Category Archives: Pariwisata

Pulau Sebatik Kalimantan Timur Ingin Saingi Pulau Tawao Malaysia

Pulau Sebatik persis di ujung utara Indonesia yang berbatasan dengan Malaysia. Secara administratif masuk wilayah Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur.

Tak mengherankan Sebatik sesungguhnya merupakan beranda depan negeri ini. Tetapi kondisinya jauh berbeda dengan Kota Tawao yang ada di seberang Sebatik.

Tawao adalah kota yang cukup ramai di ujung Malaysia itu. Bahkan menjadi daerah tujuan penduduk Sebatik untuk berbelanja kebutuhan pokok.

Ya, seperti nasib daerah perbatasan di Kalimantan sepanjang 2.004 kilometer, Sebatik juga kalah dibandingkan dengan wilayah Malaysia yang selalu bagus akses jalan, fasilitas dan infrastruktur, serta kondisi kota-kota atau desa yang lebih maju. Sebaliknya desa-desa atau kota di wilayah Indonesia, umumnya terisolasi, karena akses jalan darat belum terhubung.

Tetapi kini, setelah pemerintah mengubah paradigma pembangunan di perbatasan sebagai beranda depan, bukan lagi halaman belakang, Sebatik segera dibenahi, yaitu percepatan pembangunan agar penduduk perbatasan lebih maju dan merasakan kehadiran negeri sendiri. Salah satu upayanya adalah peningkatan status dari kecamatan menjadi kota baru.

Ini artinya akan ada pemekaran. Sebatik adalah pulau yang kepemilikannya terbagi dua. Wilayah utara dan barat dimiliki Malaysia, sedangkan bagian selatan dan timur milik Indonesia.

Penduduk umumnya berada di wilayah Indonesia, sedangkan wilayah Malaysia lebih banyak perkebunan kelapa sawit.

Masalah perbatasan ini juga menarik, karena ada rumah penduduk yang bagian depan masuk wilayah Indonesia, sedangkan bagian belakang masuk wilayah Malaysiam “Kita ingin nanti Sebatik sama dengan Tawao, di sebelah kita. Kalau di Tawao ada wali kota, di Sebatik juga ada wali kota,” ujar Gubernur Kaltim, Awang Faroek, di Sungai Nyamuk, Pulau Sebatik, Senin (28/5/2012) ini.

Saat itu hadir Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan yang juga Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz, Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak.

“Masih kurang infrastruktur dasar, seperti jalan,” tambah Awang Faroek, seperti hendak mengatakan kondisi wilayah perbatasan pada umumnya.

Gamawan Fauzi menimpali, “Sudah ada pembicaraan di Bappenas, bagaimana perencanaaan di wilayah perbatasan. Perlu fokus misalnya dengan peningkatan kota (Sebatik) ini. Kalau Tawao maju, supaya di sini tidak terlalu jauh beda. Nanti akan dibahas, perlu atau tidak pemekaran ini. Tapi bagaimana memperjuangkan daerah ini agar lebih maju,” katanya.

“Jangan lagi perbatasan menjadi belakang rumah kita, tetapi menjadi kawasan depan rumah kita,” tambah Gamawan.

Agung Laksono memberi dukungan peningkatan status Pulau Sebatik. Sebab, selain utk pertahanan, juga supaya secepatnya mencapai kemajuan dan kesejahteraan di perbatasan.

Karena itu, pemerintah menganggarkan dana Rp 780 miliar untuk membangun daerah perbatasan di Kaltim, terutama untuk proyek-proyek infrastruktur.

Mestinya ini proyek strategis dan sangat serius. Jika dilakukan seperti bussines as usual, daerah perbatasan akan tetap seperti sekarang. Bisakah Sebatik menyaingi “gemerlap” Tawao, tentu tergantung kegigihan semua stakeholder, terutama pemerintah bekerja di lapangan. Ya, kita tunggu saja..

Meresapi Kemurnian Pulau Dewata Di Karangasem Bali

Kemasi koper dan berikan hadiah bagi diri Anda untuk menikmati keanggunan Pulau Seribu Pura. Hampir di setiap sudut pulau ini Anda bisa menemukan rumah ibadah umat Hindu, berdiri megah seolah-olah melindungi Pulau Dewata ini. Doa dilantunkan, sajen disembahkan, sungguh pemandangan yang menyejukkan jiwa.

Pulau favorit para wisatawan ini tak pernah berhenti menawarkan hiburan bagi para wisatawan. Membuai dengan keelokan alam, membuka wawasan mengenai keragaman seni dan budaya, dan yang tak kalah penting menyucikan dengan kekayaan spiritual masyarakat setempat.

JUMAT. Berlokasi di Kabupaten Gianyar, yang berjarak kurang kebih 36 km dari ibu kota Denpasar, Pura Tirta Empul, menyimpan kesejukan tersendiri bagi masyarakat Bali. Selain sebagai salah satu lokasi suci umat Hindu, pura ini juga merupakan salah satu situs peninggalan sejarah di Bali. Nama Tirta Empul memiliki arti air yang menyembul keluar dari dalam tanah. Pura ini diperkirakan dibangun sejak zaman raja Chandra Bhayasingha dari dinasti Warmadewa.

Di dalam Pura Tirta Empul ini, terdapat dua kolam besar dengan puluhan pancuran, yang dipercaya oleh masyarakat setempat, bahwa air yang dikucurkan mampu menyucikan diri dari sikap buruk. Tapi tempat ini terlarang bagi wanita yang sedang datang bulan.

Oya bagi Anda yang ingin memasuki pura, jangan lupa untuk mengenakan pakaian sopan yang menutupi lutut, atau anda bisa mengenakan kain yang disediakan.

Selesai membersihkan jiwa, kemudikan kendaraan Anda menuju Ubud untuk memanjakan diri di tengah kerimbunan hutan.

Terinspirasi dari nama lembu Dewa Siwa, Nandini Bali Jungle Resort and Spa menghadirkan konsep menginap di dalam hutan, cocok bagi Anda yang mencintai ketenangan dan keasrian. Sedikit butuh perjuangan untuk menemukan resort ini, tapi dijamin begitu Anda memasuki kamar Anda, hard to find hard to leave.

Salah satu keunggulan yang dihadirkan oleh Nandini Bali Jungle Resort and Spa adalah spa di pinggir anak Sungai Ayung. Uniknya lagi spa bagi pria dilakukan di atas batu dan bagi wanita, kita bisa merasakan sensasi spa di atas pasir. Merdunya suara sungai, sejuknya udara, bercampur pijitan lembut membuat lelah penerbangan Jakarta-Denpasar selama hampir 2 jam terbayar sudah.

Tapi untuk menikmati semua itu, Anda harus menaklukkan 200 anak tangga. Jangan khawatir, pijatan refleksi di kaki oleh para terapis akan menambah relaksasi Anda.

Oya sembari membersihkan tubuh dari sisa-sisa lulur yang menempel, boleh loh Anda mengucap keinginan di pancuran mata air anak Sungai Ayung. Masyarakat setempat percaya, ini adalah aliran mata air suci yang niscaya mampu mengabulkan doa-doa kita. Boleh percaya boleh tidak. Cukup mengeluarkan biaya Rp 3.000.000 hingga Rp. 3.500.000 untuk mendapatkan semua fasilitas dan kenyamanan tersebut.

SABTU. Saat matahari Bali masih terlelap, cobalah untuk tidak membangunkannya, dan bergegaslah bergerak menuju daerah Karangasem. Lokasi dimana keindahan Selat Lombok bersanding dengan kemegahan Gunung Sraya. Dalam hitungan 2 jam dari Nandini Resort, Anda pun akan tiba di Taman Soekasada Ujung.

Taman Soekasada Ujung yang juga dikenal sebagai Istana Air Ujung atau Taman Ujung adalah peristirahatan bagi keluarga kerajaan serta tempat menjamu tamu kerajaan. Tapaki anak tangga bale kapal, dan Anda akan menyaksikan keindahan terbitnya matahari Bali.

Malu-malu tapi mau, cahaya mentari menyinari keindahan Taman Ujung yang telah berdiri sejak tahun 1919 pada masa keemasan Raja Karangasem, I Gusti Bagus Jelantik. Sungguh ciptaan yang begitu dahsyat.

Sesuai dengan namanya Istana Air Ujung, maka di tempat ini terdapat 3 kolam utama yang besar dan luas. Kolam Bale Kambang, kolam Bale Gili, dan Kolam Dirah. Tak lupa bangunan-bangunan cantik ikut menghiasi komplek istana seluas 9 hektar ini. Suasana yang sejuk, membuat taman seluas 9 hektar ini cocok bagi yang ingin bersantai bersama sahabat atau olahraga pagi. Oya, bagi yang ingin mampir sekadar melantunkan doa, bisa mengunjungi Pura Manikin yang ada di dalam kompleks istana.

Di tengah kolam paling utara terdapat bangunan utama yang dihubungkan oleh dua buah jembatan. Bale Gili namanya. Jika Anda ingin melihat koleksi foto kerajaan, di sini tempatnya. Di satu sisi kolam juga terdapat bangunan yang digunakan untuk menikmati keindahan taman sekitar, Bale Bengong. Konon Bale Bengong digunakan oleh raja untuk menikmati taman sambil berkhayal.

Jika yang Anda suka dari Bali adalah wisata pantainya, selagi masih berada di kawasan timur bali, mari kita tengok sebaran pantai berpasir hitam di wilayah Desa Prasi.

Namun, masih banyak yang belum tahu keindahan pantai yang terdapat di Desa Prasi, Kabupaten Karangasem ini. Di antara sebaran pantai berpasir hitamnya, ada satu pantai yang berbeda, Virgin Beach adalah satu-satunya pantai berpasir putih. Apa yang identik dengan namanya ya? Virgin Beach, ehmm…

Perjalanan menuju Virgin Beach memang butuh sedikit perjuangan. Tapi setibanya Anda di sini, dijamin, infrastruktur jalanan yang tidak terlalu bersahabat, rambu jalan yang kurang akurat, bukanlah kendala yang berarti.

Pantai yang menjadi destinasi turis bule ini memiliki banyak nama. Penduduk sekitar menyebutnya pasir putih atau Pantai Prasi. Sedangkan para turis memberikan nama Virgin Beach untuk pantai ini. Jadi jangan heran jika tak banyak warga lokal tahu keberadaan Virgin Beach. Mungkin kata virgin merujuk pada kondisi pantai yang masih, bersih, air yang bening, ombaknya yang bersahabat, pantai yang belum tersentuh sampah dan tangan jahil para wisatawan tak bertanggung jawab.

Rasanya bisa membuat Anda jatuh cinta pada kunjungan pertama. Berenang bersama dengan anjing kesayangan, snorkeling, ataupun sekadar berjemur, menjadi pilihan favorit para wisatawan di Virgin Beach.

Oya, dikarenakan kondisinya yang masih perawan, listrik pun belum masuk di pantai ini. Tapi untuk masalah makan an, jangan khawatir. Tersedia sederetan rumah makan yang menawarkan menu masakan yang membuat Anda tak bisa menahan air liur.

MINGGU. Pulau dewata menawarkan beragam pilihan cara untuk menikmati hari-hari libur para wisatawan. Bali dan wisata air adalah dua kata yang tak terpisahkan. Silahkan menuju tanjung benoa yang menginginkan rekreasi air nan seru. Bersama dengan Bali Marine Recreation, habiskan minggu, di Tanjung Benoa, bermain banana boat.

Selain itu, yang patut Anda coba juga adalah Bali Ocean Walker. Berjalan di bawah laut. Huuuu… tak terbayangkan betapa serunya. Jangan abaikan petunjuk yang diberikan oleh instrukstur tentang sandi-sandi yang harus Anda gunakan selama di dalam laut.

Untuk memulai perjalanan di laut, Anda akan diberi pemberat di pinggang sebesar 5 hingga 7 kg dan di kaki seberat 1,5 kg. Dan yang tak kalah penting helm oksigen yang wajib anda gunakan, hati-hati yah saat menggunakan, beratnya mencapai 38 kg. saat berada di dalam laut. Biaya berjalan di dalam laut Bali ini adalah Rp 700.000.

Ada satu lagi permainan yang wajib dijajal, saat berkunjung ke bali marine recreation, wake boarding. Berdiri di sebilah papan layaknya peselancar, dan ditarik dengan jetski berkecepatan tinggi. Kekuatan kaki dan keseimbangan menjadi modal utama dalam permainan dengan biaya Rp 200.000 ini.

Sebelum meninggalkan Bali Marine Recreation dan Tanjung Benoa, jangan lupa membuat body spray tattoo seharga Rp 50.000 sebagai kenang-kenangan. Pilih gambar favorit Anda, dan voila tak sampai 5 menit tubuh anda telah dihiasi tattoo nan cantik

Surga Hijau Berjarak 3 Jam Perjalanan Dari Jakarta

Sejauh mata memandang tampak pohon tinggi nan rimbun. Kemudian di antaranya terhampar rumput hijau dengan latar Gunung Gede Pangrango. Di bagian lain, air terjun kecil mengalirkan air yang jernih, berkelok-kelok membelah deretan pohon Sakura yang masih malu untuk mekar.

Kebun Raya Cibodas, Selasa (22/5), menyajikan pemandangan yang sungguh indah. Cuaca cerah dengan sinar mentari terik bertemu kesejukan hawa gunung. Seorang laki-laki dan perempuan menghamparkan terpal di atas rumput lalu merebahkan badan. Mereka bercengkerama, menikmati keteduhan naungan pohon besar yang menghalangi sinar matahari.

Buat mereka yang bersantai di kebun raya yang secara administrasi berada di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, itu waktu terasa berlalu dengan perlahan. Cibodas memikat hati orang-orang dari banyak daerah, bahkan dari luar Indonesia.

”If paradise still exist on earth, Cibodas must have been part of it” (seandainya masih ada surga di bumi ini, maka Cibodas pastilah bagian daripadanya). Begitu komentar Dr FW Went 1903, ahli fisiologi tumbuhan kelahiran Belanda tahun 1903 yang pernah bermukim di Indonesia, seperti kerap dikutip dalam aneka situs perjalanan.

Penilaian Went tidak berlebihan. Hal itu bisa dirasakan ketika mengunjungi Kebun Raya Cibodas. Kawasan ini menyajikan keindahan alam dan kesejukan udara yang melenakan. Cocok untuk liburan bersama keluarga sambil mengenal kekayaan alam Sang Pencipta.

Lelah dan penat berkendara karena kepadatan arus lalu lintas sepanjang jalur Puncak terbayarkan. Perhatian akan beralih pada hamparan perdu, rerimbunan pohon, sungai, air terjun, jalan berbatu, taman lumut, dan danau-danau bersih.

Membasuh muka dengan aliran air Curug Cibogo yang dingin dan jernih, yang mengalir di antara taman sakura, sungguh menyegarkan. Berikutnya pengunjung bisa menikmati pemandangan akar-akar pohon yang mencakar bumi, berdiri kokoh memanjang mulai dari Wisma Tamu.

”Pohon ini sudah ada sejak tahun 1800-an,” kata Tatang dari humas Kebun Raya Cibodas seraya menunjuk jajaran pohon Araucaria.

Dibuka 1852

Kebun Raya Cibodas, yang berada di area seluas 84,99 hektar, dibuka pada 11 April 1852 oleh Johannes Ellias Teijsmann, warga negara Belanda. Lokasi kebun raya, sekitar 100 kilometer dari Jakarta, bisa ditempuh dengan waktu sekitar 3 jam jika arus lalu lintas tidak padat. Namun, di akhir pekan, waktu tempuh bisa jauh lebih lama karena antrean kendaraan di jalur Puncak.

Kebun Raya Cibodas berbatasan langsung dengan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango pada ketinggian 1.300 meter sampai 1.425 meter dari permukaan laut. Kebun raya ini memiliki koleksi 1.293 jenis tanaman, 144 jenis lumut, 734 jenis biji-bijian, dan 1.826 herbarium. Selain untuk tujuan wisata, kebun ini juga berfungsi sebagai tempat konservasi, penelitian, dan pendidikan lingkungan.

Tidak hanya keindahan lanskap, kebun raya ini menyajikan keindahan lengkap. Pengunjung dapat menikmati Taman Rhododendron yang berisi koleksi dari Indonesia, Jepang, dan China. Di dekat Curug Cibogo, terdapat taman sakura yang dilengkapi koleksi dari Himalaya. Jika Anda ingin melihat bunga ini mekar, datanglah pada bulan Januari sampai Februari atau bulan Agustus sampai September. Ketika mengunjunginya, Selasa lalu, beberapa kuntum bunga mekar terlihat.

Sentuhan tangan kreatif melengkapi keindahan alami berupa jalan air, taman lumut, dan jalan berbatu. Di samping taman lumut, ada koleksi bunga bangkai hasil eksplorasi di Jambi tahun 2000.

”Tempatnya sejuk dan indah, kami senang di sini,” kata Nunung (18), siswi SMA PGRI Tangerang Selatan, setelah membasuh muka dari aliran air Curug Cibogo.

Selain indah, kawasan ini relatif bisa dijangkau semua kalangan karena tiket masuk yang murah. Bagi Anda yang tertarik bermalam di kawasan ini, pengelola menyediakan penginapan tidak jauh dari taman lumut dan pepohonan yang menjulang tinggi.

Ada dua wisma tamu dengan lima kamar tidur dan sembilan kamar tidur yang bisa disewa per kamar atau keseluruhan dengan biaya Rp 250.000-Rp 2.250.000. Wisma tamu itu merupakan renovasi dari bangunan kuno peninggalan masa kolonial Belanda.

Menyelami Gaya Hidup Urban Di 101 Legian

Bali memang tak pernah tidur. Kini, hadir lagi The 1O1 Legian, hotel baru yang bakal kian meramaikan pilihan akomodasi pariwisata di Pulau Dewata ini.

Proyek percontohan The 1O1 yang dikembangkan oleh PHM Hospitality untuk pasar menengah premium yang chic dan trendi ini, didesain untuk para pelancong bisnis dan wisatawan.

Berlokasi di pusat Legian Bali, The 1O1 Legian merupakan hotel bintang tiga premium yang mengusung konsep New Urban Legian. Dengan total 197 kamar yang dirancang dengan sentuhan Modern Minimalis, seluruh kamar yang dilengkapi TV LCD, AC VRV, shower air panas, dan akses Internet Wi-Fi ini, menyajikan kenyamanan tersendiri.

Sebagai salah satu tujuan terbaru di kawasan Legian, The 1O1 Legian mencoba menyajikan segala kemudahan bagi para tamunya. Di antaranya, menyediakan Bar Cocktail Sunset yang unik, atau Rooftop Dine & Lounge, pilihan tempat bersantai di area terbuka yang menyuguhkan panorama Legian berikut suasana pantainya yang tak sepadat Kuta.

Suasana Rooftop Dine & Lounge yang memendarkan warna biru di saat malam tiba, menciptakan eksotisme tersendiri. Acara makan malam dan aktivitas di lounge musik yang dimulai pada saat matahari terbenam (sunset) dan berakhir hingga tengah malam, menyuguhkan pengalaman yang berkesan. Berbagai minuman, seperti koktail, bir, dan wine plus aneka makanan ringan juga tersaji untuk menemani malam panjang Anda.

Selain itu, The 1O1 Legian juga memiliki satu bar di lobi dan sebuah kolam renang di lantai atas (sky pool), yang dilengkapi area untuk berjemur sinar matahari atau sky deck.

Brand The 1O1 adalah perintis untuk gaya hidup yang chic dan trendi dan berlokasi di daerah perkotaan, urban, dan resor yang legendaris. Diharapkan bisa menjadi pilihan ideal bagi wisatawan yang berjiwa muda, yang ingin menjadi bagian dari sesuatu yang “happenings”. The 1O1 memiliki konsep smart stylish experience dan a smart-stylish value for money, maka para tamu akan mendapatkan layanan yang sepadan dari sisi produk, pelayanan, dan komitmen yang diberikan.

PHM Hospitality adalah penyedia jasa konsultasi dan manajemen hotel yang sedang berkembang, menyediakan produk-produk terbaru yang inovatif untuk hotel dan resor di Indonesia. PHM Hospitality merupakan bagian dari Panorama Group

Masa Terbaik Untuk Melakukan Pendakian Ke Gunung Rinjani

Kabut tipis turun di Danau Segara Anak, Lereng Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat, Rabu pagi pekan lalu. Tak berapa lama, kabut pun mulai menghilang digantikan siraman mentari pagi yang membentuk tirai-tirai tipis. Puluhan pendaki Gunung Rinjani yang malamnya mendirikan tenda di pinggir danau pun mulai sibuk mengabadikan pemandangan ajaib itu.

“Sungguh indah pemandangan Danau Segara Anak pagi ini,” kata Habibur Rahman Novan, 30 tahun, pendaki asal Probolinggo, Jawa Timur, saat mengabadikan momen itu dengan kamera sakunya.

Bagi Habibur, ini adalah kedua kalinya ia mendaki gunung tertinggi nomor tiga di Indonesia ini. Ia pun sudah mencapai puncak gunung dengan ketinggian 3.726 mdpl sehari sebelumnya.

Gunung Rinjani memang menawarkan petualangan dan pemandangan yang cukup lengkap. Pendaki biasanya memulai pendakian dari Jalur Sembalun dengan melintasi padang savana yang cukup panjang.

Setelah itu, pendaki harus melintasi Bukit Penyesalan untuk mencapai Plawangan Sembalun. Dinamakan Bukit Penyesalan karena trek bukit ini cukup menanjak. Fisik dan mental pendaki menjadi kunci agar bisa sampai di Pos Plawangan Sembalun. “Biasanya, pendaki akan mengucapkan kata-kata penyesalan saat mendaki bukit ini. Meskipun tahun depannya justru mereka akan kembali ke sini lagi,” kata Habibur.

Selesai dengan Bukit Penyesalan, pendaki akan sampai di Plawangan Sembalun. Dari pos inilah, pendaki bisa memulai pendakian menuju puncak Gunung Rinjani.

Di puncak Rinjani, pendaki bisa melihat Gunung Tambora, Agung, dan Ijen. Ditambah lagi dengan pemandangan awan yang sayang untuk dilewatkan. “Selama empat bulan ke depan, merupakan masa terbaik untuk mendaki Rinjani,” kata Dika, 27 tahun, salah satu porter yang biasa menemani pendaki.

Selain tak ada hujan, kata Dika, awal musim kemarau ini juga memperlihatkan langit biru yang cukup bersih. Ia menyarankan agar pendaki membawa alat pancing untuk mengail ikan di Danau Segara Anak.

Taufik, petugas Pos Sembalun yang menjaga Taman Nasional Gunung Rinjani, mengatakan, setiap bulannya, sekitar 9.000 pendaki datang ke gunung itu. “Tiga ribu di antaranya merupakan pendaki dari luar negeri,” katanya.

Ia mengatakan bulan ini hingga tiga bulan ke depan merupakan waktu terbaik mendaki Rinjani. Sejumlah biro perjalanan wisata juga tengah sibuk-sibuknya melayani jasa penyediaan porter untuk para pendaki.

Menikmati Weekend Di Water World Mekassari Amazing Tourism Park

Thanks God it’s weekend. Bagi Anda warga Jabodetabek yang menginginkan suasana baru untuk melepas penat, sekarang tersedia alternatif lokasi liburan yang tak jauh dari tempat tinggal Anda. Mekarsari Amazing Tourism Park.

Penasaran bagaimana rasanya bermalam di box container atau tak sabar mencoba seluncuran setinggi 15 meter? Ayo berlibur ke Mekarsari Amazing Tourism Park. Tapi sebelumnya, lirik dulu rencana perjalanan ala tim Weekend Yuk, Kompas TV.

JUMAT. Tol Cibubur yang ramai lancar akan menemani perjalanan anda selama menuju Mekarsari Amazing Tourism Park. Tepat di Jalan Raya Jonggol, Cileungsi kilometer tiga, belok kanan dan temukan gerbang Mekarsari Amazing Tourism Park.

Fasilitas terbaru yang harus anda coba adalah The Cabin. Konsep penginapan terbaru dari Mekarsari Amazing Tourism Park,yang menyulap box container seluas 4×3 meter menjadi kamar-kamar cantik di pinggir danau Mekarsari.

Menjelang sore, berkeliling perkebunan buah menggunakan sepeda atau tutuk bisa menjadi cara yang asik dan menyehatkan untuk melewati hari Anda. Gurihnya ayam dan ikan bakar dengan resep rahasia, menjadi teman yang pas untuk santap malam Anda bersama keluarga dan sahabat.

SABTU. Keesokan harinya bersiaplah menjadi raja. Dengan menggunakan kereta kencana ala Mekarsari Family Train, Anda akan diajak berkeliling Mekarsari Amazing Tourism Park. Salah satu kegiatan yang menjadi favorit pengunjung adalah Greenland Tour. Belajar menanam dengan teknik tabulampot hingga mencicipi manisnya buah-buahan Mekarsari, akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

Jangan lupa untuk menikmati suasana sore hari di Mekarsari Amazing Tourism Park dengan bersantai di perahu naga. Anda akan diajak berkeliling danau seluas 27 hektar.

MINGGU. Hari Minggu menjadi hari yang pas untuk menyegarkan diri Anda di wahana air terbaru Amazing Water World Mekarsari. Berenang santai di lazy pool, merasakan sensasi diguyur ember raksasa, sampai menguji nyali Anda di wahana body slide. Semuanya hanya bisa Anda dapatkan di Mekarsari Amazing Tourism Park.

Menikmati Pariwisata Di Yogyakarta Dari Desa Tembi Bantul

Yogyakarta memang surga bagi pemburu barang kerajinan, baik yang murah meriah, sampai yang sangat mahal karena kesempurnaan detailnya. Tapi, tahu kah Anda dari mana asal semua barang itu?

Libur akhir pekan kali ini sempatkan diri Anda untuk berkunjung ke Desa Tembi, sebagai salah satu produsen souvenir di Yogyakarta. Terletak di Kabupaten Bantul, selain menawarkan hasil kerajinan yang unik, Anda pun bisa berwisata budaya di Desa Wisata Tembi. Sejenak menjauh dari hiruk pikuk, kita bisa menyatu dengan alam, dan keramahtamahan yang kental khas pedesaan. Masakan kuno khas Jawa pun sudah menanti Anda di Tembi.

Jangan lupa untuk bergeser ke desa tetangga di Gunung Kidul untuk melihat keindahan stalagtit dan stalagmit di Goa Pindul.

JUMAT. Anda ingin mencari produk kerajinan yang berbahan dasar ramah lingkungan? Desa Tembi lah tempatnya. Para penduduk setempat mengolah daun pandan menjadi kerajinan yang cantik seperti kotak tissue, tempat pensil, keranjang cucian, figura, tempat aksesoris, tas, dan masih banyak lagi. Salah satu artshop yang bisa anda pilih adalah Sentono Handycraft.

Jangan hanya mampir untuk memborong, di Sentono handycraft, Anda pun bisa ikut membuat langsung kerajinan yang hendak Anda pulang. Tak perlu khawatir salah, karena Anda akan ditemani perajin yang sangat berpengalaman. Selain meyediakan hasil kerajinan yang ramah lingkungan, terdapat juga kain-kain batik yang rugi jika tidak diborong.

Souvenir sudah, sekarang mari cicipi masakan khas jawa. Restoran yang patut Anda kunjungi adalah Pulo Segaran, yang terdapat di kompleks Tembi Rumah Budaya. Restoran ini menyediakan makanan yang resepnya mengikuti resep dalam Serat Chentini. Sebuah naskah kuno Jawa yang berisi rangkuman resep kuliner dari pelosok tanah Jawa. Oseng emprit, bajing goreng dan opor angsa akan menemani santap siang Anda.

Malam harinya anda bisa bergabbung bersama dengan masyarakat setempat untuk berlatih kesenian khas Tembi yaitu Bangbung. Kesenian dari bambu ini, menjadi tradisi warga desa yang masih terus dipelihara sejak tahun 1956. Warga setempat, biasanya berlatih pada malam-malam sebelum pertunjukan atau latihan rutin untuk suatu perayaan desa.

SABTU. Bermandikan sinar matahari, dan hijaunya peepohonan, akan menyambut pagi Anda di desa wisata Tembi. Bagi Anda yang memutuskan menetap di desa Tembi, jangan khawatir, tersedia banyak penginapan di Tembi, mulai dari homestay hingga lounge khas Jawa yang dikelilingi dengan persawahan. Salah satunya adalah Bale Inap Tembi Rumah Budaya.

Cukup dengan kocek Rp 425.000 hingga Rp 698.000 Anda bisa merasakan sensasi menginap di rumah jawa limasan dengan atmosfir penginapan kental dengan kekayaan budaya jawa.

Bale Inap Tembi Rumah Budaya ini adalah bagian dari Tembi Rumah budaya yang merupakan rumah dokumentasi dan informasi sejarah juga budaya jawa serta wadah bagi kreativitas penduduk tembi dan sekitarnya.

Semua serba-serbi masyarakat Jawa bisa Anda temukan di sini, peralatan dapur, persenjataan masyarakat jawa, alat musik tradisional khas Jawa sampai kamar tidur khas Jawa. Oya, untuk menikmati koleksi museum Madyosuro ini Anda tidak dipungut biaya sepeser pun, namun tangan jangan jahil yaaa.

Tepat di depan museum madyosuro Anda bisa menemukan jajaran topeng-topeng cantik ala pewayangan Panji Asmorobangun. Proses pembuatan yang rumit dan hasil akhir yang begitu menawan, rasanya wajar saja jika satu buah topeng dihargai hingga jutaan rupiah.

Jika beruntung, di kala sore Anda bisa menyaksikan sekumpulan anak-anak kecil nan lucu yang dengan luwes berlatih tari. Sore Anda pun akan semakin sempuran ditemani dengan alunan musik campur sari jawa yang dibawakan masyarakat setempat.

MINGGU. Hari terakhir Anda di Yogya, jangan buru-buru mengemasi barang Anda. Hanya dengan menempuh waktu 2 jam, arahkan kendaraan Anda ke daerah Gunung Kidul. Daerah Gunung Kidul dikenal sebagai daerah yang gersang dan sulit air lantaran kontur geografisnya berupa perbukitan kapur. Namun belakangan, bukit-bukit kapur itu menjadi salah satu tujuan destinasi wisatawan penyuka wisata alam.

Di antara bukit-bukit kapur tersebut terdapat gua-gua dengan sungai di dalamnya. Fenomena alam ini sangat menarik untuk disusuri, salah satunya adalah Goa Pindul. Untuk dapat masuk dan menikmati keindahan stalagmit dan stalagtit di Goa Pindul, kita harus menggunakan ban pelampung sebagai kendaraan pribadi kita.

Cara ini dikenal dengan nama cave tubing, atau kombinasi antara rafting dengan caving menggunakan ban pelampung. Alas kaki yang tahan air juga dibutuhkan saat tubing. Walaupun bertubing aman, tetap utamakan keselamatan, jangan lupa mengenakan jaket pelampung Anda.

Untuk mencapai mulut goa Anda harus berjalan kaki 15 menit lamanya. Goa yang diresmikan sebagai tempat wisata pada tanggal 4 oktober 2010 ini memiliki sungai di dalamnya dengan kedalaman 5 hingga 8 meter, dan panjang goa sekitar 350 meter. Dan goa pindul ini terbagi menjadi 3 zona, zona terang, zona remang, dan zona gelap abadi.

Di dalam goa terdapat stalagmit yang dipercaya masyarakat sekitar, mampu memberikan keperkasaan bagi pria yang bisa memegangnya. Oyaa bagi wanita, ada juga loh stalagtit air mutiara, yang konon katanya air dari stalagtit ini bisa memberikan kesuburuan, kecantikan dan enteng jodoh. Boleh percaya boleh tidak.

Nah masih ada satu lagi keajaiban alam di Goa Pindul. Coba pukul dan dengar suara yang dihasilkan stalagtit tersebut. Dikenal dengan nama batu gong karena mampu mengeluarkan suara layaknya gong.

Setibanya di ujung goa, batu dengan tinggi 3 meter telah menunggu Anda yang ingin meloncat dan berenang di sungai Goa Pindul. Berkunjung ke Yogya rasanya belum afdol jika Anda tidak memenuhi tas Anda dengan bakpia pathuk sebagai buah tangan. Bakpia beraneka rasa dan beragam oleh-oleh khas Yogya lainnya siap Anda borong hanya di Bakpia Djava

Pariwisata Belitung Masih Sulit Karena Kurang Pesawat dan Hotel

Sejak film dan novel Laskar Pelangi meraih ketenaran di kalangan masyarakat Indonesia, Belitung pun mendapatkan dampak dari hal ini. Tiap tahunnya, semakin banyak wisatawan yang datang ke Belitung. Di akhir pekan, jumlah wisatawan yang datang mencapai puncaknya.

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Belitung Induk, Jas Agung Hariadi, turis yang hendak ke Belitung di akhir pekan sebaiknya telah mendapatkan hotel dan tiket pesawat sebelum berangkat.

“Ke Belitung di hari Jumat, Sabtu, Minggu, pastikan dapat hotel dan tiket pulang, karena biasanya susah carinya. Apalagi seperti bulan Mei ini sampai Juli saat liburan sekolah, agak sulit cari hotel,” ungkapnya di Tanjung Pandan, ibu kota Belitung Induk, Jumat (4/5/2012).

Ia mengakui jumlah kamar hotel di Belitung masih terbatas, jika dibandingkan turis yang semakin banyak datang ke Belitung. Selain keterbatasan kamar hotel, lanjut Jas, adanya kendala keterbatasan kapasitas pesawat terbang.

“Tahun 2010 kedatangan wisatawan sebanyak 50.000. Pada 2011, 83.000 orang. Target kami tahun ini 100.000,” katanya.

Jas menjelaskan, di Belitung sudah ada enam hotel berbintang. Dalam waktu dekat, Aston akan meresmikan hotel dengan kapasitas 140 kamar. Selain itu, Aerowisata juga tengah membangun resor.

“Sejak pariwisata meningkat, banyak yang buat homestay di Tanjung Pandan atau dekat obyek wisata,” tutur Jas.

Sementara itu, untuk pesawat terbang rute Jakarta-Tanjung Pandan sebanyak lima kali penerbangan dalam sehari. Hanya saja, menurut Jas, sering kali pelancong asal Jakarta tak bisa membedakan Tanjung Pandan dengan nama daerah lain.

“Banyak yang nyasar ke Pangkal Pinang (Bangka) dan Tanjung Pinang (Kepulauan Riau). Ada 5 flight sehari. Sriwijaya empat kali, Batavia satu kali. Ini menggunakan pesawat Boeing 737,” ungkapnya.

Kabupaten Belitung mengalami pemekaran pada tahun 2000 menjadi Kabupaten Belitung Induk dan Kabupaten Belitung Timur. Menurut Jas, pihaknya bekerja sama dengan Belitung Timur untuk melakukan pengembangan di sektor pariwisata.

“Sebab, sektor pariwisata menjadi salah satu sektor ekonomi unggulan, selain perikanan dan kelautan, dan perhubungan,” tuturnya.

Jas mengatakan, pihaknya masih mengandalkan wisata bahari dengan pantai-pantai kecilnya. Salah satu ikon wisata adalah mercusuar peninggalan Belanda di Pulau Lengkuas.

“Mercusuar dibangun tahun 1882 oleh Belanda dan masih aktif. Perjalanan menuju Pulau Lengkuas 30 menit dan sepanjang jalan akan melihat pulau kecil dan pulau pasir,” jelasnya.

Selain itu, tempat wisata favorit lainnya adalah Tanjung Tinggi. Jas juga menuturkan, wisata kuliner menjadi salah satu fokus pengembangan pariwisata. Pada Jumat (4/5/2012), diresmikan pusat wisata kuliner makanan khas Belitung di terminal bus.

“Siang terminal bus, malam pusat kuliner. Kuliner khas Belitung seperti gangan dan mi rebus,” ungkapnya.

Potensi lainnya adalah wisata budaya. Sebab, masyarakat Belitung merupakan multietnis. Sehingga, banyak kesenian budaya di Belitung berasal dari daerah-daerah lain, selain juga kesenian asli Belitung.

Lima Siswi Pingsan Dan Kerasukan Setelah Masuk Rumah Setan Indonesia Di D’Mall Lantai 2

Lebih dari lima orang pingsan setelah masuk masuk ke Rumah Setan Indonesia (RSI). Bahkan satu di antaranya mengalami kerasukan setelah beberapa saat pingsan di RSI tersebut, D’Mall Lantai II, Jalan Margonda Raya Depok, Sabtu Malam, 28 April 2012.

Putri Rahmawati, 16 tahun, pingsan dan kerasukan setelah lari keluar dari pintu RSI. Siswi kelas 1 SMA Budhi Warman II, Kalisari, Pasar Rebo, ini berteriak histeris dengan mata melotot kepada teman-temannya. Putri datang bersama 14 orang teman kelasnya. “Padahal dia pernah masuk ke sini minggu lalu dan pingsan,” kata teman Putri, Ibnu Panji, 16 tahun, kepada Tempo di RSI, Sabtu, 28 April 2012.

Putri langsung dibopong oleh petugas RSI dan teman-temannya ke tempat yang sudah disediakan. Menurut Ibnu, mereka sengaja datang ke D’Mall tersebut untuk mencoba RSI. “Kami tahu karena ditempel di dinding mading sekolah,” katanya.

Ibnu sendiri baru pertama kali masuk RSI. Ia mengaku ruangan RSI memang gelap dan lorongnya berliku-liku. Mereka yang berjalan tiba-tiba digodain oleh berbagai setan gadungan. “Yang seram suara dan baunya. Jadi kaget,” katanya.

Senasib dengan temannya, Ela Kritiawati, 16 tahun, dan Anfiani Dwihapsari, 16 tahun, juga menangis dan pingsan dikejar keluar oleh para hantu gadungan itu. Mereka siuman sekitar 10 menit pingsan. “Setannya pada narik-narik dan keluarin suara,” kata Ela.

Warga Cibubur, Rt 09/ 5, ini mengaku tobat masuk rumah penuh kuntilanak dan pocong itu. Ia pun berharap para setan gadungan dalam RSI tidak berlebihan dalam menggoda. “Kalau bisa nakutin aja, jangan colek dan narik-narik,” katanya.

Petugas keamanan D’Mall Depok, Faizal Hirnima, mengatakan pelanggan yang pingsan dan sakit akan ditangani langsung oleh awak RSI. Faizal mengklaim kejadian seperti itu sudah dijamin oleh pihak RSI tersebut. “Biasanya mereka punya kru khusus,” katanya.

Sementara dari pengelola RSI, Gito, 47 tahun, mengklaim pihaknya memiliki sekitar tujuh kru untuk menangani yang sakit. Mereka yang sakit akan langsung mendapat perawatan khusus. Gito juga mengaku memang target mereka adalah pelanggannya histeris dan pingsan. “Target kami memang pingsan, kalau biasa saja tidak menarik,” katanya.

Dari pantauan, di atas pintu masuk RSI memang ada tulisan berupa imbauan agar yang memiliki penyakit khusus, seperti jantung, tidak diperkenankan masuk. Suasana RSI malam ini juga ramai. Ratusan orang mengantre untuk mendapatkan jatah melewati ruang-ruang RSI dan dipermainkan oleh hantu gadungan. “Bayarannya pada hari biasa Rp 10 ribu per orang. Sedangkan Sabtu dan Minggu Rp 15 ribu,” kata Gito.

Sate Ikan Marlin Masakan Khas Lombok Di Gili Trawangan

Pada jamuan makan malam yang digelar Gili Jazz di Gili Trawangan, Lombok, Senin (23/4/2012) lalu, hidangan sate ikan marlin khas Tanjung menjadi menu utama yang sayang untuk dilewatkan.

Sebelum dihidangkan, ketika sate buatan pasangan suami istri Artiman dan Nur Santen tersebut masih dipanggang dengan arang batok kelapa, belum apa-apa wanginya sudah menerbitkan selera makan.

Menurut Artiman, sate ikan marlin buatannya itu cukup istimewa. “Biasanya dari ikan cakalang, tapi kami memakai ikan marlin yang kira-kira berat per ekornya 40 kilogram,” ujar Artiman yang mematok harga Rp 10.000 untuk lima tusuk satenya.

Untuk menciptakan rasa gurih dan menambah selera, Artiman dan Nur Santen meracik bumbu sederhana yang dioleskan di atas satai sebelum dipanggang. “Pertama pisahkan daging dari tulangnya, terus potong kecil-kecil. Setelah itu kasih bumbu dari santan yang diayak, lengkuas, jahe, dan kemiri,” papar Artiman.

“Rahasia supaya harum, saya kasih perasan daun jeruk nipis,” lanjutnya.

Sebelum dikenal luas di Lombok, sate ikan tersebut konon berasal dari Kampung Kandang Kao tempat kelahiran Nur Santen. “Ini asli dari kampungnya Ibu (Nur Santen). Jadi orangtua dulu enggak setiap hari bikin begini, hanya hari lebaran yang dihidangkan di masjid-masjid. Lama-lama banyak yang berminat, jadi dibawalah ke luar,” kisah Artiman.