Jakarta Dilanda Banjir Akibat Hujan Selama 2 Jam


Di tengah rencana DPRD dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menaikkan sejumlah pajak daerah, warga ibu kota Jakarta kembali dihadapkan kemacetan yang cukup parah. Kemacetan lalu lintas terjadi di sejumlah ruas jalan utama DKI Jakarta, Jumat (14/5) malam, setelah hujan mengguyur. Penyebabnya, genangan air di berbagai titik membuat sebagian kendaraan melambatkan laju kendaraannya.

Traffic Management Center (TMC) Kepolisian Daerah Metro Jaya mencatat 26 titik genangan air di berbagai ruas jalan. Tinggi genangan antara 5 sentimeter dan 60 sentimeter.

Dari pantauan di lapangan, kemacetan panjang terjadi di Jalan Sudirman. Bahkan, ujung antrean di Sudirman sampai Jalan Tambak, Menteng; Jalan Manggarai; Jalan Thamrin; dan Jalan Mas Mansyur hingga Pejompongan.

Di Jalan Gatot Subroto, genangan terjadi di depan Apartemen Palm Court. Bahkan, sebagian besar kendaraan pribadi memanfaatkan jalur transjakarta. Arus lalu lintas semakin terhambat ketika sebuah mobil mogok di depan apartemen.

Sementara itu, sisi kiri jalan di terowongan Cawang juga tergenang air dengan ketinggian sekitar 30 sentimeter. Kondisi ini mengakibatkan arus kendaraan tersendat karena jalan menyempit dan sejumlah sepeda motor mogok. ”Genangan mulai terjadi sekitar pukul 16.30, terutama di ujung terowongan BNN arah Halim ini,” kata Andris, petugas keamanan bus transjakarta yang mengatur arus lalu lintas di terowongan Cawang.

Lantaran kemacetan yang begitu parah, Polda Metro Jaya tidak memberlakukan kawasan mobil berpenumpang tiga orang atau lebih, Jumat malam.

”Kawasan 3 in 1 tidak berlaku karena banyak genangan air dan berakibat macet di mana-mana,” kata Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Aries Subianto, seperti dikutip dari situs TMC.

Kemacetan jalan ini juga yang membuat penumpang bus menumpuk di pinggir jalan.

Halte-halte bus transjakarta di kawasan yang macet juga dipadati penumpang. Penumpukan penumpang transjakarta antara lain terlihat di halte bus Dukuh Atas. Perjalanan bus transjakarta ikut tersendat lantaran jalur transjakarta disesaki mobil pribadi.

Masyarakat dirugikan

Pengurus harian YLKI, Tulus Abadi, mengatakan, masyarakat dirugikan atas kemacetan yang terus berulang setiap hujan turun.

”Terjadinya kemacetan menunjukkan buruknya infrastruktur yang tidak seimbang dengan pajak yang dipungut pemerintah,” ucap Tulus.

Kerugian yang dialami masyarakat akibat kemacetan yang parah antara lain pemborosan bahan bakar minyak serta hilangnya kesempatan untuk melakukan kegiatan lain lantaran orang terjebak macet.

Buruknya infrastruktur itu antara lain terlihat dari drainase yang tidak maksimal dan timbulnya genangan air di jalan. Persoalan drainase masih belum tidak terselesaikan setelah beberapa kali pergantian pemimpin DKI Jakarta.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta Budi Widiantoro mengatakan, hujan yang turun kemarin memiliki intensitas yang sangat tinggi sehingga drainase mikro tak sanggup menampung air sekaligus.

Di sisi lain, permukaan sungai juga tinggi sehingga air sulit mengalir dan menyebabkan terjadi genangan. Namun, air surut dalam beberapa jam.

Budi juga memastikan tidak ada sumbatan drainase yang parah. Pasalnya, jika terjadi penyumbatan, genangan akan lebih tinggi dan lebih lama.

Dinas PU DKI Jakarta belum berencana memperbesar kapasitas drainase mikro meskipun drainase mikro yang ada tidak sanggup menampung hujan dengan intensitas yang sangat tinggi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s