Penerapan Pembatasan Penggunaan Mobil Ganjil Genap Sesuai Tanggal


Penerapan kebijakan pembatasan penggunaan kendaraan melalui sistem nomor polisi ganjil genap akan disesuaikan dengan tanggal. Mobil bernomor polisi ganjil di angka terakhir hanya bisa melintas di tanggal ganjil. Begitu sebaliknya. Menurut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Udar Pristono, berdasarkan hasil kajian, penerapan kebijakan ini tetap pada Maret 2013. Pelaksanaannya, kendaraan yang beroperasi berdasarkan tanggal dan nomor polisi di angka terakhir.
Angka terakhir di plat nomor polisi genap dapat melintas di koridor genap ganjil hanya pada tanggal genap. Begitu juga dengan angka ganjil, melintas pada tanggal ganjil.

“Misalnya, Senin tanggal 3, maka kendaraan bernomor polisi ganjil boleh masuk. Sedangkan nomor genap di hari esoknya,” ujar Pristono di sela acara open house di rumah dinas Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), di Jalan Besakih, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (25/12).

Kebijakan ini bukan hanya mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang diprediksi hingga 40 persen, tetapi sebagai tahapan mengarahkan masyarakat beralih ke transportasi umum. Seperti busway atau angkutan umum jenis lainnya.

Terlebih tahun depan, Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan armada baru busway, 102 unit bus gandeng. Pertambahan ini diperkirakan dapat menampung jumlah penumpang Transjakarta. Terutama bagi pengguna mobil pribadi yang berpindah angkutan ke angkutan umum.

Dari kebijakan ini akan terbentuk sebuah car polling. Artinya, masyarakat yang memiliki tujuan perjalanan sama akan lebih efisien menggunkan satu kendaraan.

PARK AND RIDE
Untuk memaksimalkan pembatasan kendaraan ini, sistem genap ganjil ini akan mengoptimalkan fungsi dan keberadaan lokasi park and ride. Kini di Jakarta baru ada tiga lokasi park and ride. Yakni, di Ragunan, Kampung Rambutan dan Kalideres. Akan ada tambahan satu lokasi di Terminal Pulogebang, Jakarta Timur.

Keberadaan park and ride ini untuk menampung mobil masyarakat yang tidak bisa melintas di kawasan genap ganjil. “Dengan cara seperti ini diharapkan dapat mengurangi tingkat kemacetan di Jakarta,”kata Pristono.

ANTISIPASI
Pengamat transportasi, Alvinsyah, mengungkapkan Pemprov DKI harus menyiapkan antispasi dampak pemberlakuan kebijakan tersebut. Di antaranya kemungkinan adanya pertambahan kendaraan baru.

Masyarakat menyiasati perjalanan mereka untuk tetap menggunakan kendaraan pribadi dengan membeli mobil baru atau mobil bekas. Mobil bekas harga lebih rendah dan ada nomor polisinya. “Masyarakat tinggal pilih nomor ganjil atau genap.”

Cara lain, mengubah moda perjalanan menggunakan sepeda motor. Mengingat pemilik mobil biasanya telah memiliki sepeda motor di rumah mereka. Bagi yang tidak akan membeli motor baru dan ini bagus karena tempat yang dihabiskan motor lebih sedikit dari tempat yang dihabiskan untuk mobil dan ini akan membuat jalan terasa lebih lebar dan luas.

Kendati jumlah armada angkutan umum telah memadai, belum tentu masalah transportasi publik atau perjalanan masyarakat tuntas. Masyarakat akan membandingkan biaya perjalanan menggunakan angkutan umum dan kendaraan pribadi.

Selama ini banyak motivasi masyarakat menggunakan sepeda motor atau kendaraan pribadi, karena menggunakan angkutan umum lebih mahal. Alvinsyah mencontohkan seorang yang terbiasa dengan sepeda motor kadang hanya menghabiskan Rp10.000 per hari perjalanan. Sedangkan menggunakan angkutan umum bisa dua kali lipat.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s