Category Archives: Jalan Jakarta Banjir

Hujan Deras … Perjalanan KRL Kereta Rel Listrik Terganggu Karena Jalur Ambles


Hujan deras yang turun di Jakarta bukan hanya menimbulkan genangan yang memicu kemacetan lalu lintas. Perjalanan kereta rel listrik (KRL) juga ikut terganggu akibat peralatan yang tersambar petir dan rel yang ambles. Berdasarkan informasi dari akun Twitter resmi PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ), perjalanan kereta Tangerang-Jakarta dan arah sebaliknya terhambat karena alat persinyalan yang tersambar petir. Gangguan itu terjadi sekitar pukul 15.30 WIB.

Satu jam kemudian perjalanan kereta dari Manggarai menuju Tanah Abang juga ikut terganggu akibat rel ambles di sekitar Menteng Tenggulun, Jakarta Pusat. Lokasi rel yang ambles itu terletak di antara Stasiun Manggarai dan Sudirman. Akibatnya hanya satu jalur yang bisa digunakan bergantian oleh kereta dari kedua arah.

Sejumlah kereta dari Bogor dan Depok yang seharusnya menuju Stasiun Tanah Abang hanya bisa beroperasi hingga Manggarai. Setelah itu kereta kembali mengangkut penumpang tujuan Bogor. Sementara itu jalur yang ambles mulai bisa digunakan sekitar pukul 17.30 WIB. Tapi kereta yang lewat di jalur itu hanya bisa melaju dengan kecepatan 5 kilometer per jam.

Gangguan perjalanan ke Tanah Abang ini juga berpengaruh pada perjalanan kereta dari arah Stasiun Kota. Penumpukan kereta dan kondisi hujan deras disertai petir membuat KRL dari Stasiun Manggarai hingga Gambir dan arah sebaliknya berjalan perlahan, sekitar 5 kilometer per jam. Sampai saat ini, Tempo masih berusaha mengkonfirmasi kondisi perjalanan kereta terkini ke PT KAI dan PT KCJ.

Hujan deras yang turun pada Senin sore, 7 Juli 2014, membuat sejumlah wilayah di Jakarta terendam air. Di Jakarta Pusat, kawasan Gondangdia serta Menteng terendam setelah hujan turun sekitar 45 menit. Jalan Teuku Cik Di Tiro, Gondangdia, yang menuju Cikini langsung terendam air sekitar 30 sentimeter. Genangan itu timbul karena saluran air mampet. Sementara itu, Jalan Surabaya, Menteng, Jakarta Pusat, ditutup karena lubernya Kali Menteng.

Akibatnya, arus lalu lintas di sekitar wilayah itu macet. Banjir juga terjadi di Jakarta Selatan, di antaranya di kawasan Pondok Indah dan Gandaria City. Imbas kemacetan di Jalan Arteri Pondok Indah terasa hingga di Pasar Mayestik.

Hujan 45 Menit … Sebagian Jakarta Terendam Banjir dan Macet Total


Hujan deras yang turun pada Senin sore, 7 Juli 2014, membuat sejumlah wilayah di Jakarta terendam air. Di Jakarta Pusat, kawasan Gondangdia serta Menteng terendam setelah hujan turun sekitar 45 menit. Jalan Teuku Cik Di Tiro, Gondangdia, yang menuju Cikini langsung terendam air sekitar 30 sentimeter. Genangan itu timbul karena saluran air mampet. Sementara itu, Jalan Surabaya, Menteng, Jakarta Pusat, ditutup karena lubernya Kali Menteng.

Akibatnya, arus lalu lintas di sekitar wilayah itu macet. Banjir juga terjadi di Jakarta Selatan, di antaranya di kawasan Pondok Indah dan Gandaria City. Imbas kemacetan di Jalan Arteri Pondok Indah terasa hingga di Pasar Mayestik.

Berikut ini kawasan yang terendam air berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta:
1. Jl.Panglima Polim, Jakarta Selatan, 20 cm.
2. Jl. Arteri Pondok Indah sebelum Bundaran Lebak Bulus, Jakarta Selatan, 30 cm.
3. Jl. Gedung Hijau, 30-40 cm.
4. Jl. Prapanca, 10-15 cm.
5. Jl. Bintaro Sektor 1, 30 cm.
6. Jl. Panglima Polim arah Cipete, 20 cm.
7. Jl. Iskandar Muda, depan Gandaria City, 30 cm.
8. Jl. Bangka Jakarta Selatan, 30 cm.
9. Depan Giant Bintaro Sektor 2, 30-40 cm.
10. Jl. Gatot Subroto depan gedung Kemenakertrans, 20 cm.
11. Depan Kuningan City arah Rasuna Said, 25 cm.
12. Belakang gedung MPR/DPR, 15- 20 cm.
13. Depan Gereja Theresia, 15 cm.
14. Jl. Cikini Raya, depan TIM, 15 cm.
15. KH Mas Mansyur Pejompongan, 10 cm.
16. Jl Sudirman, depan Atmajaya-gedung BRI, 20 cm.
17. Jl. Salemba Tengah, 15 cm.
18. Depan Kementerian Pertahanan, Menteng, 20 cm.
19. Jl. Matraman arah Pramuka, 30 cm.
20. Jl. S. Parman, Grogol, 50 cm.
21. Jl. Persimpangan Pos Pengumben, 30 cm.
22. Jl. Patra Raya, Duri Kepa, 30 cm.
23. Depan RS Siloam, Kebon Jeruk, 20 cm.
24. Dekat lampu lalu lintas McD Green Garden, 15 cm.

Banjir setinggi sekitar 30 sentimeter menggenangi sebagian wilayah di Menteng, Jakarta Pusat. Ini seperti yang terjadi di Jalan Teuku Cik Ditiro, arah Cikini, Gondangdia, Jakarta Pusat. Banjir terjadi setelah pada Senin siang, 7 Juli 2014, sebagian wilayah Jakarta diguyur hujan lebat selama 45 menit. “Gara-gara got mampet,” kata Syarif, 35 tahun, seorang juru parkir yang bekerja di lokasi. Menurut dia, baru kali ini banjir di tempat itu terjadi. “Sebelum-sebelumnya enggak pernah, makanya saya kaget bisa begini.”

Berdasarkan pantauan di lapangan, akibat banjir ini, dua mobil jenis minibus dan belasan sepeda motor mogok akibat nekat menerjang genangan. Air menggenangi ruas Jalan Teuku Cik Ditiro di depan Hotel Marcopolo sepanjang sekitar 15 meter ke arah Cikini. Akibat banjir ini, arus kendaraan dari arah Menteng macet parah. Sebagian pengemudi memilih memutar balik di jalan satu arah tersebut.

Saat ini warga sekitar telah memasang patok kayu untuk menandakan kedalaman air di jalan tersebut. Adapun hujan lebat yang sempat mengguyur sudah mulai reda. Banjir juga menyebabkan Jalan Surabaya ditutup. Genangan disebabkan luapan dari sungai kecil dekat sana. Ruas jalan protokol Sudirman dan Gatot Subroto mengalami kelumpuhan setelah turun hujan deras. Pengendara terjebak di jalanan selama berjam-jam.

Seorang pegawai bank di kawasan Jl Gatot Subroto, Maulana Fajar merasakan kemacetan sejak keluar kantornya hingga ke Jl Jenderal Sudirman. Ia bahkan terjebak selama berjam-jam di dalam mobil. Ironisnya, tak ada petugas yang mengatur kemacetan di lokasi. “Saya dari kantor sejak jam 16.30 WIB tadi, belum sampai ke tempat tujuan,” kata Maulana, Senin (7/7/2014).

Ia sedianya hendak berbuka puasa bersama rekan-rekannya di kawasan Sabang, Jakarta Pusat. Namun, hingga pukul 19.00 WIB tadi, ia belum juga sampai di lokasi tujuan.”Macetnya parah sekali. Ini baru sampai di Sarinah,” kata Maulana pada pukul 19.00 WIB.Pengamatannya, volume kendaraan terjadi di ruas Jl Jenderal Sudirman ke arah Thamrin dan sebaliknya. “Tidak ada polisi yang mengatur, kacau,” ujarnya.

Kemacetan memang sudah langganan di ibu kota Jakarta, terutama di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Apalagi ditambah hujan deras dan jam pulang kerja jelang berbuka puasa. Semrawut! Mungkin itu kata-kata yang bisa digambarkan melihat kemacetan di Pasar Tanah Abang. Memang, PKL yang menutup bahu jalan sudah dibersihkan oleh Pemprov DKI Jakarta. Tetapi, penyeberang kaki sembarangan, dan motor mobil box yang bongkar muat di Tanah Abang, membuat lalu-lintas sangat macet.

Senin (7/7/2014), tepatnya pada pukul 16.30 WIB, Tanah Abang, diguyur hujan deras. Kemacetan diperparah dengan adanya para pengendara motor yang berteduh di bawah jembatan penghung Blok A. Motor mereka pun diparkir sembarangan dan menutupi 1 jalur. Terdapat sebuah pos polantas di lokasi kemacetan. Tapi apa daya, pos itu disesaki oleh pemotor yang berteduh. Tidak terlihat petugas berseragam polisi ataupun Dishub yang mengatur lalu-lintas di sini.‎

Kemacetan luar biasa hampir melanda jalan-jalan protokol Jakarta sore hingga lepas maghrib ini. Seperti yang terlihat di ruas Monas yang menuju Thamrin dan Sudirman. “Sudah hampir 40 menit ini tidak bergerak sama sekali,” ujar salah satu pengendara mobil, Pangestu,, Senin (7/7/2014). Pangestu berada di Jl Medan Merdeka Utara, tepat di depan Istana Negara berada. Dia hendak berbelok menuju Jl Medan Merdeka Barat lalu menuju Thamrin. “Banyak juga genangan-genangan air bekas hujan tadi. Polisi sudah tidak bisa apa-apa,” lanjutnya.

Informasi yang dikumpulkan, kemacetan ini disebabkan oleh adanya kegiatan di Mapolda Metro Jaya, dekat Jembatan Semanggi. Kegiatan internal kepolisian tersebut mengakibatkan akses menuju Mapolda Metro ditutup sehingga mengakibatkan lalin di sekitarnya, seperti Jalan Sudirman dan Jalan Gatot Subroto, tersendat.

Jalan Bhayangkara Raya Serpong Bintaro Macet Total Karena Terendam Banjir


Hujan deras yang mengguyur wilayah Serpong, Kota Tangerang Selatan selama tiga jam lebih menyebabkan Jalan Bhayangkara Raya, Serpong Utara terendam banjir, Senin (14/4/2014) sore. Akibatnya, terjadi kemacetan panjang dari arah Graha Raya Bintaro ke Serpong maupun arah sebaliknya.

“Daerah ini sudah sering banjir. Kalau udah gini, pasti macet sampai ke Alam Sutra,” kata Hasyim warga Bhayangkara di depan rumah makan miliknya, Senin. Ditambahkan Hasyim, kondisi selokan yang dangkal karena tertutup tanah dan rumput liar menyebabkan aliran air terganggu sehingga menyebabkan air tergenang.

“Saya terpaksa tutup warung siang ini karena air sudah masuk ke warung. Apalagi kalau mobil lewat, sering ada gelombang gitu dan airnya pasti masuk ke sini,” sambungnya. Pria asal Solo, Jawa Tengah ini terpaksa sibuk membersihkan warung makan miliknya dari sampah banjir. “Kalau sebulan begini terus, bisa bangkrut saya,” pungkasnya.

Pendapat senada disampaikan Asep, warga Bintaro. “Saya biasa pulang ke rumah lewat daerah sini karena lebih cepat. Daerah ini sering banjir,” kata Asep. Menurut dia, banjir disebabkan karena kondisi tanah yang turun dan tidak ada daerah resapan air sepanjang jalan Bhayangkara. “Kalau dilihat, tanah kayak turun, makanya mudah terendam banjir,” ujarnya.

Baik Hasyim maupun Asep berharap masalah banjir di wilayah tersebut bisa mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah setempat. Pantauan Kompas.com, terdapat sejumlah titik di wilayah Bhayangkara Raya yang terendam banjir setinggi 20-30 cm.

Kondisi ini mengakibatkan kemacetan sepanjang tiga kilometer lebih dari arah Serpong ke Bintaro maupun sebaliknya. Tidak ada petugas kepolisian yang berjaga untuk mengatur lalu lintas di wilayah tersebut.

Kawasan Kemayoran, Senen dan Gunung Sahari Masih Terendam Banjir


Meski sebagian genangan air di jalanan di Jakarta mulai surut, tetapi di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, genangan air masih cukup tinggi. Di Jalan Gunung Sahari yang mengarah ke Senen ketinggian air masih 50 cm. Pantauan detikcom sekitar pukul 06.00 WIB, jalanan di Gunung Sahari yang mengarah ke Senen hanya bisa dilalui kendaraan lewat jalur TransJakarta. Akibat ada genangan itu lalu-lintas terpantau macet.

Untuk arah sebaliknya, genangan air tetap ada di jalanan. Tetapi tinggi genangan air itu hanya 10 centimeter. Sehingga pengendara motor dan mobil tetap bisa melintas dengan kecepatan yang minim. Sementara di Perempatan Jalan Angkasa, genangan air sudah mulai surut. Ketinggian genangan hanya sekitar 20 centimeter. Lalu-lintas terpantau belum padat karena masih pagi. Menurut Supriyadi, petugas kebersihan di lokasi, genangan air itu disebabkan karena tadi malam hujan deras mengguyur kawasan Kemayoran.

Genangan air setinggi 50 cm masih mewarnai Jalan Bungur Raya, Senen, Jakarta Pusat. Lalu lintas dari arah Senen menuju Pekan Raya Jakarta (PRJ) yang melalui Jalan H Samanhudi, terputus. Genangan ini terlihat setelah perempatan menuju Jalan Garuda hingga traffic light Jalan H Samanhudi. 1 Unit mobil milik Sudin Perhubungan Jakarta Pusat terparkir melintang di perempatan jalan itu. “Nggak bisa lewat. Banjirnya tinggi,” ujar petugas Dishub di perempatan tersebut, Kamis (23/1/2014).

Puluhan kendaraan baik roda 2 maupun roda 4 memilih untuk berputar balik. Beberapa kendaraan roda 2 yang nekat menerobos terpaksa harus mendorong motornya di tengah banjir. Jalan-jalan kecil di sekitar Jalan Bungur Raya juga masih tampak tergenang. Genangan setinggi 30 cm masih terlihat di Jalan Bangau dan gang-gang kecil di Jalan Gunung Sahari. Imbasnya, Jalan Garuda padat merayap. Kendaraan dari arah Senen menuju Kemayoran memilih berbelok melalui Jalan Garuda. Sementara itu cuaca di sekitar lokasi gerimis.

Hujan yang terus mengguyur kawasan Ibu Kota dan sekitarnya, menimbulkan genangan air dan banjir. Di Sawah Besar, Jakarta Pusat, sedikitnya ada 18 titik ruas jalan yang tergenangi air, dengan ketinggian bervariasi hingga 50 Cm. Kapolsek Sawah Besar Kompol Shinto Silitonga menginformasikan genangan air di wilayah Sawah Besar yang terpantau hingga pukul 08.00 WIB, Kamis (23/1/2014). “Sebagian masih bisa dilintasi, sebagian lagi tidak dapat dilalui kendaraan karena ketinggian air cukup tinggi,” kata Shinto melalui siaran persnya.

Berikut titik-titiknya:

1. Jl Kelinci Raya ketinggian air 40 cm
2. Jl Kelinci 1-2-3-4 setinggi 40-50 cm
3. Jl Gereja Ayam ketinggian air 40 cm
4. Jl Pasar Baru Selatan 20 cm
5. Traffic Light MBAL 20 cm (dapat dilalui)
6. Jl Krekot Bunder Raya 30-40 cm
7. Jl Lautze 20 cm
8. Jl Industri I (perbatasan wilayah Pademangan) 60-70 cm
9. Jl Industri Raya (belakang Hotel Media) 50 cm
10. Jl Pangeran Jayakarta 10-20 cm
11. Jl Mangga Dua Raya 10-20 cm
12. Jl Mangga Besar Raya 10 cm
13. Jl Gunung Sahari Raya depan SPBU 50 cm, dapat dilalui pada jalur busway
14. Jl Gunung Sahari VII A-B-C 50 cm
15. Jl Kartini Raya 15-20 cm
16. Jl Kartini 1, 4 Dalam, 10 dan 10 A ketinggian 50 cm
17. TL Pintu Besi 15cm (dapat dilalui jalur busway)
18. TL Pintu Air 20-30 cm (dapat dilalui jalur busway)

Puluhan motor mogok alias tak bisa jalan karena nekat dipaksa pemiliknya menembus banjir di kawasan Kemayoran, Jakpus. Ketinggian air di kawasan itu sejatinya memang belum bisa dilalui pemotor. Namun menurut pembaca detikcom, Danang Prihatoro dalam surat elektroniknya, Kamis (23/1/2014) banyak pemotor yang nekat. Alhasil para pemotor ini mesti gigit jari dengan kondisi motor mereka yang mogok.

Kawasan Kemayoran ini mengalami banjir sejak Rabu (21/1). Air kali di sekitar Jl Industri Kemayoran meluap ke jalan. Akibatnya lalu lintas terputus. Banjir ini cukup merepotkan para pengguna jalan. Bagi beberapa mobil mungkin bisa menerobos, tetapi bagi yang lainnya tidak. Nah, bagi pemotor semestinya tidak nekat menembus banjir, tapi tetap saja ada yang mencoba mengadu peruntungan walau hasilnya ada yang sukses dan ada juga yang mogok.

Genangan air masih terjadi di berbagai ruas jalan di Jakarta. Genangan ini membuat lalu lintas mengalami kemacetan yang cukup panjang. Para pengendara yang melintas di lokasi genangan kebanyakan memilih jalur sebelah kanan. Hal ini disebabkan jalur ini lebih tinggi sehingga kendaraan mereka tidak terkena genangan banjir. TMC Polda Metro Jaya, Kamis (23/1/2014), menyatakan banyak pengendara yang tetap menerobos perlintasan yang digenangi air. Berikut ini adalah ruas-ruas jalan yang tergenang air:

1. Jl Industi, Kemayoran, sedalam 30 cm
2. Jl Gunung Sahari di depan Samsat Jakarta Utara setinggi 25 cm
3. Kawasan Mangga Dua, Jakarta Utara sedalam 20 cm
4. Pademangan, Jakarta Utara sedalam 25 cm
5. Jl Ring Road Kembangan sedalam 30 cm
6. Perempatan Holel Golden Boutique di Jl Gunung Sahari sedalam 20 cm

Sementara itu lokasi banjir di Jl Abdullah Syafei dan di flyover Rawajati mulai surut. Pengendara sudah bisa melintas di Jl Abdullah Syafei, namun harus mengambil jalur paling kanan karena di lokasi sebelah kiri jalan masih ada genangan.

Daftar Jalan Yang Banjir Karena Diguyur Hujan Sepanjang Malam


Sementara itu, berdasarkan informasi dari Pusdalops BPBD DKI Jakarta pada pukul 06.00 WIB, ketinggian muka air di beberapa pintu air terpantau ada di status siaga 4. Namun di Pintu Air Manggarai dan Pintu Air Karet tinggi muka air sudah berada di status siaga 2. Hujan yang mengguyur Jakarta hingga pagi ini, menyebabkan beberapa ruas jalan tergenang banjir. Beberapa di antaranya belum bisa dilewati kendaraan. “Hingga pagi ini beberapa ruas jalan masih tergenang, kendaraan banyak yang belum berani melintas,” kata petugas piket TMC Polda Metro Aiptu Kasno saat dihubungi, Selasa (21/1/2014).

Hujan yang mengguyur sepanjang pagi dini hari hingga kini, membuat jalanan ibu kota kembali tergenang hari ini, Selasa 21 Januari 2014. Padahal Senin sore kemarin, beberapa ruas jalan sudah kembali kering. Imbas dari genangan dan hujan yang masih terus mengguyur, kepadatan lalu lintas terlihat di jalan-jalan. Dari rilis TMC Polda Metro jaya, beberapa ruas jalan yang padat bahkan lebih baik dihindari kalau tidak ingin terjebak banjir. Ini beberpa jalan yang mengalami kemacetan:

- Jalan depan RS Mitra Keluarga, Alternatif Cibubur arah ke Cileungsi lalu lintas padat.
- Imbas banjir & kecelakaan Truk di dpn Astra Honda Sunter, lalu lintas padat.
- Arus lalin Pos Pengumben arah Permata Hijau padat kedua arah.
- 20-30 sentimeter di dekat Stasiun Tanjung Barat (arah ke Lenteng Agung).
- Jalan Tubagus Angke hanya 1 lajur yg dibuka dan diberlakukan contra flow.
- Genangan air di Jalan Teluk Gong Raya mulai surut sekitar 20 sentimeter.
- Jalan Boulevard Barat Kelapa Gading lalin padat.
- Jalan di depan Trisakti-Untar Grogol & berimbas lalin tersendat.

Berikut ruas jalan yang masih tergenang air;

Jakarta Pusat
- Jl. Menteng Raya: 50 cm

Jakarta Barat
- Jl. Daan Mogot di depan Kantor Samsat arah Grogol: 20-30 cm
- Jl. Raya Kapuk: 50 cm, kendaraan belum melintas
- Traffic Light Puri Kembangan: 60 cm, kendaraan belum melintas
- Jl. Panjang Green Garden: 50 cm, kendaraan belum melintas

Jakarta Utara
- Jl. Kapuk Muara Raya: 60 cm, kendaraan belum melintas
- Jl. Boulevard Barat Kelapa Gading: 15 cm
- Jl. Kramat Jaya Koja depan Islamic Center: 10 cm
- Cakung depan KBN: 20 cm
- Teluk Gong arah ke Jl. Kampung Gusti: 20-30 cm
- kawasan Muara Angke: 50 cm

Jakarta Timur: nihil
Jakarta Selatan: nihil

Berikut daftar pintu air dan ketinggian muka airnya:

- Katulampa 110 cm/G (siaga 3)
- Depok 205 cm/M (siaga 3)
- Manggarai 810 cm/M (siaga 2)
- Pesanggrahan 120 cm/3 (siaga 4)
- Angke Hulu 220 cm/M (siaga 3)
- Cipinang Hulu 130 cm/H (siaga 4)
- Sunter Hulu 70 cm/M (siaga 4)
- Pulogadung 420 cm/M (siaga 4)
- Karet 540 cm/H (siaga 2)
- Waduk Pluit 68 cm/G
- Pasar Ikan 153 cm/H
- Krukut Hulu 100 cm/G (siaga 4)

Jalan Tol Menuju Bandara Soekarno-Hatta Putus Akibat Terendam Banjir


Bagi penumpang pesawat yang hendak berpergian melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten pada Senin pagi, 20 Januari 2014, ada baiknya berangkat lebih awal. Pasalnya kilometer 24 Jalan Tol Sedyatmo yang menghubungkan Tol Dalam Kota Jakarta dengan bandara tersebut ditutup akibat banjir. “Tapi bukan berarti pengguna jalan tidak bisa melintas, jalur atasnya masih tetap dibuka,” ujar Corporate Communication PT Jasa Marga, Wasta Gunadi, saat dihubungi pada Minggu malam, 19 Januari 2014.

Sejak Jumat malam, 18 Januari 2014 kemarin, kata Wasta, banjir mulai menggenangi jalur bawah Jalan Tol Bandara, tepatnya di kilometer 24. Pada Sabtu malam jalur bawah arah Jakarta ditutup karena air semakin tinggi, hingga mencapai 50 sentimeter. “Sedangkan jalur bawah yang menuju bandara baru kami tutup Minggu pagi tadi.” Pengguna jalan tol dari arah Jakarta menuju Bandara Soekarno Hatta, maupun sebaliknya tetap masih bisa melintas. “Karena ada jalur atas yang lebih tinggi di sampingnya,” kata Wasta.

Dengan begitu akses bandara tidak terputus sama sekali. Akan tetapi, calon penumpang yang akan berpergian menggunakan pesawat diimbau berangkat menuju bandara lebih pagi. “Karena kedua jalur ditutup, dikhawatirkan ada kemacetan dan membuat perjalanan jadi lebih lama.” Adapun PT Jasa Marga menempatkan petugas Patroli Jalan Raya di percabang jalur atas dan bawah untuk mengarahkan pengemudi mengambil jalur atas. “Jalur bawah akan langsung dibuka jika genangan air sudah tidak terlalu tinggi.”

Genangan air dan banjir di wilayah Ibu Kota pada hari ini membuat sejumlah ruas jalan, baik jalan utama maupun jalan-jalan di perumahan, di berbagai wilayah tak bisa dilewati. Hujan memperparah kondisi genangan yang tak surut karena hujan Sabtu malam sampai hari ini, Ahad, 19 Januari 2014, masih belum berhenti.

Dari laporan TMC Polisi melalui akun Twitter-nya, sejumlah ruas jalan tergenang air dari sedengkul sampai 1 meter lebih. Hal ini mengakibatkan beberapa mobil urung menerobos jalan-jalan tersebut. Di beberapa jalan, para pengguna jalan memilih balik kanan, sehingga melawan arus lalu lintas. Inilah beberapa ruas jalan yang tak bisa dilalui kendaraan roda empat.

1. Jalan di depan MOI Kelapa Gading, sementara tidak bisa dilintasi kendaraan bermotor.
2. Jalan dari Cengkareng arah Grogol.
3. Jalan Kapuk Kamal (Rawa Melati), Jakarta Barat.
4. Jalan di depan Citraland Grogol, Jakarta Barat.
5. Jalan di depan WTC Mangga Dua.
6. Jalan Daan Mogot, mulai dari putaran balik Pabrik Gelas hingga halte Jembatan Gantung.
7. Jalan Wijaya III di depan Puskesmas Grogol Petamburan tinggi 1 meter.
8. Jalan Satria 4, Latumenten, Jakarta Barat.
9. Jalan Cililitan Kecil, Jakarta Timur.
10. Jalan Puri Kembangan dekat Panti Sosial Kedoya.

Daftar Rute Baru TransJakarta Akibat Banjir Di Jakarta


Banjir yang menggenangi sejumlah ruas jalan di Jakarta berimbas pada terganggunya operasional TransJakarta. Beberapa rute perjalanan TransJakarta dialihkan atau ditutup akibat tergenang banjir cukup tinggi.

Dikutip dari akun jejaring sosial TransJakarta Busway (@BLUTransJakarta) jam 06.55, koridor 12 rute Pluit – Tanjung Priok dan koridor 3 rute Kalideres – Pasar Baru tidak dapat beroperasi. Sedangkan koridor 10 rute Tanjung Priok – Cililitan, pelayanan TransJakarta hanya sampai Halte Cempaka Putih akibat banjir.

Selanjutnya, koridor 9 rute Pluit – Pinang Ranti, perjalanan TransJakarta hanya sampai Halte RS Harapan Kita. Lalu koridor 8 rute Lebak Bulus – Harmoni, akibat banjir di Green Garden, perjalanan TransJakarta dialihkan melalui tol dan tidak melewati Halte Grogol, Kedoya, Green Garden, Assidiqiyah, dan Duri Kepa.

Kemudian Koridor 7 rute Kampung Melayu – Kampung Rambutan, imbas banjir di sekitar Otista, perjalanan TransJakarta dialihkan melalui UKI, Pedati, Prumpung, Jatinegara dan Kampung Melayu. Koridor 5 rute Ancol – Kampung Melayu, perjalanan TransJakarta hanya beroperasi sampai Senen. Sementara beberapa perjalanan TransJakarta masih normal seperti koridor 1 Blok M – Kota, koridor 4 Pulogadung – Dukuh Atas, koridor 6 Dukuh Atas – Ragunan dan koridor 11 Kampung Melayu – Walikota Jaktim.

Laju bus TransJ turut terganggu akibat banjir yang menghajar Ibukota. Bus yang melayani koridor XII (Pluit-Tanjung Priok) dan koridor III (Kalideres-Pasar Baru) bahkan stop operasi untuk sementara. “Di koridor XII terjadi banjir di Sunter dan Kelapa Gading. Sedang koridor III banjir ada di Jembatan Gantung dan depan Dispenda,” ujar petugas Call Center BLU TransJ, Minggu (19/1/2014) pukul 10.00 WIB.

Koridor XII melayani:
1. Pluit
2. Penjaringan
3. Pluit Selatan (ke Tj Priok) – Jembatan Tiga (ke Pluit)
4. Gedong Panjang (ke Tj Priok) – Bandengan Selatan (ke Pluit)
5. Kopi
6. Kali besar Barat (ke Priok)
7. Kota (Transit Blok M – Kota)
8. Mangga Dua Mall
9. Gunung Sahari Mangga Dua (Transit Ancol – Kp Melayu)
10. Jembatan Merah (Transit Ancol – Kp Melayu)
11. Angkasa
12. Landas Pacu Barat
13. Landas Pacu Timur
14. Danau Sunter Barat
15. Danau Sunter Utara
16. Sunter Kelapa Gading
17. Plumpang Pertamina
18. Walikota Jakarta Utara
19. Permai Koja
20. Enggano
21. Tanjung Priok

Sedang koridor III melayani: Kalideres, Daan Mogot, Kyai Tapa, Hasyim Ashari, Hayam Wuruk/Gajah Mada, Juanda/Veteran, Pos, lalu berbelok memutari Kantor Pos Pusat melewati Lapangan Banteng Utara untuk kembali ke Kalideres.

Informasi lainnya, armada koridor X hanya sampai Halte Cempaka Putih. Armada koridor IX hanya sampai halte RS Harapan Kita.

Untuk koridor VIII, karena ada banjir di Green Garden, bus sementara dialihkan melalui tol, tidak melewati halte Grogol, Kedoya Green Garden, Assidiqiyah, Duri Kepa. Koridor VII, akibat banjir di sekitar Otista, operasi bus dialihkan melewati UKI,Pedati Prumpung, Jatinegara dan Kampung Melayu.

Jalan dan Komplek Ruko Yang Mengalami Banjir Di Jakarta Barat


Air bah telah merendam beberapa wilayah di Jakarta. Jakarta Barat merupakan wilayah yang memiliki beberapa titik yang hingga Kamis (17/1) pagi masih dilanda genangan banjir. Berikut lokasi titik-titik banjir beserta ketinggiannya di Jakarta Barat menurut Satuan Lalu Lintas Wilayah Jakarta Barat:

- Depan Rumah Sakit Sumber Waras (30cm) – Hanya Jalur Busway yg bisa digunakan.
- Depan Universitas Trisakti dan Tarumanagara (40-50cm) – Sedan dan Motor tidak dapat melintas.
- Depan Gedung Indosiar (40 cm) – Hanya Jalur Busway yg bisa digunakan.
- Depan Apartemen Kedoya (20 cm.)
- Depan Citraland (60-80cm) (sepinggang orang dewasa) – Roda dua tidak bisa melintas.
- Samping Citraland – Untar 2 (60-70 cm)
- Jalan Satrio arah Season City (20cm)
- Daan Mogot Jembatan Gantung (50cm) – hanya truk yang dapat melintas
- Dari Pos Kayu Besar Cengkareng sampai Carrefour Taman Palem (30-40cm) – Roda Dua tidak bisa melintas
- Jl Kampung Duri Semanan Kalideres (30-40 cm) (sedengkul orang dewasa)
- Meruya Indah dari Mercu Buana arah Pos Polisi Meruya (30cm)
- Depan Samsat Daan Mogot 50 (cm) kendaraan tidak dapat melintas
- Pasar Patra Duri Kepa (100-150 cm)
- Pos Polisi Ring Road Cengkareng (Mall Puri arah Cengkareng) – (120cm)

Selain itu, sebagai imbas banjir, untuk sementara TOL Tomang dari Harmoni Arah Grogol ditutup karena untuk mengurangi kepadatan. Banjir masih menggenangi kawasan Jalan Lingkar Luar Kamal Raya, Cengkareng, Jakarta Barat. Genangan akibat banjir ini banyak dimanfaatkan warga untuk mencuci motor. “Banjirnya belum surut jadi saya ikutan mencuci motor di sini mumpung airnya banyak,” kata Abeng warga Cengkareng, Selasa (15/1/2013).

Banjir setinggi 60 cm yang menggenangi ruko Mutiara Taman Palem, Cengkareng ini terjadi sejak tadi malam bahkan sempat masuk ke depan pintu ruko. “Yang parah waktu malam air sampai depan pintu ruko. Ini segini sudah mending,” kata salah seorang penjaga ruko.

Meski ruko digenangi air setinggi lutut orang dewasa, namun para pemilik ruko dan warga sekitar tetap bisa melakukan aktivitasnya. Hampir semua roko yang ada tetap buka karena sayang bila ditutup omzet akan turun dan rugi menggaji karyawan. Banjir yang menggenangi ruko ini juga menyebabkan sebagian blok mengalami mati lampu hingga beberapa jam. Hingga berita ini diturunkan listrik di sekitar ruko terutama di ruko blok C10 No. 53. “Seumur-umur saya tinggal di sini baru kali ini pas banjir mati lampu,” tandas Andy, seorang pemilik ruko.

8 Wilayah Di Jakarta Yang Diprediksi Akan Banjir Sore Ini


Delapan kawasan di wilayah timur dan selatan Jakarta diprediksi bakal terendam banjir, Jumat (17/1/2014) mulai pukul 17.00 WIB. Banjir tersebut disebabkan oleh tingginya intensitas hujan di kawasan hulu yang menyebabkan tingginya permukaan air di Bendung Katulampa, Bogor, Jawa Barat, Jumat (17/1/2014) siang.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, ada 8 lokasi yang diperkirakan mendapatkan banjir kiriman. Daerah itu adalah Rawajati, Kalibata, Pengadegan, Gang Arus/Cawang, Kebon Baru, Bukit Duri, Bidara Cina, dan Kampung Melayu. Banjir berpotensi menggenangi bantaran Sungai Ciliwung di wilayah itu.

“Naiknya status Siaga II di bagian hulu dan tengah Sungai Ciliwung, yaitu di Katulampa dan Depok, maka diperkirakan akan menyebabkan potensi banjir di bantaran kiri kanan Sungai Ciliwung,” kata Sutopo dalam keterangan pers yang diterima Kompas.com, Jumat (17/1/2014).

Status Siaga II di Bendung Katulampa terjadi pada pukul 11.00 WIB saat ketinggian air mencapai 160 cm. Status itu turun menjadi Siaga III pada pukul 11.40 WIB karena ketinggian turun menjadi 140 cm.

Sutopo mengatakan, kondisi di pintu air Depok sampai dengan pukul 12.45 menyentuh Siaga II. Ketinggian air di pintu air tersebut mencapai 270 cm.

Sutopo menyebutkan, hujan yang terjadi terus-menerus di Jakarta dan sekitarnya telah menaikkan debit sungai-sungai yang mengalir ke Jakarta. Menurut dia, Sungai Pesanggrahan, Cipinang Hulu, Pulogadung, dan Krukut masih normal pada status Siaga IV. Adapun sungai lain berada pada status Siaga III.

Sutopo mengimbau agar warga waspada terhadap ancaman banjir. “Potensi hujan masih berpeluang tinggi hingga besok (Sabtu),” ujar Sutopo.

Pusat Pengendalian Operasi BPBD DKI Jakarta melaporkan, kondisi tinggi muka air Jumat pada pukul 11.00 rata-rata berstatus Siaga IV. Kondisinya dimungkinkan telah berubah pada saat berita ini ditayangkan. Berikut kondisi tinggi muka air pada pukul 11.00.

Katulampa 160 cm/M (Siaga II) Depok 230 cm/M (siaga III) Manggarai 740 cm/G (siaga IV) Pesanggrahan 100 cm/M (siaga IV) Angke Hulu 195 cm/M (siaga III) Cipinang Hulu 110 cm/M (siaga IV) Sunter Hulu 65 cm/M (siaga IV) Pulogadung 535 cm/M (siaga IV) Karet 480 cm/M (siaga III) Waduk Pluit -65 cm/M Pasar Ikan 205 cm/M (siaga IV) Krukut Hulu 80 cm/H (siaga IV) Adapun muka air Sungai Ciliwung di Depok pada pukul 11.10 WIB setinggi 210 cm/M (siaga III). Ketinggiannya naik lagi menjadi 220 cm/M (siaga III) pada pukul 11.20 WIB dan memuncak pada pukul 12.45 menjadi 270 cm/M (siaga II)

Jakarta Barat dan Jakarta Utara Giliran Dilanda Banjir Januari


Hujan semalaman membuat banjir terjadi di wilayah Jakarta. Akibatnya akses jalan terganggu karena tinggi genangan air. Genangan air dilaporkan banyak terjadi di Jakarta Utara dan Jakarta Barat. “Laporan sementara banjir di Sunter Jaya, Sunter Agung, Pademangan barat,” kata petugas BPBD DKI Anto saat dihubungi, Jumat (16/1/2014).

Mengutip informasi dari akun twitter BPBD DKI, berikut lokasi genangan air:

- Jl Boulevard Raya, depan Mal Kelapa Gading, genangan 30 cm
- Jl Daan Mogot depan Samsat (30 cm)
- Jl Plumpang genangan (10 – 30 cm)
- Jl Raya Tj priok (30 cm)
- Jl Raya Kelapa Gading depan Mall kelapa Gading (30 cm)
- Depan Balai Samudra Kelapa Gading (10 – 30 cm)
- Jl. Pluit Putra, Genangan (30 cm)
- Perumahan Taman Palem Lestari (30 cm)
- Jl Arjuna Depan Kampus Esa Unggul (30 cm)
- Jl Raya Kelapa Gading depan MOI (30 cm)
- Jl Kebantenan IV Semper Timur (20-30 cm)
- Jl Susilo Raya Jakbar (30 cm)
- Jl Kenari arah Raden Saleh (25 cm)
- Jl Gaya Motor Raya Sunter 2 (10 – 40 cm)
- Jl Raya Cipulir arah Kebayoran Lama (30 cm)
- Jl Raya tugu Utara Koja (30 cm)
- Jl Gunung Sahari depan Lantamal/WTC Mangga Dua (40-60 cm)

Banjir kembali menggenangi sejumlah kawasan di Jakarta. Salah satu lokasi yang terkena banjir yaitu kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Ketinggian air di lokasi mencapai 1 meter. Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol R Nurhadi Yuwono mengatakan, akibat banjir tersebut, jalan menuju ke Sekolah High Scoop, tidak dapat dilintasi.

“Banjirnya sepinggang. Informasinya anak sekolah di High Scope diliburkan,” ucap Nurhadi kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (17/1/2014). Sementara arus lalu lintas di lokasi, dilaporkan sedikit tersendat karena banjir ini. Hujan lebat mengguyur wilayah Bogor pagi ini. Curahan hujan yang tinggi memicu peningkatan debit air di pintu Katulampa mencapai Siaga III.

“Pukul 09.15 WIB ini sudah naik Siaga III,” ujar Andi Sudirman, penjaga pintu Katulampa Bogor saat dihubungi, Jumat (17/1/2014). Andi menuturkan, ketinggian air normal di pintu air Katulampa 50 cm. Namun pagi ini, ketinggian air sudah mencapai lebih dari 90 cm. Andi juga mengatakan wilayah Bogor sejak semalam diguyur hujan dengan intensitas ringan. “Tapi sejak pagi jam 06.00 WIB tadi hujan lebat sampai sekarang,” jelasnya.