Lagi Tabung Gas 3Kg Meledak Di Bekasi Dirumah Tukang Gado Gado


Satu tabung gas ukuran tiga kilogram bocor dan meledak di kompleks Bekasi Jaya Indah, Kavling Anggrek Bekasi Jaya, Bekasi Timur, Minggu (13/6) malam. Musibah itu menyebabkan tubuh Muhammad (39) dan istrinya, Wirnawati (37), luka bakar dan dibawa ke rumah sakit di Mekar Sari, Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Muhammad menderita luka bakar di kedua tangan dan kakinya, sedangkan istrinya, Wirnawati, mengalami cedera yang lebih serius karena wajah, tangan, dan kakinya terbakar.

Muhammad mengatakan, dia dan istrinya berada di dapur pada Minggu malam itu untuk memasak dan menyiapkan bahan dagangan. Tiba-tiba terdengar suara mendesis dan tercium bau gas dari salah satu tabung gas yang dipakai untuk menyalakan kompor. Menurut Muhammad, dia mematikan kompor dan mencabut regulatornya agar kebocoran gas berhenti.

”Biasanya kalau (regulator) dicabut, suara desisnya hilang. Dalam kejadian semalam, setelah regulator dicabut, gas langsung menyembur dari tabung,” kata Muhammad yang sehari-hari berdagang nasi uduk dan gado- gado di depan rumahnya.

Selain menderita luka bakar, Muhammad menderita kerugian material karena rumahnya rusak di bagian plafon dan atap.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Komisaris Ade Ary Syam Indradi mengatakan, penyebab ledakan di kompleks Bekasi Jaya Indah masih diselidiki. Polisi mengambil dua tabung gas isi tiga kilogram dari rumah korban untuk memeriksa kerusakan.

”Asal ledakan diperkirakan dari tabung gas isi tiga kilogram itu,” kata Ade.

Musibah atas Muhammad dan istrinya menambah panjang jumlah korban ledakan dan kebakaran karena masalah tabung gas.

Sebelumnya, Jumat, kebocoran di bagian tabung gas isi tiga kilogram menyebabkan korban luka di Bekasi Utara, Kota Bekasi. Seorang pedagang sayur keliling terluka bakar karena tersambar api dari kebocoran tabung gas isi tiga kilogram di kantin Sekolah Dasar Negeri Margamulya, Bekasi Utara. Peristiwa itu memicu kebakaran yang merusak bangunan kantin itu.

Menanggapi kasus kecelakaan terkait kebocoran tabung gas di kota di Indonesia, Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyano Zakaria menyatakan, jumlah kasusnya kecil, terutama dibandingkan jumlah paket kompor dan tabung gas yang dibagikan sejak program konversi itu diluncurkan mulai tahun 2007.

Sofyano mengatakan, terjadi 51 kasus kecelakaan terkait dengan pemakaian gas selama rentang tahun 2008 sampai Juni 2010. Sementara jumlah keseluruhan paket konversi minyak tanah ke gas mencapai 44,14 juta paket.

”Angka kasus kecelakaan kecil, tetapi kejadiannya tidak dianggap kecil karena ada kerugian dan korban,” ujar Sofyano.

Menurut dia, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi harus menggencarkan sosialisasi penggunaan gas dengan aman, menyosialisasikan prosedur pencegahan dan penanggulangan bahaya karena kebocoran gas, kepada masyarakat.

Pertamina harus mengetatkan persyaratan produksi tabung gas dan perlengkapannya serta masa pakainya. Masyarakat diimbau selalu memeriksa kondisi tabung dan perlengkapan tabung gas sebelum memakainya.

Direktorat Pengawasan Barang Beredar dan Jasa Kementerian Perdagangan di daerah Pangeran Jayakarta dan Kapuk Muara, Jakarta, mengamankan ribuan komponen pendukung kompor gas, seperti katup/klep, selang, dan regulator.

Produsen dan distributor yang terbukti mengedarkan produk di bawah standar ini terancam sanksi, mulai dari penarikan produk dari pasaran hingga pencabutan izin usaha.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s