Kilometer 90-an Tol Cipularang Memang Banyak Gangguan Geopati


Sejumlah sopir bus yang setiap hari melintasi Jalan Tol Cipularang sudah maklum kalau ada orang yang berpendapat bahwa di jalur tersebut ada bagian yang angker, yakni dari Km 100 sampai Km 90 dari arah Bandung.

Di tempat itulah Saipul Jamil mengalami kecelakaan yang mengakibatkan istrinya, Virginia Anggraeni, meninggal, Sabtu (3/7) lalu. Lalu, Rabu (7/9) kemarin giliran sebuah mobil travel yang mengalami kecelakaan sehingga enam penumpangnya tewas.

“Km 90-an atau dekat tempat mobil Avanza yang dikemudikan Saipul Jamil mengalami kecelakaan itu masuk wilayah tempat pemujaan. Dari arah Bandung ke Jakarta, di sebelah kiri itu Gunung Hejo (Gunung Hijau—Red), tempat pemujaan, sedangkan sebelah kanan jalan adalah tempat kuncen,” kata Wahyu (58), sopir bus MGI yang melayani rute Bandung-Depok.

Menurut Wahyu, Gunung Hejo yang sebenarnya berupa sebuah bukit itu tempat orang-orang memuja kepada makhluk halus. Mereka memuja dengan beragam tujuan. Jangan heran kalau pada waktu-waktu tertentu banyak mobil yang parkir di pinggir sebuah bukit bertangga. Di atas bukit itu ada sebuah makam yang dirimbuni pepohonan berusia puluhan tahun.

Di pinggir jalan tol itu tidak ada rumah kecuali rumah kuncen yang letaknya di pinggir jalan arah Jakarta – Bandung (di seberang bukit—Red). Warung itu kerap ramai dikunjungi orang, terutama pada hari-hari tertentu.

Gelombang geopati
Agus Budi Wibowo, ahli radiestesi dari Jakarta, pernah mengupas soal Jalan Tol Cipularang di Majalah Intisari. Menurut dia, di sepanjang jalur tol yang membentang mulai dari Pintu Tol Dawuan (di jalan tol Jakarta – Cikampek) hingga Padalarang terdapat sejumlah potensi gangguan dari gelombang geopati. Asalnya dari tanah dan aliran air. “Bisa saja (gelombang geopati itu) berpengaruh kepada mereka yang melintas,” katanya.

Berdasarkan ‘penglihatan’ Agus melalui peta kawasan itu, setidaknya terdapat dua gangguan yang berasal dari tanah dan sembilan berasal dari air. Soal gangguan dari tanah, lokasinya antara Km 60 – 70 dan Km 86 – 90. Sedangkan gangguan dari aliran air umumnya membentang dari timur laut ke barat daya yang terbentang di jalan sepanjang 59 km itu.
“Gangguan terbanyak berasal dari tanah, air, atau `lainnya’, ada di antara Kilometer 83 dan 93 seperti yang ada di peta. Untuk tahu persisnya, saya harus ada di lokasi,” jelas murid Romo Lukman, ahli radiestesi dari Purworejo, ini.
Radiestesi adalah ilmu yang mempelajari lokasi sumber medan magnet dari Bumi. Gelombang medan magnetik yang umumnya berasal dari tanah, aliran air, atau bahkan supranatural, diyakini dapat mengganggu manusia. Ilmu ini dapat juga dipakai mencari gangguan di rumah, atau pada tubuh, dalam pengobatan

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s