Category Archives: Sistem Pertahanan

Serba Serbi Pesawat Kepresidenan RI

Pesawat kepresidenan RI akan menjalani uji ketahanan terbang pekan depan. Selama 11 jam, Boeing Business Jet 2 itu akan terbang menjelajahi Indonesia. Bagaimana rutenya? “Dari Aceh sampai Papua, dari Miangas sampai Pulau Rote‎,” kata Wamenhan Sjafrie Syamsuddin di sela-sela Defence Service Asia di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (14/4/2014). Pesawat itu memang sudah diuji coba terbang di negara lain, tapi kali ini akan kembali dicoba ketahanannya di wilayah Indonesia. “Nanti ada dari Kemenhan, dari Garuda, dari TNI AU, dan dari pihak terkait yang ikut uji coba,” jelas dia.

Pesawat Boeing Business Jet 2 ini memang pesawat khusus. Tentu harus mempunyai kemampuan maksimal. Pihak Kemenhan sudah melakukan uji sertifikasi dan akan melakukan uji ketahanan terbang pekan depan. Pesawat seharga Rp 840 miliar itu tiba di Indonesia pada Kamis (10/4) lalu. Rencananya, presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan menggunakannya 2-3 kali lagi sebelum mengakhiri masa jabatan. Operasional pesawat akan dipegang oleh TNI AU sementara perawatannya ditangani Garuda Maintenance Facility (GMF).

Pesawat presiden Boeing Business Jet- 2 sudah kelar disertifikasi Kementerian Pertahanan. Rencananya pesawat ini akan diuji ketahanan terbang pekan ini. “Akan diuji Rabu,” kata Wamenhan Sjafrie Syamsuddin di sela-sela acara Defence Services Asia 2014 di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (14/4/2014). Menurut Sjafrie, pihak Kemenhan sudah melakukan pemeriksaan dan kini tinggal uji ketahanan. “Uji ketahanan endurance terbang 11 jam,” jelas Sjafrie.

Pada penerbangan Rabu mendatang sejumlah pihak akan ikut antara lain dari Kemenhan, TNI AU, dan dari Garuda Indonesia. Pesawat seharga Rp 840 miliar itu tiba di Indonesia pada Kamis (10/4) lalu. Rencananya, presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan menggunakannya 2-3 kali lagi sebelum mengakhiri masa jabatan.

Pesawat Kepresidenan telah berada di landasan pacu, Lanud Halim Perdana Kusuma. Dalam pengoperasian nanti pesawat tempur TNI AU tidak akan mengawal selama perjalanan. Lalu apa penjelasan panglima?

“Sebenarnya kan begini, kalau presiden mau terbang ke mana kita sudah tahu. Analisa intelijen sudah tau harus bagaimana,” ujar Panglima TNI, Jenderal Moeldoko saat diminta alasaanya tak ada pengawalan perjalanan pesawat kepresidenan, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (14/4/2014),

Meski begitu ia mengatakan pasukan pesawat tempur TNI Angkatan Udara telah bersiaga di landasan. Sehingga pengawalan pesawat kepresidenan tergantung situasional. “Tapi kesiagaan dari pesawat tempur kan selalu ada. Tapi tidak harus selalu mendampingi terus semuanya dikaitkan dengan situasi dan kebutuhan,” tuturnya. Ia mengungkapkan personel TNI AU yang ditugaskan sebagai pilot pun telah dipersiapakan. Menurutnya pilot-pilot tersebut memiliki jam terbang tinggi. “Siap, kita kan banyak pilot yang juga menangani Boeing,” ungkapnya.

Semua Taman Di Jakarta Dilengkapi CCTV Bulan Juni

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan bahwa sebagian taman yang ada di Jakarta saat ini sudah dilengkapi dengan keberadaan kamera pengawas (CCTV). Ia yakin, pemasangan CCTV di semua taman akan selesai pada Juni mendatang.

“Target kita sih memang Juni ini harus selesai. Sebagian sudah beroperasi, kayak di Lapangan Banteng itu kerja sama dengan Hotel Borobudur, biar pengawasannya lebih jelas,” kata Basuki di Balaikota Jakarta, Kamis (10/4/2014).

Menurut dia, saat ini proses pemasangan CCTV masih dalam tahap pemasangan jaringan kabel optik. Nantinya, jaringan tersebut akan terpasang secara optimal dan saling terintegrasi.

“Selain itu, kita juga mau melengkapi semua taman dengan tempat duduk. Semua taman kan memang harus ada tempat duduknya. Pokoknya semua dilakukan dengan bertahap,” ucap pria yang akrab disapa Ahok itu.

Pemasangan CCTV di taman ini merupakan bagian dari rencana Pemprov DKI Jakarta yang ingin membenahi kawasan taman demi mewujudkan Jakarta yang rindang dan asri serta bebas tindak kriminal.

Dokter Kapten Arief Di Keroyok Oleh 9 Perwira TNI Karena Kecewa Dengan Hasil Diagnosa

Kapten Arief, dokter tentara di Skuadron Pendidikan 102 Komando Pendidikan TNI Angkatan Udara Pangkalan Udara Adi Sutjipto, Yogyakarta, dikeroyok oleh Letnan Satu D dan delapan perwira berpangkat Letnan sampai Mayor, Rabu, 12 Maret 2014, lalu. Menurut sumber, akibat pengeroyokan itu Arief mengalami luka pendarahan di bagian kepala serta luka dalam di liver dan ginjal. “Ia sekarang dirawat di Rumah Sakit AU Hardjolukito, Yogyakarta,” kata sumber tersebut kepada Tempo, Selasa, 25 Maret 2014.

Kasus ini awalnya dipicu oleh hasil diagnosis dokter Arief yang menunjukkan ada masalah di jantung Letnan D. Untuk memastikan masalah, dokter merekomendasikan Letnan D diperiksa di Rumah Sakit Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto Jakarta karena alat di rumah sakit ini lebih canggih. “Letnan D disarankan datang ke RSPAD bersama dokter Arief,” kata sumber itu.

Namun keduanya datang pada hari yang berbeda. Letnan D datang pada pada hari Senin, 10 Maret 2014. Sedangkan Arief datang esok harinya karena dalam surat perintahnya tertera tanggal 11 Maret 2014. Sampai di Jakarta, Arief tidak bertemu dengan D. Selang sehari, sumber itu melanjutkan, Arief datang ke kantornya di Yogyakarta seperti biasanya. Namun, ketika di kantin sekitar pukul 12.00, ia tiba-tiba dipukul dan dikeroyok oleh sembilan perwira. Mereka memukul Arief di bagian tengkuk, perut, dan anggota badan lainya menggunakan botol teh.

Menurut sumber tersebut, motif Letnan D mengeroyok Arief karena kecewa dengan diagnosis yang menyatakan jantungnya bermasalah. “Kalau jantung bermasalah, pelaku tidak bisa terbang dan itu pemicu dia memukul korban,” ujar sumber tersebut. Kepala Dinas Penerangan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara Marsekal Pertama Hadi Tjahjanto membenarkan adanya kasus penganiayaan terhadap Kapten Arief oleh sembilan perwira. “Kami sudah dengar dan dokter Arief memang jadi korban,” kata Hadi saat dihubungi, Selasa, 25 Maret 2014.

Kepala Dinas Penerangan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara Marsekal Pertama Hadi Tjahjanto menyatakan pihaknya tengah menyelidiki kasus penganiayaan Kapten Arief oleh sembilan perwira. Arief adalah dokter tentara di Skuadron Pendidikan 102 Komando Pendidikan TNI AU Pangkalan Adisucipto, Yogyakarta. “Kami masih mencari pelakunya. Masih kami kejar,” kata Hadi saat dihubungi, Selasa, 25 Maret 2014.

Menurut Hadi, sampai saat ini belum satu pun pelaku penganiayaan Arief yang ditangkap. Arief masih terbaring di Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara Hardjolukito, Yogyakarta. Kapten Arief, dokter tentara di Skuadron Pendidikan 102 Komando Pendidikan TNI Angkatan Udara Pangkalan Udara Adisucipto, dikeroyok oleh Letnan Satu D dan delapan perwira berpangkat Letnan sampai Mayor, Rabu, 12 Maret 2014.

Akibat pengeroyokan itu, Arief mengalami luka pendarahan di bagian kepala serta luka dalam di lever dan ginjal. Menurut sumber Tempo, kekerasan ini dipicu oleh Letnan D yang kecewa dengan diagnosis dokter Arief, yang menyatakan jantungnya bermasalah. “Kalau jantung bermasalah, pelaku tidak bisa terbang, dan itu pemicu dia memukul korban,” ujarnya. Menurut sumber tersebut, Letnan Satu D dan pelaku lainnya sudah ditetapkan sebagai pelaku penganiayaan. Mereka telah dipulangkan ke skuadron masing-masing. “D sudah dipulangkan ke Madiun,” ucapnya.

Sumber lain mengatakan kasus pengeroyokan ini telah sampai ke meja Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto. Bahkan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia telah memerintah untuk menyelidiki kasus penganiayaan tersebut. Saat ini, Polisi Militer TNI AU masih menyelidiki kasus tersebut.

Radar TNI AU Gagal Deteksi Pesawat Sipil Malaysia Airlines MH370 Yang Lewat Di Wilayah Udara Indonesia

Kepala Dinas Penerangan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara Marsekal Pertama Hadi Tjahjanto menegaskan pesawat Malaysia Airlines MH370 tak melintasi wilayah udara Indonesia sejak dinyatakan hilang. Menurut dia, radar milik TNI AU dalam kondisi bagus dan tidak mendeteksi pesawat MH370. “Semua spekulasi kan masih katanya melintas, kami juga tidak tahu melintas atau tidak. Radar tidak mendeteksi obyek MH370,” katanya ketika dihubungi, Selasa, 25 Maret 2014.

TNI AU, kata dia, sudah mengecek radar di Sabang, Aceh, dan tidak ditemukan rekaman pesawat Boeing 777-200ER melintasi udara Indonesia. “Radar kami beroperasi 24 jam.” Hadi menuturkan pesawat komersial tersebut mematikan transponder-nya ketika berada di wilayah udara Vietnam kemudian dinyatakan hilang. Dengan demikian, hanya radar militerlah yang bisa menangkap sinyal pesawat yang mengangkut 239 orang itu.

Kalaupun pesawat tujuan Beijing itu berbalik arah dan melintasi Indonesia, kata dia, tentunya radar pertahanan Malaysia juga bisa mendeteksi. Soalnya, menurut Hadi, pertahanan udara Indonesia-Malaysia terkoordinasi. “Apabila ada obyek yang mencurigakan, Malaysia bisa melaporkan ada obyek yang mengarah ke Indonesia dan minta untuk mengawasi,” ujarnya.

Mengenai spekulasi pesawat tersebut melintasi Indonesia, kata Hadi, itu lantaran dugaan ditemukannya puing-puing yang berada di Samudra Hindia. “Suspect-nya itu belum tentu benar,” ujarnya. Malaysia Airlines MH370 hilang sejak 8 Maret 2014. Penyebab hilangnya pesawat jurusan Kuala Lumpur-Beijing itu hingga kini belum diketahui. Pemerintah Malaysia pada Senin malam, 14 Maret 2014, menyatakan pesawat itu jatuh di selatan Samudra Hindia. Tak seorang pun penumpang dan awak pesawat yang selamat dari tragedi ini.

Direktur Teknologi PT Dirgantara Indonesia Andi Alisjahbana mengatakan radar yang beroperasi di dunia penerbangan digolongkan menjadi dua, yakni radar sipil dan radar militer. Dua radar itu memiliki dua perbedaan yang cukup signifikan dalam operasionalnya. Kemampuan dua radar pun berbeda-beda.

Radar sipil, kata dia, memiliki wilayah pantauan yang jangkauannya lebih pendek. Radar itu cenderung mengamati obyek-obyek yang berada di wilayah terbang zona menengah, yakni ketinggian 20-30 ribu kaki di atas permukaan laut. Namun radar itu lebih detail dalam menyampaikan informasi mengenai identitas pesawat yang sedang melintas. Adapun radar militer, ujar Andi, daya jangkaunya memang lebih luas ketimbang sipil. Namun radar itu tidak menginformasikan secara detail obyek yang sedang melintas di udara.

Radar itu pun hanya dirancang untuk mendeteksi unit militer yang memiliki karakteristik khusus. Karakteristik itu di antaranya terbang di zona rendah dan tinggi serta memiliki kecepatan tinggi.

Untuk pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370, Andi menyatakan pesawat itu tidak terdeteksi radar sipil, termasuk radar memasuki wilayah Indonesia karena kemungkinan zona menengah yang menjadi wilayah terbang penerbangan sipil memiliki lalu lintas udara yang sangat padat. Dia menduga tingkat kepadatan itu membuat pesawat tidak teridentifikasi saat berpindah jalur.

Sedangkan radar militer, kata dia, lebih sulit untuk mengidentifikasi pesawat sipil karena data yang ditampilkan sangat banyak. Pihak militer juga biasanya hanya mengamati obyek yang terbang di luar zona menengah dan terbang dalam kecepatan tinggi. “Kalau selain itu, biasanya kurang diperhatikan karena merupakan obyek sipil,” ujarnya.

Andi mengatakan ada kemungkinan pesawat tersebut melewati wilayah udara Indonesia. Namun bisa saja keberadaannya tidak terpantau karena jalur penerbangan itu selalu padat dalam 24 jam. “Kalau radar militer, perlu keahlian intelijen untuk melakukan identifikasi pesawat,” katanya. Selain itu, radar militer Indonesia bisa saja tidak beroperasi ketika pesawat Malaysia Airlines MH370 menghilang. Hal itu disebutnya merupakan hal wajar karena Indonesia tidak sedang dalam kondisi perang dengan negara lain.

Radar militer, kata dia, biasanya aktif 24 jam jika dalam siaga perang dengan negara lain. “Tapi kebijakan itu tentu ada di Kementerian Pertahanan dan TNI,” ujarnya. Malaysia Airlines MH370 hilang sejak 8 Maret 2014. Pesawat jurusan Kuala Lumpur-Beijing, Cina, membawa 239 orang, termasuk awak pesawat. Penyebab pasti raibnya pesawat ini masih belum diketahui. Pemerintah Malaysia pun akhirnya menyatakan bahwa pesawat jatuh di Samudera Hindia selatan.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara Marsekal Pertama Hadi Tjahjanto mengatakan radar militer Indonesia tak menangkap obyek berupa pesawat Malaysia Airlines MH370. Kepastian itu sudah disampaikan oleh perwira penghubung TNI ke militer Malaysia. “Kami sudah berkoordinasi kemarin. Radar militer kami tak menangkap obyek yang diduga MH370 itu,” kata Hadi saat dihubungi, Sabtu, 15 Maret 2014.

Menurut Hadi, Indonesia memeriksa dua radar milik TNI Angkatan Udara yang masing-masing terletak di Lhokseumawe dan Sabang di Provinsi Aceh. Kedua lokasi itu terletak di ujung utara Pulau Sumatera. Wilayah pantauan radar tersebut bersinggungan langsung dengan perairan Pulau Perak dan Samudra Hindia. Ia juga mengkonfirmasikan bahwa radar penerbangan sipil tak akan bisa mendeteksi pesawat Malaysia Airlines MH370.

“Jika transpondernya dimatikan, hanya radar militer yang bisa mendeteksi,” kata Hadi. Hadi mengatakan Malaysia tidak secara resmi meminta rekaman radar militer Indonesia. Indonesia berinisiatif menyampaikan informasi wilayah udara Indonesia yang berpotensial dilewati MH370.

Perdana Menteri Malaysia Najib Razak siang ini menerangkan bahwa pesawat Malaysia Airlines MH370 diambil alih oleh seseorang. Indikasinya, Aircraft Communications Addressing and Reporting System (ACARS) dimatikan sebelum pesawat melintasi pantai timur Malaysia. Di perbatasan wilayah jangkauan radar Malaysia dan Vietnam, transponder juga dimatikan. Sesaat kemudian, pesawat memutar arah sampai akhirnya terbang ke barat laut.

Najib yakin pesawat berjenis Boeing 777-200ER itu melanjutkan penerbangan ke dua koridor udara. Koridor pertama terletak di antara wilayah Kazakhstan dan Turkemenistan. Adapun koridor kedua terletak di sekitar perairan Samudra Hindia dan Indonesia. Keyakinan ini membuat Malaysia menghentikan pencarian pesawat di kawasan Teluk Siam dan Laut Cina Selatan.

Pesawat Malaysia Airlines MH370 yang mengangkut 227 penumpang dan 12 awak dinyatakan menghilang di sekitar wilayah udara Vietnam pada pukul 02.40 waktu setempat, Sabtu pekan lalu. Pesawat raib setelah dua jam lepas landas dari Kuala Lumpur pada pukul 00.41. Penumpang pesawat berasal dari 14 negara, termasuk tujuh orang dari Indonesia.

Gudang Amunisi Pasukan Katak TNI Di Pondok Dayung Tanjung Priok Meledak

Sebanyak 25 personel TNI AL menjadi korban ledakan gudang amunisi di kawasan Pondok Dayung, Jakarta Utara, Rabu siang. “Mereka segera dievakuasi ke rumah sakit terdekat, semuanya personel kami,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama TNI Untung Surapati. Dia menyatakan, semua personel TNI AL itu merupakan personel yang bertugas di beberapa unit setempat, di antaranya Komando Pasukan Katak Koarmabar TNI AL. Salah satu rumah sakit yang dituju adalah RS TNI AL Mintohardjo, Jakarta Pusat.

Ledakan gudang amunisi dan senjata itu terjadi pukul 10.25 WIB. “Namun saya tidak bisa merinci tipe, jenis, dan jumlah persenjataan serta amunisi yang disimpan di sana. Yang jelas tidak ada torpedo karena Kopaska TNI AL tidak memakai torpedo,” kata dia. Sejak ledakan itu terjadi, kawasan itu dinyatakan tertutup. “Diduga karena hubungan pendek listrik, kami masih mengembangkan penyelidikan,” kata dia.

Sampai saat ini, kata dia, percikan-percikan api masih ada dari titik kejadian sehingga kawasan itu secara keseluruhan ditutup. “Jangan mendekat dulu, ini masih dalam pengamanan dan ini bukan kebakaran biasa,” kata dia. Seorang saksi mata yang bekerja di dekat lokasi ledakan gudang amunisi Pasukan Katak TNI AL di dermaga Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, merasakan getaran luar biasa saat kejadian. Ini penampakan dahsyatnya ledakan tersebut.

Kornelis yang bekerja sekitar 2 kilometer dari lokasi ledakan mengatakan kejadian berlangsung pukul 10.00 WIB. Dari foto, tampak asap hitam membubung tinggi. Lokasi gudang amunisi memang cukup terisolir. Tempatnya berada di dermaga di sisi laut. Tak jauh dari dermaga itu ada pelabuhan Tanjung Priok.

Diduga ada korban akibat kejadian ini. Namun jumlahnya belum dipastikan. Terjadi ledakan dahsyat di gudang amunisi milik Pasukan Katak (Paska) TNI AL di dermaga Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakut. Sejumlah foto dikirim warga yang beraktivitas di Tanjung Priok. Ini penampakannya.

Kejadian ledakan berlangsung sekitar pukul 10.30 WIB. Suaranya terdengar cukup keras, bahkan hingga radius yang cukup jauh dari dermaga Pondok Dayung yang terisolir itu. Sebuah kantor yang letaknya 2 km dari lokasi, kacanya pecah dan plafon hancur. Seorang mandor bongkar muat di pelabuhan Tanjung Priok dekat gudang amunisi pasukan katak TNI AL yang meledak memastikan ada tiga korban dari sipil. Tiga anak buahnya terkena serpihan besi dari gudang tersebut.

Mandor tersebut bernama Hasanuddin (40), karyawan dari PT Kirana Jaya. Saat kejadian, dia berdiri 200 meter dari lokasi ledakan. Sementara tiga anak buahnya berjarak 100 meter dari gudang amunisi. Kala itu, mereka sedang membongkar muat peti kemas. “Mereka anak buah saya. Cuma terpisah oleh dinding saja, lagi bongkar muat barang,” kata Hasanuddin di RS Port Medial Center, Jl Enggano, Jakarta Utara, Rabu (5/3/2014).

Tiga orang kuli bongkar muat tersebut mengalami luka di kepala dan kaki. Ketiganya kini dirawat di RS Port Medical Center. Sayang, Hasanuddin enggan menyebut identitas anak buahnya tersebut. Data yang disampaikan Kapuspen TNI Laksamana Muda Iskandar Sitompul pada pukul 12.00 WIB, ada 25 korban luka. Semua berasal dari pihak TNI AL. Sementara itu, Polda Metro Jaya memastikan ada anggota yang terluka.

Korban ledakan gudang amunisi di Dermaga Pondok Dayung, Lantamal 3, Tanjung Priok, ternyata bukan hanya dari personel TNI AL. Polisi juga menjadi korban luka. “Yang terluka ada dari TNI dan polisi juga karena letaknya berdekatan,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto di kantornya, Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (5/3/2014). Maksud Rikwanto, yang dimaksud berdekatan adalah Markas Polair Polda Metro Jaya Tanjung Priok yang dekat dengan Gudang Amunisi TNI AL yang menurutnya meledak pukul 10.40 WIB.

“Dari ledakan ini beberapa orang menjadi korban, saat ini masih diinventarisir dan telah dibawa ke rumah sakit. Tapi kita belum pantau dibawa ke mana. Karena mengenai investigasi penyebab dan keterangan lainnya untuk kasus ini akan disampaikan humas TNI AL,” tegas Rikwanto.

Versi resmi TNI, ledakan ini sedikitnya mengakibatkan 25 prajurit TNI AL terluka.

Getaran terjadi akibat ledakan gudang amunisi milik Pasukan Katak (Paska) TNI AL di Dermaga Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakut. Ledakan ini membuat peti kemas yang berada 1 kilometer dari lokasi ledakan ini bergoyang akibat ledakan ini. “Saya kerja sekitar 1 kilometer dari lokasi ledakan. Akibat ledakan ini peti kemas di sini smapai goyang akibat ledakan itu,” kata Akhmad Mujakir, Rabu (5/3/3013).

Akhmad mengatakan, getaran akibat ledakan ini juga terasa sangat kuat. Setelah getaran ini para pekerja langsung keluar tempat kerjanya untuk melihat asap akibat ledakan ini. “Asapnya tidak terlalu lama terlihatnya cuma sekitar lima menit saja,” katanya.

Serpihan logam akibat ledakan gudang peluru milik Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL di dermaga Pondok Duyung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, beterbangan hingga radius satu kilometer. Ledakan gudang ini sangat keras sehingga terdengar dari jauh.

Ericco mengatakan, serpihan-serpihan logam ada dari sekitar kantornya yang berjarak satu kilometer dari TKP. “Ini serpihan-serpihannya ada di dekat kantor,” katanya. Serpihan itu berupa logam kecil-kecil. Saat ledakan terjadi, asap ledakan juga terlihat menghitam dan membumbung tinggi. Menurut Kapuspen TNI Laksamana Muda Iskandar Sitompul menyebut ledakan itu menyebabkan serpihan-serpihan seperti kaca, genting, kayu dan sebagainya. Sedikitnya 25 personel TNI AL terluka akibat ledakan yang terjadi pukul 10.30 WIB ini. Mereka terluka akibat terkena serpihak tersebut.

Korban ledakan gudang amunisi TNI AL di Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta Utara diketahui sekitar 25 orang dari TNI AL dibawa ke RS Port Medical Center. Kondisi RS pun ramai, ambulans berseliweran dan dipenuhi warga. Di RS Port Medical Center, Jalan Enggano, Priok, Jakarta Utara, terlihat ada 3 ambulans bersiaga dan keluar masuk keluar RS. Ada 3 ambulans lain yang parkir di RS itu. Di depan RS, sudah dipenuhi puluhan warga yang menonton parkir sampai badan jalan. Ada beberapa tentara berbaju safari hijau dan biru menunjukkan seragam TNI AD dan AL. Ruangan UGD RS itu tampak sibuk dan ditutup. detikcom sempat mengintip sesaat, ada orang yang terlihat terluka bakar di kaki. Ada pula seorang berseragam TNI AL yang tampaknya sibuk berkomunikasi pada rekannya, “Ini masih ada nggak yang mau diambil”.

Sebuah ledakan terjadi di gudang amunisi Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL di Pondok Dayung, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Ledakan itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Suara ledakan itu cukup keras hingga terdengar sampai radius 1-3 kilometer. “Diduga dari gudang amunisi Kopaska,” ujar salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya, Rabu, 5 Maret 2014.

Sumber Tempo mengatakan, ada korban dalam kejadian tersebut. Namun belum dipastikan jumlah berapa dan kondisi bagaimana. Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Priok Kapten Arifin membenarkan, bahwa ada ledakan muncul dari arah Pondok Dayung. Kejadian itu, kata dia, sempat mengganggu aktivitas di pelabuhan. “Tapi tak berpengaruh banyak. Aktivitas hanya terganggu sebentar. Kapal masih bisa keluar masuk ke pelabuhan,”ujarnya. Arifin menambahkan, pihaknya sudah mengirimkan bala bantuan ke arah Pondok Dayung. Tim SAR beserta Pemadam Kebakaran Tanjung Priok juga sudah datang ke mengerahkan mengarah ke sana.

Ledakan di gudang amunisi Komando Pasukan Katak TNI AL kawasan barat, di Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, juga merusak Kantor Polisi Air Polda Metro Jaya dan melukai seorang polisi. Direktur Polisi Air Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Makhruzi, mengatakan, ledakan di gedung amunisi itu juga berdampak pada markasnya yang letaknya memang berdekatan.

“Plafon rusak, dan kaca-kaca pecah karena kantor yang lokasinya dekat sama gudang itu ” kata Makhruzi, di Jakarta, Rabu. Ledakan di Pondok Dayung itu terjadi pada pukul 10.25 WIB, Rabu. Secara terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto, mengatakan, polisi sedang membantu TNI AL memblokade dan mensterilkan kawasan agar masyarakat tidak masuk lokasi ledakan.

Sementara itu, Mabes TNI mengkonfirmasi 25 personel TNI AL luka-luka. “Korban luka berasal dari anggota prajurit TNI AL, dan tidak ada warga sipil, ” kata Kepala Pusat Penerangan TNI, Laksamana Muda TNI Iskandar Sitompul.

Aturan Lengkap PP No 59 Tahun 2013 Tentang Pengamanan Mantan Presiden dan Wapres

Pemerintah menerbitkan PP No 59 Tahun 2013 tentang pengamanan terhadap presiden dan wapres dan juga mantan presiden dan wapres serta keluarganya. Berikut aturan lengkap mengenai pengamanan tersebut. Dalam Bab III Pasal 13 disebutkan bahwa mantan presiden dan wakil presiden beserta keluarganya berhak mendapatkan pengamanan dengan fasilitas secara terbatas. Pengamanan tersebut diberikan selama di dalam negeri dan luar negeri.

“Keluarga sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi istri atau suami,” demikian bunyi ayat 3 pasal 13. Adapun dalam ayat selanjutnya dijelaskan pengamanan meliputi pengamanan pribadi, pengamanan instalasi dan pengamanan kegiatan serta pengamanan penyelamatan. Pengamanan berlaku untuk di dalam negeri dan di luar negeri. Pengamanan mantan presiden dan mantan wakil presiden beserta istri atau suami di dalam negeri, dilakukan oleh Panglima TNI dikoordinasikan dengan Kapolri.

Sedangkan untuk pengamanan di luar negeri dilakukan oleh oleh Panglima TNI dikoordinasikan dengan Menteri Luar Negeri dan Kapolri. Mantan presiden dan wapres beserta istrinya atau suaminya berhak mendapatkan pengawalan seumur hidup. “Mantan presiden atau mantan wakil presiden beserta keluarganya berhak menolak untuk mendapat pengamanan. Dalam hal mantan presiden atau mantan wakil presiden menolak sebagaimana dimaksud pada ayat (1), penolakan disampaikan kepada Presiden melalui Panglima TNI,” demikian bunyi ayat 2 Pasal 21.

Berbekal Peraturan Pemerintah ini, Paspampes membentuk Grup D yang khusus bertugas melakukan pengamanan terhadap mantan presiden dan wakil presiden RI. “Tugasnya mengamankan mantan presiden, wapres, istri atau suami,” ujar Panglima TNI Jenderal Moeldoko usai upacara pengesahan Grup D di Mako Paspampres Jl Tanah Abang II, Jakarta Pusat, Senin (3/2/2014) kemarin.

Ketua DPP PDIP yang juga Wakil Ketua Komisi I DPR, Tubagus Hasanuddin, merespon positif pembentukan Grup D Paspampres yang bertugas mengawal mantan presiden dan wakil presiden beserta keluarganya. “Grup D Paspampres merupakan ide yang baik,” kata Tubagus, Selasa (4/3/2014). TB, sapaan Tubagus, menyebut pembentukan Grup D merupakan reorganisasi personel-personel lama yang pernah mengawal presiden sebelumnya. Reorganisasi ini bisa menjamin kesejahteraan prajurit-prajurit itu.

“Masalah pelayanan buat mereka, misalnya gaji, pakaian, tunjangan, dan sebagainya, juga pasti lebih terjamin. Struktur kepangkatannya juga lebih terstruktur sesuai tugas dan jabatannya,” tutur TB. Namun demikian, penjaminan kesejahteraan prajurit Grup D itu tak akan memboroskan anggaran negara. Soalnya, jumlah mereka cuma sedikit.

“Jumlah anggota TNI yang ditugaskan di mantan Presiden dan Wapres sekarang ini juga tidak banyak, sekitar 3 hingga 15 orang saja ditambah Patwal dari Polri. Dengan jumlah itu dirasakan cukup memadai dan disarankan tak perlu ditambah lagi, sehingga Grup D tak perlu dibentuk secara besar-besaran, dan tak perlu ada dana tambahan,” tandasnya.

Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) membentuk grup baru yaitu grup D yang bertugas untuk melakukan pengamanan terhadap mantan presiden dan wakil presiden RI. Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso menilai hal ini adalah gagasan yang baik. “Di beberapa negara demokrasi lain, yang maju termasuk Amerika Serikat memang mantan presiden tetap mendapat protokoler pengamanan. Kalau di Indonesia ada rencana semacam itu, ambil sisi positifnya. Ada keinginan penghormatan pada pemimpin negara berupa pengawalan. Saya kira tidak masalah,” kata Priyo di Gedung DPR, Senayan, Jakpus, Senin (3/3/2014).

Priyo sendiri belum diberi tahu secara lengkap terkait pembentukan grup baru Paspampres ini. Ia merasa masih butuh pembicaraan lebih panjang terkait teknis. “Sebagai pimpinan DPR, saya belum diberi tahu secara utuh. Ini terkait anggaran dan persetujuan substansif. Saya tidak akan menolak, ini gagasan baik. Perlu dikonfirmasi desainnya seperti apa, bagaimana struktur dan jumlah personil kan kita belum tahu sama sekali. Saya berpendapat silakan saja,” ujar politikus Golkar ini.

Terkait anggaran, Priyo mengaku masih ada tarik menarik antara Komisi I dan Komisi II. Ia mengusulkan agar pembahasan dilakukan bersama-sama. Ini sudah ada pembicaraan antara Komisi I dan komisi II, masih tarik menarik. Bisa di Komisi I atau Komisi II atau keduanya. Paspampres kan di Komisi I tapi anggaran sesneg di Komisi II,” jelasnya.

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Moeldoko menjelaskan bahwa Grup D memiliki 287 personel. Mantan presiden atau wapres akan dikawal oleh satu grup beranggotakan 30 personel. “Tugasnya mengamankan mantan presiden, wapres, istri atau suami,” ujar Moeldoko usai upacara pengesahan Grup D di Mako Paspampres Jl Tanah Abang II, Jakarta Pusat, Senin (3/2). Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) tidak mempermasalahkan tugas baru Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) mengawal mantan presiden dan wakil presiden. JK menganggap jika hal itu sesuai aturan maka dirinya tidak keberatan.

“Soal Paspampres ikut aturan saja,” ucap JK, saat dikonfirmasi Senin (3/3/2014). Pria asal Makassar ini menyarankan kalau bisa pengamanan untuk mantan RI 1 dan RI 2 tidak seketat presiden dan wakil presiden yang masih menjabat. Selain itu, jumlah personelnya juga tidak perlu banyak-banyak. “Meskipun kalau bisa yang sederhana saja, termasuk dari segi jumlah personel yang akan ditugaskan,” ujarnya.

Paspampres membentuk grup D yang bertugas melakukan pengamanan terhadap mantan presiden dan wakil presiden RI. Panglima TNI Jenderal Moeldoko akan menyampaikan langsung kepada mantan presiden dan wapres yang akan dikawal. “Panglima TNI akan berkomunikasi dengan beliau-beliau (para mantan presiden dan wapres), supaya beliau bisa memahami,” ujar Panglima TNI Jenderal Moeldoko usai upacara pengesahan Grup D di Mako Paspampres Jl Tanah Abang II, Jakarta Pusat, Senin (3/2/2014).

Pengawalan ini nantinya akan diserahkan kepada mantan presiden, wakil presiden berserta keluarga yang akan dikawal. Mereka yang menentukan apakah ingin dikawal atau tidak. Begitu juga anggota keluarga yang diminta untuk dikawal. Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) membentuk grup D, sebuah pasukan kelompok khusus untuk mengawal mantan presiden dan wakil presiden. Siapa saja yang kemungkinan bakal mendapat pengawalan?

Pembentukan Grup D ini didasari oleh Peraturan Pemerintah No 59 tahun 2013 tentang pengamanan presiden dan wakil presiden, mantan presiden dan wakil presiden berserta keluarganya serta tamu negara setingkat kepala negara atau kepala pemerintahan. Jumlah personel pengawalan 30 orang yang terbagi dalam beberapa shift.

Panglima TNI rencananya akan mendatangi satu per satu perwakilan keluarga mantan presiden dan wakil presiden terkait rencana pengawalan ini. Mereka bisa memilih apakah mau dikawal atau tidak. Asintel Paspampres Kolenel Edmil menjelaskan, pengawalan melekat hanya kepada keluarga presiden dan wakil presiden yang masih hidup. Sementara yang sudah meninggal, keluarganya tidak dikawal. Dari syarat di atas, ada sejumlah nama yang memenuhi kriteria. Siapa saja? Berikut daftar mantan presiden dan wakil presiden beserta keluarganya:

Megawati Soekarnoputri (mantan presiden)
Megawati Soekarnoputri adalah Presiden Indonesia kelima yang menjabat sejak 23 Juli 2001 — 20 Oktober 2004. Ia merupakan presiden wanita Indonesia pertama. Ia menjadi presiden setelah MPR mengadakan Sidang Istimewa MPR pada tahun 2001. Sidang Istimewa MPR ini diadakan dalam menanggapi langkah Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang membekukan lembaga MPR/DPR dan Partai Golkar. Ia dilantik pada 23 Juli 2001. Sebelumnya dari tahun 1999–2001, ia menjabat Wakil Presiden pada pemerintahan Gus Dur. Ketum PDI Perjuangan ini kalah pada pemilu tahun 2004, oleh Susilo Bambang Yudhoyono dalam Pemilu yang berlangsung dua putaran. Mega punya tiga anak, yang pertama adalah Mohammad Rizki Pratama dan Mohammad Prananda dari suami almarhum Surindro Supjarso, lalu Puan Maharani dari suami almarhum Taufiq Kiemas.

Abdurrahman Wahid (mantan presiden)
Abdurrahman Wahid atau biasa dipanggil Gus Dur lahir di Jombang, Jatim, pada 7 September 1940 dan wafat pada 30 Desember 2009 pada usia 69 tahun. Dia adalah presiden Indonesia yang keempat dan menjabat dari tahun 1999 hingga 2001. Masa kepresidenan Abdurrahman Wahid dimulai pada 20 Oktober 1999 dan berakhir pada Sidang Istimewa MPR pada tahun 2001. Tepat 23 Juli 2001, kepemimpinannya digantikan oleh Megawati Soekarnoputri setelah mandatnya dicabut oleh MPR. Gus Dur memiliki istri bernama Sinta Nuriyah dan anak-anaknya Alissa Qotrunnada, Zannuba Ariffah Chafsoh, Anita Hayatunnufus dan Inayah Wulandari.

Habibie (mantan presiden)
BJ Habibie adalah presiden Indonesia yang ketiga. Ia menggantikan Soeharto yang mengundurkan diri dari jabatan presiden pada tanggal 21 Mei 1998. Dengan menjabat selama 2 bulan dan 7 hari sebagai wakil presiden, dan 1 tahun dan 5 bulan sebagai presiden, Habibie merupakan Wakil Presiden dan juga Presiden Indonesia dengan masa jabatan terpendek. Habibie punya istri bernama Hasri Ainun Habibie yang kini sudah tiada. Kisah cinta mereka sempat ditulis dalam buku ‘Habibie dan Ainun’ serta difilmkan dengan judul yang sama. Habibie dikaruniai dua anak yakni, Ilham Akbar dan Thareq Kemal.

Try Sutrisno (mantan wakil presiden)
Try Sutrisno adalah satu-satunya mantan wakil presiden yang menjabat di era Soeharto yang masih hidup. Dia kini berusia 78 tahun. Mantan Panglima ABRI itu menjadi wakil presiden periode 1993-1998. Dia adalah wakil presiden Indonesia ke-6. Try mempunyai istri bernama Tuti Sutiawati. Di Wikipedia, tercatat Try punya tujuh anak, namun tak disebutkan nama-namanya. Salah satu anaknya yang sering jadi berita adalah Kombes Pol Firman Santyabudi yang pernah menjabat sebagai Kapolres Jakarta Selatan.

Hamzah Haz (mantan wakil presiden)
Hamzah Haz adalah Wakil Presiden Republik Indonesia kesembilan yang menjabat sejak tahun 2001 bersamaan dengan naiknya Megawati Soekarnoputri menjadi presiden. Kala itu, dia menjabat sebagai ketum PPP. Dalam sejumlah catatan biografi, Hamzah Haz disebut memiliki tiga istri. Ada nama Hajjah Asmaniyah berputra 9 orang. Kedua, Hajjah Titin Kartini berputra 3 orang dan ketiga Soraya memiliki 3 anak.

Muhammad Jusuf Kalla (mantan wakil presiden)
Jusuf Kalla adalah partner Susilo Bambang Yudhoyono pada periode tahun 2004 – 2009. Saat maju menjadi capres bersama Wiranto di periode berikutnya, JK kalah. JK memiliki istri bernama Mufidah Miad Saad dan lima anak. Mereka adalah Muchlisah Jusuf, Muswirah Jusuf, Imelda Jusuf, Solichin Jusuf dan Chaerani Jusuf.

Pengamat militer Anton Ali Abbas menilai pembentukan Grup D Pasukan Pengamanan Presiden agak berlebihan. Sebab personel Paspampres itu bertugas mengamankan bukan hanya mantan presiden dan wakil presiden, tapi juga keluarganya. Anton pun mempertanyakan apa urgensi keluarga mantan presiden dan wakil presiden perlu dilindungi. “Selama ini ‘kan’ cukup mantan presiden, wakil presiden, berta istri dan suami masing-masing,” kata dia saat dihubungi, Senin, 3 Maret 2014.

Jika kebutuhan pengamanan keluarga para mantan presiden dan wakil presiden mendesak, seharusnya Panglima TNI bisa menjelaskan secara rinci. Sebab, pembentukan grup tugas Paspampres ini membutuhkan anggaran dari duit rakyat yang tak sedikit. Anton juga mempertanyakan cakupan pengamanan keluarga yang menjadi tugas Paspampres. “Apakah hanya keluarga inti, istri atau suami dan anak saja, apakah sampai menantu dan cucu,” kata dia. Jika pengamanan sampai menantu dan cucu, jelas merupakan pemborosan.

Senin kemarin, Panglima TNI Jenderal Moeldoko meresmikan Grup D Paspampres yang bertugas khusus menjaga keselamatan para mantan presiden, wakil presiden dan keluarga mereka. Sebelumnya, hanya ada tiga Grup di Paspampres, yakni Grup A, B, dan C. Grup A bertugas melaksanakan pengamanan fisik jarak dekat terhadap presiden beserta keluarganya. Grup B, bertugas melaksanakan pengamanan fisik jarak dekat terhadap wakil presiden beserta keluarganya. Untuk Grup C punya tugas untuk melaksanakan pengamanan fisik jarak dekat terhadap tamu negara setingkat kepala negara atau kepala pemerintahan.

Panglima TNI Jenderal Moeldoko menyatakan penambahan personel dan pembentukan grup pengamanan baru tak membuat anggaran Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) membengkak. “Penambahan anggaran itu pasti, tapi jumlahnya tak terlalu signifikan,” kata Moeldoko di Markas Komando Paspampres di Jalan Tanah Abang, Senin, 3 Maret 2014. Kebutuhan anggaran, ia menjelaskan, diperlukan untuk operasional pengamanan dan penambahan fasilitas. TNI juga berencana menambah kendaraan dinas yang akan dipakai Grup D yang baru saja dibentuk. Grup ini akan bertugas mengamankan mantan presiden atau wakil presiden beserta keluarganya.

Menurut Moeldoko, Grup D sudah siap bekerja mulai hari ini. Namun dia tak yakin Grup D bakal bekerja efektif dalam waktu dekat. “Sayang, kerja grup baru agak pelan-pelan sebab keterbatasan anggaran. Jadi harus ditunggu kelengkapan peralatannya.” Hari ini Moeldoko meresmikan penambahan personel Paspampres yang akan ditempatkan di Grup D. Grup ini berjumlah sekitar 285 orang. Sebelumnya hanya ada tiga grup di jajaran Paspampres, yakni Grup A, B, dan C. Grup A bertugas melaksanakan pengamanan fisik jarak dekat terhadap presiden beserta keluarganya, Grup B untuk wakil presiden beserta keluarganya, dan Grup C untuk tamu negara setingkat kepala negara atau kepala pemerintahan.

Selain membentuk Grup D, dia juga meresmikan Detasemen Latihan (Delat) Paspampres. Sebelumnya Delat berada di bawah komando Grup C Paspampres. Detasemen Latihan bertugas untuk melatih dan membina kemampuan personel Paspampres. Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengatakan kesatuannya tengah menyiapkan grup pengamanan baru. Grup ini khusus bertugas mengamankan mantan presiden dan wakil presiden beserta keluarga. “Pembentukan grup baru akan mematenkan tugas pengamanan mantan pemimpin RI,” kata Moeldoko di Markas Komando Paspampres, Tanah Abang, Jakarta, Senin, 3 Maret 2014.

Menurut Moeldoko, selama ini TNI tak punya grup khusus untuk mantan presiden dan wakil presiden. Pengamanan mereka hanya diperbantukan dari grup lain. Grup khusus ini, kata Moeldoko, akan diberi nama Grup D. Grup baru tersebut beranggotakan sekitar 287 personel TNI. Sesuai rencana, nantinya seorang mantan presiden atau wakil presiden akan diamankan oleh 30 personel yang bertugas bergantian setiap hari. Jumlah personel harian akan ditentukan tim berdasarkan situasi dan kondisi mantan presiden dan wakil presiden tersebut. “Jadi proporsional saja, tergantung permintaan dan keadaan di lapangan,” katanya.

Soal prosedur pengamanan, Moeldoko melanjutkan, akan dilakukan sesuai aturan standar pengamanan mantan presiden dan wakil presiden. Dengan kata lain, mantan presiden dan wakil presiden beserta keluarga harus terhindar dari segala ancaman bahaya. “Dan ini perlindungannya melekat.” Menurut Moeldoko, dengan terbentuknya grup baru, dia akan berkomunikasi dengan para mantan presiden dan wakil presiden, seperti Megawati Soekarnoputri dan Jusuf Kalla.

Sebelumnya hanya ada tiga grup di jajaran Paspampres, yakni Grup A, B, dan C. Grup A bertugas melaksanakan pengamanan fisik jarak dekat terhadap presiden beserta keluarganya. Grup B melaksanakan pengamanan fisik jarak dekat terhadap wakil presiden beserta keluarganya. Sedangkan grup C melaksanakan pengamanan fisik jarak dekat terhadap tamu negara setingkat kepala negara atau kepala pemerintahan.

Selain membentuk Grup D, Moeldoko juga meresmikan Detasemen Latihan (Delat) Paspampres. Sebelumnya Delat berada di bawah komando Grup C Paspampres. Detasemen Latihan bertugas melatih dan membina kemampuan personel Paspampres. “Denlat sekarang berdiri sendiri menjadi Detasemen Pendukung dan berkedudukan di bawah Komandan Paspampres TNI.”

Pesawat Tempur TNI AU T-50i Mendarat Darurat … Bandara Ahmad Yani Semarang Lumpuh

Pendaratan darurat pesawat jet tempur T-50i milik TNI AU sempat membuat aktivitas di Bandara Ahmad Yani dihentikan sementara. Penutupan berlangsung selama 45 menit. Pelaksana Air Traffic Control (ATC) Bandara Ahmad Yani Semarang, Bakti Yuda, mengatakan pendaratan tersebut berimbas penutupan karena ada sejumlah prosedur yang perlu dilakukan.

“Menyebabkan bandara close 45 menit. Pesawat itu kan tidak bisa serta merta keluar, ada beberapa prosedur sebelum keluar landasan,” kata Yuda saat ditemui di kantornya, Bandara Ahmad Yani Semarang, Jumat (28/2/2014). “Tadi sekitar jam 09.00 sampai jam 10.00-an. Sekarang sudah normal,” imbuhnya.

Akibatnya, sejumlah penerbangan pun mengalami penundaan. Salah satunya pesawat Lion Air yang menuju ke Jakarta. “Keberangkatan jam 09.45. Ditunda sampai jam 13.00. Saya ada acara di Jakarta jam 13.00, ya tidak jadi, saya pulang,” ujar anggota Komisi D DPRD Jateng, Hadi Santoso, salah seorang penumpang.

Diketahui Pesawat jet tempur T-50i milik TNI AU itu hendak ke bandara Iswahjudi, Madiun, Jatim. Namun menjelang langit Semarang, indikator generator pesawat menyala. Kadispen TNI AU Marsekal Pertama TNI Hadi Tjahjanto mengatakan ada kemungkinan persoalan teknis yang muncul bila indikator menyala. Bisa jadi generatornya terganggu, atau memang indikatornya ada masalah. Yang jelas, pilot masih bisa mendarat dengan mulus, tanpa ada gangguan apa pun.

Pesawat jet tempur T-50i milik TNI AU yang hendak ke bandara Iswahjudi, Madiun, Jatim, mendarat darurat di Semarang, Jawa Tengah. Ada persoalan teknis di bagian indikator generator yang membuat pilot harus memisahkan diri dari rombongan. Kadispen TNI AU Marsekal Pertama TNI Hadi Tjahjanto mengatakan, kejadian ini berlangsung pada pukul 09.30 WIB tadi. Ada empat pesawat T-50i yang terbang dari Halim Perdanakusumah, Jaktim, menuju Madiun. Namun di menjelang langit Semarang, indikator generator pesawat menyala.

“Sebenarnya pesawat masih bisa ke Iswahjudi kalau dalam kondisi perang. Tapi dalam kondisi damai seperti ini kita cari safe saja. Yang tiga melanjutkan, hanya satu yang mendarat,” kata Marsekal Pertama Hadi Jumat (28/2/2014).

Menurut Hadi, ada kemungkinan persoalan teknis yang muncul bila indikator menyala. Bisa jadi generatornya terganggu, atau memang indikatornya ada masalah. Yang jelas, pilot masih bisa mendarat dengan mulus, tanpa ada gangguan apa pun. “Tidak dianggap terlalu darurat, hanya kita jaga-jaga saja. Pesawatnya juga landing normal,” terang Hadi.

Pesawat T50i ini baru tiba di Indonesia pada Kamis (13/2/2014). Presiden SBY datang ke atraksi pertunjukan pesawat yang digelar di Bandara Halim Perdanakusumah tersebut. Pesawat tersebut memang akan ditempatkan di pangkalan udara Iswahjudi.

Pesawat ini akan digunakan sebagai pesawat Fighter Lead in Trainer atau untuk melatih calon penerbang tempur. Pesawat T-50i memiliki panjang 43 kaki, lebar sayap 31 kaki dan tinggi 16 kaki. Dengan total kapasitas angkut persenjataan 5 ton, pesawat ini dilengkapi dengan kanon gatling internal 3 laras General Dynamics 20mm. Dengan spesifikasi ini, pesawat tempur T-50i mampu menyemburkan 2.000 peluru per menit.

7000 Prajurit TNI Dikerahkan Untuk Amankan Jalur Pantura

Sedikitnya 7.000 prajurit di lingkungan Komando Daerah Militer IV/Diponegoro dikerahkan untuk mengamankan jalur Pantai Utara Jawa Tengah yang penuh lubang karena musim hujan dan banjir dengan memperbaikinya. “Mereka ditugaskan sejak Sabtu kemarin,” kata Kepala Penerangan Komando Daerah Militer IV/Diponegoro, Kolonel Arh Ramses L Tobing saat dihubungi, Minggu, 9 Februari 2014. “Dari Brebes sampai Rembang”.

Prajurit ditugaskan menambal sementara lubang-lubang dengan pecahan batu atau kerikil tanpa aspal. Mereka ditugaskan hingga perbaikan permanen dilaksanakan. Jika lubang terbuka lagi karena hujan, segera ditutup lagi. “Ini semacam perang melawan lubang,” tambah Ramses setengah berkelakar. Prajurit-prajurit tersebut berasal dari 11 Komando Distrik militer di sepanjang Pantai Utara Jawa Tengah, satu Batalyon Zipur 9/Kostrad, satu Batalyon Zipur 4/Tanpa Kawan-dya serta satu Brigade Infanteri 4/Dewa Ratna.

Dalam pantauan Tempo di jalur Pantai Utara Demak, puluhan tentara terlihat memperbaiki jalan di Jalan Raya Karangtengah, jelang masuk kota Demak dari arah Semarang. “Sudah dua hari kami bertugas menambal lubang,” kata Pembantu Letnan Dua Saironi yang juga Wakil Komandan Komando Rayon Militer Guntur, Demak. Menurutnya setiap hari terdapat 300 tentara di jalur Pantai Utara Demak.

Sekitar 2.500 anggota Tentara Nasional Indonesia dikerahkan untuk memperbaiki kerusakan jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa. “Dari Satuan Zeni ada 1.500 orang. Dari satuan non-Zeni dan teritorial di sepanjang Pantura ada 1.000 sampai 1.200 orang,” kata Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Budiman di markas Komando Rayon Militer 05 Losari, Kabupaten Brebes, Ahad sore, 9 Februari 2014.

Dengan pengawalan ketat, sejak Ahad pagi, Budiman menyisir sepanjang jalur Pantura dari Jakarta ke Semarang. Di Jawa Barat, iring-iringan mobil Budiman dan rombongannya itu sempat berhenti di Subang, Indramayu, dan Cirebon, untuk memantau kerusakan jalur Pantura akibat banjir. Januari lalu, jalur nasional di tiga daerah itu lumpuh total selama beberapa hari akibat terendam banjir.

Di Brebes, Budiman disambut Panglima Komando Daerah Militer IV/Diponegoro Mayor Jenderal TNI Sunindyo. Selain di Brebes, Budiman singgah di Tegal. Senin, 10 Februari, Jenderal Budiman akan melanjutkan pemantauan Pantura dari Semarang sampai Surabaya. Tinjauan itu merupakan tindak lanjut kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Pekalongan pada Selasa dan Rabu lalu.

Budiman mengatakan, dalam rapat kabinet terbatas, Jumat lalu, Presiden SBY memerintahkan TNI untuk membantu Kementerian Pekerjaan Umum dalam penanganan tanggap darurat untuk jalur Pantura. “Sejak Sabtu sudah dimulai,” kata Budiman. Pejabat Pembuat Komitmen Jalan dan Jembatan Bina Marga Provinsi Jawa Tengah wilayah Losari-Brebes-Tegal, Sumarjono, mengatakan bantuan tenaga dari TNI membuat pekerjaannya lebih cepat kelar. “Biasanya material baru habis pukul 17.00. Siang tadi langsung habis karena penambalan jalan dibantu TNI,” ujar dia.

Direktur Jenderal Bina Marga Djoko Murjanto mengatakan perbaikan jalan Pantura Jawa yang rusak akibat banjir akan dimulai bulan depan. Ruas-ruas jalan tersebut rencananya akan dibeton. “Relatif lebih lebih kuat dan lebih tahan dengan beton karena design life-nya 20 tahun,” katanya saat ditemui di kompleks Kementerian Pekerjaan Umum, Jumat, 7 Februari 2014.

Namun Djoko mengatakan hanya jalan yang tanahnya stabil saja yang dapat dibeton. Djoko juga menuturkan perbaikan jalan dengan menggunakan beton yang rencananya berlangsung hingga Juni 2014 itu bukan karena banjir, tapi bagian dari perbaikan reguler. Hingga kini, jalur Pantura Jawa yang sudah dibeton baru 230 kilometer. Djoko berharap pada tahun ini perbaikan jalan sepanjang 1.300 kilometer di jalur itu dapat dilaksanakan.

Djoko mengatakan total dana untuk perbaikan jalan nasional yang rusak seluruh Indonesia Rp 2 triliun dari Ditjen Bina Marga. Namun untuk jalur Pantura Jawa, Kementerian Pekerjaan Umum menyiapkan dana reguler Rp 200 miliar dan dana mendesak Rp 330 miliar. “Itu masih kurang. Kami saat ini optimalkan dana yang ada. Dari dana reguler yang memang sudah kami alokasikan sebelum bencana ini (banjir),” katanya.

Spesifikasi dan Kecanggihan 37 Tank Amfibi Rusia BMP-35 Yang Baru Dibeli Marinir TNI

Korps Marinir Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut pada hari ini, Senin, 27 Januari 2014, menerima 37 unit tank amfibi jenis BMP-35 (Boyevaya Mashina Pyekhota) dari Kementerian Pertahanan. Upacara penyerahan di Pusat Latihan Pertempuran Korps Marinir, Desa Karangtekok, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, itu dipimpin oleh Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro. Upacara penyerahan juga dihadiri oleh Panglima TNI Jenderal Moeldoko dan Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Haluzin.

“Kini Korps Marinir telah memiliki 54 tank modern produksi Rusia. Sebelumnya, pada 11 Desember 2010, Korps Marinir menerima 17 unit tank jenis sama dari Menteri Pertahanan,” kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut Untung Suropati.

Penyerahan tank amfibi itu merupakan realisasi kontrak jual-beli antara Kementerian Pertahanan dengan perusahaan Rusia, Rosoboonexport. Kerja sama itu juga mencakup pelatihan pengoperasian dan pemeliharaan tank. Pada Juni 2013 lalu, enam prajurit dari Resimen Kavaleri mengikuti pelatihan di Pusat Pelatihan Pabrik Kendaraan Tempur Kurganmashzavod di Kurgan, Rusia.

Tank amfibi BMP-3F adalah kendaraan tempur lapis baja yang mampu bermanuver di air dan darat. Ia punya kemampuan paling unggul di kelas peralatan tempur amfibi saat ini. Tank produksi Rusia itu dirancang untuk menghadapi pertempuran dengan senjata utama meriam canon kaliber 100 milimeter yang mampu menembak sampai jarak 4 kilometer. Dengan berat 18 ton, panjang 7,14 meter, lebar 3,16 meter, dan tinggi 3,57 meter, tank ini mampu membawa tujuh pasukan dan tiga kru. Sistem persenjataan tank ini memadukan artileri, rudal, dan roket dengan kontrol otomatis, sehingga tembakan tetap akurat meski saat berenang.

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro hari ini, Senin, 27 Januari 2014, dijadwalkan menyerahkan 37 unit tank amfibi BMP-3F kepada Korps Marinir TNI AL di Pusat Latihan Pertempuran Korps Marinir, Desa Karangtekok, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Tank amfibi BMP-3F tersebut buatan Rusia. Pada Desember 2010, Korps Marinir lebih dahulu mendapatkan 17 unit BMP-3F, sehingga Korps Marinir akan memiliki 54 unit.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksmana Pertama Untung Suropati mengatakan BMP-3F dibuat oleh pabrik kendaraan tempur Kurganmashzavod di Kurgan, Rusia. “Ini sebagai realisasi dari pelaksanaan kontrak jual-beli antara Kemhan RI dengan perusahaan Rusia, Rosoboronexport,” kata Untung dalam rilisnya, Senin, 27 Januari 2014.

BMP merupakan kendaraan tempur angkut pasukan yang berlapis baja tangguh dan mampu bermanuver di air dan darat. Tank ini memiliki senjata utama meriam canon kaliber 100 meter, senjata anti-serangan udara, dan rudal antitank. Kepala Warranty Rusia, Sergei Safronov, mengatakan kendaraan tempur ini merupakan generasi terbaru yang sempurna. Dibandingkan produknya tahun 2010 yang diserahkan ke Indonesia, ranpur saat ini telah mengalami sedikit perubahan kontruksi. “Seratus persen sempurna, sesuai kondisi geografis Indonesia,” kata dia.

Penyempurnaan BMP-3F ini disesuaikan permintaan Korps Marinir Indonesia. Rusia sendiri telah lama memakai produk tersebut. Safronov mengucapkan terima kasih karena Indonesia mempercayakan pembeliaan BMP-3F kepada Rusia. Selain Indonesia, tank jenis ini juga dipakai angkatan bersenjata Ukraina, Sri Lanka, Siprus, Kuwait, dan Uni Emirat Arab.

Spesifikasi dan Kecanggihan Kapal Selam Rusia Yang Akan Dibeli TNI

Kepala Satuan Angkatan Laut Laksamana Marsetio berencana membeli kapal selam kelas Kilo dari Rusia. “Kami akan melihat dulu dua kapal selam yang ditawarkan itu,” kata Marsetio ketika ditemui di acara penyerahan tank amfibi di Situbondo, Jawa Timur, pada Selasa, 28 Januari 2014.

Saat ini Indonesia sudah memiliki dua unit kapal selam tipe 209/1300 buatan Jerman. September 2013 lalu, Indonesia memesan dua unit kapal selam tipe U-209 yang kini dalam proses pembuatan di Korea Selatan. Meski demikian, kebutuhan kapal selam untuk mempertahankan teritorial maritim Indonesia masih dianggap kurang.

“Idealnya kita butuh 12 unit kapal selam, jadi masih kurang lima unit lagi,” kata Marestio. Duta Besar Indonesia untuk Rusia Djauhari Oratmangun mengatakan proses peninjauan kapal selam yang ditawarkan Rusia akan dilakukan pada Februari mendatang. “Tahap awal akan ada empat orang yang meninjau kapal itu. Dua kapal selam itu entah nanti dibeli dengan harga murah atau dihibahkan,” kata Djauhari.

Kapal selam kelas Kilo adalah kapal selam militer bertenaga diesel atau kerap dikenal dengan nama Project 877. Kapal ini berfungsi sebagai kapal selam anti-permukaan yang berfungsi di perairan dangkal dan mampu beroperasi dengan tenang atau tanpa suara. Kapal selam jenis ini memiliki persenjataan berupa delapan roket permukaan ke udara SA-N-8 Gremlin atau SA-N-10 Gimlet. Selain itu, kapal selam ini dilengkapi 18 torpedo atau 24 ranjau dengan enam buah tabung torpedo 533 milimeter.

Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Marsetio mengatakan pemerintah belum menentukan sikap terhadap tawaran hibah sejumlah kapal selam dari Rusia. Menurut dia, belum lama ini perwakilan TNI AL dan Kementerian Pertahanan berkunjung ke Rusia untuk membicarakan awal tawaran hibah ini.

Marsetio yang ikut dalam kunjungan itu menyebut, selain membicarakan urusan hibah, perwakilan Indonesia juga melihat kondisi dan kemampuan kapal selam Rusia. “Yang ditawarkan kapal selam Kilo Class,” kata Marsetio kepada Tempo saat ditemui di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Selasa, 1 Oktober 2013.

Marsetio menyebut kapal selam Kilo Class Rusia punya kemampuan bagus. Menurut dia, kapal selam produksi 1990-2000-an itu tergolong canggih. Kapal selam itu mampu menembakkan rudal dari dalam laut ke permukaan. Rudal yang diluncurkan pun punya jangkauan jauh, yakni 300 kilometer. “Indonesia belum punya kapal selam seperti ini,” kata Marsetio.

Saat disinggung kemungkinan sikap Indonesia dan Rusia, Marsetio mengaku tak tahu. Menurut dia, kedua negara belum ada kesepakatan untuk hibah ini. Marsetio memilih bungkam saat ditanya soal kendala yang dihadapi. Begitu pula soal berapa duit yang diperlukan Indonesia untuk hibah ini.

Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Marsetio mengatakan TNI kekurangan alat utama sistem persenjataan berupa kapal selam untuk melindungi seluruh wilayah laut Indonesia. Menurut Marsetio, setidaknya dibutuhkan 12 kapal selam untuk menjaga wilayah laut Indonesia.

“Sementara saat ini Indonesia baru punya dua kapal buatan tahun 1980-an,” kata Marsetio dalam sidang Komite Kebijakan Industri Pertahanan di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, 6 November 2013. Kedua kapal selam itu, yakni KRI Cakra dan KRI Nenggala, sudah uzur. Bahkan, di tahun 2020 kedua kapal tersebut genap berusia 40 tahun dan harus pensiun.

Saat ini Indonesia sedang memesan tiga unit kapal selam Changbogo Class dari Korea Selatan. Dalam pembelian ini, Indonesia dan Korea Selatan sepakat ingin menjalin kerja sama alih teknologi. Indonesia ingin kapal selam pesanan ketiga dibangun di galangan kapal PT PAL dan dikerjakan oleh putra-putri bangsa yang diawasi oleh perusahaan Korea Selatan, Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering.

Sebagai Komisaris Utama PT PAL, Marsetio ingin mendorong kesiapan fasilitas pembuatan kapal selam di galangan kapal milik PT PAL di Surabaya. Pemerintah pun setuju mengucurkan duit Rp 1,5 triliun untuk membangun fasilitas khusus kapal selam di PT PAL. “Sebab, galangan kapal selam itu berbeda dengan kapal biasa, harus tertutup, lebih khusus seperti produk buatan tangan,” ia menjelaskan.

Selain itu, PT PAL juga sedang mempersiapkan tenaga ahli dan teknisi terbaik untuk dikirim ke pabrik Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering. Sesuai rencana, total 206 perwakilan PT PAL akan belajar di Negeri Ginseng. Sayang Marsetio tak mau menjelaskan detail proses alih teknologi itu. “Pokoknya dari teknisi, desainer, sampai tukang las PT PAL akan dikirim ke Korea Selatan,” kata dia. Marsetio sendiri yakin jika PT PAL bisa memperoleh ilmu pembuatan kapal selam bakal berdampak positif bagi TNI AL, khususnya pemenuhan kebutuhan kapal selam. Dengan begitu, kebutuhan 12 kapal selam Indonesia bisa dibantu dengan produksi dalam negeri.

Marsetio menyatakan dirinya sedikit ngotot memenuhi kebutuhan kapal selam Indonesia. Sebab, menurut dia, kapal selam punya efek deteren (tangkal) yang sangat kuat bagi pertahanan laut suatu negara. Berbeda dengan efek deteren sebuah kapal perusak biasa. “Selain itu, sebuah bangsa dikatakan hebat dan maju jika bisa membuat kapal selam dan kapal perang sendiri.”

Meski begitu, Marsetio membutuhkan kapal-kapal perang kelas fregat dan corvet untuk menjaga wilayah laut, khususnya dari permukaan. Setidaknya, dia melanjutkan, TNI AL butuh 20 kapal kelas fregat untuk membantu pengamanan laut Indonesia. Saat ini Indonesia sudah memesan tiga unit kapal fregat dari Inggris serta dua kapal lain dari Belanda.

“Sisanya (kebutuhan 20 kapal perang) tetap kami berharap PT PAL dan BUMN lain bisa mandiri membuat kapal perang,” kata dia. “Sesuai rencana PT PAL juga akan mengupayakan alih teknologi dari kapal perang buatan Belanda.” “Itu pembicaraan tingkat Menteri Pertahanan. Soal jumlah (kapal selam yang akan dihibahkan) belum ada kesepakatan juga,” kata dia. Sebelumnya, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyebut pemerintah Rusia menawarkan 10 unit kapal selam kepada Indonesia. Meski begitu, Purnomo juga belum menyebut titik terang dalam tawaran hibah ini.