Ir Sedyatmo macet total selama tiga hari ini. Kemacetan itu diperkirakan akan berlanjut sampai 7 hari ke depan. Penyebabnya adalah rusaknya tiang pondasi penyangga ruas atas jalan tol menuju Kamal dan Jalan Daan Mogot. Pihak Jasamarga, dibantu anggota polisi Patroli Jalan Raya (PJR) pun terpaksa menutup ruas jalan yang baru saja ditinggikan sekitar setahun lalu.

Pantauan Warta Kota pada Senin (11/7) malam, puluhan kerucut (cone) pembatas jalan tampak memagari ruas kiri lajur atas jalan tol menuju bandara. Kerusakan jalan berawal dari kilometer 21 hingga kilometer 23. Alhasil, puluhan kendaraan pribadi dan truk besar pun harus mengantre di lajur bawah. Mobil-mobil pribadi dan truk yang ingin menuju Kamal dan memasuki JORR W1, dapat kembali masuk ke lajur atas di kilometer 25.

Dampak rusaknya jalan itu terlihat dari kendaraan yang mengular sampai Pluit, Grogol, maupun Tanjungpriok. Dari arah Grogol antrean kendaraan sudah terlihat di kilometer 16, tepatnya dari Jelambar. Beberapa pengemudi yang ditemui Warta Kota pun mengeluh perihal kemacetan luar biasa ini.

Menurut polisi lalu lintas yang bertugas di tempat, kemacetan akibat penutupan jalur rusak tersebut sudah terjadi selama kurang lebih tiga hari. “Kami melakukan pengalihan jalan dari hari Sabtu malam lalu,” ujar anggota Patroli Jalan Raya, Aiptu Agus, Senin (11/7) pukul 19.30.

Menurut Agus, kerusakan lajur tersebut sudah terlihat dari Jumat petang. “Ketika itu, kami menerima laporan bahwa ada sebuah mobil yang kejeblos ketika sedang melintas di lajur tersebut. Untung saja pengendaranya tidak cedera,” ujar Agus lagi.

Sementara itu Direktur Utama PT Jasa Marga, Frans S Sunito, saat dikonfirmasi Warta Kota menjawab melalui pesan singkatnya. Katanya, pihaknya telah melakukan perbaikan permanen keretakan di KM 21-23 itu. Diperkirakan perbaikan rampung dalam tujuh hari ke depan.

Maka untuk sementara hanya kendaraan kecil saja yang diperbolehkan melintas di lajur atas tol tersebut. Sementara kendaraan besar dan kendaraan berat diharuskan melalui jalur bawah.

Saat ditanya mengenai penyebab keretakan, Frans menuturkan pihaknya masih melakukan evaluasi. Dia memastikan penyebab keretakan bukan karena kesalahan konstruksi pembangunnan. “Penyebabnya sedang kita evaluasi, mungkin ada ketidaktelitian namun bukan kesalahan,” kata Frans

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s