Monthly Archives: September 2011

Kebakaran Terjadi Di Gudang Alat Sewa Pesta Gang Sadar RTM Cimanggis Depok,


Sebuah gudang tempat penyewaan keperluan alat pesta dilalap si jago merah sekitar pukul 23.45 WIB, di Gang Sadar, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Rabu (28/9/2011). Petugas pemadam kebakaran Kota Depok tiba di lokasi kejadian, Kamis sekitar pukul 00.12 WIB, saat api sudah melahap hampir seluruh isi gudang yang sebagian besar berisi barang-barang keperluan pesta yang mudah terbakar, seperti, karpet, tenda, kain, dan terpal.

Seorang petugas pemadam kebakaran, Yadi, mengatakan, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan dan api sudah sangat besar saat petugas pemadam tiba. “Belum tahu apa penyebabnya, Mas. Pas kami tiba api sudah sangat besar. Pokoknya kami berusaha memadamkan api dari tiga arah, yakni depan gudang, samping, dan belakang, agar api tidak menyebar ke rumah warga,” katanya.

Sementara Trisno, yang juga petugas pemadam kebakaran Kota Depok, menjelaskan bahwa pemadam kebakaran menurunkan sekitar 10 mobil pemadam untuk menjinakkan si jago merah.

“Kami menurunkan sekitar 10 mobil pemadam kebakaran, yakni tujuh mobil dari Kota Depok, dua mobil dari Kota Bogor, dan satu mobil dari Ciracas,” ujarnya.

Setelah hampir tiga jam, petugas pemadam kebakaran akhirnya berhasil menjinakkan api agar tidak sampai menyebar ke rumah warga. Hingga berita ini diturunkan, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah karena seisi gudang ludes terbakar.

Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan kobaran api yang melahap gudang penyewaan pesta, di Gang Sadar, RTM, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Kamis (29/9/2011) dinihari. Api dapat dipadamkan setelah tiga jam kemudian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut dan penyebab kebakaran belum dapat dipastikan

Kisah Tragis Dokter Muda Steven Wijata Yang Tewas Setelah Wisuda


Kesedihan tampak di Ruang Duka Mawar dan Dahlia, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Minggu (25/9/2011) pagi. Peti jenazah berwarna putih dengan kaca bening melapisi jenazah Steven Wijata. Dokter muda itu pergi selama-lamanya pada usia 23 tahun.

Warna putih pada peti Steven identik dengan profesi dokter. Kepergian Steven tidak disangka-sangka karena dia masih bersemangat mengangkat sumpah sebagai dokter bersama ratusan dokter Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) pada Sabtu pagi.

Sore hari, dia juga masih bertemu dan berkomunikasi dengan IM, kekasihnya. Menjelang pukul 18.00, Steven memilih untuk mengurung diri di Kamar 2410 Apartemen Salemba Residence di Jalan Salemba Tengah II, Jakarta Pusat. Kamar di lantai 24 itu adalah tempat tinggalnya selama menjalankan kuliah di FKUI sejak tahun 2006.

Siapa sangka, sekitar pukul 18.45, Steven ditemukan tidak bernyawa lagi di lantai dasar apartemen tersebut. Tidak ada yang tahu persis bagaimana saat-saat sebelum Steven mengembuskan napas terakhirnya. Dari Jakarta, Steven dibawa ke Cirebon untuk dikebumikan di kota kelahirannya.

Dokter dan pemain drum

Sejumlah kawan di kampus atau di gereja mengenal Steven sebagai sosok yang baik dan murah hati. Tidak jarang dia menjadi tempat bercerita sekaligus berkonsultasi bagi rekan-rekannya yang punya persoalan kesehatan.

Pria kelahiran 1 September 1988 ini dikenal memiliki ketertarikan tinggi di bidang kedokteran. Dua tahun silam, Steven mengikuti Kongres Internasional Ilmu Kedokteran di University Medical Center Groningen di Belanda untuk mempresentasikan hasil penelitiannya mengenai alat pendeteksi dini penyakit kanker.

Seperti ditulis dalam situs Tempo Online edisi 25 Mei 2009, Steven mengkreasikan sinar berdaya rendah dari spektroskop untuk membedakan antara sel normal dan sel kanker. Alat ini setidaknya mendeteksi awal pertumbuhan kanker sebelum penderita meneruskan ke pemeriksaan lanjutan.

Tidak hanya piawai di dunia kedokteran, Steven juga mahir menggebuk drum. Bersama sejumlah rekannya, Steven tergabung dalam grup band Made by Med. Keterampilan di dunia musik juga membuat Steven bergabung dalam kelompok musik di gereja.

Kejadian kemarin mengejutkan semua pihak. Polisi juga belum bisa memastikan penyebab Steven jatuh dari lantai 24 itu.

”Kami masih menunggu hasil visum dokter untuk mengetahui apakah ada penganiayaan atau zat berbahaya di dalam tubuhnya,” kata Kepala Polsek Senen Komisaris Iman Zebua.

Sejauh temuan polisi di lokasi kejadian, tidak ada bekas alkohol atau narkoba di dalam kamar. Korban juga sendirian di dalam unit itu saat kejadian serta kondisi kamar yang terkunci dari dalam. Polisi juga masih mengusahakan untuk mendapatkan rekaman kamera pengintai di apartemen itu untuk pengembangan penyelidikan.

Entah apa yang terjadi pada dokter genius ini, tetapi semua kerabat dan kawan mengiringi kepergiannya dengan doa. Steven Wijata (23) yang meninggal di Apartemen Salemba Residence, mengatakan sedang lelah, sesaat sebelum ditemukan tidak bernyawa di lantai dasar apartemen.

Pernyataan itu disampaikan Steven kepada IM, pacarnya sesaat sebelum kejadian. Informasi itu disampaikan lewat Blackberry Messenger.

Penghuni kamar 2410 itu diduga jatuh dari lantai 24. Saat ditemukan tempurung kepala pecah, usus terurai, dan tulang-tulang kaki patah.

Steven Wijata (23) ditemukan meninggal di tower A Apartemen Salemba Indah, Sabtu (24/9/2011) malam. Dugaan sementara, Steven jatuh dari lantai 24.

Pada Sabtu pagi, Steven baru saja diwisuda sebagai dokter dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Belum diketahui apa yang menyebabkan Steven jatuh dari apartemen itu. Jenazah dibawa ke RS Cipto Mangunkusumo untuk divisum dan disemayamkan di rumah duka setempat.

Pada Minggu pagi ini jenazah dibawa ke Cirebon, Jawa Barat, untuk dikebumikan di kota kelahirannya itu.

Hidup Di Jakarta Harus Mau dan Rela Untuk Bepergian Dengan Jalan Kaki


Kepala Dinas Perhubungan DKI Udar Pristono menyebutkan, konsekuensi hidup di daerah perkotaan adalah harus rela jalan kaki dan tidak selalu mengandalkan door to door service.

Pristono menjelaskan, bila semua warga kota ingin segala sesuatunya door to door service, di kemudian hari nanti bisa saja motor masuk ke dalam restoran hanya untuk sekadar parkir karena tidak mau jalan kaki dari tempat parkir ke restoran tersebut.

“Konsekuensi hidup di kota besar seperti itu. Enggak bisa semuanya door to door service. Hidup di kota besar harus terima jalan kaki,” ujar Pristono, Selasa (27/9/2011) di Balaikota.

Dikatakannya, budaya jalan kaki harus disosialisasikan sejak awal agar peraturan parkir off street (di dalam gedung) dalam pelaksanaannya sesuai harapan. Pristono pun kembali menjelaskan diterapkannya parkir off street di kawasan Gajah Mada-Hayam Wuruk karena Pemprov DKI Jakarta mempunyai cita-cita kawasan tersebut dapat dibangun seperti kawasan Orchard Road di Singapura.

Pristono mengatakan, tahun 2012 nanti pihaknya akan mengembangkan trotoar di kawasan Hayam Wuruk-Gajah Mada agar seperti Orchard Road. Kalau sudah begitu, warga akan nyaman berjalan kaki. Kemudian, perekonomian juga berkembang karena mendapat masukan dari biaya parkir di dalam gedung.

Pristono menambahkan, dengan diberlakukannya parkir off street maka akan ada tiga manfaat yang didapat. Pertama, dapat menambah kapasitas jalan. Kedua, mengurangi premanisme. Dan ketiga, tarif parkir yang dikenakan sesuai karcis yang diberikan sehingga tidak merugikan konsumen.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menata kembali jalur pedestrian di Jalan Gajah Mada dan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat. Ini dilakukan untuk memberikan kenyamanan bagi para pedestrian untuk berjalan-jalan di trotoar.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Udar Pristono mengatakan, penataan ini diperlukan untuk mengembalikan jalur pedestrian pada fungsinya, yaitu sebagai ruang publik untuk pejalan kaki. Kini, Dishub DKI Jakarta tengah mengkaji studi konsep penataan pedestrian di kawasan tersebut. Studi kajian ini diharapkan dapat rampung pada akhir tahun 2011.

“Selama ini kita melihat sudah banyak (jalur) pedestrian yang dijadikan ruang parkir on street dan tempat usaha pedagang kaki lima. Akhirnya pejalan kaki direbut haknya. Kita mau kembalikan fungsinya sebagai ruang publik,” kata Pristono, Sabtu (17/9/2011).

Jika kajian itu selesai pada akhir tahun ini maka pembangunannya bisa dilakukan awal 2012 oleh Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta. Pristono mengakui belum ada gambaran konkret mengenai konsep jalur pedestrian ini. Namun, ia menegaskan bahwa jalur pedestrian di Gajah Mada-Hayam Wuruk akan dilebarkan dengan memakai sedikit bahu jalan. Ini demi kenyamanan pedestrian.

“Saya belum tahu apakah (jalur) pedestrian di kawasan tersebut akan divariasikan dengan taman seperti di Jalan Sabang. Kita tunggu saja hasil kajiannya,” ujarnya.

Jalur pedestrian di kawasan Gajah Mada-Hayam Wuruk saat ini nyaris kehilangan fungsi sebenarnya. Sebagian trotoarnya, khusus di sisi timur pintu besar utara, menjadi kawasan mati. Banyak toko yang kosong, trotoarnya pun bergelombang sehingga menyulitkan pejalan kaki. Bagian itu akan diratakan sehingga menjadi nyaman dan bisa meningkatkan pergerakan perekonomian di kawasan tersebut.

Pada Desember 2011, Dishub DKI akan melakukan penataan parkir on street di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat. Parkir kendaraan bermotor akan dialihkan di tiga gedung yang memiliki fasilitas parkir, yaitu Pasar Baru, Pasar Baru Atom, dan Pasar Baru Square. Sistem karcis parkir akan diterapkan berbasis informasi teknologi (IT) sama seperti parkir di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.

Sipir Penjara Tulungagung Selingkuh Dengan Istri Tahanan


Majelis hakim Pengadilan Negeri Tulungagung, Jawa Timur, Rabu kemarin, menjatuhkan vonis penjara selama tiga bulan kepada seorang sipir (petugas lembaga pemasyarakatan) setempat, gara-gara tepergok menyelingkuhi istri orang.

SYN (47), sipir asal Desa Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru tersebut, tampak pasrah saat ketua majelis hakim mengetukkan palu tiga kali tanda vonis dijatuhkan.

“Terpidana telah terbukti melanggar Pasal 284 KUHP tentang Perzinahan, apalagi keduanya sama-sama telah memiliki pasangan,” ujar Ketua Majelis Hakim PN Tulungagung, Ramelan, dikonfirmasi usai sidang.

Tidak sepatah kata pun komentar keluar dari mulut SYN. Sejak pembacaan vonis, SYN yang telah dikaruniai dua orang anak dari istri sahnya ini hanya bisa tertunduk lesu.

Ia pantas malu dengan para pegawai di PN Tulungagung, sebab istri sahnya juga bekerja di tempat tersebut. Kepada majelis hakim yang menanyakan sikapnya atas vonis yang dijatuhkan, SYN hanya menyatakan pikir-pikir.

Informasi dari beberapa sumber, SYN selama ini diketahui sebagai PNS yang bekerja di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II B Tulungagung. Ia merupakan salah satu sipir yang cukup disegani di tempat kerjanya. Selain memang sudah senior dibanding sipir-sipir yang lain, SYN dikenal tegas.

Jabatannya sebagai sipir penjara rupanya membuat SYN dekat dengan keluarga napi, termasuk TH (39), perempuan yang kemudian diselingkuhinya. Meski sama-sama telah berkeluarga, keduanya semakin dekat dan bahkan melakukan perselingkuhan. SYN dan TH kemudian hidup serumah di Perum Griya Tunggul Asri, Desa Tunggulsari, Kecamatan Kedungwaru.

SYN akhirnya digerebek oleh istri sahnya sekitar setahun lalu. Pada saat digerebek, kedua pasangan berada di dalam rumah dengan hanya menggunakan baju singlet dan celana pendek, sedangkan TH mengenakan daster.

Kebakaran Besar Landa Bendungan Hilir Tanah Abang Hanguskan 150 rumah Di Dua RT


Kebakaran besar pada pagi hari di Kelurahan Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa, diperkirakan menghanguskan sampai 150 rumah di tiga lingkungan rukun tetangga setempat. Sampai berita ini diturunkan, petugas Dinas Kebakaran DKI Jaya dan suku dinasnya sudah bisa memadamkan api.

Warga di kawasan padat penduduk yang rumah-rumah semi permanennya banyak terbangun sudah mulai bisa mendatangi bekas-bekas kebakaran. “Lima menit lalu, apinya sudah padam. Sekarang lagi pendinginan. Harapannya, api padam total, nggak muncul titik api lagi. Agar pendataan, bisa segera dilakukan,” kata Lurah Bendungan Hilir, Suprayogi.

Dia mendapat informasi awal bahwa kebakaran itu terjadi di RT 006, 007 dan 008 di RW 01. “Yang terparah di kawasan RT 006 dengan jumlah rumah terbakar sekitar 50 rumah,” kata Suprayogi. Sebagaimana bagian lain pemukiman itu, rumah-rumah yang terbakar kebanyakan milik warga pendatang yang bekerja di berapa perkantoran yang ada di sekitar lokasi, selain itu juga ada yang bekerja sebagai pedagang dan sektor-sektor informal lainnya.

Api yang berkobar sekitar pukul 11.00 menurut perkiraan Suprayogi di duga terpercik akibat hubungan arus pendek. Api sendiri berasal dari rumah yang di kontrak Ny Yayat di kawasan RT 006

Api sangat besar memusnahkan puluhan rumah di Kawasan Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Petugas pemadam kebakaran bekerja ekstra keras memadamkan api namun tetapi mengalami kesulitan sementara kepanikan terjadi pada warga sekitar.

“Saya kaget sekali waktu dibangunkan mama. Ada ledakan keras di warung gorengan depan rumah, kelihatannya dari tabung gas mereka. Rumah kami terbakar semua, termasuk 16 kamar indekosan di samping,” kata Vera, warga Rt008/01 Kelurahan Bendungan Hilir.

Vera tidak berhasil mengendalikan kepanikan dirinya pada saat ditanyai, kecuali memberi keterangan pendek itu. Puluhan mobil pemadam kebakaran bergantian datang menyemprotkan air memakai pompa bertekanan tinggi dari selang-selangnya.

Warga yang rumah-rumahnya terbakar ataupun yang tidak, bahu-membahu mencoba memadamkan api. Jalan menuju kawasan Pasar Bendungan Hilir juga telah ditutup dari lalu-lalang kendaraan.

Suprayogi, Ketua RW 08 Kelurahan Bendungan Hilir yang juga berbaur dengan warganya menyelamatkan apa saja yang bisa diselamatkan, berujar pendek, “Kami belum tahu persis penyebabnya. Maaf, kami harus padamkan api segera.”

Asap yang membumbung tinggi bahkan bisa dilihat secara jelas dari ketinggian gedung-gedung di Kawasan Monas

Sebuah Bom Aktif Ditemukan Di Gereja Maranata Ambon


Kepolisian RI akan terus mendalami keterkaitan antara bom bunuh diri di GBIS, Solo, Jawa Tengah, dan penemuan satu bom aktif di Gereja Maranata, Ambon, pada Senin (26/9/2011).

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Anton Bachrul Alam mengatakan, keterkaitan tersebut akan difokuskan oleh Polri karena ternyata dari tiga bom yang terdapat di Ambon bentuknya sama.

“Jadi, selama kejadian itu, dua yang tidak meledak coba kami urai, semua modelnya sama. Artinya ada satu kelompok lagi di ambon yang sedang bermain,” ujar Anton kepada wartawan di Hotel Arya Duta, Jakarta, Rabu.

Sebelumnya, Kamis pekan lalu, sebuah bom juga meledak di daerah Karangpanjang, Ambon. Lalu, Sabtu pekan lalu, sebuah bom juga meledak di Terminal Mardika, Ambon. Tidak ada korban tewas dalam dua peristiwa itu.

Ia meyakinkan, polisi akan terus mendalami siapa pelaku utama dari rangkaian teror bom di Ambon. Dikatakan, sejauh ini polisi belum dapat memastikan apakah masih ada bom-bom lainnya di Ambon.

Anton meminta masyarakat tetap waspada agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. “Kami dalami terus kelompoknya siapa dan apakah ada keterkaitannya dengan bom Solo. Dan, kami minta kepada masyarakat, kalau ada informasi sekecil apa pun, kalau ada yang dicurigai, segera lapor polisi, nanti kami akan ambil tindakan,” katanya.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, menegaskan bahwa berkembangnya terorisme bukan semata-mata karena kemudahan akses informasi lewat internet. Menurutnya, orang-orang yang memanfaatkan internet untuk menyebarkan kekerasan dan hasutan yang harus mendapat perhatian serius.

“Terorisme itu adalah kesalahan orang memahami agama, bukan internet,” kata saat menggelar jumpa pers 1st ICT USO Expo and Conference di Jogja Expo Center, Senin (26/9/2011). Menurutnya, tindakan teror juga tak sepenuhnya dampak hasutan di internet.

Ia mengatakan, internet hanya menjadi satu upaya sekelompok orang untuk menghasut pembacanya. Karena itu, pihaknya akan melacak situs-situs yang terindikasi melakukan penghasutan kepadaorang lain untuk melakukan tindak kekerasan. Situs yang terbukti melakukan kegiatan tersebut tidak segan-segan diblokir.

“Ini sudah on progress,” ujarnya. Kementerian Komunikasi dan Informatika sudah memblokir 300 dari 900 situs yang terindikasi menyebarkan kekerasan.

Ia mengatakan, upaya pemblokiran ini merupakan satu cara untuk mencegah adanya penghasutan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Namun, ia menegaskan tidak semua situs akan diblokir, melainkan hanya situs yang dianggap berbahaya saja

5 Kantin Sekolah di SMP 135 Duren Sawit Habis Terbakar Dilalap Jago Merah


Saat para siswa tengah melaksanakan kegiatan belajar mengajar, Rabu (28/9), si jago merah mengamuk membakar kantin di SMP 135, Duren Sawit, Jaktim. Akibat kebakaran tersebut, para siswa kocar kacir menyelamatkan diri.

Peristiwa kebakaran itu terjadi sekitar pk: 11.15 . Para siswa langsung berhamburan meninggalkan kelas mereka masing-masing. Para guru dan siswa panik melihat lima unit bangunan yang dijadikan kantin hangus terbakar.

Idah Rospidah, 46, salah seorang pedagang di kantin sekolah mengatakan kalau dirinya panik begitu melihat asap keluar dari salah satu kantin milik Ujang. “Saya langsung teriak-teriak kebakaran waktu melihat asap keluar warungnya Ujang,” kata Idah.

Akibatnya lima unit kantin yang diketahui milik Idah, Ujang, Taslim, Kardiman dan Suratmin, habis dilalap api. Tidak ada satupun barang dagangan yang dapat diselamatkan dari dalam toko yang terbakar habis dan baru bisa dipadamkan sekitar satu jam kemudian oleh 15 unit mobil pemadam kebakaran dari suku dinas pemadam kebakaran Jakarta Timur.

Polisi masih belum bisa menyimpulkan apa penyebab dari kebakaran tersebut. Namun dua buah tabung yang terbakar terlihat dibawa petugas untuk proses penyelidikan. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut walaupun kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Sementara itu Wakil Kepala Sekolah SMP 135, Abdul latief mengatakan bahwa akibat kebakaran, selain kantin yang mengalami kerusakan, kaca-kaca di laboratorium juga mengalami keretakan dan kusennya hangus akibat panasnya api. Ia pun menilai kalau kebakaran yang terjadi kemungkinan besar tidak akan mengganggu kegiatan belajar mengajar.

“Mudah-mudahan akibat kebakaran ini tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar siswa,” kata ungkap Abdul.