Category Archives: Jalan Jakarta Banjir

Setelah Terpilih Jadi Presiden … Gubernur Jakarta Jokowi Lemparkan Masalah Banjir Pada Wakil Gubernur


Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan masih berusaha menyelesaikan semua permasalahan Ibu Kota sebelum ia menduduki jabatan barunya sebagai presiden Republik Indonsia. Salah satu soal itu adalah banjir, yang menjadi problem utama di Jakarta. Jokowi beralasan pemerintah DKI membutuhkan kerja sama dengan berbagai pihak lain untuk mengatasi banjir. “Jakarta tidak bisa menangani sendiri,” kata Jokowi di Balai Kota, Selasa 12 Agustus 2014.

Jokowi menjelaskan, harus ada sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar semua permasalahan bisa selesai dengan cepat. “Saya sudah sudah bicara dengan Wakil Gubernur terkait hal ini,” ujarnya. Hujan deras sepanjang siang hingga malam Senin, 11 Agustus 2014 menimbulkan 19 titik banjir di Jakarta. Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jakarta, Selasa pagi 2 Agustus 2014 ini genangan banjir mulai surut. Kecuali di daerah Pondok Karya dan Pondok Jaya di Kelurahan Pela Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Hujan deras juga menyebabkan pohon tumbang di Jl Duren Tiga Raya, Jakarta Selatan.

Jakarta Selatan merupakan daerah yang paling banyak direndam banjir dengan ketinggian 10-30 cm. Selain Jalan Kemang Raya, Jalan Arteri Pondok Indah, Warung Buncit, Jalan Condet Raya, juga tergenang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta menyatakan sebanyak 17 dari 19 titik banjir yang menggenangi Jakarta telah surut pada Selasa, 12 Agustus 2014. Banjir timbul akibat hujan deras sepanjang siang hingga Senin malam, 11 Agustus 2014.

“Pagi ini banjir masih melanda di dua titik, yaitu Pondok Karya dan Pondok Jaya di Kelurahan Pela Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan,” kata Kepala BPBD DKI Jakarta Bambang Musyawardana ketika dihubungi, Selasa, 12 Agustus 2014.

Sembilan belas titik banjir yang sempat menggenangi Jakarta Senin malam adalah:
1. Genangan setinggi 40-50 cm di Jln. Antasari, Cilandak, Jakarta Selatan.
2. Genangan setinggi 10-20 cm di Jln. Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan.
3. Genangan setinggi 30-40 cm di Jln. H. Nawi Raya (samping Sevel), Jakarta Selatan.
4. Genangan setinggi 30-40 cm di Jln. RS Fatmawati (depan ITC Fatmawati), Jakarta Selatan.
5. Genangan setinggi 20-30 cm di Jln. Kemang Raya (sekitar Codefin), Jakarta Selatan.
6. Genangan setinggi 10-20 cm di Jln. Rasuna Said (depan Kantor Pos Tendean), Jakarta Selatan.
7. Genangan setinggi 20-30 cm di Jln. Condet Raya (depan Masjid Al Hawi), Jakarta Selatan.
8. Genangan setinggi 20-30 cm di Jln. Ampera raya (depan Medco), Jakarta Selatan.
9. Genangan setinggi 30-40 cm di Jln. Kemang Raya (depan LPII), Jakarta Selatan.
10. Genangan setinggi 10-15 cm di Jln. Mayjend sutoyo (depan Gedung Cawang Kencana), Jakarta Timur.
11. Genangan setinggi 60-80 cm di Jln. Kemang Raya (depan Kemchick), Jakarta Selatan.
12. Genangan setinggi 10-20 cm di Jln. Warung Buncit (depan Komplek Pondok Jaya), Jakarta Selatan.
13. Genangan setinggi 40-50 cm di Jln. Gandaria, Jakarta Selatan.
14. Genangan setinggi 30-40 cm di Jln. Kalibata Pulo, Jakarta Selatan.
15. Genangan setinggi 20-30 cm di Jln. Ragunan Raya (depan Pintu Barat Ragunan), Jakarta Selatan.
16. Genangan setinggi 10-15 cm di Jln. Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
17. Genangan setinggi 10-20 cm di Jln. Kramat raya, Jakarta Pusat.
18. Genangan setinggi 30-40 cm di Jln. Pejaten Barat, Jakarta Selatan.
19. Genangan setinggi 40-50 cm di Jln. Tendean, Jakarta Selatan.

Sementara itu, status ketinggian pintu air di 12 wilayah masih aman. Katulampa 30 cm dengan status siaga 4, Depok 110 cm dengan status siaga 4, Manggarai 640 cm dengan status siaga 4, Karet 440 cm dengan status siaga 4, Krukut Hulu 90 cm dengan status siaga 4, Pesanggrahan 75 cm dengan status siaga 4, Angke Hulu 170 cm dengan status siaga 3, Cipinang Hulu 100 cm dengan status siaga 4, Sunter Hulu 70 cm dengan status siaga 4, Pulo Gadung 380 cm dengan status siaga 4, Waduk Pluit -190 cm, dan Pasar Ikan 145 cm dengan status siaga 4

Daftar Jalan Di Jakarta Yang Banjir Beserta Ketinggian Airnya Mulai Dari 10 – 50 Cm


Hujan deras sepanjang siang hingga malam pada Senin, 11 Agustus 2014 menimbulkan 19 titik banjir yang menggenangi Jakarta. Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jakarta, pagi ini genangan banjir mulai surut, kecuali di daerah Pondok Karya dan Pondok Jaya di Kelurahan Pela Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Hujan deras juga menyebabkan pohon tumbang di Jln. Duren Tiga Raya, Jakarta Selatan.

Titik banjir yang menggenangi Jakarta kemarin malam adalah:
1. Genangan setinggi 40-50 cm di Jln. Antasari, Cilandak, Jakarta Selatan.
2. Genangan setinggi 10-20 cm di Jln. Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan.
3. Genangan setinggi 30-40 cm di Jln. H. Nawi Raya (samping Sevel), Jakarta Selatan.
4. Genangan setinggi 30-40 cm di Jln. RS Fatmawati (depan ITC Fatmawati), Jakarta Selatan.
5. Genangan setinggi 20-30 cm di Jln. Kemang Raya (dekitar Codefin), Jakarta Selatan.
6. Genangan setinggi 10-20 cm di Jln. Rasuna Said (depan Kantor Pos Tendean), Jakarta Selatan.
7. Genangan setinggi 20-30 cm di Jln. Condet Raya (depan Masjid Al Hawi), Jakarta Selatan.
8. Genangan setinggi 20-30 cm di Jln. Ampera Raya (depan Medco), Jakarta Selatan.
9. Genangan setinggi 30-40 cm di Jln. Kemang Raya (depan LPII), Jakarta Selatan.
10. Genangan setinggi 10-15 cm di Jln. Mayjend Sutoyo (depan gedung Cawang Kencana), Jakarta Timur.
11. Genangan setinggi 60-80 cm di Jln. Kemang Raya (depan Kemchick), Jakarta Selatan.
12. Genangan setinggi 10-20 cm di Jln. Warung Buncit (depan Komplek Pondok Jaya), Jakarta Selatan.
13. Genangan setinggi 40-50 cm di Jln. Gandaria, Jakarta Selatan.
14. Genangan setinggi 30-40 cm di Jln. Kalibata Pulo, Jakarta Selatan.
15. Genangan setinggi 20-30 cm di Jln. Ragunan Raya (depan Pintu Barat Ragunan), Jakarta Selatan.
16. Genangan setinggi 10-15 cm di Jln. Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
17. Genangan setinggi 10-20 cm di Jln. Kramat Raya, Jakarta Pusat.
18. Genangan setinggi 30-40 cm di Jln. Pejaten Barat, Jakarta Selatan.
19. Genangan setinggi 40-50 cm di Jln. Tendean, Jakarta Selatan.

Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jakarta, banjir yang melanda di Keluarahan Pela Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, juga disebabkan oleh tanggul Kali Krukut jebol. Akibat dari tanggul yang jebol, banjir melanda perumahan Pondok Jaya dan Pondok Karya

Berdasarkan laporan dari BPBD, berikut perkembangan terbaru tinggi pintu air di 12 wilayah:
1. Katulampa 30 cm dengan status siaga 4.
2. Depok 110 cm dengan status siaga 4.
3. Manggarai 640 cm dengan status siaga 4.
4. Karet 440 cm dengan status siaga 4.
5. Krukut Hulu 90 cm dengan status siaga 4.
6. Pesanggrahan 75 cm dengan status siaga 4.
7. Angke Hulu 170 cm dengan status siaga 3.
8. Cipinang Hulu 100 cm dengan status siaga 4.
9. Sunter Hulu 70 cm dengan status siaga 4.
10.Pulo Gadung 380 cm dengan status siaga 4.
11. Waduk Pluit 190 cm
12. Pasar Ikan 145 cm dengan status siaga 4.

Daftar Daerah Di Jakarta Yang Rayakan Lebaran Dalam Suasana Banjir


Hujan deras yang melanda Jakarta dan air kiriman dari Bogor membuat sejumlah wilayah ibukota, khususnya di bagian timur dan selatan dilanda banjir sejak Sabtu malam hingga Minggu (27/7) pagi. Banjir tersebut sangat mengganggu rencana warga yang mempersiapkan Lebaran Senin (28/7) besok. Beberapa panganan yang sudah disiapkan berantakan diterjang banjir. Seperti yang dialami warga Wijaya Timur, Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Banjir yang menggenangi rumah warga hingga 120 Cm membuat semua rencana menyambut Lebaran kacau balau,

Banyak juga rumah yang ditinggal penghuni mudik ikut terendam. Diperkirakan banyak barang-barang warga yang terendam terutama barang elektronik. Banjir ini melanda Jeruk Purut Cilandak dengan ketinggian 100 Cm, Perumahan Kebalen, 50 Cm, kawasan Kramat Jati seperti di depan Pool Taksi Blue Bird,

Tidak itu saja banjir juga melanda Terminal Bus Kampung Rambutan, Jakarta Timur. Pemudik sangat terganggu dengan terjangan air sebetis orang dewasa itu. Sementara itu Pasar Cipulir di Jakarta Selatan juga diterjang banjir. Banyak pedagang yang kaget ketika datang pagi ingin membuka kios berharap rejeki di penghujung Ramadhan malah kecewa dan kesal karena kios kebanjiran dan barang dagangan terendam. Banyak juga kios yang sudah ditinggal mudik oleh pemiliknya terendam. Diduga kuat banyak barang dagangan di tempat grosir pakaian itu terendam.

Hal ini akibat meluapnya aliran Kali Pesanggrahan dengan ketinggian sekitar 50 sentimeter (Cm). “Seumur-umur hidup, baru kali ini merayakan Lebaran sambil kebanjiran,” kata Usman, warga Komplek IKPN RW 04 Kelurahan Bintaro. Ia menjelaskan, air dari Kali Pesanggrahan mulai meluap menyusul pengerjaan tanggul normalisasi yang jebol di kawasan tersebut. Usman sekeluarga sudah bergegas mengamankan mobil dan motor ke tempat yang lebih tinggi.

Pada umumnya warga masih bertahan di rumah masing-masing dan berharap air segera surut. Selanjutnya mereka bermaksud berlebaran ke sanak saudara. Lurah Bintaro, Isa Sanuri mengatakan, banjir di wilayahnya melanda 5 RT di 4 RW yakni RW 3, 4, 5, 12 dengan ketinggian sekitar 20 hingga 60 Cm. Sejauh ini belum ada warganya yang mengungsi. “Saya harus tetap berkordinasi dengan Suku Dinas Sosial Jaksel untuk mempersiapkan posko pengungsian jika ketinggian air terus bertambah,” katanya.

Hujan Deras … Perjalanan KRL Kereta Rel Listrik Terganggu Karena Jalur Ambles


Hujan deras yang turun di Jakarta bukan hanya menimbulkan genangan yang memicu kemacetan lalu lintas. Perjalanan kereta rel listrik (KRL) juga ikut terganggu akibat peralatan yang tersambar petir dan rel yang ambles. Berdasarkan informasi dari akun Twitter resmi PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ), perjalanan kereta Tangerang-Jakarta dan arah sebaliknya terhambat karena alat persinyalan yang tersambar petir. Gangguan itu terjadi sekitar pukul 15.30 WIB.

Satu jam kemudian perjalanan kereta dari Manggarai menuju Tanah Abang juga ikut terganggu akibat rel ambles di sekitar Menteng Tenggulun, Jakarta Pusat. Lokasi rel yang ambles itu terletak di antara Stasiun Manggarai dan Sudirman. Akibatnya hanya satu jalur yang bisa digunakan bergantian oleh kereta dari kedua arah.

Sejumlah kereta dari Bogor dan Depok yang seharusnya menuju Stasiun Tanah Abang hanya bisa beroperasi hingga Manggarai. Setelah itu kereta kembali mengangkut penumpang tujuan Bogor. Sementara itu jalur yang ambles mulai bisa digunakan sekitar pukul 17.30 WIB. Tapi kereta yang lewat di jalur itu hanya bisa melaju dengan kecepatan 5 kilometer per jam.

Gangguan perjalanan ke Tanah Abang ini juga berpengaruh pada perjalanan kereta dari arah Stasiun Kota. Penumpukan kereta dan kondisi hujan deras disertai petir membuat KRL dari Stasiun Manggarai hingga Gambir dan arah sebaliknya berjalan perlahan, sekitar 5 kilometer per jam. Sampai saat ini, Tempo masih berusaha mengkonfirmasi kondisi perjalanan kereta terkini ke PT KAI dan PT KCJ.

Hujan deras yang turun pada Senin sore, 7 Juli 2014, membuat sejumlah wilayah di Jakarta terendam air. Di Jakarta Pusat, kawasan Gondangdia serta Menteng terendam setelah hujan turun sekitar 45 menit. Jalan Teuku Cik Di Tiro, Gondangdia, yang menuju Cikini langsung terendam air sekitar 30 sentimeter. Genangan itu timbul karena saluran air mampet. Sementara itu, Jalan Surabaya, Menteng, Jakarta Pusat, ditutup karena lubernya Kali Menteng.

Akibatnya, arus lalu lintas di sekitar wilayah itu macet. Banjir juga terjadi di Jakarta Selatan, di antaranya di kawasan Pondok Indah dan Gandaria City. Imbas kemacetan di Jalan Arteri Pondok Indah terasa hingga di Pasar Mayestik.

Hujan 45 Menit … Sebagian Jakarta Terendam Banjir dan Macet Total


Hujan deras yang turun pada Senin sore, 7 Juli 2014, membuat sejumlah wilayah di Jakarta terendam air. Di Jakarta Pusat, kawasan Gondangdia serta Menteng terendam setelah hujan turun sekitar 45 menit. Jalan Teuku Cik Di Tiro, Gondangdia, yang menuju Cikini langsung terendam air sekitar 30 sentimeter. Genangan itu timbul karena saluran air mampet. Sementara itu, Jalan Surabaya, Menteng, Jakarta Pusat, ditutup karena lubernya Kali Menteng.

Akibatnya, arus lalu lintas di sekitar wilayah itu macet. Banjir juga terjadi di Jakarta Selatan, di antaranya di kawasan Pondok Indah dan Gandaria City. Imbas kemacetan di Jalan Arteri Pondok Indah terasa hingga di Pasar Mayestik.

Berikut ini kawasan yang terendam air berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta:
1. Jl.Panglima Polim, Jakarta Selatan, 20 cm.
2. Jl. Arteri Pondok Indah sebelum Bundaran Lebak Bulus, Jakarta Selatan, 30 cm.
3. Jl. Gedung Hijau, 30-40 cm.
4. Jl. Prapanca, 10-15 cm.
5. Jl. Bintaro Sektor 1, 30 cm.
6. Jl. Panglima Polim arah Cipete, 20 cm.
7. Jl. Iskandar Muda, depan Gandaria City, 30 cm.
8. Jl. Bangka Jakarta Selatan, 30 cm.
9. Depan Giant Bintaro Sektor 2, 30-40 cm.
10. Jl. Gatot Subroto depan gedung Kemenakertrans, 20 cm.
11. Depan Kuningan City arah Rasuna Said, 25 cm.
12. Belakang gedung MPR/DPR, 15- 20 cm.
13. Depan Gereja Theresia, 15 cm.
14. Jl. Cikini Raya, depan TIM, 15 cm.
15. KH Mas Mansyur Pejompongan, 10 cm.
16. Jl Sudirman, depan Atmajaya-gedung BRI, 20 cm.
17. Jl. Salemba Tengah, 15 cm.
18. Depan Kementerian Pertahanan, Menteng, 20 cm.
19. Jl. Matraman arah Pramuka, 30 cm.
20. Jl. S. Parman, Grogol, 50 cm.
21. Jl. Persimpangan Pos Pengumben, 30 cm.
22. Jl. Patra Raya, Duri Kepa, 30 cm.
23. Depan RS Siloam, Kebon Jeruk, 20 cm.
24. Dekat lampu lalu lintas McD Green Garden, 15 cm.

Banjir setinggi sekitar 30 sentimeter menggenangi sebagian wilayah di Menteng, Jakarta Pusat. Ini seperti yang terjadi di Jalan Teuku Cik Ditiro, arah Cikini, Gondangdia, Jakarta Pusat. Banjir terjadi setelah pada Senin siang, 7 Juli 2014, sebagian wilayah Jakarta diguyur hujan lebat selama 45 menit. “Gara-gara got mampet,” kata Syarif, 35 tahun, seorang juru parkir yang bekerja di lokasi. Menurut dia, baru kali ini banjir di tempat itu terjadi. “Sebelum-sebelumnya enggak pernah, makanya saya kaget bisa begini.”

Berdasarkan pantauan di lapangan, akibat banjir ini, dua mobil jenis minibus dan belasan sepeda motor mogok akibat nekat menerjang genangan. Air menggenangi ruas Jalan Teuku Cik Ditiro di depan Hotel Marcopolo sepanjang sekitar 15 meter ke arah Cikini. Akibat banjir ini, arus kendaraan dari arah Menteng macet parah. Sebagian pengemudi memilih memutar balik di jalan satu arah tersebut.

Saat ini warga sekitar telah memasang patok kayu untuk menandakan kedalaman air di jalan tersebut. Adapun hujan lebat yang sempat mengguyur sudah mulai reda. Banjir juga menyebabkan Jalan Surabaya ditutup. Genangan disebabkan luapan dari sungai kecil dekat sana. Ruas jalan protokol Sudirman dan Gatot Subroto mengalami kelumpuhan setelah turun hujan deras. Pengendara terjebak di jalanan selama berjam-jam.

Seorang pegawai bank di kawasan Jl Gatot Subroto, Maulana Fajar merasakan kemacetan sejak keluar kantornya hingga ke Jl Jenderal Sudirman. Ia bahkan terjebak selama berjam-jam di dalam mobil. Ironisnya, tak ada petugas yang mengatur kemacetan di lokasi. “Saya dari kantor sejak jam 16.30 WIB tadi, belum sampai ke tempat tujuan,” kata Maulana, Senin (7/7/2014).

Ia sedianya hendak berbuka puasa bersama rekan-rekannya di kawasan Sabang, Jakarta Pusat. Namun, hingga pukul 19.00 WIB tadi, ia belum juga sampai di lokasi tujuan.”Macetnya parah sekali. Ini baru sampai di Sarinah,” kata Maulana pada pukul 19.00 WIB.Pengamatannya, volume kendaraan terjadi di ruas Jl Jenderal Sudirman ke arah Thamrin dan sebaliknya. “Tidak ada polisi yang mengatur, kacau,” ujarnya.

Kemacetan memang sudah langganan di ibu kota Jakarta, terutama di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Apalagi ditambah hujan deras dan jam pulang kerja jelang berbuka puasa. Semrawut! Mungkin itu kata-kata yang bisa digambarkan melihat kemacetan di Pasar Tanah Abang. Memang, PKL yang menutup bahu jalan sudah dibersihkan oleh Pemprov DKI Jakarta. Tetapi, penyeberang kaki sembarangan, dan motor mobil box yang bongkar muat di Tanah Abang, membuat lalu-lintas sangat macet.

Senin (7/7/2014), tepatnya pada pukul 16.30 WIB, Tanah Abang, diguyur hujan deras. Kemacetan diperparah dengan adanya para pengendara motor yang berteduh di bawah jembatan penghung Blok A. Motor mereka pun diparkir sembarangan dan menutupi 1 jalur. Terdapat sebuah pos polantas di lokasi kemacetan. Tapi apa daya, pos itu disesaki oleh pemotor yang berteduh. Tidak terlihat petugas berseragam polisi ataupun Dishub yang mengatur lalu-lintas di sini.‎

Kemacetan luar biasa hampir melanda jalan-jalan protokol Jakarta sore hingga lepas maghrib ini. Seperti yang terlihat di ruas Monas yang menuju Thamrin dan Sudirman. “Sudah hampir 40 menit ini tidak bergerak sama sekali,” ujar salah satu pengendara mobil, Pangestu,, Senin (7/7/2014). Pangestu berada di Jl Medan Merdeka Utara, tepat di depan Istana Negara berada. Dia hendak berbelok menuju Jl Medan Merdeka Barat lalu menuju Thamrin. “Banyak juga genangan-genangan air bekas hujan tadi. Polisi sudah tidak bisa apa-apa,” lanjutnya.

Informasi yang dikumpulkan, kemacetan ini disebabkan oleh adanya kegiatan di Mapolda Metro Jaya, dekat Jembatan Semanggi. Kegiatan internal kepolisian tersebut mengakibatkan akses menuju Mapolda Metro ditutup sehingga mengakibatkan lalin di sekitarnya, seperti Jalan Sudirman dan Jalan Gatot Subroto, tersendat.

Jalan Bhayangkara Raya Serpong Bintaro Macet Total Karena Terendam Banjir


Hujan deras yang mengguyur wilayah Serpong, Kota Tangerang Selatan selama tiga jam lebih menyebabkan Jalan Bhayangkara Raya, Serpong Utara terendam banjir, Senin (14/4/2014) sore. Akibatnya, terjadi kemacetan panjang dari arah Graha Raya Bintaro ke Serpong maupun arah sebaliknya.

“Daerah ini sudah sering banjir. Kalau udah gini, pasti macet sampai ke Alam Sutra,” kata Hasyim warga Bhayangkara di depan rumah makan miliknya, Senin. Ditambahkan Hasyim, kondisi selokan yang dangkal karena tertutup tanah dan rumput liar menyebabkan aliran air terganggu sehingga menyebabkan air tergenang.

“Saya terpaksa tutup warung siang ini karena air sudah masuk ke warung. Apalagi kalau mobil lewat, sering ada gelombang gitu dan airnya pasti masuk ke sini,” sambungnya. Pria asal Solo, Jawa Tengah ini terpaksa sibuk membersihkan warung makan miliknya dari sampah banjir. “Kalau sebulan begini terus, bisa bangkrut saya,” pungkasnya.

Pendapat senada disampaikan Asep, warga Bintaro. “Saya biasa pulang ke rumah lewat daerah sini karena lebih cepat. Daerah ini sering banjir,” kata Asep. Menurut dia, banjir disebabkan karena kondisi tanah yang turun dan tidak ada daerah resapan air sepanjang jalan Bhayangkara. “Kalau dilihat, tanah kayak turun, makanya mudah terendam banjir,” ujarnya.

Baik Hasyim maupun Asep berharap masalah banjir di wilayah tersebut bisa mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah setempat. Pantauan Kompas.com, terdapat sejumlah titik di wilayah Bhayangkara Raya yang terendam banjir setinggi 20-30 cm.

Kondisi ini mengakibatkan kemacetan sepanjang tiga kilometer lebih dari arah Serpong ke Bintaro maupun sebaliknya. Tidak ada petugas kepolisian yang berjaga untuk mengatur lalu lintas di wilayah tersebut.

Kawasan Kemayoran, Senen dan Gunung Sahari Masih Terendam Banjir


Meski sebagian genangan air di jalanan di Jakarta mulai surut, tetapi di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, genangan air masih cukup tinggi. Di Jalan Gunung Sahari yang mengarah ke Senen ketinggian air masih 50 cm. Pantauan detikcom sekitar pukul 06.00 WIB, jalanan di Gunung Sahari yang mengarah ke Senen hanya bisa dilalui kendaraan lewat jalur TransJakarta. Akibat ada genangan itu lalu-lintas terpantau macet.

Untuk arah sebaliknya, genangan air tetap ada di jalanan. Tetapi tinggi genangan air itu hanya 10 centimeter. Sehingga pengendara motor dan mobil tetap bisa melintas dengan kecepatan yang minim. Sementara di Perempatan Jalan Angkasa, genangan air sudah mulai surut. Ketinggian genangan hanya sekitar 20 centimeter. Lalu-lintas terpantau belum padat karena masih pagi. Menurut Supriyadi, petugas kebersihan di lokasi, genangan air itu disebabkan karena tadi malam hujan deras mengguyur kawasan Kemayoran.

Genangan air setinggi 50 cm masih mewarnai Jalan Bungur Raya, Senen, Jakarta Pusat. Lalu lintas dari arah Senen menuju Pekan Raya Jakarta (PRJ) yang melalui Jalan H Samanhudi, terputus. Genangan ini terlihat setelah perempatan menuju Jalan Garuda hingga traffic light Jalan H Samanhudi. 1 Unit mobil milik Sudin Perhubungan Jakarta Pusat terparkir melintang di perempatan jalan itu. “Nggak bisa lewat. Banjirnya tinggi,” ujar petugas Dishub di perempatan tersebut, Kamis (23/1/2014).

Puluhan kendaraan baik roda 2 maupun roda 4 memilih untuk berputar balik. Beberapa kendaraan roda 2 yang nekat menerobos terpaksa harus mendorong motornya di tengah banjir. Jalan-jalan kecil di sekitar Jalan Bungur Raya juga masih tampak tergenang. Genangan setinggi 30 cm masih terlihat di Jalan Bangau dan gang-gang kecil di Jalan Gunung Sahari. Imbasnya, Jalan Garuda padat merayap. Kendaraan dari arah Senen menuju Kemayoran memilih berbelok melalui Jalan Garuda. Sementara itu cuaca di sekitar lokasi gerimis.

Hujan yang terus mengguyur kawasan Ibu Kota dan sekitarnya, menimbulkan genangan air dan banjir. Di Sawah Besar, Jakarta Pusat, sedikitnya ada 18 titik ruas jalan yang tergenangi air, dengan ketinggian bervariasi hingga 50 Cm. Kapolsek Sawah Besar Kompol Shinto Silitonga menginformasikan genangan air di wilayah Sawah Besar yang terpantau hingga pukul 08.00 WIB, Kamis (23/1/2014). “Sebagian masih bisa dilintasi, sebagian lagi tidak dapat dilalui kendaraan karena ketinggian air cukup tinggi,” kata Shinto melalui siaran persnya.

Berikut titik-titiknya:

1. Jl Kelinci Raya ketinggian air 40 cm
2. Jl Kelinci 1-2-3-4 setinggi 40-50 cm
3. Jl Gereja Ayam ketinggian air 40 cm
4. Jl Pasar Baru Selatan 20 cm
5. Traffic Light MBAL 20 cm (dapat dilalui)
6. Jl Krekot Bunder Raya 30-40 cm
7. Jl Lautze 20 cm
8. Jl Industri I (perbatasan wilayah Pademangan) 60-70 cm
9. Jl Industri Raya (belakang Hotel Media) 50 cm
10. Jl Pangeran Jayakarta 10-20 cm
11. Jl Mangga Dua Raya 10-20 cm
12. Jl Mangga Besar Raya 10 cm
13. Jl Gunung Sahari Raya depan SPBU 50 cm, dapat dilalui pada jalur busway
14. Jl Gunung Sahari VII A-B-C 50 cm
15. Jl Kartini Raya 15-20 cm
16. Jl Kartini 1, 4 Dalam, 10 dan 10 A ketinggian 50 cm
17. TL Pintu Besi 15cm (dapat dilalui jalur busway)
18. TL Pintu Air 20-30 cm (dapat dilalui jalur busway)

Puluhan motor mogok alias tak bisa jalan karena nekat dipaksa pemiliknya menembus banjir di kawasan Kemayoran, Jakpus. Ketinggian air di kawasan itu sejatinya memang belum bisa dilalui pemotor. Namun menurut pembaca detikcom, Danang Prihatoro dalam surat elektroniknya, Kamis (23/1/2014) banyak pemotor yang nekat. Alhasil para pemotor ini mesti gigit jari dengan kondisi motor mereka yang mogok.

Kawasan Kemayoran ini mengalami banjir sejak Rabu (21/1). Air kali di sekitar Jl Industri Kemayoran meluap ke jalan. Akibatnya lalu lintas terputus. Banjir ini cukup merepotkan para pengguna jalan. Bagi beberapa mobil mungkin bisa menerobos, tetapi bagi yang lainnya tidak. Nah, bagi pemotor semestinya tidak nekat menembus banjir, tapi tetap saja ada yang mencoba mengadu peruntungan walau hasilnya ada yang sukses dan ada juga yang mogok.

Genangan air masih terjadi di berbagai ruas jalan di Jakarta. Genangan ini membuat lalu lintas mengalami kemacetan yang cukup panjang. Para pengendara yang melintas di lokasi genangan kebanyakan memilih jalur sebelah kanan. Hal ini disebabkan jalur ini lebih tinggi sehingga kendaraan mereka tidak terkena genangan banjir. TMC Polda Metro Jaya, Kamis (23/1/2014), menyatakan banyak pengendara yang tetap menerobos perlintasan yang digenangi air. Berikut ini adalah ruas-ruas jalan yang tergenang air:

1. Jl Industi, Kemayoran, sedalam 30 cm
2. Jl Gunung Sahari di depan Samsat Jakarta Utara setinggi 25 cm
3. Kawasan Mangga Dua, Jakarta Utara sedalam 20 cm
4. Pademangan, Jakarta Utara sedalam 25 cm
5. Jl Ring Road Kembangan sedalam 30 cm
6. Perempatan Holel Golden Boutique di Jl Gunung Sahari sedalam 20 cm

Sementara itu lokasi banjir di Jl Abdullah Syafei dan di flyover Rawajati mulai surut. Pengendara sudah bisa melintas di Jl Abdullah Syafei, namun harus mengambil jalur paling kanan karena di lokasi sebelah kiri jalan masih ada genangan.