Categories
Bencana Alam Pencinta Lingkungan

Permukaan Tanah Di Jakarta Akan Turun 6,6 Meter pada Tahun 2030


Kondisi permukaan tanah wilayah Jakarta diprediksi akan mengalami penurunan secara signifikan mencapai 6,6 meter pada 2030. Pada periode 1974 hingga 2010, tanah Jakarta telah turun hingga 4,1 meter.

Hal itu terungkap dari hasil kajian yang dipaparkan Jakarta Coastal Defence Strategy (JCDS) dalam Workshop Draft Atlas di Hotel Le Meridien, Jakarta, belum lama ini.

Berdasarkan hasil kajian JCDS itu, kondisi penurunan tanah akan terjadi di wilayah Muara Baru, Cilincing, Jakarta Utara. Daerah lain meliputi Cengkareng Barat, penurunan tanah terjadi hingga 2,5 meter, Jalan Daan Mogot 1,97 meter, Ancol 1,88 meter (titik pantau di area wisata Ancol), Cempaka Mas 1,5 meter, Cikini 0,80 meter, dan Cibubur 0,25 meter.

Hasil pemetaan dan pengamatan pantai Jakarta yang dilakukan JCDS itu akan dijadikan rujukan pembangunan tanggul laut raksasa untuk mengatasi banjir dan menghindarkan Ibu Kota dari ancaman tenggelam pada 2025. Namun dibanding periode tersebut, penurunan tanah ini diprediksi akan makin parah di tahun-tahun mendatang.

Hal itu akan terjadi menyusul masih tingginya penggunaan air tanah. Menanggapi hal itu, Gubernur DKI Fauzi Bowo, tidak menampik fenomena alam itu telah masuk dalam tahap mengkhawatirkan.

Pihaknya memerlukan terobosan baru untuk mengatasi hal ini. Di antaranya, dengan membangun bendungan raksasa (giant sea wall) di sepanjang utara Jakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s