Ratusan penghuni Rumah Susun Bulak Wadon, Cengkareng, Jakarta Barat meminta Pemprov DKI Jakarta segera memperbaiki saluran air di lingkungan wilayahnya karena jika hujan kebanjiran. ”Hujan Minggu malam, langsung banjir dan terpaksa warga harus ngangkat sepatu,”keluh Marto, satu penghuni rumah susun.
Tidak hanya 560 penghuni Rusun Bulak Wadon yang harus gulung celana atau angkat sepatu, tapi juga karyawan Kantor Pengadilan Agama mengalami nasib serupa bahkan halaman kantornya kebanjiran. Di bagian dalam kantor ikut juga becek karena pengunjung tidak bisa menghindari banjir.”Kalau banjir datang ke bank atau ke ATM pasti dapat duit, tapi kalau urusan ke pengadilan masalah pasti prihatin karena urusan keretakan rumah tangga,” ucap Sam, satu pengunjung yang tengah berperkara dengan istrinya.
Banjir yang menggenangi sepanjang Jl. Flamboyan merupakan jalan satu satunya bagi warga baik dari Rusun Bulak wadon ataupun ke pengadilan Agama, kedalaman air mencapai 20Cm sampai 40 Cm. Sebagian besar anak-anak sekolah tak bisa menggunakan sepeda motor karena akan mogok.
Lebih parah lagi genangan air itu bercampur sampah karena tak jauh dari lokasi ini merupakan pembuangan lokasi sampah sementara (LPS) dan sampah yang semula memenuhi saluran air menyembul mengotori lingkungan. ”Tujuh lokasi jalan di wilayah ini terputus dan sampai 21 tahun ini belum ada kelanjutannya.Seperti jalan di RT 001,002,007,008 dan 009/10.
Secara terpisah Wakil Camat Cengkareng, Dirhamul N.menjelaskan , pihak kecamatan selalu melanjutkan usulan warga melalui Musyawarah Pembangunan (musrenbang) sampai ketingkat kota. ”Baru tahun lalu sebagian lingkungan sudah dibuat jalan sistim cor, lokasi lainnya mungkin bertahap.”katanya.
bagai mana bisa beres wong yang satu pegang buntut yang lain juga pegang buntut