Banjir Di Jalan Antasari Cipete Cilandak Memakan 1 Korban Terseret Arus Banjir


Dian Nur Arfianti atau Yanti (21) ditemukan tewas tersangkut di bantaran Kali Krukut, tepatnya di gorong-gorong Jalan Haji Naim III, Cilandak, Selasa (26/10). Sehari sebelumnya, Yanti dinyatakan hilang terperosok di saluran air di Jalan Antasari, Cipete, Jakarta Selatan.

Yanti adalah warga Jalan Damai RT 03 RW 05, Pejaten Timur. Saat banjir di Jakarta, Senin (25/10) malam, Yanti mengendarai sepeda motor memboncengkan adiknya di kawasan Antasari. Genangan air yang melebihi 30 sentimeter di Antasari menyebabkan sepeda motor Yanti mogok. Yanti pun mendorong sepeda motornya berupaya menembus genangan. Tidak dinyana, Yanti justru terperosok ke saluran air atau gorong-gorong yang tidak tertutup dengan baik.

”Tidak lama setelah dilaporkan terseret arus di gorong-gorong, Tim SAR turun sekitar pukul 20.00, Senin. Kemudian pencarian dihentikan pukul 00.00 dan dilanjutkan Selasa pukul 06.00. Pukul 09.00 baru ditemukan,” kata Serda Marinir Batalyon Intai Amfibi Ali Maskur yang tergabung dalam tim SAR, Selasa.

Selain marinir, anggota satuan polisi pamong praja (satpol PP), anggota Kepolisian Sektor Metro Cilandak, dan warga setempat ikut membantu pencarian Yanti.

Jasad Yanti, mahasiswi Universitas Indraprasta PGRI (Unindra), dibawa ke RS Fatmawati untuk divisum. Dari hasil visum, ada sejumlah luka di kepala dan sekujur tubuh. Luka di bagian kepala diduga karena terbentur benda keras saat terperosok dan terseret arus.

Burhanudin, ayah Yanti yang menjemput jasad anaknya di RS Fatmawati, mengatakan, hanya bisa pasrah.

”Sangat sedih, sama sekali tidak menyangka bakal seperti ini. Namun, syukur jasadnya bisa cepat ditemukan,” katanya.

Siswa dievakuasi

Banjir yang terjadi Senin malam juga menyebabkan kompleks SMA Tarakanita I di Jalan Pulo Raya, Petogogan, Jakarta Selatan, terendam. Dampaknya, hingga Selasa kemarin, kegiatan belajar-mengajar terganggu.

Anggota Satpol PP Jakarta Selatan pada Senin malam dikerahkan untuk mengevakuasi 50 siswa dan 15 guru yang terjebak banjir. Mereka dilaporkan sedang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, tetapi akhirnya tidak bisa keluar dari kompleks sekolah karena banjir setinggi hampir 2 meter telah mengepung. Menunggu dievakuasi, siswa dan guru mengungsi ke lantai dua sekolah mereka.

Kepala Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Selatan Slamet Widodo mengatakan, meski aktivitas terganggu bukan berarti kegiatan belajar-mengajar terhenti. Pihak sekolah SMA Tarakanita berinisiatif memindahkan lokasi kegiatan belajar-mengajar ke Gereja Santa bagi pelajar SMA I Tarakanita dan Aula Gereja Barito.

Jika banjir surut dan pembersihan kompleks sekolah selesai, aktivitas di SMA I Tarakanita bakal berlangsung normal kembali.

Longsor di Depok

Dari Kota Depok, Jawa Barat, dilaporkan longsor kembali terjadi di bibir aliran sungai. Musibah ini terjadi di Kali Baru, Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, yang mengakibatkan tujuh lapak usaha warga rusak. Sebagian lapak ambruk ke dasar kali, sebagian yang lain miring ke arah bibir kali.

Tiga warga terperosok bersama lapaknya yang ambruk ke dasar Kali Baru. ”Sebelum lapak saya ambruk, saya dengar kreteg, kreteg, ambruk semua. Saya ikut jatuh bersama lapak di kali. Alhamdulillah, saya tidak apa-apa,” kata Wasripah (61), salah seorang pemilik lapak yang terperosok ke dasar kali, Selasa (26/10) di lokasi kejadian.

Wasripah terlihat lemas dan menggigil ketika Kompas menemuinya di salah satu rumah warga setempat. Dia kaget, tidak mengira terjadi longsor karena hujan di Jatijajar tidak begitu deras. Musibah ini terjadi sekitar pukul 16.00 setelah hujan mengguyur sejak pukul 15.00. Sampai pukul 19.00, proses pemindahan barang-barang warga yang berharga masih berlangsung.

Adapun tujuh lapak yang rusak karena longsoran talut Kali Baru itu antara lain dua warung kopi, penjual kaca mobil, dua lapak tambal ban, bengkel motor, dan bengkel mobil. Lapak tersebut rata-rata seukuran 5 x 3 meter yang berdiri persis di bibir Kali Baru. Talut kali itu hanya berupa tanah setinggi sekitar 15 meter dari air kali.

Tidak hanya itu, lima sepeda motor turut jatuh ke dasar Kali Baru yang mengalir dari Bogor menuju Kali Cipinang. Jalan Raya Bogor-Jakarta di sekitar kejadian terlihat retak.

Juru Air Kecamatan Tapos Djuhardi mengaku sudah berkali-kali mengingatkan warga agar tidak berjualan di tempat itu karena tidak layak huni. Namun, warga mengabaikan peringatan itu. Di sepanjang Kali Baru, terutama di ruas perbatasan Cibinong, Kabupaten Bogor, sampai ke Kompleks Perumahan Hubad, terdapat ratusan bangunan yang berada di bibir kali.

Seiring hujan yang terus turun, ancaman longsor terjadi di sejumlah titik. Daerah rawan longsor itu terdapat di bibir Kali Baru (Kelurahan Jatijajar, Tapos), Kali Sugutamu (Kelurahan Bakti Jaya, Sukmajaya), Kali Ciliwung (Kelurahan Kemiri Muka, Beji), dan Kali Cipinang (Kelurahan Suka Maju, Tapos).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s