Perbedaan Model Catwalk dan SPG Adalah Banyak Cowok Dengan Tangan Iseng Suka Pegang Pegang


Enak mana ya buat peragawati, berlenggak-lenggok di panggung atau berpose dengan mobil baru? Salah satu model kendaraan di IIMS, Cecilia Septriana, punya komentar soal itu. “Masing-masing ada kesulitannya, tapi untuk model kendaraan, kita wajib tahu seluk beluk mobilnya,” kata Cecilia.

Dia mengatakan, di catwalk seorang peragawati tak boleh terpeleset sedangkan saat menjadi model kendaraan, yang bersangkutan juga harus paham dengan mobil yang dipromosikan. “Minimal tahulah sedikit-dikit,” kata Cecilia yang memilih berhenti kuliah untuk konsentrasi di dunia modelling karena kuliah lebih sulit dan bikin pusing.

Tantangan lain menjadi model untuk kendaraan adalah siap mental menghadapi berbagai tipe pengunjung. “Pernah ada pengunjung, pertama-tama nanyain mobil tapi selanjutnya bilang ‘mbak kalau nyewa loe semalam berapa sih,” katanya. Kesal sudah pasti, tapi hanya bisa di dalam hati, kata Cecilia.

Udara yang semakin panas tidak mengeringkan semangat Jessica dan Tata, dua sales promotion girl di salah satu booth outdoor IIMS. Bagi Jessica, gadis berusia 22 tahun yang sedang menyelesaikan tugas akhir kuliah, hawa panas tak terlalu jadi masalah.

“Senang-senang aja sih,” tuturnya. Gadis yang mengaku gemar plesiran itu cuma sedikit memikirkan kulitnya yang setiap hari harus berhadapan dengan panas yang menyengat saat siang. “Bayangin aja, udah pakaiannya kaya gini, gimana nggak gosong,” tukas Jessica.

Rekannya, Tata, menganggap sengatan sinar matahari tak terlalu masalah. “yang parah, kalau ada pengunjung tidak sopan, sudah tidak punya uang buat beli mobil dan tidal punya tata krama pula, cowok apaan tuh” katanya. Tata, mahasiswi teknik planologi, mengemukakan pernah ‘digerayangi’ seorang pengunjung saat foto bersama dengan latar belakang kendaraan yang mereka promosikan.

“Foto ‘bareng’ sih boleh saja, tapi nggak usah pake pegang-pegang daerah sensitif dong’,” kata mahasiswi semester tujuh yang gemar goyang salsa itu. Apa yang terpikir pertama kali oleh mereka jika telah menyelesaikan tugas selama pameran? “Tidur!” seloroh keduanya penuh semangat

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s