Holy Angela Tewas Di Tower Ebony Apartemen Kalibata Saat Yang Sama Seorang Bunuh Diri Dengan Lompat Dari Lantai 9


Pihak pengelola Tower Ebony Apartemen Kalibata City, mengatakan tidak ada kamera pengawas CCTV di lantai 9. Di kamar E. 09 AT itu, Holly Angela ditemukan kritis karena luka penganiayaan. “CCTV tidak ada di lantai 9,” kata petugas pengelola, Yunus saat dikonfirmasi, Selasa (1/10/2013). Menurut dia, CCTV hanya berada di lobi tower apartemen. “Jadi yang terpantau yang di lobi,” imbuhnya.

Dia menyebut orang yang bisa masuk ke tower Ebony harus memiliki kartu akses. Tapi dia mengakui tamu bisa masuk berbarengan pemilik unit. Diberitakan sebelumnya, Holly Angela yang akhirnya meninggal dunia di RS Tria Dipa mengalami luka sobek dan memar. “Ada 3 luka sobek di kepala korban akibat benda tajam,” kata Kasubag Humas Polres Jaksel, Kompol Aswin saat dikonfirmasi terpisah.

Selain itu ditemukan luka memar di kedua tangan dan di punggung korban. Holly Angela ditemukan kritis oleh petugas keamanan dan kemudian dibawa ke RS Tria Dipa hingga akhirnya meninggal dunia. Pada saat yang bersamaan pria yang belum diketahui identitasnya lompat dari kamar yang sama. Si Mr x tewas dengan luka sobek di bagian dahi, patah tulang rusuk pada dada kanan.

Sejumlah saksi menyebut dugaan si pelompat lebih dulu menganiaya Holly Angela. “Diperkirakan pelaku setelah membunuh korban dia langsung lompat,” kata petugas keamanan Kalibata City yang ditemui di RS Tria Dipa. Tapi polisi masih menyelidiki kaitan dua kasus dalam lokasi yang sama ini. Garis polisi masih terpasang di kamar E 09 AT milik Holly Angela di Tower Ebony Apartemen Kalibata City. Ada 2 satpam yang menjaga di sekitar kamar di lantai 9 tersebut.

Pantauan detikcom sekitar pukul 07.22 WIB, Selasa (1/10/2013), garis polisi juga membentang di lorong pintu kamar. Selain garis polisi, di depan pintu juga diletakkan sebuah sapu ijuk sebagai penghalang.

Masih terlihat bercak darah serta jejak sepatu di pintu kamar tersebut. Suasana sekitar TKP sepi. Selain itu juga ada jejak darah yang sudah kering di lantai depan kamar korban.

Selain kamar yang menjadi lokasi pembunuhan, kamar E 09AE yang berada tepat di depan lokasi kamar juga ikut disegel polisi. “Ya, kedua kamar ini yang dipasangi police line,” kata seorang petugas keamanan saat ditemui di lokasi.

Selain itu, 3 orang petugas keamanan disiagakan didepan lorong masuk kamar. Holly Angela ditemukan kritis sebelum akhirnya meninggal karena dianiaya. Siapa pelakunya belum diketahui tapi diduga Mr x yang lompat bunuh diri dari pelataran kamar yang sama.

Holly Angela dianiaya hingga tewas di kamarnya di Tower Ebony apartemen Kalibata City, Jaksel. Diduga pembunuh Holly adalah Mr X yang kemudian bunuh diri dengan melompat dari kamar yang sama yakni 09 AT.

“Ada 3 luka sobek di kepala korban akibat benda tajam,” kata Kasubag Humas Polres Jaksel, Kompol Aswin saat dikonfirmasi, Selasa (1/10/2013). Selain itu ditemukan luka memar di kedua tangan dan di punggung korban. Holly Angela ditemukan kritis oleh petugas keamanan dan kemudian dibawa ke RS Tria Dipa hingga akhirnya meninggal dunia.

Sementara Mr X yang tewas melompat dari lantai 9 mengalami luka sobek di bagian dahi, patah tulang rusuk pada dada kanan. Jasad keduanya dibawa ke RSCM. Siapa Mr X yang diduga menganiaya Holly Angela sebelum lompat bunuh diri di apartemen Kalibata City, Jaksel, belum terungkap. Apa hubungan Holly Angela dengan Mr X menjadi misterius.

Suami Holly Angela diketahui berada di Australia. Informasi ini didapatkan dari ibu angkat Holly Angela yang datang ke RS Dipa, Jalan Pasar Minggu, Jaksel. Keterangan ini kemudian disampaikan petugas keamanan Kalibata City berinisial I yang juga berada di RS Dipa.

“Tadi suaminya di Australia dihubungi yang mengaku ibu angkat itu. Dia ngga dapat tiket, baru pagi pagi ini dia berangkat dari Australia,” kata si petugas, Selasa (1/10/2013). Dari foto yang didapatkan, suami Holly Angela bertubuh gemuk dengan kumis. Petugas keamanan meyakini orang dalam foto itu berbeda dengan pria yang tewas melompat dari lantai 9 tower Ebony setelah menganiaya Holly Angela.

Holly juga sebelum kejadian juga diketahui menelpon ibu angkatnya sekitar pukul 22.39 WIB, Senin (30/9). “Holly telepon ibu angkatnya dia bilang sudah di rumah (apartemen). Tapi setelah itu, Holly menjerit terus telepon mati,” kata si petugas. Holly Angela ditemukan kritis di kamarnya. Tangannya terikat ke belakang dengan kepala tersungkur di lantai. Ada kucuran darah di sekitar kepalanya.

Petugas keamanan apartemen sebelumnya mendapat informasi dari pemilik unit di lantai 9 Tower Ebony. Kata tetangga, ada suara berisik dari kamar ibu beranak satu tersebut.

Holly Angela kata petugas bukan penghuni baru apartemen. Tapi dia tak tahu bila Holly Angela kerap membawa tamu laki-laki ke kamarnya. “Siapa itu ngga tahu, apa memang (Mr X) ada di situ atau gimana,” tuturnya.

Soal kunjungan tamu, pihak apartemen memberi syarat agar pengunjung melapor. “Kalau mau menginap harus lapor dulu ke security dan tukar KTP,” ujarnya.

“Tapi kunci kamar 09 AT cuma dia (Hollly Angela) yang pegang,” imbuh petugas.

Curiga dengan kondisi Holly, pada pukul 22.41 WIB, ibu angkat mengirim pesan singkat. “Ada apa Holly,” begitu isi SMS yang terkirim. Tak ada jawaban dari wanita kelahiran Magelang itu

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s