Mayoritas Perusahaan Batu Bara Belum Memiliki Amdal


Sebanyak 34 perusahaan swasta di sektor pertambangan batu bara Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, belum memiliki dokumen analisis mengenai dampak lingkungan atau amdal. Operasionalisasi usaha tambang batu bara tanpa amdal tersebut mengakibatkan kerusakan lingkungan, seperti pencemaran sungai, perambahan hutan, ancaman terhadap flora dan fauna, serta kerusakan infrastruktur jalan- jembatan.

Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Lahat Erwan Roni, Kamis (13/5) di Palembang, mengatakan, saat ini ada 49 perusahaan tambang batu bara di Lahat yang sudah beroperasi. Artinya, perusahaan itu sudah memiliki izin kuasa pertambangan (KP) sehingga berada di tahap eksplorasi dan eksploitasi. ”Namun, dari semuanya, saat ini baru 15 perusahaan resmi mengantongi dokumen amdal, 34 lainnya belum. Padahal, amdal merupakan syarat pokok yang harus dimiliki sebelum mereka beroperasi,” katanya.

Berdasarkan substansi Undang-Undang RI Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara, amdal merupakan sebuah dokumen yang wajib dimiliki bagi perusahaan sebelum mengeksploitasi sumber daya mineral dan batu bara di daerah. Sebelum amdal, perusahaan tambang mineral dan batu bara wajib memiliki syarat studi kelayakan dan KP. Istilah KP saat ini telah diubah menjadi izin usaha pertambangan (IUP).

UU ini juga mewajibkan perusahaan tambang mempresentasikan substansi amdal kepada pemerintah serta menyosialisasikan kepada masyarakat sekitar. Setelah semua pihak setuju, baru amdal bisa diterbitkan. Amdal berisi analisis dan prediksi tentang kemungkinan apa saja yang akan terjadi di lingkungan sekitar calon lokasi.

Koordinator Divisi Jaringan dan Kampanye Walhi Sumsel Yuliusman menjelaskan, ketiadaan amdal ini bisa berdampak sangat buruk terhadap lingkungan sekitar lokasi tambang. Saat ini, kerusakan lingkungan di Kabupaten Lahat pun semakin parah karena beragam kerusakan, mulai dari pencemaran sungai, pembukaan hutan yang kian tak terkendali, hingga ancaman terhadap flora dan fauna.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Lahat Misri menjelaskan, ke-34 perusahaan itu dilarang mengeksploitasi batu bara sebelum membereskan dokumen amdal. Jika masih dalam tahap eksplorasi, perlu diprioritaskan soal penyusunan studi kelayakan terlebih dahulu.

One response to “Mayoritas Perusahaan Batu Bara Belum Memiliki Amdal

  1. heh yang pada punya usaha, apa susahnya sie bikin ketrangan seputar amdal ??!! belajar tentang kewirausahaan gaa sie ??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s