Category Archives: Pariwisata Bali

3 Jenis Makanan Yang Wajib Di Nikmati Di Pecatu Bali


Pengelola Restoran Klapa, Pecatu, Kuta Selatan, Badung, Bali menyadari benar keberagaman tamu yang datang. Karena itu, restoran kemudian dibagi tiga. Ada yang bergaya western bagi pengunjung asal Eropa dan Amerika, serta menu bergaya menu bergaya Balinese bagi yang suka menu dengan cita rasa lokal. Terakhir ada menu Chinese food untuk wisatawan Asia.

Masing–masing resto memiliki dapur, sehingga pengunjung tidak harus menunggu lama jika memesan menu kesukaan. Salah satu menu andalan di sini adalah bamboo lobster.

Berbahan dasar lobster segar dengan berat 300 gram. Diolah ala Chinese. Untuk menu satu ini, isi lobster dikeluarkan terlebih dahulu kemudian diolah dengan menggunakan vegetable oil dan beberapa bumbu rahasia.

Tampilannya sangat menarik. Kulit atau bagian terluar lobster dijadikan hiasan. Disajikan bersama potongan brokoli dan saus spesial. Sementara daging lobster sendiri disajikan di atas fresh mi. Yaitu mi garing berbetuk piring.

Di dalamnya terdapat potongan daging lobster dan sayuran. Saat dicicipi terasa nikmat di lidah. Empuknya lobster dipadukan dengan segranya sayuran hijau. Apalagi makannya sambil menyaksikan sunset.

Bagi yang suka cita rasa lokal, Restoran Klapa menyajikan sate lilit ayam. Sate lilit satu ini terbilang spesial. Jika kebanyakan tempat sate lilit memasukan kelapa sebagai salah satu bahan campuran, tapi tidak demikian di Restoran Klapa.

Tidak menggunakan kelapa tapi cita rasa bumbu khas Bali terasa di lidah. Terasa pedas rempah dan segarnya daging ayam

Warung Bendega Dengan Konsep Taman Di Bali


Bagi masyarakat Bali, tentunya restoran satu ini sudah tidak asing lagi. Warung Bendega. Warung yang berlokasi di Jalan Kapten Cok Agung Tresna No 37, Denpasar ini, sudah berdiri sejak 1996. Sudah berusia 18 tahun, restoran ini tetap mempertahankan tempat dan lokasi yang sama. Konsep interior yang diangkat pun tidak berubah sejak dulu. Interior khas Bali dan konsep taman adalah yang utama ditonjolkan oleh restoran ini.

“Bisa dilihat ada banyak pohon jepun, tanaman khas Bali. Di sini ingin menonjolkan konsep taman. Kami ingin suasana tradisional dan alami,” ujar pemilik Warung Bendega, IB Ngurah Sidhayatra W Mantra (25). Memang memasuki Warung Bendega ini suasana alami sangat terasa. Konsep taman sangat terlihat dengan banyaknya tanaman-tanaman, dua kolam kecil, dan bale-bale.

Panasnya Denpasar seakan-akan tidak terasa lagi setelah memasuki restoran ini. Segar dan tenang, ditambah iringan musik Bali yang mengalun merdu di tempat ini dan atmosfir tradisional yang diinginkan lebih terasa lagi. Dengan luas tanah hingga 20 are, restoran ini memiliki kapasitas hingga 150 orang. Restoran ini pun memiliki ruangan khusus yang dilengkapi fasilitas pendingin udara.

Selain itu, Warung Bendega juga memiliki fasilitas meeting room berkapasitas 75 orang, serta Ruang Sandat Jepun berkapasitas 15 orang. Ada juga panggung kecil yang sering digunakan untuk acara-acara tertentu. Restoran yang cukup luas ini pun melayani acara-acara khusus. Bahkan dapat juga melayani private wedding yang ukurannya tidak terlalu besar.

“Banyak juga yang mengadakan pesta pernikahan kecil-kecilan di sini, biasanya ada makan-makan setelah pemberkatan, pada siang ataupun malam hari.” kata Ngurah. Paket untuk setiap acara yang diadakan di tempat ini pun beragam, mulai dari harga Rp 75.000 per orang atau bisa disesuaikan dengan bujet dari konsumen.

Restoran yang buka setiap hari ini mulai beroperasi pukul 10.00-23.00 Wita. Berada di lokasi perkantoran dan pemerintahan, tentunya pada saat-saat makan siang restoran ini ramai dikunjungi. Begitu pula saat malam hari, pada waktu makan malam sekitar pada pukul 19.00-21.00 Wita. Setiap Sabtu, restoran ini pun mengadakan acara live music yang merupakan acara reguler dari Warung Bendega

Waterboom Bali Jadi Water Park Terfavorit Dunia


Taman wisata air atau water park di Bali mendapatkan penghargaan sebagai water park terfavorit di Asia. Waterbom Bali berhasil menduduki peringkat pertama water park di Asia. Selain itu, Waterbom Bali juga berada di posisi kelima di dunia. Hal Ini menjadikan Waterbom Bali sebagai satu-satunya water park di Asia yang berada di daftar top 25 di dunia. Penghargaan tersebut diberikan oleh situs perjalanan TripAdvisor yang mengumumkan pemenang “Travellers’ Choice™ untuk Amusement Parks and Water Parks” di dunia.

Total ada 242 pemenang penghargaan ini, termasuk 25 teratas di dunia. Ada pula daftar khusus untuk wilayah Asia, Kanada, Tiongkok, Eropa, India, Amerika Selatan, Pasifik Selatan, Inggris, dan Amerika Selatan. Dari Indonesia, water park lain yang juga mendapatkan penghargaan antara lain Waterbom Jakarta dan Circus Waterpark Bali dengan peringkat masing-masing 6 dan 8 di Asia.

“Kami merasa bangga Waterbom Bali mendapatkan penghargaan sebagai water park nomor 1 di Asia dalam penghargaan ‘TripAdvisor’s Travellers’ Choice’, dan kelima di dunia. Kami berusaha untuk menawarkan tamu kami pengalaman tak terlupakan dengan layanan dan fasilitas kelas dunia yang sempurna untuk keluarga atau liburan spesial. Dengan berbagai pilihan gerai makanan dan bar kolam renang untuk minuman khas tropis, Waterbom Bali adalah tempat wisata serba ada di Bali,” kata General Manager Waterbom Bali Sayan Gulino seperti termuat dalam siaran pers.

Amerika Serikat memiliki 6 dari 25 water park teratas di dunia. Sementara itu dalam daftar tersebut ada lima water park berasal dari Brasil 5. Tempat-tempat ini menawarkan taman penuh hiburan untuk menikmati air, termasuk di antaranya Beach Park di Aquiraz, Brasil di tempat kedua dan Blizzard Beach di Orlando, Florida di tempat ketiga. Di posisi pertama adalah Siam Park di Adeje, Spanyol.

“Wisatawan yang sedang mencari hiburan outdoor bisa melihat TripAdvisor Travellers’ Choice Amusement Parks and Water Parks. Ada berbagai pilihan kegiatan yang cocok untuk semua usia di taman-taman dengan peringkat teratas di dunia ini,” kata kata Chief Marketing Officer TripAdvisor Barbara Messing.

Penghargaan Travellers’ Choice memberikan penghargaan bagi spot wisata teratas di dunia berdasarkan jutaan ulasan dan opini dari wisatawan TripAdvisor. Pemenang penghargaan ini ditentukan berdasarkan algoritma yang mempertimbangkan kuantitas dan kualitas ulasan untuk taman permainan dan taman air (amusement parks and water parks) di dunia, dalam periode 12 bulan. (*)

Water Park kategori Asia
1. Waterbom Bali, Kuta, Indonesia
2. Flow House Bangkok, Bangkok, Thailand
3. Black Mountain Water Park, Hua Hin, Thailand
4. Water Kingdom, Mumbai, India
5. Chimelong Water Park, Guangzhou, Tiongkok
6. Waterbom Jakarta, Jakarta, Indonesia
7. Coco Splash Waterpark, Lamai Beach, Thailand
8. Circus Waterpark Bali, Kuta, Indonesia
9. Wild WildWet, Singapura
10. Dam Sen Water Park, Ho Chi Minh City, Vietnam

Water Park kategori Dunia
1. Siam Park, Adeje, Spanyol
2. Beach Park, Aquiraz, Brasil
3. Disney’s Blizzard Beach Water Park, Orlando, Florida, Amerika Serikat
4. Disney’s Typhoon Lagoon Water Park, Orlando, Florida, Amerika Serikat
5. Waterbom Bali, Kuta, Indonesia
6. Wild Wadi Water Park, Dubai, Uni Emirat Arab
7. Hot Park – Brazil, Rio Quente, Brasil
8. Aquaventure Waterpark, Dubai, Uni Emirat Arab
9. Aquatica, Orlando, Florida
10. Aquaventure Water Park at Atlantis Paradise Island, Pulau Paradise, Bahama

Pariwisata Bali Korbankan Pertanian Demi Keuntungan Jangka Pendek


Pengamat pertanian dari Universitas Udayana (Unud) Denpasar Prof I Wayan Windia melihat pesatnya perkembangan sektor pariwisata di Bali telah mengorbankan sektor pertanian. “Padahal pertanian berkaitan erat dengan ekonomi Bali karena jika kebudayaan Bali hancur maka semua sektor ekonomi di Pulau Dewata akan hancur,” kata Ketua Pusat Penelitian Subak Unud di Denpasar, Sabtu (28/6/2014).

Menurut Windia, hal itu bisa terjadi karena semua sektor ekonomi di Pulau Dewata dilandasi oleh kebudayaan masyarakat setempat, khususnya pengembangan sektor pariwisata yang kini menjadi tumpuan harapan sebagian besar masyarakat setempat. Padahal hasil penelitian Sceto bahwa Bali hanya siap menampung 24 ribu kamar hotel bertaraf internasional, namun kenyataannya sekarang ada sekitar 4.000 hotel berkapasitas 90 ribu kamar atau hampir empat kali lipat.

Windia menjelaskan, meskipun pemerintah sejak lama mewacanakan penghentian pembangunan (moratorium) hotel, hal itu tidak pernah terealisasi.Seorang pemandu wisata membawa turis berkeliling Ubud, Gianyar, Bali.
Hal itu terjadi karena daerah-daerah di Bali masih membutuhkan pendapatan asli daerah. “Semua itu menyebabkan runtuhnya kebudayaan Bali, padahal merupakan landasan bagi semua sektor kehidupan di Bali,” ujarnya.

Windia mengutip pendapat ahli antropologi bahwa kelemahan pembangunan di Indonesia, termasuk Bali adalah proses pembangunan terlalu bersifat melihat kepentingan jangka pendek.

Hal itu bisa terjadi, karena sekarang biaya politik yang sangat mahal, sistem politik yang ditandai dengan banyaknya politik uang dan pandangan elite yang hanya menyukai ekonomi, pertumbuhan, dan teknologi.

Mereka kurang tertarik terhadap aspek sosial, pemerataan, dan kebudayaan. Fenomena seperti ini akan terus terjadi, kalau sistem politik Indonesia tidak direformasi.

Warga Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa Dengan Cap Jempol Darah


Polemik rencana reklamasi Teluk Benoa di pesisir selatan Kota Denpasar, Bali, hingga saat ini terus berlanjut. Hari ini, Ahad, 16 Februari 2014, ratusan warga Denpasar yang mengatasnamakan Jaringan Aksi Tolak Reklamasi (Jalak) Sidakarya, menggelar unjuk rasa. Mereka menggelar panggung terbuka di tengah jalan sehingga jalur lalu lintas antara Sanur dan Sesetan ditutup selama dua jam. Dalam aksi itu, para demonstran yang didominasi anak-anak muda membubuhkan cap jempol darah. Mereka juga mewarnai unjuk rasa itu dengan pembacaan puisi dan nyanyian lagu-lagu perjuangan.

“Apakah Saudara setuju Bali ditenggelamkan oleh segelintir orang dengan alasan peningkatan pendapatan asli daerah? Penolakan terhadap reklamasi Teluk Benoa adalah harga mati,” teriak salah seorang pengunjuk rasa, Made Sudarta, saat berorasi. Sudarta menjelaskan reklamasi Teluk Benoa akan membahayakan Desa Sidakarya dan kawasan lain di pesisir selatan Kota Denpasar, seperti Sanur, Pamogan, dan Sesetan. Saat ini letak kawasan itu hanya dua meter di atas permukaan laut. Sedangkan reklamasi direncanakan setinggi enam meter. “Sidakarya dan kawasan lain di pesisir selatan Kota Denpasar akan tenggelam,” ujarnya.

Karena itu, Sudarta mendesak Gubernur Bali Made Mangku Pastika segera mencabut Surat Keputusan (SK) Nomor 1727/01-BH/2013. Surat keputusan itu mengizinkan digelarnya studi kelayakan reklamasi Teluk Benoa. “Apabila SK tidak dicabut, mari kita melakukan pembangkangan sosial terhadap Gubernur Bali,” ucap Made Sukerta, pengunjuk rasa lainnya yang juga berorasi.

Ketua Jalak Sidakarya, Nyoman Putrawan, bahkan menantang Presiden Susilo Bambag Yudhoyono karena dianggap memuluskan rencana reklamasi. “Presiden SBY telah mengubah zonasi konservasi di Teluk Benoa, maka berarti telah merestui rencana reklamasi tersebut,” tuturnya. Putrawan menuding Gubernur Bali Made Mangku Pastika terlalu berpihak kepada investor dan tidak mempedulikan dampak reklamasi bagi masyarakat. Karena itu, Putrawan mengatakan Jarak Sidakarya akan terus berunjuk rasa guna menggalang kekuatan hingga rencana reklamasi benar-benar dihentikan.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika menilai serius spanduk yang bertuliskan “Penggal Kepala Mangku P” yang dipasang di depan kantor Gubernur Bali di kawasan Renon, Denpasar. Bahkan dalam spanduk itu terdapat banyak cap jempol berdarah beserta sejumlah kata yang bernada umpatan.

“Saya anggap ini serius. Tulisannya juga besar. Ada darah manusia. Ini sudah bukan soal sembarangan,” katanya di press room kantor Gubernur Bali, Kamis, 27 Februari 2014. Mantan Kepala Polda Bali itu mengaku terganggu dengan adanya spanduk tersebut. Meski baginya masalah seperti itu merupakan risiko yang harus diterimanya sebagai seorang pemimpin. Sebenarnya ia tidak ingin mengeluh atau curhat. “Tapi kali ini persoalannya agak berbeda. Saya anggap serius walaupun orang lain menganggapnya enteng,” ujar Pastika.

Pastika menyatakan dirinya sudah melaporkan masalah itu ke Polda Bali. Bahkan Pastika sangat ingin bertemu langsung dengan pembuat spanduk tersebut. “Mudah-mudahan Polda dapat menangkap orangnya. Gampang sih nyarinya. Kalau polisi enggak menemukan, saya akan cari sendiri,” ucapnya dengan nada marah. Humas Polda Bali Ajun Komisaris Besar Polisi Haryadi mengatakan pihaknya masih mempelajari laporan Pastika. “Laporannya sudah kami terima, kami masih pelajari. Sekarang masih kami selidiki.”

Berdasarkan informasi yang dihimpun, spanduk itu merupakan salah satu bentuk ekspresi warga Bali yang menolak rencana reklamasi Teluk Benoa. Dalam hal ini, Pastika sudah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Nomor 1727/01-BH/2013 yang mengizinkan dilakukannya studi kelayakan berkaitan dengan reklamasi itu. Seperti diberitakan, aksi penentangan terus terjadi di Bali. Ahad lalu, 16 Februari 2014, ratusan warga Denpasar yang mengatasnamakan diri Jaringan Aksi Tolak Reklamasi (Jalak) Sidakarya menggelar aksi unjuk rasa.

Mereka menggelar panggung terbuka di tengah jalan sehingga jalur lalu lintas antara Sanur dan Sesetan ditutup selama dua jam. Dalam aksi itu, para peserta aksi yang didominasi anak muda membutuhkan cap jempol darah. Aksi diselingi pembacaan puisi dan menyanyikan lagu-lagu perjuangan. “Apakah Saudara setuju Bali ditenggelamkan oleh segelintir orang dengan alasan peningkatan pendapatan asli daerah? Penolakan terhadap reklamasi Teluk Benoa adalah harga mati!” teriak salah seorang pengunjuk rasa, Made Sudarta, saat berorasi.

Sudarta menjelaskan bahwa reklamasi Teluk Benoa akan membahayakan Desa Sidakarya dan kawasan lain di pesisir selatan Kota Denpasar, seperti Sanur, Pamogan, dan Sesetan. Saat ini letak kawasan itu hanya 2 meter di atas permukaan laut. Sedangkan reklamasi direncanakan setinggi 6 meter. “Sidakarya dan kawasan lain di pesisir selatan Kota Denpasar akan tenggelam,” ujarnya. Karena itu, Sudarta mendesak Pastika agar segera mencabut surat keputusan yang ditekennya. Apabila tidak dicabut, Made Sukerta, pengunjuk rasa lainnya, mengajak masyarakat melakukan pembangkangan sosial terhadap Pastika.

Ketua Jalak Sidakarya Nyoman Putrawan bahkan menantang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono karena dianggap memuluskan rencana reklamasi. “Presiden SBY telah mengubah zonasi konservasi di Teluk Benoa. Itu berarti ia telah merestui rencana reklamasi tersebut,” tuturnya. Putrawan menuding Gubernur Pastika terlalu berpihak kepada investor dan tidak mempedulikan dampak reklamasi bagi warga. Karena itu, Putrawan mengancam bahwa warga dari Jarak Sidakarya akan terus berunjuk rasa menggalang kekuatan hingga rencana reklamasi benar-benar dihentikan.

Nikmatnya Rujak Kuah Pindang Kuliner Khas Bali


Cabai rawit diulek bersama terasi bakar. Kemudian aneka buah yang diiris-iris dengan pisau gerigi dicampur ke ulekan cabai dan terasi. Belum selesai, karena terakhir buah-buahan ini disiram dengan kaldu pindang. Hasilnya adalah Rujak Kuah Pindang. Dari namanya saja, sering kali mengundang rasa penasaran penggemar kuliner. Jika lazimnya rujak menggunakan bumbu kacang, kuliner khas Bali ini malah menggunakan kuah dari kaldu ikan. Orang yang pertama kali mencicipi rujak ini memang akan mengernyitkan dahi.

Bagaimana tidak? Aroma amis dari kaldu ikan berpadu pedasnya cabai rawit, lalu diadu dengan asam segarnya buah-buahan. Ya, buah yang digunakan salah satunya mangga muda yang asam. Selain mangga muda, ada juga kedondong yang cenderung asam. Rasa dan aromanya yang khas ini membuat orang yang pertama kali mencoba merasa aneh. Namun, jika sudah menghabiskan satu piring, bisa-bisa malah jadi doyan. Ada banyak warung di Bali terutama di kawasan Denpasar yang menjual Rujak Kuah Pindang.

Buah-buahan yang dipakai oleh setiap warung bisa beda-beda. Umumnya menggunakan mangga muda, pepaya, kedongdong, bengkuang, timun, dan nanas. Tetapi satu hal yang sama adalah penggunaan kaldu ikan. Salah satu warung yang menjual menu ini adalah Warung Rujak Buk Man Sanur. Warung sederhana ini berada di Sanur dan terkenal di kalangan warga setempat. Tepatnya di Jalan Melsonet, Sanur.

Bisa dibilang, warung ini bukanlah tempat yang umum bagi turis. Tetapi menjadi salah satu tempat nongkrong favorit penduduk lokal. Nah sebagai tempat makan Rujak Kuah Pindang bisa coba minuman Air Gula. Sesuai namanya, minuman ini memang hanya berupa air gula. “Gula direbus dengan air banyak. Tambahkan daun pandan supaya wangi,” tutur Buk Man.

Jangan heran saat meminumnya karena warnanya yang merah. Air Gula lazim diberikan sedikit pewarna makanan untuk mendapatkan warna merah tersebut. Setelah jadi, air gula diberi es batu dan irisan jeruk limau. Minuman ini sangat menyegarkan dan tidak terlalu manis. Efeknya yang menyegarkan mampu meredam rasa pedas dari Rujak Kuah Pindang. Apalagi diminum di siang hari bolong, di tengah teriknya matahari Sanur.

Menikmati Keindahan 3 Pantai Di Nusa Dua Bali


Nusa Dua di Bali identik dengan hotel-hotel berbintang lima nan mewah. Nyatanya, Nusa Dua juga menawarkan pantai-pantai cantik di seputaran hotel-hotel ini. Coba masuk ke kawasan BTDC Nusa Dua. Untuk menuju kawasan ini bisa dengan mobil sewaan ataupun naik Trans Sarbagita. Ada tiga pantai favorit di Nusa Dua. Ketiganya bisa dikunjungi dalam sehari. Pertama-tama mampir ke Pantai Nusa Dua. Pantai ini dekat dengan Bali Collection, jadi dekat dengan perhentian Trans Sarbagita. Di tepian pantai ada pohon jamblang yang sudah mulai langka di Bali. Buahnya seperti anggur namun lebih padat dan cenderung asam.

Ombak pantai ini begitu tenang dengan garis pantai yang panjang. Suasananya juga cukup teduh, karena dipenuhi pepohonan rindang. Sekedar duduk-duduk menikmati sepoi angin di pantai ini juga begitu menenangkan. Beranjak ke pantai lainnya adalah Pantai Water Blow. Sebenarnya tidak bisa disebut sebagai pantai. Sebab, kawasan ini lebih berupa tebing curam dengan ombak-ombak yang menghajar tepi tebing.

Lokasi Water Blow dekat dengan Hotel Grand Hyatt. Ada lapangan rumput dan setelahnya jalan setapak menuju gerbang. Di gerbang tertulis “Water Blow”, dari sini cukup berjalan menuju lokasi tebing karang. Kesannya memang berbahaya, namun area ini sudah dibuat jalan konblok dan pagar pembatas. Uniknya adalah ombak-ombak dari Samudera Hindia yang meluncur cepat bertabrakan dengan tebing karang.

Tepat di celah besar yang menyempit, ombak menubruk dan terhempas ke atas. Jadi seakan-akan ombak menyemprot dan menari ke udara. Ombak yang besar menghasilkan terpaan ombak yang tinggi menjulang. Akibatnya, pengunjung yang di tepian tebing pun siap-siap basah terkena “tarian” ombak. Kalau dari kejauhan, ombak tampak bagai buih kipas berwarna putih. Turis yang senang berfoto-foto pasti akan menyukai pantai ini.

Perjalanan berikutnya adalah ke Pantai Geger. Pantai ini sejak lama menjadi pantai favorit turis lokal. Ombaknya tenang sehingga cocok untuk anak-anak berenang. Lokasi pantai ini dekat dengan Hotel Nikko Bali.

Garis pantainya lumayan panjang dan berpasir putih. Di tepian banyak pohon rindang cocok untuk menggelar tikar dan berpiknik santai. Di ujung pantai terdapat pulau karang yang kecil. Berjalan-jalan di pulau tersebut menjadi keasyikan tersendiri.

6 Pantai Selatan Bali Masuk Dalam Kategori Tercemar Ringan


Mari bersikap waspada andai saat ini Anda melancong ke Bali. Soalnya, seturut penelitian Ketut Sundra dari Departemen Biologi Universitas Udayana, Denpasar, enam pantai di Pulau Dewata, yakni Kuta, Legian, Nusa Dua, Jimbaran, Tanjung Benoa, dan Canggu. “Kuta, Legian, Jimbaran, dan Nusa Dua masuk kategori tercemar ringan. Sementara, Tanjung Benoa dan Canggu tercemar medium,” katanya.

Xinhua pada Jumat (30/7/2010) yang mengutip hasil riset Ketut Sundra itu mewartakan, penelitian pencemaran itu mengambil air laut di pantai-pantai tersebut selama dua tahun sejak 2008. “Saya mengambil contoh air laut saat musim hujan dan musim kemarau,” kata Ketut Sundra.

Tak cuma itu, Ketut Sundra juga melakukan tes pencemaran dengan 19 parameter. Hasilnya, sebagaimana diutarakan di atas. Alhasil, memang belum ada imbauan lebih tegas, baik lisan maupun tulisan, bagi turis untuk mengurungkan niat berenang di pantai-pantai tersebut.

Lebih lanjut, Ketut Sundra mengatakan, banyak hotel, restoran, dan pelayanan pariwisata di sekitar pantai-pantai itu tidak melakukan pengelolaan saksama terhadap limbah yang dihasilkan. “Itu yang akhirnya mencemari pantai-pantai tersebut,” ungkap Ketut Sundra.

Menikmati Sunyi Di Hari Raya Nyepi Di Bali


SUNYI menggelayut seiring mentari merekah. Jalanan kosong tanpa satu pun kendaraan bermotor lewat. Pun, tak ada bunyi pesawat memecah langit. Lalu lalang orang sibuk kerja atau sekadar aktivitas menjadi kenangan di hari kemarin. Suara-suara gaduh yang biasa mengisi pagi pun tak hadir. Semua begitu sepi. Suara-suara alam yang biasanya kalah oleh kebisingan manusia, kali ini menjadi pemenang. Deru ombak yang terdengar syahdu sampai burung-burung berkicau riang.

Ketika matahari mulai memeluk cakrawala, suasana sepi makin terasa. Di malam hari, kegelapan meraja. Tak ada satu pun penerangan yang nyala. Gelap karena lampu dan api tidak boleh nyala. Saking gelap, langit malam malah menampilkan momen terindah dengan bintang-bintang bertaburan. Tentu jika cuaca sedang cerah dan tak banyak awan.

Dalam malam yang benar-benar gelap dan hanya suara alam yang hadir, sepi menjadi teman. Ketika sunyi merangkul sukma, ada perasaan tenang yang hadir. Tak heran, Bali di kala Nyepi malah mampu menjadi daya tarik tersendiri. Selama 24 jam penuh sejak matahari terbit, Bali ibarat kota mati tanpa aktivitas keramaian. Tahun ini, Nyepi jatuh pada 31 Maret 2014.

Nyepi yang hanya terjadi satu tahun sekali itu merupakan perayaan menyambut tahun baru Saka. Tetapi berbeda dengan tahun baru masehi yang dirayakan dengan gegap gempita, tahun baru Saka disambut sebaliknya.Saat Nyepi, umat Hindu melakukan tapa brata penyepian atau empat pantangan. Keempatnya antara lain amati karya, amati lelungan, amati geni, amati lelanguan. Amati karya berarti tidak bekerja atau melakukan kegiatan. Amati lelungan adalah tidak bepergian. Sementara amati geni berarti tidak menyalakan api. Amati lelanguan adalah tidak bersenang-senang atau mencari hiburan.

Daya tarik wisata
Dulu, jelang Nyepi merupakan masa yang dihindari wisatawan yang merencanakan pelesir di Bali. Ada perubahan beberapa tahun belakangan, turis terutama turis asing malah sengaja datang saat Nyepi. Ini menjadi momen tepat untuk merenung, sekedar melakukan meditasi dan yoga. Lalu berusaha menyatu dengan alam. Turis asing pun datang untuk bisa merasakan satu hari penuh tanpa listrik, dalam kegelapan dan keheningan.

Sebuah momen langka, satu-satunya di dunia dan hanya terjadi di Bali. Beberapa hotel pun melirik hal ini dengan membuat paket wisata Nyepi. Umumnya paket berupa menginap, sarapan, makan siang, dan makan malam. Walau begitu, tidak seperti umat Hindu di Bali, turis-turis diperkenankan melakukan aktivitas namun terbatas di lingkungan hotel. Hanya saja, tak jarang yang akhirnya memilih untuk mengisi hari Nyepi dengan meditasi dan yoga, memanfaatkan suasana sepi yang berlangsung.Untuk menikmat Nyepi sebagai daya tarik wisata, turis harus berada di Bali beberapa hari sebelum Nyepi. Sebab, ada rangkaian Nyepi.

Pertama adalah melasti atau upacara penyucian sarana sembahyang. Melasti diadakan dua hari sebelum Nyepi. Perlengkapan persembahyangan akan diarak dari Pura ke pantai. Lalu, sehari sebelum Nyepi adalah upacara Mecaru atau Tawur Kesanga, dilanjutkan dengan ngerupuk. Upacara pengerupukan merupakan prosesi untuk mengusir Buta Kala atau roh jahat agar tidak mengganggu umat yang akan melakukan Nyepi.

Di prosesi ini biasanya ada pawai ogoh-ogoh. Ogoh-ogoh akan diarak keliling desa. Ada keseruan tersendiri saat menonton ogoh-ogoh. Karena pawai juga dimeriahkan dengan bleganjur, alat musik tradisional Bali, yang dinamis. Sehari setelah Nyepi biasanya berupa perayaan Ngembak Geni. Biasanya warga Bali akan mengunjungi sanak keluarga. Di Desa Sesetan, Denpasar ada tradisi sakral Med-Medan, prosesi berpelukan dan ciuman massal.Untuk melihat upacara Melasti, cukup datangi pantai yang biasanya menjadi tempat upacara. Tanyakan pihak hotel tempat menginap, pantai terdekat yang menjadi prosesi Melasti. Salah satu yang sering didatangi adalah Pantai Kuta dan Pantai Sanur.

Sementara untuk menonton pawai Ogoh-ogoh, datangi balai banjar terdekat. Biasanya Ogoh-ogoh diarah mulai dari balai banjar, kemudian dibawa ke perempatan jalan dan mengelilingi desa. Tentu, momen puncaknya adalah saat Nyepi. Ambil waktu untuk diri sendiri. Resapi keheningan yang datang. Dengarkan suara-suara alam. Pada akhirnya, saat diri dengan ikhlas menerima sunyi, ketenangan jiwa pun hadir.

Tips Liburan Nyaman Di Bali Saat Hari Raya Nyepi


Berencana untuk wisata di Bali saat Nyepi? Nyepi yang merupakan perayaan keagamaan umat Hindu Bali memang telah menjadi daya tarik tersendiri. Namun, ketahui beberapa aturan yang harus ditaati warga setempat ataupun pendatang, termasuk turis. Saat Nyepi, umat Hindu melakukan tapa brata penyepian atau empat pantangan.

Keempatnya yaitu amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), amati geni (tidak menyalakan api), dan amati lelanguan (tidak bersenang-senang). Aturan seperti amati lelungan paling terasa bagi turis. Sebab, pendatang sekalipun tidak diperkenankan untuk berjalan-jalan keluar dari penginapan saat Nyepi.

Selain itu, ada pecalang atau polisi adat yang akan mengawasi tertibnya pelaksanaan Nyepi. Nah, sebaiknya simak tips berikut berkaitan dengan wisata saat Nyepi. Nyepi selama 24 jam. Nyepi berlangsung selama 24 jam sejak matahari terbit atau biasanya dimulai pada pukul 06.00 pagi. Tapa brata penyepian selesai pada pukul 06.00 pagi keesokan harinya.

Pilih tiket pesawat sebelum atau sesudah Nyepi. Baik bandara maupun pelabuhan, apalagi terminal, semua libur. Jadi, jangan sampai Anda terjebak di bandara. Sebab, jika Anda sampai di bandara saat Nyepi, maka Anda tidak bisa keluar dari bandara dan terpaksa menginap di bandara.

Begitu pula saat Anda hendak keluar dari Bali, belilah tiket pesawat setelah hari Nyepi. Namun, biasanya saat Nyepi memang tidak tersedia tiket pesawat. Pihak Angkasa Pura I selaku pengelola Bandara Ngurah Rai akan menginformasikan ke maskapai dan biro perjalanan wisata jauh-jauh hari untuk disosialisasikan ke calon penumpang.

Jangan keluar dari tempat penginapan. Selama Nyepi, Anda tidak boleh keluar dari hotel tempat Anda menginap. Anda diperkenankan untuk berjalan-jalan di lingkungan hotel. Jadi, bukan berarti Anda harus di kamar terus. Ingat, jangan nekat bepergian bahkan datang ke pantai atau tempat umum lainnya. Akan selalu ada pecalang yang mengawasi. Sayangnya, ada saja turis yang nekat bepergian saat Nyepi. Jangan tiru perilaku seperti itu.

Jangan membuat keributan. Jaga ketenangan dan hindari keributan. Misalnya, film yang tengah Anda tonton di kamar hotel atau musik yang Anda dengar dalam volume tinggi. Sudah sejak lama hotel-hotel di Bali biasanya mengeluarkan paket promosi dengan harga spesial menjelang Nyepi. Harga tersebut biasanya berlaku untuk menginap saat Nyepi berlangsung.

Ini merupakan momen yang tepat untuk berlibur ke Bali. Selain tarif menginap di hotel yang cenderung lebih murah, suasana Bali juga relatif tidak terlalu padat turis seperti saat liburan akhir tahun. Namun perlu diingat, saat hari Nyepi yang tahun ini jatuh pada tanggal 31 Maret 2014, turis tidak boleh melakukan kegiatan di luar hotel. Jadi, selama 24 jam, turis harus berada di dalam hotel.

Bali akan menyepi, menghentikan segala aktivitas. Serta gelap di malam hari karena tidak boleh menyalakan lampu. Nah, sebelum memilih hotel mana yang cocok untuk Anda inapi untuk berlibur di Bali saat Nyepi, simak tips berikut.

Pilih daerah mana. Pertimbangkan daerah mana yang akan menjadi tempat Anda menginap. Apakah di selatan Bali seperti area Kuta-Legian, Seminyak, Jimbaran, Uluwatu, atau Nusa Dua? Bisa juga daerah barat Bali seperti Tabanan atau Negara. Pilihan bisa pula jatuh di timur Bali seperti kawasan tepi pantai wilayah Karangsem, misalnya Amed dan Tulamben. Atau, daerah Klungkung seperti Nusa Lembongan.

Utara Bali juga bisa menjadi alternatif, misalnya daerah Lovina di Buleleng. Daerah tengah seperti kawasan Danau Batur di Bangli dan Ubud di Gianyar. Cara menentukan daerah mana adalah dengan mempertimbangkan kondisi Bali seperti apa yang Anda cari. Jika senang keramaian, maka selatan Bali pilihan Anda seperti Restoran Sundara di Hotel Fourseasons Jimbaran Bali. Untuk mendapatkan suasana Bali yang masih tradisional, coba pilih di luar selatan Bali. Beberapa hotel dan resor di Karangasem dan Tabanan menawarkan suasana privat yang sepi. Begitu pula beberapa hotel di Ubud.

Promo paket Nyepi. Setiap hotel berbintang dan resor di Bali umumnya memiliki paket menginap dalam rangka Nyepi. Paket ini biasanya terdiri dari menginap selama dua malam, sarapan, makan siang, dan makan malam. Jangan kaget karena hotel mewah pun bisa memberikan harga spesial. Umumnya harga jadi lebih murah jika Anda memesan lebih dari dua malam. Bandingkan harga. Bandingkan harga paket menginap satu hotel dengan hotel lainnya. Terutama di satu kawasan yang Anda incar.

Cari tahu tambahan apa saja yang Anda peroleh dari paket tersebut. Harga paket bisa saja sama, namun beberapa hotel juga menambahkan fasiltas tertentu dalam paket tersebut, misalnya gratis pijat. Bandingkan pula harga paket hotel di suatu wilayah dengan wilayah lainnya. Kadang, hotel di luar selatan Bali menawarkan harga yang lebih murah.

Fasilitas hotel. Karena di hari Nyepi, Anda hanya berada di dalam hotel, cari tahu fasilitas apa saja yang tersedia. Misalnya spa, kelas yoga, kolam renang, pusat kebugaran, dan sebagainya. Untuk spa atau fasilitas lainnya yang harus membayar tambahan, tanyakan apakah ada diskon khusus. Kenali pula restoran yang tersedia di hotel tersebut.

Aktivitas di dalam hotel. Beberapa hotel biasanya menyediakan aneka aktivitas untuk tamunya selama Nyepi. Umumnya, hotel akan membuat acara menonton film bersama. Tanyakan apakah hotel yang Anda incar memiliki aktivitas semacam ini. Aktivitas lainnya misalnya kelas yoga dan meditasi. Banyak pula hotel yang memberikan aktivitas untuk anak-anak seperti kelas belajar menari atau kelas prakarya.

Gelap di malam hari. Karena di malam hari lampu tidak boleh dinyalakan, suasana hotel biasanya sangat gelap, terutama ketika harus berjalan di lingkungan hotel. Beberapa hotel bahkan harus membekali tamunya senter. Jika Anda termasuk yang takut gelap, sebaiknya tanyakan seberapa gelap kondisi hotel nantinya. Namun jika Anda tak masalah dengan kondisi ini, pilih hotel yang memiliki tipe kamar vila yang terkesan privat atau setiap kamar berjarak. Lalu pilih hotel tersebut berada di lingkungan yang masih asri seperti di tengah hutan layaknya beberapa hotel mewah di Ubud.

Nah, keluarlah di teras saat malam. Di saat langit cerah dan karena sekelilingnya begitu gelap, Anda akan takjub saat mendongak ke langit. Bintang-bintang tampak begitu banyak dan terlihat jelas. Nyalakan lampu hanya di kamar hotel. Saat malam hari, Anda boleh saja menyalakan lampu kamar hotel yang Anda tempati. Namun, jika kamar hotel tersebut memiliki balkon, jangan nyalakan lampu balkon.

Selain itu, nyalakan satu atau dua lampu kamar. Buat agar penerangan kamar temaram atau tidak terlalu terang. Tirai kamar juga harus tertutup rapat sehingga tidak ada sinar lampu yang tampak dari luar. Bila sakit. Jika Anda merasa sakit dan perlu konsultasi dokter, segera laporkan ke petugas hotel untuk menelepon rumah sakit terdekat. Nantinya, ambulans rumah sakit yang akan menjemput Anda. Sebab, kendaraan yang diperbolehkan bepergian selama Nyepi hanya ambulans.

Sopan saat prosesi upacara. Saat mengikuti berbagai prosesi upacara, berlakulah sopan. Misalnya, saat Melasti di pantai, jangan berjalan di depan rombongan umat. Ingatlah untuk jangan melangkahi sesajen yang baru saja dihaturkan. Ada baiknya mengenakan pakaian yang sopan. Siapkan perbekalan. Sebab, selama Nyepi, semua toko tutup, sebaiknya siapkan perbekalan Anda sehari sebelumnya. Beli obat-obat ringan yang bisa dibeli di minimarket atau warung. Obat-obatan misalnya obat sakit kepala, obat mag, obat diare, dan balsam.

Beli juga aneka camilan dan minuman. Ada baiknya Anda menginap di hotel yang telah menyediakan paket menginap sudah termasuk sarapan, makan siang, dan makan malam. Dengan demikian, Anda tidak repot memikirkan akan makan apa pada siang dan malam hari.