Kronologi Lengkap Pengadaan Pesawat Merpati MA-60 Buatan China Yang Diduga Penuh Korupsi


Proses pengadaan pesawat MA-60 milik PT Merpati Nusantara Airlines buatan Xi’an Aircraft International Company selama delapan tahun menuai kontroversi. Mulai dari harga yang terlalu mahal, kualitas barang yang buruk, sampai negosiasi ulang kontrak yang berlarut-larut. Sabtu, 7 Mei pekan lalu, satu pesawat malah jatuh di Kaimana, Papua Barat.

Bagaimana sebenarnya seluk-beluk pengadaan pesawat jenis MA-60 itu? “Mulai dari 2002 sampai 2010, ada beberapa tahapan,” ujar Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Mustafa Abubakar dalam jumpa pers seusai sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, Kamis, 12 Mei 2011.

Ia menguraikan, ada lima tahap yang telah dilalui, yakni penjajakan, pematangan pengadaan, penyerahan dan penggunaan, evaluasi harga dan perubahan kontrak, serta renegosiasi.

Berikut rinciannya:

– 2002
Xi’an mulai mempromosikan MA-60 yang dianggap cocok untuk penerbangan jarak pendek, sesuai dengan geografis Indonesia.

– Agustus 2005
Dalam the 7th International Indonesia-China Joint Commission Meeting on Economic Trade and Technical Cooperation di Beijing, Cina, pemerintah Cina menyatakan bersedia memberi concessional loan alias pinjaman lunak untuk
pengadaan MA-60.

– 14 September 2005
Direktur Operasi Merpati menyampaikan persyaratan pengajuan pembelian pesawat kepada Kedutaan Besar Cina di Jakarta.

– 24 November 2005
Direktur Utama Merpati menandatangani nota kesepahaman dengan Xi’an.

– 3 Maret 2006
Direktur Utama Merpati menyampaikan permohonan persetujuan rencana bisnis kepada Menteri Negara BUMN untuk ditindaklanjuti ke Bappenas dan Departemen Keuangan.

– 22 Mei 2006
Direktur Utama Merpati memohon persetujuan Menteri Negara BUMN atas pemanfaatan fasilitas concessional loan dari pemerintah Cina untuk pengadaan 15 unit pesawat MA-60 untuk proses lebih lanjut di Bappenas.

– 9 Mei 2006
Sertifikasi validasi untuk MA-60 dari Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara Departemen Perhubungan.

– 7 Juni 2006
Penandatanganan kontrak pembelian antara Merpati dan Xi’an untuk pemberlian 15 unit pesawat senilai total US$ 232,44 juta. Kontrak itu berlaku efektif jika Merpati telah mendapat persetujuan dari pemerintah Indonesia.

– 27 September 2006
Dewan Komisaris Merpati mendukung pengadaan 15 unit pesawat MA-60 melalui concessional loan.

Menteri Negara BUMN menyetujui pengadaan melalui concessional loan US$ 225 juta, jangka waktu 15 tahun, grace period 3 tahun, dan bunga maksimal 3 persen per tahun.

– 28 November 2006
Merpati menandatangani nota kesepahaman dengan Xi’an untuk penyewaan satu sampai tiga pesawat MA 60.

– 22 Mei 2007
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional menyetujui pembiayaan pengadaan dari SLA Loan senilai US$ 232,44 juta, dan telah disetujui untuk dimasukkan dalam blue book 2006-2009.

– 28 Juni 2007
Menteri Negara BUMN mendukung Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dalam rencana pengadaan pesawat melalui skim SLA pemerintah Cina.

– 5 Agustus 2008
Government Concessional Loan Agreement for the Procurement of Aircraft for National Airbridge Project ditandatangani pemerintah Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Hutang Departemen Keuangan dengan perwakilan pemerintah Cina dan Export-Import Bank of China.

– 28 Agustus 2007
Penyerahan pertama dua unit pesawat MA 60 dengan pola sewa operasional. Certificate of acceptance ditandatangani oleh Merpati pada hari yang sama.

– 13 Mei 2008
Direktur Pengelolaan Penerusan Pinjaman Departemen Keuangan menyampaikan kepada Direktur Pendanaan Luar Negeri Bilateral Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional tentang indikasi kemampuan Merpati dalam mengembalikan pinjaman SLA.

– 19 Agustus 2008
Xi’an mengirim surat kepada Direktur Utama Merpati, berasumsi kontrak penjualan efektif pada 5 Agustus 2008. Pemerintah Indonesia berpendapat kontrak belum efektif.

– 8 Mei dan 12 Agustus 2009
Laporan penggunaan dua unit pesawat MA 60 menunjukkan terjadi keretakan pada pemegang batang ekor vertikal pesawat (rudder).

Xi’an lantas mengubah proses produksi pengikat batang ekor vertikal, termasuk mengganti material, di mana otoritas penerbangan sipil Cina mengesahkan perubahan itu dan menjamin keamanan dan keselamatannya.

– 14 Agustus 2009
Direktur Jenderal Perhubungan Udara menyatakan MA-60 yang sebelumnya di-grounded telah memenuhi persyaratan kelaikan udara berdasarkan service bulletin.

– 7 Juni 2006
Kontrak awal menyebut harga satu unit pesawat beserta peralatan pendukung (meliputi airborne equipment, buyers optional equipment, training device, dan crews and engineers training) adalah US$ 14,1 juta.

– 2008
Hasil kajian tim restrukturisasi Merpati yang dilakukan oleh PT PPA, harga pesawat MA 60 berkisar antara US$ 11-12,5 juta per unit.

– 4 September 2008
Direktur Utama Merpati menyampaikan arahan Wakil Presiden Jusuf Kalla kepada Menteri Keuangan dan Kepala Bappenas, bahwa G to G Loan Agreement berdasar skema jual beli perlu diubah menjadi G to G Loan Agreement dengan skema sewa.

– 27 Agustus 2008
Xi’an menyatakan kontrak pembelian telah berlaku efektif, bentuk kerja sama pengadaan semula jual beli tidak dapat diubah menjadi sewa, dan Xi’an siap menyerahkan 13 pesawat lainnya.

– 8 September dan 12 September 2008
Bank Exim Cina menyampaikan surat kepada Menteri Keuangan dan Wakil Presiden Indonesia, meminta mempercepat proses SLA untuk pengadaan 15 pesawat.

– 24 September 2008
Menteri BUMN mengirim surat pada Menteri Koordinator Perekonomian, Menteri Keuangan, dan Kepala Bappenas, menyampaikan untuk melakukan pembentukan tim negosiasi, termasuk menegosiasikan harga dan jaminan keandalan pesawat, serta mengusulkan komposisi SLA 50 persen dan tambahan PMN 50 persen.

– 16 Oktober 2008
Xi’an mengirim surat pada Merpati agar menghentikan operasi dua pesawat MA 60. Jika sampai 5 November 208 Merpati tak memberi tanggapan, Xi’an akan mengajukan arbitrase ke SIAC.

– 13 November 2008
Tim Restrukturisasi Merpati menyampaikan surat kepada Xi’an tentang kondisi Merpati dan meminta agar dilakukan perubahan terms and conditions yang memungkinkan bagi Merpati mengoperasikan pesawat MA 60.

– 14 November 2008
Xi’an menyatakan kepada Tim Restrukturisasi bahwa 13 pesawat MA 60 siap dikirim dan sudah 4 bulan diparkir.

– 16 Desember 2008, 19 Maret 2009, 15 April 2009
Dilaksanakan negosiasi ulang antara tim Pemerintah Cina dan tim restrukturisasi Merpati.

– 24 April 2009
Laporan Hasil Negosiasi dari Ketua Tim Restrukturisasi Merpati kepada Menko Perekonomian/Menkeu, Menneg BUMN, dan Menteri Perdagangan:
a. Tim Restrukturisasi Merpati meminta delivery time dilakukan secara bertahap sesuai dengan jumlah pilot (5 unit di Mei 2009, masing-masing 2 unit di Juni dan Juli 2009). Serta masing-masing 1 pesawat per bulan dari Agustus hingga November 2009). Tim Pemerintah Cina menyetujui pengiriman pesawat MA 60 paling lambat sampai dengan akhir September 2009).

b. Tim Restrukturisasi Merpati meminta biaya pengadaan pesawat diturunkan sebesar 68 juta dollar AS untuk menjamin sustainability Merpati, karena harga jual pesawat MA-60 kepada pemerintah RI dinilai terlalu mahal. Tim Pemerintah Cina bersedia mengirimkan surat kepada Menkeu tentang pernyataan harga yang diberikan kepada Merpati adalah harga yang paling baik.

c. Tim Restrukturisasi Merpati mengusulkan kemungkinan pinjaman diberikan dalam fixed rate nilai tukar Yuan-Rupiah. Tim Pemerintah Cina mempertimbangkan untuk memperpanjang masa pinjaman dari 15 tahun menjadi 20 tahun.

d. Tim Restrukturisasi Merpati meminta Tim Pemerintah Cina mengeluarkan perfomance and buyback guarantee terkait kinerja pesawat dalam masa pengoperasikan dan buyback price. Tim Pemerintah Cina tidak menyetujui usulan long life perfomance guarantee karena tidak sesuai dengan standar internasional maupun industri penerbangan.

– 26 Agustus 2009
Persetujuan Menneg BUMN atas business plan dan restrukturisasi utang perusahaan.

– 23 Maret 2010
Surat Deputi Bidang Usaha Logistis dan Pariwisata a.n. Menteri Negara BUMN kepada Kepala BPKP yang meminta BPKP melaksanakan compliance audit atas proses pengadaan pesawat MA 60.

– 9 April 2010
Laporan Hasil Audit BPKP, dengan pokok-pokok rekomendasi:
a. Mengusulkan untuk melakukan negosiasi ulang tentang harga kontrak

b. Mengusulkan agar meminta jaminan atas kerusakan yang belum diketahui saat ini dan diperkirakan akan terjadi dalam 5 sampai dengan 10 tahun mendatang.

c. Memastikan side letter to purchase contract of MA 60 aircraft menjadi bagian tidak terpisahkan dari kontrak.

– 16 April 2010
Amandement to Purchase Contract of MA 60 Aircraft antara Merpati dan Xi’an, dengan pokok-pokok sebagai berikut:
a. Xi’an bertanggung jawab penuh dan memberikan garansi atas spare part dan komponen pesawat MA 60 serta airworthiness certification selama 25 tahun sejak tanggal delivery.

b. Xi’an memberikan garansi buyback pesawat sesuai dengan nilai sisanya apabila pesawat MA 60 dihentikan pengoperasiannya yang disebabkan karena kegagalan desain atau proses fabrikasi dan tidak dapat diperbaiki oleh Xi’an.

c. Harga pesawat per unit menjadi 11,206 dollar AS ditambah buyers optional equipment 800.000 dollar AS sehingga total menjadi 12,006 juta dollar AS per unit.

d. Side letter to Purchase Contract of MA 60 Aircraft (28 Januari 2010) menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Amandemen Kontrak Pembelian tersebut.

– 7 April 2010
MoU antara Merpati dan PT Dirgantara Indonesia dan Xi’an:
a. Antara Merpati dan Xi’an, disepakati Merpati menjadi satu-satunya yang melakukan pemeliharaan dan perbaikan untuk regional melalui Merpati Maintanance Facilities (MMF).

b. Kedua belah pihak juga setuju untuk menggunakan simulator yang disediakan oleh Xi’an kepada Merpati (free of charge) untuk training pilot dan engineers maintanance untuk industri aviasi Indonesia dan operator MA 60 di Indonesia dan regional

c. Antara Xi’an dan PT DI, kerja sama riset dan pengembangan, pembangunan dan pemasaran turboprop 50-60 seater produk Cina dan turboprop 21-44 seater produk PT DI.

d. Xi’an menyetujui menjadikan PT DI sebagai preferred list supplier simulator untuk MA 60.

e. Pertukaran tenaga ahli dari kedua belah pihak

f. PT DI menawarkan kepada Xi’an untuk service overhaul mesin MA 60

– 22 Maret 2010
Menteri BUMN meminta Menteri Perhubungan untuk meminta dilakukan inspeksi teknis terhadap proses produksi pesawat MA 60 di pabrik Xi’an.

– 7 April 2010. Menteri Perhubungan menyampaikan kepada Menteri BUMN bahwa kegiatan sertifikasi tipe validasi telah dilakukan Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara Ditjen Perhubungan Udara Kemhub, dengan dikeluarkannya tipe certificate validation No. AO66 tanggal 11 Mei 2010, Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil telah sejalan dengan ketentuan-ketentuan organisasi penerbangan sipil internasional.

– 16 April 2010
Pemegang saham Merpati (Menteri BUMN dan PT Garuda) menyetujui penerusan pinjaman untuk pengadaan MA 60.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s