Monthly Archives: August 2011

Kapten Inf Tasman M Noer Gugur Dibunuh Dua Orang Di Jayapura


Rommy Feri Purnama (31), Putra sulung Kapten Inf Tasman M Noer mendengar berbagai kisah ihwal kejadian yang menimpa yang menimpa ayahnya. Rommy mengaku, ada kisah bahwa Kapten Inf Tasman sedang mengantar ibundanya, Rossy Marry yang mengajar di SMP 11 Jayapura. Setelah itu Kapten Tasman menuju tempatnya bertugas di jajaran Kodam VII Cendrawasih, Papua.

“Bapak lewat jalan alternatif. Keadaanya sepi, jalan situ memang tidak macet dan biasa dilalui truk,” kata Rommy ketika ditemui di rumah duka, Puri Rancho Anggrek No.19G jalan Dana Karya RT.08 RW.02 Kelurahan Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (24/8/2011). Dia lalu mendengar kesaksian dari seseorang yang mengaku berada di lokasi kejadian, ayahnya dihadang oleh sejumlah orang tidak dikenal. Entah kenapa, Kapten Inf Tasman langsung dibunuh. “Belum jelas kejadiannya, banyak versi yang menceritakan ke saya,” ujar Rommy.

Kapten inf Tasman bin M Noer tewas dengan kondisi mengenaskan, yakni leher belakang ditebas dengan parang. Jenazah ditemukan Selasa (23/8/2011) pukul 07.00 WIT di Jalan Baru, Campwolker, Perumnas 3, Kelurahan Yabansai, Distrik Heram, Papua. Anggota bimbingan mental Kodam Cendrawasih tersebut dibantai usai mengatar istrinya ke sekolah untuk mengajar. Sumber Tribunnewsbatam.com mengatakan bahwa Kapten Inf Tasman pernah bertugas di Kesatuan Polisi Militer di solok, Sumatera Barat. Kemudian, Tasman banyak menghabiskan masa pengabdianya di pasukan elit Pengawal Presiden (Paspampres) di Jakarta.

Setelah lulus pendidikan perwira, almarhum ditugaskan di jajaran Kodam VII Cendrawasih, Papua. Korban merupakan putra pasangan M Noer dan Taramah, anak kedua dari tiga bersaudara. Korban merupakan kelahiran Tanjung alam, Batu Sangkar Sumatera Barat.

Rossy Marry tidak menyangka obrolannya selama di motor bersama dengan suaminya Kapten Inf Tasman merupakan obrolan yang terakhir pada Selasa (23/8/2011) pagi. Dengan suara yang lemah, Rossy menuturkan ketika dirinya dibonceng suami menggunakan motor, dirinya tidak punya firasat sama sekali bahwa hari itu merupakan hari indah terakhir yang dilewatinya bersama suami. “Tidak ada pesan apa pun dari beliau, kita hanya berbicara anak-anak saja yang sekarang sedang kuliah,” kenang Rossy saat ditemui di TMP Bahagia Ciledug, Tangerang.

Rossy dengan wajah yang masih terlihat berduka berusaha menahan air matanya saat ditanya wartawan, ia pun meneruskan ceritanya. “Setelah mengantarkan saya, saya tidak tahu bagaimana lagi kejadiannya. Saya tahunya dari saksi-saksi di sana saja,” ungkap Rossy. Semasa hidupnya, Tasman selalu memberikan perhatian yang lebih terhadap keluarga, itu pula yang menyebabkan Rossy berat melepaskan suami meskipun sudah ikhlas. “Saya sangat sedih, ia memang sosok orang yang baik, sangat ramah, dan perhatian sama keluarga, serta anak-anaknya,” ungkapnya Rossy.

Setelah Tasman meninggal, Rossy berharap anak-anaknya bisa mencontoh ayahnya yang gugur untuk bangsa dan negara. “Mudah-mudahan almarhum diterima amal ibadahnya oleh yang maha kuasa. Semoga bila sudah selesai kuliah, anak-anaknya bisa ikut jejak bapaknya,” harap Rossy. Sebelumnya, Kapten inf Tasman bin M Noer tewas dengan kondisi mengenaskan, yakni leher belakang ditebas dengan parang. Jenazah ditemukan Selasa (23/8/2011) pukul 07.00 WIT di Jalan Baru, Campwolker, Perumnas 3, Kelurahan Yabansai, Distrik Heram, Papua. Anggota bimbingan mental Kodam Cendrawasih tersebut dibantai usai mengatar istrinya ke sekolah untuk mengajar.

Kapten inf Tasman bin M Noer tewas dengan kondisi mengenaskan, yakni leher belakang ditebas dengan parang. Jenazah ditemukan Selasa (23/8/2011) pukul 07.00 WIT di Jalan Baru, Campwolker, Perumnas 3, Kelurahan Yabansai, Distrik Heram, Papua. Kronologi resmi yang dirilis Kodam XVII Cenderawasih sebagai berikut:

– Pada Selasa (23/8/2011) pukul. 07.00 WIT sekitar satu kilometer dari Campwolker saksi melihat seorang anggota TNI yang berseragam dinas menggunakan sepeda motor Honda Vario DS 2605 AV yang berada di depannya dihadang oleh 2 orang yang tidak dikenal.

– Kemudian setelah orang tersebut mengadang anggota TNI (Tasman), kedua orang ini langsung mendatangi dan menikam Tasman dengan menggunakan pisau dibagian perut dan salah satunya langsung membacoknya dengan menggunakan parang. Korban mengalami luka tebasan benda tajam pada leher bagian belakang, tusukan benda tajam dilambung dan goresan pada ibu jari sebelah kiri.

– Setelah melihat anggota TNI tersebut terjatuh kedua pelaku tersebut langsung melarikan diri. Pukul 08.15 WIT aparat Polresta Jayapura mengamankan 1 orang yang diduga pelaku (menurut keterangan saksi ). Identitas pelaku adalah Julianus Wenda (32), yang beralamat rumah di Belakang Bhayangkara.

Advertisements

Menjelang Lebaran dan Mudik Stasiun Gambir Kedatangan 16.000 Penumpang Setiap Hari


Penumpang kereta api kelas eksekutif dan bisnis yang diberangkatkan dari Stasiun Gambir, Jakarta, diperkirakan mencapai 16.000 orang per hari sejak H-5 sampai H-1 Lebaran 2011.

Hal itu dikemukakan Kepala Humas Kereta Api Daerah Operasional I Jakarta Mateta Rizalulhaq, Selasa (23/8/2011), di Jakarta.

Jumlah itu tidak terlalu berbeda dibandingkan dengan jumlah penumpang angkutan Lebaran tahun lalu. “Masih ada tiket eksekutif dan bisnis yang tersedia, terkecuali tiket untuk H-5 dan H-4. Sebab, pada dua hari itu semua tiket sudah habis,” ungkap Mateta.

Sementara itu, beberapa pemudik tampak mulai berdatangan ke Stasiun Gambir, Selasa (H-7). Mereka duduk di tempat tunggu dengan barang bawaan mereka. Kendati demikian, suasana belum terlalu ramai dan tidak jauh berbeda dengan hari-hari biasa.

Dari pengamatan Kompas, pemudik masih didominasi mereka yang bertujuan jarak dekat, semisal ke Cirebon dan Tegal yang menumpang KA Cireks. Sahadi (50), misalnya, memilih pulang lebih awal ke Cirebon karena menghindari kepadatan penumpang menjelang Lebaran.

Ia membeli tiket kelas bisnis. “Sebelum Lebaran harga tiket bisnis Rp 55.000, sekarang jadi Rp 70.000,” kata Sahadi. Untuk Lebaran kali ini, PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyiapkan 6 kereta eksekutif dan bisnis tambahan dari Gambir.

Menurut catatan Mateta, tiket yang masih tersisa antara lain pada KA Gajayana jurusan Jakarta-Malang dan KA Argo Anggrek jurusan Jakarta-Surabaya.

Dipenuhi Ribuan Pemudik Stasiun Kereta Api Senen Rusuh, Ratusan Penumpang Terinjak Injak


Ratusan calon penumpang berdesak-desakan di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Selasa (23/8/2011), mengakibatkan kericuhan. Sejumlah lansia dan anak-anak berjatuhan saat hendak memasuki gerbang stasiun.

Sistem buka tutup yang diberlakukan PT KAI membuat para calon penumpang tidak bisa masuk ke emplasemen stasiun sebelum kereta tiba. Gerbang stasiun sendiri baru dibuka dua jam sebelum jadwal keberangkatan.

Pengamatan kami, ratusan calon penumpang mulai merangsek ke depan pintu gerbang sekitar pukul 11.30. Anak muda, lansia, ibu hamil, hingga bocah belasan tahun berdesak-desakan di luar gerbang. Sebagian calon penumpang di bagian depan mulai berteriak meminta petugas keamanan membuka pintu gerbang.

“Ayo buka pintunya. Kami sudah kepanasan, Pak. Kalau ditutup terus, keburu penuh gerbongnya,” teriak penumpang.

Setengah jam kemudian, salah seorang lansia perempuan yang berdiri dekat gerbang jatuh pingsan. Petugas keamanan pun segera menolongnya dan membuka pintu masuk agar nenek tersebut bisa masuk. Namun, sesudahnya, pintu ditutup kembali.

Petugas PT KAI Daerah Operasional 1 Jakarta mengumumkan melalui pengeras suara supaya para pengantre tetap tenang dan tidak berdesak-desakan. “Kereta sudah tiba dan dipastikan kosong. Kami mohon kesabarannya untuk mengecek kesiapan kereta,” teriak petugas tersebut.

Akhirnya tepat pukul 12.30, pintu gerbang pun dibuka. Kontan, para calon penumpang berhamburan masuk ke emplasemen. Mereka semua berlarian menyeruak ke arah kereta. Beberapa anak-anak terinjak dan menangis.

Sejumlah lansia nampak tersengal-sengal seperti kehabisan napas. Beberapa di antaranya terpaksa harus kehilangan sandalnya karena terinjak calon penumpang lain saat berlarian.

Banyak barang bawaan calon penumpang berjatuhan tersenggol orang lain. Isak tangis anak-anak terus mewarnai drama sekitar 5 menit itu.

Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Mateta Rijalulhaq menjelaskan, sistem buka tutup ini dilakukan untuk menghindari penumpukan penumpang di emplasemen stasiun. Dengan demikian, areal stasiun diharapkan kosong dan bersih.

Selain itu, sistem yang dicoba pertama kali pada Angkutan Lebaran tahun lalu itu diharapkan menyeleksi calon penumpang yang masuk stasiun. “Banyak calon penumpang yang sangat awal masuk stasiun, padahal keretanya baru datang 12 jam lagi, atau bahkan baru keesokan harinya,” tuturnya.

Namun demikian, Mateta mengakui pelaksanaan sistem buka tutup ini belum sempurna. Untuk itu, pihaknya akan menggelar karpet dan memperbanyak kursi tunggu di pelataran stasiun supaya para penumpang lebih nyaman menunggu kedatangan kereta.

Arus pemudik mulai memadati stasiun Pasar Senen sejak awal pekan ini. KA Mataremaja tujuan Malang misalnya, kemarin mengangkut 1.272 penumpang dari delapan gerbong.

Lampung Dilanda Gempa Hebat Sebesar 6.2 Skala Ritcher


Masyarakat Pesisir Lampung Barat berhamburan keluar rumah akibat gempa berkekuatan 6,2 skala Richter (SR), bahkan sebagian besar masyarakat menjauh dari pantai mengkhawatirkan kemungkinan tsunami.

“Guncangan gempa terasa sangat kuat, gempa tersebut mengakibatkan perabot rumah tangga saya terguling, sehingga saya segera menyelamatkan diri karena takut getaran gempa tersebut dapat merobohkan rumah saya,” kata masyarakat Kecamatan Pesisir Tengah Lampung Barat, Mat Saifudin (38), di Krui, Selasa Pagi.

Dia menjelaskan, sebagian besar masyarakat keluar rumah dan lari di tanah lapang.

Menurut dia, getaran gempa sangat kuat membuat sebagian besar tiang listrik bergoyang kencang. “Getaran gempa kali ini sangat kuat di bandingkan beberapa hari lalu, bahkan getaran tersebut membuat atap rumah yang terbuat dari seng berbunyi keras, sehingga saat getaran terjadi menimbulkan suara sangat gaduh,” kata dia lagi.

Dia mengakui, masyarakat yang berada di lokasi pantai berlari menjauh, yang di takutkan gempa tersebut dapat berpotensi tsunami.

Kemudian lanjut dia, masyarakat enggan kembali kerumah, karena di takutkan gempa susulan terjadi.

“Dalam sepekan terakhir Lampung Barat kerap di guncang gempa, dan kondisi ini jelas membuat masyarakat takut, dan yang kami sesalkan saat terjadi gempa, masyarakat tidak mendapatkan informasi yang jelas apakah gempa tersebut berpotensi tsunami atau tidak,” kata dia lagi.

Sementara itu masyarakat Kelurahan Way Mengaku, Kecamatan Balikbukit, Lampug Barat, Tarsim (37) mengatakan, getaran gempa mampu menggoyangkan lemari dan perabot berat lain.

“Gempa yang terjadi jelas membuat masyarakat panik, yang kami takutkan getaran tersebut dapat mengancam keselamatan, sebab dari beberapa gempa yang terjadi beberapa hari lalu tidak sekuat kali ini, sehingga mampu menggeser benda berat,” kata dia.

Dia memaparkan, kondisi tanah di Kota Liwa sangat labil, sehingga saat terjadi gempa mampu merobohkan tempat tinggal.

Kemudian Tarsim menjelaskan, meskipun getaran gempa terjadi hanya beberapa detik, akan tetapi kekuatannya mampu menjatuhkan perabot rumah.

“Gempa menjadi momok paling menakutkan bagi kami, sebab gempa dasyat pernah terjadi di Lampung Barat dan menewaskan ratusan orang, sehingga saat gempa mengguncang daerah ini, jelas masyarakat segera menyelamatkan diri dan menuju tanah lapang, karena takut musibah besar itu akan terjadi kembali,” kata Tarsim lagi.

Sebelumnya Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan terjadi gempa berkekuatan 6,2 skala Richter (SR), Selasa pukul 03.12 WIB dengan pusat 140 kilometer Barat Daya Krui Lampung .

Gempa yang berlokasi di 6,45 Lintang Selata 103,91 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer dinyatakan tidak berpotensi tsunami.

Pusat gempa juga berada 154 Barat Daya Liwa-Lampung, 179 Kilometer Barat Laut Ujungkulon-Banten, 188 Barat daya Tanjung Karang-Lampung, 325 Kilometer Barat Daya Jakarta-Indonesia.

Hingga berita ini ditulis belum terdapat laporan kerusakan maupun korban jiwa akibat gempa yang terjadi tersebut. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan telah terjadi gempa berkekuatan 6,2 skala Richter (SR) pada Selasa pukul 03.12 WIB yang pusat di 140 kilometer baratdaya Krui, Lampung.

Gempa yang berlokasi di 6,45 Lintang Selata 103,91 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer dinyatakan tidak berpotensi tsunami.

Pusat gempa juga berada 154 Barat Daya Liwa-Lampung, 179 Kilometer Barat Laut Ujungkulon-Banten, 188 Barat daya Tanjung Karang-Lampung, 325 Kilometer Barat Daya Jakarta-Indonesia.

Belum ada laporan mengenai dampak gempa dan kondisi masyarakat di Krui terkait gempa tersebut.

Kerusuhan Di Pulau Tiaka Sulawesi Tengah Yang Menewaskan 1 Orang Karena Ingkar Janji Perusahaan JOB Pertamina-Medco


RSUD Luwuk Kabupaten Banggai di Sulawesi Tengah (Sulteng) kembali menerima lima korban luka akibat kerusuhan di Pulau Tiaka, Kabupaten Morowali.

Korban bernama Halik mengalami luka robek di tangan kanan dan luka tembak di betis kiri dan memar pada beberapa bagian tubuh. Kemudian Alwi, mengalami dua luka tembak pada pantat dengan kedalaman lima centimeter dan dua centimeter.

Fahrudin mengalami luka di jari kiri dan tengah akibat diterjang peluru panas. Taslim luka akibat ditembus peluru di bagian lengan dan Jeni tertembak pada paha kanan.

Sedangkan Yurifin alias Ateng meninggal dunia dalam perjalanan dari Kecamatan Mamosalato Kabupaten Morowali.Yurifinalias Ateng tidak dapat tertolong karena peluru mengenai dadanya.

Lima korban luka tembakan dan satu jenazah dilarikan dari Mamosalato menggunakan satu unit ambulance dan tiba di rumah sakit pukul 00.15 Wita.

Sedangkan Andre M Sondeng terlebih dahulu dilarikan kerumah sakit karena kritis akibat peluru mengenai dada bagian kanan. Andre yang dirawat di ruang ICU dan Yurifin alias Ateng masih tercatat sebagai mahasiswa pasca sarjana UGM dan mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo.

Lima korban tembak aparat kepolisian pada kerusuhan di Tiaka Senin petang kini dirawat intensif di ruang UGD RSUD Luwuk.

Sedangka jenazah Yurifin alias Ateng kini masih ditempatkan di ruang jenazah untuk selanjutnya divisum.

“Kami memprioritaskan penanganan lima korban luka untuk segera ditangani secara medis,” kata dokter jaga UGD RSUD Luwuk, Rosmina.

Rosmina belum dapat memastikan jadwal operasi untuk mengangkat proyektil peluru pada masing-masing korban luka.

“Pemeriksaan terus dilakukan untuk keperluan diaknosa. Setelah itu baru diputuskan apakan pengangkatan proyektil peluru dapat dilakukan di sini atau harus di rujuk ke Makassar,” kata Rosmina.

Kerusuhan antara masyarakat dan kepolisian dikawasan lapangan minyak Tiaka milik Join Operating Body (JOB) Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi kembali meletus Senin petang akibat buntunya aspirasi masyarakat yang menuntut program kesejahteraan untuk tiga kecamatan.

Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Pol Dewa Parsana menyatakan bahwa kerusuhan di Pulau Tiaka, Kabupaten Morowali, Senin (22/8) sore dipicu oleh tuntutan warga Desa Kolo Bawah, Kecamatan Mamosalato yang telah beberapa kali dijanjikan namun belum direalisasikan oleh investor minyak Joint Operating Body (JOB) Pertamina-Medco E&P Tomori.

“Informasinya dulu perusahaan janjikan kepada warga soal penyediaan listrik dan fasilitas umum lainnya, tetapi sampai sekarang belum terealisasikan,” kata Kapolda Dewa Parsana kepada wartawan di Palu, Senin.

Atas janji yang tidak direalisasikan perusahaan itulah, masyarakat setempat berkumpul dan mendatangi Pulau Tiaka untuk bertemu dengan pimpinan perusahaan. Namun massa kecewa karena gagal dalam negosiasi.

Amuk massa dan bentrokan dengan aparat kepolisian setempat pun tak terhindarkan.

“Warga mau negosiasi dengan bos perusahaan itu tetapi gagal karena belum sampai, masih di Jakarta,” kata mantan Wakapolda Sulteng itu.

Menurut Kapolda, polisi awalnya sudah melakukan langkah-langkah persuasif dan mengimbau massa agar tidak melakukan tindakan anarkis.

Namun tindakan yang membabi buta oleh massa, lanjut dia, memaksa aparat kepolisian bertindak tegas di lapangan dengan melepaskan tembakan ke arah perusuh setelah sebelumnya didahului dengan tembakan peringatan ke udara.

Massa merusak fasilitas, termasuk membakar sumur minyak milik investor JOB Pertamina-Medco E&P Tomori di Pulau Tiaka.

Tidak hanya itu, kata Kapolda, Kapolres Morowali AKBP Suhirman juga sempat diancam dengan clurit oleh massa di bagian lehernya, namun berhasil diselamatkan.

“Iya, Kapolres juga diancam dengan menggunakan clurit yang diarahkan ke lehernya, tetapi sudah aman,” katanya.

Akibat bentrokan itu, satu orang tewas dan empat lainnya mengalami luka setelah terkena tembakan aparat.

Belum diketahui pasti identitas warga yang tewas tertembak itu, namun salah satu korban luka diketahui bernama Andri Muhammad Sondeng.

Korban Andri diketahui merupakan Koordinator Lapangan Aksi itu dan kini masih dirawat di RSUD Kota Luwuk, Kabupaten Banggai.

Sementara itu, Kapolres Suhirman menjelaskan, insiden itu berawal pada Minggu dan mencapai puncak pada Senin sore, ketika tiba-tiba ratusan warga dari daratan Mamosalato masuk Pulau Tiaka menggunakan kapal motor dan melakukan pengrusakan.

“Mereka membawa parang, tombak, clurit, petasan dan bom molotov lalu merusak perkantoran dan seluruh sarana dan fasilitas milik perusahaan di Tiaka,” ujarnya.

Massa juga mencoba melempari sumur bor dengan bom molotov, padahal sumur bor itu mengandung zat kimi beracun jenis H2S yang sangat berbahaya bagi manusia dan mahluk hidup lainnya.

Polisi sudah mengevakuai semua penghuni Pulau Tiaka yang umumnya pekerja dan karyawan JOB Pertamina-Medco E&P Tomori.

Salat Jumat Masjid Agung Kota Malang Tertunda Karena Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie


Takmir Masjid Agung Kota Malang mengundurkan jadwal salat Jumat selama 20 menit. Sebabnya? Mereka menunggu kehadiran Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie yang katanya mau datang. “Beliau sudah janji mau salat di sini, karena itu kita tunggu,” kata Ketua Takmir Masjid Agung Kota Malang, Kamilun Muhtadin, Jumat, 19 Agustus 2011.

Namun setelah menunggu selama 20 menit, yang ditunggu tak jua muncul. Akhirnya Takmir Masjid memutuskan menggelar salat Jumat tanpa kehadiran sang tamu: Aburizal Bakrie.

Aburizal sendiri baru datang setelah salat Jumat selesai. “Mohon maaf, saya tak bisa salat Jumat di sini karena ada penundaan jadwal pesawat,” ujar Aburizal Bakrie kepada pengurus Masjid Agung dan para habib yang menemuinya.

Saat berpidato, Aburizal Bakrie mengatakan tujuannya ke Kota Malang adalah untuk bersilaturahmi dengan warga Kota Malang. “Melalui silaturahmi, kita bisa saling bermaafan.”

Dalam kunjungannya ke Masjid Agung Kota Malang, takmir sempat didoakan dua kali oleh pengurus masjid. Doa pertama dipimpin oleh Kamilun Muhtadin sesaat setelah bertemu dengan pengurus masjid dan doa kedua dipimpin oleh KH Abdul Aziz setelah Aburizal Bakrie meninjau lokasi renovasi masjid.

Aburizal Bakrie yang didampingi oleh Ketua Golkar Kota Malang Sofyan Edy Jarwanto dan Ketua Golkar Kabupaten Malang Rendra Khresna memberikan bantuan sebesar Rp 10 juta untuk pembangunan Masjid Agung. Menurut Kamilun, bantuan akan ditambah jika pengurus masjid mengajukan proposal secara resmi.

Daftar 20 Akademisi Muda Terkenal dan Pintar Indonesia


Majalah CAMPUS Indonesia terbitan Agustus 2011 memaparkan 20 Akademisi Top Indonesia. Mereka muda, berprestasi, dan penuh karya di sejumlah universitas di Indonesia. Akademisi tersebut semuanya berusia di bawah 50 tahun. Berikut ini nama-nama mereka.

1. Prof. Firmanzah, 35 tahun, dekan Fakultas Ekonomi termuda, Universitas Indonesia.

2. Prof. Eko Prasojo, 41 tahun, profesor termuda di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (35 tahun).

3. Prof. Adrianus Meliala, 45 tahun, pakar kriminologi Universitas Indonesia.

4. Prof. Ismunandar, 38 tahun, profesor termuda di Institut Teknologi Bandung ITB (pakar kimia).

5. Dr. Penia Kresnowati, 30 tahun, dosen Teknik Kimia, ITB.

6. Erie Febrian, Phd, 39 tahun, pakar bidang keuangan dan bank, pemegang dua kali Outstanding Research Award US dan Kosta Rika, Fakultas Ekonomi Universitas Padjajaran.

7. Aldrin Herwany, 42 tahun, pakar bidang keuangan dan bank, pemegang dua kali Outstanding Research Award US dan Kosta Rika, Fakultas Ekonomi, Universitas Padjajaran.

8. Prof. Gamantyo Hendranto, 41 tahun, menjadi guru besar pada usia 37 tahun, Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.

9. Burhanudin Muhtadi, 34 tahun, pakar masalah sosial dan politik, Direktur Lembaga Survei Indonesia (LSI), Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

10. Effendi Gazali , PhD, 45 tahun, pakar komunikasi, dosen Universitas Indonesia.

11. Reza Indragiri Amriel, 37 tahun, pakar psikologi forensik, dosen Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Universitas Indonesia, Universitas Tarumanegara, Universitas Bina Nusantara.

12. Eep Saefulloh Fatah, 44 tahun, pakar politik Universitas Indonesia.

13. Prof. Syamsir Abduh, 43 tahun, pakar teknologi industri Universitas Trisakti.

14. Arya Vedakrana, PhD, doktor termuda umur 27 tahun (rekor MURI), Rektor Universitas Mahendradatta, Bali.

15. Irfan Abubakar, 44 tahun, pakar adab dan humaniora, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

16. Prof. Manlian Simanjuntak, 37 tahun, pakar bidang keamanan terhadap risiko kebakaran, guru besar diperoleh pada umur 35, Universitas Pelita Harapan.

17. Maria Rosalina Nindita Radyati, PhD, 44 tahun, pakar corporate social responsibility, Universitas Trisakti.

18. Arief Budi Witarto, PhD, 40 tahun, pakar diabetes dan kanker, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

19. Dr. Bayu Prawira Hie, 45 tahun, pakar manajemen strategik, Ketua Sekolah Tinggi Media Komunikasi Universitas Trisakti.

20. Muhammad Mukhtasar Samsudin, PhD, 42 tahun, Dekan Filsafat Universitas Gadjah Mada.