DKI dan Polda Metro Jaya Bentuk Satgas untuk Atasi Kemacetan dan Sterilisasi Jalur Busway


Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya menandatangani nota kesepahaman untuk membentuk satuan tugas bersama guna mengatasi kemacetan, Senin (29/11) di Balaikota DKI Jakarta. Satuan tugas itu akan melanjutkan sterilisasi di empat jalur bus transjakarta dan menertibkan parkir liar.

Nota kesepahaman itu ditandatangani Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dan Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Sutarman. Sebanyak 468 petugas gabungan dari Polda Metro, Dinas Perhubungan DKI, Garnisun TNI, dan satuan polisi pamong praja disiapkan menjadi anggota satgas anti-kemacetan itu.

Fauzi Bowo mengatakan, sterilisasi koridor I, III, V, dan VI akan dilanjutkan karena terbukti efektif untuk memperlancar laju angkutan massal itu. Sterilisasi yang dilakukan sejak 2 Agustus itu membuat jumlah penumpang naik 20 persen, waktu perjalanan lebih cepat 28 persen, selang waktu kedatangan antarbus lebih cepat 15 persen, dan pelanggaran turun sampai 58 persen.

”Sterilisasi terbukti meningkatkan kinerja bus transjakarta sehingga akan dilanjutkan sampai tahun depan. Kesadaran masyarakat untuk tidak menyerobot jalur bus transjakarta juga meningkat sehingga harus dijaga,” kata Fauzi.

Menurut Sutarman, satgas itu juga diberi wewenang untuk memberikan surat bukti pelanggaran (tilang) kepada pengguna kendaraan yang parkir di sembarang tempat. Jika perlu, satgas tersebut juga diizinkan menggunakan mobil derek untuk memindahkan mobil yang parkir sembarangan dan menyebabkan kemacetan.

Berdasarkan pemantauan Polda Metro Jaya, 30 persen kendaraan yang diparkir di lokasi parkir liar memicu kemacetan parah di sekitar kawasan itu. Dengan demikian, penertiban parkir liar akan menjadi prioritas sampai tahun depan.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono mengatakan, pada tahun 2011 satgas itu akan diarahkan untuk melakukan sterilisasi di 12 koridor bus transjakarta, mencegah pengendara sepeda motor berteduh di jembatan layang, dan mengatasi kemacetan di sejumlah perempatan.

Pada tahap awal, terdapat 14 perempatan yang menjadi fokus operasi untuk mengurai kemacetan parah. Para petugas akan ditempatkan secara rutin pada pagi dan sore hari untuk mengatur lalu lintas agar tidak macet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s