Menjelang Bulan Ramadhan Peredaran Daging Tidak Layak Konsumsi Berformalin Marak Kembali

Permintaan daging menjelang Bulan Ramadhan dipastikan tinggi. Pemprov DKI Jakarta harus memastikan daging yang dipasok ke pasar tradisional bebas penyakit. Untuk memastikan kondisi daging layak konsumsi, aparat pemrov harus melakukan pengawasan pasokan dengan ekstra ketat. Sebab, peredaran daging tak layak konsumsi di Jakarta masih sangat marak. Terakhir, penemuan ayam berformalin di Pasar Klender, Jakarta Timur pada pekan lalu. Kemudian, juga penemuan 5 ekor Kambing dari daerah Sukabumi di wilayah Jakarta Selatan, yang tidak disertai surat keterangan kesehatan.

“Kami minta Dinas Kelautan dan Perikanan serius mengawasidaging tak layak konsumsi. Terlebih, menjelang bulan Ramadhan kebutuhan masyarakat akan daging dipastikan meningkat,” kata Dwi Rio Sambodo, anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta. Rio menilai, sistem pengawasan dan penindakan yang dimiliki Dinas Kelautan dan Perikanan tidak berfungsi sama sekali. arena, seandainya berfungsi, peredaran daging-daging yang membahayakan kesehatan masyarakat tersebut pasti bisa dicegah. Dan warga Jakarta dapat bisa tenang dalam menikmati daging yang dikonsumsinya. “Hal ini harus menjadi perhatian serius dari dinas tersebut. Jangan sampai bekerja main-main, karena ini menyangkut kesehatan warga ibu kota,” ujarnya.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menilai, kasus penemuan ayam berformalin dan kambing yang tak dilengkapi surat keterangan sehat hanyalah fenomena gunung es. Karena, diduga masih banyak kasus lain yang tak terungkap. “Penemuan dua kasus ini belum seberapa, pasti banyak kasus lainya yang tak terungkap,” tuturnya.
Anggota DPRD DKI lainya, Hasbiallah Ilyas, mendesak Gubernur DKI Jakarta melakukan evaluasi terhadap kinerja dinas yang terkait pengawasan daging berbahaya. Sebab, ini menyangkut kepentingan masyarakat Jakarta. Jangan sampai, karena lemahnya pengawasan masyarakat menjadi korban. Apalagi, dampak dari daging berformalin sangat berbahaya. “Yakni bisa menyebabkan penyakit kanker bahkan hingga kematian,” tegasnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DKI Jakarta, Ipih Ruyani, mengakui masih adanya daging tak layak konsumsi yang beredar di masyarakat. Untuk itu, ia berjanji terus melakukan pengawasan. Selain itu, kordinasi dengan beberapa instansi terkait dan pemerintah daerah pemasok terkait proses pengiriman pasokan daging ternak seperti ayam dan sapi serta ikan ke wilayah DKI Jakarta. Ternak yang didatangkan dari daerah pemasok harus disertai Surat Keterangan Kesehatan dari dokter hewan daerah asal.

“Kalau tidak ada Surat Keterangan Kesehatan dari dokter hewan daerah asal, maka ternak tersebut atau daging tersebut akan kami tahan,” ucapnya. Ipih menuturkan, stok daging sapi, ayam, dan ikan untuk kebutuhan puasa masih dirasa cukup hingga semester II/2011. Untuk wilayah DKI Jakarta, kebutuhan daging ayam sebanyak 600-800 ribu ekor per hari dan daging sapi 3.400 ton per bulan.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s