Setelah Kasus Gayus Terkuak Ternyata Tidak Membuat Aparat Pajak Takut, PPATK Menemukan Pegawai Pajak Yang Bertransaksi 27 Milyar


Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Yunus Hussein menyatakan pegawai Ditjen Pajak yang diketahui memiliki transaksi senilai Rp 27 miliar melakukan penghilangan jejak melalui transaksi anak dan istri, pembelian unit link, dan reksadana.

“Biasanya mereka muter-muter. Modusnya lewat anak-istri, beli unit link, dan reksadana,” ujar Kepala PPATK Yunus Hussein dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi Hukum DPR RI, hari ini (16/2).

Sebelumnya, PPATK melaporkan pada Komisi Hukum telah melakukan analisis terhadap transaksi mencurigakan yang dilakukan oleh pegawai Pajak Analisis dilakukan tidak hanya pada pegawai yang tercatat aktif, tapi juga terhadap keluarga pegawai, termasuk istri, anak, dan beberapa kerabat dekat, serta pensiunan pegawai.

Data yang digunakan adalah daftar nama pegawai Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan RI periode tahun 2010, yang diperoleh PPATK dengan mencocokkan pada database PPATK dari 2004 hingga 2010. Total ada 3.616 rekening pegawai Pajak dan 12.089 anggota keluarganya.

Dari Laporan Transaksi Keuangan Tunai (LTKT) dan Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan (LTKM) yang diterima PPATK, pegawai melakukan transaksi tunai dalam jumlah besar dan tidak sesuai profil pegawai yang dimaksud.

Nilai transaksi signifikan yang diketahui antara Rp 500 juta-Rp 7 Miliar yang dilakukan dalam 1 transaksi, di mana terdapat salah satu transaksi tunai dengan total senilai Rp 27 miliar, dalam beberapa kali transaksi setor tunai. Transaksi tersebut dilakukan oleh seorang pegawai Pajak.

Yunus melanjutkan, modus berupa penarikan tunai baik atas nama pegawai yang bersangkutan atau atas nama anak-istri, tanpa didukung adanya dasar transaksi yang memadai (underlying transaction).

Temuan tersebar di segi wilayah maupun dari jenjang jabatan. Mulai dari Kepala seksi, Kepala Kantor Pratama, hingga pejabat eselon II di lingkungan Pajak. “Eselon III level gayus ada. Direktur juga ada. Cakupannya seperti itu,” ujar Yunus.

Temuan ini, kata Yunus, sudah diketahui Dirjen Pajak Fuad Rahmany. “Ada yang dia tahu ada yang dia tidak tahu. Irjennya ada yang tahu, ada yang tidak,” tutur Yunus.

One response to “Setelah Kasus Gayus Terkuak Ternyata Tidak Membuat Aparat Pajak Takut, PPATK Menemukan Pegawai Pajak Yang Bertransaksi 27 Milyar

  1. Kekuatan FreeMason Yahudi bermain di balik masalah Gayus Tambunan, dll.?
    Semua orang sepertinya berusaha untuk saling menutupi agar kedok anggota mafia FreeMason utamanya tidak sampai terbongkar.
    Jika memang benar demikian, maka tidak akan ada yang bisa menangkap dan mengadili Gembong tersebut -di dunia ini- selain Mahkamah Khilafah!
    Mari Bersatu, tegakkan Khilafah!
    Mari hancurkan Sistem Jahiliyah dan terapkan Sistem Islam, mulai dari keluarga kita sendiri!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s