Monthly Archives: February 2013

Pasien Kanker Di Indonesia Banyak Yang Meninggal Karena Percaya Mitos Bukan Pengetahuan dan Fakta


Kanker memang penyakit mematikan, tapi bila dapat dideteksi lebih dini dan mendapatkan penanganan yang tepat dari dokter-dokter ahli, maka masih ada peluang untuk sembuh. Sayangnya, di Indonesia masih banyak orang yang percaya mitos sehingga kematian karena kanker pun semakin tinggi.

Kanker merupakan penyebab kematian nomor 2 di dunia, bahkan untuk beberapa tahun ke depan diprediksi akan berada pada urutan pertama.

Di Indonesia, tingginya angka kematian karena kanker disebabkan karena keterlambatan deteksi, masih banyak masyarakat yang percaya dengan mitos dan lebih memilih pengobatan tradisional.

“Banyak masyarakat yang masih percaya dengan mitos dan seolah-olah kalau kena kanker seperti ada bom di kepalanya,” jelas Prof. Dr. Abdul Muthalib. Sp.PD.KHOM, ahli onkologi dari RSCM-FKUI, dalam acara Medical Excellence JAPAN’s Seminar: ‘Indonesia – Japan Medical Collaboration’, di Hotel Indonesia Kempinski, Jl. MH Thamrin, Jakarta, Sabtu (23/2/2013).

Menurut Prof Abdul, ada beberapa mitos terkait kanker yang masih banyak dipercaya masyarakat Indonesia, antara lain:

1. Mitos, kanker seolah-olah hanya masalah kesehatan.

“Ini tidak benar, karena kanker bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga masalah ekonomi, sosial dan perkembangan secara keseluruhan,” papar dokter yang juga berpraktik di RS Gading Pluit.

2. Mitos, kanker hanya penyakit orang kaya, orang tua dan terjadi di negara berkembang

Kenyataannya, lanjut Prof Abdul, kanker bisa terjadi di segala usia, bahkan juga anak-anak, dengan segala tingkat ekonomi. Selain di negara berkembang, kanker juga banyak terjadi di negara maju, seperti Jepang.

3. Mitos, kanker adalah vonis mati

“Kanker bukan vonis mati karena banyak dari kanker yang bisa disembuhkan bila ditemukan pada stadium dini,” jelas Prof Abdul.

Prof Abdul menjelaskan, sebenarnya banyak yang datang ke dokter pada stadium I, tapi malah lari ke obat tradisional. Setelah gagal, baru datang lagi setelah stadium III atau IV, yang peluang sembuhnya lebih kecil.

“Masyarakat kita masih takut dengan pisau, tapi berani berkelompok untuk berkelahi (tawuran). Sama pisau ahli bedah takut,” jelas Prof

4. Mitos, kanker adalah nasib

Kanker bukan nasib tapi karena gaya hidup. Rokok, alkohol, kegemukan. Beberapa kanker juga bisa dicegah, misalnya dengan vaksin hepatitis B untuk mencegah kanker hati, dan vaksin HPV untuk kanker serviks.

4 Kecamatan Di Kabupaten Tuban Dilanda Banjir Karena Sungai Bengawan Solo Meluap


Beberapa jalan poros desa di Kabupaten Tuban lumpuh akibat terendam banjir, pada Selasa 19 Februari 2013. Jalan desa yang terendam banjir itu, berada di Kecamatan Soko dan Rengel, berlokasi di pinggir Sungai Bengawan Solo.

Akibatnya, sejumlah aktivitas antar-warga yang ada di desa-desa pinggir Bengawan Solo, jadi terganggu. Warga menggunakan transportasi berupa perahu tradisional dan perahu karet dari bantuan Pemerintah Kabupaten Tuban. Karena, ketinggian banjir mencapai 1 meter hingga 1,5 meter di perkampungan penduduk.

Di Kecamatan Rengel, terdapat 14 desa dimana beberapa jalan desa terendam banjir mulai Senin 18 Februari dan puncaknya Selasa 19 Februari 2013 ini. Di antaranya Desa Ngadirejo, Kanorejo, Karangtinoto, Tambakrejo, Sumberejo, Punggulrejo dan di Desa Sawahan. Jalan antar-desa tersebut lumpuh karena terendam banjir sekitar satu hingga 1,5 meter. Kendaraan motor dan mobil, tidak berani lewat dan terpaksa hanya parkir di daerah aman di sekitar perkampungan.

Puluhan warga yang ada di desa tersebut, terpaksa tidak bisa menjalankan aktivitasnya. Padahal, sebagian warga di desa-desa itu, bekerja sebagai pedagang yang menyuplai hasil bumi ke Pasar Rengel. Mulai dari kebutuhan sayur-mayur, buah, juga unggas. Jarak yang harus ditempuh desa-desa itu ke Pasar Rengel, sekitar empat hingga lima kilometer. “Ya, jalan desa terendam banjir,” ujar Amir warga Rengel, Tuban pada Tempo, Selasa 19 Februari 2013.

Sementara itu, banjir juga melumpuhkan sejumlah jalan antar-desa yang berada di Kecamatan Soko, Tuban. Di antaranya di Desa Glagahsari dan Desa Sokosari yang rata-rata terendam banjir sekitar satu meter. Warga memilih mengungsi di sekitar areal sumur minyak yang berlokasi di Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Tuban.

Sejumlah pejabat Pemerintah Tuban, DPRD juga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), telah mengungjungi sejumlah desa yang terendam banjir. Mereka menggunakan perahu untuk masuk di 11 desa yang terendam banjir.

Menurut Camat Rengel Tadjudin Tebyo, dari 14 desa di daerahnya, hanya tiga desa yang terbebas dari banjir. Yaitu Desa Rengel, Kebunagung dan Banjaragung. Selebihnya, sudha terendam banjir. Penyebabnya, sebagian besar di kecamatan ini, masuk daerah rendah yang kerap jadi langganan banjir tahunan. “Ya, jalur antar-desa lumpuh,” tegasnya pada Tempo, Selasa Februari 2013.

Pihak Kecamatan Rengel telah mendistribusikan sejumlah bantuan. Mulai dari tempat pengungsian, bantuan perahu karet, juga makanan kebutuhan beberapa hari. Selain itu, tim dari BPBD juga standby di Kantor Camat Rengel, mengingat daerah ini paling parah warganya terendam banjir luapan Sungai Bengawan Solo.

Pemerintah Kabupaten Tuban secara resmi mengumumkan status waspada banjir. Menyusul empat kecamatan dan sekitar 47 desa terendam banjir akibat Bengawan Solo meluap. Status waspada banjir ini disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, Senin 18 Februari 2013. Pemerintah juga meminta kewaspadaan bagi masyarakat di empat kecamatan itu, untuk mengikuti petunjuk praktis penanganan kebencanaan. “Status waspada sudah kita terapkan,” kata Kepala BPBD Tuban Joko Ludiono pada Tempo, Senin 18 Februari 2013.

Pemerintah Tuban telah menyiapkan sebanyak 3.000 paket sembako untuk korban banjir. Selain itu, beberapa titik untuk dapur umum bagi pengungsi telah didirikan. Kecamatan yang terendam yaitu Kecamatan Soko. Di antaranya di Desa Menilo, Glagahsari, Simo, Pandan Wangi, Sandingrowo, Kenongosari, Mojoagung, Kendalrejo dan Desa Rahayu. Ketinggian air baru terus meningkat kini sudah lebih dari satu meter. Kecamatan yang mulai tergenang adalah Rengel, Plumpang dan Widang.

BPBD Jawa Timur telah menggeser anggotanya ke beberapa Kecamatan di Tuban. Empat perahu bantuan yang diturunkan untuk membantu pengungsi banjir.
Sementara itu, di Bojonegoro, puncak banjir juga mash terjadi di kecamatan yang berada di sebelah timur. Dampak dari banjir, ada 58 sarana pendidikan, yaitu 19 Taman Kanak-kanan, 29 Sekolah Dasar dan 20 Sekolah Menengah terendam banjir.

Dinas Pendidikan Bojonegoro meminta para kepala sekolah untuk mengatur jadwal kegiatan belajar. Aspek keamanan bagi anak didik juga wajib dipertimbangkan. “Jika yang banjir dan berisiko, sekolah boleh meliburkan murid,” tegas Kepala Dinas Pendidikan Bojonegoro Khusnul Khuluq pada Tempo Senin 18 Februari 2013.

Selain sarana pendidikan, juga ada tempat ibadah yang terendam banjir. Yaitu 23 Masjid dan 36 Mushola. Kemudian jalan poros kecamatan sepanjang 1116 meter jalan poros desa, sepanjang 824 meter terendam banjir. Juga ada 27 jembatan yang menghubungkan antara desa satu dan lainnya terendam. Sebagian besar, fasilitas umum yag terendam banjir berada di Kecamatan Trucuk, Kalitidu, Dander, Kanor, Kalitidu, Kasiman dan sebagian Malo.

Luapan Sungai Bengawan Solo, Senin, 18 Februari 2013, melanda empat kecamatan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, yakni Kecamatan Soko, Rengel, Plumpang, dan Widang. Bahkan puncak banjir diperkirakan terjadi Senin siang hingga malam ini.

Juru bicara Pemerintah Kabupaten Tuban, Jony Martoyo, mengatakan telah mengumumkan status siaga III banjir Bengawan Solo. Warga pun diminta waspada. Apalagi banjir kali ini diperkirakan lebih tinggi dibandingkan awal Januari lalu. ”Instruksi sudah kita sebar ke empat kecamatan itu,” katanya kepada Tempo, Senin, 18 Februari 2013.

Ketinggian air terus meningkat sejak Minggu malam, 17 Februari 2013. Di sejumlah desa di Kecamatan Soko, terutama yang berada di sepanjang bantaran Sungai Bengawan Solo, mencapai sekitar satu meter. Kondisi diperparah karena tidak ada tanggul penahan air.

Demikian juga di Kecamatan Rengel, ketinggian air sekitar 40 sentimeter. “Air mulai naik,” ujar Wadji, warga Desa Sawahan, Kecamatan Rengel, kepada Tempo, Senin, 13 Februari 2013.

Sedangkan banjir yang melanda 11 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro sudah mulai surut. Di antaranya Kecamatan Kalitidu, Malo, Trucuk, Dander, dan sebagian Kecamatan Kota Bojonegoro. Namun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro masih menetapkan status siaga III.

Sebab, ketinggian permukaan air di papan pengukur di Karang Nongko menunjukkan angka 26,47 phielschaal dan di Kecamatan Kota Bojonegoro 15,09 phielschaal. ”Air masih tinggi,” ucap Wahyu, seorang sukarelawan penjaga dan pencatat banjir di Bojonegoro.

Di kawasan sebelah timur Kota Bojonegoro, genangan air masih tinggi, seperti di Kecamatan Kanor, Sumberejo, Balen, dan Baureno, yang berbatasan dengan Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan.

Sebagian anggota tim BPBD Bojonegoro, BPBD Jawa Timur, serta TNI Angkatan Darat bergeser ke kawasan tersebut. Ada pula yang dikerahkan ke Kabupaten Tuba, namun sebagian besar tim masih berada di Kota Bojonegoro. Sebab, masih banyak pengungsi yang mendiami tenda darurat dan tempat penampungan, seperti di Balai Serbaguna Bojonegoro.

Waspada …. Kini Marak Beredar Permen Karet Berisi Obat Perangsang Yang Digunakan Untuk Memaksa Wanita Berhubungan Seks


Peredaran permen karet yang merangsang libido wanita masih marak. Padahal Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah membekukan 36 situs online yang menjual permen karet tersebut.

Penelusuran merdeka.com, lewat mesin pencari sangat mudah menemukan toko-toko yang menjual permen karet perangsang libido tersebut. Pembelian juga mudah, tinggal mentransfer uang lewat bank atau bisa juga dengan COD atau cash on delivery alias bayar di tempat saat barang diantar.

Harganya bervariasi, mulai Rp 75.000 hingga Rp 150.000 per kemasan dengan isi lima permen.

“Dijamin bagus gan. Istri jadi bergairah. Cukup dikasih satu,” kata Agus, seorang penjual toko perlengkapan Pasutri dalam smsnya, Senin (6/2).

“Banyak yang pakai. Kebanyakan yang beli suami, untuk istri. Rahasia dijamin, di pack (pengemasan) nanti tidak ada tulisannya,” tambahnya.

Di website, Agus berpromosi sekali mengunyah obat kuat ini, nafsu wanita akan meningkat dan liar.

Parahnya di beberapa situs ditulis trik untuk mengelabui wanita. Dengan pura-pura menawarkan permen perangsang yang dikemas dengan bungkus permen karet biasa.

“Wanita tidak bisa lari lagi, pasti manjur,” tulis website itu.

BPOM meminta masyarakat agar tak mengonsumsi permen perangsang libido tersebut. Obat-obatan itu tidak terdaftar dan sangat membahayakan. Tak ada satu pun permen itu yang sudah terdaftar di BPOM.

“Ditegaskan untuk tidak mengonsumsi permen yang mengklaim peningkat gairah (libido), karena sangat berisiko bagi kesehatan,” kata Kepala BPOM Lucky Slamet.

Kisah Maharani Suciyono Yang Diduga Terlibat Gratifikasi Seks Kasus Impor Sapi


Keberadaan Maharani Suciyono dalam peristiwa penangkapan Ahmad Fathana, staf Luthfi Hasan Ishaaq, Selasa, 29 Januari 2013 ternyata punya cerita tersendiri. Sumber di KPK mengatakan Maharani tertangkap dengan Ahmad tanpa berbusana di dalam sebuah kamar hotel.

“Mereka berdua (Maharani dan Ahmad Fathanah) tidak sempat lagi memakai pakaian saat kamarnya dibuka tim dan security hotel,” ujar sumber yang menyaksikan penyergapan Maharani dan Ahmad Fathanah.

Kasus tangkap tangan ini menyeret Luthfi persiden PKS sebagai tersangka. Ia diduga menerima suap dari PT Indoguna Utama terkait izin impor daging sapi. Luthfi dan Ahmad kini diinterogasi di KPK. Ahmad ditangkap di Hotel Le Meridien. Ia juga ditetapkan tersangka bersama dua petinggi PT Indoguna, yakni Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi. Ahmad Fathanah diduga menerima uang Rp 1 miliar dari Juard dan Arya. Lalu sebagian uang itu, yakni Rp 10 juta diberikan kepada Maharani. Maharani kaget bukan kepalang.

Adapun Maharani ikut digelandang ke KPK Selasa malam. Mengenakan kaos biru dengan belahan dada rendah dan blazer hitam, Maharani yang berusia sekitar 20-an tahun itu tampak linglung. Maharani yang mengaku kuliah di Universitas Moestopp Beragama di Jakarta Selatan itu sedang mabuk.

Menurut sumber, Maharani bertemu Ahmad di lobi hotel setelah menerima duit suap dari Juard dan Arya Abdi Effendi. Penyidik yang membuntuti Ahmad sejak siang lantas mengikuti keduanya yang berjalan ke lift hotel. Kondisi itu sempat membuat penyidik kebingungan karena tidak memiliki kunci kamar yang berfungsi membuka lift. Maklum saja, mereka tak menginap di hotel tersebut.

Namun, penyidik tetap nekat ikut masuk ke lift. Ketika Ahmad turun dari lift, tim KPK pun ikut keluar. Dengan cara itu, penyidik bisa mengetahui Ahmad menginap di kamar mana. Ketika mencoba mengintai kamar itu, penyidik mendengar suara mencurigakan dari kamar Ahmad dan Maharani. “Ada suara-suara nyaring terdengar dari balik pintu kamar (yang dihuni Maharani dan Ahmad),” ujarnya.

Setelah mendapat izin pimpinan KPK, penyidik mengetuk pintu kamar Ahmad dan Maharani. Suara-suara yang terdengar dari balik pintu langsung hilang. Penyidik lantas mengetuk lagi, tetapi tak ada yang menyahut. Akhirnya, dibantu dengan petugas keamanan hotel, penyidik membuka pintu tersebut. Tampaklah pemandangan yang tak lazim di hadapan penyidik: Ahmad dan Maharani yang syok tak sempat mengenakan pakaian. Maharani dan Ahmad pun digelandang ke KPK.

Juru bicara KPK, Johan Budi S.P. membenarkan keberadaan Maharani dalam penangkapan, Selasa lalu. Namun, Johan menolak menjelaskan kronologi penangkapan Maharani. “Yang jelas ada seorang berinisial M yang ikut ditangkap,” ucapnya. Simak heboh dan panasnya skandal suap daging sapi dan Maharani di sini.

Maharani Suciyono, 19 tahun, yang sempat digelandang oleh Komisi Pemberantasan Korupsi saat sedang bersama Ahmad Fathanah, kolega mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq, pada Selasa malam lalu, 29 Januari, di Hotel Le Meridien, membantah dirinya menjadi gratifikasi seks terkait kasus suap daging sapi.

“Itu tidak benar,” kata Maharani dalam konferensi pers di Hotel Nalendra, Jakarta Timur, Selasa malam, 5 Februari 2013. Maharani mengaku sangat terpukul pada pemberitaan yang menyatakan dirinya menjadi gratifikasi seks dalam kasus tersebut. “Saya sangat terpukul, jujur saya tidak kuat,” ujarnya.

Saat melakukan konferensi pers, Maharani mengenakan pasmina berwarna oranye yang dibalutkan di kepala. Tidak tampak sang ibu menemani Maharani. Ia hanya di dampingi ayahnya dan kuasa hukumnya, Wisnu Wardana.

Sebelumnya, Maharani yang merupakan mahasiswi Universitas Moestopo Beragama, digelandang ke KPK bersama Ahmad setelah kepergok berduaan di Hotel Le Meridien. Pada Kamis dinihari, 31 Januari, KPK membebaskan Maharani karena dianggap tidak terkait dengan kasus dugaan suap impor daging sapi.

Maharani Suciono, 19 tahun, membeberkan posisinya dalam kasus dugaan suap impor daging sapi. Dalam pertemuan dengan Ahmad Fathanah di Hotel Le Meridien, Selasa malam, pekan lalu, Maharani mengaku menerima duit Rp 10 juta dari Fathanah.

“Kenapa saya terima? karena enggak munafik, siapa sih yang enggak mau menerima uang sebanyak itu,” kata Maharani dalam konferensi pers di hotel Nalendra, Jakarta Timur, Selasa malam, 5 Februari 2013.

Maharani mengaku menerima duit itu karena Ahmad Fathanah mengatakan uang tersebut sebagai hadiah perkenalan. Maharani juga telah mengetahui uang itu berjumlah Rp 10 juta.
Maharani menjelaskan, sehari sebelumnya atau tepatnya Senin, 28 Januari, ia bersama teman-temannya sedang berada di sebuah cafe di kawasan Senayan City. Di kafe itu juga ada Ahmad Fathanah, tapi mereka belum saling kenal.

Saat hendak ke toilet, ia diberikan secarik kertas yang bertuliskan nama dan nomor telpon Fathanah dari seorang pelayan. “Saya tanya ini buat saya atau teman saya, kata pelayan itu buat saya, dari bapak yang duduk di sana (sambil menunjukkan posisi duduk Ahmad Fathanah)” ujar Maharani.

Namun, ketika pelayan memberikan kertas tersebut, Ahmad Fatanah sudah tidak berada di tempat duduknya. Kemudian, karena merasa penasaran Maharani mencoba mengirimkan pesan singkat kepada nomor yang ada di kertas tersebut. “Dia bilang mau kenalan tapi enggak berani karena ada teman-teman,” ujarnya.

Dalam pesan singkat tersebut akhirnya Ahmad Fathanah mengajak Maharani bertemu pada Selasa malam. Ahmad Fathanah, kata Maharani, hanya mengajak makan malam di hotel Le Meridien. “Karena saya berpikir positif biar enggak dibilang sombong, saya temuin. Masa kenalan saja tidak boleh. Tapi saya tidak memiliki niat sedikitpun untuk mencari keuntungan dalam perkenalan itu,” ujarnya.

Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap seorang wanita muda dalam operasinya, yakni Maharani Suciyono Selasa malam, 29 Januari 2013. Sumber di kalangan penyidik menyebutkan, Maharani ini diduga sedang bermesraan dengan seorang pelaku suap di satu kamar hotel. “Mereka sedang berdua-duaan,” ujarnya, Rabu, 31 Januari 2013.

Menurut sumber tersebut, Maharani yang usianya diperkirakan 20 tahunan itu berasal dari sebuah Universitas Moestopo Beragama di Jakarta Selatan. Keberadaannya disinyalir terkait dengan gratifikasi seks. “Masih didalami kemungkinan ke arah itu,” kata sumber.

KPK menetapkan LHI sebagai tersangka dalam kasus penyuapan terkait dengan impor daging sapi di Kementerian Pertanian. Sumber Tempo menyebutkan LHI diduga Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq. Selain LHI, yang juga anggota Komisi Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat, KPK menetapkan sejumlah tersangka lainnya.

Menurut juru bicara KPK, Johan Budi, status para tersangka tersebut ditetapkan berdasarkan dua alat bukti. Alat bukti ini merupakan hasil operasi tangkap tangan yang dilakukan pada Selasa malam, 29 Januari 2013.

Tersangka lainnya adalah AF (diduga Ahmad Fathana), JE (diduga Juard Effendi, Direktur Utama PT Indoguna Utama), dan AAE (salah seorang Direktur Indoguna). JE dan AAE menyerahkan uang Rp 1 miliar kepada AF di kantor Indoguna di kawasan Pondok Bambu, Jakarta Timur. Dari tempat tersebut, AF membawa uang itu ke hotel Le Meridien sebelum kemudian diserahkan kepada Luthfi Hasan Isaaq.

Luthfi Hasan Ishaaq belum dapat dimintai konfirmasi ihwal keterlibatannya. Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Hidayat Nur Wahid terkejut mendengar kabar ditetapkannya Luthfi sebagai tersangka. “Ini informasi resmi atau bukan?” ujar Hidayat. “Nanti kami mengklarifikasi kasus ini.

Hidayat, yang dihubungi di sela rapat pleno PKS di kantor Dewan Pimpinan Pusat, mengatakan, dalam rapat, tidak disinggung perihal beredarnya kabar Luthfi yang sebelumnya disebutkan terlibat dalam kasus itu. “Ini rapat rutin DPP setiap minggu,” katanya.

Ribuan Warga Bekasi Yang Kebanjiran Kini Mulai Sakit


Belasan warga korban banjir dievakuasi ke sejumlah rumah sakit, karena di lokasi pengungsian tidak memungkinkan untuk mereka istirahat. Engkus Kustara, Ketua Taruna Siaga Bencana Kota Bekasi, mengatakan, RSU Kota Bekasi menjadikan rujukan utama bagi mereka, “Mereka dibawa tenaga medis terdiri orang lanjut usia,” tandas Engkus.

Warga yang dievakuasi ke rumah sakit itu memang kondisinya sedang lemah, “Bukan terkena banjir, tetapi memang kondisinya sedang sakit,” katanya. Ada sedikitnya 11 perumahan, Selasa ini terkena banjir, perumahan tersebut adalah Villa Jatirasa, Pondokgede Permai, Pondok Mitra Lestari, Kemang Ivy, Komplek Depnaker, Deltamas, Perumahan Pekayon, Century, Pangkalan Bambu/Lottemart, RW 04 Sepanjang Jaya, RW 26 Margahayu.

“Ketinggian air di perumahan yang terendam bevariasi. Paling rendah air 1,8 meter dan paling tinggi 4 meter,” lanjut Engkus Kustara. Engkus mengatakan, Perumahan Pondokgede Permai (PGP) masih menjadi lokasi banjir terparah dengan kedalaman air mencapai lebih dari empat meter. Bahkan, air mencapai atap rumah warga.

Kondisi itu juga diperparah dengan adanya tanggul jebol di lokasi yang sama pada waktu banjir 18 Januari 2013, yakni di blok C yang berada tepat di hulu Kali Bekasi, tempat pertemuan arus Sungai Cileungsi dan Cikeas. Pihaknya mengaku telah menerjunkan anggotanya yang berjumlah 65 orang untuk disiagakan di sejumlah lokasi tersebut. “Kami juga dibantu oleh Perlindungan Masyarakat (Linmas) Jatiasih dan Jatimekar, organisasi kemanusiaan, Binmas Polri, dan TNI,” katanya.
Petugas kembali mendirikan dua tenda pengungsian yang dibangun di lapangan kosong depan gerbang perumahan PGP ini untuk mengevakuasi sekitar 2.000 kepala keluarga

Sedikitnya 1.000 rumah warga di tiga kecamatan di Kota Bekasi, hingga Selasa (20/11) masih terendam banjir.
Ketua Forum Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Bekasi, Engkus Kustara, mengungkapkan ketiga lokasi yang terendam banjir itu ialah Kelurahan Margajaya, Bekasi Selatan, Kelurahan Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawalumbu, dan Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur.

Adapun wilayah yang terkena dampak paling parah ialah RT 5 RW 1 Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan. “Daerah ini paling parah terendamnya karena lokasinya sangat dekat dengan Kali Bekasi. Air yang menggenang pun hampir mencapai dua meter,” katanya. Ketua RT 005, RW 01, Kelurahan Margayaja, Kecamatan Bekasi Selatan, Yadi, mengatakan jumlah warga yang menjadi korban banjir di wilayahnya mencapai 251 kepala keluarga (KK).

Pemkot Bekasi mengakui kesulitan mengatasi banjir di wilayah setempat. Alasannya karena anggaran yang tersedia terbatas.
Kepala Bidang Tata Air Dinas Bina Marga dan Tata Air Kota Bekasi, Nurul Furqon, mengatakan, saat ini ada 20 titik yang terendam bajir. “Ada beberapa wilayah yang terkena banjir, di antaranya Kompleks IKIP, Perumnas III, Perumnas Rawalumbu, Rawa Tembaga, Perumnas I, Perumahan Taman Century, dan beberapa lainnya,” jelas Furqon.

Dia berargumentasi, jumlah titik banjir di Kota Bekasi terus mengalami penurunan. Dari 52 saat ini tinggal 20. Namun pihaknya mengakui, dalam satu tahun Pemkot Bekasi hanya mampu menangani 5 titik banjir. Hal ini disebabkan karena minimnya anggaran yang tersedia. Menurut Furqon, pembagian antara pembuatan drainase dan jalan masih diangka 20 banding 80 persen dari total APBD. “Dari total anggaran yang ada, alokasi untuk pembangunan drainase hanya 20 persen. Padahal pembangunan di Bekasi berkembang pesat,” katanya.

Menurutnya, penanganan banjir harus terintegrasi dengan seluruh instansi terkait, termasuk dengan daerah lain, seperti Bogor. Selain itu, diperlukan penambahan anggaran pemeliharaan dan pembuatan siphon di beberapa titik rawan banjir di Kota Bekasi

Dua Perampokan Bersenjata Terjadi Di Taman Aries Kembangan dan Kompleks Elite Modernland


Kapolsek Kembangan, Kompol Heru Agus mengatakan aksi perampokan yang dilakukan oleh tiga orang perampok sore tadi, Rabu (30/1/2013) di rumah Jimmy (59) warga Perumahan Taman Aries Blok B2 No.21 RT 01 RW 09, Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat meninggalkan beberapa barang bukti.

“Pelaku sempat melepaskan tembakan ke arah warga dan barang bukti yang tertinggal di TKP yakni satu selongsong peluru dan satu buah badik bergagang kayu dengan panjang 30 sentimeter,” ujar Heru. Heru mengatakan usai melakukan oleh TKP, barang bukti berupa selongsong peluru dan satu buah badik milik pelaku langsung diamankan ke Polsek Kembangan.

Heru juga menambahkan akibat kejadian itu korban mengalami kerugian diantaranya satu tas Levis warna coklat yang berisi kartu kredit City Bank, satu USB, buku tabungan, dan tiga unit handphone Nokia.

“Saat kepergok pemilik rumah, pelaku kabur dan lari sambil acung-acungkan senjata api jenis CIS, kemudian mereka masuk mobil dan kabur. Warga sekitar yang mengetahui aksi itu sempat menghadang dan mengejar. Tapi pelaku melepaskan tembakan ke atas lalu kabur,” kata Heru.

Sekelompok perampok dengan menggunakan senjata api (senpi) menggasak rumah yang berada di kompleks elite, Modernland Jalan Pulo Dewa Dua, Blok P3 RT. 05/02 No. 16 Kelurahan Kelapa Indah, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Selasa (22/1) pukul 13.15 WIB. Dalam aksinya pelaku berhasil membawa perhiasan senilai Rp 300 juta.

Berdasarkan informasi di lokasi kejadian, pelaku datang ke lokasi pukul 13.10 WIB. Tiga orang pelaku datang dengan menggunakan tiga unit mobil berbeda, yakni Avanza, Honda Jazz dan Toyota Yaris.

“Sesampai di depan pintu, mereka membunyikan bel, dan keluar seorang pembantu dan pelaku berkata kepada pembantu agar pintu pagar dibuka karena ada yang akan diperbaiki di lantai 2 atas permintaan Bapak Lukman, “ ujar seorang saksi di lokasi yang namanya enggan disebutkan.

Ketika itu, pelaku berpura-pura menelepon pemilik rumah. Tanpa rasa curiga pembantu langsung membuka pintu dan mengantar salah seorang pelaku untuk melihat tempat yang akan di perbaiki di lantai 2.


“Satu orang pelaku naik ke lantai dua melalui pintu samping dan satu orang lagi tinggal di bawah. 
Selang 5 menit mereka keluar dan langsung naik ke mobil dan tancap gas lewat pintu belakang,” terangnya.

Setiba di pos sekuriti belakang, pintu gerbang tertutup dan pelaku sempat mengeluarkan tembakan dua kali ke atas. Mendengar ada suara tembakan, petugas keamanan yang ada di pos lari menyelamatkan diri. Pelaku kemudian membuka pintu gerbang sendiri dan melarikan diri dengan membawa hasil rampokannya emas dan berlian senilai Rp 300 juta.
 Ketika peristiwa itu terjadi, kondisi rumah hanya ada pembantu dan dua orang tukang yang sedang memperbaiki kamar mandi.

Kapolres Metro Tangerang Kombes Pol Wahyu Widada membenark

Musso Tokoh PKI Adalah Anak Kyai Ponpes Kapurejo Mantan Pasukan Diponegoro


Temuan baru muncul mengungkap siapa sebenarnya Musso atau Munawar Musso alias Paul Mussote (nama ini tertulis dalam novel fiksi Pacar Merah Indonesia karya Matu Mona), tokoh komunis Indonesia yang memimpin Partai Komunis Indonesia (PKI) pada era 1920-an. Nama Musso terus berkibar hingga pemberontakan Madiun 1948.

Musso dilahirkan di Kediri, Jawa Timur 1897. Sering disebut-sebut, Musso adalah anak dari Mas Martoredjo, pegawai kantoran di Kediri. Penelusuran merdeka.com mengungkap cerita lain, bahwa Musso ternyata putra seorang kiai besar di daerah Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Kiai besar itu adalah KH Hasan Muhyi alias Rono Wijoyo, seorang pelarian pasukan Diponegoro.

Kabar bahwa Musso diragukan sebagai anak Mas Martoredjo muncul dari informasi awal Ning Neyla Muna (28), keluarga Ponpes Kapurejo, Pagu, Kediri yang menyebut Musso itu adalah keluarga mereka.

Sulit untuk dipercayai, jika Musso anak pegawai kantoran biasa di desa, bisa menjadi pengikut Stalin dan fasih berbahasa Rusia. Bahkan untuk berteman dengan Stalin dan bisa melakukan aktivitasnya yang menjelajah antarnegara hanya bisa dilakukan oleh orang-orang kaya di masa itu.

Kalau bukan anak orang berpengaruh, sulit pula baginya menjadi pengurus Sarekat Islam pimpinan H.O.S Tjokroaminoto. Selain di Sarekat Islam, Musso juga aktif di ISDV (Indische Sociaal-Democratishce Vereeniging atau Persatuan Sosial Demokrat Hindia Belanda).

Saat di Surabaya Musso pernah kos di Jl. Peneleh VII No. 29-31 rumah milik HOS Tjokroaminoto, guru sekaligus bapak kosnya. Selain Musso di rumah kos itu juga ada Soekarno, Alimin, Semaun, dan Kartosuwiryo.

Musso, Alimin, dan Semaun dikenal sebagai tokoh kiri Indonesia. Sedangkan nama yang terakhir, menjelma menjadi tokoh Darul Islam, ekstrem kanan. Mereka dicatat dalam sejarah perjalanan revolusi di Indonesia.

Saat kos itu, Musso menjadi salah seorang sumber ilmu Bung Karno dalam setiap percakapan. Seperti misalnya saat Musso menyoal penjajahan Belanda, “Penjajahan ini membuat kita menjadi bangsa kuli dan kuli di antara bangsa-bangsa.”

Merdeka.com menemui KH Mohammad Hamdan Ibiq, pengasuh Ponpes Kapurejo, Pagu Kediri untuk bertanya tentang siapa Musso. “Saya hanya mengetahui Musso memang keluarga besar Ponpes Kapurejo, namun yang paham itu adalah KH Muqtafa, paman kami. Yang saya pahami Musso itu anak gawan (bawaan), jadi saat KH Hasan Muhyi menikahi Nyai Juru, Nyai Juru sudah memiliki putra salah satunya Musso. Makam keduanya berada di komplek Pondok Pesantren Kapurejo,” kata Gus Ibiq paggilan akrab KH Hamdan Ibiq, akhir bulan lalu.

Penelusuran dilanjutkan ke rumah KH Muqtafa di Desa Mukuh, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri. Tiba di rumah KH Muqtafa, si empunya rumah tampak sedang asyik mutholaah kitab kuning (membaca dan memahami kitab kuning) tepat di depan pintu rumahnya.

Setelah mengucapkan salam dan dijawab, kemudian Kyai Tafa mempersilakan masuk. Rumah lelaki pensiunan pegawai Departemen Agama ini tampak asri, tembok warna putih dan ada bagian gebyog kayu jati yang menandakan pemiliknya orang lama. Ditambah beberapa hiasan kaligrafi Arab yang ditulis dengan indah menempel di antara dinding rumahnya. Selanjutnya Kiai Tafa masuk ke rumah induk dan berganti pakaian yang semata-mata dia lakukan untuk menghormati tamunya.

Lima menit berlalu, Kiai Tafa keluar dan menanyakan maksud kedatangan. Sebelumnya lelaki yang sudah tampak uzur ini menyatakan meski keturunan keluarga pesantren, dia tak memiliki santri. Sebab dia harus menjadi pegawai negeri dan berpindah-pindah tempat.

“Mau bagaimana lagi memang harus seperti itu,” kata Kiai Tafa membuka perbincangan.

Setelah mengutarakan maksud dan tujuan untuk mengetahui sejarah Ponpes Kapurejo, kemudian penuh semangat, Kiai Tafa menjelaskan secara gamblang dengan suara yang sangat berwibawa.

Belum membuka pembicaraan tentang Musso, merdeka.com hanya ingin mengetahui arah pembicaraannya seperti yang disampaikan Gus Ibiq, bahwa Kyai Tafa –lah yang menjadi kunci silsilah keluarga Pondok Pesantren, Kapurejo.

“KH Hasan Muhyi itu orang Mataram, sebenarnya namanya adalah Rono Wijoyo. Beliaulah pendiri Pondok Pesantren Kapurejo. Beliau menikah sebanyak tiga kali, istri pertamanya adalah Nyai Juru. Dari pernikahannya yang pertama itu KH Hasan Muhyi diberikan 12 putra. Dan maaf salah satunya mungkin orang mengenal dengan nama Musso,” ujar Kiai Tafa yang sedikit canggung ketika menyebut nama Musso.

Meski canggung, Kiai Tafa kembali menegaskan itulah fakta sejarah. “Mau bagaimana lagi itulah fakta sejarah,” tukasnya.

Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq Ditangkap KPK Karena Kasus Suap Impor Daging


Eks Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq ditangkap setelah ditetapkan menjadi tersangka kasus suap impor daging. Sejumlah kalangan menilai PKS akan terjun bebas karena kasus ini, namun Wasekjen PKS Mahfudz Siddiq tak sepakat.

Menurut Mahfudz, kasus yang menimpa Luthfi tak serta-merta menghabisi eksistensi PKS. Dia menegaskan partainya tidak habis saat ini juga.

“Salah besar menyangka bisa habisi PKS dengan menangkap LHI. Siang ini Ketua Majelis Syuro PKS akan mengumumkan pengganti LHI sebagai Presiden DPP PKS. Keputusan ini diambil menyusul pengunduran diri LHI dari jabatan presiden partai karena akan berkonsentrasi dalam penyelesaian kasus hukumnya,” tegas Mahfudz.

Hal ini disampaikan Mahfudz kepada detikcom, Jumat (1/2/2013).

Mahfudz menuturkan, PKS telah mengambil langkah cepat terkait hal ini. Yakni memilih presiden baru untuk segera mencari cara memperbaiki citra PKS.

“Langkah ini adalah bagian dari etika dan mekanisme organisasi di PKS. Meski kasus hukum LHI blm disidangkan namun kepentingan organisasi partai diprioritaskan. Ini menunjukkan bahwa PKS tidak pernah bergantung pada orang per orang,” kata Ketua Komisi I DPR ini.

Dia lantas kembali menegaskan pengumuman presiden PKS yang akan ditetapkan siang ini. Rencananya pukul 13.00 WIB Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin akan mengumumkan presiden baru PKS yang disebut-sebut adalah Anis Matta, di Kantor DPP PKS.

“Dalam waktu 2 hari sejak LHI ditetapkan sebagai tersangka melalui proses yang banyak kejanggalan, PKS sudah punya keputusan siapa pengganti jabatan Presiden DPP PKS. Siang ini setelah salat jumat akan diumumkan,” pungkasnya.

KPK sudah menetapkan anggota DPR, Luthfi Hasan Ishaaq, sebagai tersangka kasus suap impor daging. Namun Luthfi belum berencana mundur sebagai anggota DPR hingga saat ini.

“Tadi seperti yang kita ketahui, baru mundur dari Presiden PKS. Untuk soal mengenai (mundur dari) anggota DPR belum dengar juga,” kata salah satu kuasa hukum Luthfi, Zainuddin Paru, kepada detikcom, Jumat (1/2/2013).

Menurut Zainuddin, pihaknya bakal mematuhi seluruh proses hukum yang ada di KPK. Bahkan Luthfi, lanjut Zainuddin, dengan legowo tidak melawan saat meneken surat penahanan.

“Jangankan melawan secara fisik, suara meninggi saja tidak,” lanjut Zainuddin.

Zainuddin memastikan, kondisi Luthfi saat ini sehat. Pihaknya akan segera mengumpulkan dokumen-dokumen untuk membantah sangkaan dari KPK soal dugaan penerimaan uang Rp 1 miliar.

“Kami sedang kumpulkan bukti-bukti,” tegasnya.

Pada Selasa (29/1) malam lalu, KPK menangkap Ahmad Fathanah dan Maharani di Hotel Le Meridien. Kemudian, KPK menemukan uang Rp 1 miliar di mobil Fathanah. Keduanya dibawa ke KPK. Lalu masih pada malam itu, KPK menangkap Juard Effendi dan Arby Effendi. Nah, baru pada Rabu (30/1) KPK mengamankan Luthfi Hasan dari markas PKS.

Maharani Mahasiswi Cantik Yang Diamankan KPK Langsung Ditinggalkan Semua Temannya


Maharani (19), mahasiswi sebuah perguruan tinggi swasta yang ikut diamankan KPK sudah dibebaskan, Kamis (31/1) subuh. Ke mana perempuan cantik ini pergi meninggalkan Gedung KPK?

“Dia minta diantar ke Apartemen Mediterania,” kata sopir taksi yang membawa perempuan biasa dipanggil Rani ini pergi dari KPK, Anwar, Jumat (1/2/2013).

Menurut Anwar, selama di dalam taksi yang dikemudikannya, Rani beberapa kali berusaha menghubungi kawan-kawannya. Rani akhirnya meminta turun di apartemen yang ada di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat.

“Dia telepon temannya, katanya mau ke situ (Apartemen Mediterania), temannya nyuruh datang saja,” jelas Anwar lagi.

Taksi pun melaju ke arah Tanjung Duren. Sejurus kemudian, Rani masuk ke dalam areal apartemen mewah tersebut.

Pada Selasa (29/1) malam lalu, KPK menangkap Ahmad Fathanah dan Maharani di Hotel Le Meridien. Kemudian, KPK menemukan uang Rp 1 miliar di mobil Fathanah. Keduanya dibawa ke KPK. Lalu masih pada malam itu, KPK menangkap Juard Effendi dan Arby Effend . Nah, baru pada Rabu (30/1) KPK mengamankan Luthfi Hasan dari markas PKS.

Setelah semalaman diperiksa penyidik, mahasiswi cantik bernama Maharani akhirnya diperbolehkan meninggalkan KPK. Ia pergi dengan menumpang taksi. Selama di dalam mobil, Rani lebih banyak nangis dan terlihat panik.

Sopir taksi yang membawa Rani pergi, Anwar menceritakan jika ia terus mendengar tangisan mahasiswi PTS tersebut. Meski tidak sampai terisak-isak, terdengar jelas kesedihan Rani.

“Dia nangis begitu keluar KPK, tapi nggak keras, dan baru berhenti (nangis) di perempatan Kuningan,” kata Anwar, Jumat (1/2/2013).

Saat itu, Rani meminta diantar ke kawasan Kemang. Selama perjalanan, Anwar memperhatikan Rani sibuk mencoba menghubungi sejumlah orang. Namun tidak ada yang menjawab telepon Rani. “Saya gimana yah pak,” kata Rani saat itu setengah panik.

Belum sampai Kemang, Rani kemudian meminta mobil berputar agar bisa diantar ke Grogol. Namun lagi-lagi Rani membatalkan permintaannya itu. “Saya bilang, ‘yang pasti dong mba, jangan muter-muter gini’,” jelas Anwar saat itu kepada Rani.

Di situlah Rani akhirnya mengaku kebingungan harus pergi ke mana. Seluruh temannya yang coba dihubungi tidak ada yang menjawab. Kebetulan saat itu waktu juga sudah hampir menginjak pukul 03.00 WIB.

“Saya bingung pak, nama saya tercemar, keluarga saya juga. Kemana yah saya, banyak yang nggak angkat telepon saya,” jelas Rani saat itu kepada Anwar.

Rani juga saat itu mengaku ketakutan diikuti. Bolak-balik ia melihat ke arah belakang.

Akhirnya salah seorang teman Rani mengangkat telepon. Rani disuruh untuk datang ke Apartemen Mediterania, Tanjung Duren, Jakarta Barat.