Beberapa Kawasan Jakarta dan Tangerang Masih Tergenang Air Seperti Perumahan Ciledug Indah


Menaiki perahu karet, petugas pemadam kebakaran membantu warga melintasi banjir setinggi lutut yang menggenangi Kompleks Perumahan Ciledug Indah, Pedurenan, Tangerang, Banten, Rabu (27/10). Walaupun belum sepenuhnya surut, banyak warga bersiap membersihkan rumah mereka dari sisa banjir.

Hingga Rabu (27/10), beberapa kawasan di Jakarta dan Tangerang masih tergenang walau air mulai surut. Di Perumahan Ikatan Keluarga Besar Pegawai Negeri Bintaro, Jakarta Selatan, warga mulai membersihkan rumah mereka dari endapan lumpur.

”Kalau mendung, saya khawatir. Soalnya kalau hujan lagi, kemungkinan air bisa menembus tanggul sementara dan banjir lagi,” ujar Naswan, warga Perumahan Ikatan Keluarga Besar Pegawai Negeri (IKPN).

Warga pun meminta pembangunan tanggul permanen setelah tanggul yang lama ambrol, pertengahan Agustus lalu.

Kemacetan luar biasa yang terjadi di Jakarta pada Senin (25/10) lalu tak hanya karena hujan yang sangat deras dan saluran drainase yang tidak berfungsi maksimal. Aparat di lapangan juga kurang siap membantu masyarakat.

Demikian kesimpulan yang muncul dalam rapat mendadak yang digelar Wali Kota Jakarta Utara Bambang Sugiyono dengan semua kepala dinas, camat, dan lurah di wilayahnya.

”Hujan yang turun itu mencapai 119 milimeter dalam ukuran BMKG. Padahal, jumlah itu biasanya terpenuhi setelah dua minggu. Senin lalu, hanya tiga jam, curah air hujan mencapai setinggi itu,” kata Bambang.

Walau hujan turun deras, jika aparat siap di lapangan, minimal bisa membantu masyarakat yang mengalami kesulitan di jalan.

Contoh yang terjadi, seharusnya ada kerja sama antara satuan polisi pamong praja dengan suku dinas perhubungan, polisi lalu lintas, camat, dan lurah setempat. ”Jangan begitu hujan, semua hilang,” ujar Bambang.

Hal yang harus dilakukan pada saat kritis seperti Senin lalu adalah menertibkan kendaraan umum yang mengetem dan mengatur sepeda motor yang berteduh di kolong jembatan.

Kini, di Jakarta Utara ada 72 lokasi rawan genangan dan 19 lokasi rawan kemacetan. Jumlah pompa 54 unit di 17 lokasi. Bambang mengakui ada beberapa pompa yang saat ini dalam perbaikan.

Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta saat ini sedang membersihkan dan memperbaiki saluran drainase di 34 lokasi yang rawan genangan. Masih terdapat 72 lokasi yang saluran drainasenya belum dibersihkan karena keterbatasan dana. Di Jalan MH Thamrin, Jalan Sabang, sampai Kali Cideng, pembesaran saluran drainase hampir selesai.

Di Kecamatan Anyar, Banten, korban banjir di Desa Sindang Mandi dan Sindang Karya menerima bantuan pangan dan pakaian dari Pemerintah Kabupaten Serang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s