Categories
Transportasi

Supir Bus TransJakarta Mogok Menuntut Kenaikan Gaji Yang Sejak Januari 2008 Dijanjikan Akan Naik


Sekitar 357 karyawan Trans Batavia, salah satu operator bus transjakarta, mogok kerja. Mereka berdemo di pul bus Jalan Perintis Kemerdekaan, Jakarta Timur, Senin (1/9), menuntut dicabutnya keputusan manajemen untuk memotong gaji pekerja 30 persen jika pekerja tidak masuk kerja.

Aksi unjuk rasa itu memaksa ribuan penumpang yang biasa menggunakan jasa bus transjakarta Koridor II dan Koridor III mencari alternatif angkutan lain.

Dari 114 bus yang setiap hari beroperasi di kedua koridor ini, hanya 10 bus yang beroperasi. Untuk mengatasi penumpukan penumpang, Badan Layanan Umum (BLU) meminta bantuan 53 bus dari koridor lain.

Menurut Suryo Wahyu, salah seorang karyawan Trans Batavia (TB), ada tiga tuntutan yang mereka ajukan ke pihak manajemen. Ketiga tuntutan itu adalah mereka minta kenaikan gaji seperti yang dijanjikan tahun lalu, adanya tunjangan, dan menolak pemotongan gaji sebesar 30 persen jika karyawan tidak masuk tanpa alasan.

Selama ini karyawan TB mendapatkan gaji Rp 1.050.000 per bulan dan masih ditambah tunjangan harian sebesar Rp 40.000 per hari.

Sementara itu, Direktur Operasional BLU Rene Nunumete mengatakan, demo ini juga disebabkan karyawan tidak puas karena jika terjadi kecelakaan, gaji mereka juga akan dipotong.

”Tetapi pemotongan ini sesuai dengan Pasal 28 UU No 14/1993 tentang lalu lintas angkutan jalan, yaitu perusahaan dan sopir bertanggung jawab jika terjadi kecelakaan,” kata Nunumete.

Nunumete mengimbau agar pemogokan ini tidak berlarut-larut karena akan merugikan penumpang. ”Jika besok mereka masih mogok, TB harus bertanggung jawab mencarikan sopir pengganti. Jika tidak bisa, mereka akan kami kenai sanksi,” kata Nunumete tegas.

Sementara itu, di sejumlah halte terjadi antrean penumpang. Di Halte Deplu (Jakarta Pusat) dan Halte Jelambar (Jakarta Barat) calon penumpang antre mengular hingga ke luar halte, bahkan sampai di tangga penyeberangan.

Agus, petugas keamanan di Halte Harmoni, mengatakan, terjadi antrean penumpang karena jumlah bus pengganti amat kurang.

”Pemberitahuannya cuma lisan dari para petugas keamanan di halte. Itu pun setelah kami tidak sabar menunggu lama dan bertanya pada mereka, baru ada penjelasan. Kalau tahu dari awal, mungkin kami bisa mencoba angkutan umum lain,” kata Prambudi, calon penumpang yang telantar di Harmoni

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s