Categories
Transportasi

Subsidi Untuk Trans Jakarta Ditambah Agar Mengurangi Kemacetan


Dewan Transportasi Kota Jakarta mengajak DPRD DKI Jakarta mencari langkah terobosan untuk memaksimalkan layanan bus transjakarta. Subsidi pembelian bahan bakar gas diusulkan untuk ditambah agar bus transjakarta tidak perlu antre lama saat membeli gas.

Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) Azas Tigor Nainggolan, Jumat (30/7) di Jakarta Pusat, mengatakan, karena pemerintah pusat terlalu lambat mengatasi perbedaan harga BBG, Pemprov DKI Jakarta harus mengambil jalan pintas mengatasi masalah ini. Layanan transjakarta harus dioptimalkan agar pengguna kendaraan pribadi pindah ke angkutan massal.

Sebelumnya, dalam kontrak kerja dengan operator, Pemprov DKI Jakarta menetapkan harga pembelian BBG untuk bus transjakarta Rp 2.562 per liter setara premium, sesuai harga yang diterapkan oleh PT Pertamina dan PT Perusahaan Gas Negara (PGN). Namun, PT PGN menaikkan harga jual menjadi Rp 3.500 per liter setara premium pada bulan April lalu.

Hal ini membuat Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta mengalihkan pembelian BBG ke dua stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) Pertamina dan meninggalkan empat SPBG milik PT PGN. Sebanyak 426 bus harus antre empat sampai enam jam untuk membeli gas sehingga pelayanan terganggu.

Menurut Tigor, jika pemerintah pusat tidak mampu memberi subsidi BBG untuk angkutan umum atau menyamakan harga BBG, Pemprov DKI harus berani menambah subsidi transjakarta. Subsidi diperlukan agar BLU Transjakarta dapat membeli BBG sesuai harga PT PGN.

Di sisi lain, DPRD harus mendorong Pemprov DKI mengubah harga pembelian BBG dalam kontrak kerja dengan operator. Pengubahan penetapan harga diperlukan agar pejabat Pemprov DKI tidak dianggap korupsi oleh auditor BPK karena membeli BBG dengan harga lebih tinggi. Padahal ada harga yang lebih rendah meskipun hanya tersedia di dua SPBG.

Penambahan subsidi

Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Selamat Nurdin mengatakan, DPRD DKI mendukung usul penambahan subsidi pembelian BBG agar bus transjakarta dapat beroperasi dengan optimal. Penambahan subsidi ini dapat dilakukan dengan alasan perbaikan pelayanan publik.

Optimalisasi layanan bus transjakarta merupakan langkah yang paling efektif untuk mengatasi kemacetan saat ini. Jika angkutan massal menjadi optimal, pembatasan penggunaan kendaraan dengan pajak kemacetan dapat mulai diterapkan.

”Jika laju bus transjakarta sudah semakin cepat dan kenyamanan membaik, tarif bus transjakarta dapat dinaikkan secara perlahan. Berbagai survei menunjukkan penumpang bus transjakarta punya kemampuan membayar lebih tinggi dari tarif yang berlaku Rp 3.500 jika pelayanan membaik,” kata Nurdin.

Penambahan subsidi merupakan solusi jangka pendek yang dapat diterima. Untuk jangka menengah, Pemprov DKI harus membentuk perusahaan daerah yang menyediakan BBG untuk angkutan umum.

Perusahaan daerah itu dapat membeli gas langsung dari Badan Pelaksana Hulu Migas dan menjualnya dengan harga tertentu ke angkutan umum di Jakarta. Jika bergantung kepada Pertamina dan PT PGN untuk pembelian di tingkat hilir, harga akan terombang-ambing dan subsidi akan terus membengkak.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto meminta Kementerian Perhubungan segera menerbitkan peraturan pemerintah (PP) tentang pajak kemacetan secara elektronik. Pajak kemacetan sebagai sarana pembatasan penggunaan kendaraan pribadi tidak dapat diterapkan jika peraturan pemerintahnya tidak terbit.

Sambil menunggu terbitnya PP tentang pajak kemacetan, Pemprov DKI akan mengoptimalkan layanan bus transjakarta. Sterilisasi jalur bus transjakarta merupakan salah satu langkah optimalisasi angkutan massal di dalam kota Jakarta.

”Pemprov DKI tidak dapat menerapkan pajak kemacetan jika angkutan massalnya belum optimal,” kata Prijanto.

Selain itu, Prijanto menyatakan kesiapannya untuk berdialog dengan Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat dan Dirjen Perkeretaapian untuk mengatasi kemacetan. Banyak masalah kemacetan yang dapat diselesaikan jika pemerintah pusat dan Pemprov DKI bertemu.

DKI juga mendorong pembangunan kereta api jalur lingkar segera diselesaikan untuk mengurangi jumlah kendaraan yang masuk dari wilayah pinggiran ke pusat kota Jakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s