Categories
Gempa Bumi

Lampung Dilanda Gempa Hebat Sebesar 6.2 Skala Ritcher


Masyarakat Pesisir Lampung Barat berhamburan keluar rumah akibat gempa berkekuatan 6,2 skala Richter (SR), bahkan sebagian besar masyarakat menjauh dari pantai mengkhawatirkan kemungkinan tsunami.

“Guncangan gempa terasa sangat kuat, gempa tersebut mengakibatkan perabot rumah tangga saya terguling, sehingga saya segera menyelamatkan diri karena takut getaran gempa tersebut dapat merobohkan rumah saya,” kata masyarakat Kecamatan Pesisir Tengah Lampung Barat, Mat Saifudin (38), di Krui, Selasa Pagi.

Dia menjelaskan, sebagian besar masyarakat keluar rumah dan lari di tanah lapang.

Menurut dia, getaran gempa sangat kuat membuat sebagian besar tiang listrik bergoyang kencang. “Getaran gempa kali ini sangat kuat di bandingkan beberapa hari lalu, bahkan getaran tersebut membuat atap rumah yang terbuat dari seng berbunyi keras, sehingga saat getaran terjadi menimbulkan suara sangat gaduh,” kata dia lagi.

Dia mengakui, masyarakat yang berada di lokasi pantai berlari menjauh, yang di takutkan gempa tersebut dapat berpotensi tsunami.

Kemudian lanjut dia, masyarakat enggan kembali kerumah, karena di takutkan gempa susulan terjadi.

“Dalam sepekan terakhir Lampung Barat kerap di guncang gempa, dan kondisi ini jelas membuat masyarakat takut, dan yang kami sesalkan saat terjadi gempa, masyarakat tidak mendapatkan informasi yang jelas apakah gempa tersebut berpotensi tsunami atau tidak,” kata dia lagi.

Sementara itu masyarakat Kelurahan Way Mengaku, Kecamatan Balikbukit, Lampug Barat, Tarsim (37) mengatakan, getaran gempa mampu menggoyangkan lemari dan perabot berat lain.

“Gempa yang terjadi jelas membuat masyarakat panik, yang kami takutkan getaran tersebut dapat mengancam keselamatan, sebab dari beberapa gempa yang terjadi beberapa hari lalu tidak sekuat kali ini, sehingga mampu menggeser benda berat,” kata dia.

Dia memaparkan, kondisi tanah di Kota Liwa sangat labil, sehingga saat terjadi gempa mampu merobohkan tempat tinggal.

Kemudian Tarsim menjelaskan, meskipun getaran gempa terjadi hanya beberapa detik, akan tetapi kekuatannya mampu menjatuhkan perabot rumah.

“Gempa menjadi momok paling menakutkan bagi kami, sebab gempa dasyat pernah terjadi di Lampung Barat dan menewaskan ratusan orang, sehingga saat gempa mengguncang daerah ini, jelas masyarakat segera menyelamatkan diri dan menuju tanah lapang, karena takut musibah besar itu akan terjadi kembali,” kata Tarsim lagi.

Sebelumnya Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan terjadi gempa berkekuatan 6,2 skala Richter (SR), Selasa pukul 03.12 WIB dengan pusat 140 kilometer Barat Daya Krui Lampung .

Gempa yang berlokasi di 6,45 Lintang Selata 103,91 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer dinyatakan tidak berpotensi tsunami.

Pusat gempa juga berada 154 Barat Daya Liwa-Lampung, 179 Kilometer Barat Laut Ujungkulon-Banten, 188 Barat daya Tanjung Karang-Lampung, 325 Kilometer Barat Daya Jakarta-Indonesia.

Hingga berita ini ditulis belum terdapat laporan kerusakan maupun korban jiwa akibat gempa yang terjadi tersebut. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan telah terjadi gempa berkekuatan 6,2 skala Richter (SR) pada Selasa pukul 03.12 WIB yang pusat di 140 kilometer baratdaya Krui, Lampung.

Gempa yang berlokasi di 6,45 Lintang Selata 103,91 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer dinyatakan tidak berpotensi tsunami.

Pusat gempa juga berada 154 Barat Daya Liwa-Lampung, 179 Kilometer Barat Laut Ujungkulon-Banten, 188 Barat daya Tanjung Karang-Lampung, 325 Kilometer Barat Daya Jakarta-Indonesia.

Belum ada laporan mengenai dampak gempa dan kondisi masyarakat di Krui terkait gempa tersebut.

Categories
Kriminalitas Perekomonian dan Bisnis

Kerusuhan Di Pulau Tiaka Sulawesi Tengah Yang Menewaskan 1 Orang Karena Ingkar Janji Perusahaan JOB Pertamina-Medco


RSUD Luwuk Kabupaten Banggai di Sulawesi Tengah (Sulteng) kembali menerima lima korban luka akibat kerusuhan di Pulau Tiaka, Kabupaten Morowali.

Korban bernama Halik mengalami luka robek di tangan kanan dan luka tembak di betis kiri dan memar pada beberapa bagian tubuh. Kemudian Alwi, mengalami dua luka tembak pada pantat dengan kedalaman lima centimeter dan dua centimeter.

Fahrudin mengalami luka di jari kiri dan tengah akibat diterjang peluru panas. Taslim luka akibat ditembus peluru di bagian lengan dan Jeni tertembak pada paha kanan.

Sedangkan Yurifin alias Ateng meninggal dunia dalam perjalanan dari Kecamatan Mamosalato Kabupaten Morowali.Yurifinalias Ateng tidak dapat tertolong karena peluru mengenai dadanya.

Lima korban luka tembakan dan satu jenazah dilarikan dari Mamosalato menggunakan satu unit ambulance dan tiba di rumah sakit pukul 00.15 Wita.

Sedangkan Andre M Sondeng terlebih dahulu dilarikan kerumah sakit karena kritis akibat peluru mengenai dada bagian kanan. Andre yang dirawat di ruang ICU dan Yurifin alias Ateng masih tercatat sebagai mahasiswa pasca sarjana UGM dan mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo.

Lima korban tembak aparat kepolisian pada kerusuhan di Tiaka Senin petang kini dirawat intensif di ruang UGD RSUD Luwuk.

Sedangka jenazah Yurifin alias Ateng kini masih ditempatkan di ruang jenazah untuk selanjutnya divisum.

“Kami memprioritaskan penanganan lima korban luka untuk segera ditangani secara medis,” kata dokter jaga UGD RSUD Luwuk, Rosmina.

Rosmina belum dapat memastikan jadwal operasi untuk mengangkat proyektil peluru pada masing-masing korban luka.

“Pemeriksaan terus dilakukan untuk keperluan diaknosa. Setelah itu baru diputuskan apakan pengangkatan proyektil peluru dapat dilakukan di sini atau harus di rujuk ke Makassar,” kata Rosmina.

Kerusuhan antara masyarakat dan kepolisian dikawasan lapangan minyak Tiaka milik Join Operating Body (JOB) Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi kembali meletus Senin petang akibat buntunya aspirasi masyarakat yang menuntut program kesejahteraan untuk tiga kecamatan.

Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Pol Dewa Parsana menyatakan bahwa kerusuhan di Pulau Tiaka, Kabupaten Morowali, Senin (22/8) sore dipicu oleh tuntutan warga Desa Kolo Bawah, Kecamatan Mamosalato yang telah beberapa kali dijanjikan namun belum direalisasikan oleh investor minyak Joint Operating Body (JOB) Pertamina-Medco E&P Tomori.

“Informasinya dulu perusahaan janjikan kepada warga soal penyediaan listrik dan fasilitas umum lainnya, tetapi sampai sekarang belum terealisasikan,” kata Kapolda Dewa Parsana kepada wartawan di Palu, Senin.

Atas janji yang tidak direalisasikan perusahaan itulah, masyarakat setempat berkumpul dan mendatangi Pulau Tiaka untuk bertemu dengan pimpinan perusahaan. Namun massa kecewa karena gagal dalam negosiasi.

Amuk massa dan bentrokan dengan aparat kepolisian setempat pun tak terhindarkan.

“Warga mau negosiasi dengan bos perusahaan itu tetapi gagal karena belum sampai, masih di Jakarta,” kata mantan Wakapolda Sulteng itu.

Menurut Kapolda, polisi awalnya sudah melakukan langkah-langkah persuasif dan mengimbau massa agar tidak melakukan tindakan anarkis.

Namun tindakan yang membabi buta oleh massa, lanjut dia, memaksa aparat kepolisian bertindak tegas di lapangan dengan melepaskan tembakan ke arah perusuh setelah sebelumnya didahului dengan tembakan peringatan ke udara.

Massa merusak fasilitas, termasuk membakar sumur minyak milik investor JOB Pertamina-Medco E&P Tomori di Pulau Tiaka.

Tidak hanya itu, kata Kapolda, Kapolres Morowali AKBP Suhirman juga sempat diancam dengan clurit oleh massa di bagian lehernya, namun berhasil diselamatkan.

“Iya, Kapolres juga diancam dengan menggunakan clurit yang diarahkan ke lehernya, tetapi sudah aman,” katanya.

Akibat bentrokan itu, satu orang tewas dan empat lainnya mengalami luka setelah terkena tembakan aparat.

Belum diketahui pasti identitas warga yang tewas tertembak itu, namun salah satu korban luka diketahui bernama Andri Muhammad Sondeng.

Korban Andri diketahui merupakan Koordinator Lapangan Aksi itu dan kini masih dirawat di RSUD Kota Luwuk, Kabupaten Banggai.

Sementara itu, Kapolres Suhirman menjelaskan, insiden itu berawal pada Minggu dan mencapai puncak pada Senin sore, ketika tiba-tiba ratusan warga dari daratan Mamosalato masuk Pulau Tiaka menggunakan kapal motor dan melakukan pengrusakan.

“Mereka membawa parang, tombak, clurit, petasan dan bom molotov lalu merusak perkantoran dan seluruh sarana dan fasilitas milik perusahaan di Tiaka,” ujarnya.

Massa juga mencoba melempari sumur bor dengan bom molotov, padahal sumur bor itu mengandung zat kimi beracun jenis H2S yang sangat berbahaya bagi manusia dan mahluk hidup lainnya.

Polisi sudah mengevakuai semua penghuni Pulau Tiaka yang umumnya pekerja dan karyawan JOB Pertamina-Medco E&P Tomori.

Categories
Beragama Berbudaya Demokrasi

Salat Jumat Masjid Agung Kota Malang Tertunda Karena Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie


Takmir Masjid Agung Kota Malang mengundurkan jadwal salat Jumat selama 20 menit. Sebabnya? Mereka menunggu kehadiran Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie yang katanya mau datang. “Beliau sudah janji mau salat di sini, karena itu kita tunggu,” kata Ketua Takmir Masjid Agung Kota Malang, Kamilun Muhtadin, Jumat, 19 Agustus 2011.

Namun setelah menunggu selama 20 menit, yang ditunggu tak jua muncul. Akhirnya Takmir Masjid memutuskan menggelar salat Jumat tanpa kehadiran sang tamu: Aburizal Bakrie.

Aburizal sendiri baru datang setelah salat Jumat selesai. “Mohon maaf, saya tak bisa salat Jumat di sini karena ada penundaan jadwal pesawat,” ujar Aburizal Bakrie kepada pengurus Masjid Agung dan para habib yang menemuinya.

Saat berpidato, Aburizal Bakrie mengatakan tujuannya ke Kota Malang adalah untuk bersilaturahmi dengan warga Kota Malang. “Melalui silaturahmi, kita bisa saling bermaafan.”

Dalam kunjungannya ke Masjid Agung Kota Malang, takmir sempat didoakan dua kali oleh pengurus masjid. Doa pertama dipimpin oleh Kamilun Muhtadin sesaat setelah bertemu dengan pengurus masjid dan doa kedua dipimpin oleh KH Abdul Aziz setelah Aburizal Bakrie meninjau lokasi renovasi masjid.

Aburizal Bakrie yang didampingi oleh Ketua Golkar Kota Malang Sofyan Edy Jarwanto dan Ketua Golkar Kabupaten Malang Rendra Khresna memberikan bantuan sebesar Rp 10 juta untuk pembangunan Masjid Agung. Menurut Kamilun, bantuan akan ditambah jika pengurus masjid mengajukan proposal secara resmi.

Categories
Pendidikan

Daftar 20 Akademisi Muda Terkenal dan Pintar Indonesia


Majalah CAMPUS Indonesia terbitan Agustus 2011 memaparkan 20 Akademisi Top Indonesia. Mereka muda, berprestasi, dan penuh karya di sejumlah universitas di Indonesia. Akademisi tersebut semuanya berusia di bawah 50 tahun. Berikut ini nama-nama mereka.

1. Prof. Firmanzah, 35 tahun, dekan Fakultas Ekonomi termuda, Universitas Indonesia.

2. Prof. Eko Prasojo, 41 tahun, profesor termuda di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (35 tahun).

3. Prof. Adrianus Meliala, 45 tahun, pakar kriminologi Universitas Indonesia.

4. Prof. Ismunandar, 38 tahun, profesor termuda di Institut Teknologi Bandung ITB (pakar kimia).

5. Dr. Penia Kresnowati, 30 tahun, dosen Teknik Kimia, ITB.

6. Erie Febrian, Phd, 39 tahun, pakar bidang keuangan dan bank, pemegang dua kali Outstanding Research Award US dan Kosta Rika, Fakultas Ekonomi Universitas Padjajaran.

7. Aldrin Herwany, 42 tahun, pakar bidang keuangan dan bank, pemegang dua kali Outstanding Research Award US dan Kosta Rika, Fakultas Ekonomi, Universitas Padjajaran.

8. Prof. Gamantyo Hendranto, 41 tahun, menjadi guru besar pada usia 37 tahun, Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.

9. Burhanudin Muhtadi, 34 tahun, pakar masalah sosial dan politik, Direktur Lembaga Survei Indonesia (LSI), Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

10. Effendi Gazali , PhD, 45 tahun, pakar komunikasi, dosen Universitas Indonesia.

11. Reza Indragiri Amriel, 37 tahun, pakar psikologi forensik, dosen Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Universitas Indonesia, Universitas Tarumanegara, Universitas Bina Nusantara.

12. Eep Saefulloh Fatah, 44 tahun, pakar politik Universitas Indonesia.

13. Prof. Syamsir Abduh, 43 tahun, pakar teknologi industri Universitas Trisakti.

14. Arya Vedakrana, PhD, doktor termuda umur 27 tahun (rekor MURI), Rektor Universitas Mahendradatta, Bali.

15. Irfan Abubakar, 44 tahun, pakar adab dan humaniora, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

16. Prof. Manlian Simanjuntak, 37 tahun, pakar bidang keamanan terhadap risiko kebakaran, guru besar diperoleh pada umur 35, Universitas Pelita Harapan.

17. Maria Rosalina Nindita Radyati, PhD, 44 tahun, pakar corporate social responsibility, Universitas Trisakti.

18. Arief Budi Witarto, PhD, 40 tahun, pakar diabetes dan kanker, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

19. Dr. Bayu Prawira Hie, 45 tahun, pakar manajemen strategik, Ketua Sekolah Tinggi Media Komunikasi Universitas Trisakti.

20. Muhammad Mukhtasar Samsudin, PhD, 42 tahun, Dekan Filsafat Universitas Gadjah Mada.

Categories
Lain Lain

Kronologis Kecelakaan Di Wahana Flying Fox Baskoro di Taman Wisata Matahari Cisarua Bogor yang Menewaskan Risma Bocah Umur 8 Tahun


Mulyadi Ibrahim, pengelola Baskoro Flying Fox di Taman Wisata Matahari, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengklaim bahwa pihaknya telah memenuhi semua standar keselamatan ketika seorang anak tewas di wahana main yang dikelolalnya itu pada Minggu (5/6).

“Korban berusia sekitar 8 tahun dia duduk di kelas dua sekolah dasar. Korban dikategorikan layak untuk mengikuti permainan tersebut karena dari segi usia dan kondisi tubuh serta kesehatan memenuhi standar,” kata Mulyadi.

Mulyadi menceritakan, kecelakaan yang menewaskan Riska Putri Yulianti terjadi Minggu (5/6) sekitar pukul 12.00 WIB.

Saat itu Riska dan adiknya hendak bermain flying fox bersama keluarganya. Riska mendapat giliran kedua setelah adiknya. Namun Riska yang tidak sabaran ikut naik ke atas menara setinggi 7 meter, tempat sang adik yang sudah siap-siap meluncur di tali sepanjang 20 meter.

Sebelumnya, Riska dan keluarganya sudah diingatkan untuk menunggu giliran saat mencoba permainan. Tapi entah mengapa Riska tiba-tiba sudah berada di atas bersama sang adik.

Saat sang adik meluncur, tiba-tiba Riska yang sudah tidak sabar ingin mencoba permainan langsung melompat ke arah adiknya yang sudah meluncur.

“Jadi dia langsung melompat memeluk adiknya yang sudah siap-siap meluncur. Kami petugas pun kaget kenapa anak ini sudah ada di atas,” kata Mulyadi.

Kejadian berlangsung cepat, saat Riska melompat, kakinya terlilit tali yang membawa sang adik meluncur, sehingga tubuh Riska tertarik ke bawah.

Setelah meluncur sekitar 3 meter dengan ketinggian sekitar 4 meter dari lantai, tubuh Riska yang tersangkut pun terjatuh langsung menghantam lantai di bawah lintasan flying fox, karena lintasan tidak memiliki jaring yang seharusnya dimiliki sebagai pelindung keselamatan.

Riska dilarikan ke rumah sakit, namun nyawa bocah perempuan itu tidak tertolong lagi akibat luka di kepalanya.

Saat ditanya mengapa tidak ada jaring pada bagian bawah lintasan flying fox, Mulyadi mengaku hal itu sudah sesuai prosedur dan hampir semua flying fox di Taman Wisata Matahari tidak melengkapi jaring pada bagian bawah lintasan.

“Prosedurnya memang seperti itu,” kilahnya.

Mulyadi menambahkan, pihaknya sudah menyelesaikan kasus tersebut secara kekeluargaan dan mereka bertanggung jawab atas peristiwa tersebut dengan memberikan santunan kepada keluarga korban.

Pihak keluarga korban sendiri, klaimnya, juga sudah menganggap hal tersebut sebagai musibah.

Marketing TWM Dadang Julianto juga menyatakan sudah menyelesaikan kasus tersebut secara kekeluargaan dan sudah memberikan santunan kepada keluarga korban.

Dadang mengatakan, pihaknya bahkan telah menutup seluruh wahana flying fox yang dan mengevaluasi standarisasi operasi di Taman Wisata Matahari.

“Sementara waktu seluruh wahana flying fox kita hentikan sementara. Kita akan melakukan evaluasi dan pengawasan pengoperasian,” kata Dadang

Wahana Flying Fox Baskoro di Taman Wisata Matahari, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, untuk sementara waktu ditutup menyusul kecelakaan yang menewaskan seorang anak, Minggu (5/6).

“Untuk sementara waktu sesuai dengan keputusan manajemen kita menutup wahana flying fox hingga batas waktu yang tidak ditentukan,” kata Mulyadi Ibrahim pengelola Baskoro Flying Fox, di Cisarua, Rabu.

Hal senada disampaikan oleh Marketing Taman Wisata Matahari Dadang Julianto yang menyatakan pihaknya telah menutup seluruh wahana flying fox yang ada dan melakukan pembenahan serta evaluasi standarisasi operasi di Taman Wisata Matahari.

“Sementara waktu seluruh wahana flying fox kita hentikan sementara. Kita akan melakukan evaluasi dan pengawasan pengoperasian,” kata Dadang.

Sementara Mulyadi mengatakan, penutupan dilakukan oleh manajemen Taman Wisata Matahari sebagi pemilik lahan untuk meninjau ulang standarisasi permainan flying fox yang ada.

Dia memaparkan, ada sekitar 14 wahana flying fox di Taman Wisata Matahari yang dikelola beberapa provider berbeda-beda.

Baskoro Flying Fox sudah beroperasi sejak enam bulan lalu di Taman Wisata Matahari dan dikelola oleh pengusaha setempat.

Mulyadi mengklaim flying fox yang dikelolanya telah memenuhi standarisasi keselamatan, mulai dari kelengkapan peralatan, tenaga ahli dan petugas pengawas permainan.

“Semua sesuai standar flying fox, setiap peserta yang akan bermain diperiksa kelayakan umur, kondisi badan dan kesehatannya. Dan ini sesuai SOP yang berlaku,” katanya.

Mulyadi menuturkan, pihaknya memiliki dua wahana flying fox untuk dewasa dan anak-anak. Sementara korban yang tewas bermain di wahana untuk anak-anak.

Untuk bisa bermain di flying fox, anak-anak harus memenuhi persyaratan usia mulai 8 hingga 9 tahun, berbadan sehat dan tidak memiliki kelainan jantung.

Categories
Perekomonian dan Bisnis

Bazzar Mega Diskon Midnight Sale Dimulai Menjelang Lebaran


Pengusaha ritel di kota-kota besar memperbanyak intensitas kegiatan penjualan hingga larut malam (midnight sale) untuk memenuhi peningkatan permintaan pasar menjelang perayaan Lebaran.

“Kami mempelajari perilaku konsumen, midnight sale sangat membantu memenuhi permintaan konsumen terutama di kota-kota besar seperti Jakarta dimana banyak orang bekerja hingga malam dan lalu lintas sering macet,” kata Ketua Harian Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta usai pembukaan pasar murah di lingkungan Kementerian Perdagangan Jakarta, Kamis.

Hal itu, kata dia, antara lain terlihat dari peningkatan jumlah pengunjung dan omzet pusat belanja saat kegiatan penjualan diperpanjang hingga larut malam yang dilakukan pada waktu tertentu.

“Menurut laporan dari anggota, selama midnight sale pengunjung suatu pusat belanja bisa naik 50 persen hingga 100 persen. Penjualan juga bisa naik sampai 50 persen,” katanya.

Namun dia tidak menyebutkan rata-rata jumlah pengunjung maupun kisaran nilai omzet pelaku usaha retail selama kegiatan penjualan tengah malam. “Karena tiap pusat belanja beda-beda,” kata dia.

Lebih lanjut dia menjelaskan saat ini beberapa pemerintah daerah seperti DKI Jakarta dan Surabaya sudah memberikan izin perpanjangan kegiatan penjualan pusat belanja hingga pukul 24:00.

“Kami akan pantau, kalau memang dibutuhkan kami akan minta izin ke pemerintah daerah yang lain untuk menambah waktu penjualan. Khususnya di daerah dengan permintaan pasar tinggi dan lalu lintas tidak lancar,” katanya.

Categories
Perekomonian dan Bisnis

Program Belanja Diskon Dapat Door Prize Mobil Digelar Di Mal Taman Anggrek


Pusat belanja di Jakarta Barat, Mal Taman Anggrek (MTA) berikan kesempatan untuk pengunjung setianya memenangkan hadiah belanja diskon. Anda masih punya kesempatan untuk memenangkan Mazda 2, iPhone 4, Samsung Galaxy Tab, iPad 2, Blackberry Playbook dan PlayStation dengan berbelanja tiga hari ke depan di MTA.

Masih dalam rangkaian kegiatan perayaan HUT MTA ke-15, pada 16-20 Agustus, MTA menggelar program Fabulous Week of Discounts. Selama periode ini, Anda bisa berbelanja berbagai kebutuhan di MTA, dengan diskon hingga 50 persen.

Tak hanya itu, dengan belanja minimal Rp 500.000 (berlaku kelipatan), Anda juga bisa menukarkan kupon undian. Tak seperti program sebelumnya, 20 Days To Shop & Win, khusus untuk program belanja lima hari terakhir ini, Anda bisa berkesempatan mendapatkan double kupon dengan nilai belanja yang sama. Artinya, kesempatan untuk memenangkan hadiah lebih besar, jika Anda berbelanja jelang penutupan program pada 20 Agustus mendatang.

“Seluruh toko di MTA berpartisipasi dalam program belanja diskon berhadiah ini. Untuk menukarkan double kupon, tunjukkan struk belanja ke customer service. Kupon bisa didapatkan dengan menukarkan gabungan struk transaksi pada hari yang sama dengan nilai total belanja minimal Rp 500.000,” jelas Anastasia Damastuti, Public Relations & Communication Assistant MTA, di Jakarta, Selasa (16/8/2011) lalu.

MTA akan mengumumkan pemenang undian belanja berhadiah pada Minggu, 21 Agustus 2011 pukul 20:00 dan 21:00 di Center Atrium MTA. Jadi, bagi Anda yang berbelanja di MTA sepanjang Agustus ini dam menukarkan kupon undian, pastikan hadir saat pengumumuan pemenang nanti.

Voucher
Jika Anda memiliki kartu Absolutely Yours, selama periode 16-20 Agustus 2011, Anda bisa berkesempatan mendapatkan voucher belanja di Metro Department Store senilai Rp 150.000. Caranya, Anda termasuk dalam 150 pemegang kartu Absolutely Yours pertama yang berbelanja Rp 1,5 juta pada periode tersebut.

Hadiah harian juga diberikan kepada pemegang kartu Absolutely Yours. Yakni 20 anggota Absolutely Yours Card pertama setiap harinya, dengan transaksi minimal Rp 500.000, berkesempatan mendapatkan free foto paket Midi Album dari Icon Life.

Untuk mendapatkan kartu Absolutely Yours, Anda bisa mengajukan aplikasi di konter customer service dengan mengisi formulir registrasi dan membayar biaya administrasi Rp 10.000.

Donasi
Selagi berbelanja di MTA, Anda juga bisa berpartisipasi untuk memberikan donasi pendidikan. Melalui program MTA Peduli Post-it To Donate, Anda bisa memberikan donasi senilai Rp 25.000. Kemudian, donatur menuliskan harapannya di post it mengenai pendidikan untuk anak-anak kurang mampu.

Kumpulan post it ini dipajang di lobi utama. Program yang berlangsung sejak 15 Agustus hingga 31 Desember 2011 ini mengumpulkan dana untuk disumbangkan sebagai dana beasiswa pendidikan anak kurang mampu di sekitar lingkungan MTA.

Categories
Kriminalitas

Anak Staf Khusus Menteri Pendidikan Nasional Lolos dari Sekapan Penculikan Selama 3 Hari


Luthfi Aupar Razaq, 16 tahun, putra staf khusus Menteri Pendidikan Nasional, Sukemi, pulang ke rumahnya setelah menghilang sejak Ahad, 14 Agustus lalu. Luthfi pulang ke rumahnya di bilangan Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan, pada Rabu pagi, 17 Agustus 2011. Luthfi, yang menjadi korban penculikan itu, pulang dalam kondisi tak kekurangan suatu apa pun. “Dia pulang sendiri dari Masjid Istiqlal pagi tadi. Sampai rumah dia menangis,” kata Sukemi ketika dihubungi Tempo pada Rabu sore, 17 Agustus 2011.

Sesampainya di rumah, kata dia, Luthfi menceritakan kembali kepada orang tuanya kejadian yang ia alami selama tiga hari berada di tangan penculik. Pada Ahad lalu, Luthfi diantar oleh sopir keluarganya ke asrama sekolahnya, SMA Lazuardi di Sawangan, Depok, Jawa Barat. Lantaran hendak membeli minum untuk berbuka puasa, Luthfi meminta sopir menurunkan dia di depan Alfamart yang berjarak sekitar 100 meter dari gerbang sekolahnya. Setelah membeli sebotol Aqua, kata Luthfi, kemudian ada dua pria menghampiriya. “Pakaiannya hitam-hitam,” ujar Luthfi.

Luthfi kemudian dibikin tak sadarkan diri oleh kedua orang tersebut sehingga dia tak ingat betul detail peristiwa penculikan itu. Tapi ada beberapa hal yang ia ingat, yakni dia dibawa masuk ke mobil Toyota Kijang Innova berwarna hitam. Di dalam mobil ada dua pria lain. “Mereka bilang mau ajak jalan-jalan,” kata Luthfi. Luthfi mengikuti perintah mereka saja.

Di tengah jalan, komplotan penculik tersebut mengangkut korban lagi. “Selain Luthfi, masih ada dua anak yang dibawa,” kata Sukemi menyampaikan cerita yang disampaikan Luthfi.

Tiga hari dibawa oleh penculik, Luthfi mengaku diperlakukan dengan baik. Si penculik tidak berlaku kasar, bahkan tidak mengancam. Penculik juga tidak menguras harta berupa uang dan telepon seluler yang dipegang Luthfi. “Tapi memang telepon saya dipegang oleh mereka,” katanya.

Sukemi mengatakan selama hari-hari penculikan, Luthfi dibawa berkeliling dari masjid ke masjid. Sampai akhirnya mereka berhenti di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Selasa malam, 16 Agustus 2011. Di sana, Luthfi kemudian meminta waktu pada penculik untuk menunaikan salat. Sehabis mengambil wudu, Luthfi sedikit sadarkan diri. Kemudian ia salat dan berzikir. Di tengah salat, Luthfi mengaku disambangi oleh lima orang berpakaian putih-putih. “Mereka menyuruh Luthfi melepas tas hitam milik penculik,” kata Sukemi.

Selagi diculik, Luthfi memang diminta membawa tas kerja berwarna hitam yang berisi perkakas pertukangan, seperti palu dan obeng. Luthfi kemudian menuruti perintah kelima orang tersebut. Tak disangka aksi tersebut rupanya membuat Luthfi sepenuhnya sadar kembali. Ia kemudian mencari cara untuk kabur dari para penculik. Pelan-pelan dengan sembunyi di balik pilar masjid, ia memisahkan diri. “Penculik kurang mengawasi,” kata Sukemi.

Setelah jauh dari pantauan penculik, Luthfi kemudian menangis sejadi-jadinya sehingga dikerubungi warga yang tengah berada di Istiqlal. Oleh warga kemudian ia dibawa ke tempat yang aman. Luthfi sempat berusaha mencari lima orang yang memintanya menjatuhkan tas milik penculik, tapi tak berhasil. “Sepertinya lima orang itu ‘penglihatan’,” kata Sukemi. Rabu pagi, Luthfi berpamitan pada warga yang mengamankan dirinya untuk pulang ke rumahnya.

Aksi para penculik membuat Sukemi bertanya-tanya karena mereka sama sekali tak meminta harta pada Luthfi ataupun Sukemi. “Motif ini harus dicurigai,” kata dia. Sukemi mengatakan ia telah menyampaikan kejadian ini pada polisi, tetapi bukan berupa laporan resmi. Apalagi masih ada dua anak yang dibawa oleh penculik.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Baharuddin Djafar mengatakan ia akan segera mengkoordinasikan kejadian ini dengan Kepolisian Resor Depok, tempat di mana penculikan terjadi. “Penculik itu harus ditangkap,” ujarnya.

Categories
Lain Lain

Acara Sahur on the Road SMA 28 Yang Menyebabkan Tewasnya 2 Orang Siswi Ternyata Tak Kantongi Izin Sekolah


Polisi menetapkan Muhammad Hadi Wibowo alias Bowo, 16 tahun, sebagai tersangka dalam kecelakaan maut yang menewaskan dua siswi SMA 28 Jakarta. Namun polisi tidak menahan siswa SMA 28 itu karena orang tuanya mengajukan penangguhan penahanan.

“Orang tuanya bertanggung jawab dan mengajukan penangguhan penahanan ke kami. Lagi pula ia (Bowo) masih di bawah umur dan masih sekolah sehingga ditangguhkan penahanan,” kata Wakil Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Jakarta Selatan Komisaris Sungkono, Selasa, 16 Agustus 2011.

Menurut Sungkono, Bowo dikenakan wajib lapor ke Unit Kecelakaan Lalu Lintas Polres Jakarta Selatan tiga kali seminggu.

Sebelumnya, Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas Polres Jakarta Selatan Ajun Komisaris Sigit Purwanto mengatakan Bowo menjadi tersangka dalam kasus kecelakaan yang menewaskan Nur Aisah Siregar, 16 tahun, dan Astrid, 16 tahun. Penetapan itu dilakukan setelah polisi memeriksa saksi-saksi, yaitu siswa SMA 28 lainnya. “Kemarin kami periksa para saksi sepulang sekolah,” kata Sigit Purwanto.

Sigit menerangkan Bowo dijerat Pasal 106 ayat 1 juncto pasal 30 ayat 3 dan 4 Undang-Undang Lalu intas Nomor 22 Tahun 2009 tentang kelalaian yang menyebabkan korban jiwa. “Setelah diperiksa, Bowo ternyata juga tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM),” ujar Sigit.

Kecelakaan maut itu berawal saat Bowo dan teman-teman sekolahnya mengadakan kegiatan sahur di jalan atau sahur on the road pada Sabtu dini hari lalu. Usai acara, Bowo mengantarkan pulang keempat adik kelasnya, Nur Aisah Siregar, 16 tahun, Astrid Dwi Oktafiani (16), Ratna Ningsih (16), dan Vera Mukhtiya Dahlan (16), dengan mengendarai Toyota Yaris silver.

Toyota Yaris silver itu melaju dari arah Mampang ke Pasar Minggu. Nahas, sekitar pukul 04.45 WIB, mobil yang dikendarai Bowo hilang kendali dan tiba-tiba menabrak separator busway dan terbanting ke kiri menabrak pohon. Berdasarkan keterangan saksi, kecepatan mobil tersebut di atas 100 kilometer per jam.

Sahur on the Road yang berujung maut yang digelar siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) 28, Jakarta Selatan pada Sabtu, 13 Agustus dini hari dilaksanakan tanpa seizin sekolah. Hal itu dikatakan Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas Polres Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Sigit Purwanto, Selasa, 16 Agustus 2011. “Sahur on the Road itu diselenggarakan tanpa sepengetahuan guru dan diikuti 40 mobil,” kata Sigit Purwanto.

Sigit menduga acara itu memiliki koordinator karena setiap perserta diwajibkan membayar iuran sebesar Rp 35.000. Sebelum berangkat, para siswa yang menggelar Sahur on the Road itu berkumpul di dekat sekolah. “Tapi mobil-mobilnya disembunyikan. Petugas keamanan sekolah saja tidak tahu ada acara itu karena disembunyikan mobilnya,” kata Sigit lagi.

Sabtu dini hari kemarin, mobil Toyota Yaris yang dikemudikan Bowo menabrak pembatas jalur Transjakarta di Jalan Warung Buncit Raya, Jakarta Selatan sekitar pukul 04.45 WIB. Dalam kecelakaan tunggal itu, dua orang rekan Bowo tewas, yaitu Aisah dan Astrid yang masing-masing berusia 16 tahun. Sedangkan, satu penumpang lainnya yang bernam Vera selamat.

Mobil Toyota Yaris yang dikemudikan Bowo ada di urutan kelima dalam iring-iringan tersebut. Saat ditanya, apakah 40 siswa yang ikut dalam Sahur on the Road memiliki SIM, Sigit belum bisa memastikan. Namun jika dilihat dari peserta yang semuanya masih kelas dua SMA, Sigit menduga kebanyakan peserta tidak memiliki SIM.

“Saya belum tahu apakah 40 siswa itu memiliki SIM atau tidak. Kalau dikumpulkan semuanya, mungkin ketahuan siapa saja yang tidak memiliki SIM. Tapi sampai saat ini kami masih terus melakukan pengembangan,” Sigit melanjutkan.

Categories
Lain Lain

5 Jenis Makanan Yang Mengandung Boraks dan Formalin di Hypermart


Jakarta-Badan Pengawasan Obat dan Makanan menemukan lima produk makanan yang mengandung bahan berbahaya, borak dan formalin, di Hypermart JACC Thamrin City, Jakarta.

Kelima produk tersebut adalah manisan mangga, salak, asinan, dan cingcau yang mengandung formalin serta keripik pisang yang mengandung borak.

“Hari ini kami secara acak memeriksa 36 sample produk yang dijual di sini, dan ternyata lima di antaranya mengandung zat berbahaya,” ujar Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kustantinah, Senin, 15 Agustus 2011.

Penemuan tersebut pada saat BPOM bersama Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu berkunjung ke Hypermart JACC Thamrin City. “Kami minta pihak ritel untuk berhati-hati dalam menerima dan menjual barang, jangan sampai ada yang mengandung zat berbahaya,” katanya.

Formalin termasuk zat berbahaya jika dikonsumsi manusia karena bisa menyebabkan gangguan saraf seperti susah tidur, sensitif, mudah lupa, gangguan menstruasi hingga infertilitas. Sedangkan borak juga tak kalah berbahaya karena bisa menyebabkan gangguan otak, hati dan ginjal jika dikonsumsi.

Sementara itu, Hypermart mengaku terkejut dan tidak menyangka kalau ada produk makanan yang mereka jual mengandung zat berbahaya. “Kami sama sekali tidak menyangka kalau makanan tersebut mengandung formalin dan borak,” ujar Meshvara Kanjaya, Director of Merchandising and Marketing Matahari Food Business PT Matahari Putra Prima Tbk pemilik jaringan ritel Hypermart, Senin 15 Agustus 2011.