Category Archives: Sistem Pertahanan

TNI AU Robohkan dan Sita Rumah Dinas Para Purnawirawan Di Halim

Setelah mengeksekusi rumah purnawirawan di Depok dan Bekasi, Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara masih akan melakukan eksekusi terhadap 46 rumah lagi. Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama TNI Azman Yunus, memastikan eksekusi rumah itu dilakukan secara damai.

“Targetnya tergantung nanti. Kita imbau dulu lagi dengan senang hati, lapang dada, supaya mereka (purnawirawan) ikhlas rumah dinas ditempati prajurit baru yang masih aktif,” kata Azman di lokasi eksekusi, Selasa, 4 Desember 2012.

Tadi pagi, TNI-AU mengeksekusi paksa tujuh rumah di Kompleks Dwikora TNI AU, Cilangkap, Tapos, Depok, dan di lahan yang ditempati Kapten TNI-AD (Purn) Suwarno, Jalan Raya Pondok Gede Nomor 39 RT 02 RW 01, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi.

Komplek Dwikora berdiri di atas 5 hektare tanah sejak 1961. Terdiri dari satu RW dan empat RT dengan 114 rumah. Sejak 2003, sengketa tanah dan bangunan antara warga dan TNI AU aktif dimulai. Sebanyak 35 purnawirawan memilih untuk menyerahkan secara sukarela rumah mereka. Sedangkan yang lainnya meninggalkan rumah secara bertahap. Sepanjang 2012 ini, sudah belasan rumah yang dikosongkan oleh TNI.

“Kami mengimbau pada pendahulu (agar keluar rumah dinas), karena penerusnya masih banyak yang aktif,” kata Azman. Dia mengatakan, eksekusi dilakukan subuh tadi karena para purnawirawan berkukuh tidak mau pindah. Padahal TNI AU telah melayangkan surat agar pengosongan rumah dilakukan sampai 30 November 2012.

Azman mengklaim pihaknya sudah mencatat bahwa para purnawirawan itu memiliki rumah di tempat lain. Bahkan, mereka punya rumah yang disewakan. “Kita imbau tidak diindahkan, padahal masih banyak prajurit aktif yang tidak memiliki tempat tinggal,” ujar Azman.

Rumah yang dikosongkan adalah satu rumah di RT 4, empat rumah di RT 3, satu rumah di RT 2, dan satu rumah di RT 1. Setelah mengeluarkan barang, tentara langsung mengangkutnya memakai truk. “Barang-barang itu akan dibawa ke rumahnya yang lain,” katanya.

Kendaraan berat milik Pangkalan Udara TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma merobohkan rumah milik purnawirawan TNI Angkatan Darat, Kapten (Purn) Suwarno di Pondok Gede, Jakarta Timur. Pada pukul 12.00, dinding rumah yang berdiri di lahan seluas 1.935 meter persegi itu mulai dirobohkan.

Rumah tersebut dieksekusi hari ini sesuai perintah dari Komandan Lanud Halim Perdanakusuma. Alasannya, tanah yang ditempati Suwarno itu diklaim berdiri di atas tanah milik TNI-AU dengan sertifikat nomor 4 tanggal 25 Mei 1977.

Eksekusi dilakukan mulai pukul 08.30. “Tim negosiasi kami lima orang, hanya butuh waktu seperempat jam bereskan (negosiasi) itu,” ujar Kepala Divisi Logistik Lanud Halim Perdanakusuma, Letkol Herry Pineas, saat ditemui di lokasi, Selasa, 4 Desember 2012.

Saat bernegosiasi, ia menyatakan tim mendapat perlawanan. “Kami bela diri, lalu kami borgol yang melawan itu,” ujarnya. Dua orang diamankan dalam perlawanan itu, yakni pemilik rumah, Suwarno, dan anaknya, Sersan Mayor TNI-AD Hery Wibowo.

Setelah mengklaim dapat persetujuan keluarga, pihak Lanud Halim Perdanakusuma mulai mengosongkan isi rumah. “Butuh waktu tiga jam, barangnya banyak,” ujarnya. Setelah itu, sekitar seratus prajurit Lanud Halim Perdanakusuma mengosongkan barang dari dalam rumah.

Hery yang mendapat luka di wajah dan tulang rusuk kemudian dibawa ke Detasemen Polisi Militer di Cijantung, Jakarta Timur. Sedangkan Suwarno, yang mendapat luka lebih berat, dilarikan ke Rumah Sakit Polri.

Rahman, 73 tahun, tetangga Suwarno, mengatakan, rumah itu telah ditinggali selama lebih dari 25 tahun. Sebelumnya, dua tahun lalu, bagian belakang rumah itu juga sempat dieksekusi oleh pihak TNI-AU.

Saat ini, mobil backhoe berwarna biru milik TNI-AU menyapu fondasi rumah yang ditinggali lebih dari dua kepala keluarga itu. Menurut atasan Hery, yang enggan dikutip namanya, mereka kini tak punya tempat tinggal lagi.

“Makanya kami datang untuk mengamankan barang pribadinya,” ujarnya. Butuh empat truk agar barang-barang yang kini disimpan di parkiran rumah toko seberang lokasi penggusuran itu bisa terangkut. Atas koordinasi dengan pihak keluarga, barang-barang sementara diamankan di Detasemen Pemeliharaan TNI-AD di Cijantung.

Pilot Cessna 208 Asal Amerika Michael Boyd Tidak Terlibat Kegiatan Spionase

TNI Angkatan Udara menegaskan bahwa pilot Cessna 208 asal Amerika Serikat, Michael Boyd, tidak melakukan kegiatan spionase.

“Dia itu (Michael) menerbangkan pesawat tanpa izin di wilayah Indonesia,” ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Madya Azman Yunus kepada Tempo, Selasa, 2 Oktober 2012.

Sebelumnya, pesawat Cessna 208 yang dipiloti Michael Boyd dipaksa turun (push down) oleh dua unit Sukhoi SU-27 Indonesia. Pesawat itu memasuki wilayah udara Sulawesi pada Ahad lalu, 30 September, pukul 12.00.

“Saat diperiksa, dia hanya membawa pakaian saja, kok,” kata Azman. Menurut dia, Boyd tak bisa menjelaskan izin untuk terbang di wilayah Indonesia. “Dia memang mengaku tak punya izin,” kata Azman.

Menurut Azman, ini adalah murni kesalahan perusahaan yang mempekerjakan Michael yaitu Hawker Pacific Jet asal Singapura dan Globe Flyers Papua.

“Padahal jelas-jelas akan melintas di atas wilayah Indonesia, izinnya tak diurus,” kata dia.

Azman membenarkan bahwa Boyd kini ditahan di Pangkalan Angkatan Udara Sepinggan, Balikpapan. TNI AU hingga kini masih menunggu pemilik perusahaan yang mempekerjakan Boyd.

Ia mengimbuhkan, sampai sekarang, belum ada tindak lanjut dari Kedutaan Besar Amerika Serikat soal warganya tersebut. “Karena status dia sebagai penerbang swasta.”

Boyd sendiri mengaku tengah mengantarkan pesawat pesanan seorang pengusaha di Papua. Pesawat itu dibawa dari Amerika Serikat ke Singapura melintasi wilayah udara Palau. Saat lewat di atas perairan Manado-Filipina, jalur Cessna bergeser ke Gorontalo.

Ia sempat mengontak Pangkalan TNI Angkatan Udara Makassar karena cuaca di jalur penerbangan yang akan dilewatinya sedang tidak bagus. Untuk itu, Boyd meminta memasuki wilayah Indonesia. Namun, karena tak memiliki izin, dua Sukhoi segera melakukan prosedur push down terhadap pesawat tersebut.

Tembok Seskoal Cipulir Rubuh Kebayoran Lama, Lima Rumah Rusak

Lima buah rumah rusak dan tiga motor tertimbun akibat hujan besar yang merubuhkan tembok Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) di RT 01/RW 06, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Barat. Tak ada korban tewas dalam kejadian kali ini. “Kayak tsunami kecil rasanya,” ujar Awi, 23 tahun, yang menyaksikan langsung musibah tersebut saat ditemui Tempo, Ahad, 18 November 2012.

Kejadian terjadi pada Ahad siang, sekitar pukul 11.00 WIB. Waktu itu hujan besar melanda wilayah Kebayoran Lama. Awi yang sedang memperbaiki antena yang terganggu akibat cuaca buruk keluar rumah. Tiba-tiba, menurut dia, terdengar suara keras seperti palu besar menghantam tembok.

Tak sampai semenit, tembok setinggi 2,5 meter itu rubuh sepanjang 5 meter. Tembok rubuh menghantam rumah yang berselang sebuah gang kecil seluas satu meter. “Kena udah itu rumah sama motor. Hancur,” ujarnya. Dari pantauan Tempo, kelima rumah itu mengalami rusak berat di bagian teras dan ruang depan. Tembok seberat ratusan kilogram itu tanpa izin masuk ke rumah mereka.

Dugaan warga sementara ini adalah hujan besar yang menyebabkan kolam lele di dalam tembok meluap. Selain itu, runtuhnya tembok disebut akibat adanya pengikisan tanah setinggi setengah meter yang terjadi di dalam tembok tersebut. “Dari kolam turun tanahnya, air masuk. Enggak kuat temboknya” ujarnya. Karena itu, ia menyangka air menerjang amat keras bila kolam tersebut meluap.

Saat ini air sudah surut. Warga dibantu aparat TNI AL sudah mulai bekerja bakti mengevakuasi motor yang tertimbun. Mereka juga membersihkan puing-puing beton yang terserak masuk ke dalam rumah.

Awi belum berpikir untuk menuntut ganti rugi atas kejadian ini. “Namanya juga musibah. Yang penting sekarang beresin dulu,” ujarnya. Namun, ia menyatakan pihak Seskoal TNI telah berencana untuk memanggil korban untuk membicarakan masalah ganti rugi.

Pihak Seskoal TNI belum bisa dimintai keterangan akibat kejadian ini. Beberapa wartawan foto juga sempat mengeluh akibat dilarang mengambil gambar terkait musibah ini.

Latihan Gabungan (Latgab) TNI Tingkat Brigade tahun 2012 Untuk Tingkatkan Profesionalisme Prajurit

Latihan Gabungan (Latgab) TNI tingkat Brigade tahun 2012 dimaksudkan untuk menguji doktrin yang dimiliki dan meningkatkan profesionalisme prajurit di dalam operasi gabungan. Demikian dikatakan Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E., saat meninjau latihan lapangan Latgab TNI di Pelabuhan Jeti, Sangatta, Kalimantan Timur, Jum’at (16/11). Sebelumnya Panglima TNI menyaksikan pendaratan Amfibi, dan penembakan Artileri Medan yaitu Meriam Howitzer dan Roket RM-70 Grad. Lebih lanjut dikatakan, Latgab TNI tingkat Brigade ini merupakan Kampanye Militer yang di dalamnya ada Operasi Dukungan Udara/Pengintaian Udara, Operasi Intelijen Taktis, Operasi Pasukan Khusus, Operasi Dukungan Udara/Operasi Perebutan Pengendalian Pangkalan Udara (OP3U), Operasi Laut Gabungan, Operasi Amfibi, Operasi Lintas Udara, Operasi Pendaratan Administrasi, Operasi Darat Gabungan dan Operasi Teritorial.

“Latihan kali ini sesuai rencana, baik dan realistis, dan cukup puas sampai saat ini, latihan kali ini masih akan terus berlanjut untuk 7 hari ke depan, serta berharap prajurit yang berlatih di lapangan tetap menjaga semangat dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Panglima TNI. Ke depan kata Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E., akan dilaksanakan Latgab TNI yang lebih besar lagi dan akan mengundang Presiden RI untuk bisa hadir menyaksikan, waktu dan tempat akan kita pilih.

Adapun sasaran yang hendak dicapai dalam Latgab TNI tahun 2012 ini meliputi : Aspek Strategis, yaitu terwujudnya konsep strategis penangkalan dan penindakan dalam strata strategi militer untuk memenangkan perang terhadap niat negara tertentu yang ingin mengganggu kedaulatan dan keutuhan NKRI. Aspek Operasional, yaitu meningkatnya kemampuan baik perorangan maupun satuan yang tergabung dalam Komando Gabungan TNI untuk mengaplikasikan, menerapkan doktrin Kampanye Militer, doktrin operasi gabungan dan doktrin operasi masing-masing angkatan dalam rangka menyusun rencana kampanye serta rencana operasi yang dipersiapkan sampai dengan krisis berdasarkan analisa kontinjensi yang diperkirakan akan terjadi.

Aspek Taktik, Teknik dan Prosedur, yaitu meningkatnya kemampuan baik perorangan maupun satuan-satuan manuver/satuan taktis, untuk mengaplikasikan dan menerapkan petunjuk lapangan dan petunjuk teknis, dalam menyusun rencana operasi berdasarkan rencana kontinjensi yang diperkirakan akan terjadi. Aspek Psikologis, yaitu terciptanya hubungan emosional dan saling pengertian antar prajurit dari berbagai unsur, soliditas, semangat, kemauan dan kebanggaan sebagai prajurit TNI yang terlibat dalam Latihan Gabungan TNI tahun 2012.

Dansatgaspen Latgab TNI 2012, Letkol Laut (KH) Drs. Edys Riyanto, M.Si menyatakan, latihan lapangan Latgab TNI tahun 2012 dilaksanakan mulai 26 Oktober sampai dengan 30 November 2012 di perairan laut Sulawesi dan pendaratan Amfibi di Pantai Sekerat Sangatta, Kalimantan Timur dengan melibatkan 11.693 personel, terdiri dari 740 personel sebagai penyelenggara dan 10.953 personel sebagai pelaku.

Bertindak sebagai Direktur Latihan Latgab TNI 2012 Mayjen TNI Djumadi yang sehari-hari menjabat Komandan Komando Pendidikan dan Latihan TNI (Dan Kodiklat TNI), sedangkan Panglima Komando Gabungan Latgab TNI 2012 Mayjen TNI Setyo Sularso yang sehari-hari menjabat Panglima Divisi Infantri 2 Kostrad Malang.

Turut mendampingi Panglima TNI dalam peninjauan latihan lapangan Latgab TNI 2012, diantaranya Anggota Komisi 1 DPR RI, Kasal Laksamana TNI Soeparno, Kasau Marsekal TNI Imam Sufaat, para pejabat Mabes TNI dan Mabes Angkatan, para Pangkotama TNI AD, TNI AL dan TNI AU serta Bupati Kabupaten Kutai Timur Ir. H. Irsan Noor, MSi.

Novi Amalia Cewek Berbikini Kendarai Honda Jazz Tabrak 2 Polisi

ondisi mobil Honda Jazz Merah yang dikendarai Novi Amalia (25) mengalami hancur di bagian depan. Kaca depan mobil itu juga mengalami retak-retak, kaca mobil tersebut sempat diamuk massa.

Pantauan detikcom Kamis (11/10/2012), mobil kelas city car tersebut kini terparkir di depan halaman Mapolsek Taman Sari, Jl. Blustru, Jakarta Barat. Mobil tersebut tiba di depan Mapolsek sejak pukul 18.00 WIB. DIketahui, kecelakaan nahas yang membuat dua anggota polisi luka-luka terjadi pada pukul 17.00 WIB.

Bagian belakang mobil tersebut juga mengalami retak-retak kecil. Sedangkan kondisi bemper depannya cukup parah terutama di bagian kiri.

Kanit Laka Lanta Jakarta Barat AKP Rahmad Dalizar, mengatakan, warga sekitar sempat mengamuk akibat kelakuan Novi yang mengemudi secara tidak wajar. “Sempat dipukuli (mobilnya) tapi sama anggota kita berhasil dilerai,” sambungnya.

Novi menabrak dua anggota polisi yang sedang bertugas di perempatan Jl Ketapang, Taman Sari, Jakarta Barat pada pukul 17.00 WIB tadi. Selain menabrak polisi, wanita itu juga menabrak dua pedagang kopi yang sedang menyeberang jalan dan 3 pejalan kaki. Para korban yang mengalami luka-luka dibawa ke RS Husada. Sedangkan korban yang mengalami luka ringan dibawa ke Mapolsek Taman Sari untuk dimintai keterangan.

ovi Amalia (25), pengemudi yang tabrak dua anggota polisi rupanya hanya menggunakan BH dan celana dalam saat kecelakaan terjadi. Polisi menduga Novi mengalami gangguan jiwa. Kini Novi dibawa ke RS Husada guna pemeriksaan kondisi jiwanya.

“Dugaannya dia stres. Bagaimana tidak stres, dia nyetir pakai BH dan CD (celana dalam) doang,” kata Kanit Laka Lantas Jakarta Barat, AKP Rahmad Dalizar di lokasi kejadian, Jl Ketapang, Taman Sari, Jakarta Barat, Kamis (11/10/2012).

Mobil yang dikemudikan Novi adalah Honda Jazz dengan nomor polisi B 1864 POP. Menurut Rahmad, saat diperiksa oleh petugas kepolisian, Novi malah pingsan.

“Kita belum dapat keterangan apa-apa, dia pingsan pas kita periksa,” sambung Rahmad.

Dia menambahkan, keluarga pengemudi tersebut sudah diberitahu terkait peristiwa tersebut. “Kelurga korban sebagian sudah kasih tahu. Korban kita bawa ke RS Husada,” ucap Rahmad.

Novi menabrak dua anggota polisi yang sedang bertugas di perempatan Jl Ketapang, Taman Sari, Jakarta Barat pada puku; 17.00 WIB tadi. Selain menabrak polisi, wanita itu juga menabrak dua pedagang kopi yang sedang menyeberang jalan dan 3 pejalan kaki. Para korban yang mengalami luka-luka dibawa ke RS Husada. Sedangkan korban yang mengalami luka ringan dibawa ke Mapolsek Taman Sari untuk dimintai keterangan.

Pesawat Akrobatik Bravo 202 Jatuh Di Bandung Air Show 2012

Pesawat akrobatik Bravo 202 yang jatuh saat sedang bermanuver di ajang “Bandung Air Show” (BAS) 2012, Sabtu, dipastikan bukan lagi milik TNI Angkatan Udara.

“Sudah dihibahkan ke FASI (Federasi Aerosport Indonesia),” kata Direktur Bandung Pilot Academic M Nasrun N, di Ruang Forensik RSUP Hasan Sadikin, Bandung. Dia mengatakan, pesawat tersebut sejak 2001 dihibahkan ke FASI.

Menurut dia, pesawat akrobatik Bravo 202 tersebut dikemudikan oleh pilot Marsekal (Purn) Noorman Lubis dengan co-pilot Tony. Ia mengatakan, pilot Noorman Lubis juga sempat menerbangkan pesawat yang sama pada Jumat (28/9).

“Kemarin juga dia terbang sama Dody (dari FASI) dengan pesawat yang sama,” kata dia. Pada kesempatan tersebut, pihaknya menyampaikan rasa duka dan kehilangan yang sedalam-dalamnya atas kepergian Marsekal (Purn) Noorman Lubis dan Letkol Penerbang Tony Nugroho. Pilot dan co-pilot pesawat Bravo 202 yang jatuh saat bermanuver dalam ajang Bandung Air Show (BAS) 2012, di Bandung, Sabtu, dikabarkan telah meninggal dunia.

“Menurut laporan dari pihak Bandara Husein Sastranegara, pilot atas nama Norman Tagor Lubis dinyatakan meninggal dunia,” kata Bambang Ervan, juru bicara Kementerian Perhubungan, dalam wawancara yang ditayangkan TV One.

Informasi ini diperkuat dengan pernyataan pers Danlanud Husein Sastranegara Kol PNB Umar Sugeng Hariyono, tak lama setelah kecelakaan terjadi.

Ia merinci bahwa pesawat lepas landas pada pukul 11.37WIB dan jatuh pada pukul 11.42 WIB. Pesawat menimpa gedung Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Udara (Dislitbang AU).

“Pesawat jatuh sedang akan melakukan manuver, total loss, dan dua penerbang dinyatakan meninggal dunia,” kata Kol PNB Umar Sugeng Hariyono.

Pilot, atas nama Mayor Purn Dr Norman T Lubis adalah seorang dokter mata dan co-pilot atas nama Letkol Purn Toni Hartono merupakan salah satu instruktur terbang di sekolah penerbangan di Bandung.

“Keduanya adalah mantan anggota AU yang bergabung di klub PASI Bandung,” kata Umar.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa “Untuk demo udara dihentikan karena sedang berkabung. Selanjutnya Bandung Air Show 2012 akan pameran saja, dan kegiatan-kegiatan lain akan disesuaikan,” ujarnya sambil menutup dengan berkata, “Akan ada tim penyelidikan kecelakaan.”

Bandung Air Show 2012 bertajuk Berjaya Dirgantara ini merupakan gelaran ajang kedirgantaraan nasional terbesar Indonesia. Kegiatan ini juga merupakan salah satu bagian dari peringatan HUT ke-202 Kota Bandung.

Diselenggarakan pada 27 hingga 30 September 2012, ajang ini dimeriahkan atraksi dari 28 pesawat asal Malaysia, Singapura, Filipina, Amerika. dan Australia. Kecelakaan pesawat Bravo AS-202 pada Sabtu merupakan kecelakaan pesawat kedua yang terjadi pada ajang Bandung Air Show (BAS) di Bandung, Jawa Barat.

Sebuah pesawat akrobatik jenis Cessna yang dikendalikan pilot Alexander Supeli juga jatuh saat bermanuver dalam ajang Bandung Air Show pada 24 September 2010.

Ketika itu, pesawat sedang melakukan manuver terbang rendah namun tergelincir ketika sayapnya menyentuh tanah.

Alex Supeli, pilot profesional dengan pengalaman 2.000 jam terbang, mengalami luka berat dan akhirnya meninggal dunia akibat kecelakaan itu.

Insiden yang terjadi pada pesawat akrobatik Bravo AS-202 pada Sabtu siang lebih dramatis. Setelah mendapat tepuk tangan saat melakukan aksi terbang rendah, pesawat itu melambung ke udara dan melakukan putaran namun kemudian jatuh di kantor Litbang TNI-AU, sekitar 500 meter dari ajang BAS 2012.

Kecelakaan itu menyebabkan kematian pilot Norman T Lubis dan co-pilot Tony Hartono, menodai mulusnya gelaran Bandung Air Show 2012 yang rencananya ditutup pada Minggu (30/9) dengan pemecahan rekor pembuatan replika pesawat terbang terbanyak.

Suasana meriah dan optimistis di arena BAS 2012 berubah menjadi duka, meski pameran tetap bergulir.

“Setelah insiden itu, semua jadwal aktraksi akrobatik udara dihentikan sebagai tanda berkabung,” kata Komandan Lanud Husein Satranegara Bandung, Kolonel (Pnb) Umar Sugeng.

Kapal Perang Siluman KRI Klewang-625 Terbakar Di Banyuwangi

Pemerintah tidak bertanggung jawab atas terbakarnya kapal perang pesanan TNI Angkatan Laut, KRI Klewang-625, di dermaga Pangkalan TNI AL Banyuwangi, Jatim, Jumat (28/9/2012) sore, lantaran statusnya masih milik PT Lundin, produsen kapal tersebut.

“Kami tidak bertanggung jawab terhadap kebakaran KRI Klewang karena kapal tersebut statusnya belum milik TNI Angkatan Laut, tetapi masih milik PT Lundin. Waktu itu baru peluncuran saja, belum ada serah terima,” kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI Untung Suropati, di Jakarta, Jumat, menanggapi terbakarnya kapal yang didambakan sebagai kapal perang modern antiradar itu.

Untung mengaku belum mengetahui seperti apa perjanjian ke depan pascakebakaran KRI Klewang tersebut karena tanggung jawab sepenuhnya masih berada pada PT Lundin.

“Kami belum tahu soal itu (mendapat ganti kapal baru). Lebih baik ditanyakan langsung kepada pihak PT Lundin karena KRI Klewang itu statusnya masih milik PT Lundin,” ujarnya.

Untung menambahkan, pihaknya belum mengetahui penyebab terbakarnya kapal yang dikenal dengan sebutan Trimaran tersebut karena pihaknya masih menunggu penyelidikannya.

Staf Ahli Menteri Pertahanan yang sementara merangkap Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan Mayor Jenderal TNI Hartind Asrin menjelaskan, TNI Angkatan Laut telah memesan empat unit kapal tersebut, namun baru tahapan uji coba berlayar untuk dilihat apa saja yang kurang guna disempurnakan.

“Kapal ini belum diserahterimakan secara resmi. Setiap pengadaan alat utama sstem senjata (alutsista) selalu ada proses serah terima secara resmi dari pihak pembuat kepada kementerian pertahanan untuk kemudian diteruskan kepada matra pengguna. Serah terima itu dilakukan oleh Menhan,” kata Hartind.

Oleh karena itu, tambah dia, bila terjadi sesuatu, termasuk kebakaran seperti yang terjadi pada Trimaran, pihak produsen yang bertanggung jawab sepenuhnya. “Harus ganti ’full’. Itu ada dalam kontrak pengadaannya. Kalau sudah serah terima resmi, baru kami yang bertanggung jawab,” tuturnya.

KRI Klewang-625 dengan panjang 63 meter ini merupakan kapal tipe trimaran (tiga lunas) yang dibangun Lundin Industries, di Banyuwangi. Kapal perang ini sangat pas untuk keperluan operasional di perairan lithoral (bukan laut dalam), mengingat Indonesia banyak dikelilingi laut-laut semacam ini.

KRI Klewang-625 dibangun berbahan baku sejenis serat gelas yang diklaim kekuatannya menandingi baja namun tidak memantulkan gelombang radar. Teknologi “stealth” ini juga dimiliki pesawat terbang intai F-117 Night Hawk milik Angkatan Udara Amerika Serikat.

Indonesia Kerjasama Dengan China Untuk Membuat Rudal Misil Peluru Kendali

Rencana untuk memproduksi bersama misil (peluru kendali) itu pertama muncul bulan Juli, pembicaraan yang kemudian dilanjutkan ketika Menteri Luar Negeri China Yang Jiechi berkunjung ke Jakarta minggu lalu.

Kementerian Pertahanan Indonesia menegaskan bahwa perjanjian untuk produksi rudal itu akan ditandatangani Indonesia dan Tiongkok bulan Maret 2013. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia Michael Tene mengatakan, kerjasama itu merupakan bagian dari tujuan yang lebih luas untuk meningkatkan kemampuan militer Indonesia.

“Kami membangun hubungan dekat dengan semua negara sahabat untuk mengembangkan kemampuan pertahanan kami, bukan hanya melalui perbekalan, tetapi juga investasi dan produksi bersama untuk meningkatkan kemampuan kami mengembangkan industri pertahanan dan tentu saja dengan Tiongkok juga, kami punya banyak kerjasama untuk mengembangkan industri di bidang itu,” papar Tene.

Rencana produksi misil bersama itu dikemukakan selagi ketegangan memuncak di Laut Cina Selatan.
Menteri-menteri ASEAN bulan lalu gagal menyepakati tata perilaku multilateral untuk menyelesaikan klaim-klaim teritorial yang tumpang tindih.

Para analis politik mengatakan kegagalan itu mengakibatkan tata perilaku multilateral itu lebih memperkuat posisi Tiongkok untuk mendominasi sengketa bilateral dengan negara-negara yang lebih kecil di kawasan itu. Namun, Kementerian Pertahanan Indonesia menyangkal bahwa rencana untuk memproduksi misil laut berjangkauan 120 kilometer dengan bantuan Tiongkok adalah mengenai pembangunan aliansi yang lebih kuat terkait sengketa maritim itu.

Analis pertahanan Universitas Indonesia Yohannes Sulaiman mengatakan, Indonesia hanya berusaha mendesakkan tawaran terbaiknya yang bisa diperoleh dan tetap tergantung pada Amerika untuk piranti keras militernya.

“Jika hal yang tidak diinginkan terjadi di Papua, Amerika akan melakukan embargo militer dan kita akan kekurangan pasokan. Itulah sebabnya militer berusaha memperluas hubungannya, khususnya dengan Tiongkok, sebagai pemasok lain senjata,” ujar Sulaiman.

Amerika memberlakukan embargo militer enam tahun terhadap Indonesia tahun 1999 terkait isu HAM di Timor Timur.
Sulaiman mengatakan banyak perwira militer dan jenderal Indonesia menyampaikan keprihatianan bahwa tuduhan pelanggaran HAM di Papua Barat yang kaya mineral bisa memicu embarago lainnya.

Pada saat bersamaan, katanya, Indonesia hampir tidak punya strategi besar mengenai bagaimana menanggapi kekuatan regional saat ini yang dimainkan Amerika dan Tiongkok.

Sementara Indonesia mengembangkan hubungan dengan semua pihak yang terkait sengketa Laut Cina Selatan, Amerika minggu ini memperingatkan bahwa ada upaya untuk memecah belah dan menguasai Laut Cina Selatan, dan mengulangi dukungannya atas tata perilaku multilateral di jalur perdagangan global itu.

169 Personel Kopassus Lulus Kursus Komando

Sebanyak 169 personel Kopassus termasuk 4 personel dari Angkatan Bersenjata Kerajaan Kamboja (RCAF) berhasil lolos dalam pendidikan Kursus Komando Angkatan 92 di Pantai Permisan, Cilacap, Jawa Tengah, pada Minggu (29/7/2012). Upacara penutupan dilakukan langsung oleh Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus Mayjen TNI Agus Sutomo.

Dalam amanatnya, Agus mengatakan, tidak semua prajurit didik berhasil menjadi Prajurit Komando. Oleh karena itu, setiap prajurit harus bisa bersyukur dan melihat tantangan ke depan.

“Prajurit Komando yang telah dilatih secara khusus maka para prajurit harus mampu menjawab tantangan tugas, seiring dengan bertambahnya tanggung jawab menghadapi kompleksitas dalam tantangan tugas,” kata Agus, Minggu (29/7/2012), seperti yang tertulis dalam siaran pers yang diterima Kompas.com.

Ia berharap agar seluruh prajurit Kopassus di mana pun berada dan bertugas selalu berupaya untuk memberi arti dan peduli terhadap lingkungannya serta memberi solusi terhadap berbagai permasalahan.

Selain itu, prajurit Kopassus harus selalu berlatih dan berlatih untuk mencapai berprestasi demi keharuman korps baret merah.

Adapun, penutupan pendidikan ini ditandai dengan Serangan Regu Komando (Seruko) yang dilaksanakan pada waktu fajar di Pantai Permisan yang merupakan rangkaian kegiatan terakhir dari keseluruhan tahapan Pendidikan Kursus Komando. Pendidikan yang telah berlangsung selama tujuh bulan tersebut terbagi menjadi tiga tahap yakni tahap basis, tahap gunung hutan, tahap rawa laut.

Pendidikan Kursus Komando Angkatan 92 ini telah berhasil meluluskan 169 personel termasuk 4 personel dari Angkatan Bersenjata Kerajaan Kamboja (RCAF). Keluar sebagai peserta didik terbaik antara lain Perwira terbaik Letda Inf Denny Sopyan, Bintara terbaik Serda Bambang SB, dan Tamtama terbaik Prada Anas Rifai. Upacara penutupan juga dihadiri oleh Athan Kamboja, para pejabat teras Kopassus dan pejabat Muspida serta orangtua siswa.

Pemkot Jakarta Pusat Mulai Melayani Pembuatan E-KTP Secara Keliling

Kepala Seksi Pendaftaran Dukcapil, Dian Puspitasari, menjelaskan pelayanan E-KTP keliling diprioritaskan bagi orang-orang yang kondisinya benar-benar sudah tak memungkinkan untuk berjalan. Sementara itu, apabila hanya sakit saja, warga bisa datang langsung ke Kantor Kelurahan dan akan didahulukan untuk pembuatannya.

Cara untuk mendapatkan pelayanan dengan E-KTP keliling ini, lanjut Kepala Seksi Pendaftaran Dukcapil, Dian Puspitasari, adalah keluarga orang yang berpenyakit, melapor ke kantor kelurahan. Setelah menerima surat undangan untuk pembuatan E-KTP. Nantinya, keluarga akan diberi tahu, apabila petugas E-KTP keliling hendak datang ke rumah mereka.

Saat ini, menurut Kepala Seksi Pendaftaran Dukcapil, Dian Puspitasari, kini pihaknya hanya memiliki satu unit alat E-KTP keliling di Sudin Dukcapil, sementara di kantor kelurahan tidak ada alat E-KTP keliling. Padahal, sampai kemarin saja, permintaan warga untuk dihampiri sudah cukup banyak. Untuk Kelurahan Kartini, ada 15 orang, dan kemarin pihaknya baru menyambangi tiga warga saja. Menurut Kepala Seksi Pendaftaran Dukcapil, Dian Puspitasari, idealnya ada dua alat untuk melayani E-KTP keliling, sehingga nantinya dapat melakukan pembagian, sebab di Jakarta Pusat ada 44 Kelurahan

Bagi warga Jakarta yang hendak membuat E-KTP, tetapi tengah sakit sampai tak mampu berjalan lagi, kini tetap bisa membuat E-KTP, karena petugas Suku Dinas Dukcapil Jakarta Pusat akan menghampiri ke rumah. Pelayanan tersebut, telah dimulai, Selasa (3/1/2012).

Kepala Seksi Pendaftaran Dukcapil Dian Puspitasari, ditemui disela-sela melayani E-KTP keliling, menjelaskan, baru dimulai sekarang, lantaran peralatannya baru datang pada pertengahan Desember lalu. “Seharusnya sih sudah dari awal dilakukan seperti ini,” kata Dian kepada Warta Kota.

Sementara itu, pantauan Warta Kota, kemarin Dian dan timnya melayani tiga warga di Kelurahan Kartini, Kecamatan Sawah Besar yang tidak bisa berjalan sendiri ke kantor kelurahan untuk. Tiga warga itu, rumahnya berada di pemukiman padat penduduk di Jalan Kartini 9 Dalem di RW 9.

Petugas yang berjumlah lima orang ini, membawa sebuah koper hitam besar. Isinya, yakni kamera DSLR, laptop, alat pemindai mata, alat pemindai sidik jari, serta alat pemindai tanda tangan elektronik. Satu orang, selesai dibuat proses pembuatan data E-KTP nya, sekitar setengah jam lamanya

Supatmi (84), mengaku senang petugas Dukcapil yang menyambangi rumahnya untuk melayani pembuatan E-KTP keliling . Supatmi, sudah hampir sepuluh tahun ini kakinya sudah tak kuat lagi menopang tubuhnya. Sehingga, wanita yang dulunya bekerja sebagai pedagang ini, harus selalu dibopong oleh anaknya apabila pergi kemana-mana.

Beberapa bulan lalu, Supatmi menceritakan, ia terpaksa digendong ke kantor Kelurahan untuk membuat KTP nya yang baru, lantaran hilang. Makanya, ketika mendapat undangan untuk membuat E-KTP, sebenarnya Supatmi sudah malas, karena ia mesti dibopong lagi ke kantor Kelurahan.

Selain Supatmi, Sapenah (55), salah seorang warga yang disambangi rumahnya, mengaku tengah sulit bernafas saat petugas mengambil data untuk E-KTP miliknya. “Ini masih engap sekali dada saya,” kata Sapenah kepada Warta Kota. Sapenah sendiri, sudah tidak mampu berjalan keluar rumah lagi. Sehari-hari ia lebih banyak mengisi waktunya di rumah dan setiap hendak bergerak ke kamar mandi saja, selalu perlu bantuan dari dua cucunya atau tiga anaknya yang serumah dengannya.

“Saya sih, waktu dapat undangan, sebenarnya sudah tidak mau buat E-KTP, Saya juga tidak pergi kemana-mana kan, jadi tidak perlu KTP juga,” ujar Sapenah polos