Tag Archives: jokowi presiden

Karakter Capres 2014 Menurut Shio

Dua capres terkuat saat ini Joko Widodo dan Prabowo Subianto punya karakter yang khas. Dari pembacaan zodiak Tionghoa, karakter Shio keduanya memang berbeda.

Capres PDIP Jokowi yang lahir 21 Juni 1961 memiliki Shio Kerbau Logam. Shio Kerbau Logam seringkali punya kemauan yang bertentangan dengan orang banyak. Ia mengekspresikan perasaannya dengan jelas, tegas, penuh keyakinan, dan tidak pernah ragu pada sesuatu hal yang diinginkannya. Ia berpegang teguh pada pendapatnya, apa pun risikonya.

Sementara capres Gerindra Prabowo Subianto yang lahir 17 Oktober 1951 memiliki Shio Kelinci Logam. Shio Kelinci Logam lebih kuat secara fisik dan mental dibandingkan Shio Kelinci unsur lainnya. Ia tak suka berkompromi, asyik pada dunianya, komitmen pada cita-citanya, percaya diri, dan mampu memecahkan semua permasalahan pribadinya.

Sementara itu capres lainnya yakni Aburizal Bakrie yang lahir pada 15 November 1946 memiliki Shio Anjing Api.

Shio Anjing Api sosok yang dramatis, menawan, ramah, dan berpotensi menjadi sangat populer di kalangan lawan jenisnya. Unsur Api membuatnya ganas, kreatif, dan blak-blakan dalam mengekspresikan diri. Dia periang, yakin diri, punya daya tarik seperti magnet, dan dapat meyakinkan orang lain untuk mengikuti arahannya. Semangatnya yang cinta kebebasan selalu membuatnya tergetar oleh pengalaman dan petualangan baru. Namun, ia masih butuh panutan.

Takut Dikhianati Partai Lain Takut Berkoalisi Dengan Jokowi

Pengamat politik dari Nurjaman Center for Indonesian Democracy, Jajat Nurjaman mengatakan ada tiga alasan kenapa banyak pimpinan partai politik ragu berkoalisi dengan PDIP di Pilpres 2014.

Jajat menjelaskan, “Alasan-alasan inilah yang turut mendasari kenapa Jokowi melakukan blusukan politik ke mana-mana, agar terkesan koalisinya dengan Jokowi bukan dengan Megawati atau institusi PDIP,” ujarnya.

Jajat meyakini, alasan pertama keengganan berkoalisi dengan PDIP adalah PDIP sudah terbukti konsisten mengingkari janji politik dengan mitra koalisinya. “Elit politik di Indonesia masih ingat benar bagaimana Megawati mengkhianati Gus Dur di tahun 2001, dan mengkhianati perjanjian Batu Tulis dengan Prabowo Subianto di 2014″ ujarnya.

Alasan kedua, semua kursi menteri yang dikehendaki oleh calon mitra koalisi sudah diplot untuk kader PDIP pilihan Megawati.

Menurut Jajat, hal ini dibuktikan dengan pengumuman susunan kabinet bayangan PDIP pada akhir Februari lalu. Misalkan, kursi Menteri Pertahanan diplot untuk Tubagus Hasanuddin, kursi Menteri Keuangan diplot untuk Arif Budimanta, kursi Menakertrans diplot untuk Maruarar Sirait dan kursi Menteri Perdagangan diplot untuk Sri Adiningsih.

Alasan terakhir yang tidak kalah penting adalah kemungkinan Jokowi tidak dapat memenangkan pertarungan Pilpres 2014.

“Ke mampuan Jokowi untuk memimpin negara 250 juta orang sangat diragukan. Ia belum terbukti mampu mengatasi kemacetan dan banjir Jakarta. Ucapan Jokowi untuk terus membenahi Jakarta jika terpilih presiden menjadi blunder politik yang sangat besar, karena Indonesia bukan hanya Jakarta. Saya prediksi elektabilitas Jokowi akan terjun bebas saat diselenggarakan debat terbuka antara calon presiden 2014″ tutup Jajat.

5 Nama Calon Wakil Presiden Pendamping Jokowi Diumumkan

Bakal calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Joko Widodo mengaku punya lima kandidat untuk menjadi bakal calon wakil presiden. Pada Jumat (11/4/2014) malam, dia bertemu Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri membahas soal para kandidat ini di kediaman pribadi Megawati di Kebagusan, Jakarta Selatan.

“Kriteria sudah rampung, tapi enggak bisa saya sebutkan nama. Sudah mengerucut menjadi lima orang,” ujar Jokowi saat dijumpai di depan rumah dinasnya di Jalan Taman Surapati 7 Menteng, Jakarta Pusat, sebelum berangkat ke Kebagusan.

Jokowi memastikan pula kelima nama kandidat bakal calon wakil presiden yang akan diusung PDI-P tersebut bakal diumumkan pekan depan. “Ada (nama) yang sudah sering beredar, ada yang belum. Ada yang partai, ada yang bukan, ada yang usianya di atas (saya), ada yang di bawah (usia saya). Ada ekonom, militer, politikus. Nantilah. Sabar,” ujar Jokowi ketika ditanya soal para kandidat.

Berdasarkan perkiraan sementara perolehan suara berdasarkan hitung cepat, target perolehan suara 27 persen yang dipatok PDI-P tak akan tercapai. Hitung cepat yang digelar Kompas, misalnya, mendapatkan suara PDI-P berkisar 19,52 persen, sebagai pemuncak perolehan suara partai.

Hitung cepat Kompas mendapatkan peringkat kedua perkiraan perolehan suara ditempati Partai Golkar dengan 15,22 persen suara. Lalu, peringkat ketiga ditempati Partai Gerindra dengan 11,58 persen suara.

Merujuk perkiraan perolehan suara berdasarkan hitung cepat ini, tak ada satu pun partai yang memenuhi syarat minimal 25 persen suara sah untuk dapat mengusung pasangan calon presiden dan wakil presiden. Namun, khusus PDI-P masih ada peluang memenuhi persyaratan minimal pencalonan pasangan itu dari konversi suara menjadi kursi.

Megawati Menangis Melihat Puan Maharani Usir Jokowi Karena Suara PDI-P Kurang Dari 20 Persen

Joko Widodo tersentak ketika ditanya kebenaran berita dalam surat kabar Jakarta Post yang menyebut bahwa Jokowi diusir Puan Maharani, beberapa waktu lalu. “Ah, ndak ada,” tampik Jokowi di rumah makan bebek goreng di Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (13/4/2014). Tangan kanan Jokowi sampai tidak jadi mengambil gelas di meja makan untuk diminumnya.

“Siapa sih itu yang nulis konflik-konflik. Ada ndak di sini?” tanya Jokowi.

Menurut Jokowi, pemberitaan di media tersebut tidak benar. Sebab, usai pemilihan kursi legislatif, 9 April 2014 lalu, dirinya tidak pernah bertemu lagi dengan Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDI Perjuangan tersebut. “Setelah Pemilu, Mbak Puan ke Hongkong. Ketemu saja ndak kok. Saya bingung,” lanjut Jokowi.

Jokowi mengatakan, secara resmi dirinya akan mempertanyakan kepada surat kabar Jakarta Post soal berita tersebut. Namun, dia belum tau kapan akan melayangkan surat tersebut. Sebelumnya dikutip dari Jakarta Post Sabtu (12 April 2014), salah satu sumber di PDI-P menyebut bahwa ada konflik di tubuh ‘banteng hitam’ yang berujung pada pengusiran Puan terhadap Jokowi.

Puan diberitakan mengusir Jokowi karena sosoknya ternyata tak berimbas positif mendongkrak suara partai. Pada berita koran berbahasa Ingrris itu disebutkan antara Puan dan Jokowi saling tuding terkait dengan perolehan suara PDIP yang tidak sampai 20 persen. Dalam berita itu juga disebutkan Megawati meneteskan air mata saat dua pihak berdebat.

Jokowi Diusung PDI-P Jadi Calon Presiden Capres 2014 Karena Sudah Mendapat Restu Megawati

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri mencalonkan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi sebagai calon presiden. Namun, PDI-P belum memastikan waktu pendeklarasian Jokowi. “Keputusan diambil sekitar dua pekan lalu,” kata sumber di lingkaran yang dekat dengan Megawati, Jumat, 28 Februari 2014. Dia menjelaskan, PDI-P menggodok berbagai macam skenario untuk menentukan siapa calon presiden yang diusung. Simulasi itu mengerucut pada dua nama, yakni memasangkan Megawati dengan Jokowi atau memasangkan Jokowi dengan tokoh lain sebagai calon wakil presiden. Simulasi ini lantas diuji melalui survei.

Hasil survei di sejumlah lembaga menunjukkan Jokowi jauh mengalahkan Megawati. Sumber ini menuturkan, selain mendengar suara internal, Megawati juga mendengar pandangan sejumlah ahli politik yang dikoordinasi oleh Cornelis Lay, yang juga guru besar Ilmu Politik dan Pemerintahan di Universitas Gadjah Mada. Dia membantah jika keputusan Megawati diambil seusai lawatan ke sejumlah negara. Sebelumnya Megawati sempat bertandang ke Hong Kong, Italia , Singapura sebelum kembali ke Indonesia. Menurut sumber ini, mencuatnya nama Jokowi memang tak terbendung lagi. “Sejauh ini belum ada faktor yang membuat Megawati berubah pikiran,” kata sumber ini.

Meskipun sudah memutuskan nama Jokowi, sumber ini tak menampik bahwa suara untuk mencalonkan Megawati tetap ada. Dia beralasan, aspirasi ini disampaikan mereka yang loyal kepada Megawati. Sumber ini menjelaskan, sepeninggal Taufik Kiemas, Megawati lebih independen dalam mengambil keputusan. “Beliau sekarang terlihat lebih percaya diri,” kata dia. Sumber ini menjelaskan, saat ini masih ada perbedaan pandangan mengenai kapan deklarasi Jokowi. Ada yang berpandangan deklarasi dilakukan sebelum masa kampanye rapat akbar. Namun, ada juga yang berpandangan deklarasi dilakukan saat hari terakhir rapat akbar. “Sekarang tergantung Megawati.”

Delapan partai terancam tidak bisa bercokol di Dewan Perwakilan Rakyat jika Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi menjadi calon presiden. Dalam sigi terbaru yang digelar sejumlah lembaga nasional, kedelapan partai itu diprediksi tidak mampu memenuhi ambang batas parlemen, yakni 3,5 persen suara sah nasional sebagai syarat menempatkan wakil di DPR. Direktur Eksekutif Pol-Tracking Institute, Hanta Yuhda, menjelaskan, kekuatan figur bekas Wali Kota Solo itu dapat mengakselerasi elektabilitas partai. “Namun sekaligus menjadi alasan partai tersebut untuk tidak dipilih atau publik tidak memilih,” kata Hanta saat memaparkan hasil survei lembaganya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Ahad 26 Januari 2013.

Survei Pol-Tracking Institute sepanjang 16-23 Desember 2013 yang dirilis kemarin menunjukkan bahwa Partai Persatuan Pembangunan hanya memperoleh 3,42 persen suara dari 1.200 responden di 33 provinsi. Padahal, partai yang berdiri sejak 1973 ini tidak pernah absen di DPR. Pada Pemilu 2009, misalnya, PPP mendapat 37 kursi DPR dengan 5.533.214 atau 5,3 persen suara sah nasional. Selain PPP, Partai Kebangkitan Bangsa hanya dipilih 3,25 persen responden dalam survei yang digelar pada 16-23 Desember 2013 di 33 provinsi itu. Disusul Partai Hanura dengan 3,09 persen suara, Partai Nasional Demokrat 3,09 persen, Partai Keadilan Sejahtera 2,67 persen, Partai Amanat Nasional 1,92 persen, Partai Bulan Bintang 0,25 persen, dan pendatang baru, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia, dengan 0,08 persen.

Hasil sigi yang hampir serupa pernah digelar Indo Barometer pada 14-15 Desember 2013. Indo Barometer memperkirakan kursi DPR hanya dikuasai enam partai sesuai hasil Pemilu 2014. Keenam partai itu adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (28 persen), Partai Golkar (14,2), Partai Gerindra (9,2), PKB (7,1), Demokrat (5,4), dan PAN (4,2).

Peneliti dari Lembaga Survei Indonesia, Adjie Alfaraby, mengatakan partai kecil bakal sulit mendongkrak suara karena Jokowi lekat dengan PDI Perjuangan. Menurut Adjie, yang harus dilakukan partai kecil adalah mencari tokoh populer sebagai daya tarik, seperti Yusril Ihza Mahendra dari PBB, dan mendongkrak suara lewat calon legislator di daerah pemilihan. “Karena tokoh partai lain tidak populer,” ujarnya. Sekretaris Jenderal PKS, Taufik Ridho, mengaku tidak pernah risau akan hasil survei karena bisa saja banyak terjadi margin error atau kesalahan-kesalahan. Ia pun tidak yakin popularitas Jokowi dapat mempengaruhi perolehan suara PKS. “Kalau populer tapi tidak dicalonkan, ya, ngapain juga?” ujarnya, kemarin malam.

Senada dengan Taufik, Sekretaris Jenderal Partai NasDem Patrice Rio Capella ragu elektabilitas Jokowi mampu merontokkan kesempatan 6-8 partai untuk duduk di DPR. “Mungkin berpengaruh, tapi tidak sampai sedahsyat itu. Akan ada turbulensi dan keadaan bisa berbalik setelah pemilu legislatif,” ujar dia. Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Ramadhan Pohan menyatakan partainya akan konsisten di jalur konvensi dalam menghadapi pertarungan pemilihan presiden. Meskipun, kata Ramadhan, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo akan diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan sebagai calon presiden. “Kami yakin pemenang konvensi nanti akan dapat bertarung dengan Jokowi,” katanya saat dihubungi, Ahad, 2 Maret 2014.

Ramadhan mengatakan strategi Demokrat dalam pilpres ke depan yaitu terus mengkampanyekan pemenang konvensi ini. Menurut dia, semua peserta konvensi capres Demokrat merupakan figur yang sama kuat dengan Jokowi. “Mereka punya basis kuatnya sendiri, nanti tinggal kami bantu,” katanya. Nama-nama seperti Gita Wirjawan dan Dahlan Iskan, kata Ramadhan, lebih unggul dibandingkan seluruh peserta konvensi. Ramadhan yakin kedua nama ini dapat bersaing dengan nama Jokowi. “Setidaknya berada dekat dengan orang nomor 1 di DKI Jakarta itu,” ujarnya.

Lembaga survei PoliticalWave memperkirakan adik ipar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Pramono Edhie Wibowo, harus berjuang keras untuk memenangi konvensi capres Demokrat. Lembaga survei tersebut menilai hanya dua nama dari peserta konvensi yang menarik perhatian publik. Yakni bekas Menteri Perdagangan Gita Wirjawan dan Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan. Dalam pemilihan calon legislator mendatang pun, kata Ramadhan, Demokrat tak menganggap satu partai sebagai lawan terberat. Semua partai, kata dia, memiliki kelebihan masing-masing. “Tiap-tiap partai politik punya basis konstituen yang sama kuat.”

Setahun terakhir, nama Jokowi merajai sejumlah hasil survei calon presiden. Namun PDIP, selaku partai pengusung Jokowi saat naik ke kursi DKI 1, masih belum menunjukkan sinyal untuk mendeklarasikan bekas Wali Kota Solo itu sebagai capres. Alasannya, “Menunggu hasil pemilu legislatif terlebih dahulu,” kata Wakil Sekretaris Jenderal PDIP beberapa waktu lalu. Jokowi menyerahkan soal pencapresan kepada partainya. “Kewenangannya ada di Ibu Megawati,” katanya beberapa waktu lalu. Sang Gubernur menyatakan masih ingin fokus mengurus permasalahan di Jakarta, seperti banjir, jalan rusak, dan kemacetan.

Tiga Alat Penyadap Ditemukan Di Rumah Jokowi

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo mengatakan, pihaknya menemukan tiga alat sadap di rumah dinas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). Menurut Tjahjo, hal ini merupakan indikasi kuat adanya teror yang mengarah pada partainya dari pihak eksternal.

“Di rumah Jokowi kita operasi ada tiga alat penyadap, di tempat tidur, di ruang tamu, dan di tempat makan. Seakan-akan ada semacam teror,” kata Tjahjo, di Jakarta Selatan, Kamis (20/2/2014). Penggeledahan dilakukan di rumah Jokowi beberapa waktu lalu. Semua dilakukan karena partai yang dipimpin oleh Megawati Soekarnoputri ini merasa ada satu kekuatan yang ingin mengganggu sepak terjang PDI Perjuangan pada Pemilu 2014.

Selain di rumah dinas Jokowi, kata Tjahjo, operasi intelijen oleh pihak tertentu juga menyasar kepada Megawati Soekarnoputri. Ia menyebutkan, sampai saat ini Megawati hampir selalu diikuti oleh tim intelijen yang belum diketahui jelas asal-usulnya. “Bu Mega diikuti intel, pernah tertangkap ada orang masuk rumah Bu Mega dengan alasan mau numpang kencing, kan konyol,” ujarnya.

Pada kesempatan sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengakui pihaknya mengendus adanya serangan politik yang ditujukan untuk menjatuhkan kredibilitas Jokowi. Atas dasar itu, seluruh mesin partai berlambang banteng tersebut mulai membuat benteng untuk melindungi Jokowi dari semua serangan lawan politik.

Kementerian Pertahanan (Kemenhan) memastikan bahwa alat sadap yang ditemukan di rumah dinas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi bukan milik institusinya. Pasalnya, kata dia, alat sadap milik Kemenhan tidak digunakan untuk kepentingan-kepentingan praktis seperti itu. “Jadi, saya ingin memastikan institusi pertahanan tidak ada korelasinya dengan apa yang menjadi fenomena penyadapan itu,” kata Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin di Mabes Angkatan Darat, Jakarta, Kamis (20/2/2014), ketika dimintai tanggapan temuan alat sadap di rumah dinas Gubernur DKI.

Sjafrie mengatakan, penggunaan alat sadap milik Kemenhan hanya digunakan untuk kepentingan-kepentingan yang lebih besar berkaitan masalah kedaulatan. Penyadapan itu, kata dia, digunakan secara ketat dan selektif. Terkait temuan alat sadap di tempat tinggal Jokowi, dia menilai perlu dikaji terlebih dahulu oleh institusi terkait. “Banyak institusi yang bisa melakukan itu,” ucapnya. Seperti diberitakan, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo mengatakan, pihaknya menemukan tiga alat sadap di rumah dinas Gubernur DKI. Menurut Tjahjo, hal ini merupakan indikasi kuat adanya teror yang mengarah pada partainya dari pihak eksternal.

“Di rumah Jokowi kita operasi ada tiga alat penyadap, di tempat tidur, di ruang tamu, dan di tempat makan. Seakan-akan ada semacam teror,” kata Tjahjo. Selain di rumah dinas Jokowi, kata Tjahjo, operasi intelijen oleh pihak tertentu juga menyasar kepada Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri. Ia menyebutkan, sampai saat ini Megawati hampir selalu diikuti oleh tim intelijen yang belum diketahui jelas asal-usulnya.

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo mengatakan, pihaknya telah mengetahui pelaku penyadapan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). Meski begitu, Tjahjo belum mau membeberkan lebih detail pelaku penyadapan tersebut. “Kami tahu, tapi itu akan kami simpan sendiri,” kata Tjahjo, di Jakarta Selatan, Kamis (20/2/2014). Secara pribadi, Tjahjo mengecam adanya kegiatan intelijen yang menyasar sejumlah tokoh PDI-P. Menurutnya, kegiatan intelijensi pada partainya telah terjadi sejak lama dan berpotensi merusak etika demokrasi di Indonesia.

Ia melanjutkan, selain adanya upaya penyadapan terhadap Jokowi, partainya juga menemukan fakta adanya sebuah tim dari pihak tertentu yang sengaja dibentuk untuk mencari kelemahan Gubernur DKI Jakarta tersebut. Tjahjo menuturkan, tim tersebut bergerak sampai ke Kota Solo untuk mencari kesalahan-kesalahan Jokowi selama menjadi Wali Kota Surakarta. “Ini namanya kurang ajar. Kami tahu elemen mana pelakunya, kepentingannya apa kami tahu. Kami juga tahu saat ada penyusup dalam rombongan Bu Mega (Megawati Soekarnoputri),” tandasnya.

Sebelumnya, Tjahjo mengatakan bahwa pihaknya menemukan tiga alat sadap di rumah dinas Jokowi, di Menteng, Jakarta Pusat. Alat sadap itu ditemukan di ruang tamu, ruang makan, dan kamar tidur Jokowi. Pada awalnya, Tjaho mengatakan, tiga alat sadap itu ditemukan setelah PDI-P melakukan penggeledahan di rumah Jokowi. Namun, setelah dikonfirmasi, Tjahjo meralat perkataannya dan mengatakan jika informasi tentang tiga alat sadap itu ditemukan oleh tim pengawal Jokowi yang kemudian disampaikan ke Dewan Pimpinan Pusat PDI-P. Selain di rumah dinas Jokowi, kata Tjahjo, operasi intelijen oleh pihak tertentu juga menyasar ke Ketua Umum DPP PDI-P Megawati Soekarnoputri. Ia menyebutkan, sampai saat ini Megawati hampir selalu diikuti oleh tim intelijen.

Pada kesempatan sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengakui pihaknya mengendus ada serangan politik yang ditujukan untuk menjatuhkan kredibilitas Jokowi. Atas dasar itu, seluruh mesin partai berlambang banteng tersebut mulai membuat benteng untuk melindungi Jokowi dari semua serangan lawan politik.

Politikus senior PDIP TB Hasanuddin mengaku sudah mengetahui soal penyadapan rumah dinas Gubernur DKI Joko Widodo. Menurutnya, alat sadap yang digunakan buatan luar negeri namun pemasangnya orang Indonesia. “Alat dari luar dan pemasangnya dalam negeri,” kata Hasanuddin di Mabes AD, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Kamis (20/2/2014).

Wakil Ketua Komisi I DPR ini sudah tahu alat sadap itu sejak dua bulan lalu. Namun ia tak bisa menduga informasi apa yang dicari oleh pelaku pemasangan penyadap itu. “Apa saja diambil dan itu dipilah mereka, kita tak tahu,” ujar Hasanuddin. PDIP sebagai partai tempat Jokowi bernaung meminta pengamanan di rumah dinas diperketat. Sehingga tidak terjadi peristiwa serupa.

“Ke depan kami lebih waspada. Pengetatan penjagaan dan lalu lintas,” tutup purnawirawan jenderal TNI ini. Sebelumnya, Jokowi mengaku menemukan 3 alat sadap di rumah dinas pada Desember 2013. Alat sadap itu ketahuan melalui penyisiran menggunakan alat detektor di ruang tamu hingga kamar tidur.

Setelah Dijadikan Area Hijau Oleh Foke, Jokowi Kembali Jadikan Taman Ria Senayan Kawasan Komersial

Nasib Taman Ria akan jadi tempat komersil. Dinas Tata Ruang DKI Jakarta telah menjadikan area Taman Ria Senayan berwarna ungu dalam Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) 2030. Padahal di zaman Gubernur Fauzi Bowo, Taman Ria Senayan dipertahankan sebagai area hijau.

“Pada zaman Foke, izin pembangunan mal dihentikan, karena ada protes masyarakat. Tapi kemudian pihak mal banding, dan menang. Jadi izin yang mereka miliki tetap berlaku,” kata Kepala Bidang Perencanaan Dinas Tata Ruang DKI Jakarta, Darwin Syam Siregar, saat ditemui Tempo, Kamis, 14 Februari 2014, di ruang kerjanya, kantor Dinas Tata Ruang, Jalan Abdul Muis, Jakarta.

Taman Ria Senayan berada di bawah pengelolaan Sekretariat Negara. Sejak awal, kata Darwin, pihak Setneg memang telah mengeluarkan izin bahwa area tersebut jadi tempat komersil. “Dari dulu memang sudah begitu, sudah keluar izinnya,” kata Darwin.

Pada zaman Gubernur Fauzi Bowo, sengketa lahan Taman Ria Senayan terjadi. Foke, sapaan Fauzi Bowo, berkeras menjadikan Taman Ria sebagai area hijau. Izin pembangunan mal pun dihentikan. Tak terima, PT Ario Bimo Laguna Perkasa, yang mengantongi iizin, membawa kasus ini ke PTUN. Pemrov DKI kalah dan mengajukan banding.

Pengadilan terus berlanjut dan sampai tingkat kasasi, pihak Pemprov DKI tetap kalah. “Jadi izin yang mereka miliki tetap berlaku,” kata Darwin.

Dijadikannya Taman Ria Senayan jadi area komersil mendapat kritikan pengamat tata kota Marco Kusumawijaya. “Jokowi katanya akan stop pembangunan mal, kenapa Taman Ria berubah jadi komersial,” kata Marco pada Tempo saat ditemui, Selasa, 11 Februari 2014, di kantornya, Jalan Timor, Menteng, Jakarta. Dia menambahkan, dijadikannya Taman Ria sebagai area komersil jelas akan mengurangi ruang terbuka hijau yang ada di Jakarta.

Jokowi Dituduh Kejam Oleh Supir KWK

Sopir angkot Koperasi Wahana Kalpika (KWK) yang memprotes beroperasinya bus kota terintegrasi busway (BKTB) mengecam Joko Widodo. Mereka menilai Gubernur DKI Jakarta itu kejam.

“Ya, gubernur sekarang mah kejam. Kita semua bisa disikat habis. Beda sama gubernur yang dulu (Fauzi Bowo),” tutur Slamet (53), salah seorang sopir angkot B-01 jurusan Grogol-Muara Angke, Selasa (11/2/2014).

Slamet, atau yang biasa dipanggil Pak Kentung, mengatakan, sebenarnya Jokowi memiliki program yang bagus, seperti normalisasi waduk dan cara kerjanya dengan melakukan blusukan. Akan tetapi, ada beberapa program kerja Jokowi yang dianggap merugikan rakyat kecil, seperti BKTB.

Sopir KWK lainnya, Basri (32), menuturkan kalau BKTB ini membuat angkot U-11 jurusan Muara Baru-Muara Angke menjadi mati. Sebab, jalur BKTB dengan angkot U-11 bersinggungan, yaitu dari Pantai Indah Kapuk ke arah Kota.

“Ini busway kecil (BKTB) harusnya ada haltenya gitu. Ini malah main naik turunin penumpang sesuka dia, kan kita yang rugi,” katanya singkat.

Selain itu, Basri juga mengatakan bahwa petugas transjakarta sempat meneriakkan nama jalurnya kepada penumpang di pinggir jalan. Menurutnya, hal tersebut tidak etis. Dengan begitu, BKTB tersebut dianggap mirip dengan metromini.

Jokowi dan Ahok Tertipu Pengadaan Bus Transjakarta Yang Baru Tapi Bekas

Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) meminta Gubernur Joko Widodo mengaudit pengadaan bus Transjakarta. Menurut Direktur Investigasi dan Advokasi Fitra, Uchok Sky Khadafi, audit itu perlu dilakukan karena banyak keanehan dalam pengadaan bus baru tersebut. “Karena masih baru masak sudah banyak yang rusak,” katanya saat dihubungi, Senin, 10 Februari 2014. Sebelumnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membeli bus-bus Transjakarta baru asal Cina. Program ini merupakan rencana Jokowi menambah armada bus Transjakarta hingga 1.000 unit. Namun, baru saja dibeli, beberapa bus itu rusak dan terdapat karat di sejumlah titik.

Uchok mengatakan kerusakan mesin dan korosi bagi kendaraan yang masih baru sangat tidak masuk akal. Masalah seperti itu disebutnya hanya terjadi pada kendaraan-kendaraan yang sudah berusia tua. Dia pun menduga pengadaan bus Transjakarta itu sangat mungkin terjadi penggelembungan dana. Dia pun meminta Gubernur Jokowi untuk mengaudit pengadaan bus melalui Badan Pemeriksaan Keuangan dan Pembangunan. Hasil audit BPKP itu diharapkan bisa mengungkap yang sebenarnya terjadi di balik kerusakan bus baru tersebut. “Harus diaudit dokumennya, termasuk dari lelangnya juga,” kata dia.

Menurut dia, setiap bus yang dibeli memiliki nomor seri kendaraan yang menjadi identitas tunggal. Dari nomor itu bisa dilacak kapan tahun pembuatan kendaraan tersebut. Dia mengatakan bisa saja bus yang baru dibeli itu secara fisik memang baru, tapi mesin yang diusung adalah mesin lama atau mesin bekas. “Kan bisa saja badan bus dipoles biar jadi seperti baru, tapi mesinnya sudah lama,” ujarnya.

Selain BPKP, kata dia, BPK juga dianggap perlu mengaudit anggaran pembelian bus yang bernilai ratusan miliar rupiah tersebut. Audit oleh BPK itu juga bisa mengungkap kemungkinan adanya penggelembungan dana saat pembelian bus tersebut. BPK disebutnya bisa mengaudit anggaran mulai dari perencanaan hingga aspek teknis seperti spesifikasi kendaraan.

“Kalau BPKP kan harus diminta oleh Pemprov DKI, tapi kalau BPK bisa bergerak sendiri kalau memang ada dugaan penyimpangan,” katanya. Uchok pun mendesak Jokowi untuk segera meminta BPKP menggelar audit pengadaan bus Transjakarta itu. Pemerintah DKI Jakarta membeli bus-bus Transjakarta baru asal Cina. Program ini merupakan rencana Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menambah armada Busway Transjakarta hingga 1.000 unit. Saat ini sudah ada 90 unit bus gandeng yang siap berjalan. Hanya penelusuran Tempo di lapangan mengemukakan fakta bahwa bus-bus asal Cina tersebut rupanya banyak yang rusak. Padahal ini merupakan program 1.000 bus baru Jokowi.

“Masa baru diluncurkan besok paginya banyak yang tidak operasi,” kata salah seorang pegawai senior di Unit Pengelola Transjakarta kepada Tempo beberapa waktu lalu. Menurut dia, onderdil di dalam bus tersebut banyak yang rusak. Pegawai senior ini merujuk pada busway yang diresmikan Jokowi di Silang Monas pada 15 Januari lalu. Dari 30 armada bus yang diluncurkan, 12 unit langsung tidak bisa beroperasi keesokan harinya.(lihat foto:30 Unit Bus TransJakarta Didatangkan dari Cina)

Dia memberi contoh banyaknya bagian mesin di dalam busway tersebut yang sudah berkarat. Seperti kepala aki, turbo mesin, pemutar AC, bahkan pelek roda. Karat-karat ini, dia melanjutkan, menyebabkan pengoperasian bus menjadi tidak maksimal. “Misalnya mesin jadi sulit distater, AC tidak dingin, mesin jadi cepat panas,” ujarnya. Selain itu penyakit yang kerap muncul adalah fanbelt dari Busway Transjakarta yang mudah putus. Akibatnya mobil sering mogok atau AC hanya keluar angin. “Padahal bus baru beli tapi kondisinya udah kaya bus tua,” katanya.

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan bakal mengecek kondisi bus Transjakarta yang dikabarkan rusak. “Hari ini tanya ke Inspektorat, nanti akan disampaikan ke saya,” kata dia di Balai Kota DKI, Senin, 10 Februari 2014. Menurut Jokowi, sampai sekarang laporan soal kerusakan bus belum sampai ke dia. Jokowi hanya berjanji mengecek kondisi bus hari ini. “Saya mau cek bersama tim penerimaan barang. Saya suruh cek semua.”

Jokowi menyatakan, jika ada temuan bus rusak, harus ada pihak yang bertanggung jawab. Menurut dia, pihak yang semestinya bertanggung jawab terhadap kerusakan bus baru adalah Kepala Dinas Perhubungan Udar Pristono. “Sudah jelas, dong,” katanya. Seperti diberitakan sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo membeli bus Transjakarta baru dari Cina. Targetnya ada 700-an bus baru, baik gandeng maupun sedang, yang beroperasi. Saat ini baru ada 90 unit bus Transjakarta gandeng yang beroperasi. Namun, sebagian ternyata tak bisa dioperasikan. Bus-bus baru tersebut rupanya langsung bermasalah. Penelusuran Tempo soal kondisi busway baru, fanbelt-nya mudah putus, AC sering mati atau bocor, mesin sering terlalu panas, beberapa bagian vital, seperti aki, turbo, dan radiator berkarat.

Tidak hanya itu, kekuatan ban kurang sehingga mudah kempes, tabung apar untuk mesin meledak sendiri padahal tidak ada kebakaran, kompresor berjamur, pintu macet. Belum lagi indikator bahan bakar mati, pelek berkarat, pemasangan sambungan bus gandeng atau harmonika tidak presisi, mesin susah dinyalakan, dan sir pendingin mesin bocor.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau yang biasa disapa Ahok geram lantaran banyak bus baru Transjakarta yang rusak dan berkarat. Ahok menduga ada pihak yang bermain dan mencari keuntungan dalam pengadaan bus Transjakarta ini.

“Mungkin ada oknum yang menerima barang itu disogok, mungkin kan,” ujar Ahok di Balai Kota, Senin, 10 Februari 2014. “Tapi kita belum tahu.” Menurut Ahok, secara logika, jika akan membeli suatu barang baru pasti harus diperiksa kelengkapan dan keaslian barang itu. “Karena kalau beli mobil atau motor saja tidak ada yang mau beli karatan, gitu lho,” ujarnya.

Ahok mengatakan, jika terdapat barang baru yang karatan, sebagai pembeli, Pemprov DKI berhak mengembalikannya. Jika barang baru saja sudah berkarat, Ahok melanjutkan, semua komponen bus akan mudah berkarat dan cepat rusak. “Padahal sudah serah-terima, maka itu yang akan kita selidiki,” kata Ahok.

Sebelumnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membeli bus-bus Transjakarta baru asal Cina. Program ini merupakan rencana Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menambah armada bus Transjakarta hingga 1.000 unit. Namun, baru saja dibeli, beberapa bus itu mengalami kerusakan. Di beberapa bagian bus juga ditemukan sudah berkarat, seperti pada kepala aki, turbo mesin, pemutar AC, bahkan pelek roda. Karat-karat ini yang menyebabkan pengoperasian bus tidak maksimal.

Horee … Kaus Jokowi 2104 Ditemukan Wartawan Di Mobil Jokowi

Wartawan terkejut melihat sebuah kaus di atas jok tengah kanan mobil dinas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Kaus warna putih yang masih terbungkus plastik itu bertuliskan “Jokowi 2014″ dengan sketsa wajah Jokowi di tengahnya.

Wartawan akhirnya mengetahui bahwa kaus tersebut merupakan pemberian seseorang yang mendatangi Jokowi pada Kamis (6/2/2014) siang tadi. “Ya, saya diberi sama orang tadi, yang di sini siang tadi,” kata Jokowi di Balaikota Jakarta, Kamis sore.

Jokowi, yang difavoritkan sebagai calon presiden 2014, menganggap tidak ada yang aneh pada desain kaus tersebut. “Ya, benar kan, sekarang memang tahun 2014, bukan 2013,” ujarnya.

Pada siang hari tadi, beberapa orang dari Barisan Relawan Jokowi for President 2014 atau Bara JP mendatangi kantor gubernur. Mereka tidak masuk ke kantor Jokowi. Salah satu relawan hanya mengantarkan seseorang yang hendak memberikan buku karyanya kepada Jokowi.

Sambil mengantar penulis buku itu, relawan tersebut juga memberikan kaus untuk Jokowi. Jokowi pun menerimanya. “Masa sudah diberi, tapi ditolak, ya gimana dong,” kata Jokowi.

Jokowi hanya tertawa saat ditanya apakah ia akan mengenakan kaus itu atau tidak. Jokowi pun masuk ke mobilnya, duduk di jok kiri di samping kaus tersebut, lalu menutup kaca mobil.