Categories
Pencinta Lingkungan

Hujan Merata Hingga Akhir Pekan


Seluruh wilayah Provinsi Banten berpotensi turun hujan dengan durasi waktu panjang. Penyebabnya adalah ada gangguan bertekanan rendah di perairan Samudra Hindia barat daya Pulau Jawa. Kerapnya hujan turun di beberapa wilayah Banten sejak awal pekan ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga akhir pekan ini.

”Gangguan tekanan rendah di Samudra Hindia mengakibatkan potensi hujan turun merata, tidak hanya di Serang, tetapi juga di Cilegon dan juga wilayah Banten sisi selatan, seperti Lebak dan Pandeglang,” kata pengamat meteorologi di Stasiun Meteorologi Serang, Rafikoh, di Serang, Provinsi Banten, Kamis (13/5).

Angin yang membawa uap air dari perairan sisi barat kepulauan Indonesia ini telah mengisi daerah bertekanan rendah di perairan barat daya Pulau Jawa sehingga mengakibatkan hujan merata di Provinsi Banten.

Pada Rabu lalu, misalnya, hujan turun di Kabupaten Pandeglang dan Kota Serang sejak pukul 11.00 dan berlangsung hingga petang hari. Sementara itu, pada Kamis kemarin, hujan juga turun sejak siang hingga sore di Kota Serang dan Cilegon.

Karakteristik hujan belakangan ini adalah hujan ringan dengan tingkat curah hujan 10-25 milimeter (mm), yakni rintik- rintik dengan durasi panjang. Ini berbeda dengan hujan pada musim kemarau selepas masa transisi, yang lazimnya berintensitas sedang dengan curah hujan sekitar 50 mm hingga lebat dengan curah hujan sekitar 100 mm dan berdurasi singkat atau hanya beberapa menit. Warga pun tetap diimbau mewaspadai potensi terjadinya kilat atau petir.

Rafikoh menuturkan, ada dua daerah bertekanan rendah di perairan Samudra Hindia arah barat daya Pulau Jawa yang terpantau pada Kamis kemarin. Jumlah ini berkurang dibandingkan yang terjadi pada awal pekan ini, yang jumlahnya mencapai tiga daerah bertekanan rendah.

Gelombang

Terkait dengan kondisi gelombang hingga akhir pekan ini, Rafikoh menuturkan bahwa ketinggian gelombang di perairan Selat Sunda sisi utara diperkirakan berkisar 0,5 meter hingga 1,6 meter.

Adapun ketinggian gelombang di perairan Selat Sunda sisi selatan diperkirakan berkisar 0,6 meter hingga 2 meter. Ketinggian gelombang ini secara langsung dipengaruhi kecepatan angin di dua wilayah perairan tersebut.

Kecepatan angin di perairan Selat Sunda sisi utara berkisar 5 knot hingga 12 knot. Adapun di perairan Selat Sunda sisi selatan antara 10 knot dan 15 knot. Itu sebabnya nelayan diingatkan agar tak melaut apabila ketinggian gelombang di atas 2,5 meter.

”Namun, nelayan yang biasa melaut di perairan Selat Sunda sisi selatan pun diimbau tetap waspada karena ketinggian gelombang hingga 2 meter ini bisa pula naik lebih tinggi karena kondisi cuaca mudah berubah karena pengaruh berbagai faktor,” kata Rafikoh.

Dari seluruh wilayah Banten, kata Rafikoh, potensi hujan berintensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat terjadi di Tangerang. ”Sifat cuaca di Tangerang lebih mirip kawasan Jabodetabek sehingga cirinya agak berbeda dengan wilayah Banten lainnya,” katanya.

Terkait ketinggian gelombang di perairan Selat Sunda sisi utara, yakni di rute penyeberangan Merak-Bakauheni, Manajer Operasional PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan Merak Endin Juhendi menuturkan, sejauh ini tidak berpengaruh terhadap pelayanan kapal roll-on roll-off atau feri. ”Tetapi, untuk kapal cepat, apabila ketinggian gelombang lebih dari satu meter, kapal tidak bisa diberangkatkan,” kata Endin.

1 reply on “Hujan Merata Hingga Akhir Pekan”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s