Category Archives: Pariwisata Bali

Menikmati Sunyi Di Hari Raya Nyepi Di Bali

SUNYI menggelayut seiring mentari merekah. Jalanan kosong tanpa satu pun kendaraan bermotor lewat. Pun, tak ada bunyi pesawat memecah langit. Lalu lalang orang sibuk kerja atau sekadar aktivitas menjadi kenangan di hari kemarin. Suara-suara gaduh yang biasa mengisi pagi pun tak hadir. Semua begitu sepi. Suara-suara alam yang biasanya kalah oleh kebisingan manusia, kali ini menjadi pemenang. Deru ombak yang terdengar syahdu sampai burung-burung berkicau riang.

Ketika matahari mulai memeluk cakrawala, suasana sepi makin terasa. Di malam hari, kegelapan meraja. Tak ada satu pun penerangan yang nyala. Gelap karena lampu dan api tidak boleh nyala. Saking gelap, langit malam malah menampilkan momen terindah dengan bintang-bintang bertaburan. Tentu jika cuaca sedang cerah dan tak banyak awan.

Dalam malam yang benar-benar gelap dan hanya suara alam yang hadir, sepi menjadi teman. Ketika sunyi merangkul sukma, ada perasaan tenang yang hadir. Tak heran, Bali di kala Nyepi malah mampu menjadi daya tarik tersendiri. Selama 24 jam penuh sejak matahari terbit, Bali ibarat kota mati tanpa aktivitas keramaian. Tahun ini, Nyepi jatuh pada 31 Maret 2014.

Nyepi yang hanya terjadi satu tahun sekali itu merupakan perayaan menyambut tahun baru Saka. Tetapi berbeda dengan tahun baru masehi yang dirayakan dengan gegap gempita, tahun baru Saka disambut sebaliknya.Saat Nyepi, umat Hindu melakukan tapa brata penyepian atau empat pantangan. Keempatnya antara lain amati karya, amati lelungan, amati geni, amati lelanguan. Amati karya berarti tidak bekerja atau melakukan kegiatan. Amati lelungan adalah tidak bepergian. Sementara amati geni berarti tidak menyalakan api. Amati lelanguan adalah tidak bersenang-senang atau mencari hiburan.

Daya tarik wisata
Dulu, jelang Nyepi merupakan masa yang dihindari wisatawan yang merencanakan pelesir di Bali. Ada perubahan beberapa tahun belakangan, turis terutama turis asing malah sengaja datang saat Nyepi. Ini menjadi momen tepat untuk merenung, sekedar melakukan meditasi dan yoga. Lalu berusaha menyatu dengan alam. Turis asing pun datang untuk bisa merasakan satu hari penuh tanpa listrik, dalam kegelapan dan keheningan.

Sebuah momen langka, satu-satunya di dunia dan hanya terjadi di Bali. Beberapa hotel pun melirik hal ini dengan membuat paket wisata Nyepi. Umumnya paket berupa menginap, sarapan, makan siang, dan makan malam. Walau begitu, tidak seperti umat Hindu di Bali, turis-turis diperkenankan melakukan aktivitas namun terbatas di lingkungan hotel. Hanya saja, tak jarang yang akhirnya memilih untuk mengisi hari Nyepi dengan meditasi dan yoga, memanfaatkan suasana sepi yang berlangsung.Untuk menikmat Nyepi sebagai daya tarik wisata, turis harus berada di Bali beberapa hari sebelum Nyepi. Sebab, ada rangkaian Nyepi.

Pertama adalah melasti atau upacara penyucian sarana sembahyang. Melasti diadakan dua hari sebelum Nyepi. Perlengkapan persembahyangan akan diarak dari Pura ke pantai. Lalu, sehari sebelum Nyepi adalah upacara Mecaru atau Tawur Kesanga, dilanjutkan dengan ngerupuk. Upacara pengerupukan merupakan prosesi untuk mengusir Buta Kala atau roh jahat agar tidak mengganggu umat yang akan melakukan Nyepi.

Di prosesi ini biasanya ada pawai ogoh-ogoh. Ogoh-ogoh akan diarak keliling desa. Ada keseruan tersendiri saat menonton ogoh-ogoh. Karena pawai juga dimeriahkan dengan bleganjur, alat musik tradisional Bali, yang dinamis. Sehari setelah Nyepi biasanya berupa perayaan Ngembak Geni. Biasanya warga Bali akan mengunjungi sanak keluarga. Di Desa Sesetan, Denpasar ada tradisi sakral Med-Medan, prosesi berpelukan dan ciuman massal.Untuk melihat upacara Melasti, cukup datangi pantai yang biasanya menjadi tempat upacara. Tanyakan pihak hotel tempat menginap, pantai terdekat yang menjadi prosesi Melasti. Salah satu yang sering didatangi adalah Pantai Kuta dan Pantai Sanur.

Sementara untuk menonton pawai Ogoh-ogoh, datangi balai banjar terdekat. Biasanya Ogoh-ogoh diarah mulai dari balai banjar, kemudian dibawa ke perempatan jalan dan mengelilingi desa. Tentu, momen puncaknya adalah saat Nyepi. Ambil waktu untuk diri sendiri. Resapi keheningan yang datang. Dengarkan suara-suara alam. Pada akhirnya, saat diri dengan ikhlas menerima sunyi, ketenangan jiwa pun hadir.

Tips Liburan Nyaman Di Bali Saat Hari Raya Nyepi

Berencana untuk wisata di Bali saat Nyepi? Nyepi yang merupakan perayaan keagamaan umat Hindu Bali memang telah menjadi daya tarik tersendiri. Namun, ketahui beberapa aturan yang harus ditaati warga setempat ataupun pendatang, termasuk turis. Saat Nyepi, umat Hindu melakukan tapa brata penyepian atau empat pantangan.

Keempatnya yaitu amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), amati geni (tidak menyalakan api), dan amati lelanguan (tidak bersenang-senang). Aturan seperti amati lelungan paling terasa bagi turis. Sebab, pendatang sekalipun tidak diperkenankan untuk berjalan-jalan keluar dari penginapan saat Nyepi.

Selain itu, ada pecalang atau polisi adat yang akan mengawasi tertibnya pelaksanaan Nyepi. Nah, sebaiknya simak tips berikut berkaitan dengan wisata saat Nyepi. Nyepi selama 24 jam. Nyepi berlangsung selama 24 jam sejak matahari terbit atau biasanya dimulai pada pukul 06.00 pagi. Tapa brata penyepian selesai pada pukul 06.00 pagi keesokan harinya.

Pilih tiket pesawat sebelum atau sesudah Nyepi. Baik bandara maupun pelabuhan, apalagi terminal, semua libur. Jadi, jangan sampai Anda terjebak di bandara. Sebab, jika Anda sampai di bandara saat Nyepi, maka Anda tidak bisa keluar dari bandara dan terpaksa menginap di bandara.

Begitu pula saat Anda hendak keluar dari Bali, belilah tiket pesawat setelah hari Nyepi. Namun, biasanya saat Nyepi memang tidak tersedia tiket pesawat. Pihak Angkasa Pura I selaku pengelola Bandara Ngurah Rai akan menginformasikan ke maskapai dan biro perjalanan wisata jauh-jauh hari untuk disosialisasikan ke calon penumpang.

Jangan keluar dari tempat penginapan. Selama Nyepi, Anda tidak boleh keluar dari hotel tempat Anda menginap. Anda diperkenankan untuk berjalan-jalan di lingkungan hotel. Jadi, bukan berarti Anda harus di kamar terus. Ingat, jangan nekat bepergian bahkan datang ke pantai atau tempat umum lainnya. Akan selalu ada pecalang yang mengawasi. Sayangnya, ada saja turis yang nekat bepergian saat Nyepi. Jangan tiru perilaku seperti itu.

Jangan membuat keributan. Jaga ketenangan dan hindari keributan. Misalnya, film yang tengah Anda tonton di kamar hotel atau musik yang Anda dengar dalam volume tinggi. Sudah sejak lama hotel-hotel di Bali biasanya mengeluarkan paket promosi dengan harga spesial menjelang Nyepi. Harga tersebut biasanya berlaku untuk menginap saat Nyepi berlangsung.

Ini merupakan momen yang tepat untuk berlibur ke Bali. Selain tarif menginap di hotel yang cenderung lebih murah, suasana Bali juga relatif tidak terlalu padat turis seperti saat liburan akhir tahun. Namun perlu diingat, saat hari Nyepi yang tahun ini jatuh pada tanggal 31 Maret 2014, turis tidak boleh melakukan kegiatan di luar hotel. Jadi, selama 24 jam, turis harus berada di dalam hotel.

Bali akan menyepi, menghentikan segala aktivitas. Serta gelap di malam hari karena tidak boleh menyalakan lampu. Nah, sebelum memilih hotel mana yang cocok untuk Anda inapi untuk berlibur di Bali saat Nyepi, simak tips berikut.

Pilih daerah mana. Pertimbangkan daerah mana yang akan menjadi tempat Anda menginap. Apakah di selatan Bali seperti area Kuta-Legian, Seminyak, Jimbaran, Uluwatu, atau Nusa Dua? Bisa juga daerah barat Bali seperti Tabanan atau Negara. Pilihan bisa pula jatuh di timur Bali seperti kawasan tepi pantai wilayah Karangsem, misalnya Amed dan Tulamben. Atau, daerah Klungkung seperti Nusa Lembongan.

Utara Bali juga bisa menjadi alternatif, misalnya daerah Lovina di Buleleng. Daerah tengah seperti kawasan Danau Batur di Bangli dan Ubud di Gianyar. Cara menentukan daerah mana adalah dengan mempertimbangkan kondisi Bali seperti apa yang Anda cari. Jika senang keramaian, maka selatan Bali pilihan Anda seperti Restoran Sundara di Hotel Fourseasons Jimbaran Bali. Untuk mendapatkan suasana Bali yang masih tradisional, coba pilih di luar selatan Bali. Beberapa hotel dan resor di Karangasem dan Tabanan menawarkan suasana privat yang sepi. Begitu pula beberapa hotel di Ubud.

Promo paket Nyepi. Setiap hotel berbintang dan resor di Bali umumnya memiliki paket menginap dalam rangka Nyepi. Paket ini biasanya terdiri dari menginap selama dua malam, sarapan, makan siang, dan makan malam. Jangan kaget karena hotel mewah pun bisa memberikan harga spesial. Umumnya harga jadi lebih murah jika Anda memesan lebih dari dua malam. Bandingkan harga. Bandingkan harga paket menginap satu hotel dengan hotel lainnya. Terutama di satu kawasan yang Anda incar.

Cari tahu tambahan apa saja yang Anda peroleh dari paket tersebut. Harga paket bisa saja sama, namun beberapa hotel juga menambahkan fasiltas tertentu dalam paket tersebut, misalnya gratis pijat. Bandingkan pula harga paket hotel di suatu wilayah dengan wilayah lainnya. Kadang, hotel di luar selatan Bali menawarkan harga yang lebih murah.

Fasilitas hotel. Karena di hari Nyepi, Anda hanya berada di dalam hotel, cari tahu fasilitas apa saja yang tersedia. Misalnya spa, kelas yoga, kolam renang, pusat kebugaran, dan sebagainya. Untuk spa atau fasilitas lainnya yang harus membayar tambahan, tanyakan apakah ada diskon khusus. Kenali pula restoran yang tersedia di hotel tersebut.

Aktivitas di dalam hotel. Beberapa hotel biasanya menyediakan aneka aktivitas untuk tamunya selama Nyepi. Umumnya, hotel akan membuat acara menonton film bersama. Tanyakan apakah hotel yang Anda incar memiliki aktivitas semacam ini. Aktivitas lainnya misalnya kelas yoga dan meditasi. Banyak pula hotel yang memberikan aktivitas untuk anak-anak seperti kelas belajar menari atau kelas prakarya.

Gelap di malam hari. Karena di malam hari lampu tidak boleh dinyalakan, suasana hotel biasanya sangat gelap, terutama ketika harus berjalan di lingkungan hotel. Beberapa hotel bahkan harus membekali tamunya senter. Jika Anda termasuk yang takut gelap, sebaiknya tanyakan seberapa gelap kondisi hotel nantinya. Namun jika Anda tak masalah dengan kondisi ini, pilih hotel yang memiliki tipe kamar vila yang terkesan privat atau setiap kamar berjarak. Lalu pilih hotel tersebut berada di lingkungan yang masih asri seperti di tengah hutan layaknya beberapa hotel mewah di Ubud.

Nah, keluarlah di teras saat malam. Di saat langit cerah dan karena sekelilingnya begitu gelap, Anda akan takjub saat mendongak ke langit. Bintang-bintang tampak begitu banyak dan terlihat jelas. Nyalakan lampu hanya di kamar hotel. Saat malam hari, Anda boleh saja menyalakan lampu kamar hotel yang Anda tempati. Namun, jika kamar hotel tersebut memiliki balkon, jangan nyalakan lampu balkon.

Selain itu, nyalakan satu atau dua lampu kamar. Buat agar penerangan kamar temaram atau tidak terlalu terang. Tirai kamar juga harus tertutup rapat sehingga tidak ada sinar lampu yang tampak dari luar. Bila sakit. Jika Anda merasa sakit dan perlu konsultasi dokter, segera laporkan ke petugas hotel untuk menelepon rumah sakit terdekat. Nantinya, ambulans rumah sakit yang akan menjemput Anda. Sebab, kendaraan yang diperbolehkan bepergian selama Nyepi hanya ambulans.

Sopan saat prosesi upacara. Saat mengikuti berbagai prosesi upacara, berlakulah sopan. Misalnya, saat Melasti di pantai, jangan berjalan di depan rombongan umat. Ingatlah untuk jangan melangkahi sesajen yang baru saja dihaturkan. Ada baiknya mengenakan pakaian yang sopan. Siapkan perbekalan. Sebab, selama Nyepi, semua toko tutup, sebaiknya siapkan perbekalan Anda sehari sebelumnya. Beli obat-obat ringan yang bisa dibeli di minimarket atau warung. Obat-obatan misalnya obat sakit kepala, obat mag, obat diare, dan balsam.

Beli juga aneka camilan dan minuman. Ada baiknya Anda menginap di hotel yang telah menyediakan paket menginap sudah termasuk sarapan, makan siang, dan makan malam. Dengan demikian, Anda tidak repot memikirkan akan makan apa pada siang dan malam hari.

7 Turis Asal Jepang Yang Hilang Saat Diving Di Blue Point Nusa Lembongan Belum Ditemukan

Pencarian terhadap 7 warga negara asing asal Jepang yang hilang saat melakukan diving di kawasan Blue Point, Sakenan, Nusa Lembongan, Kabupaten Klungkung-Bali masih terus dilakukan. Hingga saat ini upaya pencarian masih nihil karena kondisi cuaca di lokasi pencarian tidak kondusif. Sedangkan identitas korban masih belum dapat diketahui karena pihak Basarnas kesulitan menghubungi operator di lokasi kejadian.

Kepala kantor Basarnas Denpasar, Didi Hamzar selaku SAR Mision Coordinator (SMC) telah mengerahkan tim Search And Rescue (SAR) baik di laut maupun udara. “Besok kita masih lakukan pencarian lanjutan masih di sekitar area lost position menggunakan heli dengan harapan korban terapung-apung,” jelasnya pada jumpa pers di kantor Basarnas Denpasar, Sabtu (15/2/2014).

Pencarian lewat udara dilakukan dengan mengerahkan satu unit helikopter dengan luas area pencarian 24NM. Area pencarian diperluas dari kawasan lokasi kejadian di perairan Lembongan hingga ke perairan Nusa Dua. Karena dimungkinkan terjadi pergeseran posisi korban akibat arus bawah. Apabila terjadi pergeseran karena arus bawah, maka dalam 2 sampai 3 hari biasanya korban akan terapung di perairan Nusa Dua.

Di samping itu, pihak Basarnas juga mengerahkan 1 unit Sea Rider dengan jumlah kru 10 orang. Titik fokus pencarian dipusatkan pada lokasi musibah hingga ke arah timur mencapai 8 NM. Upaya pencarian ini juga melibatkan kelompok nelayan, penyelam dan warga yang berada di pesisir pantai Klungkung, mengingat daerah tersebut merupakan lokasi wisata yang ramai dengan aktivitas warga.

Bali Tujuan Favorit Wisatawan China

Bali menjadi salah satu dari 10 tujuan wisata dunia terfavorit wisatawan China, selain Australia, Cape Town, Edinburgh, Hawaii, Madrid, Mesir, Niagara Falls, Paris, dan Swiss. Demikian hasil polling Beijing People’s Broadcasting 2011. “Wisatawan China yang berkunjung ke Indonesia sebagian besar memang memilih Bali sebagai tempat favorit berlibur mereka,” kata Sekretaris Ditjen Pemasaran Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) I Gusti Ngurah Putra di Jakarta, Minggu (2/2/2014).

Menanggapi hasil polling People’s Broadcasting 2011 itu, Kemenparekraf bertekad meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dari China melalui peningkatan aksesibilitas antara Indonesia dan China. Ngurah Putra mengatakan bahwa sampai sejauh ini China merupakan pasar utama pariwisata Indonesia yang setiap tahun memberikan kontribusi relatif cukup besar terhadap kunjungan wisman ke Indonesia.

“Tahun 2013 dari jumlah kunjungan wisman ke Indonesia sebesar 8,7 juta kontribusi China sekitar 800.000 wisatawan. Sedangkan tahun 2014 pemerintah menargetkan kunjungan 9,2 juta wisman diharapkan kontribusi China sebesar 970.000 atau meningkat sekitar 170.000 wisatawan,” katanya. Kemenparekraf memantau wisatawan China berlibur ke Indonesia umumnya memilih pada liburan panjang seperti hari raya Imlek. Wisatawan China rata-rata memiliki lama tinggal sekitar 4-5 hari dengan pengeluran sekitar 100-110 dollar AS per hari.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu pada bulan November 2013 mengadakan kunjungan ke China dalam rangka mempromosikan program Wonderful Indonesia. Mari juga melakukan pembicaraan bilateral dengan Pemerintah Provinsi Fujian untuk meningkatan hubungan melalui program sister province (Jawa Tengah-Fujian) dan sister cities (Surabaya-Fuzhou dan Chengzhou-Palembang).

Peningkatan hubungan tersebut diwujudkan, antara lain dengan membuka penerbangan langsung seperti dilakukan Xiamen Air menghubungkan Fuzhou (ibu kota Fujian) dan Jakarta maupun Hainan Airlines dari Beijing ke Bali. Ngurah Putra menambahkan upaya promosi dan bertambahnya penerbangan langsung tersebut diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan China ke Indonesia.

Indonesia menargetkan jumlah kunjungan wisatawan asal China akan meningkat menjadi 3 juta orang pada tahun 2016. “Tahun 2013 sekitar 800.000 wisatawan asal China mengunjungi Indonesia. Dalam tiga tahun ke depan kita ingin menarik 3 juta turis China,” kata Dubes RI untuk China, Sugeng Rahardjo di Jakarta, Senin (14/1/2014). Dubes Sugeng baru dilantik pada Desember 2013.

Menurut Dubes, kunci meningkatkan jumlah wisatawan China yang berkunjung ke Indonesia ada pada diplomasi budaya dan ekonomi yang intens. Promosi destinasi wisata baru seperti Singkawang yang terkenal dengan festival jelang perayaan Imlek juga merupakan salah satu cara untuk menarik wisatawan China.

Tahun lalu Indonesia memperbarui kerja sama bidang pariwisata dengan China. Pembaruan kerja sama ditandai dengan penandatanganan MoU kerja sama pariwisata kedua negara sebelumnya yang ditandatangani sejak 2000. Pembaruan MoU dinilai perlu diperbarui sesuai dengan perkembangan yang pesat dari kedua negara.

Pembaruan MoU dan pengaturan kerja sama di bidang pariwisata akan juga ditindaklanjuti dengan Rencana Aksi yang konkret termasuk promosi bersama, berbagi informasi, fasilitasi perjalanan, peningkatan kapasitas, dan investasi pariwisata di kedua negara.

Kerja sama ini diharapkan juga tidak hanya terjadi di level pemerintah pusat, tetapi juga di tingkat pemerintah daerah serta kerja sama antarsektor industri pariwisata kedua negara, katanya seperti dikutip dalam siaran pers itu.

United Nation World Tourism Organizations (UNWTO, 2013) melaporkan bahwa pada 2012, China telah mencatat rekor baru dalam sejarah pariwisata dunia dengan menempati peringkat pertama sebagai sumber pasar wisata dalam hal pengeluaran yang mencapai 102 juta dollar AS, atau meningkat 40 persen dari 2011 yang hanya mencapai 73 juta dollar AS.

Dalam hal ini, volume wisatawan China yang bepergian ke luar negeri meningkat pesat dari hanya 10 juta pada 2000 menjadi 83 juta pada 2012. Pada 2012 jumlah wisatawan asal China yang berkunjung ke Indonesia mencapai 726.088 (ditambah 81.782 dari Hongkong). Jumlah tersebut masih di bawah wisatawan China yang datang ke Malaysia sebanyak 1,56 juta wisatawan dan ke Thailand sebanyak 2,7 juta wisatawan.

Sekretaris Ditjen Pemasaran Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), I Gusti Ngurah Putra mengatakan China merupakan pasar utama pariwisata Indonesia yang setiap tahun memberikan kontribusi cukup besar terhadap kunjungan wisatawan mancanegara.

“Kami optimistis akan meningkat seiring semakin mudahnya aksesibilitas dengan bertambahnya penerbangan langsung dari China ke destinasi pariwisata di Indonesia, seperti dilakukan Hainan Airlines dengan membuka rute baru Beijing-Denpasar mulai 15 Januari 2014,” katanya pada acara “Inauguration Flight Hainan Airlines” di Nusa Dua, Bali, Sabtu (18/1/2014).

Ngurah Putra mengatakan penerbangan Hainan Airlines dari Beijing ke Bali menggunakan pesawat Boeing 767-300 ER berkapasitas 223 penumpang dalam tiga kali seminggu ini akan mendorong meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) China ke Indonesia yang tahun ini menargetkan sebanyak 970.000 orang.

Menurut Ngurah Putra, China merupakan pasar utama tahun 2013 karena dari jumlah kunjungan wisman ke Indonesia sekitar 8,7 juta, kontribusi wisman China sekitar 800 ribu wisman. Sedangkan tahun 2014 pemerintah menargetkan kunjungan 9,2 juta wisman, di antaranya kontribusi wisman China sebesar 970.000 atau meningkat sekitar 170.000 wisman.

“Ibu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu secara khusus minta kepada jajaran pemasaran pariwisata agar fokus pada pasar China. Untuk ini kita menggencarkan promosi serta mempermudah akses penerbangan langsung,” katanya.

Menparekraf Mari Elka Pangestu pada November 2013 mengadakan kunjungan ke China dalam rangka mempromosikan “Wonderful Indonesia” serta melakukan pembicaraan bilateral dengan Pemerintah Provinsi Fujian untuk meningkatan hubungan melalui program “sister province” (Jawa Tengah-Fujian) dan “sister cities” (Surabaya-Fuzhou dan Chengzhou-Palembang).

Peningkatan hubungan tersebut diwujudkan antara lain dengan membuka penerbangan langsung seperti dilakukan Xiamen Air menghubungkan Fuzhou (ibu kota Fujian) dan Jakarta maupun Hainan Airlines dari Beijing ke Bali. Ngurah Putra lebih lanjut mengatakan upaya promosi dan bertambahnya penerbangan langsung tersebut telah membuah hasil, dengan meningkatnya kunjungan wisman China ke Indonesia. “Tahun 2013 menurut data statistik BPS, peningkatan kunjungan wisman dari China paling tinggi dibanding dari negara lain mencapai 125.000 wisman,” ujarnya.

Wisatawan China yang berkunjung ke Indonesia sebagian besar memilih Bali sebagai tempat favorit berlibur mereka. Sebagaimana hasil polling Beijing “People’s Broadcasting 2011″, Bali merupakan salah satu dari 10 tujuan wisata dunia terfavorit masyarakat China, selain Australia, Cape Town, Edinburgh, Hawaii, Madrid, Mesir, Air Terjun Niagara, Paris, dan Swiss.

Sementara itu, Kasubdit Analisa Pasar Internasional, Direktorat Pengembangan Pasar dan Informasi Kemenparekraf, Budihardjanti mengatakan wisatawan China berlibur ke Indonesia umumnya memilih pada musim liburan panjang, seperti hari raya Imlek yang tahun ini pada 31 Januari 2014. “Setiap liburan hari raya Imlek jumlah kunjungan wisman ke Indonesia naik signifikan terutama dari RRC, Hongkong, Taiwan, Singapura dan Malaysia,” katanya.

Budhihardjanti mengatakan wisatawan China rata-rata memiliki lama tinggal sekitar empat hingga lima hari dengan pengeluran sekitar 100 hingga 110 dollar AS per hari. “Kami berharap kunjungan wisman China tahun ini selain jumlahnya naik, juga lama tinggalnya meningkat sehingga devisa yang kita peroleh akan meningkat pula.” katanya.

Nikmatnya SunFresh Market Pasar Ikan Plus Langsung Santap Di Bali

Belanja ikan di pasar, sekaligus meminta ikan-ikan itu dibakar atau digoreng di tempat, lalu langsung disantap tak mudah ditemui di Bali. Coba datang di Pesanggaran, Denpasar. Kelompok nelayan Amertha Segara menggagas ide semacam itu. Mereka menggandeng restoran Akame untuk membuka pasar ikan setiap Ahad pagi. “Ini terobosan pemasaran ikan, nantinya akan kami buat tiap pagi,” kata Ketua Kelompok Made Wijaya, Ahad, 23 Juni 2013.

Pasar bertajuk “SunFresh Market” itu menyediakan aneka ikan segar serta produk laut lain. Pasar dibuat di kios khusus seluas 7×6 meter dengan pajangan menarik. Sanitasinya diatur agar tidak ada bau amis yang menyengat. “Konsepnya memang pasar modern yang segar dan bersih,” dia menjelaskan.

Meski memakai konsep modern, harga ikan sama dengan harga di pasar tradisional. Pembeli juga bisa langsung meminta Akame mengolahnya untuk disantap di restoran. “Jadi bisa langsung menikmati kuliner sambil merasakan hawa laut,” kata Wijaya.

Kelompok nelayan Amertha Segara beranggotakan 94 nelayan. Mereka terdiri dari nelayan Pesisir dan Tengeh. Hasil tangkapan terdiri dari berbagai jenis ikan seperti Kerapu, Jangki, dan Cakalang. Ada juga udang, cumi, dan kepiting. Jumlahnya sangat tergantung kondisi cuaca dan musim.

Kelompok ini juga bekerjasama dengan Akame dalam mensuplai kebutuhan restoran ikan segar itu. “Akame membeli semua hasil tangkapan setiap harinya,” kata Nyoman Widarsana, anggota kelompok nelayan. Dengan begitu, para nelayan tak lagi repot membawa hasil tangkapan ke pasar tradisional.

GM Akame, Ida bagus Agastya menyebut, kerjasama itu memberi keuntungan karena pasar ikan akan meramaikan restoran seluas 6 ha itu. “Pasar ikan akan kami arahkan agar bisa menjadi ikon pariwisata,” ujarnya.

Akame sedang merancang area itu bisa dimanfaatkan sebagai tempat hiburan keluarga. Fasilitas pendukungnya berupa pemancingan, aneka satwa, dan atraksi lain.

Satpam Bali Hyatt Hotel Tewas Dililit Ular Piton Yang Berkeliaran Disekitar Hotel

Seorang satpam di Bali Hyatt Hotel tewas akibat dicekik seekor ular piton sepanjang 4,5 meter. Kejadian mematikan itu terjadi pada Jumat, 27 Desember 2013, kemarin. Seperti dilansir Huffington Post, peristiwa itu disaksikan oleh karyawan hotel bintang lima tersebut.

Menurut Agung Bawa, Asisten Manajer Keamanan hotel, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 03.00 WITA kemarin. Saat itu, korban yang diketahui bernama Ambar Arianto Mulyo menawarkan diri untuk menangkap seekor ular piton. Soalnya, ular itu kerap berkeliaran di sekitar hotel yang terletak di Pantai Sanur itu. Kebetulan hotel sedang dalam renovasi dan ditutup sampai 2015 sehingga tidak memerlukan pengamanan khusus.

Ambar sendiri akhirnya berhasil menangkap ular yang tidak berbisa itu. Petugas keamanan hotel itu pun hendak membawa ular tangkapannya dengan cara memegang bagian kepala dan badan hewan melata itu diletakkan di pundaknya. Naasnya, ular tersebut melawan dan melilit leher laki-laki berusia 59 tahun tersebut.

“Kejadiannya begitu cepat,” ujar Bawa yang juga menjadi saksi mata. Ambar pun langsung mati lemas akibat lilitan yang menjadi senjata utama si ular tersebut. Sejumlah orang yang saat itu berada di lokasi pun tak mampu berbuat banyak untuk menolong korban selain menelpon Polsek Denpasar Selatan. “Kami sedih karena tidak bisa menolongnya,” kata dia melanjutkan.

Polisi yang tiba di tempat kejadian juga tak mampu berbuat banyak untuk menyelamatkan nyawa Ambar. Korban pun sempat dilarikan ke RS Sanglah Denpasar untuk mendapatkan pertolongan. Namun nyawanya tetap tidak dapat diselamatkan.

Adapun ular piton tersebut melarikan diri ke semak-semak yang berada di sekitar hotel. Polisi pun hingga kini masih mencari ular besar tersebut.

Kepala Unit Reserse dan Kriminal Polsek Denpasar Selatan Ajun Komisaris I Gusti Ngurah Yudistira menyatakan kasus itu kini dalam penanganan oleh polisi. Dia menyatakan korban tewas karena mati lemas akibat lilitan ular tersebut. Para wisatawan juga diperingatkan untuk waspada karena hingga kini ular piton itu masih berkeliaran.

Jalan Santai di Desa Budaya Kertalangu Bali

Selain wisata pantai, jalan santai juga pas dilakukan saat berkunjung ke Bali. Di Desa Budaya Kertalangu Denpasar, pengunjung dapat jalan santai sembari menikmati hamparan sawah dan budaya lokal Bali yang arif.

Desa Budaya Kertalangu, terletak di Jalan By Pass Ngurah Rai No.88 X, Tohpati, Denpasar, Bali. Di sini kita bisa menikmati jogging trek dengan pemandangan sawah. Juga bisa menjadi lokasi hunting yang menarik bagi para fotografer.

img_20131219160236_52b2b62ce9bbe

Berwisata Ke Pantai Pandawa Bali Yang Masih Sepi dan Perawan

Bosan ke Pantai Kuta, Bali yang terlalu ramai wisatawan? Silakan coba pantai rahasia di Kuta Selatan, misalnya Pantai Pandawa. Pasir putih dan nelayan mencari rumput laut, tempat ini pas untuk menyepi dari bisingnya Kuta. Pantai Pandawa letaknya di Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Dulunya pantai ini dikenal dengan sebutan secret beach karena letaknya tersembunyi di balik perbukitan.

Pemkab Badung pun berinisiatif membuka akses ke Pantai Pandawa dengan membelah perbukitan. Jalan ke Pantai Pandawa kini mulus karena sudah beraspal. Wisatawan lokal yang datang dikenakan biaya masuk Rp 2 ribu, sedangkan turis mancanegara dikenakan tarif Rp 5 ribu per orang. Ketika melewati loket pintu masuk, pengunjung akan melewati jalan berkelok dengan pagar tebing tinggi di sisi kanan dan kiri.

Di sisi tebing ini dilubangi dan ditempatkan tokoh Pandawa Lima dalam Kisah Mahabharata. Inilah asal mula mengapa pantai di Bali Selatan ini diberi nama Pandawa. Dari atas bukit, pengunjung dapat melihat keindahan Pantai Pandawa dengan air laut biru kehijauan. Ketika masuk ke area pantai, pengunjung disambut pasir putih bersih. Suasananya sepi dan tenang. Sejumlah turis asing memanfaatkan ombak tinggi di pantai ini untuk berselancar.

Tapi karena terbilang baru, kawasan wisata belum tertata apik. Sejumlah pondok kecil milik warga Desa Kutuh dijadikan warung untuk melayani pengunjung. Disediakan pula belasan bangku tidur berpayung untuk pengunjung yang ingin merebahkan badan sambil menikmati suasana pantai.

Pantai Pandawa ramai dikunjungi pada akhir pekan terutama sore hari. “Sudah 2 bulan mulai ramai orangnya,” kata Juntri warga Desa Kutuh yang menjadi petani rumput laut. Nah, bukan cuma menikmati alam, pengunjung juga bisa melihat langsung aktivitas petani rumput laut di Kampung Nelayan. Namun jumlah petani rumput laut kini jauh lebih sedikit dibanding tahun lalu.

“Sekarang sedikit orangnya karena banyak yang kerja di proyek vila,” imbuhnya, Minggu (16/6/2013). Warga sekitar pantai memilih bekerja di proyek pembangunan vila atau hunian wisatawan karena penghasilannya lebih besar dibanding menjadi petani rumput laut. “Bulan lalu sekilo jualnya Rp 13 ribu,” sebutnya. Pendapatan petani naik turun tergantung harga jual yang juga ditentukan dari kualitas rumput laut. “Dulu rumput lautnya banyak sekarang sedikit,” tutur Juntri yang biasa mengambil rumput laut 2 kali dalam sebulan.

Menyusutnya jumlah petani rumput laut ditandai dengan kosongnya pondok para petani untuk mengolah rumput laut. Kini lebih banyak pondok makanan untuk wisatawan dibanding pondok pengolahan rumput laut.idak salah jika Pantai Pandawa di sebut sang perawan di Bali Selatan karena pantai tersebut sangat alami sekali dan air laut sangat jernih. Yang tampak di pantai hanyalah rumput laut dan tidak ada sampah-sampah berserakan di tempat ini.

Pantai Pandawa terletak di desa Kutuh Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung Bali, 3 km dari kawasan Wisata Nusa dua dan Pura Uluwatu. Akses jalan menuju Pantai Pandawa masih dalam proses perbaikan karena kita akan melewati tebing batu kapur yang saat ini masih dalam tahap perbaikan juga. Tidak banyak yang tahu mengenai Pantai Pandawa ini, selain penduduk lokal yang menjadikan Pantai Pandawa ini sebagai tempat mereka bertani rumput laut. Pantai Pandawa sendiri sudah dilengkapi dengan kedai makan dan minum untuk wisatawan karena aktivitas yang biasa yang dilakukan adalah paragliding. Nama Pandawa Beach sendiri diambil dari tokoh pewayangan karena pantai ini setiap tahunnya dijadikan sebagai tempat untuk melakukan upacara melasti.

Di jalan menuju pantai ini terdapat patung dari lima tokoh pewayangan Pandawa dan akan menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan yang tidak saja gemar berwisata di pantai ini akan tetapi bisa mengabadikan tokoh pewayangan ini.

Akses menuju Pantai Pandawa :
- Dari Denpasar : Arahkan kendaraan menuju Uluwatu. Sampai ketemu perempatan yang di kanan jalan ada supermarket Nirmala anda bisa belok kiri ke arah Nusa Dua. Kurang lebih 2 KM ada pertigaan, belok kiri lagi ke arah Nusa Dua. Kurang lebih 1 KM pas jalan tanjakan ada papan penunjuk jalan Pantai Pandawa belok kanan dan ikutin jalan itu sampai ketemu jalan beraspal mulus di kanan kiri ada tebing yang dikeruk. Anda akan dikenakan restribusi masuk sebesar Rp. 2000,- untuk sepeda motor. Ikuti jalan itu hingga ketemu tebing yang ada patung pandawa terus hingga ketemu jalan menurun menuju Pantai Pandawa.

Baru-baru ini, Bali membuka pantai baru, namanya Pantai Pandawa. Terletak di desa Kutuh Kecamatan Kuta selatan , Kabupaten Badung. Berjarak kurang lebih 3 km dari kawasan Wisata Nusa dua dan dan Pura Uluwatu. Semula Pantai Pandawa dikenal sebagai Secret Beach, karena lokasinya tersembunyi di balik deretan perbukitan batu yang hanya ditumbuhi semak-belukar. Secret Beach, menurut beberapa warga Desa Kutuh, sudah lama dikenal. Sayang akses yang cukup sulit menuju lokasi, membuat pantai ini sepi pengunjung. Meskipun ada, itu pun kebanyakan para peselancar asing dan domestik yang berkunjung. Untungnya, Pemkab Badung menyadari potensi wisata yang dimiliki pantai Pandawa. Alhasil kini akses menuju kesana semakin mudah untuk dilalui kendaraan.

Lalu, apa yang ditawarkan pantai Pandawa hingga layak dikunjungi? Sejak memasuki kawasan wisata ini, mata kita akan dibuat terbelalak oleh indahnya pemandangan tebing dipapas tegak, sebagian berundak, di kanan-kiri jalan. Sekitar 1,5 km jalan menuju pantai ini dipagari tebing-tebing kapur yang menjulang tinggi. Jalan tersebut memang sengaja dibuat dengan membelah bukit-bukit kapur yang ada di Desa Kutuh, mirip bukit kapur yang dibelah di GWK. Mendekati pantai, tebing-tebing kapur tersebut dilubangi dan diukir dengan indah. Rencananya di tebing tersebut akan ditempatkan patung tokoh Pandawa Lima dalam Kisah Mahabharata yang terdiri dari Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa.

Mata kita kembali dibuat terkagum saat memasuki area pantai Pandawa. Panorama begitu indah nan menawan. Pasir putih bersih dengan air laut yang hijau kebiruan, tipikal pantai-pantai di Kawasan Bukit. Suasana pantainya sepi dan tenang. Pantai ini sangat cocok untuk mandi atau berenang karena ombaknya pecah di tengah laut. Bermain pasir di Pantai Pandawa juga sangat menyenangkan, karena pasirnya sanagt lembut. Karena letaknya berada di timur, kita pun bisa menikmati sunrise yang begitu cantik di pantai ini.

Pesona Pantai Pandawa lainnya adalah aktivitas para petani rumput laut di sepanjang pantai. Selain itu bisa melihat aktivitas paralayang dan motor trail diatas bukit. Karena pantai Pandawa berada dalam satu deretan dengan Pantai Gunung Payung, Desa Kutuh, kita pun bisa bisa menikmadi pemandangan indah Air Terjun Pantai Gunung Payung yang tumpah ke pantai.

Penanaman Modal Pariwisata di Bali Mencapai 22 Triliun Rupiah

SEGELINTIR pelaku pariwisata di Bali menilai sektor wisata ”Pulau Dewata” mulai jenuh, terutama wilayah selatan. Tingkat hunian hotel pun tak lagi merata karena hanya sekitar 60 yang memiliki persentase keterisian sesuai kapasitas. Sekitar 30 persen penginapan justru kesulitan mencapai target.

Padahal, rata-rata kunjungan wisatawan asing melalui Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali, tercatat 5.000 orang per hari. Jumlah kamar hotel di ”Pulau Dewata” tercatat sekitar 50.000 kamar. Kendati berdasarkan tingkat keterisian penginapan mengalami penurunan, di sisi investasi, Bali tetap memikat hati pemodal asing dan dalam negeri.

Berdasarkan catatan Badan Penanaman Modal (BPM) Bali, realisasi investasi pada 2012 sebesar Rp 13,5 triliun. Realisasi ini naik dari tahun 2010 yang tercatat Rp 5,3 triliun. Angka realisasi tersebut, sumber pananaman modal seimbang dari modal dalam negeri dan asing. Ya, sejak tiga tahun terakhir, modal dalam negeri mulai menyamai penanam modal asal asing.

Hanya saja sektor tersier lebih mendominasi ketimbang sektor primer. Sektor tersier yang mencolok adalah perdagangan dan reparasi, hotel, serta restoran. Sementara setahun terakhir, transportasi, gudang, dan komunikasi ikut mewarnai penanaman modal, terutama dari pemilik modal nasional.

Wisatawan mengunjungi lokasi wisata Pura Ulu Watu, Bali, Selasa (1/1/2011). Berdasar data Dinas Pariwisata Bali, hingga Agustus 2011 jumlah wisatawan yang berkunjung di Bali mencapai 1.8 juta wisatawan. Menurut Laporan Bank Indonesia periode Desember 2012, pembangunan transportasi, seperti jalan di atas perairan dan perluasan Bandara Internasional Ngurah Rai, ikut mendongkrak investasi swasta tersebut. Hal itu bersamaan dengan pembangunan infrastruktur, seperti jalan tol, pendirian hotel, dan restoran, yang juga tak kenal henti.

Pertumbuhan ekonomi Bali selama lima tahun terakhir naik dari 4,5 persen pada 2008 menjadi 6,6 persen pada 2012. Inflasi pun tercatat dari 9,6 persen pada 2008 dan mampu ditekan 4,7 persen pada 2012.

Pilihan favorit
Kendati demikian, angka investasi dan pertumbuhan ekonomi Bali tak merata dirasakan semua wilayah di sembilan kabupaten/kota. Bali selatan yang terdiri dari Denpasar, Badung, Tabanan, dan Gianyar, masih menjadi pilihan favorit investasi pemodal lokal ataupun asing. Buktinya, kontribusi Produk Domestik Regional Bruto Bali tahun 2012 tercatat sebesar 67,22 persen.

Bagaimana dengan Bali utara, timur, dan barat? Bali timur, yakni Klungkung, Bangli, dan Karangasem, mendapatkan 15,11 persen. Bali utara (Buleleng) dan barat (Jembrana), masing-masing memperoleh sekitar 11,74 persen dan 5,94 persen.

Kepala Bidang Pengkajian BPM Provinsi Bali, Suta Astawa mengakui, penyebaran investasi memang tidak merata. Bali selatan tetap menjadi pilihan favorit calon penanam modal asing ataupun dalam negeri.

Sejumlah jukung warga mengantarkan wisatawan menuju tengah laut melalui kawasan Lovina, Pantai Binaria, Desa Kalibukbuk, Kabupaten Buleleng, Bali, Minggu (2/6/2013), sekitar pukul 05.00 Wita. Mereka mencari lumba-lumba yang setiap pagi berenang. Aktivitas tersebut menjadi wisata lumba-lumba andalan warga yang membuat populer kawasan.
Suta menjelaskan, pihaknya terus menawarkan dan mengarahkan calon investor untuk melirik dan berminat menanamkan modalnya di Bali utara, timur, hingga barat. Namun, menurut Suta, calon investor kurang tertarik dan cenderung pesimistis bisa berkembang selain di Bali selatan.

”Kami terus meyakinkan calon investor agar mempertimbangkan adanya kejenuhan investasi di Bali selatan. Kenyataannya, pariwisata memang masih menjadi daya tarik dan Bali selatan merupakan lokasi menarik,” kata Suta.

Ia menambahkan, salah satu alasan kuat investor menolak berpindah dari Bali selatan adalah persoalan infrastruktur. Ia mengakui jalan menuju Bali utara, misalnya, sudah baik, tetapi perlu pelebaran. Kemacetan menjadi alasan pemilik modal di sektor pariwisata tetap memilih membangun di Bali selatan. Apalagi Ngurah Rai berada di Badung. Perjalanan menuju Buleleng yang biasanya tiga jam, jika macet karena salah satu jalur padat pengiriman dan kedatangan barang dari Pulau Jawa, menjadi empat jam.

”Kami tetap berupaya dan berniat memeratakan investasi di seluruh wilayah Bali. Hanya masih sulit menggiring investasi agar menggarap sektor pertanian,” ujar Suta. Keluhan soal infrastruktur juga diutarakan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bali Pandudiana Kuhn.

Menurut dia, pariwisata tetap belum ada matinya di dunia investasi. Bali selatan merupakan tempat yang cocok untuk berkembang. Jadi, pengusaha bersedia tak lagi hanya melirik Bali selatan dengan syarat pemerintah provinsi dan kabupaten/kota bersepakat untuk tegas.

”Kami bersedia menaati, asal pemerintah tegas. Bayangkan, pembangunan di mana-mana, tetapi belum diiringi ketegasan soal penataan yang baik. Mau investasi di pertanian, ya, susah. Lahan sudah sempit,” katanya. Tahun 2013, target investasi diperkirakan Rp 22 triliun dengan harapan inflasi dan pertumbuhan ekonomi sekitar 6,8 persen. Artinya, seluruh wilayah di ”Pulau Dewata” terbuka untuk investasi sehingga pertumbuhan pun bisa dinikmati bersama.

Wisatawan China Lebih Memilih Bali Sebagai Tujuan Wisata Favorit

Manajer umum perusahaan perjalanan wisata Shanghai Qiangsheng International Travel Service Co, Ltd, Tang Shi Guo, mengatakan, Indonesia telah menjadi salah satu destinasi yang populer bagi wisatawan China.

“Indonesia semakin hari menjadi destinasi populer bagi wisatawan asal China, dengan berbagai atraksi dan paket yang semakin menarik seperti diving dan hiking,” kata Tang Shi Guo di Shanghai, Sabtu (26/1/2013).

Tang Shi Guo mengakui hingga kini Bali masih menjadi daya tarik utama wisatawan China ke Indonesia. Namun, sebenarnya banyak tempat lain di Indonesia yang menarik untuk dikunjungi wisatawan China.

“Ya, Bali memang masih menjadi daya tarik utama. Namun, kami telah banyak pula mempromosikan destinasi lain di Indonesia kepada calon turis kami saat akan berkunjung ke Indonesia,” kata Tang Shi Guo yang sudah beberapa kali ke Indonesia, utamanya Bali.

Ia mengatakan, Indonesia memiliki banyak destinasi menarik untuk dikunjungi. “Jika semua bisa dikelola dengan lebih baik, apalagi didukung akses yang memadai, infrastruktur yang bagus, maka Indonesia semakin menjadi daerah tujuan wisatawan yang populer,” ujar Tang Shi Guo.

Menurut Tang, selain destinasi yang menarik, Indonesia juga memiliki keramahtamahan penduduknya. Ini menjadi salah satu faktor utama untuk menarik dan membuat turis berlama-lama di suatu destinasi, dalam hal ini Indonesia. “Saya mengalami sendiri keramahan masyarakat Indonesia,” katanya.

China pasar potensial

Direktur Pencitraan Indonesia Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Esthy Reko Astuty mengatakan, China merupakan pasar potensial yang kini sedang serius digarap.

“Pertama kita telah memiliki jalur penerbangan langsung antara Indonesia dan China, seperti Garuda Indonesia yang menerbangi Beijing-Jakarta, Shanghai-Jakarta, dan Guangzhou-Jakarta. Kemarin kita juga ada penerbangan carter dan lainnya,” ujarnya.

Tak hanya itu, Kemenparekraf juga terus mendorong daerah-daerah untuk memajukan potensi wisatanya dengan memberikan gambaran tentang pasar yang akan disasar, dan membantu membuat paket promosi sesuai keinginan pasar tersebut.

“Misalnya, kita beri tahu pada daerah-daerah tentang potensi pasar China, apa yang digemari wisatawan China, sehingga mereka bisa membuat paket yang sesuai antara potensi wisata yang dimiliki dengan keinginan turis asal China dimaksud, lalu kita bantu promosinya,” tutur Esthy.

Pada 2013 Indonesia menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sebesar sembilan juta orang. Dari jumlah itu, sekitar 900.000 hingga satu juta turis ditargetkan berasal dari China.