Musyawarah Daerah Pengusaha Real Estate Indonesia REI Jawa Timur Berakhir Ricuh Dengan Baku Hantam


Pertemuan para pengusaha semestinya berjalan teratur-rapi, dan para pesertanya berpenampilan necis-berkelas karena mereka umumnya orang-orang dari kalangan menengah-atas serta terdidik. Namun, apa yang terjadi dalam pertemuan para pengusaha real estat/properti Jatim di Surabaya, Rabu (22/6), jauh dari pemandangan seperti itu.

Musyawarah Daerah (Musda) ke-12 Real Estat Indonesia (REI) Jatim sudah mulai menunjukkan tanda-tanda ketidakberesan sejak registrasi/pendaftaran peserta. Ada sejumlah orang yang hendak tanda tangan untuk daftar hadir sebagai peserta, dianulir oleh panitia dan dinyatakan tidak bisa jadi peserta. Statusnya mendadak berubah, ada yang hanya sebagai peninjau, dan bahkan ada yang tidak didaftar sama sekali.

Jika menjadi peninjau, meskipun boleh memasuki arena musda, tapi mereka tidak memiliki hak suara. Padahal, hak suara inilah yang paling menentukan, terutama pada agenda utama musda, yakni pemilihan pengurus REI Jatim periode 2011-2014.

Mereka yang berubah status itu terkejut. Terutama setelah mereka tahu bahwa di antara orang-orang yang terdaftar sebagai peserta ternyata penampilannya mencurigakan. Mereka juga dituding memakai kartu peserta orang-orang yang dianulir.

Jumlah orang mencurigakan yang berhasil masuk arena musda di Hotel Shangri-La ini diperkirakan hampir ratusan. Mereka umumnya berpakaian batik dengan warna hampir seragam, beberapa memakai celana jins sederhana dan sepatu kets (seperti yang dipakai anak sekolah), serta tingak-tinguk berada di ruang ballroom mewah hotel bintang lima.

Fafan Lukita dari PT Fajar Andika Harta menyatakan, dia termasuk di antara 20 orang dari Banyuwangi yang dianulir kepesertaannya saat akan mengisi daftar hadir di musda kemarin. Selain dari Banyuwangi, ada beberapa orang lain dari Jombang dan Surabaya yang gagal jadi peserta musda.

”Sepertinya ada kecurangan dan tidak fair,” kata Fafan di arena musda.

Ada empat nama yang muncul sebagai kandidat ketua REI Jatim periode 2011-2014. Namun, Ketua REI Jatim incumbent Henry J Gunawan dan Erlangga Satriagung (anggota BPP REI Pusat) banyak disebut-sebut sebagai dua kandidat terkuat.

Ketua Panitia Musda Nurwakhid menuturkan, dari total 464 anggota yang memenuhi syarat, terdapat 408 anggota yang memiliki hak suara. Dari Jumlah itu, hanya 318 suara diambil dari kehadiran anggota.

Meski ada protes, toh situasi masih relatif terjaga sehingga acara pembukaan musda oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) REI, Setyo Muharso, berlangsung sesuai rencana.

Saat jeda pembukaan sekitar pukul 12.00 WIB, tanda-tanda ketidakberesan itu rupanya sudah tercium oleh para pengurus dan kubu-kubu kandidat yang saling bersaing. Karena itu, waktu rehat digunakan oleh panitia dan para kandidat ketua REI untuk bermusyawarah secara tertutup dengan pihak kepolisian. Kapolda Jatim Irjen Pol Untung S Radjab yang datang ke lokasi, ikut memantau rapat tertutup yang diadakan di sebuah ruangan di lantai 12 Shangri-La.

Sementara itu, di depan ballroom sekitar 25 orang yang berpakaian safari gelap berjaga-jaga. Kemudian dilakukan pengusiran terhadap para peserta ‘palsu’ yang jumlah sekitar 100 orang. Mereka yang datang berombongan dengan dua bus itu digiring keluar ballroom, dan kemudian dibawa polisi keluar hotel.

“Pengembang palsu keluar, keluar!” teriak salah seorang peserta yang menyaksikan.

Setelah berada di sekitar parkir hotel, ada beberapa peserta ‘palsu’ itu yang ngibrit menuju jalan raya Mayjen Sungkono, dan langsung mencegat angkutan umum untuk pergi.

Ada peserta yang kemudian mengaku blak-blakan bahwa mereka bukan dari komunitas pengusaha REI, tapi sekadar disuruh untuk datang ke Musda REI. Dia disuruh oleh orang yang mengaku sebagai pendukung salah-satu kandidat.

Setelah rapat tertutup panitia dan kubu para kandidat, pada pukul 14.30 WIB sidang pleno I dalam rangka musda dimulai. Para kandidat kuat Erlangga Satriagung dan Henry Gunawan kembali memasuki ballroom.

Henry enggan melayani pertanyaan wartawan. Bahkan ketika dimintai klarifikasi soal masuknya peserta siluman, Henry mengatakan bahwa semua yang diundang memiliki hak suara. Ia tak memberi jawaban ketika ditanyakan apakah peserta siluman tersebut suruhan orang kubunya. Henry justru balik bertanya,”Siapa yang mengerahkan massa?”

Sidang pleno I pun akhirnya dilangsungkan. Di sinilah keributan kembali terjadi. Karena saat sidang dibuka oleh Taufik Iman Santoso, sejumlah peserta interupsi. Sebagian besar memprotes karena sebagai peserta yang sah hanya mendapat jatah sebagai peninjau. Sidang pun akhirnya diskors sementara.

“Untuk peserta yang belum teregister harap segera menghubungi panitia dan sidang diskors selama 15 menit,” kata Taufik.

Emosi peserta kongres tersulut ketika peserta protes tidak ada panitia yang melayani peserta. Karena situasi sudah semakin panas, peserta meminta agar Henry selaku Ketua DPD REI Jatim mengambil alih sidang. Namun permintaan tersebut tidak ditanggapi, bahkan Henry pergi meninggalkan arena sidang.

Melihat itu, emosi peserta memuncak. Seperti ada yang mengomando, sejumlah peserta langsung maju ke hadapan meja sidang. Aksi cek-cok pun terjadi hingga berakhir dengan saling baku hantam.

“Ketua DPD harus bertanggung jawab, karena situasi sudah tidak menentu. Hai, Henry jangan lari,” teriak salah satu peserta.

Sejumlah petugas kepolisian yang berjaga di luar ruangan langsung masuk ke ruangan sidang dan melerai kericuhan tersebut. Dua orang yang diduga penyulut kericuhan itu langsung diamankan petugas.

Melihat Henry pergi, Taufik bermaksud menggantikan posisi pemimpin sidang. Sayangnya peserta tetap menolak. Bahkan, sebagian peserta tak sabar dengan menyeret Taufik ke luar arena sidang.

Melihat kegaduhan tersebut, sejumlah pria berseragam safari ikut melerai peserta, dan sebagian juga terlihat bersitegang dengan peserta yang lain.

Melihat situasi yang kian ricuh petugas keamanan meminta semua pria berpakaian safari tersebut keluar meninggalkan hotel. “Yang berpakaian safari cepat keluar!” teriak salah satu petugas. Para pria bersafari itu diduga dikerahkan oleh salah-satu kubu kandidat.

Setelah buntu hingga sekitar pukul 16.30, panitia kembali melanjutkan sidang Pleno I. Sesuai permintaan peserta, akhirnya pimpinan sidang Nurwakhid memutuskan untuk menunda sidang pleno pada Kamis (23/6) hari ini, dan menyerahkan sidang ke DPP REI.

Sementara itu, beberapa peserta nyeletuk bahwa Musda REI Jatim ini tak ubahnya seperti kongres PSSI, yang mengalami kebuntuan beberapa kali akibat ricuh di arena kongres.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s