Category Archives: Jakarta Banjir

Diprediksi 27 Januari Jakarta Tenggelam Beserta Petanya Karena Curah Hujan Sekarang Baru 95mm dan Belum Bulan Purnama

Pakar air Universitas Indonesia (UI), Firdaus Ali, menyatakan bahwa banjir besar yang kembali terulang di Jakarta saat ini, salah satunya, dipicu kondisi tanah yang jenuh. Hal itu menyebabkan proses peresapan air menjadi tak optimal.

Selain itu, kondisi drainase di Jakarta yang buruk pun memperparah keadaan. Firdaus menjelaskan, seluruh volume air di Jakarta dapat ditampung melalui dua media, yakni yang mengalir di sungai, dan yang meresap ke dalam tanah. Dengan kondisi tanah Jakarta yang jenuh, akibatnya hanya 15 persen yang mampu terserap dan sisanya tumpah di permukaan.

“Tanah jenuh, dan hujan terus turun. Akhirnya air mengalir ke mana-mana,” kata Firdaus, Kamis (17/1/2013).

Lebih jauh Firdaus menyampaikan, daya tampung 13 sungai yang terdapat di Jakarta mencapai 8 juta meter kubik, sedangkan Kanal Banjir Barat (KBB) sanggup menampung volume air 500.000 meter kubik per detik. Meski demikian, semua menjadi tidak berlaku saat hujan terus mengguyur tanpa henti.

Menurut dia, curah hujan di Jakarta saat ini masih berada di kisaran 95 milimeter, dan di wilayah hulu (Puncak, Bogor) masih di bawah 75 milimeter. Angka ini jauh dibandingkan hujan yang mengguyur Jakarta pada 2007 yang mencapai 320 milimeter.

Perlu diketahui, satu milimeter air hujan di satu meter persegi dapat menghasilkan air sebanyak satu liter. Dapat dibayangkan, luas Jakarta yang mencapai 626 kilometer persegi dikali curah hujan saat ini yang mencapai sekitar 95 milimeter. “Tapi sekarang kan hujan terus menerus. Air pasang laut juga lagi tinggi sehingga volume menampung air jadi tak berlaku,” ujar Firdaus.

Pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan seluruh warga DKI Jakarta diimbau untuk waspada terhadap datangnya banjir yang mungkin akan lebih besar dibandingkan dengan 2007. Bahkan, diprediksi, pada medio 26-29 Januari 2013 banjir yang terjadi berpotensi “menenggelamkan” Ibu Kota Jakarta.

Pakar air dari Universitas Indonesia (UI), Firdaus Ali, menjelaskan, curah hujan Jakarta diperkirakan akan terus meningkat, ditambah pada 27 Januari, Bulan akan berada di puncak purnama. Pada saat itu, air pasang di laut akan lebih tinggi sehingga tak dapat menampung air yang berasal dari daratan sehingga potensi banjir di Jakarta diprediksi akan melebihi banjir yang terjadi pada 2007.

Untuk diketahui, pada 2007 curah hujan yang mengguyur Jakarta mencapai 320 milimeter. Curah hujan di Jakarta saat ini sekitar 95 milimeter dan di wilayah hulu (Puncak, Bogor) sekitar 75 milimeter. Satu milimeter air hujan di 1 meter persegi mampu menghasilkan air sebanyak 1 liter.

Dapat dibayangkan, luas Jakarta mencapai 626 kilometer persegi dikali curah hujan di akhir Januari yang diprediksi akan lebih tinggi. Hal itu diperparah dengan air kiriman dari hulu dan kondisi tanah Jakarta yang jenuh akibat pori tanah terisi penuh oleh air akhirnya hanya mampu menyerap air sebanyak 15 persen.

“Nanti kejadiannya bisa lebih hebat dari 2007. Waspada, khususnya di 27 Januari, karena air di darat sekecil apa pun tak akan bisa mengalir ke laut,” kata Firdaus, Kamis (17/1/2013).

Saat ditanya mengenai solusi terbaik menghadapi ancaman itu, Firdaus menjawab, pemerintah harus menjamin antisipasi evakuasi, ketersediaan logistik, dan obat-obatan. Menurut dia, sudah tak ada cukup waktu untuk menghindari banjir. “Tak ada yang bisa kita lakukan kecuali berdoa, meminta kemurahan Tuhan. Kalau mau menghindari banjir, dari dulu ke mana saja,” ujar Firdaus.

Curah hujan tinggi sejak beberapa hari lalu berujung pada banjir di sejumlah wilayah di DKI Jakarta.

Sebagai informasi untuk masyarakat mengenai daerah mana saja yang terkena dampak di ibukota, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Provinsi DKI Jakarta telah merilis peta sebaran banjir.

Peta dengan ukuran besar dapat diakses di tautan ini. Adapun peta dengan wilayah cakupan banjir yang dibagi berdasarkan rukun warga (RW) dapat diakses di tautan ini.

Peta Lokasi Rawan Banjir Di Jakarta

Kompleks Dosen IKIP Jatibening Terendam Banjir Hingga 2 Meter

Sejumlah kawasan di Bekasi, Jawa Barat juga tak luput dari terjangan banjir. Di kompleks Dosen IKIP Jatibening, banjir menggenang hingga 2 meter. Banjir sudah menggenangi komplek ini sejak pukul 07.00 WIB.

Pembaca detikcom, Arif Hidayat, Kamis (17/1/2013), menginformasikan lokasi terparah dialami oleh warga yang berada di Komplek Dosen IKIP blok I dan II. Ketinggian di lokasi itu mencapai 1,5 meter hingga 2 meter.

Sekitar 400 Kepala Keluarga (KK) yang berada di kompleks ini tetap bertahan karena keterbatasan perahu untuk mengevakuasi warga. Dua buah perahu karet berukuran kecil yang dimiliki warga hanya bisa mengangkut 3-4 orang untuk sekali evakuasi. Itupun terkendala dengan kuatnya arus yang datang dari arah belakang komplek ini.

Bantuan perahu yang diharapkan datang dari BPMLH dan Dinas Sosial Kota Bekasi juga belum tiba, meskipun ada beberapa petugas dari kedua dinas tersebut yang bersiaga. Mereka terlihat membawa jaket pelampung dan mesin perahu karet namun tidak disertai dengan perahu, sehingga petugas yang ada terpaksa berdiam diri.

Tingginya genangan air juga memutuskan jalan utama Jatibening dari arah Kalimalang menuju Pondok Gede. Di jalan utama ini ketinggian air mencapai satu meter lebih. Semua kendaraan termasuk kontainer terpaksa memutar haluan menghindari jalan didepan komplek Dosen IKIP ini.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Terjun Ke Kali Ciliwung

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tak hanya menyapa warga korban banjir di Kalibata (Kelurahan Rajawati), Jakarta Selatan. SBY juga terjun ke kali Ciliwung dan meneruskan perjalan dengan perahu sea rider.

Pantauan detikcom, Kamis (17/1/2013) SBY langsung mengenakan pelampung berwarna oranye sebelum terjun ke perahu karet milik Marinir tersebut. Kepala Negara juga tampak mengenakan topi warna biru bertuliskan SBY.

Ibu Ani Yudhoyono yang sebelumnya mendampingi, tak ikut terjun ke dalam perahu. SBY didampingi Menko Kesra Agung Laksono, Kapolri Jenderal Timur Pradopo, Menteri PU Djoko Kirmanto, Mensos Salim Segaf Al Djufri dan Seskab Dipo Alam.

Sementara para pengawal tampak di perahu terpisah. Sejumlah anggota Marinir juga ikut mengawal Presiden.

Rencananya, SBY akan mengarah ke Kampung Melayu, Jakarta Timur. Arus sungai terpantau deras karena aliran air dari Bogor masih cukup tinggi.

Kehadiran SBY di lokasi bencana menyedot perhatian masyarakat sekitar. Anak-anak senang menyaksikan Kepala Negara dengan berteriak-teriak,”Horeee! Horeee!” sembari bertepuk tangan.

Banjir Di Jalan MH Thamrin Tenggelamkan Basement Gedung Plaza UOB

Banjir di Jl MH Thamrin, Jakarta, memendam basement Gedung Plaza UOB. Petugas Parkir Abdul Hakim yang selamat setelah berjam-jam terjebak di basement 1 gedung tersebut berbagi cerita.

Sekitar pukul 09.00 WIB air mulai memasuki basement Plaza UOB. Namun pengelola gedung belum memerintahkan semua karyawan untuk evakuasi diri dan mobil-mobil di dalamnya.

“Awalnya air masuk biasa setinggi mata kaki. Jadi gedung memasang bak pasir supaya air tidak masuk. Tapi tiba-tiba air masuk sangat kencang seperti tsunami kuat banget, saya langsung terseret dan menabrak mobil-mobil yang masih terparkir,” kisah Abdul Hakim yang terjebak banjir di basement 1 Gedung Plaza UOB di Jl MH Thamrin, Jakarta, Kamis (17/1/2013), sejak pukul 09.30 WIB.

Abdul Hakim baru bisa menghirup udara bebas setelah ditolong tim seadanya sekitar pukul 14.00 WIB. Dia masih shock berat tubuhnya terhempas air cokelat gelap yang saat ini sudah menenggelamkan semua basement Plaza UOB.

“Awalnya saya mau menyelamatkan dua orang lainnya mas, dua orang cleaning service. Tapi saya nggak bisa, talinya nggak sampai. Mereka berdiri di atas mobil, tapi terhempas ke basement 2,” kata Abdul Hakim lirih.

Abdul Hakim yang sehari-hari bekerja di perusahaan Auto Parking di basement Plaza UOB itu pun kini tengah menjalani pengobatan. Badannya kesakitan dihempaskan banjir menabrak mobil-mobil yang terparkir di dalamnya.

Sementara proses evakuasi sampai saat ini masih terus berlangsung. Pihak pengelola gedung belum melibatkan tim SAR dalam evakuasi ini.

Kawasan Bundaran HI Hotel Indonesia Sudah Berubah Menjadi Sungai

Kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (17/1/2013) tergenang air pascahujan deras. Jika dipantau dari ketinggian, maka kawasan HI layaknya sungai.

Pengamatan Kompas.com dari jembatan penyeberangan di depan UOB Plaza, kawasan HI di dua arah sudah tergenang air. Genangan mulai terjadi di depan UOB Plaza. Paling parah, yakni jalur arah Semanggi dengan ketinggian air sampai paha orang dewasa.

Air yang memenuhi jalur arah Semanggi lalu mengalir ke jalur arah Thamrin. Banjir itu mengakibatkan kemacetan parah di Jalan Sudirman ke arah Thamrin. Kendaraan hanya bisa memakai jalur busway yang genangan airnya tidak terlalu tinggi. Begitu pula arah sebaliknya.

Tak sedikit kendaraan yang mogok ketika nekat menerobos, khususnya sepeda motor. Pengendara yang tak mau ambil risiko memilih memutar arah. Genangan air bisa saja meningkat lantaran hingga pukul 10.00 WIB hujan deras masih terjadi.

Puluhan mobil roda empat atau lebih terjebak di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (17/1/2013) akibat banjir. Salah satunya, yakni mobil mewah Roll Royce.

Mobil mewah berwarna hitam itu tertahan tepat di depan Menara BCA ke arah Semanggi. Air masuk hingga dalam mobil. Akhirnya, pengemudi sibuk mengeluarkan air dari dalam mobil dengan wadah plastik.

Untuk diketahui, genangan sudah terjadi di depan OUB Plaza di dua arah. Paling dalam, genangan air sampai setinggi pinggang orang dewasa. Akibatnya, kendaraan tak berani melintas.

Sebagian kendaraan roda dua yang terjebak lalu memarkirkan motor di jalur pembatas. Sebagian lagi memilih mendorong motor meski harus melintasi arus deras. Untuk melawan arus, motor harus didorong oleh beberapa orang. Beberapa motor tampak terjatuh.

Hingga pukul 11.60 WIB, kawasan HI masih lumpuh. Akibatnya, kemacetan parah terjadi di Jalan Jenderal Sudirman. Sebagian kecil memilih memutar ke arah Jalan Tanjung Karang.

Jokowi Tidak Masuk Kerja Karena Kantor Kebanjiran Maka Beredar Isu Cuti Bersama

Hujan dengan intensitas cukup tinggi membuat beberapa jalanan di Ibu Kota tergenang. Jalan Medan Merdeka Selatan di depan kantor Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo pun tak luput dari genangan.

Berdasarkan pantauan Tempo, jalan di depan kantor Jokowi dan Ahok ini tergenang setinggi sekitar 20 sentimeter. Beberapa motor terpaksa melewati trotoar. Lalu lintas tampak tersendat karena mobil memilih jalan perlahan.

Tidak seperti biasanya, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo hingga pukul 08.00 WIB tampak belum tiba di kantor. Saat dihubungi Widiarsi Agustina dari Tempo, sejak Subuh Jokowi sedang memantau banjir dari CCTV di rumah dinasnya.

Hari ini Jokowi dijadwalkan bertemu Kepala Dinas Pelayanan Pajak DKI Jakarta Iwan Setiawandi dan perwakilan Direksi BRI pada pukul 07.30 WIB. Kemudian menerima wawancara beberapa media asing dan media nasional dalam rangka 100 hari kerjanya.

Sejumlah pesan yang beredar tentang cuti bersama di DKI Jakarta tidak benar. Pesan tersebut seakan dikirim oleh Jokowi yang mengajak warga Jakarta untuk berada di rumah saja. Hal ini dikonfirmasi oleh salah satu ajudan Gubernur DKI Jakarta Jokowi melalui pesan elektroniknya.

“Mohon izin rekan2, untuk klarifikasi isu hoax CUTI BERSAMA hari ini bahwa isu itu tidak benar dan hanya isu saja. Terima kasih,” ujar salah satu ajudan Jokowi, Ivan, melalui pesan singkatnya pagi ini, Kamis, 17 Januari 2013.

Pesan singkat yang mengabarkan cuti bersama diakibatkan karena kelumpuhan di beberapa jalan di Jakarta akibat hujan deras yang berlangsung sejak pagi tadi. Di sejumlah titik Jakarta memang terjadi banjir, dan beberapa alat transportasi seperti KRL sulit beroperasi karena rel kereta yang terendam air.

Daftar Jalan Di Jakarta Yang Terputus Akibat Banjir Termasuk Kereta Api

Hujan lebat yang mengguyur sejak dinihari benar-benar telah melumpuhkan Jakarta sehingga warga tidak bisa bepergian, termasuk mereka yang hendak menjalankan aktivitas rutin, setidaknya terpantau dari kicauan warga dalam Twitter. (Lihat: Jalan Depan Kantor Jokowi Tergenang). Kereta Rel Listrik Commuter Line pun hanya sampai Stasiun Manggarai (untuk arah Bogor-Tanah Abang) dan Stasiun Palmerah (untuk arah Serpong-Tanah Abang) karena Stasiun Sudirman terendam banjir.

Mengutip TMC Polda Metro Jaya, hujan lebat yang terus mengguyur Jakarta sejak Kamis dinihari tadi, memperparah banjir yang telah terjadi dalam dua hari terakhir.

Traffic Management Centre (TMC) Kepolisian Daerah Metro Jaya meriilis sejumlah titik banjir yang terdeteksi sejak sekitar pukul 03.00 WIB hingga saat ini. (Baca: Banjir Jakarta Bukan Karena Hujan Deras)

Titik-titik banjir tersebut adalah:

JAKARTA TIMUR
1. Kawasan Jalan Jatinegara Barat
2. Kawasan Jalan KH Abdullah Syafei

JAKARTA SELATAN
3. Gudang Peluru, Tebet, Jakarta Selatan, ketinggian banjir banjir 30-40 sentimeter
4. Banjir sedalam 50-60 sentimeter di Jalan Pelita I, Tanah Kusir, Bintaro.

JAKARTA PUSAT
5. Depan Bank Indonesia banjir selutut
6. Depan Sarinah Thamrin banjir sudah lebih dari 40 sentimeter
7. Depan kantor Jokowi di Merdeka Selatan banjir lebih dari 40 sentimeter.

JAKARTA BARAT
8. Genangan sepanjang 100 meter dengan kedalaman 40-50 sentimeter di depan kampus Trisakti, Jalan S Parman, Grogol
9. Genangan sedalam 30-50 sentimeter di depan RS Sumber Waras, Jalan Kyai Tapa, Grogol.
10. Banjir sedalam 25-50 sentimeter di kawasan Jalan Satria Grogol, dan masih bisa dilintasi
11. Genangan hingga 30 sentimeter di depan kantor Dispenda dan Jembatan gantung, Jalan Daan Mogot.
12. Banjir 1,20 meter di Pospol Ring Road Cengkareng, Mall Puri arah ke Cengkareng, tak bisa dilintasi kendaraan.
13. Banjir sedalam 80-120 sentimeter di sekitar kampus Trisakti dan Mal Citra Land, Grogol, tidak bisa dilintas semua jenis kendaraan.
14. Banjir di Perumahan Villa Kelapa Dua, Pos Pengumben, hanya bisa dilintasi kendaraan besar.
15. Banjir sedalam 40-50 sentimeter sepanjang 150 meter di Jalan Arjuna Selatan-Jalan Arjuna Utara (Universitas Indonusa Esa Unggul), tidak bisa dilintasi kendaraan.

“Diharapkan para pengguna jalan mencari jalur alternatif dan mematuhi imbuan petugas polantas di lapangan agar kendaraan tidak terjebak banjir,” demikian pesan polisi dalam laman TMC Polda Metro.

Mega Bekasi Hypermall Terendam Banjir 50 Cm

Tak cuma di Jakarta, banjir juga menyambangi Bekasi. Korban banjir adalah pusat perbelanjaan Mega Bekasi Hypermall. Air masuk ke dalam mal mencapai 50 centimeter.

Air mulai menggenangi mal yang beralamat di Jalan Jenderal Ahmad Yani No 1, Bekasi, Jawa Barat, itu dari pagi hari. Bagian mal yang terendam banjir hanya lantai basement.

“Yang terkena banjir adalah pertokoan di lantai basement sekitar 30 hingga 50 cm,” kata petugas NTMC Mabes Polri, Briptu Cecep, kepada detikcom, Rabu (16/1/2013).

Menurut Cecep, hingga pukul 17.45 WIB ketinggian air berada di kisaran 30 centimeter. “Sekarang sudah mulai berangsur turun,” ujar Cecep.

Banjir ini, jelas Cecep, diduga karena luapan sungai Kalimalang. Selain Mega Bekasi Hypermall, perumahan PDAM yang berada di belakang mal juga ikut terendam.

“Sepanjang hari tidak hujan, ini air kiriman, luapan dari Kalimalang,” jelasnya.

Air tidak sampai menggenangi jalan raya di depan mal. “Yang banjir hanya bagian basement mal, lalu lintas tidak terganggu karena air tidak sampai ke sana,” ungkap Cecep.

Perumahan Mewah Garden Kedoya Jakarta Barat Terendam Banjir Hingga 50 Cm

Bencana banjir bisa menimpa siapa saja, termasuk para pemilik rumah mewah di kawasan Green Garden, Kedoya, Jakarta Barat. Sejumlah hal menarik pun ditemui di lokasi tersebut. Apa saja?

Saat disambangi detikcom, Rabu (16/1/2013) perumahan itu memang sudah cukup parah terendam air. Ada yang tingginya sepaha, hingga pinggang orang dewasa. Seluruh perumahan terendam air, kecuali blok B.

Meski begitu, suasana berbeda tampak sangat jelas bila dibandingkan dengan kawasan lain di Jakarta yang terendam air. Tak ada tenda pengungsian karena sebagian besar penghuni rumah, bisa tinggal di lantai dua rumah mereka. Di perumahan ini, hampir setiap rumah berlantai dua.

Tak terlihat juga aktivitas warga yang memanfaatkan banjir untuk ‘rekreasi’. Mereka memilih berdiam diri di dalam rumah hingga air surut. Sebagian warga yang hendak ke luar area perumahan memanfaatkan perahu karet yang disediakan pemerintah setempat.

Mobil-mobil yang diparkir di garasi rumah dibiarkan terendam. Sebagian warga ada yang memaksakan kendaraannya untuk menerjang arus air.

Banjir ini diduga berasal dari luapan Kali Koneng Pesing, Jakarta Barat.

750.000 Buruh Di Kawasan Jakarta Industrial Estate Pulogadung Terjebak Banjir

Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) salah satu kawasan yang akses jalannya terkena banjir Jakarta. Aktivitas para pekerja di kawasan ini terganggu bahkan terjebak di kawasan tersebut.

Kepala Humas PT JIEP Achmad Maurizal mengatakan banyak para pekerja yang terpaksa tak bisa mengakses kawasan industri, namun ada juga yang terjebak tak bisa keluar kawasan. Meskipun ia mengaku belum ada pabrik atau gudang yang terendam banjir.

“Banyak karyawan yang terjebak, ada dari mereka yang melakukan aktivitas membersihkan lokasi tempat kerjanya,” katanya kepada detikFinance, Kamis (17/1/2013)

Pihaknya juga telah meminta bantuan tim penanganan banjir di kawasan JIEP. Banyak karyawan yang tak mendapatkan pasokan makanan karena akses kawasan ini terganggu. Menurutnya kawasan JIEP terputus aksesnya mulai pagi ini, sementara kemarin keadaan masih normal.

“Di JIEP karyawan ada 75.000, perusahaan ada 375 perusahaan berhenti sementara diantaranya ada Aqua, Astra Agro, Mediafarma, SOHO dan lain-lain, kebanyakan yang ada di sini logistik, lebih pada gudang,” katanya.

Pihaknya meminta maaf kepada para perusahaan atau pabrik yang menghuni kawasan industri Pulogadung. Diharapkan banjir Jakarta bisa segera surut sehingga proses kegiatan produksi para industri bisa normal kembali.

“Saya telah mengajukan permintaan kepada para tenant, kita meminta maaf,” katanya.