Category Archives: Lain Lain

Model Majalah Pria Dewasa Novi Amelia Terlantar Di RSCM


Model majalah pria dewasa, Novi Amelia, kembali mendapat perawatan rumah sakit. Kali ini, dia ada di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Pengacara Novi dan perwakilan keluarga, Chris Sam Siwu, mengatakan, selama lima hari kliennya itu telantar tanpa identitas.

Chris mengatakan, Novi sampai ke RSCM karena dibawa oleh teman-temannya. Namun, tak ada satu pun identitas menyertai Novi. “Bagaimana teman-temannya ini pada hilang semua. Ini yang mau saya kejar dan cari tahu kenapa Novi bisa di sana (RSCM). Mau cek handphone Novi juga tidak ada. Handphone-nya dia (Novi) itu ada di temannya,” kata Chris, Jumat (6/6/2014).

Menurut Chris, orangtua Novi baru mengetahui keberadaan anaknya itu setelah menerima telepon dari RSCM. Novi dirawat di RSCM sejak Sabtu (31/5/2014), ujar dia, tetapi keberadaannya baru diketahui keluarga pada Selasa (3/6/2014). Keberadaan Novi diketahui setelah RSCM menelepon keluarga.

Keterangan dari RSCM menyatakan, Novi masuk Unit Gawat Darurat (UGD) RSCM dalam kondisi tak sadarkan diri. Saat Novi sadar, ia hanya mengingat nomor telepon yang bisa dihubungi. Ternyata, itu adalah nomor ponsel ayahnya Novi. “Akhirnya, RSCM menghubungi nomor itu pada 3 Juni. Dia (Novi) hanya ingat nomor ayahnya. Setelah itu, ayahnya menelepon saya dan menunjuk jadi perwakilan. Katanya tidak ada yang menjamin biaya perawatan Novi di RSCM,” kata Chris.

Keesokan harinya, kata Chris, sebagai perwakilan keluarga, ia pun akhirnya menjamin dan membayar perawatan Novi selama lima hari tersebut. Saat itu pula Chris melihat kondisi Novi yang lemah karena kelelahan dan terdapat luka lebam di bagian tubuhnya. “Novi sampai lima hari di rumah sakit sebatang kara, hingga detik ini tak ada yang menjenguknya,” lanjut Chris.

Sebelumnya diberitakan, Novi Amelia mengalami overdosis narkoba. Ia kini tengah mendapatkan perawatan serius di RSCM berdasarkan keterangan salah satu anggota tim kuasa hukum Novi, Muhammad Kamil Pasha. Kamil belum mengetahui persis kronologi kejadian hingga membuat Novi overdosis dan dirawat RSCM. Tim dokter dari RSCM pun belum memperbolehkan Novi dimintai keterangan lantaran masih dalam tahap pemulihan.

Belakangan Chris membantah Novi overdosis. Menurut dia, yang terjadi adalah Novi mengalami gangguan ginjal dan harus menjalani cuci darah. Saat Chris memberikan keterangan ini, Novi masih menjalani cuci darah itu.

PT Newmont Nusa Tenggara Diadukan Tokoh Adat Sumbawa ke KPK


PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) diadukan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) oleh tokoh Sumbawa Barat Amir Jawas. PT NNT diadukan karena beroperasi tanpa Rencana Kerja Anggaran dan Belanja (RKAB) selama tahun 2014 yang harusnya disetujui oleh Pemerintah. Operasi tanpa RKAB itu disebutnya sebagai pelanggaran serius karena perusahaan asing tersebut dengan seenaknya beroperasi tanpa persetujuan Pemerintah Republik Indonesia. “Pemerintah belum menyetujui RKAB yang diusulkan tetapi Newmont tetap produksi,” kata Amir Jawas melalui keterangan pers yang diberikan selesai menyerahkan pengaduan, Jumat, 16 Mei 2014.

Menurut Amir Jawas, RKAB ini seharusnya sudah mendapat persetujuan Pemerintah pada awal2014, namun Pemerintah belum menyetujui RKAB yang telah diusulkan NNT. Amir mempertanyakan NNT bisa beroperasi secara leluasa yang menyebabkan Pemerintah pun tidak bisa berkutik dengan sikap Newmont selama ini. padahal NNT selama ini diklaim patuh terhadap isi Kontrak Karya. Namun dalam hal RKAB ini, NNT tidak mengaku ada persoalan RKAB yang belum tuntas. “Ini tugas KPK untuk membongkar kolusi tingkat tinggi,” ujarnya.

Mengutip pasal 14 ayat 4 dari Kontrak Karya (KK) yang ditandatangani tanggal 2 Desember 1986 antara Pemerintah dan NNT, Amir menjelaskan bahwa perusahaan akan menyampaikan kepada Pemerintah tidak lebih lama dari tanggal 15 (lima belas) NoVember atau 15 (lima belas) Februari setiap tahun selama jangka waktu persetujuan ini; rencana kerja, rencana anggaran pendapatan dan belanja, kontrak-kontrak penjualan dan rencana pemasaran/penjualan untuk tahun berikutnya, dengan rincian yang cukup agar pemerintah dapat meneliti rencana fisik, keuangan dan pemasaran/penjualan-penjualan tersebut dan menetapkan apakah rencana-rencana itu sesuai dengan kewajiban Perusahaan di bawah persetujuan ini.

Kemudian, Kontrak karya itu menyebutkan suatu rencana kerja dan rencana anggaran pendapatan dan belanja untuk tahun pertama dari persetujuan ini akan disampaikan kepada Pemerintah secepat mungkin setelah persetujuan ini ditandatangani. Jika membaca isi KK tersebut, kata Amir, jelas Newmont sudah melakukan pelanggaran yang mengakibatkan terganggunya penerimaan negara. Ex Senior Manager Hubungan Eksternal NNT Malik Salim mendukung penuh upaya melaporkan manajemen Newmont kepada KPK yang saat ini fokus pada penyimpangan sektor pertambangan. “Dan penyimpangan yang luar biasa terdapat di Newmont,” ucapnya.

Malik berharap KPK dapat segera menindaklanjut laporan yang telah serahkan tersebut.”Kami siap memasok kembali data-data yang dibutuhkan KPK. Malik juga menyesalkan sikap Direktur Utama NNT Martiono yang mengambil opsi akan merumahkan sebagian besar karyawan NNT pada 1 Juni 2014 mendatang karena tidak mau mengekspor konsentrat dengan dikenakan bea keluar seperti yang diatur oleh Pemerintah.

Ini disebutnya akal-akalan, dengan cara menumpuk produksi yang tidak ada dalam perencanaan. Setelah produksi menumpuk mereka teriak bahwa tidak mungkin lagi beroperasi dan solusinya hanya satu merumahkah karyawan. “Masih banyak solusi lain selain merumahkan karyawan,” kata Malik. Juru bicara NNT Rubi Waprasa Purnomo belum memberikan konfirmasi mengenai pengaduan tersebut.

Gelembung Udara Di Sungai Gunungsitoli Mengundang Ratusan Warga Datang Menonton


Warga Gunungsitoli, Sumatera Utara, berduyun-duyun mendatangi Sungai Nou, Sabtu (3/5/2014) malam, untuk menyaksikan gelembung-gelembung yang muncul di sungai yang membelah kota tersebut. Tidak jelas kapan gelembung-gelembung itu mulai muncul. Namun kabar pemunculannya menyebar dengan cepat sehingga mengundang warga untuk melihatnya secara langsung.

Faisal, seorang warga yang ditemui di Jembatan Nou, mengaku diajak temannya. “Bro, segera meluncur ke Jembatan Nou,” kata Faisal menirukan ajakan temannya. “Sesampainya saya di jembatan nou, saya melihat adanya gelembung-gelembung muncul yang terus menerus. Belum pernah ada yang seeprti ini di sini,” kata dia.

Kerumunan warga yang datang itu mengundang perhatian para pengguna kendaraan bermotor. Mereka menghentikan kendaraan atau melaju pelan untuk mengetahui yang sedang terjadi. Akibatnya jalanan itu macet hingga kira-kira sepanjang 500 meter.

Aparat Polres Nias pun berusaha mengurai lalu lintas agar kemacetan tidak berlangsung lama. Namun banyak warga yang membandel. Mereka tetap berhenti untuk melihat dan mengabadikan gelembung-gelembung di sungai yang belum pernah terjadi itu.

Kuburan Di Dusun Pabbundukang Sulawesi Selatan Keluarkan Api


Ribuan warga Dusun Pabbundukang, Desa Pannyangkalang, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan mendadak gempar dan mendatangi pekuburan Romangtobang. Gara-gara, salah satu nisan tiba tiba mengeluarkan api sejak tiga malam terakhir.

Api yang keluar dari kuburan tersebut terlihat pada malam hari yakni antara pukul 19.00 hingga pukul 03.00 dini hari. “Sudah tiga hari begini pak kita juga tidak tahu kenapa bisa,” kata Rauf, salah seorang warga setempat, Sabtu (3/5/2014) malam.

Kemunculan api misterius ini hanya muncul sewaktu-waktu dan berlangsung singkat sekitar 5 menit. Namun, api yang awalnya berbentuk seperti api lilin bisa berubah menjadi sangat terang. Akibatnya, lahan pekuburan yang berada di pinggir persawahan dan tempat pembuatan batu merah ini disesaki warga yang penasaran akan fenomena ini.

Salah seorang warga bahkan rela berdesak desakan sambil menunggu fenomena alam ini. Beberapa warga lainnya tampak mengabadikan momentum tersebut dengan kamera ponsel. “Iya katanya ada kuburan yang menyala. Makanya kita datang kesini lihat dan memang tadi sempat saya lihat tadi satu kali menyala,” kata Fitri, salah seorang warga.

Nisan yang kerap mengeluarkan api tersebut milik seorang gadis yang meninggal sejak 20 tahun lalu. Kuburan yang terbuat dari batu marmer berwarna biru ini tampak biasa saja layaknya makam yang ada sekitarnya.

Kisah Nina PSK Gang Dolly Yang Berhenti Jadi Pelacur dan Nikahi Pedagang Kopi


Ada banyak cerita kehidupan di lokalisasi prostitusi, termasuk Dolly. Pusat penjaja asmara sesaat itu menjadi mimpi indah bagi sebagian penghuninya. Gelimang uang dan gemerlap kehidupan membuat banyak perempuan menyerbu “sarang madu”. Namun, ada sedikit di antara mereka yang memilih berhenti pada masa jayanya. Tangan Nina sigap memegang penutup mesin blender. Dia memastikan semua buah di dalam mug kaca lumat digilas pisau blender.

Di sebelah rombongnya, seorang pelanggan sabar menunggu. Lima menit kemudian, buah padat itu berubah menjadi minuman siap santap. Seorang laki-laki berperawakan kurus membantu Nina memindahkan buah yang sudah menjadi jus itu ke kantong plastik. Setelah diberi sedotan, es jus itu berpindah tangan ke pemesannya. Segera pelanggan merogoh uang di kantong. Jarwo Susanto, nama lelaki yang membantu Nina itu. Dia tidak lain adalah suami Nina. Sudah setahun Jarwo menikahi Nina. Keduanya menjalin kisah yang berliku.

Sebelum dinikahi Jarwo, Nina adalah pekerja seks komersial di sebuah wisma di Dolly. Nina berasal dari Pekalongan, Jawa Tengah. Pada 2012 Nina merantau ke Surabaya. Dolly menjadi destinasinya. Dia datang atas rekomendasi seorang teman. Dalam bayangan Nina, Dolly menawarkan timbunan pundi-pundi rupiah. “Saya ingin menghidupi keluarga dan anak semata wayang di desa,” kata Nina.

Saat pertama bekerja di wisma, hati Nina gundah. Dia bingung. Satu sisi rupiah mengalir deras ke kantongnya. Di sisi lain, dia ingin hidup normal layaknya perempuan pada umumnya. Namun, gundah itu disimpannya rapat-rapat. Nina hanya ingat keluarga dan anaknya yang menggantungkan hidup kepadanya. Sembilan bulan kemudian, harapan Nina pensiun dari PSK terkabul. Ia bersumpah meninggalkan dunia prostitusi. Sumpah itu diucapkan setelah Jarwo menyatakan siap menjadikannya istri.

Jarwo bukanlah pelanggan “anak-anak” wisma. Ia penjaja kopi di warung dekat wisma Nina bekerja. Selama sembilan bulan menjadi penghibur di Dolly, Nina memang kerap datang ke warung. Setiap ada kesempatan, keduanya sering terlibat perbincangan. Jarwo mengutarakan ketertarikannya kepada Nina. Sudah lama hati Jarwo sulit bertambat ke hati seorang perempuan. Nina-lah yang membuka hati Jarwo. Satu bulan setelah hubungan mereka dekat, Jarwo pun langsung melamar Nina.

Sebelumnya diceritakan, Nina memantapkan hati meninggalkan pekerjaannya sebagai PSK di salah satu di Gang Dolly, Surabaya, setelah bertemu dengan Jarwo, pedagang kopi di sekitar tempatnya nongkrong dan menikah dengannya (Baca: Nikahi Penjual Kopi, Nina Berani Tinggalkan Gang Dolly (6). Nina, salah satu contoh PSK yang berhasil keluar dari kehidupan kelamnya meski untuk bertahan hidup, kini harus rela bekerja keras bersama suaminya.

Keluarga Jarwo tidak mempermasalahkan masa lalu Nina. Begitu juga dengan keluarga Nina yang menerima Jarwo apa adanya. Satu hal yang membuat Jarwo semakin cinta kepada Nina. Perempuan 27 tahun itu rela hidup susah dengannya. Padahal, menjadi PSK, dia bisa mengantongi belasan juta rupiah dalam satu bulan. Nina memang sudah menguatkan hati untuk berhenti menjadi PSK. Dia ingin merajut kasih dengan lelaki yang diidamkannya. Lelaki yang menerima dia dan masa lalunya.

Jarwo-lah yang dianggapnya bisa membimbing dia meninggalkan masa kelam dalam kehidupannya. Keduanya lantas sepakat bekerja bersama untuk menghidupi keluarga. Berbekal rombong sumbangan Pemkot Surabaya, Nina dan Jarwo bergantian berjualan minuman. Pagi sampai sore, Nina berjualan jus buah. Kadang Jarwo membantunya. Sore sampai subuh, giliran Jarwo yang menjajakan kopi dan lontong lodeh. “Lontong lodeh buatan istriku enak lho,” puji Jarwo.

Hasil dari berjualan siang malam itu memang tidak sebesar penghasilan Nina semasa menjadi PSK. Namun, keduanya mensyukuri apa yang didapat dari hasil jerih payah mereka. “Istri saja kerjanya semangat. Dia tulus dan ikhlas hidup dengan saya,” imbuh Jarwo sembari melirik Nina. Sebelum isu penutupan merebak, keduanya bisa meraup penghasilan Rp 400.000 setiap hari. Sekitar 4 kilogram gula dihabiskan keduanya. Secara berkala, Nina mengirim uang ke desa untuk kebutuhan anaknya yang masih berusia tiga tahun.

Namun, kondisi mereka kini sedikit berubah. Penghasilan keduanya menurun drastis. Setiap hari, Jarwo dan Nina hanya mengantongi Rp 100.000 hari. Kalau saja, banyak lelaki baik-baik seperti Jarwo mau menikahi PSK, pastilah barisan wanita di lembah hitam itu akan banyak terkurangi. Tentu saja, sang perempuan juga perlu mencontoh Nina yang rela kerja berat meski hasilnya jauh lebih kecil dibanding penghasilan sewaktu menjadi PSK.

Remaja Boyolali Bunuh Diri Karena Dilarang Merokok


Seorang remaja nekat gantung diri diduga karena tak terima dilarang merokok oleh ibunya. Tubuh Bayu Pamungkas (13), warga Bantulan, RT 5/ RW 1/ Jembungan, Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah, ditemukan menggantung di pintu dapur pada Kamis pagi (1/5/2014). Sang ibu, Pujiyanti, masih tampak kaget menemukan tubuh putranya tergantung di pintu dapur dengan empat buah tali senar berwarna hijau yang terikat di kusen pintu. Pujiyanti pun histeris.

Informasi yang diperoleh dari aparat Polsek Banyudono, Pujiyanti menemukan putranya tergantung di pintu dapur sekitar pukul 08.00 sudah dalam keadaan tewas. Saat itu, tetangga segera berlarian ke rumah Pujiyanti setelah mendengar tangisan ibunda Bayu. “Petugas mendapat laporan adanya anak gantung diri pada pagi, lalu setelah dicek, benar seorang remaja gantung diri di pintu dapur. Petugas masih menyelidiki penyebab dia nekat gantung diri,” kata Kapolsek Banyudono AKP Wahidin kepada wartawan, Kamis (1/5/2014).

Petugas masih meminta keterangan beberapa saksi dan juga mengamankan barang bukti berupa tali senar warna hijau empat buah dan satu buah kursi kayu. Sementara itu, para tetangga menduga Bayu yang dikenal pendiam tersebut nekat mengakhiri hidupnya karena sering tepergok merokok. Beberapa hari sebelumnya, pelajar kelas satu SMP tersebut dimarahi ibunya karena tertangkap basah sedang merokok.

“Anaknya agak pendiam dan akhir-akhir ini sering dimarahi ibunya karena merokok,” kata Woko, salah satu tetangga Bayu. Namun, polisi masih menyelidiki kasus tersebut, dan untuk sementara tidak menemukan adanya bekas kekerasan di tubuh Bayu.

Ditemukan Harta Karun Batu Mulia Bernilai Tinggi Terkubur Dilahan Wilayah Cilandak


Kepolisian mengimbau warga tidak terprovokasi isu adanya batu mulia bernilai tinggi di wilayah Cilandak, Jakarta Selatan. Mereka menyatakan isu tersebut bohong. “Itu hanya batu bekas taman yang terkubur,” ujar Kepala Polsek Cilandak, Komisaris Sungkono saat dihubungi, Kamis, 24 April 2014. Sungkono meminta warga berhenti mendatangi tanah kosong di sekitar Jalan Bangau Raya itu karena berpotensi menimbulkan kemacetan. “Jangan sampai dibohongi isu itu,” ujarnya.

Ia menyatakan sejak kemarin, warga mulai berbondong-bondong mendatangi lahan tersebut. Banyak di antara mereka membawa perkakas berat untuk menggali tanah yang konon terdapat banyak batu mulia berharga tinggi. Dengan begitu, kata Sungkono, sumber kemacetan bertambah dengan banyaknya pengendara motor yang berhenti menonton kumpulan pencari rezeki instan. Menurut dia, para ‘penambang’ itu banyak berasal dari luar wilayah Cilandak.

Di lokasi penggalian rencananya akan dipasang garis polisi agar warga tak lagi berkerumun mencari peruntungan di sana. Di tengah terik matahari, puluhan orang berlomba mengayunkan sekop mereka di sebuah tanah kosong di Jalan Bangau Raya, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan. Mereka bersemangat menggali di tanah seluas 150×100 meter karena dikabarkan ada harta karun berupa batu mulia yang terpendam di dalamnya.

Seorang ‘penambang’ asal Kramat Jati, Jakarta Timur, Rianto, 35 tahun, mengatakan sudah menggali sedalam 50 sentimeter dan belum menemukan batu berharga. “Kata teman saya, banyak batu giok mahal di sini,” ujarnya, Kamis 24 April 2014. “Satu batu giok kalau dijual harganya bisa sampai ratusan ribu rupiah.” Setelah menggali selama sekitar empat jam, Rianto menyerah. “Sudah habis mungkin ya, saya telat sih datangnya,” ujarnya sambil membereskan peralatannya.

Adapun seorang penambang asal Jagakarsa, Jakarta Selatan, Muhdi, 41 tahun, meyakini di dalam tanah itu masih tersembunyi harta karun. “Katanya dahulu disini ada rumah orang Cina kaya yang punya banyak koleksi guci dan batu giok,” ujarnya. Menurutnya, batu-batu berharga itu didatangkan langsung dari Wonogiri, yang terkenal menghasilkan batu hias bernilai tinggi. “Jadi batunya disebar di taman. Saat rumahnya dijual, batunya dikubur di sini,” ujarnya. Namun sama seperti Rianto, hari gelap, Muhdi belum mendapatkan hasil apapun.

Seorang warga sekitar, Rahmad, 32 tahun, mengatakan tak percaya jika ada batu mulia terkubur di tanah kosong itu. “Saya cuma nonton saja,” katanya. Sejumlah penggali, kata dia, ada yang pulang membawa beberapa batu warna hitam kasar dan putih marmer seukuran kuku jari kaki. “Tampaknya seperti batu biasa saja,” ujarnya.

Pemandangan unik terjadi di Jalan Bangau Raya, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan. Puluhan warga datang berbondong-bondong ke sebuah tanah kosong untuk memburu ‘harta karun’ yang disebut-sebut berbentuk batu mulia berwarna-warni bernilai jutaan rupiah.

Seorang tokoh masyarakat sekitar, Dahlan, 52 tahun, mengatakan di lahan itu pernah bediri rumah mewah yang dibangun sekitar tahun 1995. Namun rumah itu hanya bertahan selama tiga tahun. “Setelah itu digusur karena ada proyek,” ujar Dahlan, Kamis 24 April 2014. Namun hingga kini, menurut Dahlan, tak ada proyek apapun yang dikerjakan di lahan tersebut. Dahlan mengatakan, kabar adanya batu mulia di dalam tanah itu bermula pada Jumat, 18 April 2014, pekan lalu. Saat itu, seorang tukang gali kabel mengaku menemukan batu berwarna hitam kasar dan batu putih marmer. “Batu itu katanya bernilai tinggi,” ujar Dahlan.

Sejak saat itu, tanah kosong seluas 150×100 meter di Jalan Bangau Raya tadi ramai orang. Mereka ingin mengetahui apakah benar ada batu mulia yang tertimbun di sana. Dahlan yang sudah tinggal puluhan tahun di daerah itu mengatakan memang banyak bebatuan berwarna hitam di sana. “Tapi itu batu taman biasa,” ujarnya.

Adapun seorang penambang yang datang dari Jagakarsa, Jakarta Selatan, Muhdi, 41 tahun, meyakini di situ masih tersembunyi harta karun. “Katanya di sini dulu ada rumah orang Cina kaya yang punya banyak koleksi guci dan batu giok,” ujar Muhdi. Menurut dia, batu-batu berharga itu didatangkan langsung dari Wonogiri, yang terkenal menghasilkan batu hias bernilai tinggi.