Category Archives: Lain Lain

BPK Penabur Gunung Sahari Terbakar


Api melalap bangunan Sekolah BPK Penabur di Gunung Sahari, Jakarta Pusat pada Sabtu, 9 Agustus 2014. Kebakaran terjadi sejak sekitar pukul 18.15 WIB. Petugas Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Pusat, Poniman mengatakan api berkobar dari lantai dua sekolah itu. “Sudah 27 unit yang diturunkan, saat ini masih bekerja,” kata Poniman ketika dihubungi, Sabtu. Menurut dia api hanya berkobar di satu bagian sekolah dan tidak menyebar ke bangunan lain di sekitarnya. Diduga, kebakaran itu terjadi akibat hubungan arus pendek. Sampai saat ini belum diketahui nilai kerugian maupun korban yang timbul akibat kebakaran itu.

Api membakar lantai 2 SMAK Penabur di Jl Gunung Sahari, Jakarta Pusat. Hingga berita ini diturunkan, upaya pemadaman masih dilakukan Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Pusat. Kebakaran itu dilaporkan terjadi sekitar pukul 18.25 WIB. Pemadam kebakaran langsung menerjunkan 24 mobil damkar ke lokasi kebakaran. “Sekolah Penabur Gunung Sahari masih merah saat ini,” kata petugas Sudin Damkar Jakarta Pusat bernama Asep saat dikonfirmasi pada pukul 18.45 WIB, Sabtu (9/8/2014).

Belum diketahui penyebab kebakaran di sekolah swasta itu, termasuk ruangan yang terbakar dan kerugian yang diderita. Namun upaya pemadaman masih dilakukan. “24 Unit kita turunkan. Masih upaya pemadaman,” tutup Asep. Kebakaran yang melanda SMK Penabur yang berada di Gunung Sahari, Jakarta Pusat, saat ini sudah berhasil dipadamkan. Namun kemacetan akibat peristiwa tersebut tak dapat dihindarkan.

“Saat ini sudah tahap pendinginan. 29 unit damkar diturunkan untuk memadamkan api,” ujar Sudarno, Kasiops Damkar Jakarta Pusat saat ditemui di lokasi kebakaran, Sabtu (9/8/2014). Namun akibat kebakaran ini, Jalan Gunung Sahari yang mengarah ke Matraman terpantau padat. Sebagian karena aktivitas pemadaman api, sebagian lagi karena pengguna kendaraan sempat berhenti untuk memotret dan penasaran dengan kebakaran tersebut.

Menurut Sudarno, kebakaran berasal dari tenda di kawasan sekolah yang terbuat dari serat kayu yang gampang terbakar. “Yang terbakar adalah lantai dua sekolah. Sekarang sudah dalam penuntasan,” jelasnya. Seorang sekuriti sekolah bernama Sutriadi sempat mengalami luka saat berusaha memadamkan api saat kebakaran pertama kali terjadi. Saat ini korban yang terluka telah dibawa ke RSPAD Gatot Subroto untuk mendapatkan perawatan.

Belum diketahui jumlah kerugian yang diderita akibat kebakaran tersebut.

Lany Melyana Karyawati Cantik BII Hilang Saat Pulang Kantor


pulang-kantor-karyawati-bii-hilang-misteriusLany Melyana (29), seorang karyawati di Bank Internasional Indonesia (BII) tiba-tiba hilang usai pulang kantor. Bahkan, keluarga sulit menghubungi Lany karena nomor telepon selularnya sudah nonaktif. Lely, kakak Lany, mengaku tidak tahu alasan adiknya menghilang. Sebab, Lany tidak pernah memiliki masalah dengan keluarga maupun tempatnya bekerja.

“Kita kan pikir barangkali HP rusak, enggak sempet hubungi, tapi sampai malam kok enggak ada kabar. Orang tua punya feeling, biasanya kalau pergi pasti telepon atau SMS. Jarang sekali (pergi) lah, kalaupun pergi ada urusan kantor,” ungkap Lely saat dikonfirmasi, Jumat (1/8).

Lely menambahkan, adiknya diketahui hilang sejak Rabu (23/7) lalu. Namun keluarga baru melaporkan kehilangan pada Jumat (25/7) lalu. Hingga kini, Lany belum juga kembali ke rumahnya. “Dia hilang setelah pulang kantor. Ada seorang sahabatnya ajak pulang bareng karena rumahnya dekat, tapi dia tidak mau karena buru-buru, alasannya orang tua ulang tahun,” ungkapnya. Sebelum hilang, Lany diketahui sedang berada di kawasan Senayan, Jakarta. Ketika itu, dia sedang mengenakan pakaian warna ungu.

Sudah hampir dua pekan, Lany Melyana (29), karyawati di Bank Internasional Indonesia (BII) menghilang usai pulang kantor. Sebelum hilang, Lany diketahui sempat putus hubungan dengan kekasihnya. Kakak Lany, Lely, mengaku adiknya tersebut tidak pernah memiliki masalah dengan keluarga maupun tempatnya bekerja. Namun, Lany diketahui sempat putus dari pacarnya sebelum dilaporkan hilang.

“Masalah dengan keluarga enggak ada, tapi enggak tahu kenapa. Cuma dia punya pacar, udah putus. Pacarnya juga ikut bantu juga nyari, dia enggak tahu juga (alasan Lany hilang),” ungkap Lely saat dikonfirmasi, Jumat (1/8). Jauh sebelum hilang, Lany dikenal sebagai sosok yang jarang bergaul, apalagi sampai menginap di rumah temannya. Bahkan, Lany selalu menjalin komunikasi dengan baik dengan keluarganya.

“Biasanya izin, ini enggak izin. Sebelumnya enggak pernah terjadi apa-apa, jadi kalau ketemu di rumah aja. Kami jarang BBM-an, kalau pulang malem biasa ditanya ke mana, biasa dijawab ‘macet’,” ungkap Lely. Lely mengungkapkan, adiknya diketahui hilang sejak Rabu (23/7) lalu. Namun keluarga baru melaporkan kehilangan pada Jumat (25/7) lalu melalui kepolisian. Hingga kini, Lany belum juga kembali ke rumahnya.

Bahkan, nomor telepon selularnya hingga kini sudah tidak dapat dihubungi. “Putus (komunikasi), karena enggak tahu nomor lainnya, karena nomor HP kan gampang dibeli, yang lama sudah enggak aktif lagi,” pungkasnya.

Kisah Sedih Sutiarsih Yang Berlebaran Bersama Kucing Kucing Di Pantai Cacalan


Perempuan tua dengan kain sarung lusuh duduk di depan sebuah gubuk. Tangannya yang keriput perlahan memasukkan beras ke dalam daun pisang. Empat ekor kucing bermain-main di sekitar perempuan yang bernama Sutiarsih (82). “Besok lebaran, ini buat lontong cuma setengah kilo. Kan buat makan sendiri. Tombo (obat) pengin,” ungkapnya kepada Kompas.com dengan menggunakan bahasa Jawa.

Mbah Sih, begitu biasa ia dipanggil, bercerita ia tinggal seorang diri tengah ladang yang berjarak sekitar 200 meter dari Pantai Cacalan tepatnya di Linkungan Sukowidi Kelurahan Klatak Kecamatan Kalipuro. Jaraknya juga cukup jauh dari tetangga terdekat. “Saya lupa sudah berapa lama tinggal disini. Numpang tanahnya orang. Kalau rumahnya ini baru dibangun lagi sekitar tiga tahunan. Rumah yang lama ambruk. Alhamdulilah dibangunkan sama tetangga sini,” jelasnya.

Saat rumahnya ambruk, ia meminta tolong dan beruntung ada orang yang sedang melintas di depan gubuknya. “Dekat sini kan sumber mata air, orang-orang sering nyuci baju di situ. Mereka yang bantu saya,” katanya. Untuk kebutuhan sehari-hari, Mbah Sih bekerja menganyam welit dari daun kelapa yang ia temukan di sekitar ladang. Biasanya welit digunakan untuk atap gubuk di tepi pantai. Itu pun ia lakukan ketika ada pesanan.

“Harganya per lembar Rp 1.500. Kalo enggak ada yang pesan ya saya ngumpulkan ranting kayu terus dijual. Tapi sekarang sepi semua orang sudah pakai gas,” ungkapnya, Minggu (27/7/2014). Mbah Sih sempat menanyakan kenapa harga minyak tanah sekarang harganya mahal. “Sekarang mahal padahal saya butuh juga buat lampu soalnya saya enggak ada listrik. Sempat mau ditawarin nyalur listrik sama tetangga, tapi saya menolak soalnya takut lihat kabelnya nanti kongslet,” jelasnya.

Suami Mbah Sih yang bernama Kabul sudah meninggal karena penyakit thypus beberapa tahun yang lalu. Ia tidak mempunyai anak. Jadilah ia tinggal sendiri bersama kucing-kucingnya.”Anak pertama keguguran. Anak kedua meninggal di usia tiga bulan. Suami saya dulu jadi buruh kasar dan setelah suami meninggal saya sempat kerja jadi asongan di Pelabuhan Ketapang. Tapi sekarang sudah enggak kuat. Sudah tua,” ungkapnya.

Saat ditanya apakah ia mendapatkan batuan dari pemerintah, Mbah Sih menggelengkan kepala. “Saya enggak ngerti, tapi setiap bulan saya dapat beras 15 kilo sama uang Rp 30 ribu dari pak RT,” kata Mbah Sih. Saat masih bercerita, Mbah Sih tiba-tiba memanggil dua anak yang melintas di depan rumahnya, dan ia memberikan uang Rp 2.000 rupiah pada masing-masing anak.

“Buat sangu lebaran. Jangan lupa ngaji,” katanya. Mbah Sih mengaku selalu berbagi kepada anak-anak yang sering singgah ke rumahnya setelah pulang dari bermain di pantai. “Setiap ada rejeki dari siapapun saya selalu sisihkan. Saya bagi ke anak-anak ataupun ke tetangga saya yang sama sama enggak punya seperti saya. Rejeki dari Gusti Allah dan harus di bagikan ke orang lain,” katanya sambil tersenyum.

Apalagi saat ini mau Lebaran, Mbah Sih sudah menyiapkan uang receh untuk ia bagikan. “Mungkin karena saya enggak punya anak jadi saya memang sayang sama anak-anak. Semoga besok pas lebaran banyak yang ke sini biar rame” ungkapnya. Mbah Sih mengaku sering kesepian apalagi kalau menjelang malam. “Saya punya radio tapi sudah rusak. Mau dibetulkan ndak ada uang lebih. Ya empat kucing ini teman saya. Ini namanya Bolang, Manis dan Pusi. Yang paling manja ya ini namanya Temon,” tutur dia sambil mengelus kucing berwarna hitam putih dipangkuannya

Bendera ISIS Berkibar Di Bundaran HI Jakarta


Bendera Islamic State in Iraq and Sham (ISIS) sempat terlihat dalam aksi unjuk rasa oleh ratusan orang di Bundaran HI, Jumat (11/7/2014), untuk mengecam serangan Israel ke Gaza, Palestina. (Baca : ISIS Akan Hancurkan Kabah Jika Berhasil Kuasai Mekah)

Dalam perbincangan di media sosial, Twitter, muncul sebuah foto sebuah bendera ISIS yang dikibarkan oleh massa peserta aksi. Aksi itu diikuti oleh sejumlah elemen pergerakan Islam, termasuk sejumlah tokoh Koalisi Merah Putih yang mengusung calon presiden Prabowo Subianto dan wakil presiden Hata Rajasa.

Bendera tersebut tampak menyembul dan dikibarkan bersama dengan bendera merah putih dan bendera Palestina. Tak ayal, beberapa akun mengomentari pergerakan ISIS dan menilai ISIS kini mulai terlihat di Indonesia. Beberapa pemilik akun pun mempertanyakan mengapa ada bendera ISIS dalam aksi tersebut. Bahkan, ada yang khawatir ISIS akan datang ke Indonesia.

Hubungan ISIS dengan Indonesia memang tidak bisa dilepaskan. Kepala BNPT Ansyaad Mbai mengatakan, ada sejumlah bukti menunjukkan indikasi ISIS melakukan perekrutan di Indonesia ataupun akan berangkat di Irak atau Suriah.

“Dari penangkapan-penangkapan akhir-akhir ini, sudah ada indikasi mereka itu sedang berusaha untuk berangkat ke sana. Mereka ini yang terkait dengan satu atau lebih dari satu aksi-aksi teroris yang terjadi di sini, ada daerah konflik, ada perang di situ. Itu bagi mereka kesempatan, peluang emas bagi mereka untuk melakukan jihad, sama saja JAT, JI, NII,” kata Ansyaad Mbai seperti dikutip dari bbc.com.

Ansyaad mengatakan, dalam demonstrasi yang dikuti sekitar 15 orang di Nusa Tenggara Barat pada bulan lalu, tampak bendera ISIS dikibarkan.

Ansyaad pun mengatakan, mereka yang terkait dengan ISIS masih terkait dengan jaringan lama, Jemaah Islamiyah.

Tak hanya itu, bulan lalu juga beredar sebuah video yang diunggah ke situs YouTube menampilkan sejumlah orang yang diduga kuat berasal dari Indonesia menyerukan ajakan untuk bertempur di Suriah bersama kelompok ISIS.

Beberapa pria yang mengenakan penutup wajah berwarna hitam dan menenteng senapan serbu Kalashnikov direkam kamera di suatu tempat di Suriah.

Mereka mengaku sebagai mahasiswa, pebisnis, mantan tentara, dan bahkan beberapa remaja. Satu demi satu dari mereka mengajak rekan-rekannya untuk bergabung dengan ISIS.

Para pria itu bukan berasal dari Suriah, Uzbekistan, atau Chechnya yang selama ini banyak terlibat dalam perang saudara di Suriah. Para pria ini berasal dari Indonesia.

ISIS saat ini tengah menjadi sorotan internasional. Gerakan pimpinan Abu Bakr Al-Baghdadi yang mendeklarasikan kekhalifahan baru itu menggunakan cara-cara kekerasan untuk memperluas pengaruhnya, termasuk membunuh ulama-ulama yang tidak sepaham, baik dari Syiah maupun Sunni.

Misteri Hilangnya Petinggi Artha Graha Group Wisnu Tjandra Akhirnya Terungkap


Hilangnya petinggi Artha Graha Group, Wisnu Tjandra, mulai terkuak. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Dwi Prayitno menyebut polisi berhasil memonitor keberadaan mantan suami artis Peggy Melati Sukma itu berada di kawasan Jawa Tengah, dalam kondisi sehat. Wisnu Tjandra yang dikenal sebagai tangan kanan Tommy Winata (bos Artha Graha Group), dilaporkan hilang sejak Minggu malam, 11 Mei 2014 lalu.

Wisnu menghilang setelah keluar dari kantornya, Gedung Artha Graha, kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta. Dari rekaman CCTV, Wisnu meninggalkan kantornya menggunakan taksi. Kapolda memberikan keterangan berbeda terkait kasus itu. Saat ditemui di Polres Depok, Jumat (4/7), Kapolda menyatakan, “Wisnu Tjandra, yang bersangkutan masih hidup. Kita sudah monitor yang bersangkutan ada di Jateng. Ya setiap orang berhak pergi ke mana saja.”

Jawaban Kapolda itu menimbulkan penafsiran polisi berhasil menemukan mantan Presiden Direktur Bank Artha Graha tersebut. Namun ketika ditemui di Polda Metro Jaya, Dwi Prayitno menegaskan sampai saat ini polisi belum menemukan Wisnu. “Sampai saat ini, insyaallah masih hidup, belum ditemukan dan masih dalam penyelidikan,” katanya.

Sedang Kasubdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Herry Heryawan juga mengatakan Wisnu belum ditemukan. “Belum ditemukan. Saat ini tim masih ada di lapangan yaitu di Yogyakarta dan Jawa Tengah,” kata Herry. Ketika ditemui di Polres Depaok, Dwi Prayitno menyatakan untuk sementara polisi menyimpulkan Wisnu bukan korban penculikan. Kapolda belum dapat menjelaskan mengapa Wisnu menghilang dan tidak memberi kabar kepada keluarganya.

Kakak Wisnu, Anastasya Sintowati, melaporkan hilangnya Wisnu ke Polda Metro Jaya, tertuang dalam laporan polisi 2876/B/V/PMJ/SPKT, tertanggal 13 Mei 2014. Dalam laporan itu diketahui sebelum menghilkang Wisnu berangkat dari rumahnya di kawasan Ancol, Jakarta Utara, sekitar pukul 18.00 WIB.

Ia tiba di kantornya menggunakan mobil dinas, Toyota Camry, sambil membawa travel bag . Selanjutnya Wisnu meninggalkan kantor menumpang taksi dan meninggalkan mobilnya di parkiran kantor dan tiga handphone diletakkan di meja ruang kerjanya. Alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia itu kemudian menuju Hotel Mulia Jakarta, lalu menumpang taksi menuju ke arah Stasiun Gambir, namun di tengah jalan berbelok arah dan turun di pusat perbelanjaan Sarinah.

Sejak saat itu Wisnu tidak diketahui keberadaannya dan tidak dapat dihubungi oleh kolega kerja dan keluarganya. Setelah dilaporkan menghilang sejak 11 Mei 2014 lalu, Polda Metro Jaya akhirnya berhasil menemukan keberadaan petinggi Artha Graha Wisnu Tjandra di wilayah Jawa Tengah. Kapolda Metro Jaya Irjen Dwi Prayitno menyatakan penyidik sudah menemui Wisnu Tjandra di Jawa Tengah. Menurutnya untuk sementara waktu penyidik menyimpulkan tak ada indikasi penculikan terhadap Wisnu.

“Yang bersangkutan ada di Jawa Tengah dan dalam keadaan sehat,” kata Dwi kepada wartawan saat mengunjungi Mapolresta Depok, Jawa Barat, Jumat (4/7/2014). Dwi mengatakan pihaknya belum memastikan alasan Wisnu menghilang dan tak mengabarkan keluarganya. “Setiap orang punya hak untuk pergi. Yang pasti, dalam monitor kami, ia sehat,” ujarnya.

Saat ini penyidik sudah berkoordinasi dengan semua pihak termasuk keluarga mengenai keberadaan Wisnu Tjandra di Jawa Tengah, yang sebelumnya dilaporkan hilang. Keberadaan Wisnu Tjandra misterius sejak 11 Mei 2014 lalu. Kakak Wisnu, Anastasya Sintowati lalu melaporkan hilangnya Wisnu ke Polda Metro Jaya dengan laporan polisi 2876/B/V/PMJ/SPKT 13 Mei 2014.Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Dwi Priyatno membantah petinggi Artha Graha, Wisnu Tjandra yang dilaporkan hilang sejak 11 Mei 2014 lalu, sudah ditemukan di Jawa Tengah.

“Sampai saat ini, insya Allah masih hidup, belum ditemukan dan masih dalam penyidikan,” ucap Dwi, Jumat (4/7/2014) di Mapolda Metro Jaya. Dwi menuturkan hingga saat ini, tim di lapangan masih berupaya menelusuri keberadaan mantan suami dari artis Peggy Melati tersebut. Di tempat terpisah, Kasubdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Herry Heryawan juga mengatakan Wisnu belum ditemukan.

“Belum ditemukan, saat ini memang tim masih di lapangan, di Jogyakarta, Jawa Tengah,” kata Herry.

Seperti diketahui keberadaan Wisnu Tjandra menjadi misterius sejak 11 Mei 2014 lalu.

Kakak Wisnu, Anastasya Sintowati lalu melaporkan hilangnya Wisnu ke Polda Metro Jaya dengan laporan polisi 2876/B/V/PMJ/SPKT tertanggal 13 Mei 2014. Dalam laporan itu diketahui bahwa sebelum menghilkang, Wisnu berangkat dari rumahnya di kawasan Ancol, Jakarta Utara, pada Minggu (11/5/2014) sekkira pukul 18.00. Ia diketahui menuju kantornya di kawasan SCBD Jakarta Selatan dengan mobil sedan. Wisnu ke luar kantor sekitar pukul 22.00, menggunakan taksi menuju Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di Gambir, lalu turun di Sarinah, Jakarta Pusat.

Sejak itu, jejak keberadaan Wisnu tak lagi diketahui dan keluarga tak bisa menghubungi Wisnu melalui ponselnya. Keluarga lalu melaporkan hilangnya Wisnu ke Polda Metro Jaya, pada 13 Mei 2014.

Bintang Persib Bandung Hariono Ditipu Cewek Fiktif Senilai 3,5 Milyar


Bintang Persib Bandung Hariono menjadi korban penipuan bermodus janji perkawinan dan balik nama perusahaan fiktif. Duit gaji dia sebagai gelandang Persib selama 2010-2014 sebesar Rp 3,5 miliar amblas. Sang terdakwa adalah pria 35 tahun bernama Ananda Wegyansyah, warga Sumur Bandung, Kota Bandung. Hal itu terungkap dalam sidang pemeriksaan saksi korban Hariono di Pengadilan Negeri Bandung, Kamis, 3 Juli 2014. Saat menjawab ketua majelis hakim Janverson, Hariono mengaku telah ditipu terdakwa sejak hijrah ke Bandung untuk membela Maung Bandung pada 2010. Ia pun mengisahkan ringkasan kronologi kasus.

“Waktu kenalan di rumah makan Jalan Juanda (Dago), dia (terdakwa) mengaku sebagai GM (General Manager) PT KS,” kata Hariono di persidangan. Nama lengkap perusahaan bidang pertambangan tersebut, PT KS Widya Utama. Dalam pertemuan berikutnya sekitar Oktober 2010, Nanda bahkan mengaku bosnya memiliki anak perempuan.

“Dia bilang pemilik PT KS ingin saya jadi mantunya,” tutur Hariono. Tak cuma itu, terdakwa juga mengiming-iming PT KS segera menjadi milik Hariono setelah menikahi anak si bos, yang tak diketahui namanya. Syaratnya, Hariono harus menyetor duit kepada terdakwa. Percaya, Hariono pun lalu menyetor duit Rp 300 juta sesuai permintaan Nanda.

“Katanya untuk biaya balik nama (kepemilikan) PT KS,” kata Hariono. Tak cuma itu, pada 14 Oktober 2010, Hariono pun patuh menyerahkan gajinya setiap bulan kepada terdakwa di Bank BCA Cabang Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung. “Saya berikan ATM BCA sama nomor pin dan buku tabungannya (ke terdakwa). Di rekening itu saya terima gaji dari Persib tiap bulan Rp 50 juta,” ujarnya.

Tak cukup itu pengorbanannya. Selang dua tahun, pada akhir 2012, Hariono juga menyerahkan kartu ATM Bank BTPN berikut nomor pin kepada Nanda. Rekening kedua ini berisi sebagian gaji Hariono yang diambil dari ATM BCA sebesar Rp 51.695.133. “Kata dia (terdakwa), semua (gaji Hariono) itu digunakan untuk biaya PT KS,” ujar sang bintang.

Selama itu terdakwa tak pernah menunjukkan berkas hasil balik nama PT KS kepada Hariono. Namun, komunikasi kedua penipu dan korban ini tetap berjalan. Baru pada awal 2014 atau hampir empat tahun sejak 2010, Hariono mulai mencurigai modus terdakwa. “Saya kumpulin SMS (pesan pendek) dari dia (Nanda). Saya cari informasi tentang PT KS, tapi ternyata enggak pernah ada. Sampai Februari 2014 saya tertipu Rp 3,5 miliar,” Hariono menuturkan.

Kepada majelis hakim, Nanda mengakui telah menipu seperti yang dituturkan Hariono. Dia juga mengakui bahwa PT KS dan iming-iming anak perempuan si bos yang dia janjikan cuma akal-akalan belaka. Adapun duit gaji bulanan Hariono dari Persib selama hampir empat tahun dia gunakan untuk keperluan sehari-hari dan berfoya-foya.

“Saya pakai juga buat ke karaoke, beli motor (Kawasaki) Ninja. Uangnya sudah habis semua,” kata Nanda. Tak cuma itu, diduga kuat duit Hariono juga dipakai terdakwa untuk menikahi seorang wanita cantik bernama Santi pada 2011 yang diceraikan dua tahun kemudian. Padahal, Hariono yang dia iming-imingi bisa memperistri anak bos PT KS cuma mendapat janji kosong.

Hal itu terungkap dari pengakuan Santi yang juga diperiksa dalam sidang kemarin. “Selama menikah dengan saya, dia pernah beli motor Ninja merah, motor (skuter) Honda Scoopy putih, TV layar datar, laptop, dan lain-lain. Saya enggak pernah tahu dia (terdakwa) kerja di PT KS,” ujar Santi.

Seusai sidang, jaksa Lia Pratiwi mengatakan selama duit gajinya dikuasai terdakwa, Hariono hanya mengandalkan bonus sebagai pemain Persib. Ia juga mengungkapkan bahwa sebelum kasus terungkap, Hariono mengaku berkomunikasi cukup intens tidak hanya dengan terdakwa, tapi juga secara aktif saling berkirim pesan pendek dengan seorang perempuan.

Hanya nama perempuan yang mengklaim anak pemilik PT KS ini tak terungkap hingga kini. “Itu memang ada di BAP korban. Kontaknya cuma lewat SMS. Nama ceweknya enggak disebutkan juga dalam BAP. Diduga yang SMS mengaku cewek itu ya si terdakwa sendiri,” ujar Lia. Nanda, kata dia, dijerat Pasal 372 dan 378 Undang-Undang Hukum Pidana. “Ancaman hukuman buat terdakwa empat tahun penjara,” kata Lia.

Bintang Persib Bandung Hariono menjadi korban penipuan bermodus janji perkawinan dan balik nama perusahaan fiktif. Duit gajinya sebagai gelandang Persib selama 2010-2014 sebesar Rp 3,5 miliar amblas. Hariono menjadi korban penipuan oleh Ananda Wegyansyah, 35, warga Sumur Bandung, Kota Bandung. Hal itu terungkap dalam sidang pemeriksaan saksi korban Hariono di Pengadilan Negeri Bandung, Kamis 3 Juli 2014.

Menjawab Ketua Majelis Hakim Janverson, Hariono mengaku telah ditipu terdakwa Nanda sejak hijrah ke Bandung untuk membela Maung Bandung pada 2010. Ia pun mengisahkan ringkasan kronologi kasus. “Waktu kenalan di rumah makan Jalan Juanda, terdakwa mengaku sebagai General Manager PT KS,” kata Hariono. Dalam pertemuan berikutnya, Oktober 2010, Nanda mengatakan bosnya, pemilik perusahaan bidang pertambangan PT KS Widya Utama, mempunyai anak perempuan. “Dia bilang pemilk PT KS ingin saya jadi mantunya,” kata Hariono.

Tak cuma itu, terdakwa juga mengiming-imingi bahwa Hariono akan mewarisi PT KS setelah dia menikahi anak si bos, yang tak diketahui namanya. Syaratnya, Hariono harus menyetor duit kepada terdakwa. Percaya, Hariono pun lalu menyetor duit Rp 300 juta. “Katanya untuk biaya balik nama kepemilikan PT KS,” ucap Hariono.

Pada 14 Oktober 2010, Hariono pun menyerahkan gajinya setiap bulan kepada terdakwa di Bank BCA Cabang Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung. “Saya berikan ATM BCA sama nomor pin dan buku tabungannya kepada terdakwa. Di rekening itu saya terima gaji dari Persib tiap bulan Rp 50 juta,” kata dia.

Selang dua tahun, pada akhir 2012, Hariono juga menyerahkan kartu ATM Bank BTPN berikut nomor pin kepada Nanda. Rekening kedua ini berisi sebagian gaji Hariono yang diambil dari ATM BCA, sebesar Rp 51.695.133. “Kata dia, semua itu digunakan untuk biaya PT KS,” kata bintang Persib itu.

Selama itu, terdakwa tak pernah menunjukkan berkas hasil balik nama PT KS kepada Hariono. Namun komunikasi kedua penipu dan korban ini tetap berjalan. Baru pada awal 2014 atau hampir empat tahun sejak 2010, Hariono mulai curiga.

“Saya kumpulin SMS dari Nanda. Saya cari informasi tentang PT KS tapi ternyata nggak pernah ada. Sampai Februari 2014 saya tertipu Rp 3,5 miliar,” kata Hariono. Kepada Majelis, terdawa Nanda mengaku telah menipu Hariono. Menurut dia, PT KS dan iming-iming anak perempuan si bos juga hanya akal-akalan belaka. Adapun duit gaji bulanan Hariono dari Persib selama hampir 4 tahun, dia gunakan untuk keperluan sehari-hari dan berfoya-foya. “Saya pakai juga buat ke karaoke, beli motor Kawasaki Ninja. Uangnya sudah habis semua,” kata Nanda.

Dengan uang itu, dipakai terdakwa untuk menikahi seorang wanita bernama Santi pada 2011, namun diceraikan pada 2013. Hal itu terungkap dari pengakuan Santi yang diperiksa dalam sidang yang sama. “Selama menikah dengan saya, dia pernah beli motor Ninja merah, motor Honda Scoopy putih, TV layar datar, laptop, dan lain-lain. Saya nggak pernah tahu dia kerja di PT KS,” kata mantan isteri terdakwa itu.

Seusai sidang, jaksa Lia Pratiwi mengatakan bahwa selama duit gajinya dikuasai terdakwa, Hariono hidup mengandalkan bonus sebagai pemain Persib. Nama perempuan yang mengklaim anak pemilik PT KS ini tak terungkap hingga kini. “Itu memang ada di BAP korban. Kontaknya cuma lewat SMS Nama ceweknya nggak disebutkan juga dalam BAP. Diduga yang SMS mengaku cewek itu ya si terdakwa sendiri,” ujar Lia. Nanda, kata Lia, dijerat pasal 372 dan 378 Undang-Undang Hukum Pidana. Ancaman hukumannya empat tahun penjara.

Basuki Tjahaja Purnama Hentikan Kegiatan Pencinta Alam Di Sekolah


Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku sangat marah mengetahui seorang lagi siswa SMAN 3 Jakarta Selatan meninggal pada Kamis pagi 3 Juli 2014. Padian Prawirodirya, 16 tahun, siswa Kelas X, menyusul nasib rekannya, Arfiand Caesary Al Irhamy, 16, yang meninggal sepulang mengikuti kegiatan esktrakurikuler pecinta alam 12-20 Juni lalu.

“Saya setuju stop dulu kegiatan-kegiatan pecinta alam,” kata Ahok, sapaan Basuki, di Balai Kota, Kamis 3 Juli 2014.
Dia menegaskan stop kegiatan itu untuk seluruh sekolah di Jakarta. “Seluruh Jakarta kami stop dulu, enggak perlu kok pelatihan mental seperti itu,” kata dia lagi.

Ahok pun kembali menekankan agar siswa yang terlibat dalam penyiksaan tersebut harus dikeluarkan dari sekolah.. Dia sebelumnya telah meminta Dinas Pendidikan merombak manajemen di sekolah yang bersangkutan. Dari kejadian itu, Ahok pun meminta agar kegiatan pembinaan mental semacam yang dilakukan ekskul pecinta alam tak perlu ada lagi. Kenapa enggak dititipin tentara aja kalau mau begitu,” kata dia.

Bahkan, jika perlu kegiatan pecinta alam tak perlu ada lagi di sekolah. Seorang siswa bisa ikut tapi bukan lewat sekolah. “Anda daftar saja rombongan anda (ke klub pecinta alam di luar sekolah). Kenapa harus pakai anggaran kita? Itu masalahnya. Kalau meninggal, semua diam,” ujarnya. Orangtua lima tersangka kasus penganiayaan yang mengakibatkan tewasnya Caesar Arfiand (15), siswa SMAN 3 Jakarta, mengadu ke Komisi Nasional Perlindungan Anak . Mereka diterima oleh Kepala Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, Rabu, 2 Juli 2014.

Arist menjelaskan, para orangtua tersangka datang untuk meminta pelindungan Komnas Perlindungan Anak. “Kami akan coba membantu apa yang bisa dibantu,” ujar Arist kepada Tempo. Perkembangan terbaru, empat orang tersangka dimasukkan di Rutan Pondok Bambu, sedangkan satu orang dimasukan di Rutan Salemba, Rabu ini juga.

Menurut Arist, dari laporan yang diterima, ada indikasi para tersangka adalah korban salah tangkap. Arist menjelaskan, mereka sama sekali tidak memukul Arfiand. Para tersangka, menurut Arist, justru mencoba menolong Arfiand sehabis dihajar oleh dua senior mereka. Waktu mereka menolong Arfiand, kondisi korban sudah kritis. “Jadi diduga pelaku sebenarnya ya dua orang itu,” ujar Arist.

Dari para orangtua tersangka, Arist mendengar, bahwa kelima tersangka tersebut adalah pengurus kegiatan ekstra kurikuler pecinta alam SMAN 3. Arist memperoleh keterangan yang sama persis dari semua orangtua korban. Kommas Perlindungan Anak akan berupaya melakukan mediasi pada keluarga korban, dan berkomunikasi dengan Kepolisian Resort Jakarta Selatan. Komnas akan menjelaskan mengenai dugaan tersangka sebenarnya, yaitu para senior alumni ektrakurikuler pecinta alam. “Polisi terlalu terburu-buru menetapkan tersangka,” ujar Arist.