Jaringan Pelacuran ABG, Mahasiwsi dan Perawan Bertarif 500 Ribu Per Jam Dibongkar Polda Jatim


Anggota Reserse Mobile (Resmob) Satpidum Ditreskrim Polda Jatim berhasil mengungkap perdagangan anak di bawah umur (trafficking). Seorang tersangka berhasil ditangkap yakni Yayuk Setyowati,35 warga Dusun Jambu, Desa Jabon, Kecamatan Perak, Jombang.

“Tersangka ini terbukti menjual ABG ke lelaki hidung belang. Tak hanya itu, tersangka juga menjual perawan ke lelaki hidung belang,” ujar Kasat Pidum Ditreskrim Polda Jatim AKBP Awang Joko Rumitro,Selasa (21/12).

Awang mengungkapkan tersangka Yayuk ditangkap di hotel Borobudur, Jombang. Keberhasilan petugas menangkap tersangka ini berkat informasi yang menyebutkan bahwa tersangka bisa menyediakan ABG untuk melayani lelaki.
“Informasi yang kita dapatkan tersangka ini bisa menyediakan pelajar SMA untuk melayani lelaki. Selain itu juga bisa menyediakan mahasiswi dan perawan,” ungkap Awang.

Dalam menjalankan usahanya, tersangka mematok tarif berkisar Rp 350 ribu hingga Rp 500 ribu. Besar kecilnya tarif bergantung kecantikan ABG yang dijual. Untuk siswi SMA yang berwajah biasa saja dipatok tarif Rp 350 ribu per short time.
“Sedangkan bila yang diminta pelajar SMA berwajah cantik dipatok tarif Rp 500 ribu. Dari tarif tersebut, tersangka mendapatkan komisi Rp 100 ribu dari anak buahnya itu,” terang Awang.

Tarif berbeda dikenakan untuk mahasiswi yang berkisar Rp 400 ribu hingga Rp 500 ribu. Sementara untuk tarif perawan, tersangka mematok tarif lebih mahal yakni berkisar antara Rp 5 juta hingga Rp 8 juta.
“Saat kita periksa tersangka mengaku baru menjual 6-8 perawan. Sebagian besar pembelinya adalah warga Surabaya. Sementara total anak buahnya mencapai 18 orang,” kata Awang.

Dalam mempromosikan anak buahnya, tersangka Yayuk cangkruk di tempat perbelanjaan dan hotel berbintang. Di tempat itulah, tersangka memperlihatkan anak buahnya yang bisa melayani seks.

“Tak hanya itu, tersangka juga mengandalkan gethok tular dari mulut ke mulut pelanggannya. Bahkan ada pelanggannya yang datang sendiri ke rumah tersangka,” ujar Kanit Resmob Ditreskrim Polda Jatim Kompol Eko Siswoyo.
Tapi setelah 2 tahun berpetualang di dunia bisnis esek-esek, perbuatan Yayuk tercium anggota Resmob Polda Jatim. Ibu 4 anak ini akhirnya ditangkap dan langsung digelandang ke Mapolda Jatim guna menjalani pemeriksaan.

Dari penangkapan tersangka Yayuk ini, petugas menyita barang bukti uang tunai Rp 1,2 juta. Atas perbuatannya, tersangka Yayuk dijerat pasal 23 UU Perlindungan Anak No.22 Tahun 2003 dan UU Perdagangan manusia dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

One response to “Jaringan Pelacuran ABG, Mahasiwsi dan Perawan Bertarif 500 Ribu Per Jam Dibongkar Polda Jatim

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s