Pengendara Motor Yang Berteduh Dibawah Jembatan Saat Hujan Akan Ditilang Karena Menyebabkan Kemacetan


Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengimbau semua pengendara sepeda motor tidak berteduh di bawah jembatan layang atau terowongan saat hujan. Saat para pengendara sepeda motor berteduh, arus lalu lintas terganggu dan kemacetan dapat mencapai beberapa kilometer.

”Saat para pengendaranya berteduh, puluhan sepeda motor menutup satu sampai dua jalur jalan. Jika terjadi saat jam pulang kerja, kemacetan tidak hanya terjadi di sekitar jembatan layang atau terowongan, tetapi mengular sampai jauh,” kata Fauzi Bowo, Jumat (29/10) di Balaikota DKI.

Untuk mengatasi kondisi itu, Fauzi meminta Dinas Perhubungan DKI Jakarta turut mengatur arus lalu lintas di bawah jembatan layang dan terowongan saat hujan. Dishub juga diminta bekerja sama dengan Polda Metro Jaya untuk menindak para pengendara sepeda motor yang berhenti sembarangan dan menyebabkan kemacetan panjang.

Saat hujan selalu terjadi hambatan lalu lintas di bawah jembatan layang dan terowongan karena banyak pengendara sepeda motor di situ. Sebagian dari mereka berteduh sebentar untuk memakai jas hujan, tetapi banyak yang berhenti lama untuk menunggu hujan reda.

Banyaknya pengendara sepeda motor berteduh, membuat badan jalan hanya tersisa satu jalur untuk kendaraan lain yang ingin lewat. Situasi leher botol semacam itu membuat kemacetan saat hujan deras kian menjadi.

Di Jakarta, ada 72 jembatan layang dan terowongan. Hampir semuanya penuh pengendara sepeda motor yang berteduh kala hujan. Kondisi itu turut memicu kemacetan parah setiap hujan.

Wahyu Jati, pengendara sepeda motor, mengakui dia selalu berteduh di bawah jembatan layang jika hujan deras.

”Air hujan sering menyakiti mata jika sepeda motor tetap melaju. Kaca helm sering harus dibuka karena terlalu gelap saat hujan,” kata Wahyu.

Menindak

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Inggard Joshua mengatakan, para pengendara sepeda motor yang berteduh itu membahayakan diri mereka sendiri. Di terowongan, misalnya, banyak kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi dan susah mengerem karena hujan membasahi badan jalan sehingga dapat menabrak pengendara sepeda motor yang tengah berteduh.

”Petugas Dishub perlu turun tangan untuk mencegah pengendara yang berteduh di bawah jembatan layang,” kata Inggard.

Di sisi lain, berhenti di tengah jalan dalam waktu lama berarti melanggar Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas. Tindakan itu dapat dianggap sebagai pelanggaran dan dapat dikenai sanksi polisi.

Oleh karena itu, Polda Metro Jaya diminta mengatur para pengendara sepeda motor yang berteduh di bawah jembatan layang dan di terowongan. Jika mereka tetap ngotot berteduh, polisi harus memberi surat tilang.

”Jika ingin berteduh, mereka dapat memilih tepian toko atau tepi bangunan lain, yang penting tidak di badan jalan. Para pengendara sepeda motor diimbau membawa jas hujan agar tidak perlu berteduh di tengah jalan,” kata Inggard.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s