Categories
Kriminalitas

Hati Hati … Menjelang Ramadhan Banyak Perampok Menyamar Menjadi Pedagang Untuk Amati Kondisi Rumah Sebelum Dirampok


Menjelang bulan Ramadhan, aksi perampokan kembali terjadi di Perumahan Taman Narogong Indah Blok A9, Jalan Raya Taman Narogong Jembatan 2, RT 09 RW 07, Kelurahan Pengasinan Kecamatan Rawa Lumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat pada Selasa (26/7/2011) sekitar pukul 09.00.

Seorang pembantu rumah tangga bernama Ani (21) menjadi korban dengan luka bacok di bagian pinggang kanan belakang. Kasat Reskrim Polresta Bekasi Kota, Komisaris Dedy Murti Haryanto, mengatakan bahwa aksi perampokan yang diketahui dilakukan oleh Nan (21) telah direncanakan jauh-jauh hari. Nan ditangkap di rumahnya yang berjarak 500 meter dari tempat kejadian.

“Dia sudah merencanakan jauh-jauh hari dan sudah dia siapkan sedemikian rupa,” ucap Dedy, Selasa (26/7/2011), saat dihubungi wartawan.

Dedy menuturkan, Nan yang bekerja sebagai penjual tabung gas dan galon air dekat tempat kejadian memantau aktivitas rumah milik seorang dokter Rumah Sakit Polri tersebut. “Dia pantau kalau setiap jam 9 pemilik rumah mengantarkan anaknya sekolah jadi rumah kosong tinggal pembantunya saja,” ucap Dedy.

Dengan rutinitas seperti itulah, pelaku akhirnya nekat melancarkan aksinya Selasa (26/7/2011) pagi. Nan berpura-pura hendak membetulkan tabung gas bocor saat mendatangi rumah korban. “Kebetulan saat itu tabung gas di rumah memang bocor, akhirnya si pembantu memperbolehkan masuk,” tutur Dedy.

Ketika itu, lanjutnya, pelaku sudah mempersiapkan diri dengan pisau dapur yang dibawa dari rumahnya. Lalu, pelaku pun masuk ke dalam dapur dan berpura-pura membetulkan tabung gas. Saat masuk, pelaku sudah menargetkan mengambil sejumlah uang dan ponsel yang tergeletak di ruang tamu.

“Di dapur, dia terus minta obeng ke korban. Saat korban membelakanginya, dia langsung mengancam dan mengeluarkan pisau sambil memegang tangan,” kata Dedy.

Korban kemudian memberontak dan terjadi kejar-kejaran di antara keduanya. Namun sial, Ani terjatuh di dekat ruang makan. Pelaku pun langsung menusuk pinggang korban. Disangka korban sudah meninggal, pelaku kemudian kabur melalui pintu belakang meninggalkan sandal dan pisau yang berlumuran darah. “Dia tidak sempat membawa apa pun,” imbuh Dedy.

Sementara korban yang dikira tewas rupanya berhasil bangkit dan langsung keluar rumah meminta bantuan dari warga setempat. Korban lalu dilarikan ke RS Rawa Lumbu, Bekasi. Sementara polisi menghimpun informasi dari barang bukti, keterangan tetangga, sampai korban. “Dari situ mengarah ke pelaku. Sampai akhirnya kita tangkap dua jam setelahnya di rumahnya yang tak jauh dari lokasi rumah korban,” tutur Dedy.

Pelaku langsung digelandang ke Polresta Bekasi Kota untuk menjalani pemeriksaan. Pelaku dijerat dengan Undang-undang Darurat nomor 12 tahun 1951 tentang Senjata Tajam dan atau pasal 351 ayat 2 juncto pasal 53 jo pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara

Categories
Jakarta Banjir Jalan Jakarta Banjir

Rumah Susun Bulak Wadon Cengkareng Di Jalan Flamboyan Kebanjiran Setinggi 40 CM


Ratusan penghuni Rumah Susun Bulak Wadon, Cengkareng, Jakarta Barat meminta Pemprov DKI Jakarta segera memperbaiki saluran air di lingkungan wilayahnya karena jika hujan kebanjiran. ”Hujan Minggu malam, langsung banjir dan terpaksa warga harus ngangkat sepatu,”keluh Marto, satu penghuni rumah susun.

Tidak hanya 560 penghuni Rusun Bulak Wadon yang harus gulung celana atau angkat sepatu, tapi juga karyawan Kantor Pengadilan Agama mengalami nasib serupa bahkan halaman kantornya kebanjiran. Di bagian dalam kantor ikut juga becek karena pengunjung tidak bisa menghindari banjir.”Kalau banjir datang ke bank atau ke ATM pasti dapat duit, tapi kalau urusan ke pengadilan masalah pasti prihatin karena urusan keretakan rumah tangga,” ucap Sam, satu pengunjung yang tengah berperkara dengan istrinya.

Banjir yang menggenangi sepanjang Jl. Flamboyan merupakan jalan satu satunya bagi warga baik dari Rusun Bulak wadon ataupun ke pengadilan Agama, kedalaman air mencapai 20Cm sampai 40 Cm. Sebagian besar anak-anak sekolah tak bisa menggunakan sepeda motor karena akan mogok.

Lebih parah lagi genangan air itu bercampur sampah karena tak jauh dari lokasi ini merupakan pembuangan lokasi sampah sementara (LPS) dan sampah yang semula memenuhi saluran air menyembul mengotori lingkungan. ”Tujuh lokasi jalan di wilayah ini terputus dan sampai 21 tahun ini belum ada kelanjutannya.Seperti jalan di RT 001,002,007,008 dan 009/10.

Secara terpisah Wakil Camat Cengkareng, Dirhamul N.menjelaskan , pihak kecamatan selalu melanjutkan usulan warga melalui Musyawarah Pembangunan (musrenbang) sampai ketingkat kota. ”Baru tahun lalu sebagian lingkungan sudah dibuat jalan sistim cor, lokasi lainnya mungkin bertahap.”katanya.

Categories
Beragama

Muhammadiyah Umumkan Awal Ramadhan 1 Agustus 2011 dan Puasa Hanya 29 Hari


Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan awal ramadhan atau 1 Ramadhan 1432 H jatuh Senin Legi, 1 Agustus 2011. Sedangkan 1 Syawal 1432 H akan jatuh pada hari Selasa Kliwon 30 Agustus 2011. Dengan demikian puasa yang akan dijalankan warga Muhammadiyah hanya 29 hari.

Hal itu diungkapkan Ketua PP Muhammadiyah, Yunahar Ilyas kepada wartawan di kantor di Jl Cik Ditiro Yogyakarta, Kamis (14/7/2011).

“Dari hasil hisab Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadhan 1432 H jatuh Senin Legi 1 Agustus 2011,” kata Yunahar.

Berdasarkan hitungan hasil hisab hakiki ramadhan, syawal dan dzulhijah oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah lanjut Yunahar, puasa tahun ini selama 29 hari. Dengan demikian 1 Syawal 1432 H jatuh pada hari Selasa Kliwon 30 Agustus 2011. Sedangkan 1 Dzulhijah 1432 H jatu pada hari Jumat Wage 28 Oktober 2011.

“Hari Arafah 9 Dzulhijah jatuh hari sabtu Pahing 5 November 2011 dan Idul Adha 10 Dzulhijah jatuh Ahad Pon 6 November 2011. Semua telah dihitung oleh tim ahli hisab Muhammadiyah,” kata Yunahar didampingi Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid, Oman Fathurahman.

Oman mengatakan Ijtimak menjelang Ramadhan 1432 H terjadi pada hari Ahad Kliwon 31 Juli 2011 pukul 01:41:00 WIB. Tinggi hilal pada saat matahari terbenam di Yogyakarta minus 7 derajat. Dengan demikian berarti hilal sudah wujud dan di seluruh Indonesia pada saat matahari terbenam hilal sudah di atas ufuk.

“Saya kira untuk awal puasa atau 1 ramadhan sampai saat ini tidak ada perbedaan yakni Senin 1 Agustus. Sedangkan hitungan 1 Syawal dan 1 Dzulhijah, Muhammadiyah sudah menetapkan semuanya,” kata Oman.

Yunahar menambahkan PP Muhammadiyah meminta kepada seluruh warga Muhammadiyah di seluruh Indonesia untuk tetap berpegang teguh sesuai hasil hisab majelis tarjih dan tajdid PP Muhammadiyah. Saat ini PP Muhammadiyah juga sudah memberitahukan hasil hisab awal ramadhan itu kepada seluruh Pengurus Daerah (PD) dan Pengurus Wilayah (PW) Muhammadiyah seluruh Indonesia.

“Untuk tempat salat Idul Fitri dan Idu Adha yang akan digunakan hendaknya yang representatif dan sudah biasa digunakan serta memberitahukan kepada pemerintah/instansi setempat,” imbau Yunahar.

Mengenai adanya sweeping yang akan dilakukan oleh kelompok atau ormas Islam lainnya. Yunahar mengatakan Muhammadiyah menghormati orang yang sedang menjalankan puasa dan menghormati orang yang tidak sedang berpuasa. Muhammadiyah juga menyadari hidup di masyarakat yang majemuk sehingga tidak bisa memaksakan kehendak kepada orang lain.

“Kami hanya mengimbau agar orang yang tidak berpuasa untuk tidak provokatif atau demontratif sehingga dapat mengundang atau menimbulkan hal-hal yang tidak kita inginkan,” pungkas dia.

Categories
Berbudaya Kriminalitas Pendidikan

Pengeroyokan Lima Pelajar Putri SMP Samarinda Kepada Seorang Remaja Putri Dikuburan Merebak Di “YouTube


Satu video kekerasan yang dilakukan sekelompok wanita muda yang diduga pelajar beberapa SMP di Samarinda, Kalimantan Timur, beredar melalui situs youtube.

Dalam video berdurasi 53 detik itu diperlihatkan, lima wanita yang diperkirakan berusia 13 hingga 15 tahun mengelilingi seorang remaja putri lainnya. Selama 53 detik, pengunduh diberikan adegan-adegan penganiayaan seorang remaja puteri yang tidak berdaya melawan lima perempuan pengeroyoknya di satu pemakaman itu.

Para pelaku terlihat memukul, menendang bahkan ada yang menjambak rambut korban hingga remaja putri itu tersungkur di lantai areal sebuah pemakaman.

Pada adegan akhir rekaman itu, korban berhasil kabur saat kelima pelaku lengah namun masih terus dikejar oleh kelima pelaku.

“Aksi yang terekam melalui kamera telepon genggam itu diperkirakan berlangsung pekan lalu di komplek pemakaman warga Tionghoa di Jalan Gerilya Samarinda Utara. Salah seorang pelaku kemungkinan sengaja merekam aksi kekerasan itu hingga kemudian menyebar melalui youtube serta telepon genggam,” ungkap seorang warga Samarinda, Adi, Minggu.

Dari informasi yang beredar, kata Adi, pengeroyokan yang dilakukan lima remaja putri tersebut merupakan buntut perkelahian yang dilakukan korban kepada salah satu dari lima pelaku.

“Sebelumnya, korban juga memukul salah satu pelaku kemudian dibalas. Tidak diketahui motif pemukulan itu namun yang jelas, kelima pelaku mapun korban tidak menggunakan seragam sekolah. Tapi, menurut informasi semuanya masih merupakan pelajar SMP dari beberapa sekolah di Samarinda,” kata Adi.

Kasus kekerasan yang sudah menyebar melalui youtube dan telepon genggam serta jejaring sosial lainnya itu sudah ditangani pihak Polresta Samarinda.

“Baik korban maupun pelaku telah kami mintai keterangan terkait kasus pengeroyokan itu,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Komisaris Arif Budiman, membenarkan peristiwa pengeroyokan antarpelajar putri itu.

Selain memeriksa korban dan pelaku polisi juga telah menyita rekaman aksi kekerasan itu.

“Setelah orang tua mereka dipanggil akhirnya kedua belah pihak setuju masalah itu diselesaikan secara kekeluargaan. Pertimbangannya, mereka masih dibawah umur sehingga masalah ini tidak harus diproses secara hukum apalagi kedua belah pihak sudah sepakat berdamai,” ungkap Arif Budiman

Categories
Bencana Alam Gempa Bumi

Gempa Hebat Sebesar 5,5 Skala Ritcher Guncang Sukabumi


-Gempa berkekuatan 5,5 Skala Richter mengguncang wilayah Sukabumi, Jawa Barat dan sekitarnya.

Informasi yang dihimpun ANTARA News dari Badan Meteorologi, Klimatolotgi dan Geofisika (BMKG) gempa tersebut WIB, 7.52 LS,106.43 BT, 86 km Barat Daya Sukabumi dengan kedalaman 30 Km, namun gempa tersebut tidak berpotensi gelombang pasang atau tsunami.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Perry A Furqon gempa yang terjadi pada pukul 15.23 WIB dengan kekuatan 5,5 SR pihaknya belum mendapatkan laporan adanya kerusakan, tetapi dari informasi, gempa tersebut cukup terasa hampir di seluruh daerah.

“Kami masih melakukan peninjauan dan memantau perkembangan tapi sampai saat ini kami belum menerima laporan adanya kerusakan,” kata Perry kepada ANTARA News, Minggu.

Rojab Asy, warga Kecamatan Warungkiara, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi mengatakan warga berhamburan ke luar rumah saat gempa.

“Gempa terasa cukup kencang dan sempat membuat panik warga sekitar, bahkan yang berkendaraan pun khususnya sepeda motor berhenti dahulu,” katanya.

Categories
Lain Lain

Anas Urbaningrum Bangun Rumah Mewah Senilai 9 Milyar Di Jalan Teluk Langsa Duren Sawit


Serangan yang dilancarkan M. Nazaruddin terhadap Anas Urbaningrum memang bagaikan badai. Tak hanya menuding Anas terlibat dalam kasus Wisma Atlet SEA Games dan proyek Hambalang saja, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat ini juga mengungkit-ungkit harta kekayaan Anas seperti rumah dan mobil-mobil mewah.

Benarkan tudingan Nazaruddin itu? Tentu perlu pembuktian lebih lanjut. Namun, dalam penelusuran Pos Kota, Anas Urbaningrum saat ini disebut-sebut memang sedang membangun rumah tinggal yang cukup besar di Jl. Teluk Langsa, Blok C9 N0. 1 Kompleks TNI Angkatan Laut, Duren Sawit, Jakarta Timur. Pembangunan konon memakan biaya hingga Rp9 miliar. Rumah ini tergolong sangat mewah karena dilengkapi kolam renang, ruang pertemuan (meeting room) dan balkon.

Diperkirakan luas lahannya mencapai seribu meter persegi. Meski belum rampung dibangun, rumah yang berada di RT 006 RW 17 ini, tampak lebih mencolok dan mentereng dibanding rumah-rumah di sekitarnya. Dari pantauan Pos Kota, di dalam proyek tersebut ada bangunan besar bergaya Joglo dan satu bangunan lainnya berlantai dua. Sejumlah pekerja bangunan juga masih sibuk bekerja. Di antaranya ada yang merapikan tembok dan ada pula yang memasang atap. Pada bagian pagar, rumah yang terdiri dari dua kavling ini masih dilapisi seng berwarna hijau muda setinggi 2-3 meter sepanjang 500 meter persegi.

Rumah tersebut dibangun berhadap-hadapan dengan rumah kediaman Anas yang lama di Jl. Teluk Semangka atau hanya dipisahkan jalan kompleks. Warga mengetahui Anas sudah cukup lama tinggal di rumahnya yang juga cukup luas tersebut. Diduga, Anas membangunnya untuk mengumpulkan kader-kader Demokrat. Sebab, tak jarang, jalanan sekitar menjadi macet karena banyak kendaraan parkir, ketika para kader berkunjung ke rumah kediaman Anas.

“Kalau dipisah-pisah, bangunan itu bisa dibagi menjadi tiga rumah. Pembangunannya sudah lebih dari dua bulan,” ujar seorang warga sekitar yang ditemui, Sabtu (23/7).

60 PEKERJA
Menurut dia, rumah yang sedang dibangun ini sebelumnya milik warga, yang akhirnya dibeli oleh Anas. “Kayaknya itu dua rumah yang digabung dan direnovasi menjadi satu,” ujarnya. Salah seorang pekerja kepada Pos Kota, menuturkan, proses pembangunan sudah berlangsung sejak dua bulan yang lalu. Secara fisik, bangunan tersebut tampak cepat dikerjakan, lantaran ada 60-an pekerja yang dipekerjakan. Pada bagian dalam rumah, di antaranya terdapat kolam renang, ruang meeting, dan balkon.

“Saya tidak tahu bangunan ini punya siapa, tapi yang jelas, rumah ini bakal menjadi rumah yang besar. Pada bagian utama bangunan ada kolam renang, ruang meeting, dan juga balkon. Tadinya ini merupakan dua rumah yang direnovasi, dan satu tanah kosong yang dibangun menjadi rumah,” kata pekerja yang mengaku mendapat honor sebesar Rp55 ribu perhari itu.
Kepala Seksi Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) Kecamatan Duren Sawit, Sugeng Widodo, membenarkan bangunan yang ada di Jl. Teluk Langsa itu milik Anas Urbaningrum.

Namun ia tidak dapat memberikan kepastian berapa luas tanah dan berapa biaya pembangunan rumah tinggal tersebut. “Bukan membangun, tapi merenovasi. Sebelumnya itu adalah rumah warga yang sudah dibeli Pak Anas. Bangunannya juga enggak terlalu luas, cuma sekitar 200-300 meter persegi,” katanya. Menurut warga setempat, harga NJOP (Nilai Jual Obyek Pajak) di kompleks itu Rp 2,1 juta. Tetapi, kalau dijual sesuai harga pasaran, bisa mencapai Rp 4 jutaan. Proyek bangunan rumah Anas ini disebut-sebut menelan biaya Rp9 miliar.

TAK MASUK AKAL
Politisi Demokrat I Gede Pasek Suardika yang dikenal dekat dengan Anas, merasa heran ada isu yang menyatakan Anas membeli tanah seluas itu. Namun, dia sendiri mengaku tidak tahu perihal itu, dan juga berita-berita tentang rumah baru Anas yang sedang di bangun yang konon berbiaya Rp 9 miliar. “Lho, soal itu tanyakan langsung ke Pak Anas saja, yang tahu kan beliau,” katanya.

Akan tetapi, lanjutnya, secara logika tidak masuk di akal kalau beli tanah di Jakarta sampai satu hektar, terlebih di kawasan yang sudah padat penduduk. “Susah logikanya. Tapi, saya mohon jangan perlakukan Pak Anas seperti pejabat negara. Beliau bukan pejabat negara. Jangan diutak-atik seperti pejabat yang digaji negara,” katanya.
Kalau Nazaruddin menuding Anas mempunyai banyak mobil mewah, rumah bagus, seharusnya dia sendiri yang harus membuktikan. “Nazaruddin sendiri yang harus membuktikan, jangan omong terus. Dia itu bicaranya kan sudah mencla-mecle,” katanya.

Menurutnya, masyarakat mulai paham, Nazaruddin selalu tidak konsisten. Dia dulu bilang kenal sama Mindo Rosalina, lantas mengaku tidak kenal. Dalam wawancara menyatakan Edhie Baskoro mendapat aliran dana, tapi kemudian diralat sendiri. “Dia itu sulit dipercaya, pernyataannya tidak ada yang bisa dipegang,” ujarnya.

TANGGAPI DINGIN
Sebelumnya, M Nazaruddin kembali menyerang Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan menyebut kekayaan Anas berupa rumah, mobil dan uang miliaran rupiah berasal dari proyek Wisma Atlet di Jakabaring, Palembang, Sumatra Selatan, dan Hambalang.

“Ini sekadar bahan renungan saja, kalau saya dikatakan memfitnah Anas, darimana Anas bisa memiliki beberapa rumah dengan harga puluhan miliar rupiah? Darimana Anas bisa memiliki mobil-mobil mewah seharga miliaran rupiah satu mobilnya?” demikian pesan di BlackBerry Messenger yang diduga berasal dari HP milik Nazaruddin.

Anas, menanggapi serangan itu dengan dingin. Ia meminta Nazaruddin segera pulang ke Indonesia dan menyerahkan bukti-bukti tuduhannya kepada aparat penegak hukum. Rumah besar yang sedang dibangun di Jl. Teluk Langsa, Blok C9 N0. 1 Kompleks TNI Angkatan Laut, Duren Sawit, Jakarta Timur ini, disebut-sebut milik Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum.

KPK tengah melacak aset milik Anas Urbaningrum. Mantan Ketum Partai Demokrat ini memiliki tanah di sejumlah wilayah.

Merujuk pada LHKPN Anas pada 2007, yang diakses Senin (13/1/2014), tanah yang dimiliki Anas tersebar di berbagai wilayah. Terdiri dari tanah seluas 275 meter persegi di Jakarta Timur, tanah 1.550 meter persegi di Depok, tanah seluas 539 dan 237 meter persegi di Jakarta Timur, tanah seluas 11.412 meter persegi di Kabupaten Karawang, tanah 1.620 meter persegi di Kabupaten Karawang dan tanah seluas 210 meter persegi di Kota Bekasi.

LHKPN Anas yang terakhir memang dilakukan pada 2007 silam atau setidaknya baru pelaporan itu yang sudah diverifikasi dan menjadi lembar berita negara. Tahun 2007 silam, Anas Urbaningrum memiliki kekayaan sebesar Rp 2,23 miliar ditambah mata uang asing 2.300 USD.

Tersangka penerimaan gratifikasi kasus Hambalang dan proyek-proyek lain itu tercatat pernah melaporkan harta kekayaannya sebanyak dua kali. Yang pertama pada 10 Mei 2005 dan 28 Desember 2007. Saat itu Anas adalah mantan anggota Komisi Pemilihan Umum.

Ada kenaikan kekayaan yang dimiliki Anas. Tahun 2005, total kekayaan Anas adalah Rp 1,17 miliar. Sedangkan tahun 2007 sebesar Rp 2,23 miliar.

Angka Rp 2,23 miliar itu terdiri dari beberapa item. Yang pertama dari sisi tanah. Total nilai tanah yang dimiliki Ketua Umum Partai Demokrat ini adalah Rp 965 juta.

Untuk kendaraan, Anas memiliki 4 buah alat transportasi yang jika dijumlah mencapai Rp 383 juta. Terdiri dari mobil Kia Carens tahun 2000, motor Honda 2002, Nissan Serena tahun 2004 dan mobil Toyota Kijang tahun 2007.

Harta Bergerak lainnya yang dimiliki Anas sebesar Rp 92,8 juta. Sedangkan untuk Giro dan setara kas Rp 795,5 juta

Categories
Kriminalitas Perekomonian dan Bisnis

Menjelang Bulan Ramadhan Peredaran Daging Tidak Layak Konsumsi Berformalin Marak Kembali


Permintaan daging menjelang Bulan Ramadhan dipastikan tinggi. Pemprov DKI Jakarta harus memastikan daging yang dipasok ke pasar tradisional bebas penyakit. Untuk memastikan kondisi daging layak konsumsi, aparat pemrov harus melakukan pengawasan pasokan dengan ekstra ketat. Sebab, peredaran daging tak layak konsumsi di Jakarta masih sangat marak. Terakhir, penemuan ayam berformalin di Pasar Klender, Jakarta Timur pada pekan lalu. Kemudian, juga penemuan 5 ekor Kambing dari daerah Sukabumi di wilayah Jakarta Selatan, yang tidak disertai surat keterangan kesehatan.

“Kami minta Dinas Kelautan dan Perikanan serius mengawasidaging tak layak konsumsi. Terlebih, menjelang bulan Ramadhan kebutuhan masyarakat akan daging dipastikan meningkat,” kata Dwi Rio Sambodo, anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta. Rio menilai, sistem pengawasan dan penindakan yang dimiliki Dinas Kelautan dan Perikanan tidak berfungsi sama sekali. arena, seandainya berfungsi, peredaran daging-daging yang membahayakan kesehatan masyarakat tersebut pasti bisa dicegah. Dan warga Jakarta dapat bisa tenang dalam menikmati daging yang dikonsumsinya. “Hal ini harus menjadi perhatian serius dari dinas tersebut. Jangan sampai bekerja main-main, karena ini menyangkut kesehatan warga ibu kota,” ujarnya.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menilai, kasus penemuan ayam berformalin dan kambing yang tak dilengkapi surat keterangan sehat hanyalah fenomena gunung es. Karena, diduga masih banyak kasus lain yang tak terungkap. “Penemuan dua kasus ini belum seberapa, pasti banyak kasus lainya yang tak terungkap,” tuturnya.
Anggota DPRD DKI lainya, Hasbiallah Ilyas, mendesak Gubernur DKI Jakarta melakukan evaluasi terhadap kinerja dinas yang terkait pengawasan daging berbahaya. Sebab, ini menyangkut kepentingan masyarakat Jakarta. Jangan sampai, karena lemahnya pengawasan masyarakat menjadi korban. Apalagi, dampak dari daging berformalin sangat berbahaya. “Yakni bisa menyebabkan penyakit kanker bahkan hingga kematian,” tegasnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DKI Jakarta, Ipih Ruyani, mengakui masih adanya daging tak layak konsumsi yang beredar di masyarakat. Untuk itu, ia berjanji terus melakukan pengawasan. Selain itu, kordinasi dengan beberapa instansi terkait dan pemerintah daerah pemasok terkait proses pengiriman pasokan daging ternak seperti ayam dan sapi serta ikan ke wilayah DKI Jakarta. Ternak yang didatangkan dari daerah pemasok harus disertai Surat Keterangan Kesehatan dari dokter hewan daerah asal.

“Kalau tidak ada Surat Keterangan Kesehatan dari dokter hewan daerah asal, maka ternak tersebut atau daging tersebut akan kami tahan,” ucapnya. Ipih menuturkan, stok daging sapi, ayam, dan ikan untuk kebutuhan puasa masih dirasa cukup hingga semester II/2011. Untuk wilayah DKI Jakarta, kebutuhan daging ayam sebanyak 600-800 ribu ekor per hari dan daging sapi 3.400 ton per bulan.

Categories
Jaminan Kesehatan

Lagi Tren Terapi Kesehatan Dengan Listrik Di Jalur Rel Kereta Api


Terik matahari tak lagi menyengat Kamis sore lalu, 21 Juli 2011. Warga sekitar Stasiun Rawa Buaya, Duri Kosambi, Jakarta Barat, berduyun-duyun menuju rel kereta api.

Seperti menantang kereta yang bisa sewaktu-waktu datang, beberapa orang lalu duduk di bantalan rel sembari menaruh kedua tangannya di rel. Beberapa lagi bahkan nekat rebahan, kepala diletakkan di satu bentang rel lalu kaki di bentang rel lainnya.

Tak peduli larangan, mereka bermaksud mencari terapi listrik gratis. Menurut kesaksian beberapa warga, kejutan arus listrik yang dirasakan begitu badan ditempelkan dengan rel berkhasiat menyembuhkan. “Badan jadi enak. Tidak sering nyeri lagi,” kata Sri, 50 tahun, yang mengaku mengidap diabetes.

Sri mengaku sudah mengikuti terapi massal itu selama setahun. “Bagi orang kecil seperti saya, terapi gratis ini kan sangat membantu. Kalau terapi beneran, mana saya mampu?” ujar Sri.

Warga yang datang dari Semanan, Kalideres, itu menyatakan tidak khawatir akan kemungkinan tertabrak kereta saat terapi. Teguran atau pengusiran dari petugas PT Kereta Api (KA) diakui telah dia diterima. Tapi, dia mengatakan, “Tangkap ya tangkap saja. Kalau kemungkinan mati kan bisa kapan dan di mana saja.”

Budi, 52 tahun, juga mengaku memperoleh efek positif dari terapi itu. Dia menyatakan penyakit asam urat yang dideritanya kini membaik. “Belum saya cek ke dokter, tapi saya pribadi merasakan perubahan baik di tubuh saya,” kata pria yang sore itu rebahan dengan bercelana pendek, kaus putih, topi cokelat, dan kacamata hitam itu.

Warga memang serius menjalani terapi. Mereka bahkan datang dengan persiapan handuk untuk alas tidur. “Mungkin banyak orang ke sini karena dekat dengan stasiun yang punya 2 jalur rel dan ada pengeras suara sehingga gampang tahu jika ada kereta melintas,” tutur Budi.

PT KA jelas tak senang dengan adanya terapi itu. Selain berbahaya, kondisi stasiun juga menjadi kumuh. Mereka berusaha mencari dan memanggil orang yang dianggap sebagai tabib dari terapi itu. “Tapi, belum ada yang datang,” kata Executive Vice President PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasional I, Purnomo Radiq, Kamis lalu.

Kepala Stasiun Rawa Buaya, Suardi, mengungkapkan pihaknya telah bolak-balik menertibkan. Juga memasang spanduk berisi peringatan dan larangan. “Tapi warga masih saja membandel. Susah juga (menghalau warga),” katanya mengeluh.

Wakil Lurah Duri Kosambi Firmansyah tak tahu pasti sejak kapan kebiasaan aneh itu dilakoni warga. Menurut dia, kebiasaan itu memang pernah marak, tapi kemudian menghilang, sampai muncul lagi saat ini. “Sepertinya ini berkembang dari mulut ke mulut saja. Tidak ada yang bertindak sebagai tabibnya,” kata Firmansyah.

Tak urung, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo pun angkat bicara. Dia meminta warga untuk berhenti terapi. “Sudah diimbau, itu satu langkah yang secara medis tak bisa dipertanggungjawabkan,” kata Fauzi di Balai Kota, Jumat kemarin, 22 Juli 2011.

Fauzi membantah dugaan rendahnya pelayanan kesehatan di puskesmas setempat, sehingga warga memilih terapi alternatif berbaring di rel. “Itu mindset yang keliru saja, puskesmas kecamatan kita sudah mendapat ISO,” katanya.

Secara terpisah, Kepala Polsek Cengkareng Komisaris Ruslan menyatakan menunggu permintaan dari PT KA untuk bisa ikut menertibkan di jalur kereta itu. “Tidak bisa main tangkap atau usir. Bukan wewenang kami tiba-tiba masuk ke sana,” kata Ruslan.

Categories
Kriminalitas

Prostitusi Anak Di Lampung Meningkat Tajam


Lembaga Advokasi Anak (Lada) Lampung menyatakan, pemerintah harus dapat menekan berbagai permasalahan anak di daerah itu, termasuk angka prostitusi dan eksploitasi yang dilakukan oleh anak di bawah umur. Direktur Eksekutif Lada Lampung Dede Suhendri, di Bandarlampung, Sabtu (23/7), mengatakan data kasus prostitusi yang dilakukan oleh anak di bawah umur di Bandarlampung berdasarkan pendataan yang mereka lakukan selama enam bulan terakhir masih tinggi.

Selama periode Januari hingga Juni 2011, tercatat jumlah kasus pelacuran anak di kota tersebut sebanyak 73 kasus.
“Angka tersebut berdasarkan hasil survei Lada di lapangan, termasuk pengamatan melalui pemberitaan media massa,” kata dia. Menurut dia, hal itu menunjukkan upaya pemerintah dalam memberi perlindungan anak dari tuntutan bekerja yang tidak sesuai dengan usianya, masih belum maksimal.

Dia berharap, momen hari anak nasional jadi menjadi titik awal pemerintah (terutama bupati Lampung) untuk lebih melindungi anak di bawah umur dari berbagai eksploitasi termasuk seksual. Sementara itu, data Lada lain menyebutkan, jumlah anak yang menjadi korban kekerasan di Bandarlampung dalam periode Januari-Juni 2011 juga masih tinggi, yaitu 30 kasus.

Selain itu, tercatat juga jumlah anak yang berkonflik dengan hukum sebanyak 50 kasus dan gizi buruk 14 kasus.
“Sebenarnya permasalahan anak di Bandarlampung sangat kompleks dan masih menyedihkan, karena meliputi eksploitasi, kekerasan, kesehatan, dan pendidikan,” kata dia. Dede mencontohkan, peraturan tentang anak jalanan yang dilarang mangkal di jalan protokol Bandarlampung, namun tidak disertai dengan pembinaan.

Selain itu, dia menyoroti juga tentang ketiadaan perda tentang perlindungan anak dari eksploitasi dan kekerasan, sebagai aturan turunan dari undang undang yang ada. Selama ini, dia melanjutkan, Lada banyak melakukan pendampingan terhadap anak-anak yang menjadi korban kasus kekerasan, atau terlibat tindakan kriminal di lembaga peradilan

Categories
Lain Lain

Dua Jenazah Di makan Sunan Bonang Masih Utuh Meski Sudah Puluhan Tahun Dimakankan


Makam Sukran dan Muzakir di areal makam Sunan Bonang di Tuban, Jawa Timur. Ketika dipindah untuk perluasan makam, jenazah mereka masih dalam keadaan utuh. Renovasi dan perluasan makam Sunan Bonang di Tuban menyisakan peristiwa langka. Saat beberapa makam dibongkar, ternyata ada dua jenazah utuh.

Di sekitar makam Sunan Bonang memang terdapat banyak makam kiai atau masyarakat luas. Karena perluasan membutuhkan lahan, maka beberapa makam di dekat makam Sunan Bonang dipindahkan.

“Ternyata ada dua jenazah yang kondisinya masih utuh. Dua jenazah itu atas nama Muzakir dan Sukran. Keduanya masih bersaudara,” kata salah satu juru kunci makam Sunan Bonang, Abdul Muchith.

“Ya, kami tak tahu kenapa bisa begitu. Tapi, biasanya orang suci jenazahnya dilindungi Tuhan dan dalam keadaan utuh. Amalan Muzakir memang bagus semasa hidup. Dia adalah guru mengaji,” tambahnya.

Utuhnya dua jenazah itu sempat membuat geger masyarakat sekitar. Beberapa peziarah yang mengetahui cerita itu, sering menyempatkan diri mendoakan arwahnya, atau sekadar melihat makamnya yang kini tetap dekat dari makam Sunan Bonang. Rebutan atau sengketa mewarnai kisah Sunan Bonang, salah satu anggota Walisongo yang menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Dari cerita masyarakat, jenazahnya sempat diperebutkan. Kini, perluasan makamnya di Tuban juga diwarnai sengketa.

Ada empat versi letak makam Sunan Bonang yang diperkirakan meninggal pada 1525. Empat versi itu adalah di Desa Bonang (Rembang), Pulau Bawean, Desa Singkal (Kediri), dan Tuban.

Konon, menurut cerita yang berkembang di masyarakat, ada salah satu murid Sunan Bonang dari Madura yang ingin membawa jenazahnya ke Madura. Namun, dia hanya bisa membawa kain kafan. Di perjalanan, banyak orang mendengar ada yang membawa jenazah Sunan Bonang dan kemudian memperebutkannya. Kemudian, jenazah atau kain kafan itu dikubur di Tuban.

Saat mengunjungi makam yang berada di Tuban, Jawa Timur, itu, Tim Gowes Jurnalistik: Pantau Jalur Mudik 2011 juga mendengar kisah sengketa. Kali ini, sengketa soal renovasi makam yang dimulai pada 2008 itu.

Diharapkan, renovasi itu selesai pada 2010. Namun, hingga Juli 2011, pembangunan masih berlangsung.

Menurut salah satu juru kunci makam Sunan Bonang, Abdul Muchith, pembangunan ini molor karena beberapa ahli waris protes sebab makam leluhur mereka dipindahkan demi perluasan.

“Namun, sekarang sepertinya sudah diselesaikan. Maka dari itu, pembangunan dilanjutkan kembali,” katanya.

Menurut para pekerja renovasi, mereka memperluas area makam menjadi 22 x 22 meter. Area makam sebelumnya hanya 9 x 9 meter. Makam itu akan ditutup atap dengan sembilan tiang yang tingginya sembilan meter.

Makam Sunan Bonang termasuk menjadi tempat tujuan para peziarah yang umumnya beragama Islam. Pada musim mudik, banyak pemudik yang menyempatkan datang ke makam ini. Selain berwisata, mereka juga mendoakan Sunan Bonang.

Masih ada jejak Sunan Bonang yang menyebarkan agama Islam di Tuban. Peninggalan itu berupa masjid dan tempat wudlu dari batu yang sampai sekarang masih ada.