Categories
Demokrasi Taat Hukum

KPU Cilegon Dibakar Orang Tidak Dikenal


Aparat Kepolisian Resor Cilegon menangkap 28 orang, yang diduga akan mencoba membakar kantor Komisi Pemilihan Umum Kota Cilegon, Provinsi Banten.

”Terkait kejadian percobaan pembakaran di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cilegon, kami sudah menangkap 28 orang yang diduga terlibat,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Cilegon Ajun Komisaris Didik Novi di Cilegon, Jumat (14/5).

Kejadian diawali pada Kamis sekitar pukul 23.00 ketika petugas keamanan dan petugas piket kepolisian berpatroli serta menjumpai kerumunan orang yang berlalu lalang di sekeliling kantor KPU Kota Cilegon.

”Begitu ditanya, tidak ada jawaban, malah pergi semua, sehingga menimbulkan kecurigaan petugas,” kata Didik.

Saat mereka pergi tersebut, kata Didik, ada yang melemparkan botol berisi bensin ke arah kantor KPU Kota Cilegon. Atas kejadian itu, polisi kemudian menangkap orang-orang tersebut.

Polisi juga menyita beberapa barang bukti, seperti kantong plastik berisi bensin, botol minuman berenergi, belasan liter bensin, belasan telepon seluler, korek api, dan kendaraan bermotor. ”Kami saat ini masih melakukan pemeriksaan, menentukan peran masing-masing untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” katanya.

Didik menuturkan, pasal yang dikenakan dalam kasus ini adalah Pasal 170 juncto 53 Kitab Undang-undang Hukum Pidana. Ayat 1 Pasal 170 menyebutkan, barangsiapa dengan terang- terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan. Ayat 2 Pasal 170 disebutkan, yang bersalah diancam pidana penjara paling lama tujuh tahun jika ia dengan sengaja menghancurkan barang atau jika kekerasan yang digunakan mengakibatkan luka-luka.

Rekapitulasi

Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kota Cilegon 2010 telah dilaksanakan pada 9 Mei.

Berdasarkan rekapitulasi hasil penghitungan suara, Kamis, pasangan Humaidi Husen dan Faridatul Fauziah mendapat 8.354 suara. Sementara Tb Iman Ariyadi-Edi Ariadi mendapat 85.543 suara; Ali Mujahidin-Syihabudin Syibli memperoleh 67.768 suara; Helldy Agustian-Djuher Arief mendapat sebanyak 14.501 suara; serta Achyadi Yusuf-Irvin Andalusiyanto mendapat 11.408 suara.

Categories
Aneh Dan Lucu Transportasi

Jakarta Dilanda Banjir Akibat Hujan Selama 2 Jam


Di tengah rencana DPRD dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menaikkan sejumlah pajak daerah, warga ibu kota Jakarta kembali dihadapkan kemacetan yang cukup parah. Kemacetan lalu lintas terjadi di sejumlah ruas jalan utama DKI Jakarta, Jumat (14/5) malam, setelah hujan mengguyur. Penyebabnya, genangan air di berbagai titik membuat sebagian kendaraan melambatkan laju kendaraannya.

Traffic Management Center (TMC) Kepolisian Daerah Metro Jaya mencatat 26 titik genangan air di berbagai ruas jalan. Tinggi genangan antara 5 sentimeter dan 60 sentimeter.

Dari pantauan di lapangan, kemacetan panjang terjadi di Jalan Sudirman. Bahkan, ujung antrean di Sudirman sampai Jalan Tambak, Menteng; Jalan Manggarai; Jalan Thamrin; dan Jalan Mas Mansyur hingga Pejompongan.

Di Jalan Gatot Subroto, genangan terjadi di depan Apartemen Palm Court. Bahkan, sebagian besar kendaraan pribadi memanfaatkan jalur transjakarta. Arus lalu lintas semakin terhambat ketika sebuah mobil mogok di depan apartemen.

Sementara itu, sisi kiri jalan di terowongan Cawang juga tergenang air dengan ketinggian sekitar 30 sentimeter. Kondisi ini mengakibatkan arus kendaraan tersendat karena jalan menyempit dan sejumlah sepeda motor mogok. ”Genangan mulai terjadi sekitar pukul 16.30, terutama di ujung terowongan BNN arah Halim ini,” kata Andris, petugas keamanan bus transjakarta yang mengatur arus lalu lintas di terowongan Cawang.

Lantaran kemacetan yang begitu parah, Polda Metro Jaya tidak memberlakukan kawasan mobil berpenumpang tiga orang atau lebih, Jumat malam.

”Kawasan 3 in 1 tidak berlaku karena banyak genangan air dan berakibat macet di mana-mana,” kata Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Aries Subianto, seperti dikutip dari situs TMC.

Kemacetan jalan ini juga yang membuat penumpang bus menumpuk di pinggir jalan.

Halte-halte bus transjakarta di kawasan yang macet juga dipadati penumpang. Penumpukan penumpang transjakarta antara lain terlihat di halte bus Dukuh Atas. Perjalanan bus transjakarta ikut tersendat lantaran jalur transjakarta disesaki mobil pribadi.

Masyarakat dirugikan

Pengurus harian YLKI, Tulus Abadi, mengatakan, masyarakat dirugikan atas kemacetan yang terus berulang setiap hujan turun.

”Terjadinya kemacetan menunjukkan buruknya infrastruktur yang tidak seimbang dengan pajak yang dipungut pemerintah,” ucap Tulus.

Kerugian yang dialami masyarakat akibat kemacetan yang parah antara lain pemborosan bahan bakar minyak serta hilangnya kesempatan untuk melakukan kegiatan lain lantaran orang terjebak macet.

Buruknya infrastruktur itu antara lain terlihat dari drainase yang tidak maksimal dan timbulnya genangan air di jalan. Persoalan drainase masih belum tidak terselesaikan setelah beberapa kali pergantian pemimpin DKI Jakarta.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta Budi Widiantoro mengatakan, hujan yang turun kemarin memiliki intensitas yang sangat tinggi sehingga drainase mikro tak sanggup menampung air sekaligus.

Di sisi lain, permukaan sungai juga tinggi sehingga air sulit mengalir dan menyebabkan terjadi genangan. Namun, air surut dalam beberapa jam.

Budi juga memastikan tidak ada sumbatan drainase yang parah. Pasalnya, jika terjadi penyumbatan, genangan akan lebih tinggi dan lebih lama.

Dinas PU DKI Jakarta belum berencana memperbesar kapasitas drainase mikro meskipun drainase mikro yang ada tidak sanggup menampung hujan dengan intensitas yang sangat tinggi.

Categories
Taat Hukum

Jaringan Mafia Narkoba Iran Kembali Aktif Di Bali


Petugas Bea dan Cukai Ngurah Rai, Bali, kembali menangkap warga negara Iran yang berupaya menyelundupkan sabu. Tersangka bernama Rouhullah Serish Abadi bin Samad (26). Ia kedapatan membawa 1,04 kilogram sabu. Ini menunjukkan tren penyelundupan narkoba oleh warga negara Iran ke Indonesia, terutama Bali, berlanjut.

”Rupanya tren (pengangkutan narkoba oleh warga negara Iran melalui Bali) itu berlanjut,” kata Kepala Kantor Bea dan Cukai Ngurah Rai Bambang Wahyudi di Denpasar, Bali, Jumat (14/5).

Dengan tertangkapnya Rouhullah, berarti sudah sembilan warga negara Iran yang ditangkap karena berupaya menyelundupkan sabu ke Bali. Kasus pertama dan terbesar—sejak Desember 2009—adalah penangkapan tujuh warga Iran yang menyelundupkan 4,5 kilogram sabu (dalam perut) dengan cara ditelan, 10 Desember 2009. Mereka kini sedang menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Denpasar dengan ancaman hukuman mati.

Dibayar 2.000 dollar AS

Menurut Bambang, Rouhullah ditangkap saat mengambil bagasi di Bandar Udara Ngurah Rai, Kamis malam lalu. Ia datang ke Bali menggunakan Qatar Airways QR 0638 dari Doha, Qatar.

Sabu tersebut ditemukan petugas di koper hitam yang dibawa tersangka. Di pasaran gelap, harga jual narkotika sekitar Rp 2,2 miliar. Petugas juga menyita barang bukti lain, seperti mata uang dollar AS dan real Iran, satu telepon genggam, serta paspor bernomor atas nama tersangka.

Kepolisian Daerah (Polda) Bali yang menerima penyerahan kasus tersebut malam itu juga langsung membawa barang bukti ke Laboratorium Kriminalistik Polri Cabang Denpasar. ”Setelah dites, bubuk kristal putih itu positif methamphetamine,” kata Direktur Narkoba Polda Bali Ajun Komisaris Besar Mulyadi, kemarin.

Berdasarkan penelusuran polisi, sabu itu diselundupkan dengan sistem terputus dan hanya akan dijual di Bali. Sistem ini menyulitkan polisi mengungkap jaringan penyelundup narkoba tersebut.

Tersangka mengaku disuruh Wahid yang berdomisili di Damaskus. Ia dijanjikan mendapat bayaran 2.000 dollar AS (lebih kurang Rp 18 juta). Dia diminta menghubungi Wahid untuk menerima instruksi selanjutnya terkait orang yang akan menjemputnya setiba di Bali.

Categories
Perekomonian dan Bisnis Taat Hukum

Pungutan Liar Di Pelabuhan Makassar Semakin Marak


Berbagai jenis pungutan yang membebani biaya impor masih marak terjadi di Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan. Beberapa pungutan tambahan, seperti terminal handling charge, kebersihan kontainer, dan jasa bongkar muat tanpa parameter dari pemerintah, memicu mahalnya harga jual barang impor.

Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Gabungan Forwarder dan Ekspedisi Indonesia (Gafeksi) Sulsel Hasyim Noer di Makassar, Jumat (14/5), mengatakan, pemilik barang sudah berulang kali mendesak Menteri Perhubungan agar meninjau ulang keberadaan terminal handling charge (THC). Biaya THC sebesar 150 dollar AS per boks 20 kaki (teus) dan 250 dollar AS per boks 40 kaki (teus) membuat pengusaha lokal sulit bersaing dengan pihak asing yang mampu menjual barang lebih murah.

Menurut dia, THC sudah tidak relevan karena sejak diterapkan tahun 1997, alasan untuk menutupi risiko perang ataupun biaya bungker bahan bakar minyak tidak pernah terjadi.

Administratur Pelabuhan (Adpel) Makassar Sukardi mengatakan, penetapan parameter menjadi tanggung jawab Kementerian Perhubungan. ”Selama ini Adpel hanya bertugas mengawasi dan menjamin agar aktivitas di pelabuhan berjalan lancar.”

Sikap ini dikritik anggota Komisi Pengawas Persaingan Usaha, M Nawir Messi. Sebagai pengawas, Adpel harus berani menetapkan parameter harga untuk menghindari praktik monopoli.

Categories
Kebodohan Mega Kreatif Perekomonian dan Bisnis

Selamat Di Palu Listrik Padam 16 Jam Per Hari


Pemadaman listrik selama 16 jam sehari di Kota Palu, Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Donggala, dan Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, sepekan ini kian menyengsarakan warga. Hal itu dinilai tak manusiawi karena mengabaikan hak warga dan mengganggu belajar para siswa.

Menyikapi kondisi itu, Rabu (12/5) malam, puluhan warga dan jurnalis mendatangi Kantor PT PLN Cabang Palu. Aksi dilakukan dengan berjalan kaki sekitar 1 kilometer sambil membawa lilin. Awalnya aksi dilakukan jurnalis. Namun, saat di tengah jalan, puluhan warga yang mengaku sudah muak dengan pemadaman 16 jam ikut bergabung.

Sebagian warga lainnya berdiri di pinggir jalan dan ikut menyambut aksi ini dengan melontarkan kecaman kepada PLN. Di halaman Kantor PLN, warga dan jurnalis peserta aksi menyampaikan pernyataan sikap, lalu menghadiahkan lilin kepada General Manager PLN Cabang Palu I Nyoman Sujana.

Krisis listrik berkepanjangan di Kota Palu dan sekitarnya menyebabkan pemadaman bergilir terjadi hampir setiap hari sepanjang tahun. Dimulai pemadaman lima jam sehari, lalu delapan jam, dan sepekan ini 16-17 jam. Polanya, padam delapan jam, menyala delapan jam, dan mati lagi delapan jam kemudian.

Misalnya, setelah pemadaman pukul 16.00-00.00, listrik lalu menyala lagi hingga pagi, dan padam lagi pukul 08.00-16.00, demikian seterusnya. Pemadaman malam hari dikeluhkan warga karena putra-putri mereka tidak bisa belajar dengan baik menghadapi ulangan semester.

Nyonya Selvi (38), warga Jalan Rajawali, Palu, mengakui, aktivitas keseharian hampir lumpuh akibat pemadaman ini. ”Bayangkan kalau pemadaman dari pukul 16.00 hingga dini hari. Air sulit diperoleh, pakaian kotor menumpuk, dan uang habis untuk beli lilin. Anak-anak juga tidak bisa belajar. Padahal, sekarang mereka harus lebih banyak belajar untuk persiapan ulangan. Sekarang ini listrik yang kami bayar bukan hidupnya, tetapi padamnya,” kata ibu tiga anak ini.

Pembangkit diperbaiki

I Nyoman Sujana dalam penjelasannya mengatakan, pemadaman saat ini akibat kekurangan daya hingga lebih dari 25 megawatt (MW). Hal itu terjadi karena Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Mpanau tidak beroperasi menyusul stok batu bara belum tiba. Saat ini pun Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Silae sedang dalam pemeliharaan.

Beban puncak di Palu dan sekitarnya 49-50 MW. Selama ini listrik disuplai dari PLTU sebanyak 25-27 MW dan sisanya dari PLTD 22 MW. PLTD dioperasikan PLN, sedangkan PLTU adalah perusahaan pembangkit listrik kerja sama Pemkot Palu dan swasta. Tidak beroperasinya PLTU dan pemeliharaan di PLTD membuat daya listrik yang tersedia sekitar 20 MW.

PLTA Asahan III

Sementara itu, di Sumatera Utara, PLN akhirnya memutuskan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Asahan III pada tahun ini. Meskipun izin lokasi belum diberikan Gubernur Sumut, PLN tetap akan menggelar prakualifikasi tender pembangkit listrik berkapasitas 2 x 87 MW itu mulai Juni 2010.

Direktur Utama PLN Dahlan Iskan di Parapat, Sumut, Kamis (13/5), menyebutkan, hingga saat ini gubernur belum resmi memberi izin lokasi pembangunan PLTA Asahan III kepada PLN. Namun, PLN tidak ingin mengambil risiko terjadi kem- bali krisis listrik di Sumut tahun 2013.

Categories
Bencana Alam Perekomonian dan Bisnis Taat Hukum

Mayoritas Perusahaan Batu Bara Belum Memiliki Amdal


Sebanyak 34 perusahaan swasta di sektor pertambangan batu bara Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, belum memiliki dokumen analisis mengenai dampak lingkungan atau amdal. Operasionalisasi usaha tambang batu bara tanpa amdal tersebut mengakibatkan kerusakan lingkungan, seperti pencemaran sungai, perambahan hutan, ancaman terhadap flora dan fauna, serta kerusakan infrastruktur jalan- jembatan.

Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Lahat Erwan Roni, Kamis (13/5) di Palembang, mengatakan, saat ini ada 49 perusahaan tambang batu bara di Lahat yang sudah beroperasi. Artinya, perusahaan itu sudah memiliki izin kuasa pertambangan (KP) sehingga berada di tahap eksplorasi dan eksploitasi. ”Namun, dari semuanya, saat ini baru 15 perusahaan resmi mengantongi dokumen amdal, 34 lainnya belum. Padahal, amdal merupakan syarat pokok yang harus dimiliki sebelum mereka beroperasi,” katanya.

Berdasarkan substansi Undang-Undang RI Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara, amdal merupakan sebuah dokumen yang wajib dimiliki bagi perusahaan sebelum mengeksploitasi sumber daya mineral dan batu bara di daerah. Sebelum amdal, perusahaan tambang mineral dan batu bara wajib memiliki syarat studi kelayakan dan KP. Istilah KP saat ini telah diubah menjadi izin usaha pertambangan (IUP).

UU ini juga mewajibkan perusahaan tambang mempresentasikan substansi amdal kepada pemerintah serta menyosialisasikan kepada masyarakat sekitar. Setelah semua pihak setuju, baru amdal bisa diterbitkan. Amdal berisi analisis dan prediksi tentang kemungkinan apa saja yang akan terjadi di lingkungan sekitar calon lokasi.

Koordinator Divisi Jaringan dan Kampanye Walhi Sumsel Yuliusman menjelaskan, ketiadaan amdal ini bisa berdampak sangat buruk terhadap lingkungan sekitar lokasi tambang. Saat ini, kerusakan lingkungan di Kabupaten Lahat pun semakin parah karena beragam kerusakan, mulai dari pencemaran sungai, pembukaan hutan yang kian tak terkendali, hingga ancaman terhadap flora dan fauna.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Lahat Misri menjelaskan, ke-34 perusahaan itu dilarang mengeksploitasi batu bara sebelum membereskan dokumen amdal. Jika masih dalam tahap eksplorasi, perlu diprioritaskan soal penyusunan studi kelayakan terlebih dahulu.

Categories
Bencana Alam Pencinta Lingkungan Perekomonian dan Bisnis

50.000 Hektar Gambut Berubah Menjadi Kebun Sawit Tiap Tahun


Laju konversi lahan gambut untuk perkebunan kelapa sawit di Indonesia berlangsung besar-besaran. Tiap tahun, sedikitnya 50.000 hektar lahan gambut jadi kebun sawit. Dampaknya, terjadi kelangkaan air di sekitar perkebunan kelapa sawit.

Head of Department Campaign and Public Education Sawit Watch Jefri Gideon Saragih mengatakan, satu pohon kelapa sawit membutuhkan 8-10 liter air per hari.

”Dengan laju ekspansi perkebunan kelapa sawit yang sangat cepat dan kebutuhan air yang sangat tinggi, kelangkaan air di sekitar perkebunan kelapa sawit tidak terhindarkan,” kata Jefri dalam ”Seminar Publik Menelaah Permasalahan Perkebunan Kelapa Sawit” di Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (12/5).

Lahan gambut, terutama dengan kedalaman lebih dari 3 meter, sebetulnya dilindungi oleh negara melalui Keputusan Presiden Nomor 32 Tahun 1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung, yaitu tidak boleh dikonversi untuk kegiatan budidaya. Tujuannya, untuk menjaga cadangan air dan karbon.

Jefri menambahkan, alih fungsi lahan gambut untuk perkebunan kelapa sawit terjadi di Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Kalbar, dan Riau. ”Alih fungsi dilakukan oleh perkebunan besar. Karena pelanggaran dibiarkan, masyarakat sekitar perkebunan di beberapa daerah ikut membuka lahan gambut untuk kebun sawit rakyat,” kata Jefri.

Dihubungi terpisah, ahli gambut Universitas Tanjungpura, Gusti Zakaria, mengatakan, kerusakan lingkungan akibat ekspansi perkebunan kelapa sawit bisa dicegah dengan melakukan restorasi. ”Namun, biayanya sangat tinggi dan belum ada peraturan terkait siapa yang harus membiayai restorasi,” katanya.

Selain kerusakan ekologis, ekspansi perkebunan kelapa sawit juga menimbulkan konflik dengan masyarakat adat. Jefri mengatakan, sepanjang tahun 2010 sudah 12 warga adat di Tapanuli Selatan, Jambi, Riau, Sumsel, dan Kalbar ditangkap petugas karena menuntut hak adat. ”Hingga tahun 2010, ada 630 komunitas terlibat konflik dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit karena mempertahankan hak mereka,” ujar Jefri.

Sekretaris Jenderal Serikat Petani Kelapa Sawit Sanggau, Kalbar, Norsianus mengatakan, kemitraan petani kelapa sawit dengan perusahaan perkebunan tidak selalu menguntungkan petani. Salah satunya terkait peremajaan perkebunan kelapa sawit sistem inti dan plasma.

Categories
Perekomonian dan Bisnis

Jakarta Gems Center Rawabening Jatinegara Diresmikan Fauzi Bowo


Sekelompok perempuan bule asal Hongaria asyik memilih batu-batu yang berwarna-warni. Sesekali mereka memadukan batu itu ke dada mereka, menimbang-nimbang apakah batu itu cocok pada dirinya.

Mereka tidak peduli ketika rombongan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo meninjau area tempat mereka memilih batu- batu perhiasan itu. Hari itu memang Fauzi Bowo sedang meresmikan pasar Jakarta Gems Center Rawabening, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (12/5).

Pasar yang pengelolaannya di bawah PD Pasar Jaya ini memang baru selesai direnovasi. Sebelumnya, pasar ini kumuh karena usianya juga sudah lebih dari 25 tahun. Walau termasuk pasar tua, pasar ini sangat diminati karena pasar ini khusus menjual batu perhiasan, terutama akik.

PD Pasar Jaya berharap pasar khusus ini nantinya bisa menjadi pusat batu aji terbesar di Indonesia.

Direktur Utama PD Pasar Jaya Djangga Lubis menyatakan, Jakarta Gems Center Rawabening menambah jumlah pasar tematik atau pasar khusus aneka barang tertentu, yang dibangun PD Pasar Jaya. Pasar tematik lainnya adalah Pasar Tanah Abang, Pasar Cipulir, dan Pasar Jatinegara yang dikenal sebagai pusat garmen dan tekstil. Pasar Induk Kramat Jati pusat perdagangan sayur-mayur dan buah-buahan terbesar di Indonesia. Pasar Asem Reges, Pasar Duren Sawit, dan Pasar Cipete merupakan pasar khusus onderdil kendaraan. Pasar Pramuka khusus menjual obat-obatan dan alat kedokteran.

Fauzi meminta PD Pasar Jaya, yang menjadi pengelola pasar di wilayah DKI Jakarta, mau bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta biro-biro perjalanan wisata untuk mempromosikan pasar sebagai tujuan kunjungan wisatawan.

”Saya berharap kerja sama pasar jaya serta dinas pariwisata dan kebudayaan dapat segera dilaksanakan melalui kerja sama operasional. Kerja sama itu juga perlu melibatkan operator perjalanan wisata,” kata Fauzi.

Dalam sambutannya, Fauzi mengatakan, pasar Jakarta Gems Center Rawabening ini diharapkan menjadi pusat rujukan batu mulia dan batu permata sekaligus tujuan kunjungan wisatawan, seperti pasar batu mulia di Bangkok.

”Rawabening memiliki kelebihan karena di sini juga terdapat pusat kerajinan batu mulia,” kata Fauzi.

Saat ini, kondisi pasar belum sepenuhnya dipenuhi pedagang. Dari tiga lantai yang ada, hanya lantai dasar yang ramai. Itu pun baru 80 persen yang terisi, sedangkan di lantai satu, baru 40 persen terisi dan lantai dua belum terisi sama sekali.

Pasar yang dipugar sejak tahun 2007 ini mempunyai 1.355 tempat usaha dengan luas lahan 10.866 meter persegi. Di pasar ini terdapat 897 kios, 372 konter, 56 kios makanan dan minuman, serta 30 kios ikan hias.

Selain itu, pasar yang dibangun PD Pasar Jaya bersama PT Pundimas Atrium ini juga dilengkapi ruang galeri, ruang khusus pengolahan batu mulia dan batu permata, serta masjid.

Dalam peresmian itu, pihak PD Pasar Jaya juga menandatangani nota kesepahaman dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Provinsi DKI Jakarta dalam rangka perbaikan dan penambahan sarana penanggulangan bencana kebakaran di pasar, serta nota kesepahaman dengan pihak Pusat Koperasi Pedagang Pasar DKI Jaya terkait program peremajaan pasar di DKI Jakarta.

Transaksi

Walau pedagang yang menempati pasar Jakarta Gems Center Rawabening belum optimal, transaksi penjualan tetap ada. Banyak pengunjung datang, termasuk rombongan perempuan asal Hongaria itu. Ada yang mencari perhiasan yang sudah jadi, ada juga yang mencari bahan untuk membuat perhiasan. Beberapa toko memang terlihat menjual batu, manik-manik, kawat, benang, dan sebagainya khusus bagi pengunjung yang mau mengkreasikan sendiri perhiasannya.

Para pembeli yang datang ke pasar batu itu memang tampak betah berlama-lama. Setidaknya butuh satu jam hanya untuk memilih batu.

Memilih batu memang tidak mudah. ”Feeling-feeling-an saja,” kata Sugianto, salah seorang pedagang batu. Maksudnya, kalau pembeli merasa senang, ya silakan beli. ”Tidak ada patokan khusus. Selama batu itu digosok bagus, ya pasti sinarnya cemerlang,” kata Sugianto.

Namun, khusus untuk batu dengan corak tertentu, Sugianto mematok harga yang lebih mahal. Bahkan, harganya bisa jutaan rupiah. Misalnya, batu dengan corak yang menyerupai gambar macan, harganya Rp 5 juta. ”Sekarang kan tahun macan, jadi harganya mahal,” ujarnya.

Selain batu dengan corak macan itu, dia juga punya batu dengan gambar menyerupai kucing, burung merak, dan juga pria berkumis.

Memilih batu memang butuh imajinasi. Jika suka dan mampu menangkap citra di batu itu, pembeli tinggal mencocokkan harga saja kepada pedagang. Inilah yang membuat berbelanja di pasar Jakarta Gems Center Rawabening tidak bisa sebentar. Begitu juga dengan rombongan perempuan Hongaria itu. Hingga rombongan Fauzi Bowo pergi pun, mereka masih asyik memilih dari satu kios ke kios lain.

Categories
Pencinta Lingkungan

Hujan Merata Hingga Akhir Pekan


Seluruh wilayah Provinsi Banten berpotensi turun hujan dengan durasi waktu panjang. Penyebabnya adalah ada gangguan bertekanan rendah di perairan Samudra Hindia barat daya Pulau Jawa. Kerapnya hujan turun di beberapa wilayah Banten sejak awal pekan ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga akhir pekan ini.

”Gangguan tekanan rendah di Samudra Hindia mengakibatkan potensi hujan turun merata, tidak hanya di Serang, tetapi juga di Cilegon dan juga wilayah Banten sisi selatan, seperti Lebak dan Pandeglang,” kata pengamat meteorologi di Stasiun Meteorologi Serang, Rafikoh, di Serang, Provinsi Banten, Kamis (13/5).

Angin yang membawa uap air dari perairan sisi barat kepulauan Indonesia ini telah mengisi daerah bertekanan rendah di perairan barat daya Pulau Jawa sehingga mengakibatkan hujan merata di Provinsi Banten.

Pada Rabu lalu, misalnya, hujan turun di Kabupaten Pandeglang dan Kota Serang sejak pukul 11.00 dan berlangsung hingga petang hari. Sementara itu, pada Kamis kemarin, hujan juga turun sejak siang hingga sore di Kota Serang dan Cilegon.

Karakteristik hujan belakangan ini adalah hujan ringan dengan tingkat curah hujan 10-25 milimeter (mm), yakni rintik- rintik dengan durasi panjang. Ini berbeda dengan hujan pada musim kemarau selepas masa transisi, yang lazimnya berintensitas sedang dengan curah hujan sekitar 50 mm hingga lebat dengan curah hujan sekitar 100 mm dan berdurasi singkat atau hanya beberapa menit. Warga pun tetap diimbau mewaspadai potensi terjadinya kilat atau petir.

Rafikoh menuturkan, ada dua daerah bertekanan rendah di perairan Samudra Hindia arah barat daya Pulau Jawa yang terpantau pada Kamis kemarin. Jumlah ini berkurang dibandingkan yang terjadi pada awal pekan ini, yang jumlahnya mencapai tiga daerah bertekanan rendah.

Gelombang

Terkait dengan kondisi gelombang hingga akhir pekan ini, Rafikoh menuturkan bahwa ketinggian gelombang di perairan Selat Sunda sisi utara diperkirakan berkisar 0,5 meter hingga 1,6 meter.

Adapun ketinggian gelombang di perairan Selat Sunda sisi selatan diperkirakan berkisar 0,6 meter hingga 2 meter. Ketinggian gelombang ini secara langsung dipengaruhi kecepatan angin di dua wilayah perairan tersebut.

Kecepatan angin di perairan Selat Sunda sisi utara berkisar 5 knot hingga 12 knot. Adapun di perairan Selat Sunda sisi selatan antara 10 knot dan 15 knot. Itu sebabnya nelayan diingatkan agar tak melaut apabila ketinggian gelombang di atas 2,5 meter.

”Namun, nelayan yang biasa melaut di perairan Selat Sunda sisi selatan pun diimbau tetap waspada karena ketinggian gelombang hingga 2 meter ini bisa pula naik lebih tinggi karena kondisi cuaca mudah berubah karena pengaruh berbagai faktor,” kata Rafikoh.

Dari seluruh wilayah Banten, kata Rafikoh, potensi hujan berintensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat terjadi di Tangerang. ”Sifat cuaca di Tangerang lebih mirip kawasan Jabodetabek sehingga cirinya agak berbeda dengan wilayah Banten lainnya,” katanya.

Terkait ketinggian gelombang di perairan Selat Sunda sisi utara, yakni di rute penyeberangan Merak-Bakauheni, Manajer Operasional PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan Merak Endin Juhendi menuturkan, sejauh ini tidak berpengaruh terhadap pelayanan kapal roll-on roll-off atau feri. ”Tetapi, untuk kapal cepat, apabila ketinggian gelombang lebih dari satu meter, kapal tidak bisa diberangkatkan,” kata Endin.

Categories
Perekomonian dan Bisnis

Industri Perikanan Jawa Barat Tumbuh Pesat


Pembangunan kawasan kota perikanan atau minapolitan diyakini akan mendukung pengembangan industri perikanan di Jawa Barat dan menopang perekonomian daerah. Selain itu, keberadaannya diharapkan juga mendorong produksi perikanan provinsi ini yang pada 2015 ditargetkan mencapai 1,9 juta ton per tahun, tiga kali lipat dari kondisi 2009 yang baru 628.000 ton.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jabar Ahmad Hadadi, Kamis (13/5) di Bandung, mengatakan, pihaknya mengusulkan pembangunan enam kawasan minapolitan di Jabar. Selain Palabuhanratu di Kabupaten Sukabumi, lima wilayah lain yang diusulkan ialah Rancabuaya di Kabupaten Garut, Pangandaran di Kabupaten Ciamis, Indramayu, Cirebon, dan Karawang.

Menurut Hadadi, suatu kawasan dapat dikatakan sebagai minapolitan jika sektor perikanan di wilayah tersebut sudah mampu menopang perekonomian daerahnya. Untuk itu, seluruh subsektor terkait perikanan dan kelautan harus dioptimalkan, dari perikanan tangkap, budidaya, pariwisata, hingga kuliner.

Selain pembangunan infrastruktur penunjang, dibutuhkan pula perubahan budaya masyarakat setempat. Karena itu, kendati telah dicanangkan sebagai minapolitan awal April lalu, kawasan Palabuhanratu tetap butuh dukungan agar mampu menjadi sebuah kota perikanan ideal.

Pemprov Jabar, lanjut Hadadi, bertekad memaksimalkan potensi perikanan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bahkan, ia optimistis, sektor perikanan mampu tampil sebagai lokomotif ekonomi Jabar. Beberapa program yang telah dicanangkan untuk mencapai target ialah Gerakan Multiaktivitas Agribisnis (Gemar) dan Gerakan Pengembangan Perikanan Pantai Utara dan Selatan (Gapura).

“Salah satunya melalui revitalisasi tambak di kawasan pantai utara dan pantai selatan secara menyeluruh dan berbasis pembangunan berkelanjutan,” katanya.

Sangat potensial

Berdasarkan data dinas perikanan dan kelautan, potensi perikanan Jabar sangat besar. Dengan panjang garis pantai sekitar 805 kilometer dan garis sungai 13.666 kilometer, area budidaya perikanan wilayah ini mencapai 58.698 hektar. Jabar juga memiliki tiga waduk besar yang dapat dioptimalkan untuk budidaya ikan, yakni Saguling, Cirata, dan Jatiluhur, dengan luas total mencapai 21.429 hektar.

Dari potensi itu, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan optimistis perikanan Jabar mampu menjadi daya dukung utama perekonomian terutama di wilayah pesisir pantai, sungai, danau, kolam, dan waduk besar. Pemprov juga berkomitmen membenahi sarana dan prasarana perikanan termasuk pelabuhan dan penerapan teknologi perikanan modern.

Saat pencanangan Palabuhanratu sebagai kawasan minapolitan, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad memproyeksikan 28 daerah, tiga di antaranya di Jabar sebagai obyek pengembangan kota perikanan dan pelabuhan pada 2010.

Ia menambahkan, untuk membangun satu kawasan bahari, dibutuhkan biaya setidaknya Rp 1,2 triliun, meliputi kebutuhan pembangunan infrastruktur laut, pendidikan, dan sarana kesehatan bagi nelayan. Kementerian Kelautan dan Perikanan menargetkan produksi ikan pada 2015 mencapai 30 juta ton per tahun. Hingga 2009 produksi ikan masih berkisar 8-9 juta ton per