Serangan Ulat Bulu Yang Mengganas Akhirnya Menyerang Daerah Rungkut Surabaya


Ulat bulu yang sempat dikhawatirkan banyak warga di sejumlah daerah di Provinsi Jawa Timur, kini juga mulai ditemukan di Kota Surabaya, khususnya di Kelurahan Kalianak, Kecamatan Krembangan dan kelurahan Wonorejo, Kecamatan Rungkut, Minggu (17/4/2011).

Pantauan di lapangan memperlihatkan, ribuan ulat bulu tersebut terlihat di Jalan Kalianak Timur Gang Belakang. Ulat itu terlihat di sebuah lahan kosong di belakang rumah salah satu warga, yakni Santoso. Warga setempat baru mengetahui ada ulat bulu setelah rumah warga yang berdampingan dengan tanah kosong itu dimasuki ulat yang masuk dari lubang angin.

Sementara itu, ulat bulu di Wonorejo, Rungkut menyerang pepohonan seperti pohon perdu dan pohon sonerasia. Kebanyakan pohon tersebut berada di sekitar Bosem Wonorejo. “Ulatnya berbulu, bikin gatal dan warnanya kuning. Ulat-ulat ini jarang sekali menyerang pohon lainnya,” kata salah satu petani Wonorejo, Muhson.

Meski demikian, lanjut dia, ulat tersebut berbeda dengan ulat bulu di Kabupaten Probolinggo dan beberapa daerah lainnya di Jatim. Di Probolinggo, ulat bulu menyerang pohon mangga, sedangkan di Surabaya, ulat menyerang pohon perdu dan pohon sonerasia.

Biasanya, ulat ini akan reda dengan sendirinya ketika musim hujan reda atau rentang waktunya satu bulan. Setelah ulat hilang, daun akan tumbuh kembali. Untuk saat ini, katanya, ulat tidak sampai menyerang ke rumah warga.

Mendapati hal itu, Kepala Dinas Pertanian Surabaya, Syamsul Arifin, memerintahkan anak buahnya untuk menyemprot ulat-ulat tersebut agar tidak sampai menganggu ke pemukiman.

“Di Wonorejo, sudah disemprot dengan pestisida organik. Sekarang tinggal di Kalianak. Saya sudah memerintahkan supaya segera disemprot,” kata Syamsul.

Namun, Syamsul mengingatkan kepada masyarakat supaya tidak khawatir. Menurut dia, ulat bulu dibutuhkan untuk menyeimbangkan ekosistem. Ulat tidak boleh dimusnahkan semuanya karena ada keuntungan dari ulat ini untuk tanaman.

Syamsul mencontohkan saat ulat ini menyerang pohon apukat, yaitu menghabiskan daunnya, tetapi buahnya malah lebat. Begitu juga ulat yang menyerang tanaman anggur. “Masalahnya, kalau ke rumah warga harus dikendalikan. Memang, kalau terlalu banyak menjijikkan,” ujarnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s