Categories
Jakarta Banjir

Perumahan IKPN Bintaro Terendam Banjir Setinggi 2 Meter


Ratusan rumah di Perumahan Ikatan Keluarga Besar Pegawai Negeri Bintaro di Jalan Veteran, Jaksel, terendam luapan air Kali Pesanggrahan setinggi 1,5 meter-2 meter. Di RSKD Duren Sawit, Jaktim, genangan air terjadi di pintu gerbang, mengganggu akses publik.

Genangan di Perumahan Ikatan Keluarga Besar Pegawai Negeri (IKPN) Bintaro, Jakarta Selatan, membuat ratusan jiwa mengungsi. Posko pengungsian, seperti pada kejadian sebelumnya, terkonsentrasi di Masjid Al Humaira dan SDN 05 Bintaro.

”Tanggul sementara dari tumpukan karung berisi pasir itu tidak mempan menahan air. Air Kali Pesanggrahan terus masuk, Senin (25/10) malam sampai Selasa dini hari,” kata Naswan, warga setempat.

Sejak Senin malam, warga IKPN mengungsi. Sebagian warga telanjur terkepung banjir di rumahnya. Tim SAR gabungan dari Pemerintah Kota Jaksel, polisi, dan sukarelawan segera mengerahkan perahu karet untuk mengevakuasi mereka.

”Saya dan keluarga dijemput perahu karet Senin pukul 21.00. Untunglah, lebih aman di posko ini,” kata Lila, warga IKPN.

Wali Kota Jaksel Syahrul Effendi mengatakan, telah mengerahkan bantuan, baik makanan, obat-obatan, pakaian kering, selimut, perahu karet, maupun fasilitas kesehatan, seperti mobil klinik bagi korban banjir.

Selain di IKPN, banjir juga merendam tiga RW di Petogogan, Bukit Duri, dan Pondok Pinang. Kepala Satpol PP Jaksel Jurnalis mengatakan, mereka menyiagakan anggotanya untuk membantu warga korban banjir, antara lain dengan menyiapkan dua perahu karet di tiap lokasi banjir.

Bersihkan saluran

Asisten Sekretaris Daerah Bidang Pembangunan Muhammad Tauchid mengatakan, luasnya jaringan saluran drainase yang harus dibersihkan membuat Pemprov DKI Jakarta berencana menggerakkan warga untuk bekerja bakti membersihkannya. Kerja bakti dimulai pada November 2010.

”Warga diajak untuk membersihkan saluran drainase di lingkungan masing-masing. Pemprov DKI memfasilitasi karung untuk membungkus lumpur dan sampah serta pengangkutan untuk pembuangannya,” kata Tauchid.

Pembersihan saluran drainase mikro diperlukan untuk mencegah genangan di tingkat lingkungan. Selain itu, beban sedimentasi di saluran drainase penghubung dapat dikurangi karena lumpur dan sampah dibersihkan di saluran mikro.

Selama ini, kerja bakti untuk pembersihan saluran drainase berlangsung bersamaan dengan program perbaikan kampung. Kali ini, kerja bakti untuk pembersihan saluran drainase berlangsung di semua kelurahan dan diikuti pembuatan lubang biopori dan sumur resapan.

Kerja bakti juga digelar secara rutin setiap bulan sepanjang tahun dan tidak berorientasi proyek. Penanganan banjir harus melibatkan warga dan tidak mungkin dilakukan Pemprov DKI sendiri.

Wakil Gubernur DKI Prijanto meminta seluruh penduduk dan pengusaha menaati koefisien dasar bangunan agar sisa lahan dapat menjadi ruang terbuka hijau. Masyarakat dan pengusaha diminta secara proaktif untuk membuat lubang biopori dan sumur resapan agar air terserap ke tanah, bukan ke saluran drainase.

Pada Selasa genangan dan banjir di Jakarta Timur tidak seburuk sehari sebelumnya. Kemacetan lalu lintas pun tidak sekacau sebelumnya. Meski demikian, sejumlah genangan air masih berulang terjadi di terowongan jalan di persimpangan Cawang UKI (Universitas Kristen Indonesia), di depan Gedung Wijaya Karya, serta Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit.

Akses sulit

Camat Duren Sawit Wismark Yasabari mengatakan, genangan air di depan RSKD Duren Sawit tersebut terjadi karena saluran air menuju Banjir Kanal Timur (BKT) belum jadi.

Kepala Bagian Umum RSKD Dian secara terpisah mengatakan, genangan air yang terjadi di depan pintu gerbang RSKD menyulitkan akses ke RSKD.

”Padahal lembaga ini lembaga pelayanan umum. Kami sudah menyampaikan keluhan mengenai hal ini ke Wali Kota Jaktim, tetapi sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya,” ujarnya.

Selain itu, genangan air di wilayahnya juga terjadi di Pondok Bambu di sekitar perumahan Cipinang Indah.

”Genangan air di daerah itu terjadi karena penyempitan Kali Sunter dan banyaknya bangunan liar yang berdiri di atas saluran. Bangunan liar itu sering kali menjadi sumber sumbatan sampah di kali,” ujar Wismark.

Dia menambahkan, hal serupa terjadi di Kelurahan Malaka Sari.

Wismark mengakui, kini Kali Jati Kramat yang bertemu dengan Kali Buaran menuju BKT sering meluap dan menimbulkan genangan karena adanya endapan lumpur.

”Saya menyampaikan seluruh persoalan ini kepada atasan sampai ke provinsi. Saya juga menyampaikan beberapa alternatif solusinya,” ucap Wismark.

Hujan yang turun Selasa belum membuat kawasan rawan banjir seperti di Cipinang Latihan, Cipinang Muara, Cipinang Besar Utara, dan Cipinang Besar Selatan terendam.

Genangan air di Kampung Pulo, Kampung Melayu, dan Jatinegara pun baru setinggi 20 sentimeter. Seperti biasa, genangan itu terjadi karena banjir kiriman dari Bogor.

Lokasi banjir

Traffic Management Centre Polda Metro Jaya mencatat, sedikitnya terdapat 17 lokasi banjir di Jakarta dan Kota Tangerang. Lokasi banjir kemarin meluas sampai Jalan Raya Bekasi, Jakarta Timur, dan Sunter, Jakarta Utara. Sementara itu, kemacetan masih terus terjadi sejak menjelang sore hingga malam hari.

Sore kemarin, sisa banjir setinggi 20 sentimeter sampai satu meteran berangsur surut. Genangan air terparah, yaitu di permukiman sekitar Kota Tangerang, mulai surut menjadi 40 sentimeter.

Genangan air di Jalan Daan Mogot di depan Samsat Polda Metro Jaya, hingga pukul 18.15 masih setinggi 30 sentimeter. Hal ini membuat arus lalu lintas di sana tersendat.

Kemacetan sampai Selasa malam masih terjadi di perempatan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Kendaraan di sana tidak bisa bergerak karena para pengemudi saling menyerobot jalan. Lalu lintas dari Pejompongan ke Patal Senayan pun padat.

Kondisi hampir sama terjadi di Casablanca arah ke Tebet, Jaksel dan Kampung Melayu, Jaktim. Di Jakarta Barat, terjadi kepadatan arus lalu lintas di Jalan Panjang ke arah Kedoya. Lalu lintas Jalan Tol Tomang ke Cawang padat merayap, sementara di arah sebaliknya lalu lintas bergerak perlahan.

Categories
Jakarta Banjir

Banjir Di Jalan Antasari Cipete Cilandak Memakan 1 Korban Terseret Arus Banjir


Dian Nur Arfianti atau Yanti (21) ditemukan tewas tersangkut di bantaran Kali Krukut, tepatnya di gorong-gorong Jalan Haji Naim III, Cilandak, Selasa (26/10). Sehari sebelumnya, Yanti dinyatakan hilang terperosok di saluran air di Jalan Antasari, Cipete, Jakarta Selatan.

Yanti adalah warga Jalan Damai RT 03 RW 05, Pejaten Timur. Saat banjir di Jakarta, Senin (25/10) malam, Yanti mengendarai sepeda motor memboncengkan adiknya di kawasan Antasari. Genangan air yang melebihi 30 sentimeter di Antasari menyebabkan sepeda motor Yanti mogok. Yanti pun mendorong sepeda motornya berupaya menembus genangan. Tidak dinyana, Yanti justru terperosok ke saluran air atau gorong-gorong yang tidak tertutup dengan baik.

”Tidak lama setelah dilaporkan terseret arus di gorong-gorong, Tim SAR turun sekitar pukul 20.00, Senin. Kemudian pencarian dihentikan pukul 00.00 dan dilanjutkan Selasa pukul 06.00. Pukul 09.00 baru ditemukan,” kata Serda Marinir Batalyon Intai Amfibi Ali Maskur yang tergabung dalam tim SAR, Selasa.

Selain marinir, anggota satuan polisi pamong praja (satpol PP), anggota Kepolisian Sektor Metro Cilandak, dan warga setempat ikut membantu pencarian Yanti.

Jasad Yanti, mahasiswi Universitas Indraprasta PGRI (Unindra), dibawa ke RS Fatmawati untuk divisum. Dari hasil visum, ada sejumlah luka di kepala dan sekujur tubuh. Luka di bagian kepala diduga karena terbentur benda keras saat terperosok dan terseret arus.

Burhanudin, ayah Yanti yang menjemput jasad anaknya di RS Fatmawati, mengatakan, hanya bisa pasrah.

”Sangat sedih, sama sekali tidak menyangka bakal seperti ini. Namun, syukur jasadnya bisa cepat ditemukan,” katanya.

Siswa dievakuasi

Banjir yang terjadi Senin malam juga menyebabkan kompleks SMA Tarakanita I di Jalan Pulo Raya, Petogogan, Jakarta Selatan, terendam. Dampaknya, hingga Selasa kemarin, kegiatan belajar-mengajar terganggu.

Anggota Satpol PP Jakarta Selatan pada Senin malam dikerahkan untuk mengevakuasi 50 siswa dan 15 guru yang terjebak banjir. Mereka dilaporkan sedang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, tetapi akhirnya tidak bisa keluar dari kompleks sekolah karena banjir setinggi hampir 2 meter telah mengepung. Menunggu dievakuasi, siswa dan guru mengungsi ke lantai dua sekolah mereka.

Kepala Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Selatan Slamet Widodo mengatakan, meski aktivitas terganggu bukan berarti kegiatan belajar-mengajar terhenti. Pihak sekolah SMA Tarakanita berinisiatif memindahkan lokasi kegiatan belajar-mengajar ke Gereja Santa bagi pelajar SMA I Tarakanita dan Aula Gereja Barito.

Jika banjir surut dan pembersihan kompleks sekolah selesai, aktivitas di SMA I Tarakanita bakal berlangsung normal kembali.

Longsor di Depok

Dari Kota Depok, Jawa Barat, dilaporkan longsor kembali terjadi di bibir aliran sungai. Musibah ini terjadi di Kali Baru, Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, yang mengakibatkan tujuh lapak usaha warga rusak. Sebagian lapak ambruk ke dasar kali, sebagian yang lain miring ke arah bibir kali.

Tiga warga terperosok bersama lapaknya yang ambruk ke dasar Kali Baru. ”Sebelum lapak saya ambruk, saya dengar kreteg, kreteg, ambruk semua. Saya ikut jatuh bersama lapak di kali. Alhamdulillah, saya tidak apa-apa,” kata Wasripah (61), salah seorang pemilik lapak yang terperosok ke dasar kali, Selasa (26/10) di lokasi kejadian.

Wasripah terlihat lemas dan menggigil ketika Kompas menemuinya di salah satu rumah warga setempat. Dia kaget, tidak mengira terjadi longsor karena hujan di Jatijajar tidak begitu deras. Musibah ini terjadi sekitar pukul 16.00 setelah hujan mengguyur sejak pukul 15.00. Sampai pukul 19.00, proses pemindahan barang-barang warga yang berharga masih berlangsung.

Adapun tujuh lapak yang rusak karena longsoran talut Kali Baru itu antara lain dua warung kopi, penjual kaca mobil, dua lapak tambal ban, bengkel motor, dan bengkel mobil. Lapak tersebut rata-rata seukuran 5 x 3 meter yang berdiri persis di bibir Kali Baru. Talut kali itu hanya berupa tanah setinggi sekitar 15 meter dari air kali.

Tidak hanya itu, lima sepeda motor turut jatuh ke dasar Kali Baru yang mengalir dari Bogor menuju Kali Cipinang. Jalan Raya Bogor-Jakarta di sekitar kejadian terlihat retak.

Juru Air Kecamatan Tapos Djuhardi mengaku sudah berkali-kali mengingatkan warga agar tidak berjualan di tempat itu karena tidak layak huni. Namun, warga mengabaikan peringatan itu. Di sepanjang Kali Baru, terutama di ruas perbatasan Cibinong, Kabupaten Bogor, sampai ke Kompleks Perumahan Hubad, terdapat ratusan bangunan yang berada di bibir kali.

Seiring hujan yang terus turun, ancaman longsor terjadi di sejumlah titik. Daerah rawan longsor itu terdapat di bibir Kali Baru (Kelurahan Jatijajar, Tapos), Kali Sugutamu (Kelurahan Bakti Jaya, Sukmajaya), Kali Ciliwung (Kelurahan Kemiri Muka, Beji), dan Kali Cipinang (Kelurahan Suka Maju, Tapos).

Categories
Bencana Alam Jakarta Banjir Kebodohan Mega

Jakarta Lumpuh Total Akibat Banjir … Fauzi Bowo Minta Masyarakat Maklum


Pengendara sepeda motor menggunakan jasa penarik gerobak saat menyeberangi genangan air setinggi sekitar 1 meter di Jalan Hasyim Ashari, Pedurenan, Ciledug, Tangerang, Banten, Selasa (26/10). Selain memutus jalur transportasi, banjir luapan Kali Angke tersebut juga merendam ratusan rumah di Kompleks Ciledug Indah I dan II.

Bencana banjir dan kemacetan parah yang terjadi hari Senin (25/10) mencerminkan buruknya sistem drainase di Jakarta. Hari Selasa, sebagian besar warga Jakarta cemas bencana banjir akan berulang. Beberapa titik genangan yang cukup lebar dan dalam terlihat di Jalan Bulevar Barat, Jalan Perintis Kemerdekaan, dan Jalan Pluit Barat.

Camat Kelapa Gading Jupan R Tampubolon mengatakan, banyaknya genangan air terjadi karena banyaknya saluran air di kawasan Kelapa Gading yang belum dikuras. Ini dikarenakan banyak saluran air yang masih berada di bawah tanggung jawab pengembang. ”Ada 41 titik saluran air yang belum bisa dikuras oleh Sudin Tata Air karena masih berada di bawah tanggung jawab pengembang,” kata Jupan.

Timbo Sugiharjo, Lurah Pluit, mengatakan, pihaknya sering menguras saluran air setiap minggu, tetapi untuk mengangkat lumpur diperlukan peralatan khusus.

Irvan Amtha, Kepala Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Utara, saat dikonfirmasi menjelaskan, pihaknya akan segera melaksanakan pengurasan lumpur di kawasan itu.

Sementara itu, di Jakarta Selatan, kegiatan bersih-bersih dan pengerukan saluran langsung dilakukan sepanjang hari Selasa kemarin. Tumpukan karung berisi lumpur dan sampah terlihat antara lain di Jalan Ciledug Raya, M Saidi Raya-Bintaro, Tentara Pelajar, Fatmawati, dan Lebak Bulus.

”Di sini awal tahun ini sudah dibersihkan, tetapi lihat saja ini, sudah penuh lagi lumpurnya,” kata Tisno, pekerja pengeruk saluran di Cipulir, Jakarta Selatan.

Dibongkar

Di Jakarta Barat, Suku Dinas PU Tata Air tengah merampungkan pembongkaran ratusan bangunan yang berdiri di atas saluran air. Sebanyak 75 persen dari 200 saluran air penghubung di Jakarta Barat tertutup bangunan, seperti lapak, warung, gudang, dan rumah tinggal.

Selain membongkar bangunan, petugas juga mengeruk saluran air agar mencapai kedalaman ideal 3,5 meter. Di Jakarta Barat, gorong-gorong terhitung masih bagus penyerapannya karena dasarnya tanah. Namun, karena ada bangunan permanen dan semipermanen di atasnya, air akhirnya tidak bisa masuk ke gorong-gorong. Dengan demikian, air tidak mengalir sehingga timbul genangan yang lama saat hujan deras.

Di Jalan Pintu Besar, sekitar Kawasan Kota Tua, kemarin, para pekerja tampak menggali saluran air. Di beberapa bagian terlihat saluran tersebut mulai mendangkal sehingga harus dikeruk agar bisa menampung dan mengalirkan lebih banyak air.

”Dengan tingginya curah hujan ditambah pasang air laut, luapan air akan ke mana-mana. Pengerukan saluran air dan sungai memang menjadi kuncinya,” kata Kepala Suku Dinas PU Tata Air Jakbar Heryanto.

Tidak kerja total

Pengamat perkotaan Nirwono Joga mengatakan, kemacetan parah yang terjadi hari Senin disebabkan Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Perhubungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak bekerja secara total.

”Genangan terjadi karena drainase tidak berfungsi baik. Hal ini menunjukkan pekerjaan normalisasi drainase tidak tuntas. Padahal, sebelum musim hujan datang November nanti, pengerjaan drainase wajib ditingkatkan sampai 24 jam sehari,” kata Nirwono, Selasa.

Fakta di lapangan, genangan ternyata muncul di lokasi yang lebih kurang sama. Menurut Nirwono, hal ini seharusnya bisa diantisipasi lebih awal oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

”Seharusnya sudah ada strategi yang langsung diterapkan ketika genangan muncul. Berapa jumlah petugas yang harus diterjunkan di titik-titik genangan, pemilihan jalur alternatif, hingga tetap menjaga ketertiban warga berlalu lintas,” kata Nirwono.

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, lanjut Nirwono, bisa memanggil pemimpin kedua dinas itu untuk mempertanggungjawabkan kinerja mereka. Jangan sampai kemacetan parah hari Senin lalu memperburuk citra Fauzi Bowo, apalagi dia semakin dianggap tidak bisa berbuat apa-apa untuk mengentaskan Jakarta dari kemacetan dan banjir.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta Ery Basworo mengatakan, sampai saat ini perbaikan sistem drainase terus dilakukan. Saluran drainase di Jalan Thamrin, misalnya, sedang dikerjakan sehingga aliran air belum lancar.

Dinas PU sedang memperlebar persimpangan saluran, menambah pompa di sistem Kali Cideng, dan menambah kemiringan dari Jalan Thamrin ke Kali Cideng agar air lebih cepat mengalir.

Di sisi lain, Nirwono mengingatkan bahwa kejadian hari Senin lalu juga akibat perilaku buruk warga Jakarta. Buang sampah seenaknya dan perilaku buruk berkendara terbukti jadi bumerang, merugikan diri sendiri.

Sudah bekerja keras

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengatakan, pihaknya sudah bekerja keras untuk membersihkan dan mengoptimalkan saluran drainase. Namun, saluran drainase yang ada tidak mampu menampung air dari hujan yang sangat deras dengan curah 111 milimeter selama tiga jam itu.

”Genangan di Sarinah langsung surut karena saluran drainase sudah diperbaiki. Genangan di beberapa kawasan lain juga cepat surut,” kata Fauzi menjelaskan.

Fauzi meminta masyarakat memaklumi banjir pada hari Senin malam lalu sebagai kejadian luar biasa. Hujan dengan curah semacam ini pernah memicu banjir besar pada tahun 2007.

Sementara itu, pengerukan 13 sungai utama di Jakarta belum dapat dilakukan karena masih menunggu peraturan presiden yang bakal terbit akhir Oktober ini. Pengerukan itu diperlukan untuk meningkatkan daya tampung sungai.

Categories
Jakarta Banjir Transportasi

Stasiun Palmerah Kebanjiran Kereta Api Jurusan Tanah Abang-Serpong Tidak Beroperasi


Hujan deras pada Senin (25/10/2010) sore dari pukul 15.00 menyebabkan Stasiun Kereta Api Palmerah kebanjiran. Akibatnya, pihak PT KAI menghentikan semua perjalanan kereta.

“Dari laporan petugas di lapangan, Stasiun Kereta Api Palmerah kebanjiran sampai 30 sentimeter,” kata Mateta Rijalulhaq, Humas PT KAI Daops 1 ketika dihubungi wartawan, Senin (25/10/2010).

Menurut Mateta, banjir di Stasiun Palmerah mengakibatkan rel kereta api tidak bisa dilalui. “Rel kereta kena banjir. Kami hentikan semua perjalanan kereta api karena tidak mau mengambil risiko,” kata Mateta.

Mateta melanjutkan, pihaknya tak mau ambil risiko memberangkatkan kereta karena hujan menggerus batu-batuan penyangga rel. “Kalau batu-batunya tergerus, rel bisa naik, kereta bisa anjlok,” katanya.

Selain itu, kata Mateta, bila nekat dijalankan, air hujan akan mengenai mesin kereta dan bisa mengakibatkan kerusakan. “Kita tunggu sampai airnya surut, baru kereta berjalan. Tapi info terakhir, air naik lagi,” katanya.

Sampai saat ini, kereta jurusan Tanah Abang-Serpong dan sebaliknya tidak bisa berjalan.

Humas PT KA Daops 1, Mateta Rijalulhaq mengatakan pihaknya memberhentikan perjalanan kereta api yang melalui stasiun kereta api Palmerah, Jakarta Pusat, akibatnya banyak penumpang kereta yang terlantar.

“Banyak penumpang kereta api yang terlantar karena perjalanan dihentikan,” kata Mateta ketika dihubungi wartawan, Senin ( 25/10/2010 ).

Mateta mengatakan terpaksa menghentikan perjalanan kereta api karena banjir yang menggenangi rel kereta api setinggi 30 sentimeter. “Banjir di stasiun Palmerah terjadi karena rel kereta posisinya lebih rendah daripada tinggi jalan,” ujar Mateta.

Untuk solusinya, Mateta mengatakan hanya bisa menunggu air surut. “Penyedotan air dan cara lainnya tidak bisa. Kita menunggu air di Kanal Barat surut, biar bisa jalan lagi,” ujarnya.

Kalau nekat dijalankan, Mateta menuturkan akan mengakibatkan resiko yang tinggi. “Air menggerus batu-batuan penyangga rel. Relnya bisa naik, dan membuat kereta anjlok,” kata Mateta.

Perjalanan kereta di stasiun Palmerah berhenti dari pukul 16.46 WIB. Sampai saat ini, kereta jurusan Tanah Abang – Serpong dan sebaliknya tidak bisa berjalan.

Categories
Jalan Jakarta Banjir Transportasi

Banjir Di Sekitar Citraland Setinggi 25 cm Sebabkan Kemacetan Parah


Kemacetan yang terjadi di berbagai ruas jalan Jakarta seusai hujan deras sejak sore ini diperparah dengan banyaknya pengendara kendaraan bermotor yang menggunakan jalur arteri.

“Kemacetan semakin parah karena pengendara kendaraan bermotor cenderung menggunakan jalur arteri,” kata AKB Katon Pinem, Kepala Sub Direktorat Pendidikan dan Rekayasa Ditlantas Polda Metro Jaya, saat dihubungi wartawan, Senin (25/10/2010)

Di jalur arteri, AKB Pinem mencontohkan, Jalan Arjuna yang merupakan jalur arteri padat dilalui pengendara kendaraan bermotor hingga terjadi penumpukan.

Adapun di ruas jalan besar, seperti di depan Citraland Mall, Jakarta Barat, banyak genangan yang membahayakan. “Melewati genangan, kendaraan yang besar bisa lewat seperti mobil jenis Toyota Kijang. Tapi yang kecil, seperti sedan, tidak bisa lewat,” ujarnya.

Pengalihan arus lalu lintas, menurut Pinem, tidak akan diberlakukan. “Kalau pengalihan arus diberlakukan, maka hal itu malah akan membuat kemacetan di tempat lain,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Condro Kirono mengatakan bahwa kemacetan hari ini dipicu faktor alam dan hujan deras sehingga tidak mampu ditampung drainase.

“Anggota lalu lintas tetap mengatur dengan memotong arus lalu lintas. Tetapi karena banyaknya kendaraan dan hujan deras, kemacetan tetap terjadi,” ujarnya.

Seperti diberitakan, hujan deras mengakibatkan banjir di banyak tempat. Genangan di depan Pos Polisi Jalan Gatot Subroto mencapai tinggi 50 sentimeter. Di sana banyak sepeda motor mogok karena nekat menerjang genangan air.

Hal yang sama juga ditemukan di depan Kementerian Tenaga Kerja arah Pancoran. Ketinggian genangan juga mencapai 50 sentimeter. Hal tersebut mengakibatkan kemacetan parah dari arah Semanggi, Jalan HR Rasuna Said, dan Senopati.

Kemacetan terjadi juga di Jalan Otista dan Jalan Dewi Sartika. Lalu Lintas terpantau padat merayap di dua arah di Gandaria City. Sementara itu, genangan pun terlihat di Jalan Pattimura dan berimbas pada kepadatan arus lalu lintas dari arah Blok M.

Di jalan sekitar Citra Land Mall pun terdapat genangan air 20-25 sentimeter yang juga mengakibatkan kemacetan.

Selain itu, lalu lintas padat tidak bergerak ditemukan di Jalan Ampera. Kemacetan disebabkan genangan air setinggi dengkul orang dewasa.

Categories
Jakarta Banjir Transportasi

Busway Trans Jakarta Tidak Beroperasi Karena Banjir Di Sudirman dan Warung Buncit


Sejumlah kendaraan bermotor melintas sebagian ruas Jalan Jendral Sudirman yang tergenang air saat hujan deras yang mengguyur Jakarta, Senin (25/10/2010). Akibat genangan air ini, arus lalu lintas di sebagian ruas jalan tersebut mengalami kemacetan, genangan ini juga menyebabkan sebagian pengguna sepeda motor masuk ke jalur cepat.

Hujan beberapa jam di Jakarta melumpuhkan sebagian besar moda transportasi lumpuh. Setelah akses transportasi dengan moda kereta rel listrik dihentikan karena sejumlah stasiun banjir, operasional bus transjakarta juga dihentikan. Hal ini terjadi di koridor VI dengan rute Dukuh Atas 2-Ragunan.

Sekitar pukul 20.00, loket penjualan tiket ditutup. Penjaga loket M Aris mengatakan, bus transjakarta tidak bisa melintas karena terjadi banjir di sejumlah titik di Jalan Warung Buncit, seperti Mampang dan Warung Jati.

“Banjir sampai sepaha,” katanya kepada Kompas.com. Perjalanan baik dari arah Dukuh Atas maupun ke arah sebaliknya lumpuh total. Bahkan Rani, salah satu pengguna bus transjakarta yang cuma ingin turun di selter sebelum Mampang, tetap tidak diperbolehkan naik moda transportasi yang disebut-sebut sebagai solusi ini.

“Ya, jadinya naik apa ini,” ungkapnya. Aris tetap menutup loketnya. Padahal, sekitar pukul 21.20 masih ada busway yang melintas dari arah Dukuh Atas menuju Ragunan. Terdapat pula penumpang di dalamnya dari selter Dukuh Atas.

Categories
Jalan Jakarta Banjir Transportasi

Banjir Setengah Meter Sepanjang 200 Meter Di Depan Apartemen The Mansion of Kemang


Hujan deras yang mengguyur Jakarta, Senin (25/10/2010) sore hingga malam, mengakibatkan banjir di daerah Kemang, Jakarta Selatan, tepatnya di depan Apartemen The Mansion of Kemang. Kedalaman genangan mencapai 50 sentimeter.

Pantauan kami, banjir sepanjang 200 meter itu mengakibatkan kemacetan panjang. Antrean kendaraan ke arah Blok M hingga mencapai dua kilometer. Puluhan sepeda motor yang memaksa melintas akhirnya mogok.

Ratusan sepeda motor yang tak berani melintas menambah parah kemacetan. Pasalnya, mereka memarkirkan kendaraan di badan jalan sehingga menghalangi mobil. Seorang warga tampak terus memarahi pengendara pengendara motor yang berhenti di tengah jalan. “Yang enggak berani minggir, jangan di tengah,” kata dia.

Sementara itu, arus lalu lintas di Jalan Sudirman juga dilaporkan terjadi kemacetan parah, khususnya ke arah menuju Semanggi. “Sudah satu jam lebih macet parah. Stuck ke arah Semanggi. Enggak tau ada apa. Busway juga enggak ada,” kata Fallintika (21), salah satu karyawan di sekitar Bundaran HI.

Categories
Jalan Jakarta Banjir Transportasi

Tol BSD Bumi Serpong Damai Bintaro Ditutup Karena Kebanjiran Setinggi 70 cm


Pengendara terjebak genangan air setinggi hingga 50 sentimeter di Jalan Sabang, Jakarta Pusat, Senin (25/10/2010). Hujan deras yang menguyur wilayah ibu kota sejak sore hari mengakibatkan genangan air di beberapa ruas jalan dan kemacetan lalu lintas.

Puluhan kendaraan roda empat mengantre di depan pintu masuk Tol Jakarta Outer Ring Road atau Tol JORR, tepatnya di depan Pintu Tol Bumi Serpong Damai atau BSD menuju Jakarta, Senin (25/10/2010). Hal ini terjadi karena di ruas jalan dari arah Tol BSD menuju Bintaro dan arah sebaliknya terdapat genangan air setinggi 70 sentimeter.

Oleh karena itu, sejak sore tadi hingga sekarang, jalan tol dari arah BSD menuju pintu keluar Tol Bintaro dan sebaliknya ditutup.

Berdasarkan pantauan, beberapa petugas jalan tol tampak berjaga-jaga di pintu masuk menuju Tol BSD untuk memberikan informasi kepada pengguna jalan bahwa jalan tol ditutup hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Bahkan, salah satu petugas jalan tol tersebut memperkirakan bahwa ketinggian air bisa lebih dari 70 cm jika hujan terus turun di lokasi tersebut.

Akibat penutupan jalan tol ini, kendaraan-kendaraan pun terlihat berjejer di pinggir jalan tol. Bahkan, jejeran mobil ini pun mengakibatkan kemacetan di sepanjang jalan utama dari arah BSD menuju pintu Tol JORR; ada yang mencoba berputar arah, dan juga yang mencoba mencari jalan alternatif

Categories
Jakarta Banjir

Pasien RS AL Mintohardjo Bendungan Hilir Diungsikan Karena Kebanjiran Setinggi 1 Meter


Hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya selama kurang lebih tiga jam mengakibatkan RS AL Dr Mintohardjo dikepung banjir. Pasien pun dievakuasi ke ruang perawatan yang lebih aman.

Dari pantauan Warta Kota, akses masuk ke rumah sakit tergenang banjir dengan ketinggian kurang lebih satu meter. Genangan air juga merambah bagian ruangan administrasi yang ada di depan dan menggenangi lorong jalan menuju ke ruang perawatan.

“Kami terpaksa dipindah ke ruangan lain. Tadi kami di ruangan Pulau Bintan, karena di situ banjir kami dipindah ke ruangan Pulau Marore,” ucap Hangki (17). Ayahya Arius Malun baru saja masuk ke rumah sakit karena menderita tumor dan saat ini sedang menjalani operasi.

Bukan cuma banjir, lampu rumah sakit mati. Akibatnya lorong dan ruangan pasien gelap gulita. Aktivitas rumah sakit yang beralamat di Jalan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, ini sedikit lumpuh.

Dokter Jaga Kolonel Laut drg Nora Lelyana didampingi Lettu Laut Edi Rohendi menjelaskan, air masuk ke rumah sakit sejak pukul 18.00. Ketinggian air diklaim hanya 15 centimeter. Umumnya genangan air merambah bagian depan dan lorong ruang perawatan.

“Kita sudah ada timnya untuk penanganan musibah banjir ini. Alat genset juga sudah disiapkan dan kami juga sudah melakukan evakuasi pasien pindah ke ruangan lain,” kata Nora.

Pihak RS AL mengklaim sudah bisa mengatasi semua pasien dari genangan banjir. “Karena memang kita sudah siap,” ucapnya lagi. Bahkan bagi pasien yang seharusnya sudah diperbolehkan pulang ditampung sementara, mengingat jalan ke luar rumah sakit masih digenangi air dan jalan raya pun macet total.

Nora Lelyana juga mengatakan, meski rumah sakit kebanjiran, namun aktivitas masih berjalan seperti biasa. Ruang Unit Gawat Darurat juga tetap dibuka untuk melayani para pasien yang sudah dirawat di rumah sakit.

Lettu Edi Rohendi sempat mengatakan, jumlah pasien yang diungsikan ke ruangan lain sekitar 15 orang. Lalu soal lampu mati, Edi mengatakan, itu karena dari PLN memang dimatikan. “Tapi kita sudah siap genset, terutama kita pasangf untuk ruang UGD dan perawatan,” paparnya

Categories
Jalan Jakarta Banjir Transportasi

Hujan Selama 3 Jam Jakarta Macet Total Hingga Tengah Malam


Begitu kata-kata orang mengomentari macet yang melanda Jakarta pada Senin (25/10) petang. Hingga menjelang tengah malam banyak warga Jakarta, terutama yang bermobil, masih terjebak di jalan.

Di Jalan Tentara Pelajar, bagian belakang Hotel Mulia, sampai pukul 23.00 mobil masih menjejali ruas jalan itu. Beberapa pengemudi memilih berhenti untuk mengaso daripada lelah mengantre. Stasiun pengisian bahan bakar umum di jalan itu pun padat menampung para pengaso.

Pedagang makanan pun panen, karena mau tak mau para pengemudi mengisi waktu dengan makan-makan.

Kondisi yang sama juga terjadi di Jalan Gatot Subroto. Para pengemudi mobil memilih minggir dan makan malam. Herry, seorang warga yang terjebak kemacetan, mengatakan dia sudah menghabiskan satu piring sate ayam, segelas air jeruk panas, dan semangkok sekoteng.

“Tapi jalan masih padat, jadi sekarang main Facebook saja,” katanya.

Macet dan udara yang dingin membuat banyak orang yang terjebak macet tak mampu menahan untuk buang air kecil. Maka mau tak mau, sambil menahan malu, banyak warga buang air kecil di pinggir jalan. Tak tahu aroma apa yang akan tercium di sana besok siang.

Kemacetan di jalan tol dalam kota di Jalan Gatot Subroto masih diperparah kecelakaan lalu lintas yang terjadi di depan Balai Kartini. Seperti diberitakan Traffic Management Center (TMC), sebuah truk kontainer akhirnya tak kuat lagi berhenti dalam posisi menanjak, sehingga merosot turun. Akibatnya mobil-mobil di belakangnya jadi korban.

Parahnya, truk itu berada di lajur tengah, dan buntutnya melintang di jalan. Karena itu para pengguna ajalan diimbau lebih sabar dan berhati-hati agar tidak terjadi lagi kecelakaan lalu lintas di tengah kemacetan.

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya meniadakan aturan lalu lintas three in one (3 in 1) pada Senin (25/10) sore, agar kemacetan yang terjadi di Jakarta pada sore ini segera terurai.

Kemacetan lalu lintas terjadi merata di seluruh wilayah DKI jakarta, akibat genangan air yang timbul pasca guyuran hujan deras sore ini.

Genangan air berpadu dengan melimpahnya volume kendaraan pada jam pulang kantor sehingga menyebabkan kemacetan yang sangat parah.Berikut lokasi-lokasi genangan air yang terjadi sore ini berdasarkan informasi dari Traffic Management Centre.

Ruas Jalan Jendral Sudirman, tepatnya di depan Ratu Plaza, genangan air mencapai +/- 50 cm. Akibatnya arus kendaraan yang mengarah ke Semanggi terpantau padat.

Ruas Jalan Dewi Sartika yang mengarah Cawang juga terlihat macet akibat adanya genangan air. Tidak jauh dari lokasi tersebut genangan air juga terjadi di Gedung Wika Cawang, dengan ketinggian air mencapai 30-40 cm. Underpass Cawang juga dilaporkan tergenang, mengakibatkan arus lalu lintas dari Jalan Otista, Jalan Dewi Sartika, dan wilayah Pancoran padat.

Jalan Permata Hijau Jakarta Selatan dilaporkan tersendat akibat genangan air menjelang ITC Permata Hijau.

Di Arteri Gatot Subroto banjir setinggi 50 cm menggenangi ruas jalan, khususnya depan Gedung Depnaker. Akibatnya lalu lintas menuju Pancoran padat merayap karena banyak kendaraan melambatkan lajunya ketika melintas genangan.

Genangan air setinggi 50 cm juga terjadi di Kawasan SCBD tepatnya depan Gedung Energi.

Jalan H Saidi dari arah Ciledug Raya ke Kodam Bintaro banjir terjadi sepanjang sekitar 100 m dengan ketinggian hampir mencapai setinggi betis orang dewasa.

Genangan air setinggi 20-25 cm di depan kantor Kementrian PU di Jalan Pattimura, berimbas ke arus lalu lintas di depan Blok M.