Gunung Lokon Kembali Meletus Dengan 10 Kali Muntahkan Debu Vulkanik


Gunung Lokon di Sulawesi Utara meletus lagi dengan ketinggian sekitar 2.500 meter dari kawah Tompaluan, Minggu 28 Agustus 2011.

“Rangkaian peningkatan kegempaannya mulai terekam sejak Sabtu (27 Agustus) sekitar pukul 20.00 WITA,” kata Kepala Bidang Mitigasi dan Pergerakan Tanah Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung, Gede Swantika, di Tomohon, Minggu 28 Agustus 2011.

Menurut Swantika, sebelum terjadi letusan 07.51 WITA, sejak pukul 00.00-06.00 WITA telah terjadi sebanyak 69 kali gempa vulkanik. Gempa vulkanik dalam yang terekam sebanyak 37 dan gempa vulkanik dangkal sebanyak 32 kali.

“Semakin banyak gempa vulkanik yang terjadi, semakin tinggi potensi letusan dengan kategori besar,” kata Swantika.

Meski aktivitas vulkanik terus meningkat, menurut Swantika status Gunung Lokon masih siaga level III. “Belum ada peningkatan status atau penurunan. Memang aktivitasnya sementara meningkat,” ujarnya, menambahkan.

Gunung Lokon meletus pada 14 dan 17 Juli 2011 setelah hampir 20 tahun aktivitasnya menurun. Pada 10 Juli 2011 statusnya dinaikkan dari siaga level III ke awas level IV. Pascaletusan, statusnya pada 24 Juli diturunkan dari awas level IV ke siaga level III.

Gunung Lokon di Provinsi Sulawesi Utara terus meletus dan tercatat 10 kali mengeluarkan debu vulkanik yang mengarah ke utara dan barat daya dari kawah. “Kami mencatat telah terjadi 10 kali letusan skala kecil sejak pukul 00.00-17.00 WITA. Ketinggian debu diperkirakan mencapai 300 meter,” ujar Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Lokon dan Mahawu di Kakaskasen, Kota Tomohon, Farid Ruskanda Bina, di Tomohon, Sabtu (27/8).

Frekuensi letusan kali ini menurut Farid agak menurun dibandingkan dengan letusan yang terjadi Jumat (26/8). Frekuensi letusan sehari sebelumnya mencapai 19 kali. Begitu pun dengan gempa hembusan. Saat ini frekuensi yang tercatat sebanyak 27 kali sejak pukul 00.00-12.00 WITA. Dibandingkan sehari sebelumnya, gempa seperti ini terjadi sampai 51 kali.
“Bisa saja gempa hembusan yang terjadi mendekati atau bahkan melebihi frekuensi gempa yang terjadi sehari sebelumnya. Rekaman frekuensi gempa yang terjadi pukul 12.00-18.00 WITA masih belum dihitung,” jelasnya.

Farid juga menjelaskan, secara visual asap yang keluar dari kawah Tompaluan (kawah yang terbentuk di antara Gunung Lokon dan Gunung Empung) putih hingga keabuan cukup tebal. Asap tebal ini bisa mengindikasikan terjadinya pembakaran belerang atau air disertai gas, serta ada suplai energi dalam kantong magma. “Keluarnya asap seperti ini bisa dikatakan aktivitas vulkanik cukup tinggi dan memungkinkan terjadi letusan,” kata Farid.

Gunung Lokon Rabu (17/8) kembali meletus setelah dua kali letusan sebelumnya tanggal 14 dan 17 Agustus 2011. Hingga kini dari kawah Tompaluan masih terjadi letusan-letusan kecil dengan frekuensi yang terus meningkat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s