Butuh Mujizat Untuk Selamatkan Ikan Paus Yang Terdampat Di Karawang Selama 3 Hair

Kementerian Perhubungan melalui Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Ditjen Perhubungan Laut turut membantu evakuasi paus yang terdampar di perairan Karawang, Jawa Barat. Beberapa kapal dan tenaga SAR dikirimkan dari Pangkalan KPLP di Tanjung Priok.

“Begitu KPLP Pangkalan Tanjung Priok mendapat info tadi pagi, pukul 08.30 WIB, Capt Nafri, Komandan Pangkalan mengerahkan 1 sea rider dan 2 kapal KPLP, yaitu KN 348, KN 206 menuju lokasi untuk penyelamatan paus,” jelas Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub, Bambang S Ervan, saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (27/7/2012).

KPLP, imbuh Bambang, selain mengerahkan kapal juga mengerahkan tenaga SAR berjumlah 10 orang.

Sebelumnya Koordinator Jakarta Animal Aid Network (JAAN) Pramudya mendesak agar pemerintah segera membantu proses evakuasi paus. Mereka butuh kapal besar untuk menarik sang mamalia langka.

Saat ini, paus itu dalam kondisi lemah karena sudah terdampar hampir selama tiga hari. Paus ini hanya terpaut jarak 1 mil dari laut lepas.

Anda pernah menyaksikan Film Big Miracle yang dibintangi Drew Barrymore? Film itu diangkat dari kisah nyata penyelamatan paus abu-abu yang terdampar di Alaska pada 1988. Proses penyelamatan itu begitu mengharukan.

Bayangkan, seluruh warga Amerika Serikat (AS) dan pemerintahnya menaruh perhatian pada penyelamatan paus itu. Hingga pihak Rusia juga dilibatkan dalam penyelamatan paus tersebut. Nah, kondisi serupa kini terjadi pada paus yang terdampar di Karawang, Jabar. Butuh keajaiban untuk menyelamatkan paus itu.

“Kita berharap banyak bantuan seperti kasus di film itu. Paus yang terdampar ini sudah 4 hari. Paus ini masih hidup tapi sudah mengkhawatirkan, perlu segera ditarik ke laut lepas,” jelas Pramudya, koordinator Jakarta Animal Aid Network (JAAN) kepada detikcom, Jumat (27/7/2012).

Paus ini berada di kedalaman 1,5 meter. Butuh kapal besar untuk menarik paus ke kedalaman 5-8 meter. “Kita berharap ada pihak-pihak yang peduli untuk menyelamatkan paus ini dengan memberi bantuan kapal,” jelas dia.

Tim penyelamat berlomba dengan waktu. Paus yang diperkirakan baru berusia 4 tahun dengan panjang 12 meter ini, diharapkan bisa sesegera mungkin ditarik ke laut luas.

“Paus ini sedang bermigrasi, dia mungkin terpisah dari kelompoknya karena mengejar plankton atau apa, sehingga terdampar di Karawang. Sekarang kita sangat berharap ada bantuan kapal untuk menariknya,” jelas Pramudya.

Kementerian Perhubungan melalui Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Ditjen Perhubungan Laut turut membantu evakuasi paus yang terdampar di perairan Karawang, Jawa Barat. Beberapa kapal dan tenaga SAR dikirimkan dari Pangkalan KPLP di Tanjung Priok.

“Begitu KPLP Pangkalan Tanjung Priok mendapat info tadi pagi, pukul 08.30 WIB, Capt Nafri, Komandan Pangkalan mengerahkan 1 sea rider dan 2 kapal KPLP, yaitu KN 348, KN 206 menuju lokasi untuk penyelamatan paus,” jelas Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub, Bambang S Ervan, saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (27/7/2012).

KPLP, imbuh Bambang, selain mengerahkan kapal juga mengerahkan tenaga SAR berjumlah 10 orang.

Sebelumnya Koordinator Jakarta Animal Aid Network (JAAN) Pramudya mendesak agar pemerintah segera membantu proses evakuasi paus. Mereka butuh kapal besar untuk menarik sang mamalia langka.

Saat ini, paus itu dalam kondisi lemah karena sudah terdampar hampir selama tiga hari. Paus ini hanya terpaut jarak 1 mil dari laut lepas.

Para aktivis saat ini sedang menyelamatkan seekor paus sperma (sebelumnya ditulis paus hiu) di Karawang, Jawa Barat. Namun bantuan dari pemerintah dirasa minim. Padahal masalah hewan langka ini jadi perhatian internasional.

“Paus memang jadi perhatian internasional. Namun sampai sekarang belum ada bantuan dari pemerintah yang spesifik mendukung,” kata Pramudya, koordinator Jakarta Animal Aid Network (JAAN) kepada detikcom, Jumat (27/7/2012).

Saat ini, tim evakuasi baru terdiri dari kalangan pecinta satwa liar dan LSM pecinta lingkungan. Aparat Muspika setempat membantu namun sebatas pengamanan.

“Kita juga ada Tagana, Sagara dan teman-teman lainnya,” terangnya.

Hingga pukul 10.30 WIB, paus berbobot dua ton itu memang masih hidup. Namun dia butuh dipindahkan secepatnya ke lautan lepas karena sudah hampir tiga hari di perairan dangkal.

“Kita berharap ada bantuan secepatnya. Terutama kapal besar untuk menarik,” kata Pram.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s