Category Archives: Sistem Pertahanan

Presiden SBY Mendadak Copot Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Budiman


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberhentikan Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal Budiman. Menurut Budiman, pemberhentian itu disampaikan melalui Panglima TNI Jenderal Moeldoko. “Panglima menelepon saya dan mengabarkan pemberhentian tersebut,” kata Budiman, Senin, 21 Juli 2014. Telepon itu diterima Budiman sekitar pukul 18.45.

Budiman, yang dilantik sebagai KSAD pada September tahun lalu, akan memasuki masa pensiun pada 25 September 2014. Budiman menyatakan tak menanyakan alasan pemberhentian. “Saya cuma bilang, ‘Siap laksanakan, silakan Pak,’,” kata Budiman. Rencananya, Budiman diberhentikan pada Jumat, 25 Juli atau dua bulan lebih cepat. Belum jelas benar alasan pemberhentian Budiman. Sampai berita ini ditulis, belum mendapat tanggapan dari pihak Istana.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dikabarkan memberhentikan Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal Budiman, Senin, 21 Juli 2014. Pemberhentian ini dipertanyakan banyak pihak karena Jenderal Budiman baru akan mengakhiri masa jabatan pada 25 September mendatang. Pemberhentian ini menimbulkan tanda tanya ihwal penyebabnya. Sebagian kalangan pun menduga apakah pemberhentian ini berkaitan dengan perbedaan yang kerap terjadi antara Panglima TNI Jenderal Moeldoko dengan KSAD Jenderal Budiman dalam menyikapi beberapa kasus.

Dalam catatan, misalnya, keduanya terlihat tak seirama dalam kasus Bintara Pembina Desa (Babinsa) yang mencuat menjelang pemilihan presiden lalu. Jenderal Budiman saat itu bertindak tegas dengan memerintahkan pengusutan tuntas terkait kabar anggota Babinsa yang mendatangi rumah-rumah warga di Jakarta Pusat dan mengarahkan warga mendukung calon presiden tertentu.

Bahkan, Markas Besar TNI Angkatan Darat menjatuhkan hukuman penjara bagi anggota bintara pembina desa, Kopral Satu Rusfandi. Rusfandi sehari-hari bertugas di Komando Rayon Militer Kecamatan Gambir. Dia dinyatakan bersalah lantaran dinilai mengambil alih pekerjaan yang menjadi kewenangan Komisi Pemilihan Umum. Namun, keterangan dari TNI AD berlawanan dengan yang disampaikan oleh Panglima TNI Jenderal Moeldoko. Pada 8 Juni 2014 lalu, Moeldoko menyebut kabar adanya Babinsa yang menyuruh warga memilih salah satu capres tertentu tidak benar alias tak terbukti. Jenderal Moeldoko memastikan tak ada pelanggaran yang dilakukan oleh Babinsa baik dalam kasus di Cideng, Sumedang, Jakarta Pusat, maupun tempat-tempat lain.

Selain itu, pada Mei lalu santer dikabarkan Jenderal Budiman telah bertemu dengan Megawati ataupun Puan Maharani untuk membicarakan kemungkinan menjadi calon wakil presiden bagi calon presiden yang diusung PDI Perjuangan, Joko Widodo. Hal ini dianggap sebagai langkah tak netral dari Jenderal Budiman sebagai bagian TNI. Namun, Jenderal Budiman sendiri membantah kabar tersebut. Di sisi lain, kabar tentang upaya Moeldoko mendekati kubu PDI Perjuangan pun santer terdengar di lingkungan Istana. Banyaknya manuver di kalangan petinggi militer ini pula yang membuat Presiden mengumpulkan mereka dalam sebuah pertemuan di Istana Kepresidenan. “Saya Panglima Tertinggi,” kata SBY ketika itu untuk menegaskan posisinya.

Presiden SBY sejauh ini belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab diberhentikannya Jenderal Budiman. Kabarnya, Panglima TNI saat ini telah menyorongkan tiga nama sebagai pengganti Jenderal Budiman. “Pemberhentian KASAD murni keputusan Presiden,” kata Moeldoko. Ia membantah spekulasi politik seputar pergantian itu dan menganggapnya sebagai hal yang lumrah di organisasi TNI.

Kabar pemberhentian mendadak itu disambut tenang Jenderal Budiman. Kepala Staf TNI Angkatan Darat itu ternyata sudah memiliki rencana untuk menyusun masa pensiunnya yang sesuai ketentuan jatuh pada September mendatang. Kepada yang menemuinya Senin, 21 Juli 2014 malam, beberapa jam setelah menerima telepon Panglima TNI Jenderal Moeldoko, Budiman mengaku ingin menjadi pengawas sekolah taman kanak-kanak dan sekolah dasar. “Saya mau mengurusi TK dan SD,” kata Budiman di Jakarta, Senin, 21 Juli 2014.

Budiman enggan menjelaskan di mana sekolah yang dimaksud. Ia menyebut ada kebutuhan SD dan TK, tempat ia bisa mendedikasikan dirinya bagi pendidikan dasar. Sebagai anak guru, Budiman mengaku peduli dengan pengembangan pendidikan. “Tapi saya maunya jadi pengawas sekolah, bukan kepala sekolah,” kata Budiman.

Jenderal Budiman diberi tahu pemberhentian dirinya melalui telepon oleh Panglima TNI Jenderal Moeldoko pada Senin, 21 Juli 2014 lalu. Saat ditelepon, Budiman sedang berbuka puasa bersama wartawan di Mabes TNI AD. Karena melalui telepon, Budiman mengaku belum tahu resmi diberhentikan sebagai KSAD. “Baru ditelepon Panglima, belum ada surat apa-apa,” kata Budiman. Rencananya, Budiman diberhentikan pada Jumat, 25 Juli atau dua bulan lebih cepat. Belum jelas benar alasan pemberhentian Budiman. Sampai berita ini ditulis, belum mendapat tanggapan dari pihak Istana.

Panglima TNI Jenderal Moeldoko membenarkan kabar pemberhentian Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Budiman oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Jumat, 25 Juli mendatang. Menurut Moeldoko, keputusan tersebut disampaikan Presiden kemarin siang di Istana Negara. Dia pun membenarkan bahwa pemberhentian KSAD Jenderal Budiman dimajukan dua bulan. Budiman seharusnya pensiun pada 25 September 2014. Jenderal Moeldoko menganggap percepatan masa pensiun tersebut lumrah. “Itu hal yang biasa di TNI. Sebelumnya banyak petinggi TNI yang diberhentikan lebih awal,” kata Moeldoko kepada wartawan di Markas Besar Angkatan Darat, Jakarta, Selasa, 22 Juli 2014.

Sebagai contoh, dia melanjutkan, ada dua mantan Kepala Staf Angkatan Laut, yakni Laksamana Suparno dan Laksamana Tedjo Edhie Pudijanto yang diberhentikan lebih cepat dari masa pensiun. Walhasil, Moeldoko meminta wartawan untuk tak berpikir yang negatif soal pemberhentian Jenderal Budiman. “Sama saja kok, sebentar lagi saya, KSAL, dan KSAU akan pensiun. Jadi, tak ada yang istimewa,” kata Moeldoko. “Jadi, bagi kami diberhentikan kapan pun siap.” Sebelumnya, KSAD Jenderal Budiman membenarkan pemberhentian dirinya akhir pekan ini. Kabar tersebut dia peroleh melalui sambungan telepon dari Panglima TNI kemarin malam saat dia menggelar acara buka puasa bersama wartawan. Budiman sendiri tak tahu-menahu alasan pemberhentiannya.

Jalur Mudik Dijaga Pasukan Brimob Bersenjata


Sebanyak satu peleton atau sebanyak 30 personil bersenjata lengkap dari Satuan Brimob Kepolisian Daerah (Satbrimob Polda) Jawa Timur, akan ditempatkan di Jalur Gunung Gumitir, yang menghubungkan Kabupaten Jember- Banyuwangi, selama terjadinya mudik Lebaran dan balik tahun 2014.

“Sesuai dengan arahan dari Bapak Kapolda Jawa Timur, akan ada satu peleton personil dari Satbrimob bersenjata lengkap, akan ditempatkan di jalur Gunung Gumitir,” terang Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Jember, Ajun Komisaris Polisi Akmal, Sabtu (12/7/2014).

Dikatakan Akmal, alasan penempatan personil brimob bersenjata lengkap tersebut dikarenakan jalur Gunung Gumitir Kecamatan Silo, dinilai sangat rawan. “Jadi hasil pemetaan kemarin, selain rawan kecelakaan lalu lintas, juga rawan aksi kriminalitas,” kata dia.

Apalagi, saat ini lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) yang dipasang oleh Pemkab Jember banyak yang hilang dicuri maling. “Awalnya jalur di sana terang, tetapi belakangan banyak lampu dicuri maling. Nanti kita tambahi lagi untuk rambu-rambu lalu lintasnya, sebab tikungannya tajam, dan rawan longsor,” ungkap Akmal.

Akmal berharap, dengan tambahan personil dari Brimob tersebut, masyarakat yang akan mudik ke kampung halamannya, bisa selamat sampai tujuan dan merasa aman di perjalanan. “Kita berusaha semaksimal mungkin, bagaimana arus mudik dan balik ini bisa berjalan dengan maksimal,” pungkasnya.

Juru Parkir Monas Dibakar Anggota TNI Karena Kurang Bayar Jatah Preman


Yusri (47), juru parkir (jukir) liar di Monas diduga dibakar oleh seorang oknum TNI pada Selasa (24/6) lalu. Keluarga Yusri meminta kepada pihak TNI untuk mengusut tuntas kasus tersebut. “Kami minta dengan sangat pada panglima TNI agar proses pemeriksaan ditindaklanjuti. Pelaku dipecat,” kata adik ipar Yusri, Andre saat ditemui di RS Tarakan, Jl Kiai Caringin, Jakarta Pusat, Kamis (26/6/2014).

Andre khawatir jika pelaku tak dipecat, ulahnya akan semakin menjadi. Ia mengakui, profesi sebagai parkir liar memang tidak dibenarkan. Namun menurutnya, perilaku oknum TNI tersebut sangat berlebihan. “Jangan sampai terulang memakan korban lagi. TNI jangan semena-mena,” katanya. Sementara itu, saat ini kondisi Yusri masih kritis. Andre belum dapat melihat langsung keadaan kakak iparnya itu. “Dia masih koma, belum bisa diganggu,” tutupnya.

Yusri (47) korban pembakaran oleh salah seorang oknum TNI di Monas masih menjalani perawatan intensif di RSUD Tarakan, Jakarta Pusat. Yusri kini dalam keadaan koma, dan kondisinya semakin kritis. “Saat ini masih tidak sadarkan diri. Kondisinya semakin memburuk, masih kritis,” kata Kepala Bidang Pelayanan Medis RS Tarakan, dr Maria Margaretha di RS Tarakan, Jl Kiai Caringin, Jakarta Pusat, Kamis (26/6/2014).

Menurut dokter forensik yang merawat Yusri, dr Evi Untoro, penurunan kondisi Yusri disebabkan karena luka yang dideritanya. Luka bakar yang menjalar di tubuhnya sejak Selasa (24/6) lalu membuat kondisi tubuhnya semakin lemah. “Pasien kritis karena lukanya. Dan memang masih harus dipasang alat bantu nafas,” kata Evi. RS Tarakan juga telah melakukan visum pada juru parkir liar Monas tersebut. Dari hasil visum itu menunjukkan bahwa Yusri benar menderita luka bakar.

“Hasil visumnya pasien menderita luka bakar 30% yaitu di bagian muka, leher, punggung dan lengan kiri kanan,” kata dr Maria. Hasil visum tersebut akan diserahkan ke pihak kepolisian untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap 8 orang terkait pembakaran juru parkir Monas bernama Yusri (47). Sertu H (versi lain menyebut Pratu HR) yang diduga melakukan pembakaran ini telah diringkus. Polisi juga telah melimpahkan kasus tersebut ke Pomdam Jaya.

“Kita sudah memeriksa 8 saksi yang merupakan juru parkir dan petugas keamanan dan pemeriksaan mengarah pada seorang anggota TNI,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto kepada wartawan, Kamis (26/6/2014). Rikwanto mengatakan, polisi telah melakukan koordinasi dengan Polisi Militer (PM) di Pomdam Jaya Guntur. Satuan PM Guntur membenarkan pelaku penganiayaan terhadap Yusri adalah Pratu HR dari satuan Puspom TNI. Saat ini pelaku sudah diamankan oleh Pomdam Jaya.

“Pemeriksaan para saksi selesai dilaksanakan, perkara akan segera dilimpahkan ke Guntur,” katanya. Yusri harus menjalani perawatan intensif di ruang ICU RSUD Tarakan di Jl Kiai Caringin, Jakarta Pusat. Pria asal Aceh menjalani operasi karena menderita luka bakar lebih dari 50 persen. Menurut saksi, pembakaran terhadap Yusri terjadi karena pelaku kesal karena tak mendapatkan ‘jatah preman’ dari parkir liar yang dikelola Yusri seperti yang diharapkan.

Sertu H yang diduga sebagai pelaku pembakaran juru parkir liar di Monas bernama Yusri (47) telah diringkus. Beberapa barang bukti seperti botol air mineral dan juga baju yang terbakar telah diamankan petugas sebagai barang bukti. “Baju warna biru terbakar dan botol air mineral terbakar bekas mengisi bensin sudah kita jadikan barang bukti,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto kepada wartawan, Kamis (26/6/2014).

Rikwanto mengatakan, peristiwa ini terjadi di samping Polsub sektor Monas Timur pada pukul 22.00 WIB, Selasa (24/6/2014). Korban Yusri Mongendong merupakan warga kelahiran Jaya Baru, Aceh. Rikwanto mengatakan, pelaku adalah seorang anggota TNI berinisial HR dengan pangkat Pratu dan bekerja di satuan Puspom TNI. Sebelumnya, Kapuspen TNI Mayjen TNI Fuad Basya mengatakan telah mengamankan Sertu H dan membawanya ke di Pomdam Jaya di Guntur untuk menjalani pemeriksaan. Jadi status H hingga saat ini masih terperiksa.

“Sekarang sedang dilakukan pemeriksaan apakah dia benar melakukan aksi pembakaran tersebut,” ujar Fuad, Rabu (25/4) malam. Sementara itu, Yusri harus menjalani perawatan intensif di ruang ICU RSUD Tarakan di Jl Kiai Caringin, Jakarta Pusat. Pria asal Aceh menjalani operasi karena menderita luka bakar lebih dari 50 persen. Menurut saksi, pembakaran terhadap Yusri terjadi karena pelaku kesal karena tak mendapatkan ‘jatah preman’ dari parkir liar yang dikelola Yusri seperti yang diharapkan.

TNI menangkap Sertu H yang diduga sebagai pelaku pembakaran juru parkir liar di Monas bernama Yusri (47). Polisi mengaku belum mengetahui penangkapan ini dan akan mengecek keberadaan Sertu H di Pomdam Jaya di Guntur, Manggarai, Jakarta Selatan. “Ini bukan kita yang menangkap, karena itu kita akan cek ke Guntur soal penangkapan itu,” kata Kapolsek Gambir AKBP Putu Putra Sadana kepada detikcom, Kamis (26/6/2014).

Saat ditanya apakah kasus pembakaran Yusri ini masih ditangani polisi, Putu mengatakan akan melakukan pengecekan dulu ke Guntur. “Soal itu kita akan cek dulu ke Guntur,” katanya. Sebelumnya, Kapuspen TNI Mayjen TNI Fuad Basya mengatakan telah mengamankan Sertu H dan membawanya ke di Pomdam Jaya di Guntur untuk menjalani pemeriksaan. Jadi status H hingga saat ini masih terperiksa.

“Sekarang sedang dilakukan pemeriksaan apakah dia benar melakukan aksi pembakaran tersebut,” ujar Fuad, Rabu (25/4) malam. Sementara itu, Yusri harus menjalani perawatan intensif di ruang ICU RSUD Tarakan di Jl Kiai Caringin, Jakarta Pusat. Pria asal Aceh menjalani operasi karena menderita luka bakar lebih dari 50 persen. Menurut saksi, pembakaran terhadap Yusri terjadi karena pelaku kesal karena tak mendapatkan ‘jatah preman’ dari parkir liar yang dikelola Yusri seperti yang diharapkan.

Masakan Chef Satgas Pasukan Garuda Indonesia Disukai Tentara PBB


Siapa yang akan menyangka, ternyata kuliner Indonesia ala Chef Satgas Tugas Indonesian Battalyon (Satgas Indobatt) Kontingen Garuda (Konga) XXIII-H/UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) disukai oleh tentara asing di Lebanon. Para tentara asing yang tergabung dalam UNIFIL ini menyukai gado-gado, sate ayam dan beragam kuliner nusantara lainnya.

Hal itu terjadi pada acara Food Conference yang diselenggarakan di Markas Satgas Indobatt UN Position 7-1 Adchit El Qusayr, Lebanon Selatan, Minggu (8/6/2014) dan dibuka langsung oleh Komandan Satgas Letkol Inf M. Asmi, selaku Food Officer Satgas Indobatt. Dalam acara itu Lettu Cba Lusi Ferryanti sengaja meminta para Chef Indobatt untuk menghidangkan kuliner khas Indonesia.

“Event seperti ini merupakan salah satu ajang untuk mengenalkan budaya Indonesia khususnya saat ini dibidang kuliner, karena Indonesia memiliki beragam makanan khas dengan cita rasa tinggi dan pantas untuk bersaing dengan makanan ala Barat. Jika bukan kita yang mengenalkan selagi berada di Lebanon, lantas siapa lagi,” kata Dansatgas Indobatt Letkol M.Asmi, dalam siaran persnya, Selasa (10/6/2014).

Setidaknya ada tujuh kuliner yang dihidangkan pada acara Food Conference yang dihadiri oleh para Food Officer se-UNIFIL dari berbagai Negara, yakni: Tanzania, Ghana, Italia, Perancis, Finlandia, Irlandia, India, Kamboja, Nepal, Korea Selatan, China, Malaysia, Spain, Belgia dan Serbia.

Adapun ketujuh kuliner yang dihidangkan tersebut adalah Gulai Kambing, Gado-gado, Sate Ayam, Filet Ikan Goreng Tepung, Martabak Terang Bulan, Dadar Gulung dan lemper.

Menurut Lettu Cba Lusi Ferryanti, makanan Indonesia yang pertama disukai adalah sate ayam dan gado-gado. Sate ayam mirip dengan barbeque atau steak ala barat sedangkan Gado-gado hampir sama dengan salad yang biasa disantap oleh orang bule, hanya saja berbeda dalam dressing yang digunakan bukan mayonnaise melainkan bumbu kacang. Rasa manis bumbu kacang membuat para tentara bule tersebut gemar menyantapnya.

Kuliner lainnya pun tetap membuat lidah para peacekeeper bule ketagihan untuk mencicipinya. Rasa gulai kambing dengan bumbu yang kaya cita rasa pun menuai pujian. Disamping daging kambing yang empuk, rasanya nya pun gurih. Hal ini membuat mereka sedikit mengernyitkan dahi keheranan bagaimana cara memasaknya.

Tidak ketinggalan makanan ringan seperti martabak terang bulan, dadar gulung dan lemper yang disuguhkan saat konferensi berlangsung. Satu persatu disantapnya sembari menyimak pemaparan dari SO Food UNIFIL, Mayor Sapam Zeneth dari India. Alhasil, tidak terasa makanan ringan ini pun habis.

Petinggi Militer China Temui Paspampres Bahas Strategi Pengamanan APEC


Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) RI, bertemu Delegasi China yang dipimpin oleh Mayjen Liu Laiyun. Pertemuan itu dilakukan karena China ingin bertukar pengalaman dengan Paspamres RI terkait pengamanan KTT APEC yang akan berlangsung di China nanti. Komandan Paspampres Mayjen TNI Doni Monardo didampingi Wakil Komandan Paspampres Brigjen TNI (Mar) Guntur Irianto Cipto Lelono menerima kunjungan Delegasi China yang dipimpin oleh Mayjen Liu Laiyun, di Mako Paspampres Jl. Tanah Abang Jakarta Pusat, Selasa (10/6/2014).

Kunjungan Mayjen Liu Laiyun beserta delapan stafnya, dalam rangka ingin mengetahui serta menerima penjelasan terkait pengamanan pejabat tinggi negara sebagaimana yang telah dilaksanakan oleh personel Paspampres pada KTT APEC di Bali pada tahun 2013 lalu, khususnya untuk persiapan KTT APEC yang akan dilaksanakan di Kota Beijing.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Asisten Operasi (Waasops) Paspampres Letkol Inf Prabowo Setiaji menjelaskan bahwa, pasukan pengamanan Presiden adalah satuan yang berada dibawah langsung Panglima TNI dimana pengamanan Paspampres dalam melaksanakan tugasnya bertanggungjawab kepada Panglima TNI.

Disamping itu, Paspampres juga memiliki prosedur kerja yang mungkin dalam pelaksanaan kerja berbeda dengan negara China. “Pasukan pengamanan Presiden dibagi menjadi tiga ring yaitu : ring satu, dua dan tiga.

Untuk Ring 1, Paspampres memiliki tugas dan tanggung jawab mengamankan Presiden langsung dibawah Komandan Paspampres. Sedangkan Ring 2 bertugas untuk mengamankan wilayah yang membawahi Satgas Laut, Satgas Daerah, dan Satgas Wilayah Udara. Sementara itu, untuk Ring 3 melaksanakan tugas dengan satgas tersebut dan bertanggung jawab kepada Panglima TNI.

“Paspampres dalam melaksanakan tugasnya juga meningkatkan kemampuan untuk meningkatkan profesionalisme diantaranya kesamaptaan, sehingga mendapat penilaian yang baik”, ujar Waasops Paspampres, dalam siaran persnya kepada detikcom, Selasa (10/6/2014).

Selain itu, Waasops Paspampres juga menjelaskan tentang alat peralatan Paspampres antara lain rompi anti peluru, satu set airphon, teropong malam, dan blangket bomb. Sedangkan pakaian disesuaikan dengan kegiatan VVIP seperti Pakaian Sipil Lengkap (PSL), Batik, Olahraga dan Pakaian Dinas Harian Sipil.

Rumah Pendeta Dirusak Massa … Polisi Dan Tentara Datang Hanya Untuk Menonton


Anggota DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta, Esti Wijayanti menilai, kepolisian tak tegas menindak pelaku perusakan bangunan milik pendeta di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (1/6/2014) siang. Meskipun polisi berada di lokasi, mereka tak melakukan tindakan tegas agar perusakan itu tak terjadi.

“Seharusnya, ketika ada pelanggaran, aparat harus bertindak tegas. Setidaknya, polisi harus menghalangi agar tidak terjadi perusakan,” kata Esti di lokasi kejadian, Minggu sore. Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang melihat langsung aksi perusakan itu mengaku sangat miris karena tindakan anarkistis itu ternyata tak bisa dicegah.

Seperti diberitakan, puluhan orang merusak sebuah bangunan di Dusun Pangukan, Desa Tridadi, Kecamatan Sleman, yang dipakai sejumlah umat Kristen untuk menjalankan kebaktian. Bangunan itu milik seorang pendeta berinisial NL. Esti menilai, dalam peristiwa itu, sikap aparat kepolisian kurang tegas sehingga perusakan tak bisa dihindari. Padahal, sebelum massa penyerang datang, puluhan polisi dan tentara sudah berjaga-jaga di sekitar lokasi.

“Setidaknya, polisi dan pemerintah daerah melakukan komunikasi agar kasus macam ini tak terjadi,” kata dia. Setelah kasus itu terjadi, Esti berharap kepolisian melakukan penegakan hukum dengan menangkap pelaku penyerangan. Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Sleman juga dipersilakan menegakkan peraturan yang melarang rumah tinggal difungsikan sebagai tempat ibadah. “Tetap harus ada penegakan hukum terhadap pelaku perusakan,” tutur dia.

Kepala Kepolisian Resor Sleman Ajun Komisaris Besar Ihsan Amin menyatakan, pihaknya sebenarnya sudah menggelar mediasi agar masalah itu bisa diselesaikan. Dalam pengamanan, kepolisian mengutamakan keselamatan semua pihak. “Kita harapkan tidak ada yang ‘bermain di air keruh’ dalam masalah ini,” ujar dia.

Ihsan menambahkan, untuk menyelesaikan masalah itu, kepolisian akan mengutamakan musyawarah melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). “FKUB dan jajaran pemerintah nanti akan mencari solusi bersama yang menguntungkan semua pihak,” kata dia.

Aksi kekerasan bernuansa agama kembali terjadi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (1/6/2014) siang. Puluhan orang merusak sebuah bangunan di Dusun Pangukan, Desa Tridadi, Kecamatan Sleman, yang dipakai sejumlah umat Kristen untuk menjalankan kebaktian.

Bangunan yang dirusak itu milik seorang pendeta berinisial NL. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian itu bermula saat NL dan sejumlah jemaahnya menjalankan ibadah di bangunan itu pada Minggu sekitar pukul 08.30 pagi. Sekitar setengah jam kemudian, belasan warga sekitar datang untuk memprotes kegiatan itu. “Warga protes karena bangunan itu tidak mendapat izin sebagai gereja. Sejak tahun 2012, bangunan itu juga disegel oleh Pemerintah Kabupaten Sleman,” kata Darojat (34), salah satu saksi mata.

Darojat menambahkan, setelah diprotes, para jemaah lalu meninggalkan bangunan itu. Setelah itu, sekitar pukul 11.30, sejumlah massa datang lalu melempari bangunan itu. Mereka mengenakan kain penutup wajah. Namun, beberapa menit kemudian, saat terdengar azan zuhur, massa membubarkan diri. Sekitar satu jam kemudian, massa kembali ke lokasi dengan jumlah yang lebih banyak. Mereka kembali melempari bangunan itu dengan batu. Mereka juga memukuli bangunan itu dengan palu.

Rumah NL yang berada di samping bangunan itu juga sempat dirusak. Puluhan polisi dan tentara yang berjaga tak berbuat banyak. Mereka hanya berupaya mengimbau massa untuk menghentikan perusakan. Akibat penyerangan itu, bangunan dan rumah milik NL mengalami kerusakan cukup parah. Kaca-kaca pecah dan pintu bangunan itu berlubang. “Massa yang merusak itu bukan dari warga Pangukan. Mereka orang luar,” kata Darojat. Hingga Minggu sore, puluhan polisi dan tentara masih berjaga-jaga di lokasi kejadian.

3 Prajurit Kostrad Dapat Penghargaan Karena Gagal Pemerkosaan dan Pembunuhan


Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Budiman memberikan penghargaan kepada tiga Prajurit Kostrad yang berprestasi. Mereka dihadiahi Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) satu tingkat lebih tinggi dari pangkat sebelumnya. Penghargaan diberikan langsung oleh Kasad

Ketiga prajurit Kostrad ini dinilai layak mendapatkan penghargaan berupa KPLB atas dasar kinerja, dedikasi dan pengabdiannya yang melampaui panggilan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing. Prajurit Kostrad yang menerima penghargaan yaitu Prajurit Satu (Pratu) Awang Apri Listianto, anggota Sintel Divisi Infanteri 1 Kostrad Cilodong, Jawa Barat.

Pratu Awang menyelamatkan AM, gadis berusia 18 tahun yang nyaris jadi korban perkosaan sopir taksi di Depok. Lalu ada Sertu Ventura dan Koptu Adelio Dacosta, bertugas di Divisi-2/Kostrad Malang, Jawa Timur. Mereka telah berjasa melebihi panggilan tugas dan mengabaikan keselamatan jiwanya dalam membantu kepolisian mengungkap kasus pembunuhan.

“Semoga prajurit TNI AD yang lain termotivasi untuk berbuat yang terbaik bagi TNI AD, bangsa dan negara,” kata Jenderal Budiman, dalam keterangan pers yang dikirim Penkostrad, Jumat (16/5).

Pangkostrad Letjen TNI Gatot Nurmantyo juga turut bangga atas kinerja anak buahnya. Dia merangkul dan berpose bersama tiga prajurit baret hijau tersebut di depan meriam.

Pesawat Virgin Air Dari Brisbane Menuju Bali Di Bajak Di Bandara Ngurah Rai


Pesawat Virgin Air milik maskapai Australia dibajak di Bali. Belum diketahui siapa pelaku pembajakan. Pihak TNI memastikan adanya peristiwa itu. “Iya ada indikasi pertama memang benar (pembajakan),” kata Kapuspen TNI Mayjen M Fuad Basya saat dikonfirmasi Jumat (25/4/2014). Pesawat itu kini sudah mendarat di Bali dan tengah berada di ujung runaway Bandara Ngurah Rai, Denpasar. Pesawat itu melayani rute Brisbane-Denpasar.

Pesawat Virgin Air diduga dibajak saat dalam penerbangan Brisbane menuju Denpasar, Bali. Pihak keamanan sudah mengisoliasi pesawat itu di ujung runway di Bandara Ngurah Rai, Bali. “Kita masih coba komunikasikan,” kata Kapuspen TNI Mayjen TNI M Fuad Basya saat dikonfirmasi, Jumat (25/4/2014). Fuad menegaskan, pesawat itu diduga dibajak. Ada sejumlah indikasi bahwa pesawat itu dibajak. Pihak keamanan masih melakukan komunikasi. “Kita masih coba,” terang Fuad.

Sinyal pembajakan pesawat Virgin Australia Airline rute Brisbane-Bali di Bandara Ngurah Rai diterima Air Traffic Controller (ATC) bandara itu pukul 13.05 WIB atau pukul 14.05 Wita. Saat itu pesawat berada dalam posisi satu jam sebelum mendarat. “Berita pertama diterima ATC jam 13.05 WIB, itu ada sinyal dibajak,” ujar Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Harry Bhakti S Gumay, Jumat (25/4/2014). Menurutnya, pembajak itu bisa masuk ke kokpit pesawat. “Masih diselidiki mengapa ada penumpang bisa masuk kokpit,” jelas Herry.

Pesawat Virgin Air rute Brisbane-Bali menyiarkan sinyal dibajak pada Air Traffic Controller (ATC) Bandara Ngurah Rai. Ternyata ada penumpang mabuk yang mencoba masuk kokpit pesawat itu. Informasi ini disampaikan Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub JA Barata dari petugas Kemenhub yang berada di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali juga dari Danlanud Ngurah Rai. “Informasi terakhir, false alarm, penumpang mabuk coba masuk kokpit. Tapi sedang kami cek lagi,” demikian Barata meneruskan informasi melalui BBM, Jumat (25/4/2014).

Pesawat Virgin Air bernomor registrasi VH UIF mendarat di Bali pukul 14.45 Wita atau pukul 13.45 WIB. Sebelumnya Dirjen Perhubungan Udara Herry Bhakti S Gumay mengatakan sinyal pembajakan dari pesawat Virgin Air diterima ATC Ngurah Rai pukul 14.05 Wita atau 13.05 WIB. Selain sinyal, juga diterima kata-kata ‘hijacked’.

Insiden orang mabuk yang membuat pilot Virgin Air mengirimkan sinyal “hijacked” membuat Bandara Ngurah Rai Bali ditutup sementara. Akibatnya, sejumlah pesawat yang akan terbang ke sana terpaksa ditunda. “Karena ada penutupan Bandara Ngurah Rai penerbangan dari Jakarta ditunda selama 2 jam dari sekarang untuk Lion Air dan Air Asia,” ujar salah seorang penumpang bernama Feby di Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (25/4/2014).

“Alasannya ya karena penutupan bandara saja,” tambahnya. Feby menceritakan, para penumpang Lion Air yang sempat menaiki pesawat tiba-tiba diminta kembali ke ruang tunggu. “Petugas menginformasikan saat penumpang sudah sempat ada di dalam pesawat kalau bandara ditutup. Akhirnya kita diminta turun lagi ke ruang tunggu,” tuturnya. Saat petugas memberi pengumuman itu, sejumlah penumpang tampak kecewa dan sempat meneriakkan ‘huuuuuu’ sambil beranjak turun dari pesawat. Dari pantauan di lokasi, terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta terlihat padat dan ramai.

Pesawat milik maskapai Virgin Blue Australia dikabarkan dibajak di Bandara Ngurah Rai Denpasar, Bali. Sekretaris Perusahaan PT Angkasa Pura I Farid Indra mengatakan tengah berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk mengatasi masalah ini. “Kami terus berkoordinasi dengan polisi dan Badan Nasional Penanggulangan Teroris,” kata dia.

Namun, Farid enggan menjelaskan detil kasus ini. Menurut dia, otoritas bandara tengah berkoordinasi dengan aparat keamanan, termasuk mencari tahu identitas pesawat, awak pesawat, dan seluruh penumpangnya. Sebelumnya dikabarkan pesawat Boeing 737-800 milik Virgin Blue dibajak dalam penerbangan dari Brisbane ke Denpasar. Saat ini pesawat berada di landasan Bandara I Gusti Ngurah Rai. Pesawat tersebut dikabarkan mengangkut 80 penumpang.

Direktur Utama Angkasa Pura I Tommy Soetomo mengatakan pesawat Virgin Air bukan dibajak oleh teroris. “Itu bukan pembajakan,” kata Tommy, Jumat, 25 April 2014. Menurut dia, di dalam pesawat ada penumpang yang sedang mabuk dan mencoba masuk ke dalam kokpit pesawat. “Orang mabuk itu sudah ditangkap polisi,” ujarnya.

Pesawat ini diduga dibajak karena saat mendarat komunikasi terputus. Pesawat Virgin Air lepas landas dari Brisbane, Australia, menuju Bali. Pesawat Virgin Air itu masih berada di runway selatan Bandara Ngurah Rai, Bali. Di dalam pesawat itu terdapat 139 penumpang dan enam awak.

Pesawat Virgin Airlines yang lepas landas dari Brisbane, Australia, menuju Bali diduga dibajak, Jumat, 25 April 2014. Kini pesawat itu masih berada di salah satu runway di Bandara Ngurah Rai, Bali. Area di sekitar pesawat tersebut masih disterilisasi. Pesawat itu berasal dari Brisbane, Australia, menuju Denpasar, Bali. Penumpang pesawat ini berjumlah 139 orang. “Kami masih koordinasi dengan pihak terkait,” kata Farid Indra, Corporate Secretary Angkasa Pura I yang juga membawahi Bandara Ngurah Rai, Bali. Lapangan sudah dijaga ketat oleh pasukan keamanan di sana

Serba Serbi Pesawat Kepresidenan RI


Pesawat kepresidenan RI akan menjalani uji ketahanan terbang pekan depan. Selama 11 jam, Boeing Business Jet 2 itu akan terbang menjelajahi Indonesia. Bagaimana rutenya? “Dari Aceh sampai Papua, dari Miangas sampai Pulau Rote‎,” kata Wamenhan Sjafrie Syamsuddin di sela-sela Defence Service Asia di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (14/4/2014). Pesawat itu memang sudah diuji coba terbang di negara lain, tapi kali ini akan kembali dicoba ketahanannya di wilayah Indonesia. “Nanti ada dari Kemenhan, dari Garuda, dari TNI AU, dan dari pihak terkait yang ikut uji coba,” jelas dia.

Pesawat Boeing Business Jet 2 ini memang pesawat khusus. Tentu harus mempunyai kemampuan maksimal. Pihak Kemenhan sudah melakukan uji sertifikasi dan akan melakukan uji ketahanan terbang pekan depan. Pesawat seharga Rp 840 miliar itu tiba di Indonesia pada Kamis (10/4) lalu. Rencananya, presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan menggunakannya 2-3 kali lagi sebelum mengakhiri masa jabatan. Operasional pesawat akan dipegang oleh TNI AU sementara perawatannya ditangani Garuda Maintenance Facility (GMF).

Pesawat presiden Boeing Business Jet- 2 sudah kelar disertifikasi Kementerian Pertahanan. Rencananya pesawat ini akan diuji ketahanan terbang pekan ini. “Akan diuji Rabu,” kata Wamenhan Sjafrie Syamsuddin di sela-sela acara Defence Services Asia 2014 di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (14/4/2014). Menurut Sjafrie, pihak Kemenhan sudah melakukan pemeriksaan dan kini tinggal uji ketahanan. “Uji ketahanan endurance terbang 11 jam,” jelas Sjafrie.

Pada penerbangan Rabu mendatang sejumlah pihak akan ikut antara lain dari Kemenhan, TNI AU, dan dari Garuda Indonesia. Pesawat seharga Rp 840 miliar itu tiba di Indonesia pada Kamis (10/4) lalu. Rencananya, presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan menggunakannya 2-3 kali lagi sebelum mengakhiri masa jabatan.

Pesawat Kepresidenan telah berada di landasan pacu, Lanud Halim Perdana Kusuma. Dalam pengoperasian nanti pesawat tempur TNI AU tidak akan mengawal selama perjalanan. Lalu apa penjelasan panglima?

“Sebenarnya kan begini, kalau presiden mau terbang ke mana kita sudah tahu. Analisa intelijen sudah tau harus bagaimana,” ujar Panglima TNI, Jenderal Moeldoko saat diminta alasaanya tak ada pengawalan perjalanan pesawat kepresidenan, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (14/4/2014),

Meski begitu ia mengatakan pasukan pesawat tempur TNI Angkatan Udara telah bersiaga di landasan. Sehingga pengawalan pesawat kepresidenan tergantung situasional. “Tapi kesiagaan dari pesawat tempur kan selalu ada. Tapi tidak harus selalu mendampingi terus semuanya dikaitkan dengan situasi dan kebutuhan,” tuturnya. Ia mengungkapkan personel TNI AU yang ditugaskan sebagai pilot pun telah dipersiapakan. Menurutnya pilot-pilot tersebut memiliki jam terbang tinggi. “Siap, kita kan banyak pilot yang juga menangani Boeing,” ungkapnya.

Semua Taman Di Jakarta Dilengkapi CCTV Bulan Juni


Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan bahwa sebagian taman yang ada di Jakarta saat ini sudah dilengkapi dengan keberadaan kamera pengawas (CCTV). Ia yakin, pemasangan CCTV di semua taman akan selesai pada Juni mendatang.

“Target kita sih memang Juni ini harus selesai. Sebagian sudah beroperasi, kayak di Lapangan Banteng itu kerja sama dengan Hotel Borobudur, biar pengawasannya lebih jelas,” kata Basuki di Balaikota Jakarta, Kamis (10/4/2014).

Menurut dia, saat ini proses pemasangan CCTV masih dalam tahap pemasangan jaringan kabel optik. Nantinya, jaringan tersebut akan terpasang secara optimal dan saling terintegrasi.

“Selain itu, kita juga mau melengkapi semua taman dengan tempat duduk. Semua taman kan memang harus ada tempat duduknya. Pokoknya semua dilakukan dengan bertahap,” ucap pria yang akrab disapa Ahok itu.

Pemasangan CCTV di taman ini merupakan bagian dari rencana Pemprov DKI Jakarta yang ingin membenahi kawasan taman demi mewujudkan Jakarta yang rindang dan asri serta bebas tindak kriminal.