7 TKW Di Makassar Dipaksa Pakai Jilbab


Rumah penampungan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal di Kampung Makasar, Jaktim, Selasa (30/11) siang, digerebek. Tujuh calon Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Nusa Tenggara Timur dibawa ke kantor polisi.

Kasubnit Pengamanan Pencegahan TKI Ilegal BNP2TKI, Kombes Yunarlim Munir, mengatakan penggrebekan berdasarkan laporan warga yang menyebut rumah itu digunakan untuk penampungan TKI ilegal.

Selain itu, keluarga calon TKI yang berada di Kupang juga menyebutkan pengiriman TKI diberangkatkan melalui Bandara Hussein Satranegara, Bandung, bukan melalui Bandara Soekarno-Hatta. Keluarga juga keberatan karena TKW yang diberangkatkan diharuskan mengenakan jilbab padahal non-muslim.

Tujuh TKW yang diamankan petugas, rencananya akan diberangkatkan Rabu (1/12) menyusul sembilan TKW yang sudah diberangkatkan sebelumnya.

Hence, 14, satu calon TKW, dengan Bahasa Indonesia patah-patah mengaku berada di penampungan selama sebulan. Rencananya, mereka bekerja di Malaysia dengan gaji 600 ringgit atau sekitar Rp2,5 juta. “ Di penampungan tak ada pelatihan,” kata remaja buta huruf yang yang hanya bersekolah sampai kelas 1 SD ini.

Polisi juga mengamankan Herman Manave dan Listyanti, dua sponsor alias calo yang membawa calon TKI dari NTT. “Untuk sampai Malaysia, setiap orang mengeluarkan biaya Rp5 juta,” jelas Yunarlim Munir.

Sementara itu, 20 calon TKI juga digelandang ke Polsek Jatinegara dari sebuah tempat penampungan lainnya. Diketahui, mereka bukan TKI ilegal, tapi surat-surat kendaraan yang mengangkut mereka tak lengkap.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s