Gunung Soputan Di Sulawesi Utara Meletus Lagi September 2012

Gunung api Soputan yang terletak di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, meletus, Selasa (18/9). Gunung ini pernah meletus pada 26 Agustus 2012, statusnya siaga. “Gunung Soputan erupsi pada pukul 17.30 WITA,” kata Kepala Pusat Informasi dan Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwonugroho, Selasa (18/9).

Dia menambahkan, suara gemuruh terdengar sejak pukul 15.15 WITA. Hingga 18.85 WITA, erupsi Soputan masih terjadi. Sesekali diiringi suara gemuruh. “Ketinggian asap sekitar 1.500 meter dari kawah,” tutur Sutopo. Menurutnya, data seismograf menunjukkan tremor letusan dengan magnitud maksimum. Sedangkan, pantauan ke arah puncak terhalang oleh kabut. Dia menambahkan, permukiman warga masih berada di luar zona bahaya, yaitu sekitar 6,5 kilometer dari puncak. “Jadi masyarakat tidak perlu mengungsi,” ucapnya.

Masyarakat, tambah dia, saat ini tetap melakukan aktivitas dengan normal. Namun diimbau agar tidak beraktivitas di dekat puncak Soputan. “Pendakian dan aktivitas berkemah di puncak gunung Soputan dihindari,” katanya. Gunung api Soputan di Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara meletus pada Selasa (18/9/2012) tepat pukul 17.30 Wita. Informasi itu disampaikan Kepala Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho melalui siaran pers yang diterima Kompas.com.

“Sesekali terdengar suara gemuruh dari Pos Gunung Soputan. Gunung Soputan terjadi erupsi pada pukul 17:30 WITA, dengan ketinggian asap sekitar 1.500 meter dari kawah,” tulis Sutopo. Sutopo melaporkan hingga pukul 18.15 WIB masih terus terjadi erupsi Gunung Soputan dengan sesekali diiringi suara gemuruh. Seismograf mencatat tremor letusan dengan magnitud maksimum, namun pemantauan visual ke arah puncak terhalang kabut.

“Permukiman warga masih berada di luar zona bahaya, yaitu sekitar 6,5 km dari puncak gunung. Jadi masyarakat tidak perlu mengungsi. Masyarakat tetap melakukan aktivitasnya dengan normal,” tandas Sutopo. BNPB juga mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di dekat puncak gunung. Pendakian dan aktivitas berkemah di puncak gunung Soputan dihindari. Dan saat ini status masih siaga.

Gunung Soputan di Sulawesi Utara pernah meletus pada Minggu, 26, Agustus 2012 sekitar pukul 21.50 Wita. Ketinggian asap dilaporkan mencapai 5.000 meter dari puncak.Masyarakat Minahasa Tenggara dan Minahasa Selatan sudah mengenal karakter Gunung Soputan. Gunung berapi itu selalu meletus pada pertengahan tahun. Kelaziman itu membuat masyarakat di sekitar Gunung Soputan selalu waspada, dan tidak begitu terkejut manakala gunung setinggi 1.784 meter (5.853 kaki) di atas permukaan laut itu memuntahkan debu, lava, dan awan panas.

“Tak usah heran, setiap pertengahan tahun memang selalu meletus. Soputan biasa meletus antara Mei sampai September,” ujar Camat Silian Raya, Kabupaten Minahasa Tenggara, Alexander Tumigolung, kepada Tribun belum lama ini.

Pernyataan senada disampaikan Boyke Akay. Menurutnya, periode letusan setiap pertengahan tahun, tak ubahnya seperti perayaan HUT Gunung Soputan. “Seperti perayaan hari jadi saja, tiap pertengahan tahun Soputan selalu meletus,” kata Akay, yang juga Camat Tombatu.

Akay masih ingat, letusan Gunung Soputan yang paling hebat terjadi 30 tahun silam, di mana ketebalan abu vulkanis mencapai puluhan sentimeter. “Kami tak lupa tahun 1982, Soputan memang meletus kuat. Debunya sampai 30 sentimeter, memang itu yang paling kuat,” ungkap Akay.

Letusan Soputan pada Minggu (26/8/2012) hingga Senin (27/8/2012) lalu, menurut Akay, tak perlu dirisaukan berlebihan karena dampaknya tidak signifikan bagi masyarakat di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra). “Angin mengarah ke Minsel (Minahasa Selatan). Jadi, Mitra sementara aman, walaupun tetap harus waspada,” tutur Akay.

Soputan yang terletak di wilayah Minahasa Selatan merupakan gunung berapi jenis stratovolcano. Tipe erupsinya berupa ledakan kubah lava, aliran piroklastik, dan aktivitas strombolian. Letusan Soputan pertama kali tercatat pada 1785. Sejak itu, sudah ratusan kali gunung tersebut meletus. Dalam sepuluh tahun terakhir, intensitas letusannya berlangsung hampir saban tahun. Hingga Selasa (28/8/2012), kondisi Gunung Soputan semakin tenang, bahkan jauh lebih tenang dari keadaan sehari sebelumnya.

Menurut catatan pos pemantau Soputan, sejak pukul 06.00-12.00 Wita kemarin, sudah tidak terjadi lagi letusan dan lontaran pijar atau awan panas. “Tadi hanya terjadi satu kali embusan, satu kali tektonik, dan tujuh kali gempa guguran, bahkan tremor tidak ada lagi,” jelas Fandy, pemantau Soputan di Maliku, Selasa. Kondisi puncak gunung, lanjutnya, tidak terpantau karena dihalangi kabut tebal. Meski begitu, masyarakat di sekitar kaki Gunung Soputan belum diperkenankan melakukan aktivitas karena masih berbahaya. “Radius 6,5 kilometer belum diizinkan,” jelasnya.

Meski Soputan sudah berangsur normal, status gunung belum diturunkan dari siaga. “Status belum diturunkan, karena yang memutuskan dari pusat, kami hanya berikan laporan perkembangan setiap enam jam,” papar Fandy.

About these ads

One response to “Gunung Soputan Di Sulawesi Utara Meletus Lagi September 2012

  1. Karena apa itu bisa terjadi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s