Category Archives: Sistem Pertahanan

Daftar Lengkap Pesawat Tempur Yang Dimiliki Oleh TNI


Panglima TNI Jenderal Moeldoko gembira dengan beberapa alat utama sistem persenjataan baru yang bakal diterima tahun ini. Salah satu yang dia tunggu adalah helikopter serbu Apache dari Amerika Serikat. “Dulu kami tak menyangka bisa membeli helikopter sekelas Apache,” kata Moeldoko kepada wartawan di lapangan Markas Besar TNI di Cilangkap, Jakarta Timur, Senin, 6 Januari 2014.

Moeldoko tak sabar menunggu kedatangan helikopter serbu tersebut. Meski bekas, helikopter canggih tersebut terlebih dahulu menjalani proses upgrade sebelum dikirim ke Indonesia. “Mudah-mudahan kami bisa datangkan dua unit Apache sebelum HUT TNI 5 Oktober 2014, jadi bisa kami pamerkan nanti,” kata dia.

Selain helikopter Apache, TNI bakal menerima belasan pesawat baru dan bekas berbagai jenis di tahun ini. “Ada pesawat tempur jet, pesawat tempur baling-baling, dan pesawat angkut,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara Marsekal Pertama Hadi Tjahjanto saat dihubungi, Sabtu, 4 Januari 2014.

Dari jajaran pesawat tempur jet adalah F-16 blok 24 hibah dari Amerika Serikat. Menurut Hadi, Angkatan Udara bakal menerima delapan dari 24 unit pesawat hibah sebelum bulan Oktober 2014. Sesuai rencana pesawat F-16 bakal menghuni Skuadron 16, Pekanbaru, Riau.

Selain itu, Angkatan Udara bakal menerima secara bertahap pesawat tempur bermesin jet T-50 Golden Eagle buatan Korea Selatan. Dari satu skuadron atau 16 unit pesawat yang dipesan, baru delapan unit yang diterima Indonesia. Pesawat inilah yang bakal digunakan untuk melatih pilot-pilot tempur TNI AU menggantikan pesawat Hawk 100/200.

Untuk pesawat tempur ringan atau bermesin piston atau baling-baling, akan datang pesawat Super Tucano buatan pabrikan Embraer Brazil. Dari 16 unit yang dipesan, baru empat unit yang sudah tiba di Tanah Air. “Setidaknya dua unit bakal datang lagi tahun ini,” kata Hadi. Pesawat ini menjadi tulang punggung TNI AU dalam melakukan misi antigerilya menggantikan pesawat OV-10 Bronco yang dipensiunkan tahun lalu.

Selain itu, TNI AU bakal menerima satu unit pesawat jenis angkut C-130 Hercules dari Australia. Pesawat ini juga bakal menambah kekuatan armada angkut TNI AU. “Rencananya datang bulan Juli nanti.”

Sesuai rencana Angkatan Udara juga bakal menerima beberapa unit pesawat terbang tanpa awak dari Filipina tahun ini. Pesawat tanpa awak bakal menghuni skuadron khusus surveillance di Pontianak, Kalimantan Barat. “Sesuai renstra (rencana strategis), pesawat datang tahun ini,” kata Hadi.

HUT TNI … Garuda Tidak Lakukan Penerbangan


Maskapai yang ada di Bandara International Juanda, Sidoarjo, akan melakukan beberapa langkah saat perayaan hari ulang tahun Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-69 pada Selasa, 7 Oktober 2014.Vice President PT Garuda Indonesia Tbk Domestic Region III Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Ari Suryanta mengatakan seluruh maskapai telah melakukan rapat dengan PT Angkasa Pura dan TNI.

Rapat menghasilkan kesepakatan bahwa seluruh maskapai yang memiliki jadwal terbang pukul 10.00-11.45 WIB dan pukul 12.30-13.30 WIB akan ditampung pada penerbangan sebelum pukul 10.00 WIB atau setelah pukul 14.00 WIB. “Karena pada pukul 10.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB akan digunakan oleh pesawat TNI,” kata Ari di acara Garuda Indonesia Travel Fair 2014 di lantai dasar Tunjungan Plaza, Surabaya, Jumat, 26 September 2014.

Konsekuensinya, ujar Ari, setiap maskapai harus menyediakan pesawat yang besar dan memiliki kapasitas lebih banyak dibanding biasanya untuk menampung penumpang yang seharusnya berangkat pukul 10.00-14.00 WIB. “Jadwal ini berlaku pada 1 sampai 4 Oktober dan 7 Oktober 2014,” tuturnya. Adapun bagi penumpang yang sudah memesan tiket pada pukul itu diminta mengubah jadwal agar tidak terjadi kesalahpahaman dengan maskapai. “Kami juga selalu mensosialisasikan hal ini kepada penumpang, khususnya penumpang Garuda Indonesia,” katanya.

Ditanya kerugian maskapai dengan pengubahan jadwal tersebut, Ari menuturkan pihaknya tidak merugi sepeser pun karena pemberangkatan pesawat hanya dialihkan waktunya. Pengubahan jadwal ini tidak menggagalkan penerbangan. “Kerugiannya mungkin hanya bagi penumpang, yaitu rugi waktu, karena jadwal perjalanannya digeser,” ujar Ari.

anglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal Moeldoko membantah kabar rencana penutupan Bandara Juanda Surabaya dalam rangka perayaan HUT TNI ke-69 di Pangkalan Armada Laut Timur, 7 Oktober 2014.

“Tidak benar kalau Bandara Juanda akan ditutup TNI selama lima hari,” kata Moeldoko kepada wartawan di kompleks DPR, Senayan, Jakarta, Selasa, 9 September 2014. Meski begitu, Moeldoko membenarkan bahwa TNI akan menggunakan landasan Bandara Juanda untuk latihan dan pelaksanaan peringatan HUT TNI ke-69. Setidaknya akan ada 240 unit pesawat terbang milik TNI yang akan terbang melintas di atas podium upacara di Pangkalan Armatim.
Namun seluruh pesawat tersebut, ujar dia, tidak hanya akan diterbangkan dari Juanda. TNI juga akan memanfaatkan dua bandara lain untuk landasan pacu pesawat menuju Surabaya. “Masih ada Bandara Madiun dan Malang.”

Moeldoko menuturkan, untuk penggunaan Bandara Juanda, TNI akan berkomunikasi dengan pihak Angkasa Pura dan Kementerian Perhubungan. Saat ini Moeldoko sudah meminta Kepala Staf Angkatan Udara merundingkan penggunaan Bandara Juanda dengan pihak navigasi udara dan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Sebagai solusi sementara, ujar dia, TNI meminta landasaan Juanda ditutup sementara pada jam tertentu. Tujuannya, agar pesawat-pesawat militer bisa terbang dan mendarat saat latihan. “Kami akan berusaha tak ganggu penerbangan sipil,” kata Moeldoko.

Sebelumnya, Otoritas Bandara Wilayah III Surabaya mengabarkan ada rencana penutupan Bandara Juanda pada 1-4 Oktober dan 7 Oktober 2014. Perayaan HUT TNI tahun ini akan dipusatkan di Bandara Juanda. Rencananya, 219 pesawat militer akan terlibat dalam perayaan HUT TNI tahun ini. Pada 26-30 September 2014, akan ada sepuluh parking stand di Terminal 1 dan 2 Bandara Juanda untuk pesawat militer.

Sedangkan pada 1-4 Oktober dan 7 Oktober 2014 mulai pukul 07.00 WIB hingga 14.00 WIB, aerodrome Bandara Juanda ditutup untuk penerbangan sipil. Konsekuensinya, akan terjadi delay panjang atau pembatalan penerbangan. Kepala Pusat Penerangan Tentara Nasional Indonesia Mayor Jenderal M. Fuad Basya mengatakan Bandar Udara Juanda, Sidoarjo, tidak akan ditutup saat peringatan hari ulang tahun ke-69 TNI di Surabaya pada 5 Oktober 2014. “Hanya ada pengalihan penerbangan sipil, tapi saat pesawat tempur TNI melakukan manuver saja,” kata Fuad saat dihubungi pada Senin, 8 September 2014.

Menurut dia, pengalihan penerbangan sipil saat HUT TNI itu dilakukan demi alasan keamanan. Sebab, TNI akan mengerahkan sekitar 200 pesawat terbang dari berbagai jenis untuk memeriahkan upacara peringatan. “Pesawat-pesawat tersebut didatangkan dari Lapangan Udara Iswahjudi, Madiun, dan Lapangan Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta,” katanya.

Pengalihan penerbangan akan dilakukan terhadap pesawat yang datang maupun yang akan terbang dari arah barat Bandara Juanda. Armada pesawat TNI seluruhnya didatangkan dari arah Bandara Juanda. “Nanti TNI meminta pesawat sipil untuk memutar dahulu ke arah timur, begitu juga yang akan mendarat dari arah barat akan kami minta putar haluan,” katanya.

Fuad menjamin peringatan HUT TNI tidak akan mengubah seluruh jadwal penerbangan sipil. Maksimal hanya ada keterlambatan waktu berangkat dan kedatangan yang berkisar 10-15 menit saja. “Jangan khawatir tidak ada penutupan Bandara Juanda karena manuver pesawat tempur hanya berlangsung di menit-menit tertentu saja,” katanya.

Dua Unit F-16 Hibah Amerika Serikat Tidak Layak Terbang


Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Mayor Jenderal (Purn) Tubagus Hasanuddin mengaku mendapat kabar tentang proses hibah pesawat tempur F-16 blok 25 bekas Amerika Serikat. Kabarnya, dua unit F-16 yang hendak diberikan kepada Indonesia dalam kondisi tidak bisa terbang.

“Ada kerusakan di air frame-nya (rangka pesawat), jadi tak bisa diterbangkan,” ujar Tubagus di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis, 4 September 2014. Hasanuddin belum mau menyebutkan detail sumber informasi yang diperoleh. Dia hanya mengaku mendapat informasi tersebut dari banyak pihak.

Untuk mengecek kebenaran kabar tersebut, dia berencana memanggil TNI Angkatan Udara untuk diajak rapat dengan Komisi I. “Bisa jadi ini risiko hibah barang bekas,” tuturnya.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara Marsekal Pertama Hadi Tjahjanto mengaku belum mendapat informasi tentang kerusakan dua unit pesawat F-16. Meski begitu, Hadi mengatakan TNI AU hanya menerima pesawat F-16 hibah dalam kondisi terbaik.

“Sebab, F-16 itu harus dikirim secara diterbangkan langsung dari Amerika ke Indonesia, jadi harus kondisi terbaik,” ujar Hadi saat dihubungi hari ini.

Hadi menjelaskan, dalam kontrak hibah dan peremajaan pesawat F-16, TNI Angkatan Udara mendapat pesawat setara dengan blok 52. Saat ini TNI AU sudah menerima tiga unit F-16 hibah Amerika Serikat. Sesuai dengan rencana, sampai akhir tahun ini, TNI AU akan menerima tiga unit lagi. “Diharapkan sebelum HUT TNI (5 Oktober) sudah tiba, jadi nanti ada enam F-16 dari Amerika yang dipamerkan,” katanya.

Profile Serda Siwi Putri Ningtyas Anggota Kopassus Wanita Indonesia


Puluhan pasukan penerjun payung Gabungan TNI Polri menghiasi langit Jakarta dalam rangka perayaan Independence Day di silang Monas. Salah satu prajurit Kopassus Serda Siwi Putri Ningtyas yang cantik menjadi daya tarik tersendiri.

Usai mendarat sukses di hadapan presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pasukan itu terjun merapikan parasutnya di sisi selatan Monas. Di antara para prajurit pria, Serda Siwi Putri Ningtyas menjadi sasaran foto perserta Independece Day.

“Mbak boleh foto bersama tidak?” ujar salah satu penonton, Minggu (31/8/2014). “Oh silakan,” tutur Siwi. Siwi memakai baju Kopassus lengkap dengan baret merah. Senyumnya selalu merekah. Tidak hanya ibu-ibu dan anak-anak, kaum laki-laki juga tak malu untuk meminta foto bersama.

“Gimana ya agak cagung aja tadi apalagi ini pertama kalinya saya ikut demo terjun payung dalam event besar seperti ini,” ujar Siwi saat berbincang. Siwi merasa bangga lantaran mewakili satu-satunya wanita di pasukan Kopassus di acara terjun payung. Sebagai pasukan penerjun wanita, ia baru 145 kali terjun bebas.

“Untuk event besar seperti ini baru pertama kali, dibanding senior saya baru 145 kali terjun itu sedikit pengalamannya,” ujar wanita yang sudah setahun berkarier di Kopassus. Sebagai prajurit, Siwi mengaku juga memiliki rasa takut. Namun, ketakutan itu dianggapnya sebagai tantangan.

“Untuk takut adalah hal yang wajar, selanjutnya kita tinggal menikmati aja dan harus bisa berpikir tenang,” tutup wanita yang sudah memiliki kekasih ini.

Operasi Penyambungan Tangan yang Terpotong Letda Infantri Dylan Abraham Berhasil


Kepala Penerangan Kostrad Cilodong Letnan Kolonel Infantri Hariyanto menyatakan tim medis Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto Jakarta berhasil menyambung tangan kiri Letda Infantri Dylan Abraham, anggota Denma Divif 1/K Kostrad Cilodong. Untuk mengetahui hasil proses operasi penyambungan tangan itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan tim medis RSPAD.

“Sudah tersambung. Walau tidak bisa 100 persen normal, yang penting saraf dan nadinya bisa bersatu kembali,” ujar Hariyanto di Depok, Jumat, 8 Agustus 2014. “Kita berharap kondisi fisik Dylan bisa kembali normal.” Menurut dia, dokter mengambil tindakan operasi penyambungan tangan lantaran melihat ada harapan tangan Dylan bisa tersambung kembali. Dylan melakukan aksi bunuh diri di Jalan Raya Bogor KM 38, Cilodong, Depok, pada Rabu malam, 6 Agustus 2014. Akibatnya, ia mengalami luka sayat golok di leher dan kemaluan, serta tangan kirinya terpotong di antara pergelangan dan siku.

Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Fuad Basya menuturkan Dylan mencoba bunuh diri karena stres. “Dia tertekan lantaran kariernya tak kunjung naik,” kata Fuad Kamis, 7 Agustus 2014. Karier Dylan seret, menurut Fuad, karena sering melanggar disiplin. Kini Dylan masih dirawat di ICU RSPAD. etnan Dua Dylan Abraham memotong tangan kirinya dengan golok. Aksi nekat itu dilakukan Dylan di Jalan Raya Bogor KM 38, Cilodong, Depok, pada Rabu, 6 Agustus 2014, sekitar pukul 22.30 WIB. Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Fuad Basyamengatakan Dylan melakukan itu karena stres. “Dia tertekan lantaran kariernya tak kunjung naik,” kata Fuad, Kamis, 7 Agustus 2014. Karier Dylan seret, menurut Fuad, karena sering melanggar disiplin.

Kini Dylan dirawat di ICU RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Tim dokter yang menanganinya berusaha menyambung tangan yang telah putus itu. Berikut ini kronologi potong tangan dari keterangan sejumlah saksi mata. Seorang saksi mata, Budi Rianto, 30 tahun, mengatakan melihat Dylan keluar dari gerbang Hotel Uly Artha dengan mengenakan kaus dan celana jins. Budi yang berada di seberang jalan dari tempat Dylan berjalan memperhatikan lelaki itu melepas kaus yang dikenakannya. “Dia tampak linglung,” kata Budi.

Sekitar 50 meter dari hotel arah Jakarta, langkah Dylan terhenti. Dia kemudian menebas tangan kirinya dengan golok hingga putus. Tangan kiri Dylan jatuh ke trotoar, darah pun berceceran. Budi mengatakan, setelah tangan kirinya putus, Dylan mencoba menggorok leher, lalu membuka ritsleting celana dan berusaha memotong kemaluannya.

Budi dan warga sekitar berusaha menghentikan Dylan. Mereka merampas golok dan menanyakan kenapa Dylan berbuat senekat ini. “Ada masalah keluarga katanya,” ujar Budi. Kondisi Dylan semakin lemah karena kehilangan banyak darah. Tak lama datang petugas dari Kepolisian Sektor Sukmajaya, Depok, dan sejumlah anggota TNI. Lalu lintas di sekitar lokasi macet karena banyak pengendara yang menonton kejadian itu. “Tangannya dimasukkan ke dalam kantong plastik,” ujar Budi.

Dylan sempat dilarikan ke Rumah Sakit Sentra Medika, kemudian dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto pada Kamis dinihari. “Pagi tadi langsung dioperasi untuk mengatasi luka di tangannya,” kata seorang petugas kesehatan di RSPAD Gatot Subroto. Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Fuad Basya mengatakan lelaki yang memotong tangan kirinya di Depok pada Rabu malam, 6 Agustus 2014, adalah anggota TNI berpangkat letnan dua bernama Dylan Abraham. “Dia sekarang dirawat di RSPAD Gatot Soebroto,” ujar Fuad saat dihubungi pada Kamis, 7 Agustus 2014.

Berdasarkan informasi yang didapat, Fuad mengatakan, Dylan mengalami stres lantaran kariernya tak kunjung naik. Alasannya, Dylan kerap melanggar disiplin sehingga kariernya terhambat. “Sementara teman-temannya sudah letnan satu, dia masih letnan dua,” kata Fuad. Selain tangan kiri, Dylan juga hendak memutus lengan kanan, menggorok leher, dan memotong kemaluannya. Namun tindakan nekat itu berhasil dicegah oleh warga sekitar, polisi, serta aparat TNI yang datang. Dylan kemudian dibawa ke Rumah Sakit Sentra Medika, Depok, sebelum dirujuk ke RSPAD Gatot Soebroto. Hingga kini Dylan masih dirawat di ICU RSPAD Gatot Soebroto sejak masuk pada dinihari tadi.

Meski belum mengetahui kondisi Dylan, Fuad menyatakan tim dokter yang menanganinya berupaya menyambung kembali tangan kiri Dylan yang putus. Seorang pria berusia sekitar 30 tahun memotong tangannya sendiri dengan sebuah golok di Jalan Raya Bogor KM 38, Cilodong, Depok, pada Rabu, 6 Agustus 2014, sekitar pukul 22.30 WIB. Lelaki berperawakan tegap dan berambut cepak itu kehilangan tangan kirinya. Darah mengucur dari lengannya dan berceceran di sekitar lokasi.

Seorang saksi mata, Budi Rianto, 30 tahun, mengatakan melihat lelaki itu sendirian sambil menggenggam sebilah golok. “Saya lihat dia mau menebas tangan kanannya lalu menggorok lehernya sendiri,” kata Budi, Kamis, 7 Agustus 2014. Budi kemudian berteriak meminta bantuan ketika melihat pria itu hendak menebas lehernya. Warga yang menolong sempat bertanya kenapa lelaki itu bertindak nekat. “Dia bilang, ada masalah keluarga.”

Budi yang berada di seberang jalan dari posisi lelaki tadi mengaku sudah memperhatikan gerak-geriknya. “Dia tampak linglung,” ujarnya. Menurut Budi, sebelum memotong tangannya sendiri, pria itu terlihat keluar dari pintu gerbang Hotel Uli Artha, atau sekitar 50 meter dari tempat dia memotong tangannya.

Seraya melangkah dari hotel itu, lelaki tersebut perlahan membuka kaus yang dikenakannya, kemudian memotong tangan kirinya. Potongan tangan itu jatuh di trotoar. Saat diselamatkan warga, ritsleting celana jins yang dipakai lelaki itu terbuka. Dia diduga hendak memotong kemaluannya.

3 Anggota TNI Langsung Datangi Ahok Ketika Disindir jadi Becking Di Monas


Setelah Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menumpahkan kekesalannya pada oknum TNI yang diduga “melindungi” pedagang kaki lima (PKL) di Monas, pada Senin (4/8/2014) sore tadi, tiga anggota TNI mendatanginya di Balaikota Jakarta. Sekitar pukul 16.00, ketiga anggota TNI dengan berseragam lengkap itu terlihat langsung masuk ke ruang kerja Basuki. Sebelum masuk, salah satu dari mereka sempat mengatakan, mereka sudah memiliki janji bertemu dengan pria yang akrab disapa Ahok itu.

Namun, ternyata mereka tak kunjung bertemu dengan sang tuan rumah. Pasalnya Basuki telah memiliki agenda lain di ruang rapat besar, yakni menerima 28 mahasiswa dan dua dosen perencanaan kota dari Universitas Delft Belanda. Setelah satu jam menunggu dan tidak dapat bertemu Basuki, ketiganya pun memilih untuk keluar dari ruang kerja Wagub. Begitu keluar, beberapa wartawan pun mencoba mengonfirmasi perihal tujuan mereka menyambangi Basuki. Namun, tak ada satu pun dari tiga anggota TNI itu yang bersedia menjawab pertanyaan wartawan.

“Tidak mau wawancara,” kata salah seorang anggota seraya mengayunkan tangannya ke arah wartawan, mengelak menjawab. Mereka bertiga pun terus berlalu meninggalkan wartawan dan langsung masuk ke dalam elevator. Sementara salah seorang staf pengamanan dalam (pamdal) Balaikota Jakarta mengatakan kedatangan tiga anggota TNI itu tidak ada di dalam jadwal Wakil Gubernur.

“Enggak ada janji sebelumnya. Tadi dengar di radio (HT), katanya mau bahas soal Tanah Abang atau Monas gitu, kan penertibannya bareng TNI dan Garnisun juga,” kata staf pamdal. Sekedar informasi, sebelumnya, Basuki begitu geram mendengar ada personel Satpol PP yang diamankan oleh Polsek Gambir, karena menertibkan warga yang diduga PKL. Warga itu ternyata anggota TNI yang sedang berlibur bersama keluarganya di Monas.

Basuki mengaku heran, mengapa tidak ada pihak yang peduli terhadap personel Satpol PP yang celaka saat menertibkan PKL maupun bangunan kumuh. “Satpol PP setiap kali melakukan tindakan di Monas, pasti dipanggil polisi di-BAP sebagai tindak pengeroyokan. Ini kan konyol Terus kalau orang kita (Satpol PP) ada yang kepalanya bocor, apa ada yang BAP?” kata Basuki.

Basuki pun mengaku siap melakukan aksi baku tembak dengan para oknum yang membekingi PKL dan parkir liar yang berada di Monas. Pasalnya, kondisi Monas saat ini sudah semakin semrawut. Para PKL dengan mudah membobol pagar dan berdagang di dalam Monas. Sementara, preman yang semakin membeludak “memeras” pengunjung Monas yang memarkirkan kendaraannya di kawasan seluas 82 hektar itu.

Menurut dia, Pemprov DKI memiliki hak untuk menertibkan semua permasalahan itu. Sesuai dengan peraturan daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum. Basuki pun telah bersedia memberi persenjataan lengkap pada personel Satpol PP. Mulai dari rompi anti peluru, pistol, alat kejut listrik, pisau, dan lainnya.

Presiden SBY Mendadak Copot Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Budiman


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberhentikan Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal Budiman. Menurut Budiman, pemberhentian itu disampaikan melalui Panglima TNI Jenderal Moeldoko. “Panglima menelepon saya dan mengabarkan pemberhentian tersebut,” kata Budiman, Senin, 21 Juli 2014. Telepon itu diterima Budiman sekitar pukul 18.45.

Budiman, yang dilantik sebagai KSAD pada September tahun lalu, akan memasuki masa pensiun pada 25 September 2014. Budiman menyatakan tak menanyakan alasan pemberhentian. “Saya cuma bilang, ‘Siap laksanakan, silakan Pak,’,” kata Budiman. Rencananya, Budiman diberhentikan pada Jumat, 25 Juli atau dua bulan lebih cepat. Belum jelas benar alasan pemberhentian Budiman. Sampai berita ini ditulis, belum mendapat tanggapan dari pihak Istana.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dikabarkan memberhentikan Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal Budiman, Senin, 21 Juli 2014. Pemberhentian ini dipertanyakan banyak pihak karena Jenderal Budiman baru akan mengakhiri masa jabatan pada 25 September mendatang. Pemberhentian ini menimbulkan tanda tanya ihwal penyebabnya. Sebagian kalangan pun menduga apakah pemberhentian ini berkaitan dengan perbedaan yang kerap terjadi antara Panglima TNI Jenderal Moeldoko dengan KSAD Jenderal Budiman dalam menyikapi beberapa kasus.

Dalam catatan, misalnya, keduanya terlihat tak seirama dalam kasus Bintara Pembina Desa (Babinsa) yang mencuat menjelang pemilihan presiden lalu. Jenderal Budiman saat itu bertindak tegas dengan memerintahkan pengusutan tuntas terkait kabar anggota Babinsa yang mendatangi rumah-rumah warga di Jakarta Pusat dan mengarahkan warga mendukung calon presiden tertentu.

Bahkan, Markas Besar TNI Angkatan Darat menjatuhkan hukuman penjara bagi anggota bintara pembina desa, Kopral Satu Rusfandi. Rusfandi sehari-hari bertugas di Komando Rayon Militer Kecamatan Gambir. Dia dinyatakan bersalah lantaran dinilai mengambil alih pekerjaan yang menjadi kewenangan Komisi Pemilihan Umum. Namun, keterangan dari TNI AD berlawanan dengan yang disampaikan oleh Panglima TNI Jenderal Moeldoko. Pada 8 Juni 2014 lalu, Moeldoko menyebut kabar adanya Babinsa yang menyuruh warga memilih salah satu capres tertentu tidak benar alias tak terbukti. Jenderal Moeldoko memastikan tak ada pelanggaran yang dilakukan oleh Babinsa baik dalam kasus di Cideng, Sumedang, Jakarta Pusat, maupun tempat-tempat lain.

Selain itu, pada Mei lalu santer dikabarkan Jenderal Budiman telah bertemu dengan Megawati ataupun Puan Maharani untuk membicarakan kemungkinan menjadi calon wakil presiden bagi calon presiden yang diusung PDI Perjuangan, Joko Widodo. Hal ini dianggap sebagai langkah tak netral dari Jenderal Budiman sebagai bagian TNI. Namun, Jenderal Budiman sendiri membantah kabar tersebut. Di sisi lain, kabar tentang upaya Moeldoko mendekati kubu PDI Perjuangan pun santer terdengar di lingkungan Istana. Banyaknya manuver di kalangan petinggi militer ini pula yang membuat Presiden mengumpulkan mereka dalam sebuah pertemuan di Istana Kepresidenan. “Saya Panglima Tertinggi,” kata SBY ketika itu untuk menegaskan posisinya.

Presiden SBY sejauh ini belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab diberhentikannya Jenderal Budiman. Kabarnya, Panglima TNI saat ini telah menyorongkan tiga nama sebagai pengganti Jenderal Budiman. “Pemberhentian KASAD murni keputusan Presiden,” kata Moeldoko. Ia membantah spekulasi politik seputar pergantian itu dan menganggapnya sebagai hal yang lumrah di organisasi TNI.

Kabar pemberhentian mendadak itu disambut tenang Jenderal Budiman. Kepala Staf TNI Angkatan Darat itu ternyata sudah memiliki rencana untuk menyusun masa pensiunnya yang sesuai ketentuan jatuh pada September mendatang. Kepada yang menemuinya Senin, 21 Juli 2014 malam, beberapa jam setelah menerima telepon Panglima TNI Jenderal Moeldoko, Budiman mengaku ingin menjadi pengawas sekolah taman kanak-kanak dan sekolah dasar. “Saya mau mengurusi TK dan SD,” kata Budiman di Jakarta, Senin, 21 Juli 2014.

Budiman enggan menjelaskan di mana sekolah yang dimaksud. Ia menyebut ada kebutuhan SD dan TK, tempat ia bisa mendedikasikan dirinya bagi pendidikan dasar. Sebagai anak guru, Budiman mengaku peduli dengan pengembangan pendidikan. “Tapi saya maunya jadi pengawas sekolah, bukan kepala sekolah,” kata Budiman.

Jenderal Budiman diberi tahu pemberhentian dirinya melalui telepon oleh Panglima TNI Jenderal Moeldoko pada Senin, 21 Juli 2014 lalu. Saat ditelepon, Budiman sedang berbuka puasa bersama wartawan di Mabes TNI AD. Karena melalui telepon, Budiman mengaku belum tahu resmi diberhentikan sebagai KSAD. “Baru ditelepon Panglima, belum ada surat apa-apa,” kata Budiman. Rencananya, Budiman diberhentikan pada Jumat, 25 Juli atau dua bulan lebih cepat. Belum jelas benar alasan pemberhentian Budiman. Sampai berita ini ditulis, belum mendapat tanggapan dari pihak Istana.

Panglima TNI Jenderal Moeldoko membenarkan kabar pemberhentian Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Budiman oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Jumat, 25 Juli mendatang. Menurut Moeldoko, keputusan tersebut disampaikan Presiden kemarin siang di Istana Negara. Dia pun membenarkan bahwa pemberhentian KSAD Jenderal Budiman dimajukan dua bulan. Budiman seharusnya pensiun pada 25 September 2014. Jenderal Moeldoko menganggap percepatan masa pensiun tersebut lumrah. “Itu hal yang biasa di TNI. Sebelumnya banyak petinggi TNI yang diberhentikan lebih awal,” kata Moeldoko kepada wartawan di Markas Besar Angkatan Darat, Jakarta, Selasa, 22 Juli 2014.

Sebagai contoh, dia melanjutkan, ada dua mantan Kepala Staf Angkatan Laut, yakni Laksamana Suparno dan Laksamana Tedjo Edhie Pudijanto yang diberhentikan lebih cepat dari masa pensiun. Walhasil, Moeldoko meminta wartawan untuk tak berpikir yang negatif soal pemberhentian Jenderal Budiman. “Sama saja kok, sebentar lagi saya, KSAL, dan KSAU akan pensiun. Jadi, tak ada yang istimewa,” kata Moeldoko. “Jadi, bagi kami diberhentikan kapan pun siap.” Sebelumnya, KSAD Jenderal Budiman membenarkan pemberhentian dirinya akhir pekan ini. Kabar tersebut dia peroleh melalui sambungan telepon dari Panglima TNI kemarin malam saat dia menggelar acara buka puasa bersama wartawan. Budiman sendiri tak tahu-menahu alasan pemberhentiannya.