Langkah Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta yang membuka kupingan atau rump Fly Over (FO) Pramuka, Jumat (17/2), disambut baik pengendara kendaraan bermotor. Mereka menganggap langkah tersebut tepat dalam mengurai antrian kendaraan di Jl Pemuda, dan sekitarnya.
Tentu, kami senang. Sebab dibukanya kupingan FO Pramuka ini dapat mengurangi kemacetan yang biasa terjadi. Terutama pada jam-jam sibuk,” kata Narto, 32, salah seorang pengendara yang tinggal di kawasan Rawamangun.
Karyawan perusahaan di Kawasan Sunter, Jakarta Utara tersebut, lantas mendukung adanya rekayasa lalulintas terkait dibukanya kupingan FO Pramuka. Sebab dengan begitu tidak ada lagi kemacetan memanjang di Jl Pemuda.
”Sebelum ada perubahan lalulintas ini, banyak pengendara yang menerobos lampu merah untuk berbelok kanan ke arah Tanjung Priok. Padahal itu berbahaya. Tapi sekarang tertib, semua berhenti saat lampu merah menyala, karena kalau menerobos pasti kena tilang polisi,” kata Heru, 36, pengendara lainnya.
Kasudin Perhubungan Jakarta Timur, Mirza Aryadi Soelarso, menerangkan, program manajemen rekayasa lalulintas ini bertujuan untuk mengurai kemacetan lalulintas di Jl Pemuda, tepatnya menjelang lampu lalulintas di perempatan tersebut.
Dengan dioperasikannya kupingan FO Pramuka maka diharapkan kemacetan lalulintas itu tidak terjadi lagi.
”Kupingan FO Pramuka ini sudah mulai dibuka sejak pukul 06:00 hari ini. Agar rekayasa lalulintasnya berjalan lancar, kami terjunkan sebanyak 60 petugas gabungan untuk mengatur lalulintas di sekitar kupingan FO tersebut,” katanya, Jumat (17/2).
Mirza menerangkan, dengan dibukanya FO Pramuka, maka ada perubahan arus kendaraan. Dimana, kendaraan dari Jl Pemuda Rawamangun yang ingin ke Tanjungpriok, tidak boleh belok kanan lagi di perempatan jalan, melainkan harus lurus menuju Jl Pramuka dan langsung naik ke kupingan FO Pramuka.
Kemudian, kendaraan dari arah Tanjung Priok atau utara, harus melintas melalui FO untuk menuju Cililitan. Kendaraan dilarang lagi berjalan lurus di bawah kolong FO. Demikian halnya kendaraan dari arah selatan atau Cawang, di kolong FO tidak boleh berjalan lurus menuju Tanjung Priok.
Jika ingin lurus maka harus melalui FO, kecuali bus Transjakarta yang akan menuju Tanjung Priok. Bus Transjakarta itu tetap melintas di bawah FO karena persis di kolong FO atau di perempatan tersebut terdapat halte Pramuka.