Monthly Archives: December 2010

Seorang Nelayan Tewas AKibat Terseret Ikan Hiu


Malang nian nasib Sudin (55). Warga Dusun Keperan, Desa Tanjung Pecinan, Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo ini tewas saat mencari ikan di laut, Senin (20/12).

Nelayan tradisional ini tewas setelah kedua kakinya terlilit tali pancing dan terseret ikan hiu ke dalam air laut selama sekitar satu jam. Korban berhasil diangkat dari air laut dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Busyairi (35), menantu korban menuturkan, setiap hari dirinya memancing ikan hiu bersama mertuanya itu dengan perahu motor miliknya. Hanya saja, hari itu nasib baik rupanya tidak berpihak kepada mereka.

Pagi itu, Sudin berangkat bersama Busyairi dan dua nelayan lain, yakni Moyo (70), serta Toto (50) . Setibanya di tengah laut, ia dan mertuanya sama-sama melepaskan tali pancing yang sudah diberi umpan ke laut.

Setelah menunggu beberapa menit, tiba-tiba umpan pancing mertuanya disambar ikan hiu berukuran cukup besar. “Saya sudah melarang, agar bapak tidak berdiri di atas tali pancing,” tutur Busyairi saat ditemui di rumahnya.

Sesaat sebelum terseret, ikan hiu yang diperkirakan berbobot sekitar satu kwintal itu sebenarnya hampir berhasil dinaikkan ke atas perahu. Namun, hiu itu terus meronta, berusaha melepaskan diri dari mata kail pancing yang tersangkut di mulutnya.

Lantaran khawatir hasil pancingan mertuanya lepas, Busyairi berinisiatif melompat ke laut untuk mengikat ekor hiu yang berusaha lepas. Namun, ikan ganas itu justru berontak dan memaksa lari.

Saat itulah petaka datang. Senar pancing ternyata melilit kaki Sudin. Ikan lepas dan menyeret Sudin ke dalam air.

Nelayan lain yang berusaha menarik sisa gulungan senar yang masih berada di atas perahu tidak bisa berbuat banyak. Mereka panik. “Ada sekitar satu jam beliau terseret dan tenggelam di laut,” jelas Busyairi.

Dalam kondisi masih terlilit tali senar, Sudin akhirnya mengembuskan napas terakhirnya. Bersama dua nelayan lainnya, Busyairi kemudian membawa tubuh Sudin ke daratan.

Memancing ikan hiu memang menjadi pekerjaan kedua nelayan ini setiap hari. Maklum, harga daging hiu cukup mahal. “Harga daging hiu saat ini mencapai Rp 4.500 perkilogram,” tutur Supriyanto (35), tetangga korban.

Dari fisiknya, hiu yang menyeret Sudin diperkirakan jenis tutul (Rhincodon typus). Ikan ini memang kerap muncul di beberapa negara, termasuk perairan Jawa Timur.

Hiu tutul adalah satwa langka yang belum banyak diteliti sehingga pengetahuan tentang satwa itu masih minim. Makanan pokok hiu tutul adalah plankton.

Keberadaan hiu tutul menjadi penting karena bisa menjadi indikator kualitas ekosistem laut. Dalam laporan International Union for Conservation of Nature (IUCN), hiu tutul masuk dalam daftar merah. Satwa yang umurnya bisa mencapai 70 tahun itu rawan punah.

Kapolsek Mangaran AKP Ketut Redana menyatakan, kematian nelayan itu murni karena kecelakaan saat melaut. Dari hasil identifikasi terhadap korban, tidak ditemukan adanya bekas penganiayaan atau pemukulan.“Beberapa saksi sudah kami mintai keterangan dan korban murni tewas akibat terseret ikan hiu hasil pancingannya,” kata AKP Ketut Redana.

Bosan Menunggu Wapres Budiono Yang Suka Telat, Ibu Ibu PKK Tinggalkan Arena Begitu Wapres Mau Pidato


Ibu-ibu PKK ini mungkin tidak ’setia kawan’ lagi untuk menunggu. Gara-gara kepanasan dan terlalu lama duduk menanti di tribun, saat Wakil Presiden Boediono tiba, mereka justru meninggalkannya.

M enunggu memang pekerjaan paling membosankan. Mungkin inilah kalimat yang pas untuk mengungkapkan gambaran kekesalan ibu-ibu PKK Kabupaten Bogor terhadap kunjungan Wakil Presiden Boediono dalam puncak peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional 2010, di Sirkuit Sentul Internasional Indonesia, Bogor, Jawa Barat, Senin (20/12) pagi.

Karena sudah letih harus berkumpul sejak pagi hari, wajah ibu-ibu yang datang dari berbagai kecamatan setempat dengan bus itu terlihat tidak sumringah lagi. Saat Boediono tiba sekitar pukul 10.00, ibu-ibu ini justru pulang meninggalkannya.

Lantas, bagaimana respons Wapres? Ia tersenyum. Boediono pun mengucapkan terima kasih kepada sejumlah peserta HKSN yang masih bertahan untuk mengikuti acara hingga akhir.

“Terima kasih kepada ibu-ibu PKK yang masih bertahan. Terima kasih juga kepada karang taruna yang masih bertahan,” ujar Wapres Boediono mengawali pidatonya.

Apa yang dilakukan para ibu PKK ini bisa dimaklumi, karena sebagian besar sudah duduk di tribun sirkuit sejak pukul 06.00 WIB. Lamanya menanti membuat mereka tampaknya tidak tahan lagi meski sebelumnya pembawa acara, Tiya Maryadi, meminta kedisiplinan mereka untuk tetap bertahan.

“Tolong ibu-ibu menjaga kedisiplinan dan kesetiakawanan di puncak acara HKSN ini,” kata Tiya, berkali-kali.

Suasana yang sudah panas, tak bisa membuat para ibu yang menggunakan baju dan kerudung berwarna biru tersebut bersabar untuk tidak pulang. Setengah jam sebelum acara dimulai, mereka sudah terlihat gerah, tidak sabar.

Dalam panas terik, mereka justru menyanyikan “Mari Pulang” berkali-kali sambil bertepuk tangan. Kepulangan para peserta HKSN juga sudah tampak saat Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan dan Menteri Sosial, Salim Segaf Al’Jufrie memulai pidato.

Panitia sebelumnya juga sudah merayu para peserta ini agar sedikit bersabar dan tidak menunjukkan muka masam. “Ayo, jangan tunjukkan muka masam dan cemberut seperti itu. Dari panggung utama ini, muka ibu-ibu PKK nanti terlihat loh di layar televisi besar itu. Jangan sampai Pak Wapres diberi wajah cemberut ya,” rayu Soni Manalu, Kepala Subdirektorat Karang Taruna Kementerian Sosial.

Menurut Soni, daripada cemberut, lebih baik bernyanyi agar lebih bersemangat. Lalu, Soni pun mengajak bernyanyi dan bertepuk tangan. Bukan hanya barisan ibu-ibu PKK di tribune Sirkuit Sentul, yang terletak di hadapan panggung utama, melainkan juga barisan peserta lain yang diminta untuk bersemangat selama acara tersebut.

Mereka di antaranya UMKM, anak jalanan, penyuluh, petugas posyandu, bidan desa, pelajar, dan anggota Pramuka.

Tapi, apa yang terjadi? Setelah pertunjukan tari selamat datang, sebagian besar tribun sirkuit kosong, termasuk tribun di depan podium VVIP tempat Wapres dan rombongan menyaksikan seluruh rangkaian peringatan puncak HKSN 2010 tersebut.

Budaya Menolong

Dalam pidatonya, Boediono mengingatkan pentingnya melestarikan budaya tolong menolong tanpa berharap imbalan atau peduli risiko apa pun.

“Saya berharap budaya tolong menolong tanpa terlintas mendapatkan imbalan atau terpikir adanya risiko, terus dipertahankan dan dilestarikan,” kata Wapres.

Budaya tolong menolong tanpa berpikir mendapatkan imbalan merupakan karakter sesungguhnya bangsa Indonesia. Menurut Wapres, saat terjadi sejumlah bencana nasional di Wasior, Papua, Mentawai, serta letusan Gunung Merapi di Jogjakarta, tampak terlihat budaya tolong menolong yang ditunjukkan bangsa Indonesia

Oleh karena itu, pada momentum peringatan HKSN 2010, Wapres Boediono mengajak agar masyarakat terus mengembangkan dan melestarikan budaya menolong tanpa pamrih.

“Konstitusi kita mengatur agar kita selalu memiliki kesetiakawanan sosial setiap saat,” ungkapnya.

Pada puncak peringatan HKSN 2010 kemarin, Wapres Boediono menyerahkan bantuan dan sarana penanggulangan bencana untuk 33 provinsi yang diserahkan secara simbolis kepada Bupati Bogor

Ratusan Pesilat Madiun Merusak Rumah Warga


Ratusan pesilat diduga anggota dari Persaudaraan Setia Hati (PSH) Tunas Muda Winongo, Madiun, melakukan aksi brutal, merusak rumah sejumlah warga di Kelurahan Sukosari, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, Jatim, Minggu.

Aksi ini dilakukan setelah ratusan pesilat ini berkonvoi usai menghadiri acara “Suran Agung” di Padepokan PSH Tunas Muda Winongo, di Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun.

“Tidak ada alasan apa-apa, tahu-tahu rombongan anak muda yang berpakaian hitam langsung melempari rumah dengan batu. Saya kaget dan langsung keluar, akibat suara genting dan kaca rumah yang pecah akibat lemparan tersebut,” ujar seorang warga yang juga Ketua RT 17/ RW VI, Kelurahan Sukosari, Muhamad Mahmud.

Menurutnya, sedikitnya 14 rumah warga rusak akibat aksi vandal anggota pesilat tersebut. Rata-rata kerusakan terjadi pada genting, kaca, dan pagar.

Warga yang mengetahui peristiwa ini langsung keluar rumah untuk mengejar pelaku. Namun, rombongan cepat meninggalkan lokasi kejadian dengan mengendarai sepeda motor.

Kapolsek Kartoharjo, Polres Madiun Kota Kompol Eko Suweknyo, di lokasi kejadian mengatakan, pihaknya masih mendalami kasus ini, dengan menyelidiki lebih lanjut.

“Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Petugas juga telah melakukan identifikasi di lokasi. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” katanya kepada wartawan.

Usai Suran Agung, massa anggota Persaudaraan Setia Hati Tunas Muda Winongo dari berbagai daerah berkonvoi di jalan-jalan protokol Kota Madiun dengan kawalan ketat polisi dibantu anggota TNI-AD dan TNI-AU.

“Suran Agung” adalah ritual wajib bagi perguruan silat PSH Tunas Muda Winongo, terutama pada bulan Muharam atau bulan Suro.

Pemimpin Redaksi Pelangi Maluku Tewas Karena Meliput Perdagangan BBM Gelap Di Maluku


Alfrets Mirulewan, Pemimpin Redaksi mingguan Pelangi Maluku, Jumat dini hari (16/12) ditemukan tewas secara mengenaskan. Korban ditemukan terapung di laut di Pulau Kisar, Maluku Barat Daya, dengan kondisi tubuh memar yang diduga akibat pukulan benda tumpul.

Menurut kerabatnya, Alfrets Mirulewan telah hilang sejak Selasa (14/12). “Alfrets sudah hilang selama tiga hari sejak Selasa lalu dan baru ditemukan pagi tadi dalam keadaan tewas di Pantai Nama,” kata Hendrik Laudiun, salah seorang kerabat Alfrets yang dihubungi Tempo dari Kupang, Jumat (17/12).

Leksi Kikilai, rekan korban sesama wartawan, mengatakan Alfrets terakhir terlihat sedang melakukan liputan investigasi perdagangan gelap bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Maluku Barat Daya. Ia melakukan investigasi lantaran beberapa waktu belakangan terjadi kelangkaan BBM di kabupaten itu.

“Dia (korban) melakukan liputan investigasi dan meminta saya menemani,” kata Leksi ketika dihubungi, Jumat (17/12).

Saat itu, tepatnya pada Selasa (14/12) malam, Leksi dan korban mengunjungi Pelabuhan Pantai Nama di Kabupaten Maluku Barat Daya untuk meliput transaksi gelap BBM. Keduanya mengendarai sepeda motor. Setibanya di sana, Leksi ditinggal sendirian di pelabuhan, sementara korban membuntuti sebuah truk yang mengangkut BBM dari pelabuhan menuju ke Desa Yawuru, yang berlokasi tak jauh dari situ.

Di tengah jalan membuntuti truk, kata Leksi, keberadaan korban kepergok oleh seorang penumpang truk. Penumpang itu sempat menanyai identitas korban. “Mereka juga sempat adu mulut karena pertanyaan dari penumpang truk. Tapi akhirnya dia (korban) terpaksa membuka identitasnya sebagai wartawan,” ujar dia.

Usai itu, korban kembali ke pelabuhan untuk menemui Leksi. Mereka berdua sempat berbincang dengan petugas pelabuhan. Tak lama kemudian petugas mengarahkan keduanya keluar dari pelabuhan dan menutup pintu pelabuhan.

Ketika keduanya sedang berbincang di pelataran parkir pelabuhan, lanjutnya, ternyata truk yang tadi dibuntuti korban kembali masuk ke dalam pelabuhan. “Namun dengan sopir yang berbeda,” kata dia.

Menduga ada kejanggalan, korban memutuskan kembali masuk ke pelabuhan untuk menanyai sopir truk itu. Mendapat pertanyaan dari korban, sopir truk mengatakan ia akan mengangkut BBM milik petugas kesyahbandaran (petugas pelabuhan). “Katanya untuk pembuatan rumah,” imbuh Leksi menirukan ucapan sopir truk.

Setelah melakukan investigasi malam itu, korban lantas mengantar Leksi pulang ke kosnya. Kejadian itu merupakan saat terakhir Leksi berjumpa dengan korban. Leksi tidak pernah kontak dengan korban hingga mendengar kabar tewasnya korban dini hari tadi. “Dia baru ditemukan jam 03.00,” kata dia.

Leksi, yang dari pagi tadi menunggu proses visum di Puskesmas Kisar, sempat melihat kondisi tubuh korban sebelum dibawa masuk ke puskesmas. Jenazah korban, kata Leksi, ditemukan dalam keadaan membengkak. Terdapat luka lecet di kedua kakinya. “Lengan kiri korban ada lebam kebiruan,” ujarnya.

Leksi mengatakan, sepeda motor yang mereka gunakan ketika melakukan liputan investigasi pada Selasa malam ternyata dijumpai di pelabuhan. “Motor itu masih utuh, tidak ada lecet sedikit pun di bodinya,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Desa Wonreli, Edi mengaku pihaknya baru menerima laporan tentang temuan mayat di Pantai Nama, sehingga belum diketahui penyebab kematiannya apa. “Saya juga baru dapat laporan siang ini. Rencananya sore ini dimakamkan,” katanya.

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Surabaya mendesak polisi mengungkap kasus tewasnya Alfrets Mirulewan secara transparan.

Sekretaris AJI Surabaya Andreas Wicaksono mengatakan pengungkapan kasus setidaknya bisa membuka tabir yang sebenarnya terhadap kematian Alfrets. “Informasi yang kami dapat, Alfrets meninggal dengan kondisi tubuh penuh memar bekas pukulan,” kata Andreas.

Alfrets Mirulewan, Pemimpin Redaksi Mingguan Pelangi, Maluku, yang ditemukan tewas dini hari tadi, terakhir terlihat sedang melakukan liputan investigasi perdagangan gelap bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Maluku Barat Daya. Ia melakukan investigasi lantaran beberapa waktu belakangan terjadi kelangkaan BBM di kabupaten itu.

“Dia (korban) melakukan liputan investigasi dan meminta saya menemani,” kata Leksi Kikilai, rekan korban yang juga sesama wartawan, ketika dihubungi, Jum’at (17/12).

Saat itu, tepatnya pada Selasa 14 Desember 2010 malam, Leksi dan korban mengunjungi Pelabuhan Pantai Nama di Kabupaten Maluku Barat Daya untuk meliput transaksi gelap BBM. Keduanya mengendarai sepeda motor. Setibanya di sana, Leksi ditinggal sendirian di pelabuhan, sementara korban membuntuti sebuah truk yang mengangkut BBM dari pelabuhan menuju ke Desa Yawuru, yang berlokasi tak jauh dari situ.

Di tengah jalan membuntuti truk, kata Leksi, keberadaan korban kepergok oleh seorang penumpang truk. Penumpang itu sempat menanyai identitas korban. “Mereka juga sempat adu mulut karena pertanyaan dari penumpang truk. Tapi akhirnya dia (korban) terpaksa membuka identitasnya sebagai wartawan,” ujar dia.

Usai itu, korban kembali ke pelabuhan untuk menemui Leksi. Mereka berdua sempat berbincang dengan petugas pelabuhan. Tak lama kemudian petugas mengarahkan keduanya keluar dari pelabuhan dan menutup pintu pelabuhan.

Ketika keduanya sedang berbincang di pelataran parkir pelabuhan, lanjutnya, ternyata truk yang tadi dibuntuti korban kembali masuk ke dalam pelabuhan. “Namun dengan sopir yang berbeda,” kata dia.

Menduga ada kejanggalan, korban memutuskan kembali masuk ke pelabuhan untuk menanyai sopir truk itu. Mendapat pertanyaan dari korban, sopir truk mengatakan ia akan mengangkut BBM milik petugas kesyahbandaran (petugas pelabuhan). “Katanya untuk pembuatan rumah,” imbuh Leksi menirukan ucapan sopir truk.

Setelah melakukan investigasi malam itu, korban lantas mengantar Leksi ke pulang kosnya. Kejadian itu merupakan saat terakhir Leksi berjumpa dengan korban. Leksi tidak pernah kontak dengan korban hingga mendengar kabar tewasnya korban dini hari tadi. “Dia baru ditemukan jam 03.00,” kata dia.

Leksi, yang dari pagi tadi menunggu proses visum di Puskesmas Kisar, sempat melihat kondisi tubuh korban sebelum dibawa masuk ke puskesmas. Jenazah korban, kata Leksi, ditemukan dalam keadaan membengkak. Terdapat luka lecet di kedua kakinya. “Lengan kiri korban ada lebam kebiruan,” ujarnya.

Leksi mengatakan, sepeda motor yang mereka gunakan ketika melakukan liputan investigasi pada Selasa malam ternyata dijumpai di pelabuhan. “Motor itu masih utuh, tidak ada lecet sedikit pun di bodinya,” kata dia.

Banyuwangi Luncurkan Inovasi Perpanjangan KTP 5 Menit


Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, hari ini meluncurkan program perpanjangan kartu tanda penduduk (KTP) hanya lima menit. Program ini dibuat untuk memperingati Hari Jadi Banyuwangi ke-239.

Program tersebut diluncurkan langsung oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di kantor Kecamatan Wongsorejo, Sabtu (18/12).

Menurut Anas, masyarakat Banyuwangi kini bisa mengurus perpanjangan KTP hanya dalam waktu lima menit. Sedangkan untuk pembuatan KTP dijamin selesai dalam waktu 30 menit. “Seluruh pelayanan KTP bisa dilakukan di kantor kecamatan,” kata dia.

Sebelumnya, pembuatan atau perpanjangan KTP hanya dilayani di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Banyuwangi, Setio Harsono, mengatakan pelayanan KTP di tingkat kecamatan ini dipastikan dapat meningkatkan jumlah penduduk yang memiliki KTP. Hingga akhir 2010, kata dia, masih ada 500 ribu orang yang belum memiliki KTP.

Hal itu, diduga karena warga malas mengurus KTP di kantor Dinas Kependudukan yang jaraknya jauh dari rumah mereka.

Menurut Setio, ada dua petugas khusus di setiap kecamatan yang akan melayani pembuatan dan perpanjangan KTP. “Mereka kita beri insentif Rp 200 ribu per bulan,” tambahnya.

Tanpa Kerja Keras Seorang Anak Indonesia Mampu Memiliki Rekening Senilai 18 Milyar


Terdakwa Bahasyim Assifie pernah membuka 17 rekening sejak tahun 2004 hingga 2010 untuk menyimpan harta kekayaannya. Selain atas nama dirinya, Bahasyim juga membuka rekening atas nama Sri Purwanti, istrinya, dan dua putrinya, yakni Winda Arum Hapsari dan Riandini.

Suyanto, akuntan yang dihadirkan pihak Bahasyim, menjelaskan, dari 17 rekening, sebanyak 6 rekening atas nama Bahasyim telah ditutup antara tahun 2004 dan 2008. Di salah satu rekening atas nama Bahasyim masih tersimpan Rp 244 ,8 juta per 1 Maret 2010. “Sebelas rekening lain ada saldonya,” kata Suyanto saat bersaksi dalam sidang Bahasyim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (14/12/2010).

Berdasarkan laporan akuntansi yang dipaparkan Suyanto, Bahasyim menyebar harta ke rekening milik istri dan dua putrinya. Sri Purwanti memiliki empat rekening di BNI, yakni rekening dengan saldo Rp 41,7 miliar per 8 April 2010, Rp 6,5 juta per 31 Maret 2010, Rp 2,2 juta per 28 Februari 2010, dan 681.147,37 dollar AS per 28 Februari 2010.

Sementara itu, Winda memiliki empat rekening di BNI, yakni rekening dengan saldo Rp 17,7 miliar per 8 April 2010, saldo Rp 64,6 juta per 5 April 2010, saldo Rp 5,6 juta per 31 Maret 2010, dan saldo Rp 5,1 juta per 28 Februari 2010. Adapun Riandini memiliki dua rekening di BNI, yakni rekening dengan saldo Rp 1,1 miliar per 9 April 2010 dan Rp 217 juta per 31 Maret 2010.

Suyanto mengatakan, saat melakukan audit, ia pernah menanyakan asal usul uang sebanyak itu ke Bahasyim. “Dia bilang ada usaha-usaha dari tahun 1972. Ada usaha jual beli mobil, fotografi, jual bahan bangunan, sampai investasi di China dan terakhir investasi di BNI,” katanya.

Ketika ditanya, kenapa Bahasyim tidak menyimpan uang di rekening atas namanya, Suyanto menjawab, “Itu kebijaksanaan keluarga”. Dia mengaku tidak tahu mengapa Bahasyim mengosongkan enam rekeningnya dan memindahkan ke rekening keluarganya. “Itu hak Pak Bahasyim,” katanya.

Seperti diberitakan, Bahasyim didakwa melakukan korupsi senilai Rp 1 miliar saat menjabat Kepala Kantor Pemeriksaan dan Penyidikan Pajak Jakarta Tujuh tahun 2005. Mantan kepala kantor di beberapa kantor pajak dan pejabat di Bappenas itu juga didakwa melakukan pencucian uang senilai Rp 932 miliar.

10000 Wisatawan Masih Rajin Mengunjungi Maluku Tahun 2010


Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Maluku tahun 2010 hampir 10.000 orang. Jumlah ini tertinggi sejak kerusuhan melanda Maluku 10 tahun silam. Hal ini terutama karena acara Sail Banda bulan Juli-Agustus lalu.

Kepala Dinas Pariwisata Maluku Florence Sahusilawane mengatakan hal itu di sela-sela acara Maluku Travel Fair 2010 yang dibuat Asosiasi Agen Perjalanan Wisata (Asita) Maluku bersama maskapai penerbangan Garuda Indonesia di Ambon, Maluku, Selasa (14/12).

Sementara itu, kondisi pariwisata DI Yogyakarta berangsur pulih meski status Gunung Merapi masih Siaga. Kunjungan wisatawan domestik ke Keraton Yogyakarta bahkan sama seperti sebelum erupsi Merapi. Wisatawan mancanegara diperkirakan akan kembali setelah status Merapi normal.

Demikian menurut pengelola Museum Keraton Yogyakarta, Brahmana, dan Kepala Dinas Pariwisata DIY Tazbir.

Beragam kegiatan digelar Dinas Pariwisata DIY untuk mendongkrak kunjungan wisatawan ke DIY.

Untuk liburan Natal dan Tahun Baru, tingkat pemesanan hotel di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, mencapai 50 persen. Semua kamar diperkirakan akan habis dipesan. Tahun lalu tingkat hunian 100 persen.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Singkawang Mulyadi Qamal, Selasa, mengatakan, obyek wisata baru membuat kunjungan wisata ke Singkawang meningkat, yaitu Zinka Zoo dan Rindu Alam melengkapi Pantai Pasir Panjang yang sudah lebih dulu terkenal.

Moda transportasi

PT Kereta Api Indonesia (KAI) memperkirakan volume penumpang kereta api selama Natal dan Tahun Baru 2011 mencapai 2.007.357 orang, meningkat 0,5 persen ketimbang tahun lalu yang 1.998.140 penumpang.

Kepala Humas PT KAI Sugeng Priyono, Selasa, di Bandung mengatakan, curah hujan tinggi berpotensi menyebabkan banjir dan longsor di beberapa titik perjalanan. Untuk itu, pihaknya menyiapkan lokomotif cadangan, crane, dan alat material untuk siaga, seperti pasir, bantalan kayu bekas, dan jembatan darurat.

Arus penumpang kereta api dari Purwokerto, Jawa Tengah, ke Jakarta diprediksi melonjak menjelang masa pergantian tahun